Anda di halaman 1dari 15

Tugas I (Individu)

Mata Kuliah : Kebijakan & Manajemen Kesehatan


Dosen

: Dr. dr. H. Noer Bahry Noor, M.Sc

Kelas

: Reguler Administrasi dan Kebijakan Kesehatan

PENGORGANISASIAN & ORGANISASI

OLEH :
Hariyanti
P1802212002

PRODI KESEHATAN MASYARAKAT


PASCA SARJANA UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2012

Dalam kehidupan nyata, orang-orang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan
bersama, kegiatan yang dilakukan tersebut menandakan suatu lembaga atau kelompok fungsional
atau biasa disebut dengan istilah organisasi. Organisasi dalam hal ini bisa terdapat pada badan
usaha, instansi pemerintah, lembaga pendidikan, militer, atau kelompok masyarakat.
Suatu organisasi perlu untuk mengalokasikan dan menugaskan kegiatan diantara para
anggotanya agar tujuan dari organisasi tersebut dapat tercapai dengan efisien. Kata Organisasi
mempunyai dua pengertian umum. Pengertian pertama menandakan suatu lembaga atau
kelompok fungsional, seperti organisasi perusahaan, rumah sakit, atau perwakilan pemerintah.
Pengertian kedua berkenaan dengan proses pengorganisasian, sebagai suatu cara dimana kegiatan
organisasi dialokasikan dan ditugaskan diantara para anggotanya agar tujuan organisasinya dapat
tercapai dengan efisien.
Pengorganisasian (Organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang
sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan
yang melingkupinya. Dua aspek utama proses penyusunan struktur organisasi adalah
departementalisasi, yaitu merupakan pengelompokan kegiatan-kegiatan kerja suatu organisasi
agar kegiatan-kegiatan yang sejenis yang saling berhubungan dapat dikerjakan bersama. Hal ini
akan tercermin pada struktur formal suatu organisasi, dan tampak atau ditunjukkan oleh suatu
bagan organisasi. Pembagian kerja adalah pemerincian tugas pekerjaan agar setiap individu
dalam organisasi bertanggung jawab untuk dan melaksanakan sekumpulan kegiatan yang
terbatas. Kedua aspek ini merupakan dasar proses pengorganisasian suatu organisasi untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efisien dan efektif.
1.

Pengertian Pengorganisasian dan Organisasi


Fungsi pengorganisasian (organizing=pembagian kerja) berkaitan erat dengan fungsi
perencanaan, karena pengorganisasian pun harus direncanakan. Pengertian pengorganisasian
(organizing) dan organisasi (organization) berbeda.

Pengorganisasian adalah fungsi manajemen dan merupakan suatu proses yang dinamis,
sedangkan organisasi merupakan alat/wadah yang statis. Pengorganisasian dapat diartikan
penentuan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan, pengelompokan tugas-tugas dan
membagi-bagikan pekerjaan kepada setiap karyawan, penetapan departemen-departemen, serta
penentuan hubungan-hubungan.
Organizing berasal dari kata organism yang berarti

menciptakan struktur dengan

bagian-bagian yang diintegrasikan sedemikian rupa, sehingga hubungannya terikat satu sama
lain secara keseluruhan.
Organisasi diartikan menggambarkan pola-pola, skema, bagan yang menunjukkan garisgaris perintah, kedudukan karyawan, hubungan-hubungan yang ada dan lain sebagainya.
Organisasi hanya merupakan alat dan wadah tempat manajer melakukan kegiatan-kegiatannya
untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Bagaimana hubungan antara organizing dan organization itu?
Hubungan pengorganisasian dengan organisasi adalah, hasil dari pengorganisasian adalah
organisasi. Pengorganisasian diprosese oleh organisator (manajer), hasilnya organisasi bersifat
statis.
Adapun pengertian/definisi pengorganisasian dan organisasi, yang dikemukan oleh para ahli
antara lain:
Drs. Malayu S.P.Hasibuan
Pengorganisasian adalah suatu proses penentuan, pengelompokkan dan pengaturan bermacammacam aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan, menempatkan orang-orang pada setiap
aktivitas ini, menyediakan alat-alat yang diperlukan, menetapkan wewenang yang secara relatif
didelegasikan kepada setiap individu yang akan melakukan aktivitas-aktivitas tersebut.
Drs. Soekarno K.
Organisasi sebagai fungsi manajemen (organisasi dalam pengertian dinamis) adalah organisasi
yang memberikan kemungkinan bagi manajemen dapat bergerak dalam batas-batas tertentu.
Organisasi dalam arti dinamis berarti organisasi itu mengadakan pembagian kerja. Kesimpulan

definisi di atas adalah bahwa pengorganisasian (organizing) adalah fungsi manajemen, sifatnya
dinamis dan merupakan proses untuk memeperoleh organisasi(organization) yang menjadi alat
dan wadah manajer melakukan aktifitas-aktifitasnya dalam mencapai tujuan.

George R. Terry
Pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif
antara orang-orang, sehingga mereka dapat bekerja sama secara efektif dan dengan demikian
memperoleh kepuasan pribadi dalam hal melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam kondisi
lingkungan tertentu guna mencapai tujuan tertentu (terjemahan).
Koontz & ODonnel
Fungsi pengorganisasian manajer meliputi penentuan penggolongan kegiatan-kegiatan yang
diperlukan untuk tujuan-tujuan perusahaan. Pengelompokkan kegiatan-kegiatan tersebut ke
dalam suatu bagian yang dipimpin oleh seorang manajer, serta melimpahkan wewenang untuk
melaksanakannya.
Drs. Malayu S.P. Hasibuan
Organisasi adalah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordianasi dari
sekelompok orang yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu.
James D. Mooney
Organization is form of every human association for the attainment of common purpose. Artinya:
organisasi adalah setiap bentuk perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Chester I. Bernard memberikan pengertian organisasi yaitu suatu sistem aktivitas kerjasama yang
dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Koonts & ODonnel
Organisasi adalah pembinaan hubungan wewenang dan dimaksudkan untuk mencapai koordinasi
yang struktural, baik secara vertikal, maupun secara horizontal diantara posisi-posisi yang telah
diserahi tugas-tugas khusus yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan. Jadi organisasi

adalah hubungan struktural yang mengikat/ menyatukan perusahaan dan kerangka dasar tempat
individu-individu berusaha, dikoordinasi.
Jadi organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut :
a.

Organisasi dalam arti badan : kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai
tujuan tertentu.

b.

Organisasi dalam arti bagan : gambaran skematis tentang hubungan kerjasama dari
orang-orang yang terlibat dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama.

2.

Unsur-Unsur Organisasi
a. Manusia (human factor), artinya organisasi baru ada jika ada unsur manusia yang bekerja
sama, ada pemimpin dan ada yang dipimpin (bawahan).
b. Tempat kedudukan, artinya organisasi baru ada, jika ada tempat kedudukannya.
c. Tujuan, artinya organisasi baru ada jika ada tujuan yang ingin dicapai.
d. Pekerjaan, artinya organisasi baru ada jka ada pekerjaan yang akan dikerjakan serta adanya
pembagian pekerjaan.
e. Struktur, artinya organisasi baru ada, jika ada hubungan dan kerja sama antara manusia
yang satu dengan yang lainnya.
f. Teknologi, artinya organisasi baru ada, jika terdapat unsure teknis.
g. Lingkungan, artinya organisasi baru ada, jika lingkungan yang saling mempengaruhi
misalnya ada system kerja sama sosial.

3.

Asas-Asas Organisasi
1. Principle of Organizational Objectives (Asas tujuan organisasi)
Menurut asas ini tujuan organisasi harus jelas dan rasional, apakah bertujuan untuk
mendapatkan laba ataukah untuk memberikan pelayanan. Hal ini merupakan bagian
penting dalam menentukan struktur organisasi.
2. Principle of Unity Objective (Asas kesatuan tujuan)
Menurut asas ini, di dalam suatu organisasi harus ada kesatuan tujuan yang ingin dicapai.
Organisasi secara keseluruhan dan tiap-tiap bagiannya harus berusaha untuk mencapai
tujuan tersebut.
3. Principle of Unity of Command ( Asas kesatuan perintah)

Menurut asas ini, hendaknya setiap bawahan menerima perintah ataupun memberikan
pertanggungjawaban hanya kepada satu atasan, tetapi seorang atasan dapat memerintah
beberapa orang bawahan.
4. Principle of the Span of management (Asas rentang kendali)
Menurut asas ini, seorang manajer hanya dapat memimpin secara efektif sejumlah
bawahan tertentu, misalnya 3 sampai 9 orang. Jumlah bawahan ini tergantung kecakapan
dan kemampuan manajer bersangkutan.
5. Principle of Delegation of authority (Asas pendelegasian wewenang)
Hendaknya pendelegasian wewenang dari seorang atau sekelompok orang kepada orang
lain jelas dan efektif sehingga seorang manajer mengetahui wewenangnya.
6. Principle of party of authority and responsibility (asas keseimbangan wewenang dan
tanggung jawab)
Menurut asas ini, hendaknya wewenang dan tanggung jawab harus seimbang. Wewenang
yang didelegasikan dengan tanggung jawab yang timbul harus sama besarnya, hendaknya
wewenang yang didelegasikan tidak meminta pertanggungjawaban yang lebih besar dari
wewenang itu sendiri ataupun sebaliknya.
7. Principle of responsibility (asas tanggung jawab)
Hendaknya pertanggungjawaban dari bawahan terhadap atasan harus sesuai dengan garis
wewenang (line authority) dan pelimpahan wewenang. Dengan kata lain, seseorang
hanya akan bertanggung jawab kepada orang yang melimpahkan wewenang tersebut.
8. Principle of departementation / Principle of devision of work (Asas pembagian kerja)
Pengelompokan tugas-tugas, pekerjaan atau kegiatan-kegiatan yang sama ke dalam satu
unit kerja hendaknya didasarkan atas eratnya hubungan pekerjaan tersebut.
9. Principle of personnel placement (Asas penempatan personalia)
Menurut asas ini, hendaknya penempatan orang-orang pada setiap jabatan harus
didasarkan atas kecapakan, keahlian dan keterampilannya (the right man, in the right job)
: mismanagement penempatan harus dihindarkan. Efektivitas organisasi yang optimal
memerlukan penempatan karyawan yang tepat. Untuk itu harus dilakukan seleksi yang
objektif dan berpedoman atas job specification dari jabatan yang akan diisinya.
10. Principle of scalar chain (Asas jenjang berangkai)
Saluran perintah atau wewenang dari atas ke bawah harus merupakan mata rantai vertical
yang jelas dan tidak terputus-putus serta menempuh jarak terpendek. Hal ini penting,
karena dasar organisaasi yang fundamental adalah rangkaian wewenang dari atas ke
bawah.
11. Principle of efficiency (Asas efisiensi)

Suatu organisasi dalam mencapai tujuannya harus dapat mencapai hasil yang optimal
dengan pengorbanan yang minimal.
12. Principle of continuity (Asas kesinambungan)
Organisasi harus mengusahakan cara-cara untuk menjamin kelangsungan hidupnya.
13. Principle of Coordination (Asas koordinasi)
Merupakan rangkaian dari asas-asas organisasi lainnya. Koordinasi dimaksudkan untuk
mensinkronkan dan mengintegrasikan segala tindakan, supaya terarah pada sasaran yang
ingin dicapai.
4.

Proses Pengorganisasian
a.

Tujuan, manajer harus mengetahui tujuan organisasi yang ingin dicapai.

b.

Penentuan kegiatan-kegiatan, artinya manajer harus mengetahui, merumuskan,dan


menspesifikasikan segala kegiatan.

c.

Pengelompokan kegiatan-kegiatan kedalam beberapa kelompok kegiatan sesuai


tujuan yang sama

d.

Pendelegasian wewenang, artinya manajer menetapkan besarnya wewenang yang


akan didelegasikan kepada setiap departemen.

e.

Rentang kendali, artinya manajer menetapkan jumlah karyawan pada setiap


departemen.

f.

Perincian peranan perorangan, artinya setiap orang jelas tugas-tugasnya

g.

Tipe organisasi, artinya manajer harus menetapkan tipe organisasi yang dipakai.

h.

Struktur/bagan organisasi, artinya manajer harus menetapkan struktur organisasi


yang bagaimana yang akan digunakan.

5.

Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah suatu gambaran yang menggambarkan tipe organisasi,
pendepartemenan organisasi, kedudukan dan jenis wewenang pejabat, bidang dan hubungan
pekerjaan, garis perintah dan tanggung jawab, rentang kendali dan sistem pimpinan
organisasi.
Suatu struktur organisasi akan memberikan informasi:

1. Tipe organisasi
2. Pendepartemenan organisasi
3. Kedudukan
4. Jenis wewenang
5. Rentang kendali
6. Manajer dan Bawahan
7. Tingkatan Manajer
8. Bidang Pekerjaan
9. Tingkat Manajemen
10. Pimpinan pekerjaan

Contoh struktur organisasi

6.

Rentang Kendali
Rentang kendali (span of management = span of control = span of executive= span of
autority) sangat perlu dalam pengorganisasian, karena berhubungan dengan pembagian kerja,
koordinasi dan kepemimpinan seorang pemimpin (manajer). Rentang kendali adalah jumlah
bawahan langsung yang dapat dipimpin dan dikendalikan efektif oleh seorang manajer.
Faktor-faktor yang membatasi besar-kecil rentang kendali:
a. Sifat dan terincinya rencana
b. Latihan-latihan dalam perusahaan
c. Posisi pemimpin dalam srtuktur organisasi

d. Dinamis dan statisnya organisasi


e. Kemampuan dan kecanggihan komunikasi
f. Tipe pekerjaan yang dilakukan
g. Kecakapan dan pengalaman manajer
h. Tingkat kewibawaan dan energi manajer
i. Dedikasi dan partisipasi bawahan
7.

Dasar Pendepartemenan
Setiap organisasi terdiri dari beberapa departemen (bagian=divisi kerja). Banyaknya
bagian suatu organisasi tergantung dari kebutuhan perusahaan yang bersangkutan. Asas
departemen adalah mengelompokkan kegiatan-kegiatan yang sama dan berkaitan erat ke
dalam suatu unit kerja. Dasar-dasar pendepartemenan ditentukan berdasarkan:
a. Enterprise function (fungsi-fungsi perusahaan)
Jika pengelompokan atas dasar fungsi-fungsi perusahaan, maka departemen (bagianbagian) yang terdapat dalam perusahaan itu, adalah
1.

Departemen Produksi

2.

Departemen Perdagangan

3.

Departemen Keuangan

4.

Departemen Keamanan

5.

Departemen Pembukuan

b. Management function (fungsi-fungsi maajemen)


Jika pengelompokkan atas dasar fungsi-fungsi manajemen, maka departemen yang ada
dalam perusahaan itu adalah:

1.

Bagian Pengembangan

2.

Urusan SDM

3.

Pelaksana

4.

Audit

c. Process Product (proses produksi), jika pengelompokkan dilakukan atas proses


produksi/peralatan.
d. Product (dasar produk/hasil), jika pendepartemenan didasarkan atas produksi/hasil, maka
departemen-departemen yang terdapat dalam perusahaan itu tergantung banyaknya jenis
produksi/hasilnya.
e. Customer (dasar pasar/langganan), jika pendepartemenan didasarkan atas customer
(langganan), maka bagian-bagian yang terdapat dalam perusahaan itu sesuai dengan
barang-barang yang dijual.
f. Territory (dasar wilayah/tempat), jika pendepartemenan didasarkan atas territoy/wilayah,
maka departemen yang ada dalam organisasi itu sesuai dengan daerah operasinya.
g. Time (dasar waktu/shift), dimana pendepartemenan yang didasarkan atas time/waktu,
maka

dalam

organisasi

perusahaan

itu

terdapat

bagian-bagian/pengelompokan

berdasarkan waktu/shift kerja.


h. Simple number (dasar jumlah), dimana pengelompokan atas simple number, maka dalam
organisasi perusahaan itu terdapat kelompok/regu satu, regu dua dan regu tiga.
Penentuan jumlah kelompok/regu didasarkan pada urutan angka.
i. Combination,

dimana

pendepartemenan

pendepartemenan-pendepartemenan

diatas

atas
dalam

combination/gabungan
organisasi

besar/multinasional sering dilakukan.


j. Matrix, dimana konsep ini menggunakan sebuah bentuk matrix.

dari

perusahaan

8.

Macam-Macam Organisasi
a.

Berdasarkan proses pembentukannya:


1.

Organisasi Formal:Organisasi yang dibentuk secara sadar dan


dengan tujuan-tujuan tertentu yang disadari pula yang diatur dengan ketentuanketentuan formal.

2.

Organisasi non Formal: Organisasi yang dibentuk tanpa disadari


sepenuhnya, tujuannya juga tidak jelas serta hubungan-hubungannya terjalin pribadi
saja.

b.

Berdasarkan kaitannya dengan pemerintah:


1.

Organisasi

Resmi:

Organisasi

yang

dibentuk

oleh

(ada

hubungannya) dengan pemerintah dan atau harus terdaftar pada Lembaran Negara.
2.

Organisasi Tidak Resmi: Organisasi yang tidak ada hubungannya


dengan pemerintah dan atau tidak terdaftar dalam Lembaran Negara.

c.

Berdasarkan skala (ukuran) besar kecil


1.

Organisasi Besar

2.

Organisasi sedang/menengah

3.

Organisasi kecil

d.

Berdasarkan tujuannya:
1.

Public

Organization

(organisasi

sosial):Organisasi

yang

nonprofit,tujuannya untuk melayani kepentingan umum,tanpa perhitungan rugi-laba.


2.

Business Organization (organisasi perusahaan):Organisasi yang


didirikan untuk tujuan komersial(mendapatkan laba) dan segala tindakannya
bermotifkan laba.

e.

Berdasarkan bagan organisasinya:

f.

1.

Berbentuk segitiga vertical

2.

Berbentuk segitiga horizontal

3.

Berbentuk kerucut vertikal/horizontal

4.

Berbentuk lingkaran/setengah lingkaran

5.

Berbentuk bulat telur/oval


Berdasarkan tipe-tipe (bentuknya):

1. Organisasi lini (line organization)


Dalam organisasi lini ini pendelegasian wewenang dilakukan secara vertikal melalui
garis terpendek dari seorang atasan kepada bawahannya. Pelaporan tanggung jawab
dari bawahan kepada atasannya juga dilakukan melalui garis vertical yang terpendek.
Perintah-perintah hanya diberikan seorang atasan saja dan pelaporan tanggung jawab
hanya kepada atasan bersangkutan.
2. Organisasi lini dan staf (lini dan staff organization)
Lini adalah seorang pemegang wewenang lini, (line authority), sedangkan staf adalah
seorang pemegang wewenang staf (staff authority).
3. Organisasi fungsional (functional organization)
Organisasi fungsional adalah organisasi yang disusun berdasarkan sifat dan macam
pekerjaan yang harus dilakukan.
4. Organisasi lini,staf,dan fungsional (lini, staff, and functional organization)
Organisasi tipe ini merupakan kombinasi dari organisasi lini, lini dan staff,
fungsional dan biasanya diterapkan pada organisasi besar serta kompleks. Pada
tingkat Dewan Komisaris diterapkan tipe organisasi lini dan staf, sedangkan pada
tingkat Middle Manajer diterapkan tipe organisasi fungsional.
5. Organisasi komite (committees organization)

Organisasi komite adalah suatu organisasi yang masing-masing anggota mempunyai


wewenang yang sama dan pimpinannya kolektif. Organisasi komite mengutamakan
pimpinan, artinya dalam organisasi ini terdapat pimpinan kolektif/ presidium dan
komite ini bersifat manajerial.
9.

Teori-Teori Organisasi
Untuk mengetahui perkembangan organisasi dapat dilakukan melalui pendekatanpendekatan (teori-teori) sebagai berikut:
a.

Pendekatan klasik terhadap klasik


Teori klasik disebut juga teori tradisional, yang didasarkan pada Teori Mesin.
Organisasi diibaratkan sama seperti mesin yang onderdilnya setiap saat dapat diganti dan
setiap bagian mempunyai tugas tertentu sesuai dengan fungsinya. Ciri-ciri pendekatan
klasik antara lain:
pencapaian efiseiensi kerja berdasarkan prinsip spesialisasi

2.

organisasi sebagai suatu sistem mekanis

3.

peningkatan efisiensi dilakukan melalui control system

4.

manusia hanya dapat digerakkan dengan insentif ekonomis

5.

spesialisasi dan prestasi dijadikan standar.

b.

1.

Pendekatan Tingkah Laku


Pendekatan tingkah laku atau hubungan manusiawi, menyatakan bahwa masalah
koordinasi dalam organisasi berasal dari ketidaktahuan akan kebutuhan dan nilai-nilai
mereka yang membentuk organisasi itu. Pembagian pekerjaan harus dilakukan
sedemikian rupa, sehingga mampu menimbulkan kerelaan berkorban dan kerelaan
bekerja sama.

c.

Pendekatan struktur

Dalam pendekatan struktur organisasi, untuk mencapai tujuan memperhatikan analisis


kegiatan, analisis keputusan dan analisis hubungan.
d.

Pendekatan sistem
Menurut pendekatan sistem, organisasi bukanlah suatu sistem tertutup, tetapi suatu
sistem terbuka yang harus berinteraksi dengan lingkungan. Organisasi adalah suatu
sistem yang terbuka, karena itu interaksinya mencakup proses produksi dan prosesproses lainnya yang bersifat hakiki untuk mempertahankan eksistensinya, menopang
fungsi-fungsinya serta menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Reorganisasi dan Resrtukturisasi Organisasi


Organisasi pada saat didirikan relatif sesuai dengan kebutuhan baik Anggaran Dasar (AD),
Anggran Rumat tangga (ART) maupun strukturnya. Tetapi karena perkembangan situasi, kondisi
dan kebutuhan, maka perlu dilakukan evaluasi dan penilaian kembali organisasi tersebut apakah
masih efektif membantu terwujudnya tujuan.
Reorganisasi
Reorganisasi adalah penyusunan kembali suatu organisasi, baik AD, ART-nya, maupun
strukturnya, supaya organisasi itu lebih efektif dalam mencapai tujuan. Reorganisasi dilakukan
karena tuntutan internal dan eksternal.
Internal, yaitu tuntutan dari dalam organisasi karena organisasi semakin maju atau mundur,
sehingga perlu dilakukan reorganisasi supaya sesuai kembali dengan kebutuhan yang diperlukan.
Eksternal, yaitu tuntutan dan dorongan dari luar organisasi, misalnya peraturan-peraturan
pemerintah, merger dan lain sebagainya sehingga perlu dilakukan reorganisasi.
Restrukturisasi
Restrukturisasi adalah perubahan struktur suatu organisasi baik secara vertikal maupun
horizontal, agar lebih efektif membantu tercapainya tujuan. Restrukturisasi ini dilakukan kerena
struktur organisasi tidak efektif lagi, akibat adanya kemajuan atau kemunduran perusahaan.

Restrukturisasi vertikal, diartikan dengan memperpanjang tingkatan-tingkaatn suatu


organisasi, misalnya direksi, kepala bagian dan karyawan operasional diubah menjadi direksi,
kepala urusan, kepala bagian, kepala seksi dan sebaliknya. Restrukturisasi horizontal, diartikan
perubahan struktur suatu organisasi dengan cara menambah jumlah bagian/departemennya.
Dengan cara ini maka rentang kendali semakin banyak dan struktur organisasi semakin melebar.
Restrukturisasi yang terbaik, tergantung kepada kebutuhan dan penekanan yang diinginkan.
Jika pengarahan pengendalian dan koordinasinya yang diutamakan maka restrukturisasi
vertikallah yang baik. Sebaiknya penilaian struktur suatu organisasi dilakukan sekali dalam lima
tahun, agar struktur itu selalu efektif membantu tercapainya tujuan. Reorganisasi dan
restrukturisasi harus berdasarkan prinsip bahwa organisasi dan strukturnya harus lebih efektif
dalam membantu tercapainya tujuan.

Referensi:
Amalia, Rizka. 2009. Pengorganisasian dan Organisasi. Diakses tanggal 8 September dari
http://dhendud.wordpress.com/
Hasibuan, Malayu. 2005. Organisasi & Motivasi. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Rahmawati, Annisa. 2009. Pengertian Organisasi. Diakses tanggal 10 September 2012 dari
http://ichainhere.blogspot.com/2009/12/organisasi.html