Anda di halaman 1dari 2

Momen Penting di Tahun Pertama Anak

Satu tahun pertama adalah masa-masa yang menentukan perkembangan bayi Anda
kelak. Berbagai kejadian penting menandai pertumbuhannya yang sangat pesat di
usia ini. Meski kecepatan perkembangan setiap anak berbeda, perilaku menonjol
berikut biasanya akan Anda temui dalam tahun pertama pertumbuhannya:

0-3 bulan: Ketajaman visualnya meningkat. Ia akan membalas tatapan Anda,


ketika Anda memeluk atau menatapnya.

3-4 bulan: Ia bisa melihat hingga ke seberang ruangan dengan cukup jelas.
Biasanya, ia sudah lebih mudah ditenangkan saat rewel, karena banyak hal
di sekeliling yang membuat ia tertarik.

4-6 bulan: Kontrol bayi terhadap tubuhnya sudah meningkat. Ia mulai


menggunakan tangan dan kakinya untuk sedikit bersenang-senang.
Misalnya, membuat gerakan menendang.

6-9 bulan: Ia mulai duduk dan merangkak. Sambil duduk, ia akan


mengamati dan meraih apa pun yang bisa ia genggam dengan tangannya.
Setelah bosan, ia akan merangkak untuk mengeksplorasi keadaan
sekelilingnya.

9-12 bulan: Berdiri dan belajar berjalan akan menjadi tantangan menarik
baginya. Ia bisa memungut benda yang jatuh dengan ibu jari dan telunjuk.
Ia bahkan sengaja bermain-main dengan mainan yang ia jatuhkan,
memungutnya, lalu menjatuhkan kembali mainan itu.

Pastikan saja Anda lebih berhati-hati menjaganya, Ma. Juga pastikan ia berada di
lingkungan yang aman untuk bermain dan bereksplorasi.

Usia Anak Mulai Berjalan


Tanya:
Biasanya, anak belajar berjalan pada usia berapa?
Jawab:
Menurut William Sears, MD, sekitar 50% anak belajar pada usia 1 tahun, namun sebagian
besar lagi bayi berjalan pada usia 9 16 bulan. Mengapa bisa begitu? Berjalan melibatkan
kekuatan otot, keseimbangan, dan temperamen anak. Dan, faktor terakhir ini banyak
memengaruhi usia berjalan bayi.
Bayi yang bertemperamen mudah sering lebih cepat menguasai berbagai perkembangan anak.

Ternyata, anak-anak yang terlambat berjalan biasanya lebih suka menghibur dirinya sendiri
dengan melihat dan menggunakan jari jemarinya ketimbang menggunakan motorik lannya. Ia
akan melalui tahapan merangkak, berdiri, dan berjalan secara perlahan dan lebih berhatihati, memperhitungkan setiap langkah, dan mengalami kemajuan sesuatu kecepatan yang
diinginkan.
Begitu ia (akhirnya) berjalan, ia akan berjalan lancar, kok. Sebaliknya, anak yang cepat
berjalan, biasanya impulsif. Ia akan mengebut melalui setiap tahapan perkembangan
motorik. Umumnya, anak ini memiliki kebutuhan yang tinggi sehingga dengan cepat akan
meninggalkan tahapan perkembangannya. Nah, bentuk tubuh juga menjadi salah satu
penyebab bayi lambat atau cepat berjalan.
Anak yang berat badan normal cenderung lebih cepat berjalan. Lucunya, anak yang
berjalan lebih cepat dan impulsif sering lebih cepat celaka ketimbang anak yang berjalan
lambat. Kalau sudah begini. manakah yang lebih baik? Semua sama baiknya, sebab hal ini
tergantung pada kepribadian anak.