Anda di halaman 1dari 12

SAP PERAWATAN KATETER DI RUMAH

RUANG BOUGENVILLE BRSU TABANAN


TANGGAL 30 SEPTEMBER 2016

Oleh:
Kelompok 4

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) BALI


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
2016

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Materi Penyuluhan

: PERAWATAN KATETER DI RUMAH

Pokok Bahasan

: Mengerti dan memahami tentang apa cara perawatan


kateter di rumah

Sub Pokok Bahasan

: Menjelaskan pengertian perawatan kateter, menyebutkan


alat dan cara-cara perawatan kateter di rumah

Sasaran

: Penunggu pasien di ruang Bougenville BRSU Tabanan

Waktu

: 30 September 2016

Tempat

: Ruang Bougenville BRSU Tabanan

A. Latar Belakang Masalah


Eliminasi normal sisa tubuh melalui saluran gastrointestinal dan
perkemihan. Merupakan fungsi dasar yang banyak orang mengalaminya. Bila
salah satu system terganggu dan eliminasi normal tidak terjadi, sitem tubuh
lain mengalami risiko terpengaruh. Selain itu, gangguan eliminasi dapat
memilki dampak emosi dan social juga. Klien yang semula mandiri mungkin
sekarang menjadi menarik diri dan tidak dapat aktif bersosialisasi. Untuk
mempertahankan eliminasi yang tepat, perawat perlu membantu untuk
mendidik klien mengenai alternatif pola eliminasi. Cara perawatan kateter di
rumah juga hal yang penting untuk diketahui oleh pasien. Terutama pada
pasien-pasien yang pulang dengan memakai kateter urin. Banyak pasienpasien yang diharuskan memakai kateter urin dalam waktu beberapa minggu
untuk proses penyembuhan seperti pasien-pasien post TURP. Cara perawatan
kateter ini diperlukan agar pasien dan keluarga tahu dan bisa merawat pasien
yang menggunakan kateter dengan benar, selain itu juga untuk menghindari
terjadinya infeksi, refluks urine karena tidak dibuangnya urin dari urine bag,
dan lain sebagainya.
B. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan peserta diharapkan mengetahui cara
perawatan kateter yang benar.

C. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan peserta diharapkan dapat:
1. Menjelaskan pengertian perawatan kateter
2. Menjelaskan tujuan perawatan kateter
3. Menjelaskan alat dan cara-cara perawatan kateter
D. Materi Penyuluhan (Terlampir)
E. Tahap Kegiatan Penyuluhan

Hari/Tgl/

Tahap Kegiatan

Jam
Jumat, 30

Penyuluhan
Pembukaan

September

(5 menit)

Kegiatan penyuluhan

2. Memperkenalkan diri
3. Menyampaikan

Pukul.

penyuluhan

08.00 wita

keluarga
1. Pasien dan keluarga

1. Memberi salam

2016

4. Menyampaikan

pengetahuan
penyuluhan

membalas salam

tujuan 2. Pasien
materi

yang akan disampaikan


5. Mengevaluasi

Kegiatan pasien dan

dan

kluarga

mendengarkan

dengan

perhatian
3. Pasien

dan

keluarga

mendengarkan
peserta 4. Pasien

dan

keluarga

mendengarkan
5. Pasien

dan

menjawab
ketahui saja

keluarga
yang

di

Inti
(20 menit)

Menjelaskan

pada

pasien Pasien

tentang:
1. Menjelaskan
pengertian

keluarga

mendengarkan

penjelasan

tentang yang di berikan dan bertnya


perawatan tentang

kateter
2. Menjelaskan

dan

hal

yang

belum

dimengerti
tentang

tujuan perawatan kateter


3. Menjelaskan tentang alat
Penutup

dan cara perawatan kateter


1. Mengevaluasi
kembali 1. Peserta

(5 menit)

dengan

mengajukan

yang diberikan

2. Mengucapkan

terima 2. Peserta membalas ucapan

3. Memberikan

terima kasih.
salam 3. Peserta membalas salam.

penutup

F. Sarana dan Sumber Pembelajaran


1. Media : Leaflet dan Lembar Balik
G. Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Diskusi / Tanya Jawab
H. Pengorganisasian
2. Penyaji

pertanyaan

pertnyaan
kasih

1. Moderator

menjawab

mampu

: Yunitasari
: Manuarsa

3. Observer

: Sukma Antari

4. Notulen

: Budiarci

5. Fasilitator

: Trisna, Diana, Meidy, Ayu Diah, Ratna

I. Setting Tempat

2
4

2
2

Keterangan :

J.

: Penyaji

: Audience

: Moderator

: Fasilitator

: Observer

: Notulen

Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Struktur organisasi penyuluhan sudah di buat
b. SAP sudah dibuat
c. Leaflet sudah dibuat
d. Kontrak waktu dengan peserta penyuluhan.
2. Evaluasi Proses
a. Peserta hadir tepat waktu sesuai dengan undangan
b. Peserta mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
c. Peserta aktif bertanya dan menjawab pertanyaan yang diberikan.
d. Kegiatan penyuluhan berjalan lancar
3. Evaluasi Hasil

a. 70 % Peserta mampu menjelaskan tentang pengertian perawatan


kateter
b. 70 % Peserta mampu menjelaskan tentang tujuan perawatan kateter
c. 70% Peserta mampu menjelaskan alat dan cara-cara perawatan kateter
di rumah

K. Referensi
http://74.125.153.132/search?
q=cache:W_tbtNDGowAJ:one.indoskripsi.com/click/10791/0+ca
ra+perawatan+kateter&cd=12&hl=id&ct=clnk&gl=id
Marilynn E Doengoes, et all, alih bahasa Kariasa IM, (2000), Rencana
Asuhan Keperawatan, pedoman untuk perencanaan dan
pendokumentasian perawatan pasien, EGC, Jakarta.
Perry, Anne, Griffin, Potter A. Patricia. Pocket Guide to Basic Skills and
Procedures. Alih bahasa: Monica Ester, Jakarta: EGC; 2000
Reksoprodjo Soelarto, (1995), Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah, Binarupa
Aksara, Jakarta.
Smeltzer, C. Suzanne, Bare, G. Brenda. Brunner and Suddarths Text Book of
Medical Surgical Nursing. 8th vol 2 alih bahasa Kuncoro, Andry
Hartono, Monica Ester, Yasmin Asih. Jakarta: EGC; 2001
Suddarth Doris Smith, (1991), The lippincott Manual of Nursing Practice,
fifth edition, JB Lippincott Company, Philadelphia.

Lampiran :
MATERI PENYULUHAN
A. Perawatan Kateter
1. Pengertian Perawatan Kateter
Perawatan kateter adalah suatu tindakan keperawatan dalam memelihara
kateter dengan antiseptik untuk membersihkan ujung uretra dan selang kateter
bagian luar serta mempertahankan kepatenan posisi kateter
2. Tujuan Perawatan Kateter
a. Menjaga kebersihan saluran kencing
b. Mempertahankan kepatenan (fiksasi) kateter
c. Mencegah terjadinya infeksi
d. Mengendalikan infeksi
3. Perawatan Kateter
Kateter merupakan benda asing pada uretra dan buli-buli, bila tidak dirawat
dengan baik akan menimbulkan komplikasi serius. Hal-hal yang perlu
diperhatikan untuk merawat kateter menetap:
a. Banyak minum, urin cukup sehingga tidak terjadi kotoran yang bisa
mengendap dalam kateter
b. Mengosongkan urine bag secara teratur
c. Tidak mengangkat urine bag lebih tinggi dari tubuh penderita agar urin
tidak mengalir kembali ke buli-buli
d. Membersihkan darah, nanah, sekret periuretra dan mengolesi kateter
dengan antiseptik secara berkala
e. Ganti kateter paling tidak 2 minggu sekali
Idealnya kateter dan pipa penyambung untuk drainase jangan sering
dicabut. Namun setiap malam pipa harus dipindahkan dari kantong di paha ke
kantong di tempat tidur untuk semalaman kemudian esoknya dipindahkan lagi.
Untuk mengurangi resiko kontaminasi, klien harus mencuci tangan dulu,
kemudian menghapus kateter dan pipa penyambung dengan alkohol 70 %
sebelum membuka dan memasangkan sambungan. Ujung yang tidak
disambungkan dari kantong penampung harus ditutup dengan kasa steril yang
dieratkan dengan tali karet. Mandi dibawah pancuran atau berendam dengan
kateter diperbolehkan asal tidak ada luka bedah yang belum sembuh. Plester
yang mengeratkan kateter pada tempatnya hendaknya diganti setelah mandi.

PROBLEM SETELAH KATETER DILEPAS


Merupakan keadaan yang wajar bila setelah kateter dicabut, dalam beberapa
jam masih terjadi tetesan urine, karena terjadi dilatasi otot sfinkter oleh kateter.
Bila tetesan terus berlangsung lebih lama dari yang wajar agar segera
dilaporkan kepada dokter karena gejala ini merupakan gejala kerusakan
sfinkter. Stress karena inkontinen akan bertahan dalam beberapa bulan bila
kateter pernah terpasang lebih dari beberapa hari. Ketidakmampuan berkemih
biasanya terjadi setelah kateter diangkat. Pada pasien harus dianjurkan banyak
minum cairan guna merangsang sfinkter dan harus dikaji kembali
kemungkinan terjadinya distensi. Usaha-usaha untuk memperlancar berkemih
harus dilaksanakan. Orang tidak boleh lebih lama dari 8 jam tidak berkemih
kecuali minum dibatasi.
Cystitis (peradangan kandung kencing) bisa terjadi setelah kateter diangkat
akibat kurang sempurnanya pengosongan kandung kencing. Karena itu maka
abnormalitas mengenai warna, bau, sedimen harus segera dilaporkan.
4. Alat perawatan kateter di rumah
Persiapan alat dan bahan:
Meja/trolly/nampan yang berisi:
1. Sarung tangan steril
2. Pengalas
3. Plastik sampah
4. Kapas lidi
5. Kapas steril
6. Kasa/perban steril
7. Antiseptic (Bethadin)
8. Aquadest / air hangat
9. Plester
10. Gunting
11. Alkohol
5. Tahap perawatan kateter di rumah
Pelaksanaan:
1. Siapkan alat dan bahan
2. Dekatkan alat dan bahan yang sudah disiapkan
3. Cuci tangan
4. Oles alkohol pada plester dan buka plester
5. Buka balutan pada kateter
6. Pakai sarung tangan steril
7. Perhatikan kebersihan dan tanda-tanda infeksi dari ujung penis serta
kateter

8. Oles ujung uretra dan kateter memakai kapas steril yang telah dibasahi
dengan aquadest / air hangat dengan arah menjauhi uretra
9. Oles ujung uretra dan kateter memakai kapas lidi + bethadin dengan arah
menjauhi uretra
10. Balut ujung penis dan kateter dengan kasa steril kemudian plester
11. Posisikan kateter ke arah perut dan plester
12. Rapikan klien dan berikan posisi yang nyaman bagi pasien
13. Kembalikan alat ke tempatnya
14. Cuci tangan

DAFTAR PESERTA PENYULUHAN UMUM


MATERI : MENCUCI TANGAN DAN PERAWATAN KATETER
DI RUANG BOUGENVILLE BRSU TABANAN
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2016
NO

NAMA PESERTA

ALAMAT

TANDA
TANGAN