Anda di halaman 1dari 8

TUGAS KELOMPOK

Akuntansi Manajemen dan Biaya

Case Western Chemical Corporation

Disusun Oleh :
Nurul Yusyawiru
M Akmal Adrianza

MAGISTER AKUNTANSI
UNIVERSITAS INDONESIA
2015/2016

STATEMENT OF AUTHORSHIP
Saya/kami yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa
makalah/tugas terlampir adalah murni hasil pekerjaan saya/kami sendiri.
Tidak ada pekerjaan orang lain yang saya/kami gunakan tanpa
menyebutkan sumbernya.
Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk
makalah/tugas pada mata ajaran lain, kecuali saya/kami menyatakan
dengan jelas bahwa saya/kami meng-gunakannya.
Saya/kami memahami bahwa tugas yang saya/kami kumpulkan ini dapat
diperbanyak dan atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya
plagiarisme.
Nama Mahasiswa

: M. Akmal
: Nurul Yusyawiru

Kelas

: A/2015-2 & 2P/2015-2 (Pagi)

Mata Ajaran

: Akuntansi Manajemen Biaya

Judul Makalah/Tugas
Manajemen

Pembahasan

Problem

Hari, Tanggal

: Senin, 11 April 2016

Nama Pengajar

Tandatangan

M. Akmal

dan

Kasus

Akuntansi

Nurul Yusyawiru

Case : Western Chemical Corporation (WCC)


Pada tahun 1995, WCC telah berdiri selama 75 tahun dan masuk kedalamlist
Fortune 300 di kategori perusahaan kimia. WCC bergerak sebagian besar dalam
bidang yang berhubungan dengan bahan dan proses kimia untuk air dan limbah selain
pelayanan kimia dibidang manufaktur. WCC mengedepankan kualitas pelayanan dan
pemecahan masalah yang diberikannya terhadap konsumen. WCC memiliki 4.900
karyawan dan mempunyai lebih dari 35 pabrik di 19 negara. Dimana disetiap
negaranya memiliki perjanjian kepemilikan yang berbeda-beda. Beberapa pabrik
dimiliki penuh oleh WCC dan lainnya beroperasi sebagai joint venture dengan afiliasi
lokal.
Permasalahan mulai terjadi di WCC ketika ada pertanyaan-pertanyaan dari
Analis Industri Kimia mengenai perusahaan mereka. Sehingga mereka menyadari
bahwa sebenarnya mereka belum memahami cara yang paling baik untuk mengukur
dan melaporkan kinerja dari operasi asing. Karena adanya perbedaan sususan
kepemilikan dan penggunaan pendanaan lokal, ketika menggunakan prinsip akuntansi
lama yang standard, sering menghasilka laporan keuangan yang tampaknya berbeda
dengan apa yang sebenarnya terjadi. Hal ini menimbulkan masalah dengan
perusahaan karena orang-orang tidak terbiasa dengan operasi yang dijalankan WCC
dimana ketika menyusun laporan keuangan dan mengambil kesimpulan harus
memperhatikan hubungan operasi yang satu dengan yang lainnya.
Informasi keuangan mengenai operasi WCC yang beradi diluar negeri
disiapkan oleh akuntan yang juga menangani akuntansi perusahaan dan
menyiapkannya setiap tiga bulan sekali dan juga laporan tahunan. Database tunggal
digunakan untuk seluruh pencatatan akuntansi selama beberapa tahun terakhir yang
diyakini dapat memberikan informasi kepada manager maupun pihak eksternal dari
perusahaan.
Ada tiga buah pabrik yang dibangun pada periode 1991-1993 dan cocok untuk
menjelaskan keadaan tersebut yaitu, pabrik yang dibangun di pinggiran kota Prague
merupakan sebuah pabrik joint venture dengan partner local. Dimana total investment

nya bekisar $35-$40 juta, termasuk modal kerja. WCC memiliki kontrol dalam joint
venture tersebut dan dalam mengoperasikan pabriknya. Perusahaan menginvestasikan
sekitar $5 juta dalam joint venture tersebut selain itu investasi juga berasal dari
partner lokal dan peminjaman.
Di Polandia, WCC mendirikan pabrik yang sepenuhnya dikontrok oleh mereka
dengan total investasi modal yang berkisaran $40-$45 juta yang didanai oleh WCC
tanpa utang eksternal. Dan yang terakhir yaitu pabrik yang didirikan di Malaysia
dimana dimiliki penuh oleh WCC yang berfungsi untuk menambah kapasitas di
regional Pasifik, tetapi pabrik ini dianggap menjadi bagian dari pelayanan kapasitas
produksi perusahaan di pasar global. Investasi di pabrik ini mencapai $35 juta.

Questions
1. What is causing the problem in measuring division performance at WCC?
Sebagai perusahaan multinasional seharusnya WCC memiliki pengukuran
performa yang beragam tidak hanya sebatas satu saja, yaitu EVA.
Perusahaan multinasional menghadapi masalah yang lebih beragam
dibanding perusahaan yang mendapat penghasilan dari satu negara. Sebagai
contoh, efek pajak, struktur politik, dan regulasi adalah faktor makro yang
melekat pada suatu negara sebagai tempat operasi. Di sisi lain, sumber daya
yang dikelola pun berbeda sebagai contoh tingkat sumber daya manusia dan

infrastruktuk negara itu.


Terlebih pada beberapa pabrik, kepemilikannya tidak seluruhnya dimiliki

oleh WCC namun berbagi dengan pengusaha lokal.


Adanya sentralisasi dalam proses penyusunan laporan keuangan sehingga
terjadi ketidak akuratan dalam pelaporan keuangan, dimana disatu divisi
menunjukkan kerugian sedangkan divisi lain justru over estimated. Karena
mereka menggunakan satu dasar dalam pencatatannya. Seharusnya setiap
divisinya harus diperlakukan secara berbeda karena ada perbedaan dalam

pendanaan dan struktur perusahaan.


Adanya bentuk afiliasi dan perjanjian kepemilikan baru yang memiliki

kompleksitas yang berbeda.


Kurangnnya pelaporan mengenai hubungan antara setiap pabrik tersebut.

2. Are there alternative methods for measuring division performance that


would avoid the problems that WCC management is having with the
methods that they have been using?
Ada. Seperti ROI, Residual Income, Asset Turnover, Return on Sales dan juga
Economic Value Added. ROI adalah perbandingan antara pendapatan operasi dan aset
produktif, maka semakin tinggi ROI semakin produktif aset dalam menghasilkan
laba. Residual Income adalah selisih dari pendapatan operasi dan pendapatan
minimum dari aset operasi perusahaan. Semakin besar selisihnya maka semakin

banyak pendapatan yang dihasilkan. Asset Turnover merupakan perbandingan sales


dan asset, seberapa baik nilai aset dalam menghasilkan pendapatan. Return on sales
adalah perbandingan dari EBIT terhadap sales, seberapa banyak dari sales yang
menjadi EBIT. Dalam kasus ini WACC lebih tepat apabila menggunakan EVA, karena
metode lainnya merupakan ratio yang berguna apabila menghitung performa
divisional karena metode-metode tersebut tidak memperhitungkan interests, fees dan
taxes yang terjadi karena perbedaan struktur kepemilikan. Dimana dengan
menggunakan EVA akan lebih terlihat penjelasan mengenai hal-hal yang terjadi
tersebut.

3. Evaluate the approach to using Economic Value Added (EVA) that WCC
management is discussing and using experimentally. What are the
strengths and weaknesses of this approach?
Evaluasi mengenai pengukuran kinerja dengan menggunakan EVA :

Dengan menggunakan EVA, maka laporan kinerja keuangan masing-masing


pabrik yang mempunyai kondisi yang berbeda dapat diperbandingkan dan

akan memberikan hasil yang konsisten.


Pemisahan sumber pendanaan secara jelas, karena adanya pendanaan yang
berasal dari pinjaman eksternal.

Keunggulan EVA
a) Berfokus dalam perhitungan nilai tambah dengan memperhitungkan biaya
modal sebagai konsekuensi investasi
b) Relatif lebih mudah dilakukan, namun yang menjadi masalah ialah
perhitungan biaya modal, memerlukan data yang lebih banyak dan analisis
yang lebih mendalam
c) EVA dapat digunakan secara mandiri tanpa memerlukan data pembanding
seperti standar atau perusahaan lain, sebagaimana konsep penilaian dengan
menggunakan analisa resiko.
Kelemanahan EVA

a) Sulit dalam mementukan biaya modal secara objektif, karena dana investasi
dapat saja berasal dari berbagai sumber dengan tingkat biaya modal yang
berbeda dan bahkan biaya modal mungkin saja merupakan biaya peluang
b) Sangat bertumpu terhadap transparansi internal dalam perhitungannya
sementara banyak perusahaan yang kurang transparan dalam mengemukakan
kondisi internalnya
c) EVA tidak memperlihatkan performa dimasa depan maupun trend
d) Terlalu bertumpu pada keyakinan bahwa investor sangat mengandalkan
pendekatan fundamental dalam mengkaji dan mengambil keputusan untuk
menjual atau membeli saham tertentu, padahal faktor-faktor lain terkadang
lebih dominan
4. How should the performance of divisions of WCC be measured?
Tidak ada satu rasio atau metode yang dapat menjelaskan secara lengkap mengenai
kinerja suatu divisi. EVA dapat digunakan untuk menghitung laba ekonomis suatu
divisi tetapi perlu digunakan rasio lainnya seperti ROI, ROA, Asset Turnover untuk
melengkapi gambaran kinerja suatu divisi.
5. What should Samantha Chu tell the analyst if he asks specially about the
investments in Czech Republic, Poland and Malaysia?
Samantha Chu harus menjelaskan bentuk usaha, hukum serta struktur kepemilikan
dimasing-masing pabrik dan pengaruhnya terhadap kinerja keuangan pabrik tersebut.
Dimana pabrik di Prague didirikan atas kerja sama dengan partner lokal untuk satu
tujuan dengan beberapa syarat seperti terdapatnya management fee. Laba/rugi atas
pabrik ini akan ditanggung bersama oleh WCC maupun partner lokal sesuai hak dan
kewajiban masing-masing. Pabrik di Polandia merupakan sebuah anak perusahaan
sehingga tidak ada management fee yang harus ditanggung WCC, laba/rugi
sepenuhnya menjadi hak WCC. Sedangkan pabrik di Malaysia didirikan dengan
tujuan untuk mendukung kapasitas produksi dikawasan Pasifik. Pabrik ini tidak
mencari keuntungan sendiri hanya mendukung kegiatan seluruh kawasan untuk
mendapatkan keuntungan lebih banyak.
Penilaian terhadap Kinerja divisi akan dijelaskan dalam file excel.
7