Anda di halaman 1dari 6

NOTULEN HASIL DISKUSI BAHAN KONSTRUKSI KIMIA (BKK)

BAHAN GALIAN INDUSTRI

Hari

: Senin

Tanggal

: 26 Maret 2012

Waktu

: 10.50 s.d 12.30 WIB

Tempat

: Ruang kuliah 6 kelas 4 KB

Susunan Acara
1. Pembukaan
2. Presentasi hasil diskusi
3. Tanya jawab
4. Pembacaan kesimpulan
5. Penutup
DAFTAR PERTANYAAN DAN JAWABAN
1. Pertanyaan dari Rangga Indra Dena (Kelompok 2)
Jelaskan apa saja persyaratan batu gamping di industri berdasarkan pengolahan dan
pemanfaatannya ?
Dijawab oleh Eka Nurfitriani

o Batu bangunan : dipakai untuk pondasi jalan, rumah, bendungan. Biasanya dipakai
Bahan Galian Gamping yg keras dan pejal berhablur halus dan mempunyai daya tekan
800-2500 kg/cm2.
o Bahan bangunan
syarat : CaO+ MgO min 95 %, SiO 2+Al2O3 + Fe2O3 max 5%, CO2 3 %, 70 % lolos
ayakan 0,85 mm.
o Industri kaca : berfungsi sebagai Galian fluks dgn kadar 0,96% SiO 2, 0,04 Fe2O3, 0,14
% Al2O3, 0,15% MgO, 55,8% CaO
o Industri bata silika
Syarat: 90% CaO, max 4,5% MgO, maks 1,5% Fe2O3+Al2O3, maks 55,8% CO2
o Industri semen :
syarat: 50-55% CaO, maks 2% MgO, viskositas 3200 cp (40% H2O), 2,47 % Fe 2O3,
0,95% Al2O3
o Bahan Pemutih kertas, pulp, karet

Bahan Galian Gamping hablur murni digerus halus dgn syarat 98% CaCO 3 dan PH >
7,8 dgn kehalusan 325 mesh mpy daya serap thd minyak warna putih
2. Pertanyaan dari Noermatia (Kelompok 7)
Apakah ada cara lain dalam proses penambangan batu apung?
Dijawab oleh Eka Nurfitriani
Batu apung dapat pula dibuat dengan cara memanaskan obsidian, sehingga gasnya keluar.
Pemanasan yang dilakukan obsidian dari Krakatau, suhu yang diperlukan untuk mengubah
obsidian menjadi batu apung rata-rata 8800C. berat jenis obsidian yang semula 2,36 turun
menjadi 0,416 sesudah perlakuan tersebut, oleh sebab itu mengapung didalam air. Batu
apung ini mempunyai sifat hydraulic. Pumice berwarna putih abu-abu kekuningan sampai
merah, tekstur vesikuler dengan ukuran lubang, yang bervariasi ukurannya baik
berhubungan satu sama lain atau tidak struktur skorious dengan lubang yang terorientasi.
Kadang kadang lubang tersebut terisi oleh zeolit/ kalsit. Batuan ini tahan terhadap
pembekuan embun (frost), tidak begitu higrokopis (mengisap air). Mempunyai sifat
pengantar panas yang rendah. Kekuatan tekanan antara 30-20 kg/cm2. Komposisi utama
mineral silikatamorf.
3. Pertanyaan dari Oky Pratama Yustisia (Kelompok 5)
Sebutkan apa saja mineral yang ada di dalam batu gamping ?
Dijawab oleh Adif Brilyan Pratama
Adapun mineral dari batugamping adalah sebagai berikut :
Calcite

CaCO3

Material strukturnya sebagian besar dari invertebrata


laut dan merupakan komponen utama dari limestone.

Aragonite

CaCO3

Mengkristal dalm sistem trigonal.


Material strukturnya dari moluska laut; terkadang
terendapkan

dalam

air

dangkal

yang

hangat.

Mengkristal dalam sistem orthorhombic. Dibandingkan


dengan kalsit, kestabilannya lebih rendah dan lebih
Dolomite

mudah larut; seringkali merngkristal menjadi kalsit.


CaMg(CO3)2 Diketahui sebagai mineral sedimen primer, tetapi
lazimnya hasil dari invasi sedimen kalsit oleh air asin
yang kaya dengan magnesium yang menyebabkan
rekristalisasi dimana dolomite menggantikan kalsit.

Chalchedony

SiO2

Material

struktur

mengadung

silika

dari

sedikit

invertebrata laut, khususnya Radiolaria. Keberadaan di


batugamping biasanya sebagai flint dan nodul chert.
4. Pertanyaan dari Empayus (Kelompok 4)
Jelaskan karakteristik dari mineral batu barit !
Dijawab oleh Adif Brilyan Pratama
Mineral

Karakteristik

Specimen:

Yellow coxcomb
Barite crystals

Locality:
Magnification
:
Specimen
Grade:

Mibladen, Morocco

+1

Specimen:

Colorless Barite
crystal

Locality:

Unknown

Magnification:
Specimen Grade:

+1
B

Specimen:

Tabular orange
Barite crystals

Locality:

Stoddard Mine,
Westmoreland,
NH

Magnification:

-micro- crystal =
at least 5 cm
across

Specimen Grade:

-(micro)-

Specimen:

White coxcomb
Barite with
Chalcopyrite

Locality:

Alston Moor,
Cumbria, England

Magnification:

+1

Specimen
Grade:

Specimen:

Barite "Desert
Rose"

Locality:

near Norman,
Cleveland Co.,
Oklahoma

Magnification:

+1

Specimen
Grade:

5. Pertanyaan dari Tiah Kuwuri (Kelompok 1)


Jelaskan perbedaan antara ketiga jenis asbes !
Dijawab oleh Sampuspita Sari

Chrysotile adalah jenis yang paling umum digunakan asbes. Hal ini biasanya putih,
dan kadang-kadang dikenal sebagai asbes putih, meskipun juga bisa menjadi kuning,
abu-abu, atau kehijauan dalam warna. Sebagian besar serat chrysotile sekitar 0,250,50 dalam (6,4-12,7 mm) panjang dan biasanya ditambahkan ke campuran beton
untuk memberikan penguatan

Crocidolite, kadang-kadang disebut asbes biru. Ia memiliki semburat kebiruan, dan


serat yang sekitar 0,12-3,0 dalam (3,0-76,0 mm) panjang. Crocidolite memiliki
kekuatan tarik yang sangat tinggi dan ketahanan yang sangat baik terhadap bahan
kimia. Salah satu kegunaannya adalah sebagai penguat dalam plastik.

Amosite, kadang-kadang disebut asbes coklat. Ini sering memiliki semburat coklat
muda, tetapi juga ditemukan dalam warna gelap, serta putih. Amosite memiliki serat
kasar yang sekitar 0,12-6,0 dalam (3,0-152,0 mm) panjang. Serat sulit untuk berputar
ke kain atau tali dan sebagian besar digunakan sebagai bahan isolasi, meskipun
penggunaan yang dilarang di banyak negara

6. Pertanyaan dari Ari Revitasari (Kelompok 6)


Sebagian besar produksi barit dunia digunakan dalam industri perminyakan sebagai

WEIGTHING AGENT, apa yang dimaksud WEIGTHING AGENT?


Dijawab oleh Sampuspita Sari
WEIGTHING AGENT adalah additive pemberat dalam lumpur pengeboran.
7. Pertanyaan dari Maimunah (Kelompok 4)
Sebutkan contoh dari masing-masing klasifikasi bahan galian industri !
Dijawab oleh Eka Nurfitriani
a. Kelompok I : BGI yang berkaitan dengan batuan sedimen
Kelompok ini dapat dibagi menjadi :
Sub kelompok A : BGI yang berkaitan dengan batu gamping, misalnya batu

gampung, dolomite, kalsit, marmer, oniks, posfat, rijang, dan gipsum.


Sub kelompok B : BGI yang berkaitan dengan batuan sedimen lainnya, misalnya

ballclay dan bondclay, fireclay, zeolit, diatomea, yodium, mangan, feldspar.


b. Kelompok II : BGI yang berkaitan dengan batuan gunung api, misalnya obsidian,
perlit, pumice, tras, belerang, trakhit, kayu terkersikkan, opal, kalsedon, andesit dan
basalt, paris gunung api, dan breksi pumice.
c. Kelompok III : BGI yang berkaitan dengan instrusi plutonik batuan asam dan ultra
basa, misalnya granit dan granodiorit, gabro dan peridotit, alkali felspar, bauksit,
mika, dan asbes.
d. Kelompok IV : BGI yang berkaitan dengan batuan endapan residu dan endapan
letakan, misalnya lempung, pasir kuarsa, intan, kaolin, zircon, korundum, kelompok
kalsedon, kuarsa Kristal, dan sirtu.
e. Kelompok V : BGI yang berkaitan dengan proses ubahan hidrotermal, misalnya
barit, gipsum, kaolin, talk, magnesit, pirofilit, toseki, oker, dan tawas.
f. Kelompok VI : BGI yang berkaitan dengan batuan metamorf, misalnya kalsit,
marmer, batu sabak, kuarsit, grafit, mika, dan wolastonit.
8. Pertanyaan dari Asef Riyadi (Kelompok 7)
Sebutkan dimana terdapat batuan Colorless Barite Crystal !
Dijawab oleh Sampuspita Sari
Batuan Colorless Barite Crystal terdapat di negara New Mexico, Doa Ana Co., Palm
Park Quarry.