Anda di halaman 1dari 8

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN GANGGUAN ALAM PERASAAN: WAHAM

DI RUANG RAWAT INAP RS. DR. ERNALDI BAHAR PALEMBANG


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FK UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Nama Klien:

Ruang:

Diagnosa Keperawatan
1
Gangguan isi pikir :
waham
Data Subjektif:

Meyakini memilki
kebesaran atau
kekuasaaan khusus
Meyakini ada
seseorang atau
kelompok yang
berusaha
merugikan/
mencederai dirinya
Memiliki keyakinan
terhadap suatu
agama secara
berlebihan
Meyakini bahwa
tubuh atau bagian
tubuhnya
terganggu/
terserang penyakit
Meyakini bahwa

Tujuan
2
TUM:
Klien dapat
berkomunikasi
dengan baik
dan benar
TUK 1:
Klien dapat
membina dan
mempertahank
an hubungan
saling percaya

No. CM:

Rencana tindakan keperawatan


Kriteria Evaluasi
Tindakan Keperawatan
3
4

1.1Klien dapat
mengungkapakan
perasaan dan
keadaan saat ini:
Ekspresi wajah
yang besahabat
menunjukkan
rasa senang
ada kontak mata
mau berjabat
tangan
mau
menyebutkan
nama
mau menjawab
salam
klien mau duduk
berdampingan

1.1.1 Bina hubungan saling

percaya:
salam terapeutik
Perkenalkan diri
Jelaskan tujuan
interaksi
Ciptakan lingkungan
yang tenang
Membuat kontrak
yang jelas
Tepati waktu
1.1.2
Dorong dan beri
kesempatan klien
untuk mengungkapkan
perasaaannya

Rasional
5

Hubungan saling
percaya
merupakan dasar
dari terjadinya
komunikasi
terapeutik
sehingga akan
memfasilitasi
dalam
pengungkapan
perasaan, emosi,
dan harapan klien
Ungkapan
perasaan klien
kepada perawat
sebagai bukti

dirinya sudah tidak


ada di dunia/
meninggal
(data di atas
diucapkan
berulang kali tetapi
tidak sesuai
kenyataan)

Data objektif:
Pembicaraan
inkoheren dan
berpindah-pindah
topik
Gigih
memperthankan
pendapat
(defensive)

dengan perawat
mau
mengutarakan
masalah yang
dihadapi

bahwa klien mulai


mempercayai
perawat

1.1.3Dengarkan ungkapan
klien dengan empati

1.1.4 Jangan mendukung


dan membantah
waham klien
Katakan perawat
menerima
keyakinan kilen
saya menerima
keyakinan anda
disertai ekspresi
menerima
Katakan perawat
tidak mendukung
sukar bagi saya
untuk
mempercayainya
disertai ekspresi
ragu tapi empati
Tidak
membicarakan isi
waham
1.1.5
Yakinkan klien
berada dalam keadaan
aman dan terlindungi

Rasa empati akan


meningkatkan
hubungan saling
percaya

Perdebatan
dengan klien
waham dapat
menyebabkan
trauma dan
memperburuk
kondisi klien

Keadaan aman
dan terlindung

1.1.6
Observasi apakah
waham
klienmengganggu
aktivitas sehari-hari
dan perawatan diri

DX

Tujuan
TUK 2 :
Klien dapat
mengidentifikasi
kemampuan
yang dimiliki

Kriteria Evaluasi
2.1 klien dapat
menyebutkan
kemampuan
yang dimilikinya

membantu
mencegah
waham

Anda berada di
tempat yang aman,
kami akan
menemani anda
Gunakan
keterbukaan dan
kejujuran
Jangan tinggalkan
klien sendirian

Tindakan
2.1.1 Beri pujian pada penampilan dan
kemampuan yang realistis

2.1.2
Diskusikan dengan klien
kemampuan yang dimilki pada waktu
lalu dan saat ini yang realistis
2.1.3 Tanyakan apa yang biasa dilakukan

Untuk
menentukan
intervensi lebih
lanjut

Rasionalisasi
Meningkatkan harga diri
klien sehingga merasa
memilki kemampuan
yang dapat diandalkan
Merupakan modal utama
untuk menutupi
ketidakberdayaan klien
Untuk membiasakan klien

(kaitkan dengn aktivitas sehari-hari


dan perawatan diri) kemudian
anjurkan untuk melakukan saat ini
2.1.4 Jika klien selalu berbicara tentang
wahamnya, dengarkan sampai
kebutuhan tidak ada. Perawat perlu
memperlihatkan bahwa klien penting
TUK 3 :
Klien dapat
mengidentifikasi
kebutuhan yang
tidak terpenuhi

3.1 Klien dapat


menyebutkan
kebutuhan yang
tidak terpenuhi

3.1.1 Observasi kebutuhan klien seharihari


3.1.2 Diskusikan kebutuhan klien yang
tidak terpenuhi, baik selama di
rumah sakit maupun di rumah
3.1.3 Hubungkan kebutuhan yang yidak
terpenuhi dengan timbulnya waham
3.1.4 Tingkatkan aktivitas yang dapat
memenuhi kebutuhan klien yang
memerlukan waktu dan tenaga
(aktivitas dapat dipilih bersam klien)
3.1.5 Atur situasi agar klien tidak
mempunyai waktu menggunakan
wahamnya

DX

Tujuan
TUK 4 :
Klien dapat

Kriteria Evaluasi
4.1 Klien dapat
berhubungan

Tindakan
4.1.1
Berbicara dengan klien dalam
konteks realitas (realitas diri, orang

melakukan aktivitas
sacara rutin sehingga
mencegah munculnya
waham
Klien akan merasa
dihargai
Untuk menentukan
intervensi selanjutnya
Untuk mengetahui
stressor dari timbulnya
waham sehingga
memudahkan intervensi
Untuk mengetahui
rentang stessor dengan
munculnya waham
Untuk memenuhi
kebutuhan klien sehingga
mencegah timbulnya
waham
Mencegah timbulnya
waham

Rasionalisasi
Mengorientasi pada halhal yang nyata secara

berhubungan
dengan realitas

TUK 5 :
Klien dapat
menggunakan
obat dengan
benar

dengan realitas
baik diri sendiri,
orang lain,
waktu tempat:
Menyebutkan
waktu dengan
tepat
Mengenal di
mana dia
berada
Mengenal
dirinya, nama
perawat dan
klien lain

5.1 Klien dapat


menyebutkan
manfaat obat
5.2 Klien teratur
dalam
minum obat

lain tempat dan waktu) secara


bertahap
4.1.2 Sertakan klien dalamterapi aktivitas
kelompok orientasi realitas

4.1.3 Gunakan teknik focusing bila kondisi


tidak relevan lagi dengan percakapan

bertahap akan
membantu klien untuk
menghadapi kenyataan

Dengan menyertakan
klien dalam TAK akan
melatih klien mengenal
realitas

Interaksi yang kuat


antara perawat dan klien
dapat menghindari
waham

Meningkatkan harga diri


klien
Pengetahuan klien
tentang program
pengobatan memotivasi
klien untuk mematuhinya
Untuk menentukan
intervensi selanjutnya
Dengan minum obat
secara teratur dan tepat
dapat mengontrol waham

4.1.4 Beri reinforcement positif pada tiap


kegiatan positif yang dilakukan klien

5.1.1
Diskusikann dengan klien dan
keluarga tentang obat, dosis dan
akibat penghentian obat

5.1.2 Diskusikan perasaan klien setelah


minum obat

5.1.3 Berikan obat dengan prinsip 5 benar

5.2.1 Bantu klien untuk memastikan


bahwa klien mau minum obat secara

Mengendalikan
memotivasi klien untuk
meminum obat secara

teratur

Meningkatkan harga diri

Deteksi dini terhadap halhal yang mungkin terjadi

6.1.1
Lakukan kunjungan rumah
atau saat berkunjung perkenalkan
identits perawat dalam sebuah
interaksi yang hangat

6.1.2
Jelaskan maksud dan tujuan
interaksi

Hubungan saling percaya


dapat terbina jika
perawat dapat menerima
keluarga dan sebaliknya
sehingga timbul rasa
aman
Penjelasan maksud dan
tujuan interaksi
menurunkan kecurigaan
keluarga terhadap
perawat, sehingga
hubungan dapat terjadi
secara optimal

5.2.2 Beri reinforcement positif atas


kerjasama klien dalam minum obat
5.2.3 Obsevasi tanda dan gejala yang
terkait dengan efek samping obat
TUK 6 :
Klien dapat
memanfaatkan
sistem
pendukung
atau keluarga

6.1Keluarga dapat
membina
hubungan
saling percaya
dengan
perawat:
Keluarga
dapat
menerima
kehadiran
perawat
Keluarga
mau
menjawab
pertanyaan
perawat

6.2Keluarga dpat
menjelaskan

teratur

6.2.1 Jelaskan peran dan tanggung jawab


keluarga sehinbgga dapat membantu
klien mengatasi masalahnya

peran dan
tanggung
jawabnya
Mau
menjenguk
klien
Mau
menerima
klien
kembali
untuk di
rawat di
rumah
6.3Keluarga dapat
menjelaskan
tentang:
Gejala
waham
Cara
merawat
klien
waham
Lingkungan
keluarga
yang
mendukun
g
Follow up
dan obat

Pemahaman tentang
peran dan tanggung
jawab sangat berguna
untuk mengkaji persepsi
keluarga terhadap
masalah yang pada
akhirnya dapat
membantu klien

Menambah pengetahuan
keluarga sehingga
kooperatif

Meningkatkan peran
keluarga dalam merawat
klien

Meningkatkan harga diri


dan memperkuat
hubungan saling percaya

6.3.1 Diskusikan dengan keluarga tentang


waham, cara merawat, lingkungan
keluarga, follou up dan obat
6.3.2 Beri motivasi keluarga untuk
melaksanakannya
6.3.3 Beri umpan balik positif atas
kesanggupan keluarga