Anda di halaman 1dari 3

Mengenal Tangisan Bayi

27.05.2015
Sebagai makhluk yang tidak berdaya, bayi mempunyai cara khusus untuk menarik perhatian
orang di sekitarnya bila memerlukan sesuatu, yaitu dengan menangis. Orangtua mempunyai
keinginan kuat untuk menghampirinya bila mengetahui bayinya menangis. Walaupun
demikian, tidak jarang tangisan bayi malah membuat kita bingung.
Kita sering khawatir bila tidak dapat menghibur bayi yang menangis. Rasa khawatir akan
menguras banyak energi dan membuat lelash. Tangisan bayi saat kita lelah sering secara tidak
sengaja menimbulkan kemarahan dan putus asa. Rasa marah dan putus as merupakan tanda
bahaya karena saat emosi meningkat, kita sering tidak dapat menguasai keadaan. Secepatnya
hubungi orang yang dapat dipercaya untuk berbagi perasaan. Apabila tidak ada, segera Anda
letakkan bayi pada tempat tidurnya agar posisinya aman. Menutup telinga dan mata beberapa
saat dapat membantu mengembalikan diri kita kembali. Jangan pernah mengambil tindakan
pada saat marah.

Benarkah Bayi Manja?


Bayinya manja sering disebutkan bagi bayi yang sering menangis. Pernyataan tersebut tidak
sepenuhnya benar karena bayi sebetulnya tidak dapat dimanja. Menangis bukan untuk
memaksakan kehendak, tetapi sebagai pertanda bahwa ada sesuatu. Mengangkat bayi dari
tempat tidur dapat menjadi cara menghibur yang baik untuk mengalihkan perhatian. Akan
tetapi, memeluk bayi terus-menerus tidak selalu diinginkan bayi.

Apakah Bayi Lapar?


Pada saat lapar, bayi merasa tidak enak di perutnya. Hal itu jarang membuat cemas karena
sudah dapat diprediksikan dan dipenuhi. Pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, tangisan
sering dihubungkan dengan ketersediaan ASI yang kurang dan tidak jarang pula yang
menganjurkan untuk memberikan tambahan susu formula. Janganlah segera percaya untuk
mulai bereksperimen. Sebaiknya, bicarakan kebutuhan minum bayi kepada dokter.

Mungkinkah Karena Nyeri Perut?


Bayi mungkin mengalami kolik infantil. Pada umur 2 minggu, bayi dapat tiba-tiba menangis
dengan hebat terutama pada sore hari atau menjelang malam hari. Keadaan ini dapat terjadi
setiap hari (kadang-kadang sampai 3 jam atau lebih). Penyebabnya belum diketahui secara
pasti. Pada umumnya, keluhan akan hilang dengan sendirinya pada umur 3-4 bulan.
Mendekap si bayi dan memijat perutnya dengan lembut kadang-kadang dapat membantu
menenangkannya. Bagaimana bila bayi tetap tidak mau berhenti menangiss? Letakkan bayi
dengan nyaman di tempat tidurnya dan coba kembali menghiburnya.

Apakah Karena Bayi Bosan atau Gelisah?


Rasa bosan dapat menyebabkan rasa tidak menyenangkan yang diungkapkan dengan
menangis. Sebaliknya, mendengar bunyi-bunyian atau melihat gerakan-gerakan sangat
disenangi oleh bayi. Mainan dengan bentuk dan warna yang menarik perhatian atau
mengeluarkan suara musik dapat digunakan untuk mengalihkan perasaan bosan. Lakukan
dengan waktu yang cukup dan santai.
Beberapa bayi sangat peka terhadap keramaian. Bayi sering menangis akibat bunyi-bunyian
yang tidak pernah terpikirkan oleh kita, misalnya suara TV, radio, bahkan suara lemari es.
Cuaca terlalu dingin atau terlalu panas, ruam kulit, tidak dapat buang angin (flatus), selimut
yang kurang nyama dapat pula menyebabkan bayi menangis.

Kapankah Sebaiknya ke Dokter?

Sering kita berpikir bahwa bayi menangis karena sakit dan tidak jarang kita mempunyai rasa
khawatir berlebihan. Orangtua (terutama ibu) yang melihat dan paling dapat merasakan
sesuatu pada bayinya. Bila ibu merasa perlu memeriksakan bayinya ke dokter, sebaiknya hal
tersebut dilakukan. Apabila ternyata si bayi memang sehat, ibu menjadi lebih nyaman dan
tidak perlu terlalu khawatir dengan tangisan-tangisan berikutnya.

Penulis: Badriul Hegar Sjarif (Ikatan Dokter Anak Indonesia)


Catatan: artikel pernah dimuat di harian Kompas, kolom Klasika, tanggal 15 April 2012