Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM PEMBUATAN KAIN RAJUT

PEMBUATAN KAIN RAJUT CUT AND SHAPE SWEETER

KELOMPOK 3
NAMA ANGGOTA KELOMPOK :
1. BENI KURNIAWAN
2. INDAN ESTERLITA
3. CICIH ANIAH

DOSEN/ASISTEN DOSEN :
TANGGAL PRAKTIKUM :

POLITEKNIK STTT
BANDUNG
2016

(14050008)
(14050007)
(14050011)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 MAKSUD
Melakukan praktikum perajutan pada mesin rajut datar otomatis (STOLL)
1.2 TUJUAN
1.2.1 Memahami pembuatan kain rajut.
1.2.2 Memahami dan mengerti cut and shape.
1.2.3 Mengerti bagian-bagian dari mesin stoll.
1.2.4 Mampu mendesain kain rajut.
1.2.5 Mampu menggunakan mesin stoll.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 TEORI DASAR
Pengertian perajutan
Merajut (bahasa Inggris: knitting) adalah metode membuat kain, pakaian atau
perlengkapan busana dari benang rajut. Berbeda darimenenun yang menyilangkan
dua jajaran benang yang saling tegak lurus, merajut hanya menggunakan sehelai
benang. Sebaris tusukan yang sudah selesai dipegang di salah satu jarum
rajut sampai dimulainya tusukan yang baru.
Merajut dapat dilakukan dengan tangan ataupun mesin. Ada berbagai jenis gaya dan
teknik merajut. Teknik dasar dalam merajut adalah tusuk atas dan tusuk bawah. Tusuk
atas dilakukan dengan cara mengaitkan benang dari arah depan, sementara tusuk
bawah adalah mengait benang dari arah belakang. Hasil rajutan memiliki pola seperti
huruf v yang bersambungan.

Perajutan datar yang dilakukan memakai dua jarum rajut atau jarum melingkar.
Hasilnya berupa kain lurus dan mendatar (persegi panjang). Perajutan melingkar yang
dilakukan memakai jarum rajut berujung dua atau jarum melingkar. Hasilnya berupa
kain berbentuk silinder seperti kaus kaki dan lengan baju hangat.
Berbagai jenis jarum rajut serta ukuran benang dipakai untuk menghasilkan rajutan
dengan bentuk yang berbeda-beda. Produk garmen yang dibuat dari hasil rajutan,
misalnya: baju hangat, syal, selimut, topi. kaus kaki, hingga blus, gaun. dan tunik.
Teknik merajut dengan sebatang jarum rajut disebut merenda (bahasa
Inggris: crochet). Pada dasarnya, merenda dan merajut sama-sama bertujuan mengait
benang melalui lubang tusukan yang ada, namun menggunakan teknik rajutan dan
jarum yang berbeda. Jarum untuk merenda disebut jarum renda atau hakpen
(dari bahasa Belanda: haakpen) yang memiliki pengait pada ujungnya.

Kain rajut dibuat dengan cara memanipulasi sehelai benang. Proses pembuatan kain
ini biasanya melibatkan dua jarum dan sehelai benang. Merajut dapat dilakukan
dengan tangan atau dengan menggunakan alat/mesin.
Struktur kain rajut sebenarnya terbuat dari barisan benang yang berbentuk loop
(lingkaran/lengkungan jeratan), yang dimana loop ini digunakan sebagai kaitan antar
benang. Ketika tiap barisan benang masuk, loop baru akan terbentuk melalui loop
yang telah ada sebelumnya. Barisan loop atau jeratan yang sudah selesai terbentuk
akan ditahan oleh jarum rajut sebelum memulai barisan loop yang baru.

Struktur kain rajut bisa dikatakan dibentuk oleh sekelompok rangkaian jeratan-jeratan
benang yang saling mengait satu dengan yang lainnya. Tidak seperti menenun, dalam
teknik merajut hanya dengan satu helai benang, merajut dapat dilakukan.

Dibandingkan dengan kain tenun, elastisitas dari kain rajut lebih tinggi. Kain rajut
dapat mudah meregang dikarenakan oleh jeratan-jeratan (loop) pada struktur kain
tersebut. Tidak hanya itu, elastisitasnya yang tinggi juga memungkinkan si pemakai
bergerak lebih bebas dan leluasa. Keunggulan lain dari kain rajut yaitu kain ini tidak
mudah kusut saat dipakai dan saat disimpan. Namun, kain rajut memiliki kemungkinan
lebih tinggi terjadi penyusutan jika dibandingkan dengan kain tenun.

Beberapa contoh kain rajut diantara nya jersey, mesh, dan berber,. Sedangkan kain
tenun termasuk satin, denim, twill, kanvas, tweed, dan korduroi. Terdapat dua kategori
industri utama pada mesin rajut, yaitu: rajut lusi (warp knitting) dan rajut pakan (weft
knitting). Warp knitting atau rajut arah lusi adalah kain dengan jeratan-jeratannya
mengarah pada arah vertikal, sedangkan weft knitting atau rajut arah pakan adalah
kain itu yang posisi jeratan-jeratnnya mengarah ke arah horizontal. Rajut pakan
merupakan jenis rajut yang paling umum dipakai.

Benang rajut pun banyak pilihannya, seperti dari jenis benang, tekstur benang, warna
dan teknik/tipe rajutnya, pilihan-pilihan ini dapat diseleksi sesuai dengan karakteristik
kain rajut yang diinginkan. Walaupun teknik rajut ini tidak diketahui asal-usulnya,
namun jarum rajut telah ditemukan pada sisa-sisa peradaban kuno, termasuk Romawi
dan Mesir kuno.

BAGIAN BAGIAN MESIN STOLL

1. Friction feed wheels.


2. Yarn controls units.
3. USB connection.
4. Stoll touch controls.
5. Sequerce knitting.
6. Display sleeder.
7. Combined knitting/ transfer systems.
8. Wear free needle selection systems.
9. Flexible stitch ard PTS.
10. Clearing devile.
11. CMS needle.
12. Holding down jack.
13. Large needle bed rocking.
14. Theread clamping and cutting devile.
15. CE mark of conformity.
16. Take down systems.
17. Big pattern memory.
18. Battery back up.
19. Online via internet.

Alur kerja mesin stoll :


Cara pembuatan disain kain rajut :
1. Buka aplikasi M1 plus 6.3.0.38 atau 6.2.0.48.

2. Klik new pattern.


3. Pilih pattern.
4. Klik generaft.
5. Klik yarn field.
6. Pilih yarn field.
7. Pindahkan ke folder kosong.
8. Klik kanan feeder yang akan dipindahkan.
9. Pilih feeder yang akan digabung.
10. Klik lagi feeder yang sudah digabung.
11. Klik ok.
12. Klik expanding.
13. Klik start processing.
14. Tulis name file desainnya.
15. Klik save.
16. Sentral check.

Cara memindahkan desain ke USB :


1.
2.
3.
4.

Klik MC program.
Pilih extract MC program.
Pilih lokasi penyimpanan.
Klik ok, klik ok, klik ok.
File yang dicopy ke USB harus yang ZIP bukan yang MPV.
Cara menyalakan mesin stoll :

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 LANGKAH KERJA
A. Membuat sample kain rajut course 100 wale 100.
B. Membuat perencanaan bagian lengan, badan depan dan badan belakang.
C. Menghitung konversi dari CPI dan WPI pada bagian-bagian baju sweeter.
D. Membuat desain pada komputer.
E. Membuat kain rajut pada mesin stoll.
F. Finishing : memotong kain rajut menjadi pola baju sweeter, obras kain rajut
yang telah dipotong, melingking kain rajut dengan mesin lingking, jahit
kembali kain rajut yang telah menjadi baju sweeter, dan gunting sisa-sisa
benang.
3.2 DATA PERENCANAAN KAIN RAJUT
CPI : COURSE PER INCH = 19
WPI : WALE PER INCH = 16
A. LENGAN
Panjang = 62 cm

Lebar = 54 cm
CPI =

62 cm
19=463,7
2,54

WPI =

54 cm
16=340,15
2,54

B. BADAN DEPAN
Panjang = 77 cm
Lebar = 55 cm
CPI =

77 cm
19=575,98
2,54

WPI =

55 cm
16=346,45
2,54

C. BADAN BELAKANG
Panjang = 77 cm
Lebar = 55 cm
CPI =

77 cm
19=575,98
2,54

WPI =

55 cm
16=346,45
2,54

D. KERAH
Panjang = 3 cm
Lebar = 55 cm
CPI =

3 cm
19=23
2,54

WPI =

55 cm
16=346,45
2,54

3.3 DESAIN KAIN RAJUT


3.4 HASIL KAIN RAJUT

BAB IV
PENUTUP
4.1 DISKUSI
Pada praktikum kali ini, kami membuat produk kain rajut yaitu sweeter.
Pertama hal yang kaimi lakukan adalah dengan membuat sample kain rajut sebagai

tahap awal untuk menentukan perhitungan dalam perencanaan pembuatan kain rajut.
Hal yang menentukan besar tidaknya kain rajut adalah dengan menentukan CPI
(Course per inch) dan WPI (wale per inch). CPI adalah jumlah course atau sebagai
panjang suatu kain rajut yang dihitung dari gerakan penyeret per inchinya yang
disebut course, sedangkan WPI adalah jumlah jarum yang digunakan dalam membuat
kain rajut sesuai dengan jarum yang terdapat pada mesin stoll. Setelah menghitung
kebutuhan dari per bagian sebagai bagian dari baju sweeter. Mendesain pada
komputer. Dalam mendesain harus benar-benar diperhatikan karena jika terjadi
kesalahan maka akan membuat mesin stoll tidak bisa membaca desin tersebut, dalam
hal ini kami mendesain dengan menggunakan dua warna saja dengan desain bunga
pada tengah kain rajut, desain kain rajut menggunakan rib 2x2. Setelah selesai
mendesain yaitu klik yarn field untuk mengatur feeder, setelah itu expanding,
kemudian start processing, stelah itu lakukan pengecekan ulang pada .... . setelah
semuanya succes, masukkan desain pada USB, kemudian masukkan USB kedalam
mesin stoll. Jalankan mesin stool untuk membuat kain rajut, pertama sebelum itu
lakukan pemasangan benang dengan benar sesuai dengan feeder yang digunakan
pada saat mendesain pada komputer, setelah itu lakukan pemilihan desain pada
bagian disket. Cek feeder yang digunakan. Klik bagian yang bergambar lampu
berwarna hijau, klik SP line. Jalankan mesin stoll secara perlahan hingga penyeret
mengambil feeder yang benangnya elastis. Setelah itu lepas bagian pengendali mesin
carriage. Usahakan saat berjalannya mesin kecepatan tidak terlalu tinggi. Setelah
selesai kain rajut dibuat klik ceklis jalankan pengendali penyeret secara perlahan
sehingga benang sisa lepas dari mesin stoll.
Setelah membuat kain rajut, lakukan tahap cut and shape, yaitu tahap dimana
kain rajut dibuat pola sesuai dengan baju sweeter yang diinginkan, kemudian potong
kain rajut, obras kain rajut, lakukan proses lingking, setelah selesai jahit kembali,
kemudian lakukan pembersihan sisa-sisa benang.
Pada saat perencanaan yang kami lakukan tidak terlalu sesuai dengan hasil yang ada.
Karena pertama desain yang kami inginkan adalah dengan bentuk-bentuk geometris
dengan abstrak, namun desain ini tidak bisa dijalankan karena terlalu banyak warna,
sehingga menggunakan feeder yang banyak, dan hasilnya akan sangat tebal,
percobaan desain tersebut sebanyak 3 minggu. Setelah itu desain kami ganti dengan
hanya 2 warna saja, dengan desain tengah terdapat bunga. Desain kali ini yang dapat
berjalan, sehingga desain ini yang kami gunakan sebagai hasil dari produk kami.

4.2 KESIMPULAN
1. memahami terlebih dahulu kain rajut, kain rajut adalah kain yang elastis yang
biasanya digunakan sebagai sweter.
2. mengerti cut and shape, adalah proses diamana kain rajut dipola sesuai dengan
pola baju sweeter yang diinginkan, kemudian dipotong dan diobras, kemudian ada
proses lingking.
3. mengerti mesin stoll adalah mesin yang digunakan untuk membuat kain rajut yang
sesusai dengan desain yang diinginkan.
4. bagian-bagian mesin stoll adalah bagian yang sangat penting diketahui agar
mampu mengatasi kendala yang terdapat pda mesin stoll saat membuat kain rajut.

DAFTAR PUSTAKA
Referensi :
1. http://teknologitekstil.com/pengertian-kain-rajut (tanggal 12 juni 2016, 22.25)
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Merajut (tanggal 12 juni 2016, 22.25)
3.