Anda di halaman 1dari 3

Latar belakang

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem yang menyediakan tempat hidup bagi
biota laut, khususnya kima. Ekosistem terumbu karang adalah sumber berbagai
organisme dan banyak asosiasi biota di dalamnya yang dapat dijadikan indikator kondisi
terumbu karang. Dengan kondisi terumbu karang yang bagus maka secara otomatis biota
biota laut yang hidup di sekitar terumbu karang tersebut akan melimpah. Salah satu
biota yang berasosiasi dengan terumbu karang yaitu kima, tridacna spp. Kebetulan
penulis pernah melakukan kegiatan inventarisasi kima di kawasan TN Taka Bonerate dan
hasil hipotesis dari kegiatan tersebut ditemukan adanya perbedaan mencolok terhadap
kelimpahan jenis kima di daerah yang tutupan karangnya baik dengan tutupan karangnya
kurang baik. Di kawasan taka bonerate sebaran jenis kima dalam setiap daerah hamparan
terumbu karang berbeda beda sebaran jenisnya, ada yang dominan Tridacna crocea
(kima lubang), Tridacna squomosa (kima sisik) maupun Tridacna gigas (kima raksasa)
dan banyak sekali ditemukannya Tridacna crocea (kima lubang) di karang massive dan
sub-massive. Pada kesempatan kali ini penulis akan mencoba melakukan kegiatan
penelitian dibeda lokasi, yaitu di Pulau Pari, Kepulauan Seribu.
Identifikasi masalah
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan maka masalah yang dapat
diidentifikasi adalah.1
- bagamaimana kondisi terumbu karang dan kelimpahan kima (tridacna sp)
di kawasan perairan pulau harapan, kep. Seribu?
- sejauhmana hubungan asosiasi antara kima (tridacna sp) dengan terumbu
karang?
Tujuan penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anatara
kelimpahan kima dengan kondisi terumbu karang atau persen tutupan
karang hidup
Kegunaan penelitian
Hasil Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan data acuan
kepada pemerintah setempat, khususnya dinas kelautan dan perikanan

mengenai inventarisasi kima ( Tridacna ) di kawasan perairan pulau harapan


kep. Seribu sebagai

penentuan zonasi untuk kegiatan konservasi kima di

wilayah perairan pulau harapan serta masyarakat sekitar untuk mengetahui


wilayah perlindungan kima2
Pendekatan masalah
Pemanfaatan sumberdaya pulau-pulau kecil hendaknya mempertimbangkan
kesesuaian sumberdaya dan penataan sistem zonasi kawasan. Hal ini sangat
penting bagi pulau-pulau kecil karena kawasan pulau-pulau kecil sangat
rentan terhadap segala bentuk pemanfaatan sumberdaya (Baksir et al.,
2008).2
Pulau harapan merupakan bagian pulau dari kepulauan seribu. Pulau yang
berpenghuni ini merupakan pulau yang sering dikunjungi para wisatawan
yang ingin menghabiskan liburannnya. Keindahan pulau harapan memikat
para wisatawan yang ingin berlibur di pulau harapan. Pulau harapan memiliki
keanekaragaman

biota

laut

yang

melimpah

seperti

keanekaragaman

terumbu karang yang memiliki tutupan karang yang baik, ikan karang yang
beraneka ragam sampai hewan benthos yang melimpah salah satunya kima
(tridacna sp).
Kima termasuk dalam kelas pelecypoda (bivalvia) berukuran besar yang berumur panjang
kurang lebih sampai 8 tahun. Jenis ini selalu hidup menetap (tidak berpindah tempat) pada
substrat dan ditemukan pada perairan dangkal sampai pada kedalaman 20 meter terutama pada
ekosistem terumbu karang dengan kondisi air jernih. Kima masuk dalam suku tridacnidae
memiliki 2 marga yaitu tridacna dan hippopus. Tridacna hidup menempel dan ada yang
membenamkan diri atau cangkang pada substrat keras (batu karang) dengan menggunakan
byssus, sedangkan hippopus hidup pada substrat berpasir, jenis ini tidak memiliki byssus dan
dapat ditemukan sampai kedalaman 6 m (knop, 1995).
Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem yang menyediakan tempat hidup bagi biota
laut, khususnya kima. Ekosistem terumbu karang adalah sumber berbagai organisme dan banyak
asosiasi biota di dalamnya yang dapat dijadikan indikator kondisi terumbu karang.
Pada setiap daerah rataan terumbu karang atau tutupan karang bagus maka kelimpahan
jenis kima didaerah tersebut akan lebih melimpah umumnya disebabkan oleh pertukaran massa

air dan kecepatan pertukaran oksigen yang tinggi serta mendapat panas matahari yang rendah
(Taylor, 1971).
Rataan terumbu karang sangat berpengaruh terhadap kelimpahan jenis kima di suatu
daerah terumbu karang. Terumbu karang sangat berperan penting bagi biota laut yang hidup
disekitarnya termasuk kima itu sendiri untuk hidup membenamkan diri di batu karang, mencari
makan dan berkembang biak.