Anda di halaman 1dari 10

PERTANYAAN LUKA BAKAR

1. Apa yang di maksud dengan luka bakar ?


Luka bakar adalah luka yang disebabkan oleh perpiondahan energi dari sumber panas ke
tubuh ( Christantie Effendi, 1999)
2. Apa penyebab luka bakar menurut Huddak dan Gallo ?
Perpindahan energi dari sumber panas ketubuh, yang dapat dikategorikan dalam
( Huddak dan Gallo,1999)
a. Luka bakar Termal
b. Luka Bakar Radiasi
c. Luka bakar kimia
d. Luka bakar listrik
3. Sebutkan patofisiologi luka bakar ?
Luka bakar disebabkan oleh perpinadahan energi dari sumber panas ke tubuh. Panas
tersebut mungkin dipindahkan melalui konduksi atau radiasi elektromagnetik. Luka bakar
dikategorikan sebagai luka bakar termal, radiasi, atau luka bakar kimiawi. Kulit dengan
luka bakar akan mengalami kerusakan pada epidermis, dermis, maupun jaringan sub
kutan tergantung faktor penyebab dan lamanya kulit kontak dengan sumber panas/
penyebabnya. Dalamnya luka bakar akan mempengaruhi kerusakan / gangguan integritas
kulit dan kematian sel-sel.
Luka bakar mengakibatkan peningkatan permeabilitas pembuluh darah sehingga air,
natrium, klorida, dan protein tubuh akan keluar dari dalam sel dan menyebabkan
terjadinya edema yang dapat berlanjut pada keadaan hipovolemia dan hemokonsentrasi.
4. Sebutkan factor penyebab luka bakar ?
Faktor penyebab beratnya luka bakar :
a. Keluasan luka bakar
b. Kedalaman luka bakar
c. Umur pasien
d. Agen penyebab
e. Fraktur atau luka-luka lain yang menyertai
f. Penyakit yang dialami terdahulu, seperti : DM, Jantung, Ginjal, dll
g. Obesitas
h. Trauma Inhalasi
5. Sebutkan klasifikasi dari luka bakar ?

a. Kedalaman Luka Bakar


b. Keparahan Luka Bakar
6. Sebutkan klasifikasi kedalaman luka bakar ?
a. Luka bakar derajat satu
b. Luka bakar derajat dua
c. Luka bakar derajat tiga
7. Jelaskan luka bakar derajat satu ?
Epidermis mengalami kerusakan atau cedera dan sebagian dermis turut cedera. Luka
tersebut bisa terasa nyeri, tampak merah dan kering seperti luka bakar matahari atau
mengalami lepuh/bullae.
8. Jelaskan luka bakar derajat dua ?
Meliputi destruksi epidermis serta lapisan atas dermis dan cedera pada bagian dermis
yang lebih dalam. Luka bakar tersebut terasa nyeri, tampak merah dan mengalami
eksudasi cairan. Pemutihan jaringan yang terbakar diikuti oleh pengisian kembali
kapiler; folikel rambut masih utuh.
9. Jelaskan luka bakar derajat tiga ?
Meliputi destruksi total epidermis serta dermis dan pada sebagian kasus, jaringan yang
berada di bawahnya. Warna luka bakar sangat bervariasi mulai dari warna putih hingga
merah, cokelat atau hitam. Daerah yang terbakar tidak terasa nyeri karena serabutserabut sarafnya hancur. Luka bakar tesebut tampak seperti bahan kulit. Folikel rambut
dan kelenjar keringat turut hancur.
10. Sebutkan keparahan luka bakar ?
a. Luka bakar minor
b. Luka bakar sedang tak terkomplikasi
c. Cedera luka bakar mayor
11. Jelaskan luka bakar minor ?
Cedera ketebalan parsial dengan LPTT lebih kecil dari 15 % pada orang dewasa atau
LPTT 10 % pada anak-anak atau cedera ketebalan penuh LPTT kurang 2 % yang tidak
disertai komplikasi.
12. Jelaskan luka bakar sedang tak terkomplikasi ?

Ketebalan parsial dengan LPTT dari 15 % sampai 25 % pada orang dewasa atau LPTT
dari 10 % sampai 20 % pada anak-anak atau cedera ketebalan penuh dengan LPTT
kurang dari 10 % tanpa disertai komplikasi.
13. Jelaskan luka bakar mayor ?
Cedera ketebalan parsial dengan LPTT lebih dari 25 % pada orang dewasa atau lebih dari
20 % pada anak-anak. Cedera ketebalan penuh dengan LPTT 10% atau lebih besar.
14. Sebutkan manifestasi klinis ?
a. Cedera Inhalasi
b. Manifestasi hematologi
c. Elektrolit
d. Ginjal
e. Metabolik
15. Jelaskan cedera inhalasi dari luka bakar ?
a. Keracunan karbon monoksida
b. Distress pernafasan
c. Cedera pulmonal
16. Jelaskan keracunan karbon monoksida ?
Karakteristik tanda fisik tidak ada dan warna kulit merah bertanda cheery hampir tidak
pernah terlihat pada pasien luka bakar. Manifestasi Susunan Syaraf Pusat dari sakit
kepala sampai koma hingga kematian.
17. Jelaskan distress pernafasan ?
Penurunan oksigenasi arterial akibat rendahnya perfusi jaringan dan syok. Penyebab
distress adalah edema laring atau spasme dan akumulasi lendir. Adapun tanda-tanda
distress pernafasan yaitu serak, ngiler dan ketidakmampuan menangani sekresi.
18. Jelaskan cedera pulmonal ?

Inhalasi produk-produk terbakar tidak sempurna mengakibatkan pneumonitis kimiawi.


Pohon pulmonal menjadi teriritasi dan edematosa pada 24 jam pertama. Edema pulmonal
terjadi sampai 7 hari setelah cedera. Pasien irasional atau tidak sadar tergantung tingkat
hipoksia. Tanda-tanda cedera pulmonal adalah pernafasan cepat dan sulit, krakles, stridor
dan batuk pendek.
19. Jelaskan manifestasi hematologi dari luka bakar ?
Hematokrit meningkat sekunder kebocoran kapiler dan kehilangan volume plasma di
sirkulasi. Menurunnya sel darah putih dan trombosit serta meningkatnya leukosit.
20. Sebutkan pengkajian luka bakar ?
a. Presentase luas permukaan tubuh (LPT) yang terbakar
b. Kedalaman luka bakar
c. Usia korban
d. Riwayat medis
e. Cedera yang bersamaan
21. Sebutkan derajat luka bakar ?
KEDALAMAN

JARINGAN YANG TERKENA

Ketebalan Parsial superfisial

Kerusakan Epitel minimal

(Derajad I)
Ketebalan Parsial Dangkal

Epidermis & minimal epidermis

(Derajad II)
Ketebalan Parsial Dermal Dalam Seluruh Epidermis, sebagian
(Derajad II)
Ketebalan Penuh
(Derajad III)

epidermis lapisan rambut epidermal, dan kelejar keringat utuh.


Semua yang diatas dan bagian lemak sub
kutan ; dapat mengenai jaringan ikat,

otot, tulang.
22. Sebutkan LPT yang terbakar ?
Metode Rule Of Nine untuk menentukan presentase luas permukaan tubuh yang
mengalami cedera luka bakar
a. Kepala
9%

b. Ekstremitas atas kanan


9%
c. Ekstremitas atas kiri
9%
d. Ekstremitas bawah kanan
18%
e. Ekstremitas bawah kiri
18%
f. Trunkus Anterior
18%
g. Trunkus Posterior
18%
h. Perineum
1%
i. Total
100%
23. Jelaskan usia korban mempengaruhi luka bakar ?
Usia klien mempengaruhi keparahan dan keberhasilan dalam perawatan luka bakar.
Angka kematian terjadi lebih tinggi jika luka bakar terjadi pada anak-anak yang berusia
kuarang dari 4 tahun, terutama mereka dalam kelompok usia 0-1 tahun dan klien yang
berusia diatas 65 tahun.
24. Jelaskan riwayat medis mempengaruhi luka bakar ?
Apakah klien mempunyai penyakit yang dapat melemahkan kemampuan untuk mengatasi
perpindahan cairan dan melawan infeksi misalnya : Diabetus Mellitus, gagal jantung
kongestif dan serosis hepatis. Atau bila terdapat masalah-masalah ginjal, pernapasan, atau
gastrointestinal. Beberapa masalah seperti DM, gagal renal, dapat menjadi akut selama
proses kebakaran. Jika terjadi cedera inhalasi pada keadaan penyakit kardiopulmonal
misal : gagal jantung kongestif, emfisema,maka status pernapasan akan sangat terganggu.
25. Jelaskan cedera bersamaan mempengaruhi luka bakar ?
Adalah penting untuk memperoleh riwayat yang singkat dari pasien dan memeriksa
cedera yang terjadi secara bersamaan. Pasien luka bakar bisanya sadar dan terjaga,
sehingga setiap perubahan pada status neurologi biasanya menunjukan gajala lain, seperti
anoreksia, cedera kepala, penggunaan obat dan intoksikasi, hipoglikemi atau infark
miokard. Luka bakar tidak berdarah oleh karenanya, setiap perdarahan eksternal,
menunjukkan laserasi struktur yang lebih dalam. Ekstremitas harus dikaji terhadap
fraktur.
26. Sebutkan penatalaksanaan fase resusitatif ?
Perawatan di Tempat Kejadian
Perawatan di Unit Gawat Darurat
Perawatan di Unit Perawatan Kritis
27. Jelaskan perawatan di tempat kejadian ?
Prioritas pertama adalah menghentikan proses kebakaran dan mencegah mencederai
diri sendiri. Berikut prosedur emergensi tambahan :

Mematikan api

Mendinginkan luka bakar

Melepaskan benda penghalang

Menutup luka bakar

Mengirigasi luka bakar kimia.

28. Jelaskan perawatan di unit gawat darurat ?


Prioritas pertama di UGD tetap ABC. Untuk cedera paru ringan, udara pernafasan
dilembabkan dan pasien didorong batuk sehingga sekret bisa dikeluarkan dengan
penghisapan. Untuk situasi parah pengeluaran sekret dengan penghisapan bronkus dan
pemberian preparat bronkodilator serta mukolitik. Jika edema jalan nafas, intubasi
endotrakeal mungkin indikasi. Continuous positive airway pressure dan ventilasi mekanis
mungkin perlu untuk oksigenasi adekuat.
Kanula Intra Vena dipasang pada vena perifer atau dimulai aliran sentral. Untuk LPTT di
atas 20%-30% harus dipasang kateter pengukuran haluaran urine. NGT untuk resiko ileus
paralitik dengan LPTT lebih 25%. Untuk cedera inhalasi atau keracunan monoksida
diberikan oksigen 100% dilembabkan.
Tanggung jawab keperawatan termasuk pemantauan terhadap cedera inhalasi,
pemantauan resusitasi cairan, pengkajian luka

bakar, pemantauan tanda-tanda vital,

pengumpulan riwayat kesehatan yang akurat dan tindakan kedaruratan.


29. Jelaskan perawatan di unit perawatan kritis ?
Resusitasi cairan adalah intervensi primer pada fase ini. Tujuan dari fase
perawatan ini adalah untuk :
a).

Memperbaiki defisit cairan, elektrolit dan protein.

b).

Menggantikan kehilangan cairan berlanjut dan mempertahankan keseimbangan

cairan.
c).

Mencegah pembentukan edema berlebihan

d).

Mempertahankan haluaran urine pada dewasa 30 sampai 70 ml/jam.

Formula untuk penggantian cairan secara umum dilakukan penggantian


kehilangan kristaloid ( RL: mendekati komposisi cairan ekstravaskuler, molekulnya
besar dapat mengembangkan volume plasma yang bersirkulasi ) dan koloid. Setelah 24
jam pertama penggantian kehilangan air evaporatif dengan dekstrosa/air (5DW) 5%
untuk pertahankan natrium 140mEq/L.
Berikut pedoman dan rumus untuk penggantian cairan luka bakar :
a).

Rumus Konsensus
Larutan Ringer Laktat (atau saline lainnya) : 2-4 ml x kg BB x % luas luka

bakar. Separuh diberikan dalam 8 jam pertama; sisanya diberikan dalam 16 jam
berikutnya.
b).

Rumus Evans

Koloid : 1 ml x kg BB x % luas luka bakar

Elektrolit (salin) : 1 ml x kg BBx % luas luka bakar

Glukosa (5 % dalam air) : 2000 ml untuk kehilangan insensibel


Hari 1 : Separuh diberikan dalam 8 jam pertama; separuh sisanya dalam 16 jam
berikutnya.
Hari 2 : separuh dari cairan elektrolit dan koloid yang diberikan pada hari
sebelumya; seluruh penggantian cairan insensibel.
Maksimum 10.000 ml selama 24 jam. Luka bakar derajat dua dan tiga yang
melebihi 50 % luas permukaan tubuh dihitung berdasarkan 50% luas permukaan
tubuh.
c).

Rumus Brooke Army

Koloid : 0,5 ml x kg berat badan x % luka bakar

Elektrolit ( larutan ringer laktat ): 1,5 ml x kg berat badan x % luas luka bakar

Gukosa 5 % dalam air : 2000ml untuk kehilangan insensibel.


Hari 1 : separuh diberikan dalam 8 jam pertama; separuh sisanya dalam 16 jam
berikutnya.

Hari 2 : separuh dari cairan koloid yang diberikan pada hari sebelumnya;
seluruh pengantian cairan insensibel.
Luka bakar derajad dua dan tiga yang melebihi 50 % luas permukaan tubuh
dihitung berdasarkan 50 % luas permukaan tubuh.
d).

Rumus Parkland/Baxter
Larutan RL : 4 ml x kg BB x % luas luka bakar
Hari 1 : separuh diberikan dalam 8 jam pertama; separuh dalam 16 jam

berikutnya.
Hari 2 : bervariasi. Ditambahkan koloid.
e).

Larutan salin hipertonik


Larutan pekat natrium klorida ( NaCl ) dan laktat dengan konsentrasi 250-300

mEq natrim per liter yang diberikan pada kecepatan yang cukup untuk
mempertahankan volume keluaran urin yang diinginkan. Jangan meningkatkan
kecepatan infus selama 8 jam pertama pasca luka bakar. Kadar natrium serum harus
dipantau dengan ketat, tujuan : meningkatkan kadar natrium serum dan osmolalitas
untuk mengurangi edema dan mencegah komplikasi paru.
30. Sebutkan komplikasi dari luka bakar ?
1. Curling Ulcer / dekubitus
2. Sepsis
3. Pneumonia
4. Gagal Ginjal Akut
5. Deformitas
6. Kontraktur
7. Hipertrofi jaringan parut
31. Sebutkan Yang penting besarnya perubahan fisiologi yang disertai dengan luka bakar
berkisar pada dua kejadian yang mendasari ?
Kerusakan langsung pada kulit dan gangguan fungsinya.
Stimulasi kompensasi reaksi pertahanan masif yang meliputi pengaktifan respon

keradangan.

32. Jelaskan kerusakan langsung pd kulit dan gangguan fungsinya ?


Tubuh mempunyai beberapa metode untuk mengkompensasi terhadap luasnya variasi
dalam temperatur eksternal. Sirkulasi darah bertindak menghasilkan dan menghantarkan
panas, penghantaran pasas yang efisien di bawah normal. Bila panas diberikan pada kulit
maka temperatur subdermal segera meningkat dengan cepat. Segera sumber panas
dipindah (diangkat), tubuh akan kembali normal dalam beberapa detik. Jika sumber panas
tidak segera dihilangkan atau diberikan rata-rata atau pada tingkat yang melebihi
kapasitas kulit untuk menghantarkannya, maka terjadilah kerusakan kulit. Paparan panas
yang relatif rendah yang lama atau paparan pendek temperaturnya yang lebih tinggi dapat
menyebabkan kerusakan kulit yang progresif pada tingkat yang lebih dalam. Kebanyakan
luka bakar pada ukuran yang berarti menyebabkan kerusakan sel melalui semua lapisan,
meskipun tidak sama pada semua area.
Ketebalan kulit yang terlibat tergantung pada kerusakan jaringan yang disebabkan oleh
panas. Panas yang kurang dalam waktu yang diperlukan untuk kerusakan pada daerah
tubuh dengan kulit tipis sebanding dengan daerah dimana kulit lebih tebal. Kulit yang
paling tebal adalah pada daerah belakang dan paha, dan yang paling tipis sekitar tangan
bagian medial, batang hidung dan wajah. Kulit umumnya lebih tipis pada anak-anak dan
orang tua dari pada dewasa pertengahan. Orang tua mempunyai penurunan lapisan
subkutan, kehilangan serat elastik dan pengurangan semua kemampuan untuk merespon
terhadap trauma.
33. Jelaskan Stimulasi kompensasi reaksi pertahanan masif yang meliputi pengaktifan respon
keradangan ?
Beberapa luka jaringan yang diterima tubuh sebagai ancaman homeostasis yang normal
adalah respon pertahanan yang dirangsang sebagai sebagai kondisi dan kerusakan, urutan
respun aktual ini selalu sama. Besarnya respon tergantung pada intensitas dan lamanya
permulaam kerusakan. Satu hal yang penting untuk diingat dahwa respon keradangan
(inflamatory respon) merupakan mekanisme kompensasi yang segera membantu tubuh
bila invasi atau luka terjadi. Aksi-aksi ini merencanakan pertahanan lokal dan dalam
waktu yang relatif pendek. Bila aksi-aksi ini menyebar cepat dan menetap, maka akan

menyebabkan komplikasi fisiologis yang merugikan yang juga mempengaruhi pertahanan


homeostasis.
Respon terhadap keradangan pada luka terjadi secara primer pada tingkat vasculer.
Kerusakan jaringan dan makrofage dalam jaringan mengurangi kelenjar kimia tubuh
(histamin, bradikinin, serotonin dan vasoaktif-amin yang lain) yang menyebabkan dilatasi
pembuluh darah (vaso) dan meningkatkan permiabilitas kapiler. Bila kerusakan jaringan
bersifat luas, substansi ini disekresi dalam jumlah besar, diedarkan secara sistemik dan
menyebabkan perubahan vaskuler pada semua jaringan. perubahan vaskuler ini
bertanggungjawab terhadapmanifestasi klinik dini pembuluh darah (kardiovasculer) dan
komplikasi yang menyertai luka bakar. Substansi ini juga mempengaruhi darah dan
pembuluh darah, substansi kimiawi (chemotaksik) yang disertai oleh jaringan makrofage
yang mengikal leukosit khusus pada lokasi luka dan merubah sumsum tulang dan
kematangan leukosit. Perubahan ini segera menyeluruh dan lebih jauh mempengaruhi
fungsi kekebalan tubuh.