Anda di halaman 1dari 63

BAB I

LATAR BELAKANG

1.1 Latar Belakang


Pembangunan Kesehatan merupakan bagian integral dari Pembangunan
Nasional. Tujuan Pembangunan Kesehatan adalah meningkatkan kesadaran,
kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat
kesehatan masyarakat yang optimal. Keberhasilan Pembangunan Kesehatan
berperan penting dalam meningkatkan mutu dan daya saing sumber daya manusia
Indonesia.
Untuk mencapai pembangunan di bidang kesehatan diselenggarakan
berbagai upaya secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Dan Puskesmas
merupakan penanggung jawab penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat dan
perorangan pada jenjang pertama.
Dalam era Globalisasi saat ini, banyak terjadi perubahan baik di bidang
kesehatan maupun di bidang teknologi. Perubahan-perubahan ini berdampak
terhadap perkembangan kesehatan di Indonesia. Hal ini merupakan tantangan bagi
dunia kesehatan untuk menghadapi hal tersebut.
Upaya-upaya kesehatan yang ada baik preventif, promotif, kuratif dan
rehabilitatif sebagai dasar dari sistem kesehatan harus terus dikembangkan
sehingga derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik dapat lebih ditingkatkan.
Diharapkan dengan penanganan yang tepat maka visi dari Departemen Kesehatan
yang disampaikan Menteri Kesehatan yaitu Menuju Indonesia Sehat 2025 dapat
segera tercapai.
Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta juga tidak ketinggalan dalam
mencanangkan visi daerah di bidang kesehatan yaitu Jakarta Sehat untuk semua.
Untuk mencapai visi tersebut Dinas Kesehatan Propinsi Daerah Khusus Ibukota
Jakarta menetapkan syarat - syarat yang harus dicapai oleh jajarannya yaitu
melalui Standard Pelayanan Minimal (SPM) DKI Jakarta yang telah dibuat acuan
dalam Surat Keputusan Gubernur No. 12 Tahun 2007.
Puskesmas Kecamatan Senen sebagai salah satu unit pelaksana Teknis
Dinas Kesehatan DKI Jakarta memiliki kewajiban untuk melaksanakan SK
Gubernur tersebut dengan menerapkan pola-pola pelayanan kesehatan baik secara

Individu maupun Kesehatan Masyarakat yang mengacu kepada SPM tersebut.


Melalui Visi dan Misi yang telah dicanangkan oleh Puskesmas Kecamatan Senen
diharapkan pencapaian tersebut dapat dilakukan secara optimal.
1.1.1. Gambaran Umum Wilayah Kecamatan Senen
1.1.1.1.
a.

Keadaan Geografis
Luas Wilayah
Luas wilayah Kecamatan Senen Kota Administrasi Jakarta Pusat adalah

423.7 Ha, terdiri dari enam Kelurahan (kantor lurah), 47 RW (Rukun Warga), dan
512 RT (Rukun Tetangga).
Tabel 1.1 Luas Wilayah, Jumlah RW dan RT
Jumlah
RW
RT
Senen
80,90
4
37
Kwitang
44,70
9
81
Kenari
91,50
8
53
Kramat
70,87
8
96
Paseban
71,41
8
115
Bungur
64,40
10
130
Jumlah
423,78
47
512
Sumber: Kantor Statistik Puskesmas Kecamatan Senen, 2015

Kelurahan

Luas (Ha)

Berdasarkan dari tabel 1.1 terlihat luas wilayah Kelurahan Senen 80,90
Ha.
a.

Batas Wilayah

Bagian Utara

: Jl. Pejambon, Jl. Abdurahman Saleh, Jl. Kalilio Senen, Jl. Kepu
Selatan, Jl. Gunung Sahari I, dan Jl. Kalibaru Timur Raya

Bagian Timur

: Jl. Kereta Api dan Kali Sentiong

Bagian Selatan : Jl. Pramuka, Jl. Matraman, Jl. Letjen Suprapto (Tanah Tinggi
Barat/Poncol)
Bagian Barat

: Kali Ciliwung

Gambar 1.1 Peta Wilayah Kecamatan Senen


Sumber: www.google.com
1.1.1.2 Keadaan Demografi
Berdasarkan laporan tahunan Kecamatan Senen 2016, jumlah penduduk di
wilayah Kecamatan Senen Kota Administrasi Jakarta Pusat Tahun 2016 berjumlah
123.976 jiwa, terdiri dari laki-laki 63.311 jiwa dan perempuan 60.665 jiwa,
sedangkan jumlah rumah tangga ada 33.114.
Adapun rincian jumlah penduduk di wilayah Kecamatan Senen adalah
sebagai berikut:

Tabel 1.2 Jumlah Penduduk di wilayah Kecamatan Senen Berdasarkan


Golongan Usia, Kewarganegaraan, dan Jenis Kelamin
No.

Golongan
Usia

WNI
L

WNA
P

P
3

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.

04
59
10 14
15 19
20 24
25 29
30 34
35 39
40 44
45 49
50 54
55 59
60 64
65 69
70 74
75 KEATAS
Jumlah

3.941
4.650
4.653
4.543
4.650
5.695
6.891
6.689
4.589
4.896
2.358
2.869
2.032
651
465
403
61.613

4.659
5.525
5.589
4.465
4.658
5.223
5.236
5.986
4.546
4.205
3.013
1.769
1.123
659
561
456
60.059

1
1
2
12
1
1
18

1
1
1
8
1
12

Berdasarkan dari tabel 1.2 terlihat WNI di wilayah Kecamatan Senen


berjumlah 121.672 orang.

Tabel 1.3 Jumlah Kepala Keluarga di Wilayah Kecamatan Senen


Kelurahan
Senen
Kenari
Kwitang
Kramat
Paseban
Bungur
Total

Jumlah Penduduk
8.527
10.800
18.579
34.255
27.256
22.345
121.702

Jumlah Rumah Tangga


3.023
1.584
4.636
11.746
9.566
2.559
33.114

Berdasarkan dari tabel 1.3 terlihat penduduk Kelurahan Senen berjumlah


8.527 orang.

Tabel 1.4 Mobilitas Penduduk Tahun 2016


Jumlah
Mati
Datang
L
P
L
P

Jumlah Mati +

Jumlah Lahir

No.

Kelurahan

1.

Senen

144

73

34

28

52

68

113

126

147

154

163

150

2.

Kwitang

132

109

68

68

152

172

197

218

265

286

291

292

3.

Kenari

137

47

41

36

142

148

134

154

175

190

203

216

4.

Kramat

289

158

454

493

135

130

434

399

947

892

348

347

5.

Paseban

164

126

91

76

285

313

387

387

478

463

448

458

6.

Bungur

103

87

54

26

176

160

109

79

163

105

265

242

Jumlah

776

714

34

733

942

991

1.374

1.393

2.175

2.090

1.718

1.705

Lahir
L
P

Pindah
L
P

Pindah
L
P

Datang
L
P

Berdasarkan dari tabel 1.4 terlihat penduduk lahir dan datang Kelurahan Senen berjumlah 3.423 orang.

1.1.1.3 Kependudukan
a.
Mata Pencaharian
Mata pencaharian penduduk di wilayah kerja Kecamatan Senen sebagian besar adalah buruh dan karyawan swasta.
Tabel 1.5 Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian

Kelurahan

Karyawan Swasta

Pengusaha

PNS

Pedagang

ABRI

Pensiunan

Buruh

Tukang

Senen

2.872

2.631

874

37

135

526

415

Kwitang

2.158

1.586

961

963

258

51

794

Kenari

2.341

4.017

471

1.346

554

1.035

569

Kramat

9.931

3.863

446

2.374

181

457

15.219

Paseban

1.258

247

451

468

75

352

1.274

233

Bungur

763

1.875

254

547

1.722

388

632

134

Total

19.323

14.219

3.457

5.735

2.925

2.809

18.903

394

Berdasarkan dari tabel 1.5 terlihat karyawan swasta di Kelurahan Senen berjumlah 2.872 orang.

a. Agama
Persentase agama yang paling banyak di wilayah Kecamatan Senen
adalah agama Islam yaitu 62%.
Tabel 1.6 Jumlah Penduduk Menurut Pemeluk Agama
Kelurahan

Islam

Protestan

Katolik

Budha

Hindu

Senen

4.351

2.651

872

135

526

Kwitang

14.971

2.351

689

112

251

Kenari

8.108

887

810

669

302

Kramat

25.956

4.562

1.039

1.259

1.248

Paseban

13.811

9.545

1.097

1.399

1.383

Bungur

7.640

8.645

2.369

2.215

1.253

Jumlah

74.837

28.641

6.876

5.789

4.963

Berdasarkan dari tabel 1.6 terlihat penduduk kelurahan Senen beragama


Islam berjumlah 4.351 orang.

1.1.1.4 Fasilitas Pendidikan

Fasilitas pendidikan yang ada di wilayah Puskesmas Kecamatan Senen


berjumlah 94 buah. Adapun sarana pendidikan yang ada di Kecamatan Senen adalah
Sebagai Berikut:
Tabel 1.7 Jumlah Fasilitas Pendidikan di Kecamatan Senen
No.

Jenis Sekolah

Negeri

Swasta

Jumlah

1.

TK

20

20

2.

SD

32

12

44

3.

SMP

11

12

4.

SMA / SMK

15

17

5.

Universitas

16

17

36

74

110

Jumlah

Berdasarkan dari tabel 1.7 terlihat sarana pendidikan TK Universitas negeri


dan swasta di Kecamatan Senen berjumlah 110.
1.1.1.5 Daerah Rawan Banjir
Wilayah Kecamatan Senen adalah wilayah padat penduduk yang sangat
heterogen dan banyak penduduk musiman.

Tabel 1.8 Daerah Rawan Banjir dan Kumuh


Kelurahan

RW Rawan Banjir

RW Kumuh

Senen

01-05

004
8

Kwitang

01-02-03-06

Sebagian 07

Kenari

04-05-07

Kramat

Sebagian 03-04-05-06

Bungur

04

Berdasarkan dari tabel 1.8 terlihat RW 01 05 merupakan RW rawan banjir


di kelurahan Senen.
1.1.1.6 Daerah Rawan Demam Berdarah Dengue
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tahun 2016 mencapai 74 kasus di
wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Senen, paling banyak di wilayah Kelurahan
Bungur yaitu sebanyak 22 kasus.

1.1.1.7 Sasaran Kesehatan


Sasaran bayi, balita, wanita usia subur, dan pasangan usia subur tahun 2016.
Tabel 1.9 Sasaran Bayi, Balita, Wanita Usia Subur, Dan Pasangan Usia Subur
No.

Kelurahan

Sasaran
9

Bayi

Balita

WUS

PUS

1.

Senen

88

473

2.400

900

2.

Kenari

161

859

3.053

1.720

3.

Kwitang

190

1.013

596

2.050

4.

Bungur

287

1.531

5.485

3.150

5.

Kramat

383

2.047

7.222

4.243

6.

Paseban

317

1.692

5.992

3.814

1.426

7.615

27.748

15.877

TOTAL

Berdasarkan dari tabel 1.9 terlihat sasaran kesehatan pada bayi berjumlah
1.426.
1.1.1.7 Indikator Dan Target Kesehatan
Target kesehatan mengacu kepada peraturan Menteri Kesehatan RI, NO.
741MENKESPER/VII/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang
kesehatan di kabupaten/kota.

Tabel 1.10 Standar Pelayanan Minimal


No.
I

Jenis Pelayanan

Target

Pencapaian

1. Cakupan Kunjungan Ibu

100%

100%

Hamil
2. Cakupan Ibu Hamil dengan

96%

96%

Pelayanan Kesehatan Dasar

Komplikasi yang Ditangani


10

3. Cakupan Pertolongan

95%

95%

4. Cakupan Ibu Nifas

90%

95%

5. Cakupan Neonatal dengan

80%

80%

6. Cakupan Kunjungan Bayi

95%

95%

7. Kelurahan Universal Child

100%

100%

Immunization (UCI)
8. Cakupan Pelayanan Anak

90%

85,2%

Balita
9. Cakupan Pemberian Makanan

100%

100%

bulan Keluarga Miskin


10. Cakupan Balita Gizi Buruk

100%

100%

Mendapat Perawatan
11. Senen Kesehatan Siswa SD

100%

100%

12. Cakupan Peserta KB Aktif

70%

70,6%

13. Cakupan Pelayanan Kesehatan


Dasar Pasien Keluarga Miskin

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

Tidak Ada

Persalinan oleh Bidan atau


Tenaga Kesehatan yang
Memiliki Kompetensi
Kebidanan

Komplikasi yang Ditangani

ASI pada Anak Usia 6-24

dan Setingkat

II

Pelayanan Kesehatan Rujukan


1. Cakupan Pelayanan Kesehatan
Rujukan Pasien Keluarga
Miskin
2. Cakupan Pelayanan Gawat

III

Darurat Level I
Penyelidikan Epidemiologi Dan
Penanggulangan KLB
1. Cakupan Desa/Kelurahan
Mengalami KLB yang

Kasus KLB
11

Dilakukan Penyelidikan

IV

Epidemiologi <24 jam


Promosi Kesehatan Dan
Pemberdayaan Masyarakat
1. Cakupan Desa Siaga Aktif

80%

100%

Berdasarkan dari tabel 1.10 terlihat target dan pencapaian cakupan kunjungan
ibu hamil mencapai 100%.

12

1.1.2. Gambaran Umum Puskesmas


1.1.2.1. Definisi
Pusat kesehatan masyarakat (PUSKESMAS) ialah fasilitas pelayanan
kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan
perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan
preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di
wilayah kerjanya., yang mempunyai misi :
1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan
2. Memberdayakan masyarakat & keluarga dalam pembangunan kesehatan
3. Memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bermutu secara
menyeluruh dan terpadu.
Berdasarkan misi tersebut, Puskesmas mempunyai kewenangan dan tanggung
jawab memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat yang secara
administrative berdomisili di wilayah kerjanya.
Untuk dapat mencapai misi Puskesmas diatas digunakan strategi sebagai
berikut :
a. Mengembangkan dan menetapkan pendekatan kewilayahan
b. Mengembangkan dan menetapkan asas kemitraan serta pemberdayaan masyarakat
dan keluarga
c. Meningkatkan profesionalisme petugas
d. Mengembangkan kemandirian Puskesmas sesuai degan kewenangan yang
diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota.
Mengacu kepada misi dan strategi di atas, maka fungsi Puskesmas adalah
sebagai berikut :
a. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, artinya Puskesmas
bertindak bertindak sebagai motivator, fasilitator dan memantau terselenggaranya
proses pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya.
b. Pusat pemberdayaan masyarakat dan keluarga dalam pembangunan kesehatan,
artinya pemberdayaan masyarakat yaitu masyarakat tahu, mau dan mampu
menjaga serta mengatasi masalah

kesehatannya secara mandiri ; arti

13

pemberdayaan keluarga yaitu menjaga keluarga sehat tetap sehat dan keluarga
sakit menjadi sehat.
c. Pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama, artinya penyelenggaran pelayanan
kesehatan dasar dalam upaya meningkatkan status kesehatan masyarakat, meliputi
upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan.
Sebagai suatu unit organisasi yang melaksanakan berbagai usaha di bidang
kesehatan, Puskesmas memiliki wewenang dan tanggung jawab didalam wilayah
kerja tertentu, biasanya satu wilayah kecamatan atau sebagian wilayah kecamatan.
Penentuan luas wilayah kerja Puskesmas di dasarkan atas beberapa faktor yaitu :
a.
b.
b.
c.

Jumlah penduduk
Keadaan geografis
Keadaan saran perhubungan
Keadaan infra struktur masyarakat lainnya.
Seiring dengan semangat otonomi daerah, maka Puskesmas dituntut untuk

mandiri dalam menentukan kegiatan pelayanannya yang akan dilaksanakan. Tetapi


pembiayaannya tetap didukung oleh pemerintah. Sebagai organisasi pelayanan
mandiri, kewenangan yang dimiliki Puskesmas juga meliputi: kewenangan
merencanakan kegiatan sesuai masalah kesehatan di wilayahnya, kewenangan
menentukan kegiatan yang termasuk public goods atau private goods serta
kewenangan menentukan target kegiatan sesuai kondisi geografi Puskesmas. Jumlah
kegiatan pokok Puskesmas diserahkan pada

tiap Puskesmas sesuai kebutuhan

masyarakat dan kemampuan sumber daya yang dimiliki, namun Puskesmas tetap
melaksanakan kegiatan pelayanan dasar yang menjadi kesepakatan nasional.
Peran Puskesmas adalah sebagai ujung tombak dalam mewujudkan kesehatan
nasional secara komprehensif. Tidak terbatas pada aspek kuratif dan rehabilitatif saja
seperti di Rumah Sakit.
Puskesmas merupakan salah satu jenis organisasi yang sangat dirasakan oleh
masyarakat umum. Seiring dengan semangat reformasi dan otonomi daerah maka
banyak terjadi perubahan yang mendasar dalam sektor kesehatan, yaitu terjadinya
perubahan paradigma pembangunan kesehatan menjadi Paradigma Sehat. Dengan
paradigma baru ini, mendorong terjadinya perubahan konsep yang sangat mendasar
dalam pembangunan kesehatan, antara lain :

14

a. Pembangunan kesehatan yang semula lebih menekankan pada upaya kuratif dan
rehabilitatif, menjadi lebih fokus pada upaya preventif dan kuratif tanpa
mengabaikan kuratif-rehabilitatif,
b. Pelaksanaan upaya kesehatan yang semula lebih bersifat terpilah-pilah
(fragmented) berubah menjadi kegiatan yang terpadu (integrated),
c. Sumber pembiayaan kesehatan yang semula lebih banyak dari pemerintah,
berubah menjadi pembiayaan kesehatan lebih banyak dari masyarakat
d. Pergeseran pola pembayaran dalam pelayanan kesehatan yang semula fee for
service menjadi pembayaran secara pra-upaya
e. Pergeseran pemahaman tentang kesehatan dari pandangan konsumtifmenjadi
investasi
f. Upaya kesehatan yang semula lebih banyak dilakukan oleh pemerintah, akan
bergeser lebih banyak dilakukan oleh masyarakat sebagai mitra pemerintah
(partnership)
g. Pembangunan kesehatan yang semula bersifat terpusat (centralization), menjadi
otonomi daerah (decentralization)
h. Pergeseran proses perencanaan dari top down menjadi bottom up seiring dengan
era desentralisasi.
1.1.2.2. Wilayah Kerja
Wilayah kerja Puskesmas meliputi satu kecamatan atau sebagian dari
kecamatan. Faktor kepada kepadatan penduduk, luas daerah, keadaan geografik, dan
keadaan infrastruktur lainnya merupakan pertimbangan dalam penentuan wilayah
kerja Puskesmas. Puskesmas merupakan perangkat Pemerintah Daerah Tingkat II,
sehingga pembagian wilayah kerja Puskesmas ditetapkan oleh Walikota/Bupati,
dengan saran teknis dari kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Sasaran penduduk
yang dilayani oleh satu Puskesmas adalah sekitar 30.000 penduduk. Untuk jangkauan
yang lebih luas, dibantu oleh Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling.
Puskesmas di ibukota kecamatan dengan jumlah penduduk 150.000 jiwa atau lebih,
merupakan Puskesmas Pembina yang berfungsi sebagai pusat rujukan bagi
Puskesmas Kelurahan dan juga mempunyai fungsi koordinasi.
1.1.2.3. Pelayanan Kesehatan Menyeluruh
15

Pelayanan kesehatan menyeluruh yang diberikan Puskesmas meliputi :


1.

Promotif (peningkatan kesehatan)

2.

Preventif (upaya pencegahan)

3.

Kuratif (pengobatan)

4.

Rehabilitatif (pemulihan kesehatan)

Pelayanan tersebut ditujukan kepada semua penduduk, tidak membedakan


jenis kelamin, umur, sejak pembuahan dalam kandungan sampai meninggal.
1.1.2.4. Peran Puskesmas
Dalam konteks Otonomi Daerah saat ini, Puskesmas mempunyai peran yang
vital sebagai institusi pelaksana teknis, dituntut memiliki kemampuan manajerial dan
wawasan jauh ke depan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Peran
tersebut ditunjukkan dalam bentuk ikut serta menentukan kebijakan daerah melalui
sistem perencanaan yang matang, tatalaksana kegiatan yang tersusun rapi, serta
sistem evaluasi dan pemantauan yang akurat.
1.1.2.5. Upaya Kesehatan Puskesmas
Puskesmas menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama
dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama. Upaya kesehatan sebagaimana
dimaksud pada ayat dilaksanakan secara terintegrasi dan berkesinambungan.
A. Upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama meliputi
1. Upaya kesehatan masyarakat esensial
Upaya kesehatan masyarakat esensial meliputi:
a. Pelayanan promosi kesehatan
b. Pelayanan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML)
c. Pelayanan kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana
d. Pelayanan gizi
e. Pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit.
Upaya kesehatan masyarakat esensial harus diselenggarakan oleh setiap
Puskesmas

untuk

mendukung

pencapaian

standar

pelayanan

minimal

kabupaten/kota bidang kesehatan.


2. Upaya kesehatan masyarakat pengembangan
Upaya kesehatan masyarakat pengembangan merupakan upaya kesehatan
masyarakat yang kegiatannya memerlukan upaya yang sifatnya inovatif dan/atau
16

bersifat ekstensifikasi dan intensifikasi pelayanan, disesuaikan dengan prioritas


masalah kesehatan, kekhususan wilayah kerja dan potensi sumber daya yang
tersedia di masing-masing Puskesmas.
B. Upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama dilaksanakan dalam bentuk:
1. Rawat Jalan;
2. Pelayanan Gawat Darurat
3. Pelayanan Satu Hari (One Day Care)
4. Home Care; Dan/Atau
5. Rawat Inap Berdasarkan Pertimbangan Kebutuhan Pelayanan Kesehatan.
Upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama dilaksanakan sesuai dengan
standar prosedur operasional dan standar pelayanan.
Untuk melaksanakan upaya kesehatan, Puskesmas harus menyelenggarakan:
a. Manajemen Puskesmas
b. Pelayanan kefarmasian
c. Pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat
d. Pelayanan laboratorium.
Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan, Puskesmas wajib diakreditasi
secara berkala paling sedikit 3 (tiga) tahun sekali. Akreditasi dilakukan oleh lembaga
independen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri. Lembaga
independen penyelenggara akreditasi bersifat mandiri dalam proses pelaksanaan,
pengambilan keputusan dan penerbitan sertifikat status akreditasi. Dalam hal lembaga
Akreditasi belum terbentuk, pelaksanaan akreditasi Puskesmas dilaksanakan oleh
komisi akreditasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan tingkat pertama yang ditetapkan oleh
Menteri
1.1.3. Gambaran Umum Puskesmas Kecamatan Senen

17

Sumber: Profil Puskesmas Kecamatan Senen


Gambar 1.2 Peta Pembagian Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Senen
Puskesmas Kecamatan Senen terletak di Jalan Kramat VII No. 31 Kelurahan
Kenari berdiri sejak tahun 2000. Puskemas ini merupakan pindahan dari Kenari, lalu
pindah ke Paseban pada tahun 1991 (Puskesmas Kecamatan Senen, 2014).
Puskesmas Kecamatan Senen terdiri dari 1 Puskesmas kecamatan dan 5
Puskesmas Kelurahan. Data yang akan diberikan adalah mengenai gambaran umum
Puskesmas, sumber daya & kondisi lingkungan yang meliputi: ketenagaan, sarana,
geografi, demografi & keadaan sosial, ekonomi, dan budaya (Puskesmas Kecamatan
Senen, 2014).
Data dan hasil kegiatan program pokok diperoleh dari data lintas sektoral dan
dari hasil kegiatan pelayanan kesehatan individu maupun masyarakat di dalam dan di
luar gedung (Puskesmas Kecamatan Senen, 2014).
Secara teritorial wilayah Pemerintahan Kecamatan Batas Wilayah Senen
(Puskesmas Kecamatan Senen, 2014):

18

1.

Bagian Utara
Jalan Pejambon, Jalan Abdurahman Saleh, Jalan Kalilio Senen, Jalan Kepu
Selatan, Jalan Gunung Sahari I, dan Jalan Kalibaru Timur Raya.

2.

Bagian Timur
Jalan Kereta Api dan Kali Sentiong.

3.

Bagian Selatan
Jalan Pramuka, Jalan Matraman, dan JalanLetjen Suprapto (Tanah Tinggi
Barat/Poncol)

4.

Bagian Barat
Kali Ciliwung

19

Struktur Organisasi Puskesmas Kecamatan Senen Tahun 2015

Diagram 1.1 Struktur Organisasi Puskesmas Kecamatan Senen Tahun 2015

20

Sejak berdirinya Puskesmas sampai dengan sekarang telah terjadi beberapa


kali pergantian kepala Puskesmas.
Tahun 1991

: dr.H.Emiriyanti Suteja

Tahun 1997

: dr.Husnizar Husin

Tahun 1999

: dr.Gusti Irama Kartini

Tahun 2003

: dr.Pinky F Irawan

Tahun 2007

: dr.M Budiman Panjaitan

Tahun 2014

: dr.Selvy Devita A,MM

Tahun 2015

: drg.Kristy Wathini, dr.John Erdal

1.1.3.1 Visi Puskesmas


1. Terwujudnya pelayanan kesehatan yang terjangkau seluruh lapisan
masyarakat
2. Menjadi Kemacatan Senen sehat 2017
Misi Puskesmas
1. Meningkatkan mutu pelayanan sesuai standar yang ditetapkan.
2. Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang professional, ramah,
dan berkualitas.
3. Meningkatkan efektifitas sistem manajemen Puskesmas.
4. Mengembangkan kemandirian masyarakat di bidang kesehatan.
5. Meningkatkan kemitraan dengan lintas sektoral
Kebijakan Mutu
Memberikan pelayanan kesehatan profesional yang berorientasi pada
peningkatan kepuasan pelanggan serta secara terus menerus melakukan
peningkatan mutu pelayanan melalui penerapan sistem manajemen mutu.
Moto Puskesmas Kecamatan Senen
Anda Sehat Kami Puas

21

1.1.3.2 Manajemen Puskesmas Senen


a. Penyusunan Perencanaan Anggaran
Mulai tahun 2000, semua Puskesmas di DKI Jakarta sudah berubah menjadi
Puskesmas swadana dimana terdapat 2 sumber anggaran yaitu swadana yaitu
anggaran yang diperoleh dari retribusi dan boleh digunakan langsung setelah disetor
ke bank DKI selama satu bulan. Anggaran lainnya adalah APBD. Dengan demikian
system perencanaan Puskesmas adalah bottom up planning yaitu perencanaan dari
bawah dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi Puskesmasnya. Tahun 2007
dimana semua Puskesmas di DKI Jakarta menjadi Badan Layanan Umum bertahap
(BLU Bertahap) dimana diharapkan Puskesmas dapat mengatur anggarannya sendiri
sesuai kebutuhan dan lebih fleksibel dari Swadana. Tekhnisnya Penyusunan
perencanaan melibatkan Puskesmas Kelurahan dan koordinator program lalu diolah
dan disesuaikan dengan pagu anggaran dari Bapeda DKI Jakarta. Perencanaan dibuat
melalui proses yang panjang karena harus dikoreksi dan disahkan oleh DPRD dan
departemen dalam negeri (DDN). Dokumennya disebut DPA yaitu dokumen
pelaksanaan anggaran.
b. Penyusunan Rencana Kerja
Seluruh koordinator program maupun koordinator unit pelayanan membuat
rencana kerja di setiap kegiatan rutinnya maupun kegiatan yang anggarannya
disetujui sebagai tupoksinya sebagai koordinatr rencana kerja tersebut dilaporkan ke
kepala urusan dan diketahui oleh kepala Puskesmas.
c. Komunikasi Internal dan Pembinaan Pegawai
Mini lokakarya, rapat koordinator program dan rapat lainnya merupakan
wadah komunikasi internal bagi karyawan. Masalah masalah Puskesmas dapat
dikemukakan, dibahas, dan diberi solusinya sehingga tercipta suasana kerja yang
diharapkan.

22

d. Pemantauan Pelaksanaan dan Pengendalian Program/Kegiatan


Pemantauan pelaksanaan dan pengendalian program/kegiatan dilakukan setiap
hari oleh kepala urusan dan di awal bulan melaporkan kegitatan-kegiatannya maupun
anggaran dalam bentuk monitoring. Hasil laporan anggaran ini langsung dilaporkan
ke dinas kesehatan oleh kepala Puskesmas dalam rapat monitoring.
e. Evaluasi Kinerja Pegawai/Organisasi
Dalam rangka menciptakan aparatur Pemda DKI yang professional, akuntabel
dan berorientasi terhadap pelayanan prima kepada masyarakat maka setiap bulan
kepala urusan dan kepala Puskesmas membuat penilaian kinerja pegawai sesuai UU
no.43/1999,PP no.30 tahun 1990 tentang peraturan disiplin PNS dan Pergub no.31
tahun 2006 tentang Juklak pemberian TPP Pegawai Pemda DKI Jakarta.
1.1.3.3 Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia Puskesmas Kecamatan Senen Kota Adminitrasi Jakarta
Pusat terbagi menjadi Satuan pelaksana kepegawaian, Satuan pelaksana pemegang
barang, Satuan pelaksana umum, Keuangan, SP2TP, SIK. Berikut dilampirkan jumlah
pegawai Puskesmas Senen.
Tabel 1.11 Rekapitulasi Data Pegawai Menurut Jenis Kelamin di Wilayah Kerja
Puskesmas Kecamatan Senen Tahun 2015
No
1
2

Jenis Kelamin
Laki-laki
Perempuan
Jumlah total

Jumlah
21
92
113

Berdasarkan dari tabel 1.11 terlihat dengan jumlah 92 orang (81%) pegawai
wanita lebih banyak jumlahnya dibandingkan pegawai pria yang hanya 21 orang
(19%) dengan jumlah pegawai 113 orang.
Tabel 1.12 Rekapitulasi Data Pegawai menurut Usia di Wilayah Puskesmas
Kecamatan Senen Tahun 2015
23

NO
1
2
3
4
5
6

Usia
20-30
31-40
41-50
51-60
61-65
>65
TOTAL

Jumlah
38
35
19
21
0
0
113

Persentase%
33,62
30,97
16,81
18,58
0,00
0,00
100

Berdasarkan dari tabel 1.12 terlihat jumlah pegawai terbanyak berusia 20 30


tahun dengan persentase 33,62%.
Tabel 1.13 Rekapitulasi Data Pegawai Menurut Golongan di Wilayah Kerja
Puskesmas Kecamatan Senen Tahun 2015
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Pangkat/Golongan
Pembina Utama Muda IV/c
Pembina TK I IV/b
Pembina IV/a
Penata TK I III/d
Penata III/c
Penata Muda TK I III/b
Penata Muda III/a
Pengatur II/d
Pengatur II/c
Pengatur Muda Tk I II/b
Pengatur Muda II/a
TOTAL

Jumlah
3
2
4
7
9
20
6
2
12
1
1

Persentase %
4,47
2,98
5,97
10,44
13,43
29,85
8,95
2,98
17,91
1,49
1,49

67

100

Berdasarkan dari tabel 1.13 terlihat jumlah Penata Muda TK I III/b sebanyak
20 orang dengan persentase 29,85%.
Tabel 1.14

Jumlah Tenaga Kesehatan di Puskesmas Kecamatan Senen Tahun


2015

No
1

Tenaga Medis
Dokter
Dokter Umum
Dokter Gigi
Dokter Spesialis
Keperawatan
Perawat
Perawat Gigi
Bidan

Jumlah
10
3
1
10
1
14
24

3
4

Kefarmasian
Farmasi
Apoteker
Kesehatan

Masyarakat

Pengendalian

Penyakit

3
2
dan
Menular

Langsung (P2ML)
Kesehatan Masyarakat
Pengendalian Penyakit Menular Langsung

1
2

(P2ML)
Gizi
Gizi
2
Sumber :Laporan Tahunan Puskesmas Kecamatan Senen Tahun 2015

Berdasarkan dari tabel 1.14 terlihat tenaga kesehatan di puskesmas


Kecamatan Senen tahun 2015 berjumlah 49 orang.

1.1.3.4 Sarana dan Prasarana


Di Puskesmas Kecamatan Senen juga dilengkapi fasilitas perlengkapan medis
dan non medis. Perlengkapan medis dan non medis adalah perlengkapan dan alat-alat
tidak habis pakai yang diberikan kepada Puskesmas.
Perlengkapan alat-alat medis diantaranya:
1.

Basic Equipment

2.

Public Health Nursing and Midwifery kit

3.

Diagnostic and Surgical Equipment

4.

Physician kit

5.

Health Education Equipment

6.

Laboratory Equipment

7.

Nebulizer

8.

Screening kit bagi UKS di Puskesmas

9.

Alat-alat Imunisasi

10. Alat-alat penyuluhan


11. Perangkat peralatan gigi
12. Perlengkapan/alat-alat pertolongan persalinan
25

13. USG
14. EKG
15. Slitlam
16. Optotip snellen/snellen chart
17. Optik kaca mata
18. Alat-alat KB
19. Bangku ginekologi
20. Rontgen
21. Klinik jiwa
22. Test Ishihara
23. Inkubator neonatus
Sedangkan perlengkapan non medis yang dimiliki Puskesmas Kecamatan
Senen adalah:
1. Meubel
1.1 Meja periksa 16 buah.
1.2 Meja rapat 2 buah.
1.3 Meja kerja 40 buah.
1.4 Kursi 60 buah.
1.5 Bangku tunggu 60 buah.
2. Kendaraan/transportasi
2.1 Mobil Puskesmas keliling 2 buah.
2.2 Sepeda motor 9 buah.
3. Perlengkapan kantor
3.1 Administrasi (formulir,kertas,map,dll).
3.2 Mesin ketik (portable, elektronik).
3.3 Mesin hitung.
3.4 Brankas.
3.5 Personal computer 10 unit.
3.6 LCD 1 buah.
4. Alat komunikasi : Telepon, intercom.
5. Alat penerangan : PLN dan generator diesel.
26

6. Alat Rumah Tangga Kantor:


6.1 Televisi.
6.2 Radio kaset/radio.
6.3 Kulkas.
6.4 Peralatan dapur.
6.5 Kasur, bantal, gorden, taplak.
6.6 Alat-alat kebersihan.
Program Kesehatan Dasar di Puskesmas Kecamatan Senen
Program kesehatan dasar Puskesmas terdiri dari:
1. Promosi Kesehatan Masyarakat (PKM).
2. Program Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML).
3. Program Kesehatan Ibu dan Anak.
4. Keluarga Berencana (KB).
5. Program Gizi.
6. Pengendalian Penyakit menular (P2M).
7. Program Pengobatan Dasar.

Tabel 1.15 Data Target dan Pencapaian Pelayanan Kesehatan di Kecamatan


Senen Tahun 2015
No

Jenis Pelayanan

Target

Pencapa
ian

Kesehatan Ibu dan Anak

Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K1

100%

100%

Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4

96%

96%

Cakupan pertolonan persalinan tenaga kesehatan

95%

95%

Angka Kematian Ibu

Angka Kematian Bayi

Cakupan pelayanan komplikasi maternal

85%

90%

Cakupan pelayanan ibu nifas

90%

95%

27

Cakupan Kunjungan Neonatal

95%

95%

Cakupan penanganan komplikasi neonatus

80%

80%

10

Cakupan kunjungan bayi

95%

95%

11

Cakupan kunjungan Imunisasi Campak

85%

99,3%

12

Cakupan pelayanan anak balita

90%

85,2%

13

Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan

100%

100%

14

Cakupan pemerian makanan pendamping ASI pada


anak 6-24 bulan dari keluarga miskin

100%

100%

15

Cakupan peserta KB aktif

70%

70.6%

16

Cakupan penemuan dan penanganan penderita :


Pneumonia

100%

100%

Diare

100%

100%

DBD

100%

100%

85%

97%

85%

89.5%

GIZI

Distribusi kapsul Vit.A bulan Agustus dan Februari


dengan sasaran :
Bayi 6-11 bulan
Bayi 12-59 bulan

Distribusi tablet Fe ibu hamil

95%

100%

Cakupan D/S

85%

76%

Cakupan ASI Eksklusif

80%

45%

Pemantauan garam beryodium Rumah Tangga

90%

93%

USAHA KESEHATAN SEKOLAH

Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD&setingkat

100%

98,93%

USAHA KESEHATAN GIGI SEKOLAH

Jumah SD yang dikunjungi

100%

98%

Jumlah murid yang diperiksa

90%

97%

Jumlah murid mendapat perawatan

60%

10%

28

PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI &


PENANGGULANGAN KLB

Cakupan kelurahan mengalami KLB yang dilakukan


penyelidikan epidemiologi dan penanggulangan KLB
<24 jam

TB

100%

Penemuan suspek TB

70%

56,64%

Penemuan kasus baru TB paru BTA

80%

68,61%

Angka kesembuhan TB

85%

40,42%

Angka konversi

80%

96,77%

PTM

Presentase Kelurahan melaksanakan Posbindu PTM

10%

100%

Presentase perempuan usia 30-50 tahun yang dideteksi


Ca serviks dan payudara

10%

4,8%

PROMOSI KESEHATAN & PEMBERDAYAAN


MASYARAKAT

Cakupan kelurahan siaga aktif

100%

100%

Penyuluhan Dalam Gedung

KESEHATAN LINGKUNGAN

8x/bulan

96x

Pemeriksaan Tempat-tempat Umum

95%

72%

Penanganan Limbah Infeksius

100%

100%

Pemeriksaan Air Minum Isi Ulang

100%

100%

Angka Bebas Jentik

95%

98%

HARM REDUCTION

Pelayanan VCT Mobile

11x/tahun

14

Pelayanan IMS Mobile

2x/tahun

Sumber :Laporan Tahunan Puskesmas Kecamatan Senen Tahun 2015

1.1.4. Program Promosi Kesehatan


29

1. Pengembangan kelurahan siaga aktif


a. Pembinaan keluarga siaga aktif adalah bentuk pengembangan dari desa siaga
yang telah dimulai sejak tahun 2006. Kelurahan siaga aktif adalah desa atau
yang di sebut dengan nama lain atau kelurahan, yang:
1. Penduduknya dapat mengakses dengan mudah pelayann kesehatan dasar
yang memberikan pelayanan setiap hari melalui pos kesehatan desa (atau
poskesdes) atau sarana kesehatan yang ada di wilayah tersebut seperti,
pusat kesehatan masyarakat pembantu (PUSTU), pusat kesehatan
masyarakat (PUSKESMAS) atau sarana kesehatan lainnya.
2. Penduduknya pmengembangkan UKBm dan melaksanankan surveilans
berbasis masyarakat ( meliputi pelayann penyakit, kesehatan ibu dan anak,
gizi,

lingkungan

penanggulangan

dan

perilaku)

bencana

serta

kedaruratan

penyehatan

kesehatan

lingkungan

dan

sehingga

masyarakat menerapkan berilaku hidupo bersih dan sehat (PHBS).


Tujuan kelurahan siaga adalah untuk percepatan terwujudnya
masyarakat

desa

dan

kelurahan

yang

peduli,

tanggap,

dan

mampumengenali, mencegah serta mengatasi permasalahan kesehatan


yang dihadapi secara mandiri, sehingga derajata kesehatannya meningkat
Komponen kelurahan siaga aktif: (1) pelayanan kesehatan dasar; (2)
pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan UKBN dan mendorong
upaya surveilans berbasis masyarakat, kedaruratan kesehatan dan
penanggulan bencana serta penyehatan lingkungan; (3) Perilaku hidup
bersih dan sehat (PHBS)
Pembinaan Keluarga Siaga dilaksanakan pada tanggal di Kantor
Kelurahan Senen Kecamatan Senen Jakarta Pusat yang dihadiri oleh Kasie
Kesmas Kelurahan, Lurah, Pamong Kelurahan, Tokoh Maysrakat dan
Kader.
b. Pembinaan RW Siaga
RW Siaga adalah RW yang oendudukmnya yang memiliki kesiapan sumber
daya, kemampuan dan kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalahmasalah kesehatan, bencan dan kegawatdaruratan / kejadian luar biasa (KLB).
Tujuan dari Pembinaan RW Siaga secara umum adalah terwujudnya RW Siaga
dengan masyarakat yang sehat, peduli, dan tanggap terhadap masalah
kesehatan di wilayahnya. Sementara tujuan RW Siaga adalah meningkatkan
30

pengetahuan dan kesadaran masyarakat RW tentang pentingnya kesehatan;


Meningkatakan kewaspadaan dan kesiap siagaan masyarakat terhadap resiko
bahaya

yang

dapat

menimbulkan

gangguan

kesehatan

(bencana

wabah,kegawatdaruratan,dan sebagainya); Meningkatakan keluarga sadar


gizi;Meningkatan kesehatan lingkungan masyarakat, dan meningkatnya
kemampuan dan kemauan masyarakat untuk menolong diri sendiri di bidang
kesehatan. 7 aspek kegiatan RW Siaga yaitu, adanya pos RW siaga;UKBM
(donor

siaga,transparan

masyarakat;Sistem

siaga,posyandu,

dll);

Surveilans

kegawatdaruratan;Pembiayaan

berbasis

kesehatan(jaminan

pemeliharaan kesehatan masyarakat);lingkungan sehat, dan perilaku hidup


bersih sehat (PHBS). Dalam pelaksaana RW Siaga ini ditemukan kendala dan
masalah. Warga mengharapkan adanya pembinaan dari petugas yang dating ke
lapangan untuk pemantauan kegiatan RW Siaga ini. Pembinaan RW siaga
perlu dilakukan untuk melihat sejauh mana pencapaian RW siaga dan untuk
mengetahui kendala yang dihadapi dalam pelaksaan RW Siaga sehingga dapat
memberikan alternative pemecahan maslaah bersama-sama. Manfaat RW
Siaga ini harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui pemberdayaan
masyarakat sehingga RW Siaga tau, mau dan mampu menghadapi
permasalahan yang ada di linglkungannya secara mandiri
c. Survey Mawas Diri (SMD)
Survei Mawas Diri merupakan bagian dar kegiatan RW Siaga. RW Siaga
adalah Rw yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya, kemampuan
dan kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan,
bencana dan kegawatdaruratan/kejadin luar biasa (KLB). Inti kegiatan RW
SIaga adalah memberdayakan masyarakat agar mampu dan mau untuk hidup
sehat. Oleh karena itu maka dalam pem=ngembangannya diperlukan langkahlangkah pendekatan edukatif, yaitu upaya mendampingi (memfasilitasi)
masyarakat untuk menjalani proses pembelajaran yang berupa proses
pemecahan masalah-masalah kesehatan yang di hadapinya. Untuk menuju
desa siaga perlu dikaji berbagai kegiatan bersumberdaya masyarakat yang ada
dewasa ini seperti Posyandu, POlindes, Pos Obat Desa, Danan Sehat, Desa
siap-antar-jaga dan lain-lain, Sebagai embrio atau titik awal pengembangan
31

menuju RW Siaga. Dengan demikian, mengubah RW dan RW Siaga akan


lebih cepat bila di RW tersebut ada berbagai UKBM. Peran Puskesmas dalam
kegiatan SMD adalah melakukan pendamping dalam proses pembelajaran
masyarakat untuk mengenali potensi dan masalah-masalah yang dihadapi oleh
RW tersebut. Dengan mengenali potensi dan masalah yang dihadapi
diharapkan masyarakat di wilayah RW tersebut akan mampu memecahkan
masalah melalui musyawarah masyarakat desa (MMD). SMD dilakukan di
kelurahan Senen.

2. Pengembangan Perilaku Hidup dan Sehat di masyarakat


a. Pendataan PHBS
Pendataan PHBS dilakukan bersamaan dengan kegiatan ketuk pintu layani
dengan hati.
Tabel. 1.16 Persentase Rumah Tangga BerPHBS
KELURAHAN

% RT YANG BER PHBS

Senen

76,6

Kenari

63,6

Kwitang

55,4

Kramat

62,2

Paseban

62,5

Bungur

54,7

Kecamatan Senen

62,5

Pendataan dilakukan dengan cara wawancara langsung ke rumah warga


dengan menggunakan alat bantu kuesioner yang telah disediakan oleh puskesmas.
Pendataan PHBS ini dilakukan di 6 keluharan yang diwawancara sebanyak
sebanyak 1.186 RT. Dari hasil pendataan diperoleh data persen rumah tanda yang
32

ber PHBS adalah 62,5%. Dari hasil pendataan PHBS dapat disimpulkan bahwa
persen jumlah RT yang ber PHBS masih rendah dari standard minimum dan dinas
dki Jakarta sebnayak 70%. Oleh karena itu, perlu ada nya pembinaan dan
sosialisasi lebih keras lagi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya
perilaku PHBS untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
A. Penyuluhan dalam gedung puskesmas
Penyuluhan dalam gedung puskesmas
1. Penyuluhan
Secara langsung :
- Dialog di kamar periksa antara paramedic/medis dengan pasien atau
-

keluarga pasien
Penyuluhan kelompok di puskesmas
Penyuluhan via radio 2x seminggu
Secara tidak langsung

Memberi contoh atau teladan dari karyawan puskesmas melalui

penampilah, perilaku, dan keramahan


Kebersihan gedung puskesmas terutama WC
Tersedianya air bersih yang cukup
Tersedianya media penyuluhan poster, spanduk, dll

2. Sosialisasi program prioritas


- Peningkatkan kewasapadaan DBD
- Sosialisasi ABAT
B. Penyuluhan di luar gedung Puskesmas
1. Penyuluhan PHBS
Perilaku merupakan respon individu terhadap stimulasi baik yang berasal
dari luar maupun dari dalam dirinya. PHBS (Perilaku HIdup BErsih dan
Sehat) merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar
kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang atau
keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan atif
dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. PHBS merupakan salah satu
pilar utama dalam Indonesia Sehat dan merupakan salah satu strategi
untuk mengurangi beban negara dan masyarakat terhadap pembiayaan
kesehatan.

33

Tujuan PHBS adalah meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan


kemampuan masyarakat agar hidup bersih dan sehat serta masyarakat
termasukswasta dan dunia usaha berperan serta aktif mewujudkan derajat
kesehatan yang optimal. PHBS berada di lima tatanan yakni:
1. Tatanan rumah tangga
2. Tatanan sekolah
3. Tatanan tempat kerja
4. Tatanan tempat umum
5. Tatanan fasilitas kesehatan
Sepuluh indikator PHBS di tatanan rumah tangga:
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
2. Memberi bayi ASI eksklusif
3. Menimbang bayi dan balita
4. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
5. Menggunakan air bersih
6. Menggunakan jamban sehat
7. Memberantas jentik di rumah
8. Makan sayur dan buah setiap hari
9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
10. Tidak merokok di dalam rumah
Indikator PHBS di sekolah antara lain
1. Mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun
2. Mengkonsumsi jajanan di warung atau kantin sekolah
3. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat
4. Olahraga yang teratur dan terukur
5. Memberantas jentik nyamuk
6. Tidak merokok
7. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan
8. Membuang sampah pada tempatnya
Indikator PHBS di tempat kerja antara lain:
1. Kawasan tanpa asap rokok
2. Bebas jentik
3. Jamban sehat
4. Kesehatan dan keselamatan kerja
5. Olahraga teratur
Indikator PHBS di tempat umum antara lain:
1. Menggunakan jamban sehat
2. Memberantas jentk nyamuk
3. Mengguakan air bersih
Indikator PHBS di fasilitas kesehatan antara lain
1. Menggunakan air bersih
2. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat
34

3.
4.
5.
6.

Membuang sampah pada tempatnya


Tidak merokok
Tidak meludah sembarangan
Memberantas jentik nyamuk

Penyuluhan Kesehatan di luar gedung yang dilaksanakan Puskesmas bekerja


sama dngan berbagai pihak potensial lain dengan menerapkan ABG
(Advokasi Bina Suasana dan Pemberdayaan Masyarakat) yaitu:
a. Promosi kesehatan melalui pendekatan individu
Kunjungan rumah bagi pasien/keluarga yang memiliki masalah kesehatan
cukup berat
b. Promosi kesehatan oleh Puskesmas bekerjasama dengan Kader Kesehatan,
Tokoh Masyarakat dengan melakukan pemberdayaan masyarakat dalam
wada berupa RW Siaga
Penyuluhan dilaksanakan di:
- Posyandu
- Balai Pengobatan
- PSN/Jumat Bersih
- Sekolah
- Lain-lan
Untuk penyuluhan PHBS di sekolah bekerjasama dengan program UKS,
sedangkan untuk PHBS di tempat kerja dan tempat umum dengan program Kesling.
Kegiatan promosi kesehatan masyarakat dilaksanakan secara integrative untuk
mendukung semua kegiatan program Puskesmas. Adapun kegiatan penyuluhanpenyuluhan yang sudah berjalan selama periode buan Januari-Mei 2016 dapat dilihat
pada tabel-tabel berikut.

35

Tabel 1.17 Rekapitulasi Laporan Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Kecamatan Senen Periode Januari - Mei 2016

36

PENYULUHAN KELOMPOK
NO

DALAM GEDUNG

PROGRAM YANG
DITUNJANG
FREK

Sumber:
Bulanan
Kesehatan
Puskesmas
Senen
Januari

LUAR GEDUNG

PENGUNJUNG

FREK

TM

MU

MS

JUMLAH

PENGUNJUNG
TM

MU

MS

JUMLAH

1.

KIA

42

3.270

3.270

2.

KB

29

2.350

2.350

30

935

935

3.

GIZI

80

1.462

1.462

80

1.087

1.087

4.

IMUNISASI

42

1.458

1.458

98

2.949

2.949

5.

DIARE

18

974

974

26

1.391

1.391

6.

DEMAM
BERDARAH

96

2.876

2.876

96

1.933

1.933

7.

AIDS

309

309

231

231

8.

HEPATITIS

16

16

9.

ISPA

121

16.242

16.242

278

278

10.

ROKOK &
NARKOBA

11.

KEGANASAN /
KANKER

12.

PENYAKIT
DEGENERATIF

13.

AIR & KESLING

20

443

443

24

827

827

14.

TBC

13

451

451

10

227

227

15.

KUSTA /
FRAMBOSIA

16.

KESEHATAN GIGI
DAN MULUT

14

421

421

19

873

873

17.

KESEHATAN MATA

18.

KESEHATAN JIWA

294

294

18

521

521

Laporan
Promosi
Masyarakat
Kecamatan
Periode
Mei 2016

37

Keterangan: TM: Tokoh Masyarakat MU: Masyarakat Umum MS: Masyarakat Sekolah

38

Tabel 1.18 Cakupan Penyuluhan KIA di Wilayah Kecamatan Senen pada bulan Januari
Mei 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
6
6
100

Luar Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Kelurahan

Paseban
Kelurahan

83,33

Kramat
Kelurahan

33,33

Kenari
Kelurahan

83,33

Kwitang
Kecamatan

19

15

126

Senen
Kelurahan

83,33

Bungur
Jumlah

42

45

509,32

Tabel 1.19 Cakupan Penyuluhan KB di Wilayah Kecamatan Senen pada bulan Januari
Mei 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung

Luar Gedung
39

Pencapaian

Target

Persentase

Kelurahan

(%)
100

Paseban
Kelurahan

Kramat
Kelurahan

Kenari
Kelurahan

5
6

Pencapaian

Target

Persentase

(%)
100

50

100

66,66

100

83,33

100

Kwitang
Kecamatan

10

70

100

Senen
Kelurahan

66,66

100

Bungur
Jumlah

29

40

436,5

30

30

600

Tabel 1.20 Cakupan Penyuluhan Gizi di Wilayah Kecamatan Senen pada bulan Januari
Mei 2016
No Puskesmas

Dalam Gedung
Luar Gedung
Persentase
Persentase
Pencapaian Target
Pencapaian Target
(%)
(%)

40

Kelurahan

100

100

Paseban
Kelurahan

15

15

100

15

15

100

Kramat
Kelurahan

15

15

100

15

15

100

Kenari
Kelurahan

10

10

100

10

10

100

Kwitang
Kecamatan

25

25

100

25

25

100

Senen
Kelurahan

10

10

100

10

10

100

Bungur
Jumlah

80

80

600

80

80

600

Tabel 1.21 Cakupan Penyuluhan Imunisasi di Wilayah Kecamatan Senen pada bulan
Januari Mei 2016
No Puskesmas

Dalam Gedung
Luar Gedung
Persentase
Persentase
Pencapaian Target
Pencapaian Target
(%)
(%)
Kelurahan
8
8
100
15
15
100
Paseban

41

Kelurahan

10

10

100

12

15

125

Kramat
Kelurahan

125

10

125

Kenari
Kelurahan

100

10

10

100

Kwitang
Kecamatan

10

10

100

30

30

100

Senen
Kelurahan

100

18

18

100

Bungur
Jumlah

42

42

625

98

98

750

Tabel 1.22 Cakupan Penyuluhan Diare di Wilayah Kecamatan Senen pada bulan
Januari Mei 2016
No

Puskesmas

Kelurahan

Paseban
Kelurahan

Dalam Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
1
1
100
4

100

Luar Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
5

100

Kramat
42

Kelurahan

100

Kenari
Kelurahan

100

Kwitang
Keacmatan

100

10

10

100

Senen
Kelurahan

200

11

12

91,66

Bungur
Jumlah

18

17

700

26

27

291,66

Tabel 1.23 Cakupan Penyuluhan Demam Berdarah di Wilayah Kecamatan Senen pada
bulan Januari Mei 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
16
16
100%

Luar Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
16
16
100%

Kelurahan

Paseban
Kelurahan

16

16

100%

16

16

100%

Kramat
Kelurahan

16

16

100%

16

16

100%

Kenari
Kelurahan

16

16

100%

16

16

100%

Kwitang
Kecamatan

16

16

100%

16

16

100%
43

Senen
Kelurahan

16

16

100%

16

16

100%

Bungur
Jumlah

96

96

600

96

96

600

Tabel 1.24 Cakupan Penyuluhan AIDS di Wilayah Kecamatan Senen pada bulan
Januari Mei 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Luar Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Kelurahan

Paseban
Kelurahan

Kramat
Kelurahan

100

Kenari
Kelurahan

Kwitang
Kecamatan

100

10

80

Senen
Kelurahan

Bungur
Jumlah

200

10

80

44

Tabel 1.25 Cakupan Penyuluhan Hepatitis di Wilayah Kecamatan Senen pada bulan
Januari Mei 2016
No

Dalam Gedung
Puskesmas

Kelurahan

Pencapaian

Target

Luar Gedung

Persentase

Persentase

Pencapaian

Target

20

(%)

(%)

Paseban
2

Kelurahan
Kramat

Kelurahan
Kenari

Kelurahan
Kwitang

Kecamatan
Senen

Kelurahan
Bungur

45

Jumlah

10

20

Tabel 1.26 Cakupan Penyuluhan ISPA di Wilayah Kecamatan Senen pada bulan Januari
Mei 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
41
41
100

Luar Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
100

Kelurahan

Paseban
Kelurahan

14

14

100

100

Kramat
Kelurahan

10

10

100

100

Kenari
Kelurahan

42

43

97,66

100

Kwitang
Kecamatan

100

100

Senen
Kelurahan

10

10

100

100

Bungur
Jumlah

121

122

597,66

600

46

Tabel 1.27 Cakupan Penyuluhan Rokok & Narkoba di Wilayah Kecamatan Senen pada
bulan Januari Mei 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Luar Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Kelurahan

Paseban
Kelurahan

Kramat
Kelurahan

Kenari
Kelurahan

Kwitang
Kecamatan

Senen
Kelurahan

Bungur
Jumlah

NB: Tidak ada penyuluhan dalam program Rokok & Narkoba dikarenakan tidak
tersedianya anggaran tahun 2016 untuk program tersebut

47

Tabel 1.28 Cakupan Penyuluhan Keganasan/Kanker di Wilayah Kecamatan Senen


pada bulan Januari Mei 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Luar Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Kelurahan

Paseban
Kelurahan

Kramat
Kelurahan

Kenari
Kelurahan

Kwitang
Kecamatan

Senen
Kelurahan

Bungur
Jumlah

NB: Tidak ada penyuluhan dalam program Keganasan/Kanker dikarenakan tidak


tersedianya anggaran tahun 2016 untuk program tersebut

48

Tabel 1.29 Cakupan Penyuluhan Penyakit Degeneratif di Wilayah Kecamatan Senen


pada bulan Januari Mei 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Luar Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Kelurahan

Paseban
Kelurahan

Kramat
Kelurahan

Kenari
Kelurahan

Kwitang
Kecamatan

Senen
Kelurahan

Bungur
Jumlah

NB: Tidak ada penyuluhan dalam program Penyakit Degeneratif dikarenakan tidak
tersedianya anggaran tahun 2016 untuk program tersebut

49

Tabel 1.30 Cakupan Penyuluhan Air dan Kesehatan Lingkungan di Wilayah Kecamatan
Senen pada bulan Januari Mei 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
2
4
50

Luar Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
4
8
50

Kelurahan

Paseban
Kelurahan

100

50

Kramat
Kelurahan

100

50

Kenari
Kelurahan

50

50

Kwitang
Kecamatan

100

50

Senen
Kelurahan

100

50

Bungur
Jumlah

NB : Penyuluhan Air dan Kesehatan Lingkungan tidak dimasukkan dalam identifikasi


masalah karena target merupakan target tahunan. Penyuluhan Luar Gedung dilakukan
dalam bentuk Tim Gabungan dari SDM semua Puskesmas.

Tabel 1.31 Cakupan Penyuluhan TB di Wilayah Kecamatan Senen pada bulan Januari
Mei 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung

Luar Gedung

50

Pencapaian

Target

Persentase

Kelurahan

(%)
100

Paseban
Kelurahan

Kramat
Kelurahan

Kenari
Kelurahan

5
6

Pencapaian

Target

Persentase

(%)
50

100

100

100

100

100

50

Kwitang
Kecamatan

100

150

Senen
Kelurahan

100

50

Bungur
Jumlah

13

13

600

10

12

500

Tabel 1.32 Cakupan Penyuluhan Kusta/Frambosia di Wilayah Kecamatan Senen pada


bulan Januari Mei 2016
No

Puskesmas

Kelurahan

Dalam Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Luar Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Paseban
51

Kelurahan

Kramat
Kelurahan

Kenari
Kelurahan

Kwitang
Kecamatan

Senen
Kelurahan

Bungur
Jumlah

NB: Tidak ada penyuluhan dalam program Kusta/Frambosia dikarenakan tidak


tersedianya anggaran tahun 2016 untuk program tersebut

Tabel 1.33 Cakupan Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut di Wilayah Kecamatan
Senen pada bulan Januari Mei 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
1
6
16,66

Luar Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
19
43
44,18

Kelurahan

Paseban
Kelurahan

66,67

19

43

44,18

Kramat
Kelurahan

33,34

19

43

44,18

Kenari
52

Kelurahan

50

19

43

44,18

Kwitang
Kecamatan

33,34

19

43

44,18

Senen
Kelurahan

33,34

19

43

44,18

Bungur
Jumlah

14

36

233,34

114

258

265,08

NB : Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut tidak dimasukkan dalam identifikasi


masalah karena target merupakan target tahunan. Penyuluhan Luar Gedung dilakukan
dalam bentuk Tim Gabungan dari SDM semua Puskesmas.

Tabel 1.34 Cakupan Penyuluhan Kesehatan Mata di Wilayah Kecamatan Senen pada
bulan Januari Mei 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Luar Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Kelurahan

Paseban
Kelurahan

Kramat
Kelurahan

Kenari
Kelurahan

Kwitang
Kecamatan

53

Senen
Kelurahan

Bungur
Jumlah

NB: Tidak ada penyuluhan dalam program Kesehatan Mata dikarenakan tidak
tersedianya anggaran tahun 2016 untuk program tersebut

Tabel 1.35 Cakupan Penyuluhan Jiwa di Wilayah Kecamatan Senen pada bulan Januari
Mei 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
1
1
100

Luar Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
3
3
100

Kelurahan

Paseban
Kelurahan

100

Kramat
Kelurahan

100

100

Kenari
Kelurahan

100

100

Kwitang
Kecamatan

100

100

Senen
Kelurahan

100

100

Bungur
54

Jumlah

500

18

18

600

Tabel 1.36 Cakupan Penyuluhan Kesehatan Kerja di Wilayah Kecamatan Senen pada
bulan Januari Mei 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Luar Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Kelurahan

Paseban
Kelurahan

Kramat
Kelurahan

Kenari
Kelurahan

Kwitang
Kecamatan

Senen
Kelurahan

Bungur
Jumlah

NB: Tidak ada penyuluhan dalam program Kesehatan Kerja dikarenakan tidak
tersedianya anggaran tahun 2016 untuk program tersebut

55

Tabel 1.37 Cakupan Penyuluhan Kecacingan di Wilayah Kecamatan Senen pada bulan
Januari Mei 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Luar Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Kelurahan

Paseban
Kelurahan

Kramat
Kelurahan

Kenari
Kelurahan

Kwitang
Kecamatan

Senen
Kelurahan

Bungur
Jumlah

NB: Tidak ada penyuluhan dalam program Kecacingan dikarenakan tidak tersedianya
anggaran tahun 2016 untuk program tersebut

56

Tabel 1.38 Cakupan Penyuluhan PHBS di Wilayah Kecamatan Senen pada bulan
Januari Mei 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Luar Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Kelurahan

Paseban
Kelurahan

Kramat
Kelurahan

Kenari
Kelurahan

Kwitang
Kecamatan

Senen
Kelurahan

Bungur
Jumlah

NB: Tidak ada penyuluhan dalam program PHBS dikarenakan tidak tersedianya
anggaran tahun 2016 untuk program tersebut

57

Tabel 1.39 Cakupan Penyuluhan RW Siaga di Wilayah Kecamatan Senen pada bulan
Januari Mei 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Luar Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Kelurahan

Paseban
Kelurahan

Kramat
Kelurahan

Kenari
Kelurahan

Kwitang
Kecamatan

Senen
Kelurahan

Bungur
Jumlah

NB: Tidak ada penyuluhan dalam program RW siaga dikarenakan tidak tersedianya
anggaran tahun 2016 untuk program tersebut

58

Tabel 1.40 Cakupan Penyuluhan Lain-lain di Wilayah Kecamatan Senen pada bulan
Januari Mei 2016
No

Puskesmas

Dalam Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Luar Gedung
Persentase
Pencapaian Target
(%)
0
0
-

Kelurahan

Paseban
Kelurahan

Kramat
Kelurahan

Kenari
Kelurahan

Kwitang
Kecamatan

Senen
Kelurahan

Bungur
Jumlah

NB: Tidak ada penyuluhan dalam program lain-lain dikarenakan tidak tersedianya
anggaran tahun 2016 untuk program tersebut

59

1.2

Identifikasi Masalah

1.

Frekuensi penyuluhan KIA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kramat

2.

Januari Mei 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya 5 kali


Frekuensi penyuluhan KIA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kenari

3.

Januari Mei 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya 2 kali


Frekuensi penyuluhan KIA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kwitang

4.

Januari Mei 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya 5 kali


Frekuensi penyuluhan KIA dalam gedung di Puskesmas Kecamatan Senen

5.

Januari Mei 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya 19 kali


Frekuensi penyuluhan KIA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Bungur

6.

Januari Mei 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya 5 kali


Frekuensi penyuluhan KB dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kramat

7.

Januari Mei 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya 3 kali


Frekuensi penyuluhan KB dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kenari

8.

Januari Mei 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya 4 kali


Frekuensi penyuluhan KB dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kwitang

9.

Januari Mei 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya 5 kali


Frekuensi penyuluhan KB dalam gedung di Puskesmas Kecamatan Senen

Januari Mei 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya 7 kali


10. Frekuensi penyuluhan KB dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Bungur
Januari Mei 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya 4 kali
11. Frekuensi penyuluhan Imunisasi dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Kenari periode Januari Mei 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya 4
kali
12. Frekuensi penyuluhan Imunisasi luar gedung di Puskesmas Kelurahan Kenari
periode Januari Mei 2016dengan jumlah pencapaian seluruhnya 8 kali
13. Frekuensi penyuluhan Diare dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Bungur
Januari Mei 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya 2 kali
14. Frekuensi penyuluhan Diare luar gedung di Puskesmas Kelurahan Bungur
Januari Mei 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya 11 kali
15. Frekuensi penyuluhan AIDS luar gedung di Puskesmas kecamatan Senen
Januari Mei 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya 8 kali

60

16. Frekuensi penyuluhan Hepatitis dalam gedung di Puskesmas sekecamatan


Senen Januari Mei 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya 1 kali
17. Frekuensi penyuluhan ISPA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kwitang
Januari-Mei 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya 42 kali
18. Frekuensi penyuluhan TB luar gedung di Puskesmas Kelurahan Paseban
Januari-Mei 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya 1 kali
19. Frekuensi penyuluhan TB luar gedung di Puskesmas Kelurahan Kwitang
Januari-Mei 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya 1 kali
20. Frekuensi penyuluhan TB luar gedung di Puskesmas Kecamatan Senen
Januari-Mei 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya 3 kali
21. Frekuensi penyuluhan TB luar gedung di Puskesmas Kelurahan Bungur
Januari-Mei 2016 dengan jumlah pencapaian seluruhnya 1 kali

1.3

Rumusan Masalah

1. Frekuensi penyuluhan KIA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kramat


Januari Mei 2016 kurang dari target dengan jumlah pencapaian seluruhnya 5
kali dari jumlah target seluruhnya 6 kali.
2. Frekuensi penyuluhan KIA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kenari
Januari Mei 2016 Kurang dari target dengan jumlah pencapaian seluruhnya 2
kali dari jumlah target seluruhnya 6 kali.
3. Frekuensi penyuluhan KIA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kwitang
Januari Mei 2016 kurang dari target dengan jumlah pencapaian seluruhnya 5
kali dari jumlah target seluruhnya 6 kali.
4. Frekuensi penyuluhan KIA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Senen
Januari Mei 2016 lebih dari target dengan jumlah pencapaian seluruhnya 19
kali dari target seluruhnya 15 kali.
5. Frekuensi penyuluhan KIA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Bungur
Januari Mei 2016 kurang dari target dengan jumlah pencapaian seluruhnya 5
kali dari target seluruhnya 6 kali.
6. Frekuensi penyuluhan KB dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kramat
Januari Mei 2016 kurang dari target dengan jumlah pencapaian seluruhnya 3
kali dari target seluruhnya 6 kali.

61

7. Frekuensi penyuluhan KB dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kenari


Januari Mei 2016 kurang dari target dengan jumlah pencapaian seluruhnya 4
kali dari target seluruhnya 6 kali.
8. Frekuensi penyuluhan KB dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kwitang
Januari Mei 2016 kurang dari target dengan jumlah pencapaian seluruhnya 5
kali dari target seluruhnya 6 kali.
9. Frekuensi penyuluhan KB dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Senen
Januari Mei 2016 lebih dari target dengan jumlah pencapaian seluruhnya
1990 kali dari target seluruhnya 10 kali.
10. Frekuensi penyuluhan KB dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Bungur
Januari Mei 2016 lebih dari target dengan jumlah pencapaian seluruhnya 4
kali dari target 6 kali.
11. Frekuensi penyuluhan Imunisasi dalam gedung di Puskesmas Kelurahan
Kenari Januari Mei 2016 kurang dari target dengan jumlah pencapaian
seluruhnya 4 kali dari jumlah target seluruhnya sebanyak 5 kali.
12. Frekuensi penyuluhan Imunisasi luar gedung di Puskesmas Kelurahan Kenari
Januari Mei 2016 kurang dari target dengan jumlah pencapaian seluruhnya 8
kali dari jumlah target seluruhnya sebanyak 10 kali.
13. Frekuensi penyuluhan Diare dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Bungur
Januari Mei 2016 kurang dari target dengan jumlah pencapaian seluruhnya 2
kali dari jumlah target seluruhnya sebanyak 1 kali.
14. Frekuensi penyuluhan Diare luar gedung di Puskesmas Kelurahan Bungur
Januari Mei 2016 kurang dari target dengan jumlah pencapaian seluruhnya 11
kali dari jumlah target seluruhnya sebanyak 12 kali.

15. Frekuensi penyuluhan AIDS luar gedung di Puskesmas kecamatan Senen


Januari Mei 2016 kurang dari target dengan jumlah pencapaian seluruhnya 8
kali dari target sebanayak 10 kali
16. Frekuensi penyuluhan Hepatitis dalam gedung di Puskesmas sekecamatan
Senen Januari Mei 2016 kurang dari target dengan jumlah pencapaian
seluruhnya 1 kali dari target 10 kali

62

17. Frekuensi penyuluhan ISPA dalam gedung di Puskesmas Kelurahan Kwitang


Januari Mei 2016 kurang dari target dengan jumlah pencapaian seluruhnya
42 kali dari target seluruhnya 43 kali.
18. Frekuensi penyuluhan TB luar gedung di Puskesmas Kelurahan Paseban
Januari-Mei 2016 kurang dari target dengan jumlah pencapaian seluruhnya 1
kali dari jumlah target 2 kali
19. Frekuensi penyuluhan TB luar gedung di Puskesmas Kelurahan Kwitang
Januari-Mei 2016 kurang dari target dengan jumlah pencapaian seluruhnya 1
kali dari jumlah target 2 kali
20. Frekuensi penyuluhan TB luar gedung di Puskesmas Kecamatan Senen
Januari-Mei 2016 kurang dari target dengan jumlah pencapaian seluruhnya 3
kali dari jumlah target 2 kali
21. Frekuensi penyuluhan TB luar gedung di Puskesmas Kelurahan Bungur
Januari-Mei 2016 kurang dari target dengan jumlah pencapaian seluruhnya 1
kali dari jumlah target 2 kali

63