Anda di halaman 1dari 1

Chlorella sp.

merupaka fitoplankton dengan bentuk sel meyerupai bola, tidak


bergerak, dengan dinding sel tebal, dan ukuran sel antara 3 8 . Chlorella yang
berwarna hijau cerah ini, tidak memiliki bulu cambuk sehingga tidak dapat
bergerak aktif. Reproduksi terjadi secara aseksual, yaitu melalui pembentukan
autospora. Dalam kultur sel di laboratorium, dapat dilakukan pada media dengan
salinitas 0 35 ppm dam pada suhu optimal 23 C.
Chlorella dapat hidup kosmopolit baik di air tawar, air laut, air payau, tanah,
batang pohon, ppot bunga, kendi air, tembok basah dan sebagainya. Chlorella
hidup juga di dalam sel sel atau jaringan hewan invertebrata tertentu seperti
misalnya jaringan invertebrata : Hydra, Paramecium, dan bunga karang tertentu
(hard koral).
Chlorela dimanfaatkan juga sebagai pakam kultur zooplankton jenis Branchionus,
Artemia dan sebagainya. Chlorella juga menguntungkan bagi manusia, karena
nutrisi dri chlorella dapat menjadikannya sebagai sumber makanan, peranan
nutrisi chlorella ditentukan oleh kandungan protein dan asam amino esensial. Sel
chlorella mengandung 50% protein, lemak dan vitamin. Di dalam setiap 1 g
chlorella, terkandung vitamin C sebanyak 0,3 mg 0,6 mg, namun sebagian
besar dari vitamin C ini akan hilang karena pengeringan; 20% - 25% lemak; serta
20% karbohidrat. Dalam sel chlorella juga terkandung mineral seperti P, Mg, S,
Fe, Ca, Mn, Zn, Cu dan Co.
Di samping itu, chlorella juga menghasilkan chlorellin yaitu suatu zat antibiotika
yang berfungsi untuk melawan penyakit penyakit yang disebabkan oleh
bakteri.