Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Assalamualaikumwarahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbilalamin, banyak


nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak
untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayahNya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan
judul MANAJEMEN PERTUNJUKAN. Dalam penyusunannya, penulis memperoleh
banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada: Kedua orang tua dan segenap keluarga besar penulis yang telah
memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua
kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan
menuntun pada langkah yang lebih baik lagi. Meskipun penulis berharap isi dari makalah
ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu,
penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih
baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

1 |M a k a l a h M a n a j e m e n P e m e n t a s a n

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ............................................................................................ 1
Daftar Isi...................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................. 3
LATAR BELAKANG .............................................................................. 3
TUJUAN.............................................................................................. 3
BAB IIPEMBAHASAN ................................................................................... 4
MANAJEMEN PERTUNJUKAN............................................................. 4
PENGERTIAN MANAJEMEN PERTUNJUKAN................................. 4
FUNGSI MANAJEMEN PERTUNJUKAN......................................... 4
PROSES SEBELUM PEMENTASAN ............................................... 5
BAGIAN-BAGIAN MANAJEMEN PERTUNJUKAN........................... 6
PERTUNJUKAN MUSIK........................................................................ 8
PENGERTIAN PERTUNJUKAN MUSIK .......................................... 8
BENTUK-BENTUK PENYAJIAN MUSIK.......................................... 8
PERSIAPAN PERTUNJUKAN MUSIK............................................. 9
PROSES PESIAPAN PERTUNJUKAN MUSIK.................................. 10
BAB III PENUTUP .................................................................................. 11
KESIMPULAN ............................................................................ 11
DAFTAR PUSTAKA..................................................................... 11

2 |M a k a l a h M a n a j e m e n P e m e n t a s a n

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Secara etimologi, Hasibuan menndefinisikan bahwa manajemen berasal dari kata to
manage yang berarti mengatur (merencanakan). Pada dasarnya, ada dua tujuan utama
dalam memelajari manajemen. Pertama, agar orang atau kelompok dapat bekerja secara
efisien. Maksudnya, mereka dapat bekerja dengan suatu cara atau metode sistematis
sehingga segala sumber yang ada (tenaga, dana, dan peralatan) dapat digunakan lebih
baik. Dengan begitu, akan tercapai hasil yang diharapkan. Dalam arti lain, efisiensi itu
terjadi jika pengeluaran lebih kecil dari penghasilan, atau hasil yang diperoleh lebih besar
dari penggunaan sumber yang ada. Kedua, tujuan memelajari manajemen agar dalam
bekerja atau melakukan usaha dapat dicapai ketenangan, kelancaran, dan kelangsungan
usaha itu sendiri.
1.2 TUJUAN
Mengetahui apa saya yang berkaitan dengan manajemen pertunjukan.
Memahami manajemen pertunjukan sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan.

3 |M a k a l a h M a n a j e m e n P e m e n t a s a n

BAB II
PEMBAHASAN
I. MANAJEMEN PERTUNJUKAN
A. PENGERTIAN MANAJEMEN PERTUNJUKAN
Manajemen Pertunjukan adalah proses merencanakan dan mengambil keputusan,
mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan sumber daya manusia, keuangan, fisik,
dan informasi yang berhubungan dengan pertunjukan agar pertunjukan dapat terlaksana
dengan lancar dan terorganisir.
B. FUNGSI MANAJEMEN PERTUNJUKAN
Perencanaan
Dalamperencanaan ini yang pertama dilakukan adalah menetapkan sasaran lalu
memilih tindakan yang akan diambil dari berbagai alternatif yang ada.
Pengorganisasian
Dalamproses ini dilakukan pengalokasian sumber daya, penyusunan jadwal kerja
dan koordinasi antar unit-unit dalam suatu kepanitiaan.
Pengendalian
Pengendalian di sini berarti membandingkan perencanaan dengan realisasi. Lalu
mengambil tindakan koreksi atas realisasi yang tidak sesuai dengan perencanaan.

4 |M a k a l a h M a n a j e m e n P e m e n t a s a n

C.PROSES SEBELUM PEMENTASAN


PEMBENTUKAN KEPANITIAAN
Agar kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan berjalan dengan lancar, maka
dibentuklah suatu kepanitiaan kegiatan. Panitia adalah sekelompok orang yang ditunjuk
atau dipilih untuk mempertimbangkan dan mengurus hal-hal yang ditugaskan kepadanya.
Tujuan apa yang ingin dicapai dalam kepanitiaan bersifat sementara dan jangka pendek,
dalam artian bahwa kepanitiaan akan berakhir jika kegiatan/tugas selesai.
PENENTUAN TEMA
Dalam suatu kegiatan sangat diperlukan suatu tema untuk memberi batasan dan
memberi arah pada kegiatan yang akan dilakukan. Dan tema dalam suatu kegiatan dapat
diambil dari kejadian yang ada di lingkungan kita. Misalnya tema tentang Alam.
PEMBUATAN TIME SCHEDULE
Dalam suatu kepanitiaan harus membuat susunan jadwal kerja atau yang biasa
disebut time schedule. Time schedule sendiri berfungsi untuk menertibkan kinerja tiap
divisi dalam kepanitiaan. Dengan time schedule diharapkan kinerja panitia sesuai
dengan waktu yang telah ditentukan.
PENUNJUKAN STAGE MANAGER DAN PEMBUATAN RUN DOWN
Stage Manager bertugas merumuskan atau menetapkan secara lebih detail
pelaksanaan acara pada hari-H terutama pada konsep penampilan dan pengisi acara,
tata panggung dan tata lampu serta terjun langsung ke lapangan pada hari-H dan turun
tangan langsung. Run down adalah detail susunan acara dalam suatu kegiatan pada
hari-H. Dalam run down tercantum secara detail person yang terlibat dan peralatan yang
dibutuhkan dalam setiap penampilan serta keterangan-keterangan yang diperlukan.
PEMENTASAN
PEMENTASAN PRA PEMENTASAN
Dalam tahap ini dilakukan gladi bersih sebagai persiapan terakhir untuk menuju sebuah
pementasan. Tujuan dari tahap ini adalah sebagai simulasi pada hari-H agar seluruh panitia
yang terlibat siap untuk menghadapi kendala-kendala yang mungkin akan terjadi saat
melakukan sebuah pementasan.
PEMENTASAN
Pada tahap ini seluruh panitia diharapkan fokus pada pertunjukan sesuai dengan job
description masing-masing dan berkoordinasi dengan stage manager agar pementasan
berjalan sesuai dengan run down.
EVALUASI PEMENTASANAN
Ketika tugas telah selesai dilaksanakan, ketika acara telah berakhir, kerja kepanitiaan
belumlah berakhir. Karena masih harus dilakukan pertanggungjawaban dari kepanitiaan

5 |M a k a l a h M a n a j e m e n P e m e n t a s a n

dalam bentuk LPJ. LPJ dimaksudkan untuk memastikan, apakah planning yang dilakukan
pada awal kepanitiaan berjalan sebagaimana mestinya.

D. BAGIAN-BAGIAN MANAJEMEN PERTUNJUKAN


Manajemen Pertunjukan adalah proses merencanakan dan mengambil keputusan sebuh
pementasan yang berhubungan langsung dengan pelaksanaan pertunjukan baik itu berupa
materi pementasan sampai pada artistik di atas panggung.
Berikut ini merupakan beberapa orang yang sangat berperan dalam manajemen pertunjukan
beserta tugasnya:
1. Konsep master: adalah orang yang membuat konsep dari konser, mengatur alur dari
sebuah konser. Konsep master juga berperan dalam memilih repetoar yangingin dinyanyikan
mengatur emosi yang ingin disampaikan kepada seluruh penyanyi dan juga penonton.
2. Team partisi untuk mencari partitur lagu yang ingin dinyanyikan lalulu dibukukan dan ditulis
kembali.
3. Team music
4. Team artistic panggungdan juga lighting
5. Team dokumentasi
6. Team kostum dan make up
7. Team koreografi
8. Publikasi yang mendesain dari produk publikasi
Berikut ini merupakan hal-hal penting dalam manajemen pertunjukan :
Sebelum Pementasan;
- Mengukur kemampuan perorangan dan kelompok,
- Mengendalikan obsesi dan emosi dengan mementingkan logika dan nilai rasa,
- Membuat time schedule dan story board pementasana
- Membuat job description yang mantap,
- Konsultasi/sharing dengan orang yang lebih berpengalaman,
- Memperhitungkan segala kebutuhan secara terperinci,
- Membuat inventaris barang dan pihak yang bersinggungan,
- Menyediakan kas (sebatas kemampuan) untuk pendanaan kegiatan, Saat
Pementasan;
- Berpedoman konsep yang sudah disiapkan,
- Melakukan koordinasi satu sama lain,
- Memastikan perlengkapan dan peralatan dengan baik,
- Mengecek sirkulasi tiket dan undangan,
- Mengecek ulang kondisi gedung dan mobilisasi penonton,
- Mengantisipasi gangguan teknis dan keamanan yang tidak diinginkan,
Setelah Pementasan;
- Evaluasi pementasan
- Mengecek keadaan panggung dan gedung pertunjukan,
- Mengecek dan menempatkan perlengkapan/peralatan pada posisi semula,
- Mengevaluasi kerja setiap elemen pementasan,
- Melaporkan hasil kegiatan dengan pihak yang berkepentingan.

6 |M a k a l a h M a n a j e m e n P e m e n t a s a n

II. PERTUNJUKAN MUSIK


A. Pengertian Pertunjukkan Musik
Pertunjukan musik merupakan suatu penyajian fenomena bunyi yang disajikan
dalam bentuk musik yang berkualitas untuk dapat didengar dan dinikmati oleh
manusia. Karena musik memiliki jiwa, hati, pikiran, dan kerangka sebagai penyangga
tubuh layaknya seorang manusia, pertunjukan musik sebagai salah satu budaya dari
manusia yang lahir dari perasaan dan hasil ungkapan yang berbentuk ucapan. Musik
dapat menimbulkan suasana yang menyenangkan sehingga seseorang akan hanyut
oleh alunan suara musik. Penyajian pertunjukan musik dalam waktu yang tepat dapat
menimbulkan daya tarik terhadap musik sehingga dapat menimbulkan kepuasan batin
yang luar biasa, perasaan senang, dan gembira.
B. Bentuk-Bentuk Penyajian Musik
Dalam musik terdapat beberapa bentuk penyajian yang berkaitan erat dengan
tujuan serta jenis musik yang disajikan.
Secara garis besar, bentuk-bentuk penyajian musik tersebut dapat
dikelompokkan menjadi beberapa kelompok seperti berikut ini :
1. Penyajian musik tunggal
Penyajian musik tunggal, yakni bentuk penyajian musik yang menampilkan
seorang sirkus dalam memainkan alat musik tertentu. Misal penampilan
piano tunggal, penampilan gitar tunggal, penampilan organ tunggal,
penampilan biola tunggal, dan sebagainya.
2. Penyajian kelompok musik terbatas
Yang dimaksud penyajian musik terbatas adalah penyajian kelompok musik
seriosa dalam bentuk duet alat musik, bentuk-bentuk trio, kuartet, atau
kuintet alat musik sampai dengan bentuk ensambel terbatas sifat penyajian
musik seperti ini tidak jauh berbeda dari penyajian musik sebelumnya, yakni
terkesan formal dan penonton harus benar-benar disiplin.
2. Penyajian musik orkestra yang dihadiri oleh penikmat yang jumlahnya jauh
lebih besar
Penyajian musik orkestra ini, meskipun masih memiliki sifat formal dan
disiplin tinggi, namun dihadiri oleh jumlah penonton yang jauh lebih besar
daridapa penyajian musik lainnya. Bentuk- bentuk orkestra besar seperti
orkes pilharmoni, orkes simfoni, dan sejenisnya. Untuk menampilkan bentuk
penyajian musik seperti ini diperlukan ruang yang cukup besar serta tata
akustik gedung yang sangat baik.
3. Penyajian musik elektrik
Penyajian musik elektrik, yakni penyajian kelompok musik dengan
menggunakan perlengkapan atau alat-alat musik elektrik berkekuatan tinggi.
Penyajian musik elektrik berkekuatan tinggi ini sangat berbeda dari penyajian
musik sebelumnya yang ditampilkan di dalam ruang tertutup, penyajian jenis
musik dapat dilakukan di udara terbuka dengan jumlah penonton yang bisa
mencapai ribuan orang. Penyajian dan kelompok-kelompok band ternama
pada umumnya menggunakan bentuk penyajian musik seperti ini. Sifat dari

7 |M a k a l a h M a n a j e m e n P e m e n t a s a n

penyajian musik ini tidak formal dan penonton boleh saja berteriak-teriak atau
ikut menyanyi bersama penyanyi yang sedang tampil di atas pentas.

C. PersiapanPertunjukan
Musik Proses akhir dari pembelajaran seni adalah penyajian karya seni, baik
secara perseorangan ataupun kelompok. Setelah anda mengikuti rangkaian
pembelajaran teori dan apresiasi seni musik, anda diharuska menampilkan karya
musik. Proses penampilan karya musik ini tentu saja harus melalui rangkaian kegiatan
yang terorganisasi sehingga proses penampilan musik bisa baik dan terarah. Kegiatan
yang harus dilakukan untuk mempersiapkan sebuah pementasan musik meliputi
kegiatan pengorganisasian pertunjukan, pemilihan dan penyusunan karya musik yang
akan ditampilkan, latihan-latihan memainkan musik secara bersama, melaksanakan
pertunjukan musik, dan akhirnya evaluasi kegiatan pertunjukan.
Menyajikan karya musik merupakan hal yang pada umumnya ditunggu setelah
melaksanakan proses belajar. Sebagian besar orang ingin menampilkan hasil
belajarnya tanpa mempertimbangkan aspek-aspek lain yang berkaitan dengan
pementasan. Dalam pikiran mereka biasanya terbanyang penampilan seperti layaknya
penyanyi atau pemusik terkenal ketika beraksi di hadapan publiknya. Hal tersebut tidak
dapat sepenuhnya disalahkan karena selayaknya seperti itulah proses penampilan
musik. Hal-hal yang menentukan keberhasilan sebuah pementasan musik diantaranya
kemampuan teknis, seorang pemusik dituntut pula untuk mampu berkomunikasi
dengan publiknya, baik secara verbal (dengan ucapan dan kalimat-kalimat biasa)
maupun secara nonverbal melalui karya musik yang dimainkannya. Kemampuan
berkomunikasi ini tidak lantas muncul begitu saja dalam diri pemusik, ia harus
mempersiapkan dirinya terlebih dahulu dari berbagai aspek, seperti bagaimana ia
bersikap pada saat memaikan atau penampilan karya musik, bepakaian, memasuki
pentas, berjalan di atas pentas, memperlakukan alat-alat musik, mengatasi rasa gugup
ketika berhadapan dengan publik, dan sebagainya. Hal-hal tersebut sudah seharusnya
dilatih secara cermat oleh setiap pemusik dan penyanyi.
D. Proses Pesiapan Pertunjukan Musik BerdasarkanJenis Lagu, Urutan, dan Durasi
Waktu
Suatu pertujukan seni musik biasanya kompleks, banyak resiko, penuh
ketidakpastian. Semakin besar kegiatan, semakin kompleks, dan semakin besar
ketidakpastianya. Agar harapan atau sasaran suatu pertunjukan musik tercapai, maka
mau tidak mau harus melakukan persiapan atau perencanaan.
Apabila pertunjukan musik bertujuan meningkatkan apresiasi penonton terhadap
musik, maka sasaran mutu dan kualitas lagu harus dapat membuat sejumlah penonton
ingin menonton kembali.
Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun lagu adalah sebagi
berikut:
1. Memahami tema acara pertunjukan musik.
2. Memahami maksud dan tujuan tema acara pertunjukan musik.

8 |M a k a l a h M a n a j e m e n P e m e n t a s a n

3. Memahami sasaran penonton/penikmat musik.


4. Pemilihan lagu-lagu disesuaikan dengan tema acara pertunjukan musik.
5. Memperhitungkan durasi per lagu ( 4-5 menit)
6. Struktur urutan lagu disesuaikan dengan tema acara pertunjukan musik
(intensitas rendah, sedang, tinggi).

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Setelah makalah ini dibaca dan dipahami seluruh isi yang termuat di dalamnya, maka secara
mudah kita dapat menyimpulkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari manajemen merupakan
suatu hal yang memang harus kita miliki, tanpa manajemen kehidupan akan berantakan
serta tidak akan teratur. Manajemen pertunjukan adalah proses merencanakan dan
mengambil keputusan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan sumber daya
manusia, keuangan, fisik, dan informasi yang berhubungan dengan pertunjukan agar
pertunjukan dapat terlaksana dengan lancar dan terorganisir. Pertunjukan juga harus
memiliki manajemen sehingga pertunjukan yang akan gelar termuat secara rapi dan teratur.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.jejaring.web.id http://dasopang.blogspot.com http://zulfikart.blogspot.com

9 |M a k a l a h M a n a j e m e n P e m e n t a s a n