Anda di halaman 1dari 8

TUGAS I

MATEMATIKA
SUB BAB PERTIDAKSAMAAN DAN LOGIKA

DISUSUN OLEH:
MOHAMMAD FAHMI RASYIDI
101611233009

KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulilah saya panjatkan puja dan puji syukur kepada Allah
SWT, karena berkat limpahan rahmat dan ridho-Nya saya dapat menyelesaikan
makalah yang merupakan serangkaian tugas dari Mata Kuliah Matematika yang
saya terima atas ridho Allah SWT. Makalah ini bertemakan tentang
materi sistem pertidaksamaan dan logika .
Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada dosen Mata
Kuliah Matematika yang telah memberikan kesempatan kepada
saya untuk menyusun makalah ini. Penugasan yang diberikan
pada makalah ini memberikan dampak yang positif bagi saya
secara pribadi dalam hal prose pemahaman dan penguasaan
materi secara mendalam.
Saya memahami masi banyak kekurangan yang ada
dalam makalah ini, oleh karenanya saya mengharapkan saran
dan kritik dari bapak selaku dosen mata kuliah matematika.
Makalah ini tidak akan sempurna apabila masi terdapat
beberapa kekurangan

LATAR BELAKANG

Kebutuhan gizi yang baik seakan menjadi permasalahan yang hingga kini
masih belum dapat terpecahkan. Banyak sekali permasalahan yang menyangkut
tentang gizi khususnya di daerah pedalaman-pedalaman yang sulit dijangkau.
Mulai dari tingkat gizi buruk hingga tingkat obesitas yang seakan menjadi
penyakit yang selalu ada di kalangan masyarakat Indonesia.
Pemilihan menu makanan menjadi fokus utama dalam permasalahan
tersebut. Masih banyak masyarakat Indonesia menghiraukan permasalahan ini.
Menu makanan masih kurang mendapat perhatian dari masyarakat, sehingga
banyak permasalahan yang ditimbulkan akibat dari dampak tersebut.
Didalam ilmu Matematika ini dapat diterapkan dengan ilmu gizi, mulai
dari penyusunan menu makanan hingga masuk kedalam tingkat penelitian
makanan tersebut. Maka dari itu diterapkan lah materi mata kuliah matematika
pada sub bab pertidaksamaan dan logika yang dapat menjadi perhitungan
pasti akan kebutuhan menu makanan
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang dapat
diambil ialah Bagaimana penerapan pada sub bab Pertidaksamaan dan
Logika pada suatu kasus atau penelitian yang telah dilakukan
TUJUAN PENULISAN
Dalam pembuatan makalah ini harapannya dapat mengetahui jumlah atau
kapasitas yang ideal dalam menu makanan seseorang baik dalam kondisi sehat
maupun sakit dan penentuan katagori gizi seseorang
MANFAAT PENULISAN
Harapan nya dalam penulisan makalah ini dapat menjadi pedoman bagi
masyarakat dalam hal menyusun pola menu makanan yang baik dan benar
sesuai kondisi seseorang dan tingkat usia seseorang

1. SISTEM PERSAMAAN LINIER (SPL)


1.1.

Definisi

Persamaan Linier adalah suatu persamaan yang berbentuk


a1 x1 + a2 x2 + + an xn = b,
dengan a1, a2, , an, b bilangan riil.
1.2.

Contoh:

2x + 3y = 18
x+y =8

(i)
(ii)

x,y,z,.. merupakan bilangan bulat (1,2,3,...)


Dari contoh soal diatas dapat kita ketahui nilai-nilai x,y yang merupakan
bilangan rill
1.3.

Pembahasan:

Dari persamaan (i) dan (ii) dapat dilakukan beberapa cara untuk menentukan
nilai x dan y, salah satunya sebagai berikut :
Eliminasi :
Disamakan dahulu salah satu variabel :
2x + 3y = 18
(x1)
x+y =8
(x2)
Masukan ke bentuk persamaan :
2x + 3y = 18
2x + 2y = 16
y=2
Didapatkan nilai variabel y, kemudian untuk digunakan dalam menentukan nilai
x dengan memasukan nilai y ke dalam salah satu persamaan (i) atau (ii)
x+y=8
x+2=8
x=6
Jadi dapat diketahui nilai x = 6 dan y = 2
2. PENERAPAN PERSAMAAN LINEAR

Persamaan Linear dapat diaplikasikan dalam bentuk perhitungan berbagai


macam kebutuhan yang diperlukan, salah satunya adalah dalam perhitungan
kebutuhan kalori seseorang tiap harinya, dan menu apakah yang ideal untuk
mencukupi kebutuhan tersebut.
Untuk lebih mengetahui kebutuhan kalori tiap orang, maka dari itu saya
melakukan survey atau penelitian terhadap kebutuhan kalori tiap orang
Saya melakukan penelitian terhadap seorang siswa SMP Negeri 22
Surabaya
Berikut biodata narasumber :
Nama : Mohammad Firman Syahputra
Umur : 15 tahun
Alamat : Jl. Jetis Wetan III/15 Surabaya
Berdasarkan keterangan narasumber pola menu makanan nya bergantung
kepada tingkat aktivitas yang dilakukan narasumber.
Berikut tabel ketentuan level aktivitas :
Level Aktivitas
Nilai
Keterangan
Tidak aktif
1,2
Tidak berolahraga sama sekali
Ringan
1,375
Berolahraga sekitar 1-3 kali dalam seminggu
Sedang
1,725
Berolahraga sekitar 5-6 kali dalam seminggu
Sangat Berat
1,9
Berolahraga sekitar 2 kali dalam sehari,
termasuk latihan fisik
Untuk Menghitung Kebutuhan Kalori seseorang dapat dirumuskan:
BMR x nilai level aktivitas
Keterangan:
BMR (Basal Metabolic Rate) : energi /kalori yang dibutuhkan selama
sehari, dalam kondisi pasif atau tanpa aktivitas

Untuk menghitung BMR dapat dirumuskan :


Laki-laki :
66,4730 + (13,7516 x BB kg) + (5,0033 x TB cm) (6,7550 x usia)

Perempuan :
655,0955 + (9,5634 x BB kg) + (1,8496 x TB cm) (4,6756 x usia)
Berdasarkan keterangan narasumber didapatkan data sebagai berikut:

Jenis Kelamin
Berat Badan
Tinggi Badan
Usia
Level Aktivitas

: Laki-laki
: 40kg
: 155cm
: 15 tahun
: Sedang

Dari Data diatas kita dapat mengetahui nilai dari BMR dan Kebutuhan
kalorinya per hari :
Nilai BMR (sesuai jenis kelamin) :
66,4730 + (13,7516 x BB kg) + (5,0033 x TB cm) (6,7550 x usia)
Narasumber :
66,4730 + (13,7516 x 40kg) + (5,0033 x 155cm) (6,7550 x 15)
= 66,4730 + 550,064 + 775,5115 + 101,325
= 1.493,3735
Kebutuhan Kalori Narasumber :
BMR x level aktivitas (sedang)
= 1.493,3735 x 1,55
= 2.314,728925 kkal
= 2.315 kkal/hari

Setelah mengetahui berapa kalori yang dibutuhkan narasumber tiap hari nya,
dapat dilakukan pemilihan menu makanan yang sesuai dengan jumlah kalori per
hari tersebut. Berdasarkan dari keterangan narasumber didapatkan data menu
makanan yang dikonsumsi tiap hari nya :

Bahan Makanan

Kalori/ons

Nasi
Ayam goreng
Tempe
Sayur Tumis
Air putih
Jumlah kebutuhan

175
358,8
118
52
0

Jumlah(ons
)
5
7
3
2.25
5

Kalori
875
2.511,6
354
117
0
3.897,6

Dari data tabel diatas dapat dibuat persamaan (i) :


175p + 358,8q + 118r + 52s = 3.898
Berdasarkan keterangan dari menu makanan diatas, dapat dilakukan pemilihan
menu makanan lain bagi narasumber untuk memenuhi kebutuhan kalori per
harinya
Menurut data dari narasumber menu makanan yang dapat diganti, yang pada
awalnya ayam goreng dapat diganti dengan telur dadar dan menu yang
lainnya tidak berubah. Besar kalori telur dadar ialah 188 kkal. Dan jika
dimisalkan telur dadar bernilai x jadi didapatkan bentuk persamaan nya
menjadi:

175p + 358,8q + 118r + 52s = 3.898 (i)


Menjadi

x > 3.898 (175p + 118r + 52s) = ...ons

(ii)

188

Dari persamaan (ii) dapat diketahui kadar berapa ons telur dadar yang
dikonsumsi untuk mencukupi kebutuhan kalori tersebut :

x > 3.898 (175p + 118r + 52s)


188
= 3.898 1.346 = 1,36 ons
188
Jadi, dari persamaan (ii) didapatkan jumlah kalori telur dadar yang dikonsumsi
sebesar 1,36 ons untuk mencukupi kebutuhan kalori per harinya
Kebutuhan kalori dari narasumber tersebut bisa dari menu makanan apa saja
tergantung apa yang dikonsumsi beliau, dan dapat dikalkulasi kan kedalam
bentuk persamaan (i) dan (ii) guna mendapatkan menu makanan yang pas dan
sesuai dengan kebutuhan kalori per harinya.

PENUTUP
Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan mulai dari pengertian, contoh,
hingga penerapan nya dalam perhitungan kalkulasi kebutuhan kalori. Jadi dapat
disimpulkan materi sub bab Persamaan Linear dapat diterapkan ke segala aspek
kehidupan dimasyarakat khususnya dalam bidang ilmu gizi. Kita dapat
mengetahui berapa kalori yang dibutuhkan tiap orang per harinya, sehingga kita
dapat menyusun pola menu makanan yang sehat dan sesuai kebutuhan kalori
kita