Anda di halaman 1dari 25

Sejarah Mesopotamia: Sumeria, Babilonia,

Assyria, Persia
Peradaban Mesopotamia meliputi Sumeria, Babilonia, Assyria, dan Persia. Sejarah Peradaban
tua Mesopotamia berkembang di antara dua sungai besar, Euphrat dan Tigris, yang merupakan
wilayah Irak sekarang. Kedua sungai tersebut berhulu di Pegunungan Armenia (sekarang Turki)
dan mengalir ke arah tenggara menuju Teluk Persia. Kawasan yang meliputi kurang lebih enam
ribu kilometer persegi tersebut memiliki kesuburan yang tinggi serta iklim yang nyaman.
Kawasan tersebut menjadi tempat kediaman berbagai bangsa dan tempat tumbuhnya peradaban
tinggi. Kawasan di sekitar Akkad atau Agade (sekarang Baghdad) diduduki oleh bangsa bangsa
Semit yang nomaden seperti Hebrew dan Arab. Di sebelah selatan datang bangsa Sumeria.
Bangsa yang diperkirakan berasal dan arah timur ini terdiri atas para petani dan membangun
kota-kota yang indah. Kira-kira tahun 4000 SM, bangsa yang tinggal di Mesopotamia telah
membangun sejumlah kota di sebelah selatan Mesopotamia Hilir yang kemudian dikenal sebagai
Sumer. Kerika bangsa ini berimigrasi ke arab Utara, mereka bertemu dengan bangsa Semit.
Pertemuan tersebut menghasilkan peradaban baru yang disebut Mesopotamia.

Mesopotamia

Sumeria
Sungai Tigris dan Eufrat berhulu di Pegunungan Armenia, bermuara di Teluk Persia. Keduanya
mengalir berdekatan hampir di muaranya. Wilayah itu sudah dihuni sejak sekitar tahun 4000
sebelum Masehi. Ada penyebutan berbeda tentang lembah Sungai Tigris dan Eufrat. Penulis
kuno menyebutnya Sumeria. sedangkan di dalam kitab Injil disebut lembah Shinar. Kita sekarang
menyebutnya Mesopotamia (negara Irak), artinya tanah di antara dua aliran sungai. Tanahnya

sangat subur karena sering dilanda banjir. Kesuburan itulah yang menarik perhatian suku-suku
bangsa pengembara di daerah padang pasir sebelah baratnya, atau penghuni gua-gua di bagian
timur. Suku bangsa itulah yang kemudian dikenal sebagai bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria
merupakan bangsa tertua yang mendiami daerah itu. Mereka meninggalkan kebudayaan
Mesopotamia kuno. Mula-mula mereka hidup berburu, kemudian mulai mengendalikan banjir.
Caranya dengan membuat benteng tanah, terowongan, dan saluran untuk meluruskan aliran
sungai. Fungsinya sebagai saluran pengairan yang menjadi tulang punggung pertanian di daerah
Mesopotamia.
Bangsa Sumeria kemudian mendirikan kota-kota dengan pemerintahan seperti sebuah negara
sehingga dikenal dengan sebutan Negara Kota. Bertambahnya jumIah penduduk membuat
wilayah kota menjadi sempit. Perluasan kota menimbulkan masalah pengairan di wilayah itu,
dan kadang-kadang menyebabkan terjadinya perang antarkota. Kemenangan perang berarti
mereka berhasil meluaskan wilayahnya. Kota-kota terkenal kuat dan kaya adalah Ur. Kish Larsa,
Lahash, Eridu, Nippur, dan Adab. Perang antarkota sering terjadi. Masing-masing kota
mempunyai tentara infantri, dan pasukan kereta perang yang ditarik keledai liar. Akibat perang
kemudian muncul kota yang benar-benar kuat dengan dinasti-dinasti yang tangguh, seperti Kish
Ur, Erech, dan Lagash. Sekeliling kota dipagar dengan tembok sampai tahun 3.000 SM. Kota
pertama yang diberi pagar tembok adalah Uruk dan tahun 2700-2650 SM. Bangsa Sumeria mahir
sekali membangun rumahnya dan anyaman sejenis daun ilalang, dilapisi lumpur lalu dikeringkan
dengan panas matahari. Mereka tidak membuat rumah dari batu sebab di daerah Mesopotamia
tidak ada batu.
Selain itu, bangsa Sumeria juga mahir menanam gandum. Sayur-sayuran, menenun kain, dan
memotong batang pohon untuk dijadikan roda kereta. Mereka merupakan bangsa yang pertama
kali menciptakan tulisan. Bentuk tulisannya segi tiga seperti paku. Kepandaian menulis itu
sangat penting, karena dengan tulisan orang dapat mengirim pesan atau menyimpan
pengetahuannya agar dibaca orang lain. Tulisan orang Sumeria digoreskan pada tanah liat lunak
lalu dijemur. Lempengan tanah liat memang berat tetapi tahan lama. Isi dan lempengan tanah liat
itu bermacam-macam, mulai dan surat dagang, kalender pertanian, resep obat sampai
peraturan/hukum. Hukum bangsa Sumeria merupakan hukum yang tertua di dunia. Dan naskah
tanah liat yang ditemukan di Uruk, dapat diketahui penguasa pertama di Uruk adalah Gilgamesh.
Ia menjadi tokoh di dalam kisah kepahhawanan di daerah Mesopotamia. Naskah tanah liat itu
juga ditemukan di kota-kota lainnya.Bangsa Sumeria juga merupakan bangsa pertama yang
membagi satu tahun menjadi 360 hari, satu jam terdiri 60 menit. Lalu membagi sebuah lingkaran
menjadi 360 derajat. Kota-kota bangsa Sumeria dilengkapi dengan kuil yang disebut Ziggurat.
Bangunan itu dibuat dari batu bata yang telah dibakar. Bentuknya seperti piramida yang didirikan
di atas sebuah bukit buatan. Bentuk bangunan Ziggurat hasil rancangan bangsa Sumeria
kemudian menjadi bentuk dasar seluruh arsitektur di daerah Mesopotamia. Di puncak bangunan
ada ruangan untuk dewa kota. Ruang itu bisa dicapai melalui tangga besar dan lantai dasar.
Untuk keperluan membuat patung dewanya, para pemahat mendatangkan batu dari daerah lain.
Setiap pergantian musim. bangsa Sumeria mengadakan persembahan kepada dewa kota. Mereka
percaya, hasil panen, kesehatan, dan keselamatan mereka bergantung pada kemurahan para
dewa. Persembahan mereka mulai dari gandum, wol, sampai perak. Beberapa raja Sumeria yang
terkenal ialah Enmebaragesi dari Dinasti Kish. Ia merupakan raja tertua dari daerah
Mesopotamia. Raja Dinasti Kish lainnya ialah Mesilim dan Urzababa. Raja yang terkenal dari
kota Ur ialah Mesannepada. Raja yang terkenal dari kota Lagash ialah Eannatum, dan Ur-Nashe.
Letak daerah Mesopotamia yang demikian baik, menyebabkan daerah itu kemudian berkembang

menjadi pusat perdagangan antara Arab di selatan dengan Armenia di utara dan India di timur
dengan daerah Timur Tengah di barat.

Babilonia
Bangsa Sumeria ditaklukkan oleh tetangganya, yaitu bangsa Semit yang tinggal di utaranya pada
Tahun 2300 sebelum Masehi. Bangsa Semit itu mungkin dekat hubungannya dengan bangsa
Sumeria. Mereka itu merupakan nenek moyang bangsa Yahudi dan Arab. Raja Semit yang
menaklukkan Sumeria bernama Sargon Agung. Wilayah kekuasaannya meliputi wilayah Sumeria
dan Akkadia (Mesopotamia). Ibu kotanya Agade (Akkad). Raja yang kemudian. Ur-Nammu
(2113-2096 SM), memerintah kerajaan yang besar. Untuk menunjukkan kekuasaannya ia
membangun Ziggurat yang sangat besar. Bangunan itu didirikan di atas bukit. Ada tiga tangga
untuk naik ke puncaknya, masing-masing terdiri seratus anak tangga. Daerah Sumeria terpecah
menjadi satuan-satuan kecil yang saling berperang. Menjelang tahun 2200 sebelum Masehi.
Salah satu kota yang menjadi pusat kebudayaan adalah kota Babilon (Babil). Menurut para ahli,
nama Babilonia berasal dan kata babila. Kata itu menurut ahli etimologi (ilmu yang mempelajari
asal kata), berasal dan kata babilu yang berarti gerbang menuju tuhan.
Sekarang kota Babilon terletak 97 kilometer di selatan Baghdad, di tepi Sungai Eufrat, Irak
Selatan. Kota itu merupakan pusat perdagangan, keagamaan, dan ibu kota Kerajaan Babilonia.
Kota Babilon bentuknya segi empat dengan Sungai Eufrat mengalir di tengahnya. Ada tembok
keliling yang dihiasi dengan gambar-gambar binatang buas. Di kota itu dijumpai beberapa kuil
yang seperti kuil Marduk. Di bagian tengah kuil ada Menara Babel. Tidak jauh dan situ terdapat
Taman Gantung yang terkenal sebagai salah satu dan Tujuh Keajaiban Dunia. Taman itu
dibangun di atas bukit buatan. Tinggi taman itu sekitar 107 meter. Bentuknya berupa podium
yang ditanami dengan pohon, rumput, dan bunga-bungaan. Ada air terjun buatan berasal air
sungai yang dialirkan ke puncak bukit, lalu mengalir melalui saluran buatan. Jadilah tempat
sejuk di daerah panas dan kering. Peninggalan kota Babilon sekarang hanya berupa reruntuhan
saja.
Wilayah Babilonia terbagi menjadi dua negara, Sumeria di tenggara dari Akkadia di barat laut.
Pada tahun 1850 SM. Sejarah Sumeria dan Akkad dihiasi oleh peperangan yang tidak putusputusnya. Meskipun demikian, kebudayaan mereka terus berkembang. Setelah Sumeria kalah.
Akkadia di bawah kekuasaan bangsa Amorit berkembang menjadi Kerajaan Babilonia yang
menguasai seluruh wilayah Mesopotamia selatan. Assyria, dan Mesopotamia utara. Rajanya yang
terkenal bernama Hammurabi (1792-1750 SM). Ia raja ke-6 dan dinasti pertama yang menguasai
Babilon. Selama pemerintahannya ia memajukan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan
mengeluarkan hukum tertulis. Hukum itu dikenal sebagai Undang-Undang Hammurabi. Undangundang itu sangat keras dan terdiri dari 280 pasal.
Undang-Undang Hammurabi antara lain mengatur soal pencurian dan tukang tadahnya, korupsi,
pembunuhan, penculikan, penipuan, perpajakan, pencemaran nama baik, dan kehidupan
keluarga. Undang-undang itu bertujuan menegakkan keadilan, melindungi rakyat dari
penindasan, dan memberantas kejahatan. Oleh karena itu, meskipun undang-undangnya sangat
keras, Hammurabi dianggap pelindung rakyat. Anaknya, Samsuiluna (1749-1712 SM)
menggantikannya sebagai raja. Kerajaan Babilonia mengalami kemunduran. Wilayah selatan,
Larsa, melepaskan diri dari kekuasaan Babilonia. Tembok kota Ur, Uruk, dan Larsa dirobohkan.
Raja Samsuiluna membangun benteng untuk menahan serangan Kassite pada Tahun 1726 SM.
Raja terakhir Dinasti Babilonia, Samsuditana, ditaklukkan oleh Raja Mursilis I dari Kerajaan

Hittite pada tahun 1595 sebelum Masehi. Mursilis I berhasil menyatukan negara-negara kota dan
menjadikan Kerajaan Hittite menjadi kekuasaan besar ketiga di Timur Tengah bersaing dengan
kerajaan Mesir dan Babilonia.
Bangsa Assyria dapat melepaskan diri dan mendirikan kerajaan baru. Penguasa Kerajaan Assyria
menguasai kota Babilon padaTahun 745-639 SM. Beberapa kali penduduk Babilon melakukan
pemberontakan terhadap penguasa Assyria, tetapi dapat dipadamkan oleh Raja Sennacherib.
Babilon dihancurkan pada Tahun 639 SM. Akan tetapi, sebelas tahun kemudian kota itu
dibangun kembali oleh Assarhaddon, putra Sennacherib. Dalam rangkaian perang selanjutnya,
muncul dinasti baru, yaitu dinasti kedua dari kota Isin. Rajanya yang terkenal, Nebuchadnessa 1
(1124-1103 SM). Ia berhasil menaklukkan Dinasti Elam dan Assyria. Babilonia lebih banyak
dikuasai oleh raja-raja Assyria Sampai akhir abad ke-7 SM. Raja terakhir yang memerintah di
Babilonia ialah Raja Asurbanipal. Sesudah itu, Babilonia diperintah oleh raja baru dan bangsa
Chaldean, yaitu Nabopolassar. Ia menjadikan Babilon sebagai ibu kota kerajaan.
Babilon kemudian kembali mencapai zaman keemasan. Daerah kekuasaannya meluas hingga
Sisilia. Ia digantikan oleh anaknya, Nebuchadnessar II (605-562 SM). Raja itu menaklukkan
Syria dan Palestina pada tahun 587, kemudian membangun kembali kota Babilon, serta
memperbaiki Taman Gantung Babilon, Kuil Marduk, dan Zigguratnya. Babilon kemudian
ditaklukkan Cyrus Agung dari Persia pada tahun 539 SM. Aleksander Agung menguasai Babilon
pada Tahun 331. Ketika memasuki ibu kota Babilon, Aleksander meninggal. Salah seorang
panglimanya, Seleucos, diangkat sebagai penguasa Mesopotamia. Babilon dikuasai bangsa Partia
Pada tahun 200, dan terakhir oleh bangsa Sasania sebelum hancur. Bangsa Arab memanfaatkan
reruntuhan kota Babilon untuk dibangun menjadi kota Al-Hillah pada Tahun 200. Peninggalan
kota Babilon sekarang hanya berupa reruntuhannya. Sebagian dari pintu gerbang kota Babilon
dan sebagian Taman Gantung dipugar kembali oleh pemerintah Irak sekarang.

Assyria
Bangsa Assyria lebih tua daripada bangsa Babilon. Mereka merupakan campuran banyak ras.
Para ahli menyebutnya sebagai bangsa Semit. Sebutan itu didasarkan atas bahasa yang
digunakannya, yaitu bahasa Semit. Bahasa itu kemudian menurunkan bahasa Ibrani dan Arab
sekarang. Negeri bangsa Assyria terletak di tepi Sungai Tigris, di Mesopotamia. Di daerah itu
dijumpai peradaban kuno yang tinggi seperti kebudayaan bangsa Babilon yang ada di bagian
selatannya. Bangsa Assyria sering disebut sebagai bangsa Roma dan Asia. Kedua bangsa itu
sama-sama dikenal sebagai bangsa penakluk. Mereka sangat ditakuti karena mempunyai tentara
infantri, tentara berkuda, dan tentara dengan kereta perang. Peninggalan peninggalan berupa
tembikar, alat-alat batu, dan sisa-sisa bangunan menunjukkan bahwa daerah Assyria sudah dihuni
sejak zaman batu baru (neolitik) yang berkembang sekitar 6.000 tahun yang lalu. Bangsa Assyria
menjadi bangsa merdeka sekitar abad ke-14 sebelum Masehi. Sebelumnya, mereka dijajah
bangsa Babilonia, kemudian bangsa Mitani. Raja Ashur Uballit I merupakan pendiri kerajaan
Assyria dan memerintah tahun 1365-1330 sebelum Masehi. Ia menyebut dirinya Raja Agung dan
orang pertama yang menyebut Assyria sebagai Tanah Ashur. Pada masa pemerintahannya
Kerajaan Assyria terus berperang melawan Babilonia. Pertempuran terus berlanjut pada masa
pemerintahan Enlil-nihari, putra Ashuruballit Masa kejayaan Assyria dicapai pada masa
pemerintahan Adad ninari I. Ia berhasil menaklukkan dan mempersatukan seluruh Mesopotamia.
Ia menyebut dirinya Raja di Raja. Ia memperluas kuil, istana Ashur, dan membuat benteng
pertahanan terutama di tepi Sungal Tigris.

Penggantinya adalah Tukulti-ninurta I yang memerangi Babilonia secara besar-besaran. Ia


mengasingkan rajanya dan menjarah kuil Babilonia. Tindakan menjarah kuil merupakan tindakan
yang melanggar agama, baik di Babilon maupun di Assyria. Akibatnya, hubungan dengan
rakyatnya memburuk. Anaknya sendiri memberontak dan mengepung ibu kota. Tukulti-ninurta I
terbunuh. Sejak itu, Kerajaaran Assyria mengalami kemunduran, sedangkan Babilonia bangkit
kembali Kerajaan Assyria baru muncul kembali di bawah pemerintahan Raja Tigalth-pilaser I
pada abad ke-II SM. Ia mengalahkan Kerajaan Aramaean dan Babilonia Utara. Ia sangat
memperhatikan pertanian, perkebunan, serta mengembangkan administrasi pemerintahan dan
pengajaran. Peraturan hukum juga diterapkan. Hukuman mati merupakan hal yang umum.
Hukuman yang ringan berupa kerja paksa dan hukuman dera. Cucu Tigalth-pilaser I, yaitu
Asurnasirpal I adalah seorang raja yang lemah. Ia tidak banyak berbuat untuk menahan serangan
musuh. Baru pada abad ke 9-7 SM muncul raja-raja yang kuat seperti Tiglath-pilaser III, Sargon
II, Sennacherib, dan Assarhaddon. Wilayah kekuasaan Assyria meliputi hampir seluruh daerah
Timur Tengah, dan Mesir sampai Teluk Persia.
Asurnasirpat II dikenal sebagai raja yang kejam. Ia merupakan raja pertama yang menggunakan
pasukan berkuda, pasukan kereta perang, dan pasukan berjalan kaki (infantri). Ia membangun
kota Kalakh dan menjadikannya ibu kota kerajaan. Ia membangun istana besar seluas 25.000
meter persegi. Dengan kekejaman ia membangun kuil yang tinggi untuk memuja dewa kota
Kalakh, dewa perang Ninurta dan dewa berburu. Puncak kuil itu dipakai untuk mengamati
bintang Ia digantikan oleh Raja Sargon II (721-705 sebelum Masehi) yang meneruskan usaha
perluasan daerah kekuasaannya. Raja Sargon II terbunuh dalam peperangan. Ia digantikan oleh
anaknya, Sennacherib. Pada mulanya bangsa Assyria bersahabat dengan bangsa Babilon. Akan
tetapi, bangsa Assyria berbalik memusuhi bangsa Babilon pada tahun 689. Selama 9 bulan raja
Assyria, Sennacherib, mengepung kota Babilon dan akhirnya kota itu dapat dihancurkan.
Raja Sennacherib sangat memperhatikan pertanian dan pengairan negaranya. Ibu kotanya,
Niniveh, memperoleh air dari sebuah saluran air berupa jembatan sepanjang 300 meter. Ia
memperkenalkan tanaman kapas kepada bangsa Assyria. Istananya dihias dengan keramik
berwarna. Dindingnya dipenuhi ukiran binatang dan manusia. Ada patung lembu bersayap
dengan kepala manusia. Patung itu sangat besar. Seni pahat saat itu berkembang sangat pesat.
Bangsa Assyria telah mengenal tulisan yang disebut tulisan paku. Bentuk tulisan itu segi tiga
mirip paku dan kebanyakan digoreskan di atas lempengan tanah liat pada waktu masih basah.
Lempengan itu kemudian dijemur di panas matahari. Penggantinya, Assurbanipal, sangat tertarik
pada pendidikan. Di Niniveh, ia mengumpulkan 22.000 lempengan tanah liat bertulis yang
disimpan di perpustakaan. Isinya antara lain menyangkut masalah agama, sastra, pengobatan,
matematika, ilmu pengetahuan alam, kamus, dan sejarah.
Semua lempengan tanah liat itu didaftar dengan cermat dan ditaruh di atas rak. Sekarang
sebagian besar lempengan tanah liat itu disimpan di Museum London, Inggris. Bangsa Assyria
senang berperang, karena itu mereka mempunyai banyak musuh. Pengganti Assurbanipal, Asuretel-ilani bukan seorang raja yang kuat. Kerajaan Assyria ditaklukkan oleh persekutuan bangsa
Babilon, Medes, dan Chaldeans pada Tahun 614. Setelah tiga bulan berperang, Niniveh kalah.
Tempat suci dan istananya hancur, termasuk juga irigasi yang dibuat oleh Sennacherib. Sisa
pasukan Assyria menyerah pada tahun 609, dan Kerajaan Assyria lenyap dan sejarah.

Persia

Persia adalah sebutan bangsa Arab untuk bangsa Iran. Daerah Persia sekarang dikenal sebagai
dataran tinggi Iran. Penduduknya sebagian besar ialah bangsa Medes. Bangsa asli Persia datang
ke daerah itu dan daratan Asia Tengah sekitar tahun 900 SM. Mereka menyerang bangsa Arya di
perbatasan gurun Iran, dan kemudian berdiam di daerah Fars yang dikelilingi oleh pegunungan
dan gurun. Dengan demikian, mereka mudah menahan serangan bangsa Assyria. Bangsa Persia
dikenal sebagai petani dan pemelihara kuda. Mulanya mereka mengalami kesukaran dalam
mengolah tanah. Mereka harus membuat terowongan panjang untuk mengalirkan air ke daerah
pegunungan. Bangsa Persia mempunyai beberapa orang raja yang terkenal mulai tahun 836 SM.
Salah seorang di antaranya ialah Cyrus Agung. Istana kerajaannya dikenal dengan sebutan Istana
Persipolis. Raja Cyrus gemar berperang, dan berhasil menguasai daerah yang luas mulai dari
Mesir di Afrika sampai ke daerah perbatasan India. Kerajaan pertama yang ditaklukkan Cyrus
ialah Kerajaan Medes, Lydia, dan akhirnya Babilonia. Cyrus akhirnya terbunuh dalam
peperangan. Cambyses meneruskan usaha ayahnya menaklukkan Mesir.
Setelah Cambyses meninggal terjadi pemberontakan, tetapi dapat dipadamkan oleh Darius. Pada
masa pemerintahan Darius (550-486 SM), Persia mengalami masa kejayaannya. Wilayah
kerajaannya meliputi seluruh daerah Tirnur Tengah. Luasnya lebih besar daripada daerah
kekuasaan Kerajaan Masedonia pada masa pemerintahan Aleksander Agung atau Kerajaan
Romawi Kuno. Bangsa Persia merupakan penguasa yang baik. Kerajaan mereka dibagi dalam
beberapa satrap (gubernur). Tiap satrap mengawasi 20 provinsi. Jalan-jalan yang mulus banyak
dibangun untuk memperlancar hubungan antardaerah. Salah satu di antaranya ialah Jalan Raja
yang membentang dan Susa ke Sardis. Jaraknya sekitar 1.600 mil. Tiap 40 mil ada tempat
pemberhentian untuk mengganti kuda. Perintah raja dapat disampaikan dalam waktu seminggu
untuk jarak 1.600 mil. Bangsa Persia membangun tambang perak dan memperbaiki saluran yang
pernah digunakan oleh kapal Hatshepsut yang berlayar dan Laut Tengah ke Laut Merah. Mereka
juga membangun kuil-kuil besar seperti bangunan di Babilonia dan Assyria. Bangsa Persia
mengenal alphabet yang terdiri dan 39 huruf. Mereka belajar Astronomi dan bangsa Babilonia.
Bangsa Persia mengikuti ajaran Zoroaster yang hidup sekitar 600 SM. Ajaran itu ada
hubungannya dengan ajaran Hindu. Menurut ajaran Zoroaster hidup adalah peperangan antara
kebaikan dan kejahatan.
Di satu sisi ada Dewa Perusak (Ahriman) dan Dewa Kebijaksanaan (Ahuramazda). Dengan
menolong Ahuramazda memerangi Ahriman, seorang pemeluk ajaran Zoroaster akan menemui
kehidupan yang baik. Penganut Zoroaster harus ramah,jujur, tulus, dan bersahabat dengan
sesamanya, juga dengan hewan. Jika penganut Zoroaster yang baik meninggal, ia dapat melewati
api yang ada di antara dunia dan surga tanpa terluka. Untuk mereka ada sebuah jembatan lebar
yang menghubungkan dunia dan surga. Sebaliknya, orang yang jahat tidak pernah sampai di
surga, karena jatuh. Mereka menjumpai jembatan yang sangat sempit, yang sukar sekali dilalui.
Raja-raja Persia yang terkenal adalah penganut ajaran Zoroaster. Bahkan Darius dalam salah satu
prasastinya mengatakan Atas kehendak Ahuramazda yang memilih aku dan nienjadikan aku raja
seluruh dunia. Raja Persia lainnya, Ataxerxes I, mengeluarkan kalender baru dengan nama-nama
dewa Zoroaster sebagal nama-nama bulannya. Beberapa dari ajaran Zoroaster dipakai oleh
bangsa Romawi dalam pemujaan dewa Mithras. Bangsa Persia akhirnya ditaklukkan oleh orang
Islam pada abad ke-7.
Sekian uraian tentang Sejarah Mesopotamia: Sumeria, Babilonia, Assyria, Persia, semoga
bermanfaat.

Referensi:

Wurjantoro, Edhi. 1996. Sejarah Nasional Indonesia dan Umum untuk SMU Kelas 1.
Depdikbud.

Sejarah Mesopotamia: Sumeria, Babilonia, Assyria, Persia | informasi_terbaru-100 | 4.5


BANGSA SUMERIA

Sejarah Peradaban Sumeria (Peradaban Bangsa Sumeria)|Sejak tahun 5000 SM, bangsa
Sumeria memaksimalkan pada bidang pertanian dengan memanfaatkan lahan-lahan untuk
pertanian bagian selatan Mesopotamia. Dengan mengembangkan dibidang kebudayaan yang
dikenal dengan sebutan Ubaid. Dari waktu kewaktu Bangsa sumeria dapat mengetahui cara
meningkatkan hasil-hasil bangsa sumeria dibidang pertanian dengan cara seperti :
membangun saluran-saluran irigasi yang bertujuan mengairi lahan pertanian serta
menanggulangi banjir yang terjadi setiap musim atau dikatakan musiman Kehidupan Bangsa
sumeria semakin meningkat dengan melimpahnya hasil-hasil pertanian yang mengakibatkan
populasi bangsa sumeria meningkat. Dalam Keadaan bangsa sumeria, mendorong bangsa
sumeria dengan berdirinya berbagai kota. Kota-kota yang terkenal antara lain Eridu, Ur, dan
Uruk. Munculnya kota-kota menandai babak baru dalam peradaban Sumeria. Rakyat bangsa
Sumeria semakin luas , tidak hanya dibidang pertanian. melainkan terdapat berbagai profesi dan
status, seperti bidang perdagang, bidang buru/tukang, dan pendeta.
A. Sistem Pemerintahan
Pada awalnya masing-masing kota Sumeria berdiri sendiri menjadi seperti sebuah Negara dan
kota. Ditiap-tiap kota dipimpin atau diperintah dengan suatu dewan yang kehendak orang tua.
Khususnya di dibidang perang, pimpinan atau pengambil perintah berpindah ke panglima yang,
dalam pergantian tersebut disebut sebagai lugal. ia menjadi pemimpin sampai perang berakhir.
Persaingan dan perebutan di antara kota-kota mengakibatkan peperangan sering terjadi. Keadaan
mulai berubah menjadi buruk akibat timbulnya serangan yang berasal suku nomad. Perang yang
tak henti-henti mengakibatkan posisi para lugal semakin permanen. Para lugal memerintah
dalam janga waktu yang lama atau seumur hidupnya. Hal ini mengakibatkan sistem
pemerintahan disetiap kota berganti menjadi sebuah kerajaan. Pada tahun 2900 SM,
Posisi/kedudukan lugal berubah menjadi raja.
Setelah sempat dikuasai oleh Akkadia lalu Gutia, peradaban Sumeria bangkit kembali dibawah
pemerintahan UrNammu.Di bawah pemerintahannya, kota-kota Sumeria disatukan, tetapi,hal
tersebut tidak dalam kejayaannya tidak bertahan lama atau hanya bertahan 100 tahun. Bangsa
Elam menyerang dan menguasai kota-kota Sumeria. Meskipun demikian, bangsa yang
menguasai kawasan itu tetap melanjutkan peradaban Sumeria.
B. Sistem Kepercayaan
Sistem kepercayaan Sumeria merupakan sistem yang menganut polytheisme. Sistem
kepercayaan bangsa sumeria polytheisme yang artinya menyembah para dewa-dewi, dan dalam
bangsa sumeria memiliki ratusan dewa dan dewi dalam hal itu artinya bangsa sumeria
menyembah ratusan dewa-dewi . Bagi bangsa sumeria para dewa-dewi dipuja dan disembah
karna dalam hal itu sangat penting yang diyakini dapat membuat tetap makmur. Jika bangsa
sumeria tidak melakukan hal tersebut maka dewa-dewi marah dan memberikan hukuman dalam

wujud bangji atau perang. , dewa-dewi akan marah dan menjatuhkan hukuman dalam wujud
banjir dan perang.
Masing-masing kota memiliki dewa pelindung. Dewa itu akan memelihara keberlangsungan
kota. Dewa-dewi lainnya dikaitkan dengan segi-segi kehidupan sehari-hari.
Dewa-dewi Sumeria :
Enlil, dewa udara sekaligus dewa tertinggi.
Ninhursag, istri Enlil sekaligus dewi tertinggi.
Enki, dewa air dan pelindung ilmu pengetahuan serta sihir.
Nanna (kemudian disebut Sin), putera Enlil sekaligus dewa bulan.
Utu (kemudian disebut Shamash), putera Nanna sekaligus dewa
matahari.
Innana (kemudian disebut Ishtar), dewi cinta sekaligus perang.
C. Sistem Tulisan
Salah satu jasa bangsa Sumena bagi sejarah dunia adalah penemuan sistem tulisan. Sejak tahun
4000 SM bangsa Sumeria telah mengembangkan sistem tulisan. Sistem tulisan itu muncul seiring
dengan pertumbuhan kota-kota yang cepat. Pertumbuhan kota melahirkan kebutuhan akan
catatan-catatan, seperti kronik peristiwa penting dan jumlah panenan serta ternak yang harus
diserahkan ke kuil pemujaan untuk persembahan.
Sistem tulisan Sumeria berupa tulisan gambar (pictogram). Orang Sumeria menulis pada tablet,
yakni lempengan tanah liat. Sebagai alat tulis, digunakan semacam paku. Itulah sebabnya, sistem
tulisan Sumeria dikenal sebagai huruf paku. Dalam perkembangannya, sistem tulisan Sumeria
mengalami modifikasi ke dalam bentuk lambang-lambang. Sistem tulisan ini selanjutnya dipakai
oleh bangsa-bangsa yang menguasai kawasan Mesopotamia.
D. Bangunan Kuil
Tata kota bangsa Sumeria tidak bisa dilepaskan dan bangunan kuil. Orang Sumeria percaya
bahwa kota bukan milik mereka, melainkan para dewa-dewi. Oleh karena itu, harus ada
bangunan kuil di pusat kota. Besar dan kecilnya kuil tergantung dari kemakmuran kota yang
Bangsa Sumeria mempunyai cara tersendiri dalam membangun kuil. Secara bertahap mereka
memperbarui kuil sesuai dengan tingkat kemakmuran kota. Saat memperbarui, mereka
membangun kuil baru di atas kuil yang lama. Begitu seterusnya sehingga kuil semakin tinggidan
berundak-undak disebut Ziggurat. Model bangunan kuil seperti itu terus dilanjutkan oleh
bangsa-bangsa lain yang menduduki kawasan Mesopotamia.
Sekian, Sejarah Peradaban Bangsa Sumeria, Semoga Bermanfaat. (Sumber : Ips sejarah,
Penerbit : Erlangga, Penulis : Matroji)
Bangsa Sumeria termasuk rumpun Semit. Sekitar tahun 3.000 SM, mereka telah memiliki
kebudayaan yang tinggi. Pemukiman mereka di sekitar Teluk Persia. Mereka mendirikan daerah
perkotaan. Kota-kota yang terkenal yaitu: Larsa (Larsam), Lagasy (Lagash) dan kota UR. Kota
UR merupakan pusat kegiatan bangsa Sumeria.
Kehidupan perekonomian

Sebagian besar hidup sebagai petani, tetapi mereka tidak memiliki tanah sendiri. Mereka
mengerjakan tanah milik para pendeta, bangsawan dan raja. Ketiga kelompok tersebut
merupakan tuan tanah. Hal ini mengakibatkan para petani menggantungkan hidupnya pada tuantuan tanah.
Mereka juga telah mengenal irigasi teratur. Pemupukan juga dilakukan dengan baik, sehingga
hasil pertaniannya baik. Hasil pertanian adalah gandum dan sayur-sayuran.
Perdagangan juga berjalan lancar dan baik. Semula dengan sistem barter, kemudian berkembang
menjadi sistem penggunaan uang sebagai alat tukar. Uang yang digunakan terbuat dari logam
mulia. Hal ini menunjukkan kemakmuran bangsa ini. Barang-barang yang diperdagangkan
adalah wol, perak, sayur-sayuran, gandum, minyak, mutiara dan domba.
Kehidupan sosial
Mengelompokkan masyarakatnya adalah raja dan keluargannya, tuan tanah (bangsawan),
pedagang, petani dan budak.
Kepercayaan
Kepercayaan yaitu menyembah banyak Dewa. Dewa yang terkenal adalah Anu (Uruk) dan Ea
(Eridu). Anu atau Uruk ialah Dewa Langit, sedangkan Ea atau Eridu ialah Dewa Bumi yang
dianggap paling berkuasa. Kota Nippur merupakan pusat keagamaan.
Kebudayaan
Kebudayaannya sudah sangat tinggi. Adapun hasil kebudayaan mereka berupa tulisan, arsitektur,
seni kerajinan dan ilmu pengetahuan.
Tulisan
Tulisannya berbentuk menyerupai paku, sehingga disebut tulisan Paku. Tulisan Paku ini mirip
dengan huruf Cina. Tulisan ini biasanya dipahatkan pada lempengan tanah liat yang dibakar atau
dikeringkan. Hal-hal yang ditulis adalah adat istiadat, perjanjian dagang dan catatan jual beli.
Dalam perkembangannya, tulisan Paku menjadi dasar tulisan Latin yang kita pergunakan
sekarang
ini.
Arsitektur
Rumah bangsa ini terbuat dari batu bata, demikian juga bangunan kuil. Kuil umumnya dibangun
di pusat kota pada tanah yang tinggi. Di puncak kuil dibuat menara yang tingginya enam tingkat.
Menara itu disebut Ziggurat.
Seni kerajinan
Hasil-hasil kerajinan antara lain kain lena, tongkat tembaga, cermin dan tembikar dari tanah liat.
Ilmu pengetahuan
Sudah mengenal ilmu ukur untuk membuat bangunan. Mereka juga sudah mengenal pembagian
waktu. Mereka juga telah mengetahui pembagian lingkaran menjadi 360 derajat. Juga telah
mampu membuat/menyusun dua penanggalan. Penanggalan itu berdasarkan peredaran bulan,
yaitu 1 tahun 354 hari dan berdasarkan peredaran matahari, yaitu 1 tahun 360 hari.

Melemahnya bangsa ini disebabkan oleh tidak adanya persatuan. Mereka saling berebut
kekuasaan, selama kurang lebih 500 tahun terjadi perang saudara. Akibatnya pada tahun 2350
SM bangsa ini dapat ditaklukkan oleh bangsa Akadia di bawah pimpinan Raja Sargon

PERADABAN MESOPOTAMIA
A. Letak Geografis dan Sejarah awal Mesopotamia
Mesopotamia merupakan salah satu peradaban tertua di dunia. Letak Mesopotamia
berada di wilayah perlembahan yang terletak di antara dua sungai Tigris dan Eufrat. Hulu kedua
sungai tersebut berasal dari dataran tinggi yang bergunung-gunung di Asia Kecil yang mengalir
ke arah tenggara secara pararel menyisir hamparan terbuka. Hanya kurang dari dua ratus mil,
kedua sungai itu saling mendekat. Daerah yang dilalui kedua sungai itu pada umumnya subur.
Sebab daerah itu merupakan daerah yang berupa tanah hasil endapan air yang dihasilkan dari
sungai Tigris dan Eufrat. Hal ini menyebabkan rakyat disekitar sungai Tigris dan Eufrat hidup
makmur dan sejahtera. Kesuburan dan kemakmuran itu membuat iri hati pada bangsa-bangsa
lain yang tinggal di tepi-tepi lembah sungai. Timbullah serbuan-serbuan dari luar yang ingin
memperebutkan air irigasi dan tanah yang baik. Bangsa yang mencapai peradaban yang layak
pertama kali itu di lembah sungai Efrat dan Tigris menamai dirinya bangsa Sumeria. Adapun
penduduk asli di situ ditakhlukkan menjadi budak yang kemudian dikawini pula. Bangsa
Sumeria dating dari gurun dan pegunungan di luar Mesopotamia.
Mereka tentunya mula-mula adalah para peternak yang hidup sebagai nomad. Datang pula kesitu
bangsa Semit untuk kemudian bercampur dengan bangsa Sumeria. Sebelum sampai ke lembah
Eufrat dan Tigris bangsa Semit sudah mengenal dasar-dasar kehidupan politik dan ekonomi
pertanian.
Sejarah Mesopotamia diawali dengan tumbuhnya sebuah peradaban, yang diyakini
sebagai pusat peradaban tertua di dunia, oleh bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria membangun
beberapa kota kuno yang terkenal, yaitu Ur, Ereck, Kish, dll. Kehadiran seorang tokoh
imperialistik dari bangsa lain yg juga mendiami kawasan Mesopotamia, bangsa Akkadia,
dipimpin Sargon Agung, ternyata melakukan sebuah penaklukan politis, tapi bukan penaklukan
kultural. Bahkan dalam berbagai hal budaya Sumer dan Akkad berakulturasi, sehingga era
kepemimpinan ini sering disebut Jilid Sumer-Akkad. Campur tangan Sumer tidak dapat
diremehkan begitu saja, pada saat Akkad terdesak oleh bangsa Gutti, bangsa Sumer-lah yg
mendukung Akkad, sehingga mereka masih dapat berkuasa di "tanah antara dua sungai" itu.
B.

Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Ekonomi


Pada dasarnya yang disebut dengan peradaban Mesopotamia adalah peradaban Sumeria itu
sendiri. Dikatakan demikian sebab secara umum, sebagaian besar peradaban Mesopotamia
dibentuk oleh bangsa Sumeria. Bangsa-bangsa yang lain yang datang sesudahnya hanyalah
meneruskan dan mengembangkan peradaban yang dicapai oleh bangsa Sumeria. Pola ekonomi
bangsa Sumeria lebih sederhana. Negara memberikan kesempatan yang lebih luas kepada usaha
yang bersifat individual. Kekayaan tidak secara eksklusif menjadi milik penguasa baik dalam
praktek maupun teori.

Demikian juga dalam bidang perdagangan maupun industri tidak di monopoli pemerintah.
Hanya saja karena sebagian besar rakyat berstatus sebagai budak mereka tidak memiliki
kesempatan mengembangkan ekonomi secara bebas. Hanya sedikit dari mereka yang memiliki
dan mengembangkan ekonomi atas nama mereka sendiri. Aktifitas ekonomi sebagaian besar
bertumpu pada produksi pertanian. Karena kondisi tanah yang subur dan pengairan yang sangat
baik sekali, serta tersedianya tenaga-tenaga yang terampil dan ahli menjadikan pertanian menjadi
sektor utama devisa negara.
Hasil pertanian diangkut dengan kendaraan beroda sehingga memungkinkan mobilisasi yang
cepat terhadap hasil pertanian. Meskipun industri bukan tumpuan utama, perekonomian bangsa
sumeria bukan berarti tidak berkembang dengan baik. Dengan kendaraan beroda yang berhasil
diciptakan. Mereka dengan mudah mengimpor bahan-bahan mentah yang didatangkan dari
negara tetangga sebelah Utara, terutama bahan manufaktur, untuk diubah menjadi produk siap
pakai dan lalu mengekspor ke daerah-daerah lain yang luas. Barangbarang kerajinan yang
terbuat dari logam mulia.diciptakan oleh tenaga-tenaga yang terampil dan ahli. Para saudagar
dan pelancong yang datang dari arah utara dan barat melalui daerah bualan sabit subur menuju
ke Timur Mediterrania dan Mesir, singgah di Mesopotamia untuk membawa produk-produk
industry maupun pertanian bangsa Sumeria.
Bukti telah ada hubungan antara Mesir dan Mesopotamia dapat dijelaskan dengan adanya
keasamaan pada budaya tertentu antara keduanya. Yakni menggunakan sejenis senjata perang
yang berbentuk bnuga yang ditemukan dalam seni dekorasi. Bahkan penemuan terakhir
menujukan bahwa Mesopotamia telah mengadakan kontak dagang dengan india.
Di atas itu semua, bangsa Sumeria adalah masyarakat bisnis yang pragmatis. Kredit dan
pinjaman diatur secara hati-hati. Segala perjanjian ditulis dan ditandatangani oleh saksi. Alat
tukar perdagangan yang sudah digunakan ialah logam mulia seperti emas dan perak.
C. Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Sosial
1. Organisasi sosial masyarakat Mesopotamia terbahagi dua golongan yaitu :
a. Golongan Pemerintah
Terdiri daripada Raja, Ketua pendeta, ketua Tentera dan orang bangsawan.
b. Rakyat
Terdiri daripada rakyat bebas, petani, artisan, dan pedagang.
Hamba daripada tawanan perang.
2. Raja dalam sistem pemerintahan Mesopotamia berperanan sebagai:
a. Ketua kerajaan/pemerintah dan dianggap sebagai tuhan atau wakil tuhan dan pemilik negara
kota, dikenali teokrasi.
b. Ketua Tentara
c. Ketua pendeta/agama
d. Berkuasa melantik pembesar terutama ahli keluarga dalam memegang jawatan di Zigurat.
e. Berkuasa dalam bidang ekonomi, pengutipan cukai tanah, hasil pertanian dan perniagaan.
f. Ketua pemerintahan dan dibantu golongan bangsawan yang ada ikatan kekeluargaan.
g. Masyarakatnya tidak menyembah raja saebagai Tuhan kecuali dalam zaman Raja Naramsin di
Akkad gelar diri Raja Empat Penjuru Alam.
3. Bangsa-Bangsa Pendukung Peradaban Mesopotamia
a. Bangsa Ubaid

Merupakan bangsa pertama yang telah tinggal di Mesopotamia selama bertahun-tahun.


Bangsa ini bermata pencaharian sebagai petani. Mereka menanam biji-bijian dengan
memanfaatkan air sungai sebagai sarana irigasi pertanian ini dilakukan di daerah yang subur.
b. Bangsa Sumeria ( 3000 SM)
Merupakan bangsa yang ada setelah bangsa Ubaid telah punah. Bangsa ini bermata
pencaharian sebagai petani yaitu dengan cara melanjutkan pertanian yang dilakukan oleh bangsa
Ubaid. Namun berbeda dengan para pendahulunya bangsa Sumeria memperbaharui sistem irigasi
dengan membuat waduk-waduk agar ketika musim kemarau mereka tetap akan bisa melakukan
pengairan ke ladang-ladang mereka. Bangsa Sumeria adalah bangsa yang pertama mendiami
Mesopotamia. Mula-mula daerah tersebut berupa rawa-rawa. Setelah dikeringkan daerah tersebut
menjadi pemukiman yang dihuni oleh kelompok masyarakat yang teratur. Kota yang dihuni
tertua adalah Ur dan kemudian Sumer.
Bangsa ini menganut kepercayaan politeisme atau mempercayai adanya banyak dewa.
Dewa-dewa tersebut, antara lain, Uruk (Dewa Langit), Nippur (Dewa Bumi), dan Eridu (Dewa
Air). Tempat untuk memuja para dewa tersebut adalah ziggurat. Bangsa Sumeria juga sudah
mengenal tulisan, yaitu tulisan paku. Kebudayaan bangsa Sumeria akhirnya berakhir setelah
pada tahun 2350 SM diserang oleh bangsa Akkad di bawah pimpinan Sargon. Bangsa Akkad
adalah rumpun bangsa Semit.
c. Bangsa Akkad ( 2350 SM)
Memasuki tahun 2800 SM, Mesopotamia dikuasai oleh bangsa Akkadia, setelah berhasil
mengalahkan bangsa Sumeria. Pemimpin bangsa Akkadia adalah raja Sargon. Memilih Agade
sebagai ibukotanya. Dari segi kebudayaan bangsa Akkadia meniru kebudayaan bangsa Sumeria
yang sudah maju sehingga berkembanglah budaya baru yang disebut budaya Sumer Akkad
berbahasa semit. Bangsa Akkad memuja banyak dewa, dan juga memiliki cerita-cerita dongeng
tentang kepahlawanan, seperti cerita tentang Adopa, Etana, dan Gilgamesh.
d. Bangsa Babilonia (1900 SM)
Kerajaan Babilonia didirikan oleh bangsa Amorit yang disebut juga Babilonia.
Kata Babilonia berasal dari kata babilu yang berarti gerbang menuju Tuhan. Babilon terletak
97 kilometer di selatan kota Baghdad sekarang, di tepi sungai Eufrat, Irak selatan. Babilon
menjadi pemerintahan (ibukota), perdagangan dan keagamaan. Raja Babilonia yang terbesar
adalah Hammurabi (1948-1905 SM). Raja Hammurabi terkenal sebagai pembuat Undangundang. Menurut kepercayaan, undang-undang tersebut berasal dari pemberian Dewa Marduk.
Agar dapat dibaca oleh masyarakat, maka undang-undang itu dipahatkan pada tugu batu setinggi
8 kaki yang ditempatkan di tengah ibukota. Inti dari hukum Hammurabi adalah pembalasan,
misalnya mata ganti mata, gigi ganti gigi. Penerapan hukum itu sangat keras, contoh: Jika
seseorang melakukan pencurian di sebuah rumah, maka ia harus dibunuh dan dibakar di muka
rumah tempat ia melakukan pencurian. Dengan demikian keteraturan masyarakat tercapai
karena ketaatan pada hukum. Setelah Hammurabi meninggal dunia, kira-kira tahun 1900 SM
Babilonia ditaklukkan oleh bangsa Hittit dari dataran tinggi di sebelah utara Mesopotamia. Pada
masa pemerintahan Hammurabi, kekuasaan Babylonia terbentang dari Teluk Persia sampai
seberang wilayah Turki sekarang dan dari Pegunungan Zagros di timur sampai Sungai Khabur di
Siria. Tetapi, sepeninggal Hammurabi wilayah Babylonia terpecah-balah dan akhirnya Babylonia
(Lama) runtuh karena serangan dari bangsa Hitti (Hittit). Selanjutnya Mesopotamia diduduki dan
diperintah oleh bangsa Kassi (Kassit).

e. Bangsa Assyria (1200 SM)


Bangsa Assyria termasuk rumpun bangsa Semit. Mereka membangun kota Asshur
dan Niniveh. Kota Niniveh yang terletak di tepi sungai Tigris dijadikan ibukota. Pemerintahan
bangsa Assyria bercorak militer. Bangsa Assyria digelari sebagai bangsa Roma dari Asia. Gelar
tersebut di dapat karena seperti bangsa Romawi, bangsa Assyria merupakan penakluk daerahdaerah di sekitarnya sehingga berhasil membentuk imperium yang besar. Wilayah Assyria
membentang dari teluk Persia sampai Laut Tengah. Mereka sangat ditakuti oleh bangsa lain
karna pasukan infantri, kavaleri dan tentara dengan kereta perangnya sangat kuat.
Wilayah kerajaan dibagi menjadi beberapa propinsi dan setiap propinsi diperintah
oleh gubernur yang bertanggungjawab kepada Raja. Untuk memperlancar hubungan antara
ibukota dan daerah maka dibangunlah jalan raya yang bagus.
Selain kehidupannya yang bercorak militer, bangsa Assyria juga membangun
negerinya menjadi sangat maju antara lain di bidang pendidikan. Salah seorang raja Assyria yang
terkenal adalah Assurbanipal. Pada masa pemerintahannya ia meninggalkan 22000 buah
lempengan tanah liat yang tersimpan di perpustakaan Niniveh. Lempengan (tablet-tablet)
tersebut memuat tulisan tentang masalah keagamaan, sastra, pengobatan, matematika, ilmu
pengetahuan alam, kamus dan sejarah. Raja-raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Assyria, dan
antaranya Raja Sargon I I, Raja Sennacherib, dan Raja Assurbanipal. Lambat laun Kerajaan
Assyria semakin lemah. Hal ini diketahui oleh bangsa Chaldea yang berkembang di daerah
Mesopotamia Selatan (bekas kekuasaan Kerajaan Babylonia Lama). Bangsa ini menyerang
Kerajaan Assyria. Pada tahun 612 SM, Ibu Kota Niniveh berhasil dikuasai sehingga
mengakibatkan runtuhnya Kerajaan Assyria.
f.Bangsa Babilonia Baru
Tampilnya suku bangsa Khaldea mengangkat kembali keperkasaan Babilonia
yang dulu pernah jaya. Raja bangsa Khaldea yang terkenal adalah Nebukadnezar. Ia membangun
kembali kota Babilon dan menjadikan kota tersebut sebagai ibukota sehingga disebut Babilonia
Baru. Ada dua hal yang menarik di kota Babilonia yaitu menara Babel dan taman gantung.
Menara babel yang tingginya mencapai 90 meter berfungsi sebagai keindahan kota serta
mercusuar bagi para pedagang di sekitarnya yang akan menuju ke kota Babilonia. Hal kedua
yang menarik adalah pembuatan taman gantung yang dipersembahkan untuk isterinya. Taman itu
dibangun di atas bukit buatan. Tingginya 107 meter. Bentuknya berupa podium bertingkat yang
ditanami pohon, rumput dan bunga-bungaan. Ada air terjun buatan berasal dari air sungai Eufrat
yang dialirkan ke puncak bukit lalu mengalir melalui saluran buatan. Jika dilihat dari jauh
seolah-olah taman itu menggantung, suatu pemandangan yang sangat menakjubkan.
Di bidang pengetahuan bangsa Khaldea telah mengembangkan astronomi dan
astrologi. Mereka percaya bahwa masa depan dapat diketahui dengan mempelajari bintangbintang. Selain meramal nasib seseorang juga ramalan tentang gerhana. Mereka membagi
minggu dalam tujuh hari, satu hari ke dalam 12 jam ganda (1/2 hari siang/terang dan 1/2 hari
malam/gelap). Menghitung lewatnya waktu dengan jam air (water clock) dan jam matahari
(sundial). Sebuah catatan penting mengenai Nebukadnezar adalah peristiwa penaklukan kerajaan
Yudea dan Palestina. Ibukota Yerusalem direbutnya, kemah raja Sulaiman dibakar dan menjarah
tanah Yudea. Bangsa Israel termasuk para pemimpinnya diangkut ke negerinya dijadikan budak
dan tawanan. Peristiwa itu disebut masa pembuangan Babilon dari tahun 586-550 SM yang

sangat membekas bagi bangsa Israel. Sesudah Nebukadnezar meninggal dunia tak lama yaitu
tahun 539 SM, Babilonia Baru ditaklukkan oleh bangsa Persia.
g. Bangsa Persia
Di bawah pimpinan Cyrus berdirilah Kerajaan Persia, berhasil memperluas
wilayah kekuasaannya dengan menaklukkan Babylonia Baru dan daerah Asia Kecil. Raja Cyrus
menguasai sebagian dari daerah India bagian barat. Namun dalam pertempuran melawan bangsa
Tura, Raja Cyrus terbunuh. Ia kemudian digantikan oleh anaknya yang bernama Cambysses.
Raja Cambysses berhasii mengembalikan ketentraman dalam negeri Persia.
Bahkan pada tahun 525 SM Cambysses berhasil menaklukkan negeri Mesir. Setelah Raja
Cambysses meninggal ia digantikan oleh Raja Darius. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan
Persia mencapai masa kejayaannya. Pada masa itu dibangun istana yang megah dan indah di
Kota Suza. Istana di Persepolis terkenal karena mempunyai tangga raksasa untuk memasuki
istana tersebut. Kerajaan Persia hancur ketika mendapat serangan dari Iskandar Zulkarnaen.
D. Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Budaya
Orang-orang Sumeria sudah mengenal abjad yang berupa huruf paku. Huruf-huruf paku
itu antara lain ditemukan pada sebuah prasasti yang berisi tentang hukum dan undang-undang
yang berlaku untuk mengatur kerajaan. Undang-undang dan peraturan-peraturan hukum itu
disebut dengan Undang-Undang Hammurabi (Codex Hammurabi).
Tradisi kesusasteraan Epik Gilgamesh, kisah Falsafah dan cara hidup masyarakat
Mesopotamia. Tentang kepahlawanan Gilgamesh, ada sifat dua pertiga tuhan, satu pertiga
manusia. Wajah tampan, ada kekuatan dan keberanian. Telah memerintah dan memberikan
perlindungan kepada Kota Uruk. Menceritakan juga kehidupan yang kekal dan kesaktian.
Orang-orang Sumeria sudah mengenal sistem penanggaian atau sistem kalender, yang
dimaksudkan untuk mengenal perputaran waktu dan musim. Pengetahuan tentang perputaran
waktu dan musim berguna untuk menentukan saat yang tepat dalam melaksanakan aktivitas
kehidupannya, baik untuk bercocok tanam, perdagangan, dan sebagainya. Untuk mempermudah
memahami pengetahuan tentang perputaran waktu dan musim,, mereka membagi dan
mempersingkat waktu ke dalam jam, menit, dan detik. ~embagian waktu terus dikembangkan ke
dalam bentuk yang lebih khusus melalui sistem penanggalan atau sistem kalender, yaitu 24 jam
menjadi 1 hari, 30 hari menjadi 1 bulan, dan 12 bulan menjadi 1 tahun.
E.

Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Religi/Kepercayaan


Berkembangnya kepercayaan di Mesopotamia berawal dari kepercayaan bangsa Sumeria.
Bangsa Sumeria memuja dewa-dewa yang menguasai alam, seperti Dewa Anu (Dewa Langit),
Dewa Enlil (Dewa Bumi), dan Dewa Ea (Dewa Air). Ketiga dewa itu mendapat pemujaan
tertinggi dari bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria juga menyembah Dewa Sin (Dewa Bulan), Dewa
Samas (Dewa Matahari), dan Dewa Istar (Dewa Perang dan Asmara). Bangsa Sumeria juga
menyembah Tammuz (Dewa Tumbuh-tumbuhan) untuk memajukan pertanian. Dewa yang
memiliki peranan penting dalam kepercayaan bangsa Sumeria adalah dewa yang berhubungan
dengan terciptanya dunia, yaitu Dewa Marduk. Dewa Marduk adalah lambang usaha bangsa
Sumeria di dalam menciptakan daerah pertanian.

a.
b.
c.
d.
e.

Kepercayaan bangsa Sumeria ini terus berkembang dan dianut oleh masyarakat yang
tinggal di daerah Mesopotamia. Tetapi ketika bangsa Persia menguasai daerah Mesopotamia,
berkembanglah ajaran agama Persia. Kitab Suci Awesta ini merupakan firman-dewa dengan
perantara nabi diturunkan kepada bangsa Persia. Pada masyarakat bangsa Sumeria terdapat
kepercayaan, bahwa manusia setelah mati akan hilang. Hal ini dijelaskan dalam cerita
Gilgamesh. Cerita itu pada hakikatnya mempunyai kesimpulan bahwa hidup abadi di dunia ini
tidak ada.
Aspek keagamaan dan kepercayaan masyarakat Mesopotamia dapat dilihat berdasarkan ciri
berikut:
Mengamalkan kepercayaan banyak tuhan atau politiesme.
Raja sebagai wakil tuhan.
Pendeta ketuai upacara agama di Zigurat.
Tidak percaya kehidupan selepas mati tetapi hanya jatuh ke dalam gua yg penuh debu.
Pemerintahan oleh tuhan atau wakil tuhan berasaskan hukum agama dan bersifat
ketuhanan/teokrasi.

F. Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang HANKAM

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Sejak awal pemerintahannya, Raja Hammurabi telah memperkenalkan sistem hukuman


dalam kehidupan masyarakat yang peraturannya didasarkan atas nilai-nilai tradisional. Dengan
peraturan hukum seperti itu, masyarakat akan dapat hidup dengan hidup yang tertib dan
menjadikan Raja Hammurabi sebagai raja yang besar, bijaksana, dan termasyhur namanya.
Hukum tersebut berupa prasasti batu yang tingginya delapan kaki atau sekitar 2,5 meter
dan ditempatkan di tengah-tengah ibu kota Kerajaan Babylonia. Prasasti itu ditemukan kembali
oleh pada ahli Prancis di Kota Susa (Persia) pada abad ke-20. Hukum itu dikenal dengan Hukum
atau Undang-Undang Hammurabi (Codex Hammurabi) dan merupakan hukum atau undangundang tertulis pertama di dunia. Dalam kitab hukum atau undang-undang itu ditulis tentang
peraturanperaturan yang menyangkut bidang pertanian, perdagangan, agama, pemerintahan, dan
kemasyarakatan. Hukum itu terdiri dari 300 pokok undang-undang. Pada setiap bagian dengan
jelas tercantum jenisjenis pelanggaran dan hukumannya. Dalam menjalankan undang-undang itu,
Raja Hammurabi bertindak dengan keras dan tegas, sehingga terwujud ketertiban dan keamanan.
Aspek undang-undang ini dapat dicirikan dengan:
Mengenalkan Kod Undang-Undang Hammurabi
Berteraskan hak rakyat terhadap keadilan.
Hukuman adalah setimpal dengan kesalahan, hukuman juga berbeda mengikuti susunan lapisan
masyarakat. Contoh:
Jika rakyat patah tulang bangsawan juga tulangnya akan dipatahkan.
Jika bangsawan cedera atau patahkan tulang rakyat, hukumannya denda satu uang perak.
Kod ini mengandungi 282 undang-undang yang dipahat pada tembok.
Dasar perundangan tamadun Mesopotamia.
Berjaya mengelakkan wujudnya permasalahan di kalangan masyarakat pelbagai kaum dan susun
lapis masyarakat.
Wujudkan perpaduan dan mengukuhkan organisasi.

G. Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Kesenian

Peninggalan bangsa Sumeria yang antara lain berupa lukisan - lukisan para penguasa
yang terlukis dalam peta, kuil-kuil maupun dalam gundukan-gundukan tanah yang tertutup oleh
benda-benda yang tidak berharga. Dan mereka berhasil mengungkapkan karateristik kebudayaan
bangsa Sumeria dalam bidang arsitektur Sumeria terletak pada tingkat kerumitannya yang khas.
Sebagai contoh ialah istana para raja (3500 SM ) dibangun berdasarkan perencaan yang rumit.
Bangunan terdiri dari tangga yang besar dan tembok-temboknya dihiasi dengan relief-relief
dengan bentuk binatang dan manusia. Sebenarnya orang-orang Sumeria lebih familiar dengan
bangunan-bangunan yang berbentuk kubah. Akan tetapi karna tidak adanya batu besar di
Mesopotamia membuat bangunan-bangunan seperti itu kurang berkembang.
Seni pahat bangsa Sumeria terdiri dari relief-relief yang digunakan untuk dekorasi dan
isinya berupa cerita-cerita yang berupa bentuk badan manusia ataupun binatang. Manusia yang
kekar adalah bentuk khas seni pahat yang paling digemari oleh bangsa Sumeria.
Tradisi kesusasteraan Epik Gilgamesh, kisah Falsafah dan cara hidup masyarakat
Mesopotamia. Tentang kepahlawanan Gilgamesh, ada sifat dua pertiga tuhan, satu pertiga
manusia. Wajah tampan, ada kekuatan dan keberanian. Telah memerintah dan memberikan
perlindungan kepada Kota Uruk. Ceritakan juga kehidupan yang kekal dan kesaktian. Bidang
arsitektur, orang Sumeria membangun kotanya menurut tata aturan kota yang terencana.
Bangunan umumnya terbuat dari batu bata dan tanah liat. Kemampuan mengolah logam, dari
pengolahan logam dihasilkan cermin, tongkat-tongkat, kapak, dan perlengkapan senjata lainnya.
Mereka juga pandai membuat pakaian lenan, perkakas dari tembikar dan tembaga, serta
perhiasan dari emas. Mesopotamia pada zaman Babylonia (Baru) terkenal dengan taman
gantung, yang kemudian menjadi salah satu keajaiban dunia
H. Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Kesenian
Bahasa Aramaik merupakan bahasa yang digunakan masyarakat Assyria, Kaldynia,
Yahudi, dan Syria sejak 900 tahun sebelum Masehi. Istilah Aramaik diambil dari kata Aram,
cucu Nabi Nuh dari anak kelimanya, Sam. "Makanya, ada yang menyebut bahasa Aram. Bahasa
ini pertama kali berkembang di Padan Aram, lembah di barat daya Mesopotamia, yang dihuni
anak-cucu Aram. Dari lembah inilah bahasa Aramaik berkembang menjadi bahasa utama
masyarakat Mesopotamia dan menembus Imperium Assyria dan Babylonia. Sebagai bahasa yang
terus berkembang, Aramaik mengalami penyesuaian dengan tradisi lokal. Idiom yang digunakan
bercampur dengan budaya setempat. Begitu pula dialek, pengucapan, dan penulisannya yang tak
berhenti pada satu pakem. Selama 15 abad perjalanannya, bahasa Aramaik terbelah dalam dua
aliran besar, Aramaik Barat dan Aramaik Timur. Aliran ini muncul berdasarkan dialek utama
masyarakat yang menggunakannya.
Aramaik Barat bersandar pada dialek Yahudi yang berkembang di Yerusalem, Talmud,
dan Talgum. Sedangkan Aramaik Timur muncul berdasarkan dialek Syriak di wilayah Assyria,
Kaldynia, Babylonia, dan Mundai. Ada beberapa fase perkembangan bahasa Aramaik. Fase
keempat, antara abad ke-2 sampai ke-7, yang disebut Aramaik Mutakhir. Fase terakhir inilah
yang diyakini sebagai bahasa sehari-hari Yesus selama hidupnya. Fase ini diyakini pula sebagai
fase puncak perkembangan. Bahasa Aramaik menjadi bahasa utama spiritual dan intelektual
penganut agama samawi alias kaum Semit masa itu. Sebagaimana bahasa Ibrani bagi Yahudi dan
bahasa Arab bagi penganut Islam. "Tiga bahasa itu menjadi bahasa spiritual tiga agama Semit
karena berasal dari rumpun yang sama," kata Franz Rosenthal, profesor studi bahasa kuno dalam
Journal Near Eastern. Jangan heran jika tiga bahasa tersebut punya kemiripan dari berbagai sisi.
Huruf dalam bahasa Aramaik dan Ibrani punya beberapa kemiripan bentuk. Beberapa huruf bisa
disambung dengan huruf lain untuk membentuk kata. Hal serupa juga bisa ditemukan dalam

I.

J.

bahasa Arab. Kosakata yang dimiliki tiga bahasa ini juga berdekatan. Kata "tidak" dalam bahasa
Aramaik disebut "la". Sama persis dengan kosakata Arab. Beberapa kosakata Arab dan Ibrani
juga punya kemiripan. Bangsa Israel dalam bahasa Arab disebut "bany Israil". Sedangkan Ibrani
menyebutnya "benei Yisra'il." Dalam perkembangan selanjutnya, bahasa Aramaik lambat-laun
berkurang. Skala penggunaannya juga menyempit pada ritual peribadatan yang bersumber dari
Kitab Perjanjian Baru yang ditulis dalam bahasa Aramaik. Kini bahasa Aramaik "cuma" menjadi
wilayah kajian tentang peradaban Mediterania. Namun, bukan berarti ia punah sama sekali.
Harian The Christian Science Monitor, 29 Januari 2004, menemukan fakta menarik. Bahasa
Aramaik ternyata masih digunakan dalam ritual peribadatan 130 tokoh Katolik Maronit di
Kormakiti, Siprus. Mereka tetap mendaras doa sebagaimana bahasa yang digunakan Yesus
semasa hidup. Dialek mereka terpengaruh dialek Arab sehingga bahasa Aramaik dari Kormakiti
ini disebut gaya Arab Maronit Siprus.
Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang IPTEK
Peradaban Mesopotamia telah memperlihatkan keunggulan di bidang ilmu pengetahuan
dan teknologi, sejak didiami oleh bangsa Sumeria (tahun 3000 SM). Keunggulan-keunggulan
tersebut tampak dalam bidang-bidang berikut :
Bidang arsitektur, orang Sumeria membangun kotanya menurut tata aturan kota yang terencana.
Bangunan umumnya terbuat dari batu bata dan tanah liat.
Kemampuan mengolah logam, dari pengolahan logam dihasilkan cermin, tongkat-tongkat,
kapak, dan perlengkapan senjata lainnya. Mereka juga pandai membuat pakaian lenan, perkakas
dari tembikar dan tembaga, serta perhiasan dari emas.
Bidang ilmu pengetahuan, Ashurbanipal, pemimpin Assyria, membangun perpustakaan tertua di
dunia.
Mesopotamia pada zaman Babylonia (Baru) terkenal dengan taman gantung, yang kemudian
menjadi salah satu keajaiban dunia
Kewujudan Sistem Tulisan Sistem pendidikan telah melahirkan juru tulis, Epik Gilgamesh
merupakan hasil kesusasteraan yang tertua di dunia serta mengandungi falsafah dan cara hidup
orang Mesopotamia.
Perkembangan ilmu astronomi, Perkembangan ilmu matematik dan geometri, Menggunakan
jalan laut, menciptakan kalender berdasarkan sistem solar yang mengandungi 12 bulan dalam
satu tahun.
Perkembangan ilmu perobatan, Kerajaan Assyria mementingkan kesihatan anggota tenteranya
500 jenis 0bat-0batan termasuk herbal dan ramuan perobatan, serta cara mengobati.
Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Politik
Bentuk bangsa adalah Negara Kota yang masing-masing Negara kota dipimpin oleh
seorang raja. Sebagaimana telah disinggung di muka, masing-masing raja memilki otoritas penuh
baik sebagai pemimpin politik, supervisor irigasi maupun pemimpin keagamaan. Mungkin lebih
tepat bangsa Sumeria menganut sistem pemerintahan dan bentuk negara kondefenderasi
terbuka. Persatuan diperlukan hanya dalam bidang militer ketika mendapatkan serangan dari
luar. Namun tidak jarang juga terjadi persaingan dan ingin saling menguasai di antara Negaranegara kota sendiri. Sebagai contoh ialah ketika Dungi berkuasa, bangsa Sumeria berada di
bawah kekuasaan tunggalnaya. Sistem pemerintahan bersifat despotik. Sebagian besar
penduduknya merupakan budak atau dianggap sebagai budak yang hidup dalam sebuah tirani

yang secara terpaksa harus rela menerima setiap kehendak raja. Raja berkedudukan sebagai dewa
yang memerintah manusia di bumi. Kebebasan intelektual hanya sedikit diberikan.
K. Hubungan Peradaban Mesopotamia dengan Peradaban/Kerajaan Lain
Kerajaan Babilonia (1900 SM)
Kerajaan Babilonia didirikan oleh bangsa Amorit yang disebut juga Babilonia. Kata
Babilonia berasal dari kata babilu yang berarti gerbang menuju Tuhan. Babilon terletak 97
kilometer di selatan kota Baghdad sekarang, di tepi sungai Eufrat, Irak selatan. Babilon menjadi
pemerintahan (ibukota), perdagangan dan keagamaan. Raja Babilonia yang terbesar adalah
Hammurabi (1948-1905 SM). Raja Hammurabi terkenal sebagai pembuat Undang-undang.
Menurut kepercayaan, undang-undang tersebut berasal dari pemberian Dewa Marduk. Agar
dapat dibaca oleh masyarakat, maka undang-undang itu dipahatkan pada tugu batu setinggi 8
kaki yang ditempatkan di tengah ibukota. Inti dari hukum Hammurabi adalah pembalasan,
misalnya mata ganti mata, gigi ganti gigi. Penerapan hukum itu sangat keras, contoh: Jika
seseorang melakukan pencurian di sebuah rumah, maka ia harus dibunuh dan dibakar di muka
rumah tempat ia melakukan pencurian. Dengan demikian keteraturan masyarakat tercapai
karena ketaatan pada hukum. Setelah Hammurabi meninggal dunia, kira-kira tahun 1900 SM
Babilonia ditaklukkan oleh bangsa Hittit dari dataran tinggi di sebelah utara Mesopotamia. Pada
masa pemerintahan Hammurabi, kekuasaan Babylonia terbentang dari Teluk Persia sampai
seberang wilayah Turki sekarang dan dari Pegunungan Zagros di timur sampai Sungai Khabur di
Siria. Tetapi, sepeninggal Hammurabi wilayah Babylonia terpecah-balah dan akhirnya Babylonia
(Lama) runtuh karena serangan dari bangsa Hitti (Hittit). Selanjutnya Mesopotamia diduduki dan
diperintah oleh bangsa Kassi (Kassit).
Mengenali Budaya Bangsa Hittite (Het)

by tatang February 21, 2015


Orang Het itu merupakan orang-orang Anatolia kuno yang mendirikan sebuah kerajaan di
Hattusa di utara-tengah Anatolia sekitar 1600 SM. Orang Het Empire mencapai puncaknya pada
pertengahan abad ke-14 SM di bawah Suppiluliuma I, ketika mencakup area yang mencakup
sebagian besar Asia Kecil serta bagian dari utara Levant dan atas Mesopotamia. Setelah 1180
SM, kekaisaran berakhir pada runtuhnya Zaman Perunggu dan pecah menjadi beberapa
independen Neo-Het negara-kota, beberapa di antaranya selamat sampai abad ke-8 SM.

Wilayah Hittite

Bahasa Hittite
Bahasa Hittite adalah anggota dari cabang Anatolia dari keluarga bahasa Indo-Eropa. Mereka
disebut tanah air mereka sebagai Hatti. Nama konvensional Het karena identifikasi awal
mereka dengan Alkitab Het menurut arkeologi abad ke-19. Alkitab Ibrani mengacu pada Het
di beberapa bagian, dan menghubungkan mereka dengan nenek moyang eponymous Het,
keturunan Ham melalui anaknya Kanaan. Orang Het yang demikian dihitung di antara orang
Kanaan. Orang Het biasanya digambarkan sebagai orang yang hidup di antara orang IsraelAbraham membeli Patriark penguburan-plot dari Efron HaChiti, Efron, orang Het; dan Het
melayani perwira militer tinggi di tentara Daud. Dalam 2 Raja-raja 7: 6, mereka digambarkan
sebagai orang-orang dengan kerajaan mereka sendiri. Meskipun penggunaan Hatti sebagai inti
dari wilayah mereka, orang Het harus dibedakan dari Hattians, seorang orang sebelumnya yang
mendiami wilayah yang sama (hingga awal milenium ke-2 SM) dan berbicara bahasa yang
berbeda mungkin dalam bahasa Kaukasia Northwest Kelompok yang dikenal sebagai Hattic.
Orang Het militer buatan keberhasilan penggunaan kereta. Meskipun peradaban mereka
berkembang selama Zaman Perunggu, orang Het merupakan pelopor dari Zaman Besi dan
manufaktur artefak besi dari sedini abad ke-14 SM. Korespondensi dengan penguasa dari
kerajaan lain mengungkapkan permintaan luar negeri untuk barang besi. Setelah 1180 SM, di
tengah gejolak umum di Levant terkait dengan kedatangan tiba-tiba Bangsa Laut, kerajaan
hancur menjadi beberapa independen Neo-Het negara-kota. Sejarah peradaban Het banyak
dikenal dari teks-teks prasasti yang ditemukan di daerah kerajaan mereka, dan dari
korespondensi diplomatik dan komersial yang ditemukan di berbagai arsip di Mesir dan Timur
Tengah.

Pemerintahan
Kepala negara Het adalah raja, diikuti oleh pewaris tersebut. Namun, beberapa pejabat dilakukan
otoritas independen atas berbagai cabang pemerintahan. Salah satu yang paling penting dari
tulisan ini adalah bahwa dari Gal Mesedi (Chief dari Royal Bodyguards). Hal itu digantikan oleh
peringkat dari Gal Gestin (Kepala Wine Steward), yang, seperti Gal Mesedi, umumnya anggota
keluarga kerajaan. Birokrasi kerajaan dipimpin oleh Gal Dubsar (Kepala ahli-ahli Taurat).

Agama
Agama Het dan mitologi sangat dipengaruhi oleh rekan-rekan Hattic, Mesopotamia, dan Hurrian
mereka. Pada jaman dulu, elemen Indo-Eropa masih dapat dilihat dengan jelas. Badai dewa
yang menonjol di jajaran Het. Tarhunt disebut sebagai The Conqueror, The King of
Kummiya, Raja Surga, dan Tuhan dari tanah Hatti. Sebagai dewa perang dan kemenangan,
terutama terhadap kekuatan asing, dia adalah kepala di antara dewa Dia digambarkan sebagai
pria berjenggot mengangkang dua gunung dan bantalan klub.

PERADABAN MESOPOTAMIA
20 Dec

Mesopotamia terletak di antara dua sungai besar, Eufrat dan Tigris. Daerah yang kini menjadi
Republik Irak itu di zaman dahulu disebut Mesopotamia, yang dalam bahasa Yunani berarti
(daerah) di antara sungai-sungai. Entah sejak kapan nama itu dipakai untuk menyebut daerah
itu. Namun, para penulis Yunani dan Latin kuno, seperti Polybius (abad 2 SM) dan Strabo (60
SM-20 M), sudah menggunakannya.
Sejarah Mesopotamia diawali dengan tumbuhnya sebuah peradaban, yang diyakini sebagai pusat
peradaban tertua di dunia, oleh bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria membangun beberapa kota
kuno yang terkenal, yaitu Ur, Ereck, Kish, dll. Kehadiran seorang tokoh imperialistik dari bangsa
lain yg juga mendiami kawasan Mesopotamia, bangsa Akkadia, dipimpin Sargon Agung,
ternyata melakukan sebuah penaklukan politis, tapi bukan penaklukan kultural. Bahkan dalam
berbagai hal budaya Sumer dan Akkad berakulturasi, sehingga era kepemimpinan ini sering
disebut Jilid Sumer-Akkad. Campur tangan Sumer tidak dapat diremehkan begitu saja, pada saat
Akkad terdesak oleh bangsa Gutti, bangsa Sumer-lah yg mendukung Akkad, sehingga mereka
masih dapat berkuasa di tanah antara dua sungai itu.
A. Letak Geografis dan Kondisi Alam Mesopotamia
Mesopotamia adalah suatu wilayah perlembahan yang terletak di antara dua sungai Tigris dan
Eufrat. Hulu kedua sungai tersebut berasal dari dataran tinggi yang bergunung-gunung di Asia
Kecil yang mengalir ke arah tenggara secara pararel menyisir hamparan terbuka. Hanya kurang
dari dua ratus mil, kedua sungai itu saling mendekat. Daerah yang dilalui kedua sungai itu pada
umumnya subur. Sebab daerah itu merupakan daerah yang berupa tanah hasil endapan air yang
dihasilkan dari sungai Tigris dan Eufrat.
B. Bangsa-bangsa pendukung Peradaban Mesopotamia
1. Bangsa Ubaid
Merupakan bangsa pertama yang telah tinggal di Mesopotamia selama bertahun-tahun. Bangsa
ini bermata pencaharian sebagai petani. Mereka menanam biji-bijian dengan memanfaatkan air
sungai sebagai sarana irigasi pertanian ini dilakukan di daerah yang subur.
2. Bangsa Sumeria ( 3000 SM)
Merupakan bangsa yang ada setelah bangsa Ubaid telah punah. Bangsa ini bermata pencaharian
sebagai petani yaitu dengan cara melanjutkan pertanian yang dilakukan oleh bangsa Ubaid.
Namun berbeda dengan para pendahulunya bangsa Sumeria memperbaharui sistem irigasi
dengan membuat waduk-waduk agar ketika musim kemarau mereka tetap akan bisa melakukan
pengairan ke ladang-ladang mereka. Bangsa Sumeria adalah bangsa yang pertama mendiami
Mesopotamia. Mula-mula daerah tersebut berupa rawa-rawa. Setelah dikeringkan daerah tersebut
menjadi pemukiman yang dihuni oleh kelompok masyarakat yang teratur. Kota yang dihuni
tertua adalah Ur dan kemudian Sumer.
3. Bangsa Akkadia ( 2350 SM)
Memasuki tahun 2800 SM, Mesopotamia dikuasai oleh bangsa Akkadia, setelah berhasil
mengalahkan bangsa Sumeria. Pemimpin bangsa Akkadia adalah raja Sargon. Memilih Agade
sebagai ibukotanya. Dari segi kebudayaan bangsa Akkadia meniru kebudayaan bangsa Sumeria
yang sudah maju sehingga berkembanglah budaya baru yang disebut budaya Sumer Akkad
berbahasa semit.

4. Bangsa Babilonia (1900 SM)


Kerajaan Babilonia didirikan oleh bangsa Amorit yang disebut juga Babilonia. Kata Babilonia
berasal dari kata babilu yang berarti gerbang menuju Tuhan. Babilon terletak 97 kilometer di
selatan kota Baghdad sekarang, di tepi sungai Eufrat, Irak selatan. Babilon menjadi pemerintahan
(ibukota), perdagangan dan keagamaan. Raja Babilonia yang terbesar adalah Hammurabi (19481905 SM). Raja Hammurabi terkenal sebagai pembuat Undang-undang. Menurut kepercayaan,
undang-undang tersebut berasal dari pemberian Dewa Marduk. Agar dapat dibaca oleh
masyarakat, maka undang-undang itu dipahatkan pada tugu batu setinggi 8 kaki yang
ditempatkan di tengah ibukota. Inti dari hukum Hammurabi adalah pembalasan, misalnya mata
ganti mata, gigi ganti gigi. Penerapan hukum itu sangat keras, contoh: Jika seseorang
melakukan pencurian di sebuah rumah, maka ia harus dibunuh dan dibakar di muka rumah
tempat ia melakukan pencurian. Dengan demikian keteraturan masyarakat tercapai karena
ketaatan pada hukum. Setelah Hammurabi meninggal dunia, kira-kira tahun 1900 SM Babilonia
ditaklukkan oleh bangsa Hittit dari dataran tinggi di sebelah utara Mesopotamia.
5. Bangsa Assyria (1200 SM)
Bangsa Assyria termasuk rumpun bangsa Semit. Mereka membangun kota Asshur dan Niniveh.
Kota Niniveh yang terletak di tepi sungai Tigris dijadikan ibukota. Pemerintahan bangsa Assyria
bercorak militer. Bangsa Assyria digelari sebagai bangsa Roma dari Asia. Apa sebab muncul
gelar tersebut? Karena seperti bangsa Romawi, bangsa Assyria merupakan penakluk daerahdaerah di sekitarnya sehingga berhasil membentuk imperium yang besar. Wilayah Assyria
membentang dari teluk Persia sampai Laut Tengah. Mereka sangat ditakuti oleh bangsa lain
karna pasukan infantri, kavaleri dan tentara dengan kereta perangnya sangat kuat.
Wilayah kerajaan dibagi menjadi beberapa propinsi dan setiap propinsi diperintah oleh gubernur
yang bertanggungjawab kepada Raja. Untuk memperlancar hubungan antara ibukota dan daerah
maka dibangunlah jalan raya yang bagus.
Selain kehidupannya yang bercorak militer, bangsa Assyria juga membangun negerinya menjadi
sangat maju antara lain di bidang pendidikan. Salah seorang raja Assyria yang terkenal adalah
Assurbanipal. Pada masa pemerintahannya ia meninggalkan 22000 buah lempengan tanah liat
yang tersimpan di perpustakaan Niniveh. Lempengan (tablet-tablet) tersebut memuat tulisan
tentang masalah keagamaan, sastra, pengobatan, matematika, ilmu pengetahuan alam, kamus dan
sejarah.
6. Bangsa Babilonia Baru
Tampilnya suku bangsa Khaldea mengangkat kembali keperkasaan Babilonia yang dulu pernah
jaya. Raja bangsa Khaldea yang terkenal adalah Nebukadnezar. Ia membangun kembali kota
Babilon dan menjadikan kota tersebut sebagai ibukota sehingga disebut Babilonia Baru. Ada dua
hal yang menarik di kota Babilonia yaitu menara Babel dan taman gantung. Menara babel yang
tingginya mencapai 90 meter berfungsi sebagai keindahan kota serta mercusuar bagi para
pedagang di sekitarnya yang akan menuju ke kota Babilonia.
Hal kedua yang menarik adalah pembuatan taman gantung yang dipersembahkan untuk isterinya.
Taman itu dibangun di atas bukit buatan. Tingginya 107 meter. Bentuknya berupa podium
bertingkat yang ditanami pohon, rumput dan bunga-bungaan. Ada air terjun buatan berasal dari
air sungai Eufrat yang dialirkan ke puncak bukit lalu mengalir melalui saluran buatan. Jika
dilihat dari jauh seolah-olah taman itu menggantung, suatu pemandangan yang sangat

menakjubkan.
Di bidang pengetahuan bangsa Khaldea telah mengembangkan astronomi dan astrologi. Mereka
percaya bahwa masa depan dapat diketahui dengan mempelajari bintang-bintang. Selain
meramal nasib seseorang juga ramalan tentang gerhana. Mereka membagi minggu dalam tujuh
hari, satu hari ke dalam 12 jam ganda (1/2 hari siang/terang dan 1/2 hari malam/gelap).
Menghitung lewatnya waktu dengan jam air (water clock) dan jam matahari (sundial).
Sebuah catatan penting mengenai Nebukadnezar adalah peristiwa penaklukan kerajaan Yudea
dan Palestina. Ibukota Yerusalem direbutnya, kemah raja Sulaiman dibakar dan menjarah tanah
Yudea. Bangsa Israel termasuk para pemimpinnya diangkut ke negerinya dijadikan budak dan
tawanan. Peristiwa itu disebut masa pembuangan Babilon dari tahun 586-550 SM yang sangat
membekas bagi bangsa Israel. Sesudah Nebukadnezar meninggal dunia tak lama yaitu tahun 539
SM, Babilonia Baru ditaklukkan oleh bangsa Persia.
C. Faktor-faktor kemajuan Peradaban Mesopotamia
1. Undang-undang Hammurabi
Berteraskan hak rakyat terhadap keadilan
Hukuman dan denda mestilah setimpal dengan kesalahan tetapi berbeda mengikut susunan
lapis masyarakat
Terdapat 282 undang-undang dipahat pada tembok dan tiang besar untuk ratapan masyarakat
Mewujudkan perpaduan
Mengukuhkan sistem organisasi dalam kehidupan masyarakat
Membantu peradaban Mesopotamia bertahan untuk jangka masa yang panjang
2. Kewujudan Sistem Tulisan
Sistem pendidikan telah melahirkan juru tulis
Epik Gilgamesh merupakan hasil kesusasteraan yang tertua di dunia serta mengandungi
falsafah dan cara hidup orang Mesopotamia
3. Perkembangan ilmu astronomi
Perkembangan ilmu matematik dan geometri
Menggunakan jalan laut
Mencipta kalender berasaskan sistem solar yang mengandungi 12 bulan dalam satu tahun
4. Perkembangan ilmu perubatan
Kerajaan Assyria mementingkan kesihatan anggota tenteranya
500 jenis 0bat-0batan termasuk herbal dan ramuan perobatan, serta cara mengobati
5. Penciptaan roda
Kereta kuda
Menciptakan kincir air, mengalirkan air ke kawasan tandus dan meningkatkan hasil pertanian
serta dapat mengawal banjir
6. Alat pengangkutan yang terawal
Menggunakan kapal layar dan pengangkutan beroda
7. Membuat batu-bata daripada tanah liat

8. Mencipta arca dan tiang batu


Contoh: Raja Gudea
D. Kontribusi Bangsa Sumeria terhadap Peradaban Mesopotamia
Pada dasarnya yang disebut dengan peradaban Mesopotamia adalah peradaban Sumeria itu
sendiri. Dikatakan demikian sebab secara umum, sebagaian besar peradaban Mesopotamia
dibentuk oleh bangsa Sumeria. Bangsa-bangsa yang lain yang datang sesudahnya hanyalah
meneruskan dan mengembangkan peradaban yang dicapai oleh bangsa sumeria. Sebagai misal
ialah sistem ujaran yang disebut dengan tulisan paku, yang diciptakan oleh orang-orang Sumeria
digunakan oleh bangsa-bangsa yang datang kemudian.
Adapun sumbangan bangsa Sumeria terhadap peradaban Mesopotamia dapat diungkapkan di sini
antara lain ialah sebagai berikut:
1. Dalam bidang politik
Bentuk bangsa Sumeria adalah Negara Kota yang masing-masing Negara kota dipimpin oleh
seorang raja. Sebagaimana telah disinggung di muka, masing-masing raja memilki otoritas penuh
baik sebagai pemimpin politik, supervisor irigasi maupun pemimpin keagamaan. Mungkin lebih
tepat bangsa Sumeria menganut sistem pemerintahan dan bentuk negara kondefenderasi
terbuka. Persantuan diperlukan hanya dalam bidang militer ketika mendapatkan serangan dari
luar. Namun tidak jarang juga terjadi persaingan dan ingin saling menguasai di antara Negaranegara kota sendiri. Sebagai contoh ialah ketika Dungi berkuasa, bangsa Sumeria berada di
bawah kekuasaan tunggalnaya. Sistem pemerintahan bersifat despotik. Sebagai besar
penduduknya merupakan budak atau dianggap sebagai budak yang hidup dalam sebuah tirani
yang secara terpaksa harus rela menerima setiap kehendak raja. Raja berkedudukan sebagai dewa
yang memerintah manusia di bumi. Kebebasan intelektual hanya sedikit diberikan.
2. Dalam bidang Ekonomi
Pola ekonomi bangsa Sumeria lebih sederhana. Negara memberikan kesempatan yang lebih luas
kepada usaha yang bersifat individual. Kekayaan tidak secara eksklusif menjadi milik penguasa
baik dalam praktek maupun teori. Demikian juga dalam bidang perdangan maupun industri tidak
menjadi monopoli pemerintah. Hanya saja karena rakyat sebagai besar berstatus sebagai budak
mereka tidak memiliki kesempatan mengembangkan ekonomi secara bebas. Hanya sedikit dari
mereka yang memiliki dan mengembangkan ekonomi atas nama mereka sendiri.
Aktifitas ekonomi sebagaian besar bertumpu pada produksi pertanian. Karena kondisi tanah yang
subur dan pengairan yang sangat baik sekali, serta tersedianya tenaga-tenaga yang terampil dan
ahli menjadikan pertanian menjadi sektor utama devisa negara. Hasil pertanian diangkut dengan
kendaraan beroda sehingga memungkinkan mobilisasi yang cepat terhadap hasil pertanian.
Meskipun industri bukan tumpuan utama perekonomia bangsa sumeria bukan bearti tidak
berkembang dengan baik. Dengan kendaraan beroda yang berhasil diciptakan. Mereka denagn
mudah mengimpor bahan-bahan mentah yang didatangkan dari negara tentangga sebelah utara,
terutama bahan manufaktur, untuk diubah menjadi produk siap pakai dan lalu mengekspor ke
daerah-daerah lain yang luas. Barangbarang kerajinan yang terbuat dari logam mulia.diciptakan
oleh tenaga-tenaga yang terampil dan ahli. Para saudagar dan pelancong yang datang dari arah
utara dan barat melalui daerah bualan sabit subur menuju ke timur mediterrania dan mesir,
singgah di Mesopotamia untuk membawa pradok-pradok industrimaupun pertanian bangsa

sumeria.
Bukti telah ada hubungan antara Mesir dan Mesopotamia dapat dijelaskan dengan adanya
keasamaan pada budaya tertentu antara keduanya. Yakni menggunakan sejenis senjata perang
yang berbentuk bnuga yang ditemukan dalam seni dekorasi. Bahkan penemuan terakhir
menujukan bahwa Mesopotamia telah mengadakan kontak dagang dengan india.
Di atas itu semua, bangsa Sumeria adalah masyarakat bisnis yang pragmatis. Kredit dan
pinjaman diatur secara hati-hati. Segala perjajian ditulis dan ditanda tangani oleh saksi. Alat
tukar perdagangan yang sudah digunakan ialah logam mulia seperti emas dan perak.
3. Dalam bidang seni dan Arsitektur.
Para arkelogi berhasil melakukan peneltian terhadap berbagai peninggalan bangsa Sumeria yang
antara lain berupa lukisan lukisan para penguasa yang terlukis dalam peta, kuil-kuil maupun
dalam gundukan-gundukan tanah yang tertutup oleh benda-benda yang tidak berharga. Dan
mereka berhasil mengungkapkan karateristik kebudayaan bangsa Sumeria dalam bidang
arsitektur Sumeria terletak pada tingkat kerumitannya yang khas. Sebagai contoh ialah istana
para raja (3500 SM ) dibangun berdasarkan perencaan yang rumit. Bangunan terdiri dari tangga
yang besar dan tembok-temboknya dihiasi dengan relief-relief dengan bentuk binatang dan
manusia. Sebenarnya orang-orang Sumeria lebih familiar dengan bangunan-bangunan yang
berbentuk kubah. Akan tetapi karna tidak adanya batu besar di Mesopotamia membuat
bangunan-bangunan seperti itu kurang berkembang.
Seni pahat bangsa Sumeria terdiri dari relief-relief yang digunakan untuk dekorasi dan isinya
berupa cerita-cerita yang berupa bentuk badan manusia ataupun binatang. Manusia yang kekar
adalah bentuk khas seni pahat yang paling digemari oleh bangsa Sumeria.
4. Dalam bidang agama
Agama menempati posisi yang penting dalam kehidupan sosial maupun politik serta ekonomi
bangsa Sumeria. Agama berfungsi sebagai alat kontrol dan menuntun aktifitas-aktifitas manusia
di dunia. Agama orang Sumeria adalah politeisme, sebab mereka menyembah banyak dewa.
Dewa-dewa laki-laki. Samasy adalah dewa matahari yang berjenis kelamin laki-laki. Enslil
adalah dewa penagtur angin dan hujan. Sedangkan ishtar adalah dewinya para dewi yang
berkuasa atas bumi. Sedngakan rajanya para dinamakan nergal.
5. Dalam bidang ilmu pengetahuan
Dalam bidang ilmu pengetahuan, bangsa Sumeria memberikan sumbangan yang tidak kecil
terhadap peradaban dunia, meskipun tidak sebesar bangsa mesir kuno. Beberapa sumbangan
dalam bidang ilmu pengetahuan dapat diungkapkan di sini antara lain ialah tulisan paku.
Tulisan paku ialah sebuah tulisan yang berbentuk baji (irisan) yang tertulis di atas lempenganlempengan tanah kering dalam bentuk empat persegi. Pada awalnya tulisan ini menggunkan
sistem pictografi. Secara berangsur-angsur sistem itu berubah menjadi lambang ujaran (phoenitik
signa) hingga menjadi 150 lambang ujaran (huruf). Tulisan ini di gunakan hingga sepuluh abad
setelah bangsa sumeria sendiri lenyap.
Dari uraian di atas, beberapa kesimpulan yang dapat diambil kesimpulan antara lain ialah sebagai
berikut.
1. Mesopotamia adalah daerah perlembahan yang diapit oleh dua buah sungai yaitu sungai Tigris
dan sungai Euphrat. Daerah ini pada mulanya adalah daerah rawa-rwa yang ditumbuhi tumbuh-

tumbuhan yang rimbun yang berfungsi sebagia penahan banjir yang ditimbulkan oleh luapan
kedua sungai tersebut.
2. Sejarahwan menduga bahwa bangsa Sumeria adalah pembangunan peradaban Mesopotamia
pertama. Meskipun asal-usulnya tidak diketahui secara pasti yang jelas mereka telah menetap di
Mesopotamia sejak sekitar tahun 5000 SM.
3. Kondisi alam Mesopotamia berpengaruhg sekali terhadap karateristik peradaban yang
dibangun oleh bangsa-bangsa yang pernah tinggal di sana tidak terkecuali bangsa Sumeria.
4. Sumbangan bangsa Sumeria terhadap peradaban Mesopotamia khususnya dan dunia pada
umumnya antara lain ialah pada bentuk negra, yang disebut dengan negara kota. Juga tulisan
yang disebut dengan tulisan paku, kalender, jam air, dll.
5. Tingkat kemajuan peradaban bangsa Sumeria dibuktikan dengan diadopsinya kebudayaan
mereka oleh bangsa-bangsa lain yang datang sesudahnya.