Anda di halaman 1dari 13

PENGARUH EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP

MORTALITAS LARVA NYAMUK Anopheles spp DI DESA SEKARAN


KECAMATAN GUNUNG PATI KOTA SEMARANG

Disusun oleh:
Raharja Kuncara
NIM : 4411414006

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016

BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
a. Pemanfaatan bawang putih sebagai pestisida nabati
b. Pemberantasan nyamuk Anopheles spp sebagai penyebar penyakit
malaria
c. Kandungan bawang putih
2. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah larutan ekstrak bawang putih berpengaruh pada larva nyamuk
Anopheles gaambiae?
2. Apa saja kandungan senyawa pada umbi bawang putih?
3. Pada konsentrasi berapa larutan ekstrak bawang putih yang efektif
membunuh larva nyamuk Anopheles spp?
3. PENEGASAN ISTILAH
Ekstrak
Pelarut
Insektisida nabati
Efektifitas.
4. TUJUAN
1. Membuktikan pengaruh larutan ekstrak bawang putih pada larva nyamuk
Anopheles spp.
2. Mengetahui kandungan senyawa pada umbi bawang putih.
3. Menentukan konsentrasi larutan ekstrak bawang putih yang efektif dapat
membunuh larva nyamuk Anopheles spp.
5. MANFAAT
1. Menyajikan informasi ilmiah dalam rangka pengembangan insektisida
nabati.
2. Memberikan informasi tentang pembuatan insectisida nabati dalam
pemberantasan nyamuk Anopheles spp.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1. Nyamuk Anopheles spp
Nyamuk Anopheles sp adalah nyamuk vektor penyakit malaria. Di
dunia kurang lebih terdapat 460 spesies yang sudah dikenali, 100 diantaranya
mepunyai kemampuan menularkan malaria dan 30-40 merupakan host dari
parasite Plasmodium yang merupakan penyebab malaria di daerah endemis
penyakit malaria. Di Indonesia sendiri, terdapat 25 spesies nyamuk
Anopheles yang mampu menularkan penyakit Malaria.
Anopheles spp adalah paling terkenal akibat peranannya sebagai
penyebar parasit malaria dalam kawasan endemik di Afrika, sedangkan
Anopheles sundaicus adalah penyebar malaria di Asia.
Urutan penggolongan klasifikasi nyamuk Anopheles seperti binatang
lainnya adalah sebagai berikut :
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Arthropoda
Class
: Hexapoda / Insecta
Sub Class
: Pterigota
Ordo
: Diptera
Familia
: Culicidae
Sub Famili
: Anophellinae
Genus
: Anopheles
Sumber: http://wisnutanaya2.blogspot.co.id /2013/07/
anopheles-sp.html

A. Morfologi Anopheles
Morfologi nyamuk anopheles berbeda dari nyamuk culex.
a. Telur anopheles diletakkan satu persatu di atas permukaan air
sehingga seperti membentuk perahu yang bagian bawahnya konveks,
bagian atasnya konkaf dan mempunyai sepasang pelampung pada
lateral.
b. Larva anopheles tampak mengapung sejajar dengan permukaan air,
spirakel pada posterior abdomen, tergel plate pada tengah sebelah
dorsal abdomen dan sepasang bulu palma pada lateral abdomen.
c. Pupa anopheles mempunyai tabung pernafasan berbentuk seperti
trompet yang lebar dan pendek , digunakan untuk mengambil oksigen
dari udara
d. Nyamuk dewasa pada jantan memiliki ruas palpus bagian apikal
berbentuk gada (club form) pada betina ruasnya mengecil. Sayap

bagian pinggir (kosta dan vena I) ditumbuhi sisik-sisik sayap


berkelompok membentuk belang hitam putih, ujung sayap membentuk
lengkung. Bagian posterior abdomennya melancip.
Malaria merupakan penyakit yang dapat bersifat akut maupun
kronik, malaria disebabkan oleh protozoa dari genus plasmodium ditandai
dengan demam, anemia dan splenomegali. Sampai sekarang dikenal 4
jenis plasmodium, yaitu :
a. plasmodium falciparum sebagai penyebab Malaria Tropika.
b. plasmodium vivaks sebagai penyebab penyakit Malaria Tertiana.
c. plasmodium malariae sebagai penyebab penyakit Malaria Quartana.
d. plasmodium ovale yang menyebabkan penyakit Malaria yang hampir
serupa dengan Malaria Tertiana.
Dalam daur hidupnya Plasmodium mempunyai 2 hospes, yaitu
vertebrata dan nyamuk. Siklus aseksual didalam hospes vertebrata dikenal
sebagai skizogoni dan siklus seksual yang terbentuk sporozoit disebut
sebagai sporogoni.

B. Skizogoni
Sporozoit

infektif

dari

kelenjar

ludah

nyamuk

Anopheles,

dimasukkan kedalam aliran darah hospes vertebrata (manusia) melalui


tusukkan nyamuk, dalam waktu 30 menit memasuki sel parenkim hati,
mulai stadium eksoeritrositik dari daur hidupnya. Di dalam sel hati parasit
tumbuh skizon.

C. Sporogoni
Sporogoni terjadi didalam nyamuk. Gemetosit yang masuk bersama
darah, tidak dicernakan bersama selsel darah lain. Pada Mikrogametosit
jantan titik kromatin membagi diri menjadi 68 inti yang bergerak ke
pinggir parasit. Di pinggir beberapa filament dibentuk seperti cambuk dan
mempunyai gerakan aktif, yaitu yang menjadi 68 mikrogametber inti
tunggal, didesak keluar akhirnya lepas dari sel induk. Proses ini disebut
sebagai aksflagelasi.

Sementara

makrogametosit

betina

menjadi

matang

sebagai

makrogamet terdiri atas sebuah badan dari sitoplasma yang berbentuk


bulat dengan sekelompok kromatin ditengah. Pembuahan (fertilisasi)
terjadi karena masuknya satu mikrogamet kedalam mikrogamet untuk
membentuk Zigot.

D. Bionomik ( Perilaku Nyamuk )


1. Perilaku saat menghisap darah
Hanya nyamuk betina yang sering menghisap darah nyamuk
Anopheles sering menghisap darah diluar rumah dan suka menggigit
diwaktu senja sampai dini hari (Eksofagik) serta mempunyai jarak
terbang sejauh 1,6 Km sampai dengan 2 Km. Waktu antara nyamuk
menghisap darah yang mengandung Gametosit sampai mengandung
sporozoit dalam kelenjar liurnya, disebut masa tunasekstrinsik.
Sporozoit adalah bentuk infektif.
Untuk terjadi penularan penyakit malaria harus ada empat faktor
yaitu:
1. Parasit (agent / penyebab penyakit malaria)
2. Nyamuk Anopheles (vektor malaria)
3. Manusia (host intermediate)
4. Lingkungan (environment)

2. Perilaku pada waktu hinggap dan beristirahat


Nyamuk Anopheles lebih suka hinggap di batang-batang
rumput, di alam atau luar rumah (Eksofilik) yaitu tempat-tempat
lembab, terlindung dari sinar matahari, gelap.

3. Perilaku pada saat berkembang biak (Breeding Place)


Nyamuk Anopheles dapat berkembang biak ditempat-tempat
yang airnya tergenang seperti sawah, irigasi yang bagian tepinya
banyak ditumbuhi rumput dan tidak begitu deras airnya.

E. Siklus Hidup Nyamuk Anopheles


Nyamuk Anopheles mempunyai siklus hidup , yang termasuk
dalam metamorfosa sempurna. Yang berarti dalam siklus hidupnya
terdapat stage/fase pupa. Telur ke larva mengalami pengelupasan
kulit/eksoskelet 4 kali) lalu pupa dan menjadi nyamuk dewasa Waktu
pertumbuhan 2 sampai 5 minggu tergantung pada spesies, makanan
yang tersedia, dan suhu udara
.
2.

Bawang Putih
Bawang putih (Allium sativum) adalah herba semusim berumpun
yang mempunyai ketinggian sekitar 60 cm. Tanaman ini banyak ditanam
di ladang-ladang di daerah pegunungan yang cukup mendapat sinar
matahari. Batangnya batang semu dan berwarna hijau. Bagian bawahnya
bersiung-siung, bergabung menjadi umbi besar berwarna putih. Tiap
siung terbungkus kulit tipis dan kalau diiris baunya sangat tajam.
Daunnya berbentuk pita (pipih memanjang), tepi rata, ujung runcing,
beralur, panjang 60 cm dan lebar 1,5 cm. Berakar serabut. Bunganya
berwarna putih, bertangkai panjang dan bentuknya payung.
A. Klasifikasi Bawang Putih
Kingdom

: plantae

Divisio

: Spermatophyta

Sub divisio

: Angiospermae

Kelas

: Monocotyledonae

Bangsa

: Liliales

Suku

: Liliaceae

Marga

: Allium

Jenis

: Allium sativum

Nama umum

: bawang putih

B. Kandungan Kimia dan Sifat Kimiawi Bawang Putih


Bawang putih mengandung minyak atsiri, yang bersifat anti
bakteri dan antiseptik. Kandungan allicin dan aliin berkaitan dengan
daya anti kolesterol. Daya ini mencegah penyakit jantung koroner,
tekanan darah tinggi dan lain-lain.
Kandungan kimia dari ubi bawang putih per 100 gram adalah:
Alicin 1,5% merupakan komponen penting dengan efek antibiotik,
Protein sebesar 4,5 gram, Lemak 0,20 gram, Hidrat arang 23,10 gram,
Vitamin B 1 0,22 mg, Vitamin C 15 mg, Kalori 95 kalori, Posfor 134
mg, Kalsium 42 mg, Zat besi 1 mg, Air 71 gram. Di samping itu dari
beberapa penelitian umbi bawang putih mengandung zat aktif alicin,
awn, enzim alinase, germanium, sativine, sinistrine, selenium,
scordinin, nicotinic acid, Sulfur Amonia Acid Allin. Sulfur amonia
acid allin ini oleh Enzim Allicin Lyase diubah menjadi Piruvic Acid,
Amonia, dan Allicin Anti Mikroba. Selanjutnya Allicin mengalami
perubahan menjadi Diallyl Sulphide. Senyawa Allicin dan Diallyl
Sulphide inilah yang memiliki banyak kegunaan dan berkhasiat
sebagai obat. Allicin dan turunannya juga bersifat larvasida.

C. Manfaat Bawang Putih


Bawang putih dapat digunakan untuk pengobatan alternatif
sebagai berikut:
a. Bawang putih Flu dan Batuk.
Kandungan sulfur yang terkandung dalam bawang putih
membuatnya memiliki bau dan rasa yang khas dapat
meningkatkan dan mempercepat kegiatan membran mucous di
saluran pernapasan, yang membantu melegakan pemampatan dan
mengeluarkan lendir. Bawang putih mentah mengandung
phytochemical yang dapat membantu membunuh bakteri dan
virus penyebab penyakit. Pada tahun 1992, peneliti dari
Universitas Brigham Young di Utah melaporkan bahwa bawang
tumbuk dalam minyak membunuh bukan hanya membunuh
rhinivirus tipe 2 (penyebab umun flu), tetapi juga membunuh 2
macam herpes (penyakit kulit menular) dan beberapa virus umum
lainnya.
Bagaimana cara memanfaatkannya? Makanlah bawang
putih sebanyak-banyaknya segera setelah anda merasa sakit atau
tambahkan bawang putih pada masakan. Anda juga dapat
membuat obat batuk dengan resep ini : Hancurkan bawang dan

masukan ke dalam susu dingin di dalam panci, lalu panaskan


sekitar 1-2 menit, dan minum hangat-hangat.
b. Bawang Putih dan Kolesterol
Sekarang ada lebih dari 12 studi yang dipublikasikan di
seluruh dunia yang memastikan bahwa bawang putih dalam
berbagai bentuk dapat menurunkan kolesterol. Oleh karena itu,
dapat disimpulkan bahwa bawang ini dapat menyembuhkan
tekanan darah tinggi, penyakit jantung. Salah satu studi yang
dipublikasikan di The Journal of The Royal College of
Physicians oleh Silagy CS dan Neil HAW tahun 1994
menyebutkan bahwa bawang putih merupakan agen untuk
mengurangi lemak. Penulis menyatakan bahwa suplemen bawang
merupakan bagian terpenting dalam penyembuhan kolesterol
tinggi. Menurutnya, secara keseluruhan, penurunan terjadi sebesar
12 % dari total kolesterol. Penurunan ini terjadi setelah 4 minggu
perawatan.
c. Bawang Putih dan Kanker
Bawang juga mempunyai kandungan untuk memerangi
kanker, terutama kanker perut dan usus besar. Organosulfida yang
terkandung dalam bawang putih membantu hati memproses
senyawa kimia beracun, termasuk senyawa kimia yang
menyebabkan kanker beberapa penelitian epidemiologis
menunjukan bahwa orang yang banyak mengkonsumsi bawang
putih lebih rendah resikonya terkena kanker perut dan usus besar.
Untuk memastikan bahwa anda akan mendapatkan hasil yang
maksimal, peneliti dari Penn State Unipersity merekomendasikan
untuk membiarkan dulu potongan atau tumbukan bawang selama
paling sedikit 10 menit, memberi waktu bawang itu membentuk
kandungan-kandungan yang membantu memerangi kanker.
d. Bawang Putih dan Kehamilan
Riset terbaru menunjukkan bahwa menkonsumsi bawang
putih selama kehamilan mengurangi resiko komplikasi kehamilan
pre-eclampsia (meningkatkan tekanan darah kandungan protein
dalam urine). Studistudi juga mengungkapkan bahwa bawang
putih juga membantu menaikkan lambatnya berat badan bayi
yang terlalu kecil. Riset dilakukan oleh Dr. D. Sooranna, Ms J.
Hirani dan Dr. I Das di Academic Department of Obsterrics dan
Gynaecology, Chelsea dan Westminster Hospital in London UK.
Mereka menyimpulkan bahwa walaupun pre-eclampsia dan
kelambatan pertumbuhan merupakan kondisi yang kompleks,
mengkonsumsi tablet bawang putih secara standar selama masa
kehamilan dapat mengurangi kemungkinankemungkinan

komplikasi pada kelahiran. Mereka memfokuskan pada


kelambatan pertumbuhan pada bayi dan pre-eclampsia, kondisi
yang sangat berbahaya bagi ibu dan anak yang terjadi pada kira
kira satu diantara sepuluh kehamilan.
Eksperimen menunjukkan bahwa menambahkan ekstrak
bawang putih pada selsel plasenta yang kemungkinan menderita
kondisikondisi
tersebut
terbukti
dapat
menstimulasi
pertumbuhan. Lebih jauh lagi, kegiatan enzimenzim penting
yang berkurang pada kehamilan tidak normal juga sangat
meningkat dengan diberikannya bawang putih.
e. Sebagai Penyembuh Wasir
Pertama bersihkan dulu daerah anus dan sekitarnya dengan
air hangat dan sabun, oleskan jus/beberapa siung bawang putih
yang sudah dimemarkan sebanyak 3-5 kali pada anus yang telah
dibersihkan, tunggu beberapa menit lalu bersihkan.
f. Meningkatkan Stamina
Setelah dikaji secara mendalam, ternyata bawang putih
dapat menjadi sumber stamina dan kekuatan fisik yang tinggi.
Walaupun sebelumnya mereka jarang sekali sakit, tiba-tiba
mereka mudah terserang flu, orang orang seperti inilah yang
terutama membutuhkan daya pembangun stamina yang terdapat
di bawang putih. Orang-orang yang mudah lelah seharusnya
menambah stamina mereka dengan makan sedikit bawang putih
setiap hari dalam jangka waktu yang lama. Caranya, bisa kita
campurkan dalam olahan masakan kita dan menelannya.
g. Mengontrol Gejala Diabetes
Diabetes mellitus adalah suatu penyakit bawaan yang
ditandai oleh tak cukupnya insulin di dalam tubuh, sebagai akibat
kelebihan gula di dalam darah dan urine, serta kelaparan yang
hebat dan kehausan. Penderitanya selalu ingin makan yang manismanis, dan walaupun ia suka makan yang manis-manis dan
makanan lainnya, berat badan cenderung berkurang. Gejala
utamanya, menurunnya daya tahan tubuh terhadap kuman dan
bakteri gangguan kulit serta berkurangnya gairah seksual,
penyakit usus dan pembuluh darah. Penggunaan bawang putih
secara bijaksana dalam diet merupakan salah satu cara
mendapatkan manfaat terbesar dari makanan yang dimakan
dengan demikian menyumbang pada kondisi tubuh yang baik.

3. KERANGKA PIKIR

Ekstrak Ethanol Bawang


Putih (Allium sativum)

Alisin

Flavonoid

Aktivitas Juvenile
Hormone

Saponin

Efek Ecdyson Blocker

Pengaruh terhadap
perilaku larva

Kematian larva nyamuk


Anopheles spp

4.

HIPOTESIS
a. Pemberian ekstrak bawang putih (Allium sativum) dapat membunuh
larva nyamuk Anopheles spp.
b. Ekstrak bawang putih (Allium sativum) memiliki efektivitas dalam
pemberantasan larva nyamuk Anpheles spp.
c. Adanya tingkat mortalitas yang tinggi pada larva nyamuk Anpheles
spp yang dissebabkan oleh ekstrak bbawaang putih

BAB III
METODE PENELITIAN

1. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN


Waktu penelitian adalah lama waktu yang diperlukan untuk melakukan
penelitian. Untuk melakukan penelitian ini dibutuhkan waktu selama kurang
lebih 4 bulan (penyusunan proposal sampai penyusunan laporan hasil
penelitian)
Tempat penelitian adalah lokasi yang digunakan untuk melakukan
penelitian. Penelitian ini dilakukan di Desa Sekaran Kecamatan Gunungpati
Kota Semarang dan dilanjutkan di Laboratorium Fisiologi Hewan Jurusan
Biolgi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri
Semarang.
2. JENIS PENELITIAN
Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kuantitatif atau penelitian
eksperimental laboratorium, yaitu penelitian dengan memberikan perlakuan
atau manipulasi kepada subjek penelitian.
5. RANCANGAN PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non
faktorial. Faktor yang diteliti adalah perlakuan ekstrak bawang putih dengan
lima taraf konsentrasi yaitu:
B1 0% : kontrol dengan hanya 200 ml aquades
B2 5% : 10 gram bawang dicampur putih dengan 200 ml aquades
B2 10% : 20 gram bawang dicampur putih dengan 200 ml aquades
B3 15% : 30 gram bawang dicampur putih dengan 200 ml aquades
B5 20% : 40gram bawang putih dicampur dengan 200 ml aquades
6. VARIABEL
1. Variabel bebas:
Konsentrasi ekstrak bawang putih.
2. Variabel terikat:
Mortalitas larva nyamuk Anopheles spp.
3. Variabel kontrol:
Pelarut bawang putih, kualtas air, suhu, pH.

7. ALAT DAN BAHAN


a. Alat
Pisau
Gelas beaker
Kasa
Timbangan
Pipet
Satu set alat pengekstrak
b. Bahan
Larva nyamuk Anopheles spp sebanyak 600 ekor
Bawang putih (Allium sativum) sebanyak 300 gram
Aquades 3000 ml
8. PREOSEDUR PENELITIAN
Pertama siapkan 5 kelompok wadah gelas plastik di mana masingmasing kelompok terdiri dari 3 wadah gelas plastik, yang masing-masing
gelas akan menjadi tempat percobaan.
1) Pada kelompok I diberi 200 ml air.
2) Pada kelompok II diberikan ekstrak bawang putih dengan dosis 10
g/200 ml air (5%).
3) Pada kelompok III diberikan ekstrak bawang putih dengan dosis 20
g/200 ml air (10%).
4) Pada kelompok IV diberikan ekstrak bawang putih dengan dosis 30
g/200 ml air (15%).
5) Pada kelompok V diberikan ekstrak bawang putih dengan dosis 40
g/200 ml air (20%).
6) Masukkan 40 ekor larva Anopheles spp pada masing-masing gelas
tersebut.
7) Pengamatan dilakukan setelah 24 jam, kemudian dicatat jumlah larva
yang mati pada tiap-tiap kelompok.
9. JENIS DAN CARA PENGUKURAN DATA
Konsentrasi
Larutan (%)

Jumlah
Larva

0
5
10
15
200

40
40
40
40
40

Jumlah Larva Yang Mati Dalam Waktu 1 X 24 Jam


Pengulangan
I

Pengulangan
II

Pengulangan
III

Rata
-rata

Persentase
(%)

10. TEKNIK ANALISIS DATA


Data yang didapat dari percobaan dianalisis dengan menggunakan uji
Anava satu arah dengan = 0,05, kemudian dilanjutkan dengan uji beda ratarata LSD dengan = 0,05. Selain itu, LD50 ditentukan dengan menggunakan
analisis probit.
11. DEFINISI OPERASIONAL
Ekstrak bawang putih merupakan larutan dalam aquades dan memiliki
seluruh bahan yang terkandung dalam tumbuhan segarnya, sebanding
dengan material awalnya, yang tetap tinggal hanyalah bahan yang tidak
terlarut..
Insektisida nabati merupakan insektisida yang berfungsi seperti
insektisida kimia sintetis yang digunakan untuk pengendalian hama dan
dibuat dari ekstrak tanaman.
Efektifitas merupakan jumlah mortalitas larva nyamuk Anopheles sp
setelah diberi ekstrak umbi bawang putih.