Anda di halaman 1dari 14

Cairan Hidrolik

Pemilihan cairan hidrolik


Pada pemilihan setiap jenis cairan, termasuk minyak bumi, adalah penting untuk
menentukan kondisi kerja yang harus dipenuhi. Sistim hidrolik yang dipakai dialam
luar membutuhkan cairan dengan sifat-sifat yang berbeda dengan yang dipakai
didalam ruangan pada kondisi atmosfir yang konstan.
Sistim yang bocor, tanpa perawatan dapat berfungsi dengan cairan yang kurang
stabil, karena mereka selalu diganti dengan cairan baru untuk menganti cairan yang
bocor.
Sebaliknya, pada suatu sistim tertutup, dengan perawatan baik, maka cairan selalu
terpakai tanpa banyak penggantian dan, oleh karena itu, harus mempertahankan
sifat aslinya selama mungkin.
Berikut ini adalah sifat penting yang harus dipertimbangkan untuk memilih cairan
yang sesuai:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Viskositas
Indeks viskositas
Titik tuang
Angka netralisasi ( angka keasaman)
Titik nyala dan titik api
Gravitasi

Sifat-sifat ini dipertimbangkan untuk memeriksa jenis cairan dan kesesuaiannya


pada sistim. Untuk oli hidrolik minyak bumi, biasanya hanya empat pertama
( viskositas, indeks viskositas, titik tuang dan angka keasaman) dipertimbangkan.
Viskositas.
Jantung pada sistim hidrolik adalah pompa, dimana efisiensinya tergantung trutama
pada viskositas cairan yanhg dipompa. Cairan harus berada pada batsan viskositas
yang ditentukan oleh pembuat pompa. Sebagai rumus umum viskositas berikut
adalah sesuai untuk beberapa desain pompa hidrolik:
1.
2.
3.
4.

Pompa piston dan sentrifugal untuk kerja air 33 SSU pada 100 F.
Pompa sudu 100 sampai 300 SSU pada 100 F
Pompa gigi 300 sampai 500 SSU pada 100 F
Pompa piston 250 sampai 900 SSU pada 100 F

Indeks viskositas.
Jika kondisi temperatur berubah karena faktor atmosfir luar atau karena faktor
desain pada sirkuit sistim hidrolik, maka viskositas cairan akan berubah sesuai
temperatur.
Pada saat temperatur naik, cairan akan menjadi lebih encer, dan sebaliknya.
Pada kondisi demikian, indeks viskositas harus dipertimbangkan untuk prediksi
perubahan viskositas yang demikian dan effeknya pada sistim.

Titik tuang
Beberapa faktor dalam penanganan dan pemakaian cairan hidrolik membuat sifat ini
menjadi penting. Cairan dapat dikapalkan atau disimpan diluar ruangan selama
musim dingin. Situasi ini membuat cairan dengan titik tuang rendah menjadi penting.
Peralatan hidrolik mungkin berada diluar ruangan atau pada daerah dimana cairan
dapat membeku dan berhenti mengalir pada saat menghidupkan peralatan hidrolik.
Agar aman , titik tuang harus 20 F dibawah suhu terendah dimana cairan
beroperasi. ( Indeks viskositas juga dipertimbangkan untuk menentukan viskositas
cairan pada temperatur terendah).
Beberapa peraturan menentukan bahwa viskositas cairan hidrolik tidak boleh
melebihi 4,000 SSU pada suhu operasi terendah.
Angka Netralisasi
Angka netralisasi tidak menjadi kriteria kualitas atau tingkat penerimaan sebagai oli
hidrolik.
Ini hanyalah sebagai ukuran keasaman total atau kebasaan dan bukan sebagai
ukuran tendensi korosivitas.
Untuk mengujinya dibutuhkan angka keasaman yang kuat. Namun, angka
netralisasi berfungsi ganda.
Pertama, nilai yang terlalu tinggi adalah indikasi kemungkinan adanya asam
korosive yang terjadi karena rusaknya oli atau kontaminasi oleh benda asing.
Kedua, angka netralisasi sering dipakai sebagai ukuran umur pakai oli. Oli dapat
diganti jika perubahan angka netralisasi mencapai 1.0 sampai 1.5.
Ini dapat dipakai jika pengujian lain di laboratorium tidak dapat dilakukan.
Kriteria selanjutnya hanya berlaku untuk oli minyak bumi dan tidak dimaksudkan
untuk menentukan umur pakai dari oli non minyak bumi atau sebagai panduan
dimana oli minyak bumi diberi addetive sehingga angka netralisasi adalah 1.0 atau
lebih pada saat baru.
Titik nyala dan titik api
Nilai tersebut tidak dianggap penting jika memakai oli hidrolik minyak bumi.. Jika
sistim hidrolik berada didekat api terbuka, temperatur tinggi, metal meleleh, dll.,
maka titik nyala dan api yang tinggipun pada minyak bumi, tidak akan melindunginya
terhadap kebakaran jika terjadinya kebocoran karena tekanan pada cairan.
Untuk aplikasi demikian, adalah disarankan untuk merubah sistim dengan cairan
yang tahan api.
Volatitas dan kemungkinan adanya sumber api ditentukan pada pengujian.
Gravitasi
Untuk pemakaian secara umum dari minyak bumi, gravitasi tidaklah begitu penting.
Ini adalah suatu indeks dari berat spesifik dari cairan non-minyak bumi. Cairan
dengan gravitasi spesifik tinggi memerlukan pipa pemasukkan dan saluran yang
lebih besar untuk menurunkan tahanan aliran dan mencegah kekurangan cairan
pada pompa. Ini adalah benar jika pompa berada diatas level cairan didalam
penampung dan cairan berada pada tekanan atmosfir.

Cairan (termasuk jenis tahan api)


Cairan hidrolik dibawah ini secara umum dipakai :
Air
Oli minyak bumi, termasuk kombinasi oli minyak bumi dan senyawa addetive,
senyawa kimia sintetis, yang terutama dipakai pada aplikasi temperatur tinggi,
cairan tahan api:
1. Emulsi air-oli
2. Larutan air-glycol
3. Cairan sintetis non air.
Air
Pemakaian air telah menghilang sejak seperempat abad yang lalu, tetapi masih
ditemukan pada beberapa aplikasi; misalnya, sistim sentral yang besar dimana
volume cairan sangat besar. Pada sistim yang demikian pompa piston atau
senrifugal yang berkapasitas volume besar dipakai dan beberapa silinder hidrolik
digerakkan dari reservoar dan sumber tekanan yang sama .
Biaya.
Air adalah paling murah dari semua cairan.
Indeks viskositas.
Viskositas air tidak terpengaruh oleh perubahan temperatur pada semua batasan
operasinya.
Kompresibilitas.
Dari semua cairan yang umum dipakai, air tidak terpengaruh oleh tekanan.
Kompabilitas dengan packing dan sil.
Air adalah sesuai, secara kimia, dengan semua material sil yang ada. Pengecualian
adalah pembengkakan yang ia berikan pada material kulit dan material berpori
lainnya.
Suhu operasi.
Terdapat lebih sedikit kenaikkan dengan air dibanding cairan lainnya karena air
mempunyai konduktivitas dan panas spesifik yang lebih tinggi.
Batasan temperatur operasi yang sempit.
Air membeku pada 32 F ( 0 C ) dan mendidih pada 212 F ( 100 C ). Namun
kecepatan penguapan membatasi penggunaannya diatas 150 F ( 645.5 C ),
sehingga batasan penggunaannya adalah terlalu sempit untuk banyak sistim.
Karat dan Korosi
Meskipun banyak senyawa terdapat untuk mengecilkan kemungkinan karat, adalah
penting memakai bahan metal tahan karat pada sistim air.
Pelumasan (lubricity) rendah.
Air adalah pelumas yang buruk. Meskipun terdapat senyawa sebagai addetive untuk
memperbaiki sifat pelumasan, sifat buruk ini adalah merugikan kecuali beban
gesekannya kecil.

Pertumbuhan bakteri.
Sistim air harus elalu bersih atau dikerjakan secara kimia untuk mencegah
pertumbuhan bakteri, yang menyebabkan bau tidak sedap dan bahya terhadap
kesehatan.
Kekerasan
Seperti pada semua sistim air, adanya senyawa kimia yang tidak larut seperti
magnesium, calcium, dll., dapat menyebabkan pipa tersumbat karena kerak air. Ini
harus dicegah dengan penggunaan inhibitor, pelunak, dll.

Oli minyak bumi


Oli adalah cairan yang umum dipakai sebagai cairan hidrolik dewasa ini.
Biaya
Setelah air, oli adalah yang paling murah dan banyak banyak terdapat.
Kompabilitas
Oli minyak bumi adalah kompatibel dengan kebanyakan material yang terdapat di
sistim hidrolik.
Respon addetive
Jika perlu, addetive dapat dengan mudah ditambahkan untuk memperbaiki sifat
yang tidak menguntungkan pada oli dasar.
Lubricity
Oli minyak bumi sangat baik untuk melumasi permukaan metal yang saling
bergesekan, suatu sifat yang penting yang dibutuhkan sistim hidrolik.
Batasan operasi yang lebar
Pada kondisi normal oli dapat menyediakan batasan operasi yang lebar, pada
sekitar 65 sampai 200 F. Ia dapat dibuat dengan batasan yang lebih lebar dengan
pemakaian addetive yang sesuai.

Cairan Sintetis.
Cairan ini terdiri dari bermacam senyawa kimia yang dipilih untuk beroperasi diatas
batasan yang dimiliki oli minyak bumi.
Mereka termauk :
1.
2.
3.
4.

Complex esters (sebacates)


Silicates
Silicone
Aromatik berat molekul tinggi (polyphenyl dan phenyl ester).

Biaya.
Cairan ini lebih mahal karena mereka membutuhkan proses kimia yang terkontrol
ketat selama pembuatan. Mereka juga membutuhkan proses tambahan yang mahal
untuk mendapatkan sifat yang dibutuhkan.
Sifat.
Dengan batasan tertentu, cairan sintetis dapat memenuhi semua kebutuhan
operasional dari sistim hidrolik.
Kompabilitas.

Berbeda dengan oli minyak bumi dan memungkinkan batasan temperatur operasi
yanjg lebih luas, cairan sintetis mungkin tidak kompatibel dengan komponen sistim
hidrolik yang dipakai.
Packing, cat, dan komponen metal harus diperiksa dengan teliti yang berhubungan
dengan cairan sintetis yang dipakai.
Temperatur operasi.
Cara terbaik untuk memecahkan masalah temperatur adalah pada waktu
pembuatan cairan sintetis, yang mana dapat diformulasikan untuk beroperasi pada
batasan temperatur yang lebih lebar daripada yang dimungkinkan dengan oli minyak
bumi.
Cairan tahan api.
Banyak senyawa kimia jatuh pada kategori ini, tetapi yang didiskusikan adalah :
Emulsi air-oli minyak bumi
Cairan air-glycol
Cairan non-air

Emulsi air-oli minyak bumi.


Terdiri dari variasi proporsi dari oli minyak bumi dan air yang dipertahankan dalam
bentuk emulsi dengan cara memakai sedikit emulsifying agent yang mengandung
inhibitor dan addetive lainnya.
Mereka dapat dari jenis air dalam oli atau oli dalam air.
Karena kandungan air yang tinggi, mereka tahan api. Air akan menjadi uap jika
tersentuh api atau panas tinggi dan berfungsi sebagai selimut untuk mencegah
terbakarnya minyak bumi.
Stabilitas
Emulsi cenderung tidak stabil. Perhatian harus dibuat bahwa mereka dipakai pada
kondisi sedemikian rupa sehingga stabilitas masih optimum bertahan.
Lubricity.
Pada aplikasi pompa hidrolik, mereka dapat menunjukkan lubricity yang lebih
rendah dibanding cairan tahan api lainnya. Namun, pada banyak kondisi dan pada
banyak pompa mereka berfungsi memuaskan.
Kompabilitas dengan packing dan sil.
Emulsi ini secara normal kompatibel dengan material packing dan sil yang
konvensional, kecuali karet butyl. Pembengkakan dapat terjadi pada kulit karena
kulit menyerap air.
Cat dan senyawa sambung pipa.
Secara umum , periksa informasi pembuat dari cairan yang berhubungan dengan
effek terhadap material.

Cairan air-glycol
Ini adalah glycol dan/atau glycol polyalkylene dengan air ditambah dengan
sejumlah inhibitor, oiliness agent, dan addetive penguat lapisan.
Stabilitas

Larutan ini bertahan stabil dan tidak rusak untuk membentuk senyawa yang
merusak kecuali dipakai pada temperatur tidak normal atau terkontaminasi dengan
material asing.
Lubricity
Cairan dasar air-glycol umumnya mempunyai sifat pelumasan yang cukup untuk
mencegah keausan pada pompa hidrolik tekanan tinggi. Konsultasikan dengan
rekomendasi pembuat cairan.
Kompabilitas dengan packing dan sil.
Mereka adalah kompatibel dengan semua jenis packing dan sil, meskipun sedikit
pembengkakan terjadi pada bahan kulit dan gabus karena sifat menyerap air.
Senyawa Cat dan sambung pipa
Kompabilitas senyawa cat terhadap oli dan bahan penyambung pipa biasanya tidak
sesuai pada pemakaian cairan jenis ini. Penjual harus dikonsultasikan untuk
informasi mengenai jenis yang sesuai pada pemakaian cairan tersebut.
Metal
Cairan air-glycol yang mempunyai bahan penghambat yang sesuai adalah sesuai
untuk bahan metal yang dipakai pada semua sistim, kecuali zinc dan cadmium.
Metal jenis ini harus dihindari pada saat men-desain sistim yang memakai cairan
tersebut. Aluminium harus di anodized jika dipakai.
Filter
Semua filter konvensional kecuali yang memakai bahan tanah diatomaceous
(fullers earth) dapat dipakai dengan cairan air-glycol.
Racun
Cairan air-glycol sifat racunnya adlah rendah dan pada umumnya dapat dipakai
seperti dengan oli minyak bumi.

Cairan non-air
Ini termasuk phophate ester, dasar phosphate ester, dan cairan jenis hydrocarbon
halogenated. Yang lain telah diformulasikan tetapi belum dipakai karena biaya yang
tinggi dan faktor lain yang mempengaruhi aplikasi pemakaian.
1. Cairan phosphate ester. Suatu phosphate ester atau campuran phosphate
ester yang mengandung addetive untuk menaikkan kualitas untuk aplikasi
tertentu.
2. Cairan dasar phosphate ester. Suatu campuran phosphate ester dengan
hydrocarbon halogenated yang mana menghasilkan produk akhir yang
mempunyai sifat yang berbeda dengan cairan phophate ester. Addetive
terkadang dimasukkan untuk memperbaiki kualitas pada aplikasi tertentu.
3. Cairan halogenated ( cairan yang mengandung chlorine atau flourine). Suatu
cairan halogenated dapat mengandung addetive untuk memperbaiki sifat
yang perlu untuk aplikasi tertentu.
Stabilitas
Cairan ini adalah stabil jika dipakai sesuai rekomendasi dan tidak mengalami
dekomposisi sehingga menghasilkan senyawa yang merusak.
Lubricity

Cairan non-air mempunyai karakteristik pelumasan yang dapat dibandingkan


dengan oli hidrolik minyak bumi. Mereka telah dipakai secara berhasil pada
kebanyakan pompa hidrolik komersial. Pembuat cairan harus dikonsultasikan untuk
rekomendasi spesifik.
Kompabilitas dengan packing dan sil
Cairan ini akan merusak packing dan sil yang biasa dipakai pada sistim cairan oli
minyak bumi. Butyl, silicone, viton, PTFE (Teflon), dan material khusus lainnya
secara umum dapat dipakai dengan cairan non-air. Untuk memastikan unjuk kerja
yang baik, konsultasi penjual mengenai cairan ini dan rekomendasinya.
Senyawa cat dan bahan sambung pipa
Senyawa cat dan bahan sambung pipa yang kompatibel dengan oli biasanya tidak
sesuai pada pemakaian cairan ini. Konsultasi penjual mengenai cairan ini dan
rekomendasinya.
Metal
Cairan non-air adalah kompatibel dengan semua metal yang biasa dipakai pada
sistim hidrolik.
Filter
Cairan ini dapat disaring melaluai semua jenis filter.
Racun
Cairan ini ditangani dengan perhatian higenis terhadap tertelan secara oral dan
sentuhan kulit secara lama.

Aplikasi cairan tahan api


Cairan tahan api dipakai pada hampir semua jenis peralatan hidrolik, termasuk pada
aplikasi industri, marine, dan pesawat terbang; persenjataan dan lainnya. Beberapa
aplikasi adlah sebagai berikut:
Mesin bubut
Cranes, alat angkat, dan elevator
Mesin ternak
Dongkrak pintu oven dan pendorong
Alat pemotong
Penggulung batang dan plat
Mesin pres
Ingot manipulator
Mesin pemecah
Rod mill, tube mill dan hot strip mill.
Planetary mill
Forklift
Alat penjepit
Pemanas listrik
Esin pembuat pipa sentrifugal
Sistim hidrolik pesawat terbang
Mesin Plat
Mesin pembuat gelas

Untuk memilih cairan tahan api, adalah perlu untuk memeriksa dengan teliti
peralatan yang akan dipakai untuk memastikan cairan yang sesuai agar
menghasilkan kerja yang effisien. Kondisi tipikal yang harus dipertimbangkan :
Temperatur
Tekanan
Jenis dan desain pompa hidrolik
Ketahahan bocor dari sistim
Packing dan sil yang dipakai
Saringan dan filter yang dipakai
Kebersihan sistim ( tidak terdapat kotoran, sludge dan kontaminasi lainnya).

Pengujian cairan tahan api


Pengujian bakar
Beberapa pengujian standar terdapat untuk evaluasi cairan tahan api terhadap sifat
bakarnya cairan. ASTM telah mempertimbangkan hal ini, dan beberapa metode
telah dihasilkan untuk formulasi uji standar. Jadi, pembuat cairan dan pemakai,
ditunjang oleh laboratorium telah membuat sistim pengujian. Beberapa pengujian
adalah sebagai berikut:
1. Titik autoignition sesuai prosedur ASTM
2. Uji sifat bakar semprot (spray). Disini, cairan dipanaskan 140 F dan
disemprotkan pada 1,000 psi melalui nossel pembakar oli kepada sumber
penyalaan:
a. Plat baja pada 1200 F, dengan api terbuka dibawah plat. Hasilnya
dicatat dengan pembakar hidup dan mati.
b. Obor Oxyacetelene. Hasilnya dicatat untuk sifat bakarnya pada daerah
ujung nossel sampai titik sejauh 3 ft. Pengujian lainnya yang mensimulasi aplikasi spesifik juga telah diteliti, misalnya, penyalaan pada
metal meleleh, manipol knalpot panas, batang kayu membara, api
listrik, penyalaan kompresi, dan pengujian laboratorium atau uji
banding seperti uji pipe cleaner dan spoon.
Pada kondisi uji diatas, cairan bereaksi berbeda.
Jenis cairan air-glycol.
Cairan air-glycol tahan api atau cairan tahan api lainnya adalah relatif. Setiap cairan
akan terbakar pada kondisi tertentu. Untuk alasan ini adalah perlu untuk
menentukan bahaya pemakaian sebelum memilih cairan.
Misalnya, pada cairan dasar air, adalah penting untuk mempertahankan kandungan
air pada cairan agar mempertahankan ketahanan terhadap api.
Jadi, seseorang tidak akan memakai cairan jika suhu operasi diatas titik didih air.
Kondisi operasi demikian maka harus dipilih cairan dasar non-air yang tidak
mendidih pada temperatur operasi tersebut.

Cairan tahan api hidrolik telah dibuat terutama untuk keamanan pakai terhadap
bahaya kebakaran dalam bentuk semprotan atau embun yang berasal dari pipa
hidrolik yang bocor dan menyentuh permukaan panas atau api.
Cairan air-glycol, tidak terdapat titik nyala pada prosedur uji ASTM, sampai titik didih
tercapai sehingga air habis mendidih. Tidak ada nyala api yang timbul sampai
semua air telah menguap.
Pada uji bakar semprot pada plat panas ( pembakar mati atau hidup), jika cairan
yang berbentuk uap menyentuh plat panas 1200 F, penguapan terjadi tetapi tidak
terjadi pembakaran. Effek pendinginan dari cairan air-glycol menyebabkan
temperatur plat turun. Cairan yang tersisa pada permukaan plat yang mendingin
tersebut akan mendidih dan kemudian menyala untuk sedetik/dua detik, terbakar
dengan pendek dan kuning. Namun tidak ada pembakaran terlihat pada uap hidrolik.
Pada pengujian obor las , sebuah obor oxyacetelene dihidupkan dan ditaruh pada
jarak sampai 3 ft dari sumber semprotan cairan.
Cairan air-glycol yang diuji tidak terbakar pada kondisi ini. Beberapa cairan air-glycol
juga menunjukkan ketahanan terhadap pembakaran karena kompresi dengan
kondisi atmosfir yang kaya oksigen, seperti oksigen cair dan 100% oksigen gas.
Cairan kimia sintetik (Phosphate ester, dasar phosphate ester, senyawa
halogenated).
Cairan ini sangat sesuai pada kondisi-kondisi seperti diterangkan pada cairan airglycol. Mereka dapat terbakar dibawah kondisi semprotan yang sangat banyak
dimana udara dan cairan langsung tercampur dan menjadi embun kemudian
terbakar. Kondisi ini biasanya jarang terdapat pada peralatan industri ataupun
komersial lainnya.Cairan ini mengandalkan komposisi dasar kimianya untuk
ketahanan api.
Cairan Emulsi Air-Oli
Pada kondisi semprotan pembakaran yang berat, dimana cairan teratomisasi secara
sempurna dengan adanya sumber api, cairan emulsi akan terbakar.
Namun, jika semprotan keluar dari nossel bertekanan tinggi, ia akan menyala
dengan susah.
Sebagai keamanan, perhatian harus diberikan bahwa cairan emulsi tidak tercampur
dengan material yang tidak kompatibel, karena air dapat memisah dari oli minyak
bumi dan material addetive.
Jika ini terjadi, air yang lebih berat akan tenggelam dibawah hydrocarbon (oli,
emulsifier,dll), yang akan naik kebagian atas.
Adalah mungkin lapisan atas yang mudah terbakar masuk kedalam sistim dan
menimbulkan bahaya potensional jika bersentuhan dengan sumber api atau
temperatur tinggi.
Tabel 1 menunjukkan penilaian untuk beberapa cairan tahan api yang dijual
dipasaran.

Tabel 1. Perbandingan antar cairan berdasarkan sifat bakar semprotan dengan


memakai obor Oxiacetelene.
Jenis cairan
Air-glycol
Emulsion air
Phosphate ester
Dasar Phosphate ester
Senyawa Chlorinate

Penilaian
E
F-G
G
G
G-E

* E = Bagus sekali ; G = bagus ; F = sedang .


Uji Lubricity dan Keausan
Faktor lain yang menentukan pemilihan cairan tahan api adalah kemampuannya
untuk melindungi pompa hidrolik terhadap kerusakan karena keausan awal dari
permukaan yang bergesekan.
Telah ditemukan bahwa uji laboratorium mengenai kekuatan lapisan dan lubricity
tidak mampu untuk prediksi unjuk kerja pompa dengan cairan tahan api secara
akurat.
Pengujian ini dapat berguna untuk pekerjaan formulasi, tetapi cairan harus diuji
melalui pengujian pompa secara menyeluruh dibawah kondisi tekanan operasi untuk
menentukan apakah cairan mempunyai cukup lubricity.
Pembuat pompa, pemakai cairan hidrolik dan penjual oli hidrolik melakukan
pengujian pompa di laboratorium.
Karena alasan biaya yang rendah dan populer sebagai peralatan industri, pompa
sudu sering dipakai untuk pengujian.
Sirkuit uji hidrolik terdiri dari pompa, katup pengaman tekanan, heat exchanger,
reservoir, dan alat pengontrol keamanan untuk menyediakan matinya mesin jika
terjadi kegagalan. Dengan cara ini, peralatan demikian dapat dioperasikan secara
kontinue tanpa dijaga oleh pegawai laboratorium. Peralatan otomatis biasanya
mencatat temperatur dan tekanan versus waktu.
Biasanya 1,000 jam adalah waktu uji pompa, meskipun beberapa laboratorium
menentukan waktu uji yang lebih pendek untuk menentukan umur keausan dari
cairan.
Perhatian harus diberikan ,yaitu, peralatan uji tidak boleh di kerjakan tergesa-gesa
tanpa konsultasi dengan laboratorium uji lainnya. Adalah mudah untuk menguji
pompa tanpa mempelajari cara uji untuk mengecilkan kegagalan karena penyebab
mekanikal.
Unjuk kerja cairan dapat diuji dengan menimbang bagian bagian pompa sebelum di
uji, selama periode uji pada interval tertentu dan pada akhir uji.
Kehilangan berat dipakai untuk korelasi kecepatan keausan pada bermacam cairan.
Pada jenis pompa lain, keausan diukur dengan menentukan perubahan dimensi dari
bagian-bagian pompa. Faktor seperti tampak bagian pompa dan kondisi cairan
sebelum dan sewaktu uji juga harus dipertimbangkan.

Instalasi cairan tahan api


Pemilihan cairan tahan api yang sesuai termasuk pertimbangan menempatkan
cairan sedemikian rupa yang memastikan unjuk kerja yang memuaskan.
Instalasi cairan air-glycol.
Sistim harus sebersih mungkin sebelum mengisi dengan cairan air-glycol. Prosedur
yang baik adalah sebagai berikut:
1. Reservoir di drain secara menyeluruh. Jika reservoir sangat kotor dan
terdapat deposit sludge, maka reservoir harus dibilas dengan solven ringan
yang tersedia untuk ini dan / atau dengan menyikat reservoir. Cat pada
permukaan dalam harus dibuang.
2. Semua saluran, silinder, akumulator, dan pendingin harus didrain dan filter
dan saringan saluran masuk harus dibongkar.
3. Setelah drain dan pembersihan, sambung kembali semua saluran,
akumulator, dan pendingin. Pasang saringan saluran masuk yang sesuai,
konsultasikan dengan pembuat alat sesuai rekomendasinya.
4. Jika sebelumnya dipakai oli hidrolik dasar minyak bumi:
a. Isi peralatan dengan cairan air-glycol sampai level minimum cukup untuk
menutupi saluran hisap pompa.
b. Hidupkan peralatan untuk 30 menit.
c. Drain dan lap pompa sampai bersih. Cairan yang dibuang dapat ditaruh
pada kontainer orisinalnya. Minyak buminya akan naik keatas, dan bagian
yang berat ( kotoran, dll) akan turun kebawah. Cairan yang bersih dapat
dipakai kembali.
d. Isi sistim sampai level operasi dengan cairan baru.
5. Jika cairan sintetis ( phosphate ester, chlorinated, dll) diganti dengan cairan
air-glycol, maka hidupkan dengan cairan oli minyak bumi dengan viskositas
yang sesuai dengan cairan yang akan dipakai ( sebaiknya dasar naphthenic)
sebelum pemakaian air-glycol. Dengan cara ini, oli akan menyerap cairan
sintetis dan membuang semuanya pada saat di-drain dan dibersihkan.
6. Isi sistim ( termasuk akumulator) dengan cairan baru.
7. Jika terdapat lapisan busa pada permukaan cairan setelah dijalankan
beberapa waktu, maka dapat dibuang dengan cara skimming
Instalasi Cairan Sintetis (phosphate ester, dasar phosphate ester, senyawa
chlorinated, dll ).
1. Drain secara menyeluruh sistim dari oli minyak bumi dan tiup pipa sampai
bersih dan kering dengan udara tekanan rendah. Buang cat dari reservoir.
2. Drain titik-titik rendah pada pipa, badan pompa, dan badan katup besar
secara menyeluruh. Minyak bumi dapat bercampur dengan cairan sintetis dan
akan mengurangi sifat tahan apinya jika dibiarkan.
3. Jika cairan dasar air sebelumnya dipakai, pakai uap air untuk meniup saluran,
pipa, katup dan reservoir.
4. Ganti bladders dari akumulator, selang karet, dan sil dinamik dengan jenis
yang kompatibel. Karet butyl secara umum sesuai kecuali untuk cairan

chlorinated atau untuk cairan dasar phosphate-ester yang mengandung


senyawa chlorinated. Jika cairan ini akan dipakai, konsultasikan dengan
bagian pengadaan komponen untuk rekomendasinya.
5. Bongkar dan bersihkan filter dan saringan.
6. Isi sistim dengan cairan.
Instalasi cairan emulsi Air-Oli.
Cairan emulsi biasanya campuran dari dua atau lebih material yang tidak larut, air
dan minyak bumi, yang dicampur bersama dalam emulsifier. Karena kontaminasi
external dapat menyebabkan emulsi pecah dan terpisah kembali ke komponen
individualnya, adalah penting bahwa sistim harus bersih.
1. Drain reservoir dan sistim
2. Drain saluran, silinder, akumulator, dll., dimana cairan dapat terjebak.
3. Tiup semua saluran, silinder, akumulator, dll., dengan memakai udara
bertekanan rendah. Jika sebelumnya dipakai cairan air-glycol, pakai uap air.
4. Bersihkan semua permukaan dengan tangan.
5. Tidaklah mungkin untuk prediksi effek dari semua cairan emulsi pada cat
yang dipakai pada permukaan internal. Konsultasikan penyalur cairan untuk
rekomendasi.
6. Bersihkan semua filter dan saringan.
7. Pasang kembali semua saluran dan peralatan.
8. Isi reservoir sampai level minimum untuk operasi pompa dan sirkulasikan
pada tekanan minimum untuk 2 sampai 4 jam. Jika menganti cairan yang
non-air (phosphate ester, dasar phosphate ester, senyawa chlorinated, dll),
adalah lebih murah untuk membilasnya dengan oli minyak bumi naphthenic
dengan viskositas yang sama dengan cairan yang akan dipakai.
9. Drain secara menyeluruh; bersihkan filter dan saringan.
10. Isi cairan baru.

Tabel 2. Material yang dipakai dengan Cairan idrolik tahan api


Cairan sintetis
Packing:
Butyl
Silikon
Viton
Nylon
Teflon
Kulit jenuh *
Filter:
Jenis oli standar

Cairan dasar air


Sil oli standar; tetapi
bukan sil dinamik tutup
karet

Cat:
Pakai cat khusus atau
tidak sama sekali.
Senyawa bahan sambung
pipa:
Baca petunjuk cairan

Pakai cat khusus atau


tidak sama sekali

Emulsi Oli Air


Tidak ada perubahan dari
kulit jenuh *

Packing kulit
Saringan nickel, brass,
copper, cotton waste, dan
filter cellulose. Jangan
pakai saringan cadmium
atau zinc atau filter tanak.

Baca petunjuk cairan

Jenis plat tepi atau tepi


tajam; saringan metal 4
kali luas normal. Jangan
pakai jenis tanah, cotton,
atau cellulose karena
mereka dapat menyaring
komponen cairan
Beberapa formulasi
bereaksi berbeda.
Konsultasikan dahulu.
Baca petunjuk cairan

* Pada beberapa kondisi tekanan, temperatur, dan komposisi kimia, kebocoran


material dapat terjadi. Konsultasikan dengan penjual packing atau cairan.
Packing kulit mungkin tidak sesuai karena alkalinity dari cairan hidrolik air-glycol.
Konsultasikan dengan penjual packing atau cairan.
Karakteristik dari Cairan hidrolik ideal
1. Pelumas yang kompatibel dengan material seperti bantalan dan permukaan
sil.
2. Indeks viskositas yang tinggi, misalnya, perubahan viskositas yang kecil pada
batasan temperatur yang lebar (-70 sampai +500F)
3. Inert terhadap material yang dipakai pada peralatan hidrolik, cat,metal,
plastik, material sil; netral.
4. Viskositas yang kompatibel dengan pasangan hidrolik dan jarak
renggangnya.
5. Stabil dengan waktu dan pemakaian, pertahanan tinggi terhadap beban
mekanikal, umur pakai yang panjang.
6. Tidak beracun, pada saat baru atau setelah mengalami dekomposisi ( cairan
maupun uap).
7. Modulus bulk yang tinggi.
8. Kemampuan untuk memisahkan diri dengan udara ( pembusaan rendah).
9. Spesifik gravitasi rendah

10. Biaya rendah dan banyak tersedia.


11. Tidak mudah terbakar
12. Penyerapan udara rendah
13. Transfer panas tinggi
14. Tekanan vapor rendah dan titik didih tinggi; lapisan residual agar tetap licin.
15. Koefisien ekspansi temperatur rendah
16. Sifat dielectric dan isolasi yang baik
17. Non-hygroscopic.
Tabel 3. Karakteristik tipikal cairan hidrolik
Oli
minyak
bumi
Kandungan air,%
Spesifik gravitasi
Viskositas, SSU
100 F
130 F
210 F
Indeks viskositas
Angka netralisasi
(max)
Titik tuang,F
Ketahanan api
Modulus bulk
(0-5,000 psi)

0.876
225
48
100
0.15
15
buruk
250,000

Cairan
sintetik
air-glycol
35 - 50
1.073
190/210
124
160
(pH: 8.510.0)
-50
baik sekali
309,000

Cairan sintetik
A

1.273

1.148

211

219

44

43
0
0.05

0.06
+5
baik
531000

<0
baik

Emulsi Oli yang


larut air
A
B
45 60
0.9254
0.9478
221
137

499
310

161

143

-10
sedang
167000

+20
sedang