Anda di halaman 1dari 5

STRUKTUR MEMBRAN SEL SARAF

Oleh : Abdurrohman 140310130008


Novianti rizky A 140310130001
Sarah Nurbasiroh 140310130002
PENDAHULUAN
Sistem saraf manusia merupakan suatu jalinan jaringan saraf yang kompleks, sangat khusus
dan saling berhubungan satu dengan yang lain. Sistem saraf mengkordinasi, menafsirkan dan
mengontrol interaksi antara individu dengan lingkungan sekitarnya. Sistem tubuh yang
penting ini juga mengatur kebanyakan aktivitas sistem sistem lainnya. Karena pengaturan
saraf tersebut maka terjalin komunikasi antara berbagai sistem tubuh hingga tubuh berfungsi
sebagai unit yang harmonis. Dalam sistem inilah berasal segala fenomena kesadaran, ingatan
pikiran, bahasa, sensasi dan gerakan. Jadi kemampuan untuk dapat memahami, belajar dan
memberi respon terhadap suatu rangsangan merupakan hasil kerja integrasi dari sistem saraf
yang puncaknya dalam bentuk kepribadian dan tingkah laku individu1.
PEMBAHASAN
A.

Struktur Sel Saraf


Jaringan saraf tersusun oleh sel-sel saraf yang disebut neuron. Neuron ini banyak dan

bercabang-cabang, menghubungkan jaringan satu dengan yang lain. Setiap sel saraf terdiri
atas badan sel saraf, akson (neurit), dendrit, dan selubung saraf. Badan sel-sel saraf kemudian
berkumpul membentuk ganglion. Ganglion-ganglion ini letaknya hanya pada tempat tertentu,
yaitu di kiri dan kanan sumsum tulang belakang.
Jaringan saraf dibentuk oleh sel saraf yang disebut neuron. Neuron terdiri atas badan
sel dan serabut sel. Serabut sel terdiri atas dendrit dan akson (Gambar 1). Badan sel
berkumpul di pusat saraf dan ganglion (kumpulan badan sel saraf).

Gambar struktur sel saraf2


1. Badan sel
Badan sel saraf terletak di pusat saraf dan ganglion. Ganglion adalah kumpulan badan sel
saraf yang letaknya tertentu, misalnya di kiri-kanan sumsum tulang belakang. Badan sel,
berwarna kelabu, terdiri atas membran sel, sitoplasma (neuroplasma), nukleus, nukleolus, dan
retikulum endoplasma.
a. Struktur membran sel
Komponen penyusun membran sel terdiri dari komponen lipid, protein dan karbohidrat. Ratio
komposisi tiap-tiap komponen tidaklah sama pada setiap membran sel karena tergantung dari
tipe selnya juga spesiesnya. Umumnya, kandungan lipid pada membran sel berkisar 40%,
protein 40%, karbohidrat 1-10% dan air 20%.
Lipid pada membran sel memiliki dua lapisan dimana satu lapisan terorientasi ke arah luar
dan lapisan yang lain terorientasi ke arah sitoplasma. Protein pada membran sel merupakan
protein globuler.Protein-protein tersebut terdistribusi secara tidak merata pada membran sel.
Sebagian protein membran terletak pada bagian perifer dan sebagian yang lainnya tertanam
pada setengah lapisan lipid atau tertanam menembus kedua lapisan lipid. Bagian karbohidrat
membran sel biasanya dalam bentuk oligosakarida. Karbohidrat pada membran biasanya
terikat pada lipid dan sebagian yang lainnya terikat pada protein.
1)

Lipid

Setiap molekul lipid bersifat amfifatik. Lipid amfifatik mengandung komponen ekor yang
bersifat hidrofobik (tidak suka air) dan komponen kepala yang bersifat hidrofilik (suka air).
Lipid membran terdiri dari 3 kelas utama yaitu : fosfolipid, glikospingolipid, dan sterol.

a) Fosfolipid
Terdapat dua macam fosfolipid yaitu fosfogliserida dan sfingomielin. Fosfogliserida
merupakan unsur yang paling banyak, mempunyai rangka gliserin, mengikat dua asam lemak
dengan ikatan ester pada C1 dan C2. Bisa juga mengikat alkohol terfosforilasi (serin,
etanolamin, kolin, inositol). Sedangkan sfingomielin mempunyai rangka sfingosin (derivat
amino alkohol) mengikat satu asam lemak dengan ikatan amida yang merupakan unsur dalam
selubung mielin. Sfingomielin banyak dijumpai pada jaringan otak dan saraf.
b)

Glikospingolipid

Merupakan lipid yang mengandung gula seperti:


Serebrosida (mengandung ikatan heksosa tunggal, glukosa atau galaktosa) dan gangliosida
(mengandung ikatan gula yang lebih kompleks) dimana keduanya secara khusus penting
dalam system saraf pusat.
c)

Sterol

Sterol yang lazim dijumpai adalah kolesterol. Merupakan komponen utama dalam membran
plasma, sedikit pada badan golgi, mitokondria dan nucleus. Letak kolesterol tersisip diantara
fosfolipid dan berperan dalam menentukan tingkat fluiditas membran.
2)

Protein membran sel

Membran merupakan suatu mozaik fluida yang terdiri atas lipid, protein, dan karbohidrat.
Protein menentukan sebagian besar fungsi spesifik membran. Ada dua protein utama
membran yaitu protein integral dan protein periferal. Protein integral adalah protein
transmembran dengan daerah hidrofobik membentang sepanjang interior hidrofobik membran
tersebut. Daerah hidrofobik protein integral terdiri atas satu atau lebih rentangan asam amino
nonpolar, yang biasanya tergulung menjadi heliks-a. Bagian yang hidrofilik berada pada
kedua sisi yang aqueous. Protein periferal tidak tertanam dalam bilayer lipid melainkan
terikat longgar pada permukaan membran. (Champbell :2002, 143 )
3)

Karbohidrat

Karbohidrat membran memiliki fungsi untuk mengenali satu jenis sel tetangga, yang menjadi
dasar penolakan terhadap sel asing. Karbohidrat pada membran biasanya berbentuk
oligosakarida. Beberapa oligosakarida secara kovalen terikat dengan lipid (membentuk
glikolipid) dan sebagian besar terikat secara kovalen dengan protein (membentuk

glikoprotein). Molekul dan lokasi yang beragam pada permukaan sel membuat oligosakarida
dapat berfungsi sebagai penanda yang membedakan sel yang satu dengan yang lainnya.

b.

Sitoplasma

Sitoplasma adalah bagian sel yang terbungkus membran sel. Sitoplasma adalah bagian
interior sel yang tidak ditempati oleh nukleus.Sitoplasma terdiri dari organel dan sitosol
(massa kompleks mirip gel). Sitosol adalah suatu massa semi cair yang diikat oleh jaringan
protein luas yang membentuk sitoskeleton. Jaringan sitoskeleton tersusun atas mikrotubulus,
mikrofilamen dan filamen intermediat. Sitoskeleton berfungsi untuk menyokong bentuk sel
dan memungkin terjadinya gerakan-gerakan organel di dalam sitoplasma.

c.

Nukleus

Nukleus adalah merupakan organ terbesar sel, dengan ukuran diameter antara 10-20 nm.
Nukleus memiliki bentuk bulat atau lonjong. Hampir semua sel memiliki nukleus, karena
nukleus ini berperan penting dalam aktivitas sel, terutama dalam melakukan sintesis protein.
Namun ada beberapa sel yang tidak memiliki nukleus antara lain sel eritrosit dan sel
trombosit. Pada kedua sel ini aktivitas metabolisme terbatas dan tidak dapat melakukan
pembelahan. Biasanya sebuah sel hanya memiliki satu nukleus saja, yang terletak di tengah.
Namun ada sel-sel yang memiliki inti lebih dari satu yaitu pada sel parenkim hati dan sel otot
jantung, yang memiliki dua buah nukleus. Adapun pada sel otot rangka terdapat banyak
nukleus.
Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol
aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk
mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk
mengkodekan protein, tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi
dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan
diakhiri.
d.

Nukleolus

Nukleoplasma terdiri atas cairan inti yang tersusun dari zat protein inti yang disebut dengan
nukleoprotein.

e.

Endoplasma

Di dalam nukleolus banyak terkandung kromosom, yaitu benang-benang halus DNA. Fungsi
Kromosom tersebut berfungsi untuk

menentukan ciri-ciri yang dimiliki sel;

mengatur bentuk sel;

menentukan generasi selanjutnya.

2.

Dendrit, merupakan lanjutan atau percabangan badan sel saraf. Dendrit berfungsi

menerima impuls yang datang dari ujung akson lain, selanjutnya membawa impuls tersebut
ke dalam badan sel saraf. Dendrit disebut juga serabut pendek neuron.
3.

Neurit (akson) disebut juga serabut panjang neuron. Neurit berfungsi meneruskan

impuls yang berasal dari badan sel saraf ke sel-sel saraf yang lain. Bagian badan sel saraf
yang berhubungan dengan akson berbentuk segitiga dinamakan akson hillcok. Neurit
terbungkus oleh selubung mielin. Selubung ini tersusun oleh sel-sel Schwann. Mielin
berfungsi sebagai isolator. Bagian neurit yang tidak berselubung mielin disebut nodus ranvier.
Nodus ranvier berfungsi mempercepat jalannya impuls. Ujung neurit disebut terminal
percabangan yang akan bertemu dengan ujung dendrit sel neuron yang lain. Pertemuan kedua
ujung sel neuron yang berbeda disebut sinapsis.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Price, A. Silvia; Wilson , Patotfisiologi, Konsep Klinis Proses proses penyakit, 901
929, EGC, Jakarta, 1995.
[2]

Anonim,

Pengertian,

fungsi

dan

bagian

bagian

sel

saraf

http://kakakpintar.com/pengertian-fungsi-sel-saraf-dan-bagian-bagiannya/ (diakses pada 26


September 7.30 WIB)