Anda di halaman 1dari 7

NOVIA SANTONIO

11 13 062
AKUNTANSI C
PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS DAN ANALISIS DAYA LABA
PELANGGAN
Perhitungan harga pokok produk berdasarkan fungsi
Perhitungan biaya produk berdasarkan fungsi membebankan biaya dari bahan baku
langsung dan tenga kerja langsung pada produk dengan menggunakan penelusuran
langsung sedangkan untuk membebankan overhead menggunakan penggerak aktivitas
tingkat unit. Penggerak aktivitas tingkat unit ( unit level activity driver ) adalah faktor
yang menyebabkan perubahan dalam biaya seiring dengan perubahan jumlah unit yang
diproduksi. Hanya biaya overhead yang mempunyai korelasi tinggi dengan jumlah unit
yang diproduksi yang bisa menggunakan penggerak aktivitas tingkat unit sedangkan
yang tidak baiasanya dibebankan dengan proses alokasi.
Diperlukan spesifikasi dari penggerak tingkat unit yaitu suatu perkiraan dari kapasitas
yang diukur penggerak dan perkiraan dari overhead yang diharapkan. Beberapa
penggerak yang biasanya digunakan yaitu : unit yang diproduksi, jam tenga kerja
langsung, biaya tenga kerja langsung, jam mesin dan biaya bahan baku langsung.
Langkas selanjutnya adalah menentukan kapasitas aktivitas yang diukur penggerak
tersebut. Ada empat kapasitas aktivitas yang umum digunakan yaitu kapasitas aktivitas
yang diharapkan (expected activity capacity) yaitu output aktivitas yang diharapkan
pada tahun mendatang. Kapasitas aktivitas normal (normal activity capacity) yaitu
output rata rata yang dialami dalam jangka panjang (volume normal dihitung lebih dari
satu periode). Kapasitas aktivitas teoetis (theoritical activity capacity) yaitu output
aktivitas maksimum yang dihasilkan dengan asumsi semua berjalan normal. Kapasitas
aktivitas praktis (practical activity capacity) yaitu output maksimal yang dihasilkan jika
semua berjalan efisien.
Tarif keseluruhan pabrik
1. Penghitungan tarif keseluruhan ; Perbedaan antara overhead aktual dengan
overhead yang dibebankan disebut variansi overhead (overhead variance). Jika
MANAJEMEN BIAYA

NOVIA SANTONIO
11 13 062
AKUNTANSI C
overhead aktual lebih besar maka disebut overhead yang terlalu rendah
dibebankan (underapplied overhead) dan pada akhir tahun akan ditambahkan
pada harga pokok penjualan. Sedangkan jika overhead aktual lebih rendah
disebut overhead yang lebih tinggi dibebankan (overapplied overhead) yang
pada akhir tahun akan dikurangkan dari harga pokok
2. Biaya per unit ; Tarif departemen ada 2 tahap bagi tarif overhead departemen.
Pada tahap pertama, biaya overhead keseluruhan pabrik dibagi dan dibebankan
ke tiap departeman produksi, dan membentuk kesatuan biaya overhead
departemen.
Selanjutnya, pada tahap kedua, overhead dibebankan ke produk dengan mengkalikan
tarif departemen dengan jumlah penggerak yang digunakan dalam departemen terkait.
Total overhead yang dibebankan ke produk secara sederhana adalah jumlah dari
banyaknya overhead yang dibebankan dalam setiap departemen. Overhead yang
dibebankan adalah total dari banyaknya overhead yang dibebankan dalam tiap
deprtemen.
Keterbatasan sistem akuntansi biaya berdasarkan fungsi
Apabila perusahaan yang beroperasi dalam lingkungan yang kompetitif mengadaptasi
strategi baru untuk mencapai kesempurnaan dalam bersaing, sistem akuntasi biaya
mereka sering kali harus berubah agar dapat sejalan.
Sering kali organisasi mengalami gejala tertentu yang menunjukkan bahwa sistem
akuntansi biaya mereka telah ketinggalan jaman. Contoh gejala sistem biaya yang
ketinggalan jaman : hasil dari penawaran sulit dijelaskan, harga pesaing tampak tidak
wajar rendahnya ; margin laba sulit untuk dijelaskan. ; produk yang sulit diproduksi
menunjukka laba yang tinggi ; pelanggan tidak mengeluh atas naiknya harga.
Biaya overhead yang tidak berkaitan dengan unit.
Dengan hanya menggunakan penggerak biaya aktivitas berdasarkan unit untuk
membebankan biaya ovehead yang tidak berkaitan dengan unit, akan menciptakan
distorsi banyak produk. Tingkat keparahannya tergantung pada berapa proporsi
keseluruhan biaya overhead yang ditunjukkan oleh biaya tingkat non unit ini.
MANAJEMEN BIAYA

Keanekaragaman

produk

keanearagaman

produk

NOVIA SANTONIO
11 13 062
AKUNTANSI C
berarti bahwa produk

mengkonsumsi aktivitas overhead dalam proporsi yang berbeda beda. Proporsi setiap
aktivitas yang dikonsumsi oleh suatu produk didefinisikan sebagai rasio konsumsi.
Perhitungan biaya produk berdasarkan aktivitas
Pembebanan overhead tradisional melibatkan dua tahap : pertama, baya overhead
dibebankan ke unit organisasi (pabrik atau departemen) dan kedua, biaya overhead
kemudian dibebankan ke produk. Seperti dalam sistem biaya berdasarkan aktivitas,
pertama-tama menelusuri biaya aktivitas dan kemudian produk. Akan tetapi, dalam
sistem biaya abc menekankan penelusuran langsung dan penelusuran penggerak
(menekankan hubungan sebab-akibat), sedangkan sisem biaya tradisional cenderung
intensif lokasi (sangat mengabaikan hubungan sebab-akibat)
Identifikasi aktivitas dan atributnya
Kamus aktivitas mendaftar aktivitas-aktivitas dalam sebuah organisasi bersamaan
dengan atribut aktivitas yang penting. Atribut aktivitas adalah informasi keuangan dan
non keuangan yang menggambarkan aktivitas individual. Aktivitas primer adalah
aktivitas yang dikonsumsi produk atau pelanggan. Aktivitas sekunder adalah aktivitas
yang dikonsumsi oleh aktivitas primer.
Pembebanan biaya ke aktivitas
Begitu aktivitas diidentifikasikan dan dijelaskkan, tugas berikunya adalah menentukan
berap banyak biaya untuk melakukan tiap aktivitas. Hal ini membutuhkan identifikasi
sumber daya yang dikonsumsi oleh tiap aktivitas. Penggerak sumber daya adalah
faktor-faktor yang mengukur pemakaian sumber daya oleh aktivitas.
Pembebanan biaya aktivitas pada aktivitas lain
Pembebanan biaya pada aktivitas menlengkapi tahap awal perhitungan biaya
berdasarkan aktivitas. Pada tahap berikutnya, aktivitas diklasifikasikan sebagai primer
dan sekunder. Jika terdapat aktivitas sekunder, maka tahap berikutnya muncul. Pada

MANAJEMEN BIAYA

NOVIA SANTONIO
11 13 062
AKUNTANSI C
tahap berikutnya, biaya aktivitas sekunder dibebankan pada aktivitas-aktivitas yang
memakai outputnya.
Pembebanan biaya pada produk
Setelah biaya dari aktivitas primer ditentukan, maka biaya tersebut dapat dibebankan
pada produk dalam suau proporsi sesuai dengn aktivitas penggunaannya, seperti
dengan diukur oleh penggerak aktivitas. Pembebanan ini diselesaikan dengan
penghitungan suatu tarif aktivitas yang ditentukan terlebih dahulu dan menglikan tarif ini
dengan penggunaan aktual aktivitas.
Mengurangi ukuran dan kerumitan dari sistem perhitungan biaya berdasarkan
aktivitas
Pada tahap pertama biaya aktivitas diidentifikasi, biaya dihubungkan dengan aktivitas
individual, dan aktivitas diklasifikasikan pada aktivitas primer dan sekunder. Pada tahap
lanjutan aktivitas sekunder (aktivitas lain) dibebankan pada aktivitas primer dan
membutuhkan penggunaan tarif aktivitas yang terdakadang terdapat banyak tarif
aktivitas dalam satu perusahaan. Pada tahap aktivitas primer dibebankan pada produk
atau pelanggan.
Mengurangi jumlah tarif dengan menggunakan metode konsumsi
Yaitu dengan mengumpulkan semua aktivitas yang memiliki rasio konsumsi yang sama
dalam satu kelompok biaya (cost pool).
Mengurangi jumlah tarif dengan aproksimasi abc
Dengan menggunakan aktivitas yang paling mahal dan menggunakan penggerak untuk
membebankan biaya produk dan akan dibebankan dengan penggerak sebab akibat
(cause-and-effect) sedangkan aktivitas yang tidak mahal akan dialokasikan dalam
kelompok biaya mahal dan dibebankan secara lebih arbitre.
Perbandingan dengan perhitungan biaya berdasarkan fungsi

MANAJEMEN BIAYA

NOVIA SANTONIO
11 13 062
AKUNTANSI C
Pemakaian overhead hanya utuk dijelaskan dengan penggerak aktivitas berdasarkan
unit. Untuk tarif keseluruhan pabrik hanya satu penggerak yang digunakan untuk
membebankan biaya. Pada sistem fungsi yang lebih canggih biaya overhead
diklasifikasikan sebagai biaya overhead tetap atau biaya overhead variabel. Pada biaya
overhead tetap sistem pengalokasian biaya berdasakan unit dibebankan pada tarif
overhead tetap jika menggunakan penggerak aktivitas berdasarkan unit dapat bersifat
arbitrer dan mungkin mencerminkan aktivitas sesungguhnya yang digunkan produk.
Pada kenyataan overhead tetap yang tradisional biasanya merupakan biaya tingkat
batch, produk dan fasilitas yang berubah sejalan penggerak selain penggerak tingkat
unit. Sedangkan biaya overhead variabel dibebankan pada tarif overhead variabel dan
dapat ditelusuri pada setiap produk.
CPA adalah sebuah pendekatan manajemen biaya yang mengidentifikasi biaya dan
manfaat dari pelayanan kepada pelanggan tertentu atau tipe pelanggan untuk
meningkatkan profit perusahaan secara keseluruhan.
Analisa atas perbandingan antara biaya dalam pemberian pelayanan kepada kostumer
tertentu atau suatu kelompok pelanggan dengan keuntungan yang dapat diperoleh
dalam rangka meningkatkan profitabilitas organisasi secara keseluruhan.
Mengukur profitabilitas pelanggan merupakan proses yang terlihat mudah, namun
cukup

sulit.

Pembebanan

biaya

pelayanan

dilakukan

dengan

menggunakan

pendekatan activity based costing system. Pendekatan ini digunakan sebagai


improvisasi sistem tradisional. Jadi ABC merupakan suatu metode biaya yang
membebanankan biaya ke aktivitas kemudian, akan dibebankan ke produk atau jasa
berdasarkan jumlah aktivitas yang dikonsumsi oleh suatu produk atau jasa tersebut.
Analisis profitabilitas pelanggan dapat digunakan untuk menentukan bagaimana
pengalokasian sumber daya perusahaan kepada tiap tiap pelanggan sehingga
perusahaan dapat mengetahui apakah pengalokasian tersebut dapat efektif dengan
melihat dari besarnya profit yang dihasilkan dari masing masing pelanggannya.

MANAJEMEN BIAYA

NOVIA SANTONIO
11 13 062
AKUNTANSI C
Tujuan utama analisis daya laba pelanggan, yaitu :
1. Untuk mengukur profitabilitas dari konsumen yang telah ada atau tipe konsumen
yang sudah ada. Customer profitability analysis dapat menunjukkan cost benefit
analisis untuk mengidentifikasi konsumen yang menguntungkan dan tidak
menguntungkan.
2. Untuk mengeidentifikasi efektif atau tidaknya konsumen dengan aktivitas yang
berhubungan. Analisis ini memberikan informasi yang dapat digunakan oleh
organisasi untuk memutuskan aktivitas mana yang perlu dipertahankan atau
dikurangi

sehingga

dapat

meningkatkan

profitabilitas,

menurunkan

atau

mengurangi ketidakpuasan konsumen, dan menjelaskan gambaran dari nilai


konsumen.
Keuntungan menggunakan customer profitability analysis , yaitu :
1. Membuat perusahaan lebih memfokuskan sumber dayanya baik dalam area
yang menghasilkan tingkat pertumbuhan yang menguntungkan bagi perusahaan
maupun merasionalkan area yang menghasilkan tingkat pengembalian yang
kurang memuaskan.
2. Mengidentifikasi perbedaan yang tidak dapat diperkirakan dalam profitabilitas
diantara kelompok kelompok pelanggan dan menyelidiki penyebab perbedaan
tersebut
3. Dalam hal

negosiasi

agresif

dengan

pelanggan

perusahaan

dapat

mengkuantifikasikan dampak financial dari perubahan yang diusulkan sehingga


dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan
4. Menyesuaikan kebijakan product pricing untuk pelanggan yang menuntut
layanan yang lebih banyak dibandingkan dengan gross profit yang dihasilkannya
5. Mengubah cara berinteraksi dengan pelanggan yang menciptakan aktivitas yang
membebani perusahaan.
6. Menentukan segmen pasar yang potensial dalam menyediakan nilai pelanggan
terbesar beserta menyumbangkan profit yang besar bagi perusahaan
Tahapan tahapan dalam melakukan customer profitability analysis , yaitu :

MANAJEMEN BIAYA

NOVIA SANTONIO
11 13 062
AKUNTANSI C
1. Mengidentifikasi customer; dalam mengidentifikasikan konsumen pada dasarnya
konsumen itu dapat dikelompokkan berdasarkan selera, usia, tingkat sosial, cara
pendistribusian kebutuhan konsumen, referensi, pendapatan, dll.
2. Menghitung customer revenue dan customer cost ; customer revenue adalah
pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan dalam melakukan usahanya. Dan
ini ditentukan oleh faktor jumlah pembelian konsumen akan produk, pemberian
diskon pada konsumen, dan sales return and allowance. Customer cost adalah
biaya yang dibebankan kepada konsumen pada saat konsumen mengkonsumsi
produk atau aktivitas. Penggelompokkan biaya konsumen dalam customer cost
hierarchy dalam cost pool yang berbeda dengan dasar dari perbedaan atas cost
driver atau dasar pengalokasian biaya, yang dibedakan menjadi 4 kategori, yaitu:
A. Customer unit level cost : sumber daya yang dikonsumsi setiap unit yang
terjual pada kosumen
B. Customer batch level cost : sumber saya yang dikonsumsi pada setiap terjadi
penjualan
C. Customer sustaining cost : sumber daya atau jasa yang dikonsumsi berkaitan
dengan setiap unit atau setiap terjadi penjualan kepada konsumen
D. Distribution channel cost : sumber daya yang dikonsumsi yang berkaitan
dengan channel distribusi yang digunakan untuk melayani konsumen
3. Menganalisa mana konsumen yang menguntungkan dan mana yang kurang
menguntungkan ; perusahaan harus menganalisa terlebih dahulu berapa margin
yang diperoleh oleh pihak perusahaan dengan mengurangi pendapatan yang
diperoleh dari masing masing konsumen dengan biaya yang dikeluarkan untuk
melayani masing masing jenis konsumen.

MANAJEMEN BIAYA