Anda di halaman 1dari 5

SISTIM PEMBERSIHAN

GAS DIFFUSER DAN GRADUATE CYLINDER


BAGIAN DARI PROSEDUR
SIFAT PEMBUSAAN (ASTM D 892)

1. PENDAHULUAN
Graduate cylinder dan gas diffuser seperti yang ditunjukkan pada gambar 1.
merupakan 2 bagian utama dari peralatan uji sifat pembusaan (metoda ASTM D 892).
Terjadinya pembusaan pada percontoh berasal dari aliran udara yang dibentuk
menjadi busa melalui gas diffuser dan volume busa yang terbentuk diamati serta
diukur pada graduate cylinder.
Bagian peralatan ini perlu ditangani secara hati-hati dan memerlukan perawatan
khusus, karena gas diffuser yang terbuat dari batu berpori-pori sangat mudah
tersumbat bila pembersihannya kurang sempurna, sedangkan graduate cylinder yang
terbuat dari gelas juga mudah pecah bila terbentur oleh gas diffuser.
Perawatan khusus yang dimaksudkan disini adalah mengembalikan bagian peralatan
tersebut dari kondisi pasca uji ke kondisi siap uji melalui sistim pembersihan.
Dari sebagian prosedur tersebut, kemudian dikembangkan lebih lanjut menjadi suatu
sistim pembersihan tanpa mengabaikan prosedur acuannya.
2. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari sistim pembersihan ini adalah, adalah untuk mengembangkan prosedur
seperti yang disebutkan dalam butir 9 yang merupakan bagian dari prosedurmetoda
ASTM D 892 dengan cara melengkapi peralatan uji dengan perlengkapan pembersih.
Tujuannya ialah, untuk mendapatkan suatu sistim pembersihan gas diffuser dan
graduate cylinder yang diharapkan lebih efektif dan efisien, baik secara teknis
maupun ekonomis tanpa mengabaikan ketentuan metoda standard.

3. MANFAAT
Manfat yang dapat diperoleh dari sistim pembersihan ini antara lain ;
- Perlengkapan ini dibuat dan direkayasa sendiri, sehingga menghemat biaya.
- Perlengkapan ini dirancang dengan sistim terpadu, sehingga hanya membutuhkan
sebuah meja kerja dan pengerjaannyapun lebih mudah.
- Dapat melaksanakan pembersihan secara serempak untuk gas diffuser dan graduate
cylinder dalam satu proses pembersihan, sehingga pengerjaannya lebih cepat dan
praktis.
- Pemakaian bahan pembersih lebih ekonomis, sebab hanya sebagian kecil yang
terbuang dan selebihnya masih dapat digunakan kembali sampai beberapa kali.
- Hampir tidak ada bahan yang tercecer, sehingga kebersihan lingkungan disekitarnya
akan tetap terpelihara.
- Kebersihan gas diffuser dan graduate cylinder lebih terjamin, sehingga masa
pemakaiannya lebih lama.
4. KOMPONEN PERLENGKAPAN PEMBERSIH
Perlengkapan pembersih, terdiri dari beberapa komponen yang hampir seluruhnya
dapat dibuat sendiri, Yaitu terdiri dari ;
Pipa limbah dengan bahan copper tube , berukuran ID = 5 mm dan panjang = 4
cm lebih tinggi dan graduate cylinder (gbr. 2a).
Air outlet tube dengan bahan copper tube, berukuran ID = 5 mm dan panjang =
4 cm (Gbr. 2b).
Selang limbah dengan bahan teflon berukuran ID = 5 mm, terpasang tetap pada
botol penampung limbah (Gbr. 2c).
Sebuah botol 2,5 ltr. (Gbr 2d) yang bersih dan netral, diisi kira-kira 2 ltr.
Campuran toluene dan heptane yang berfungsi sebagai pengencer.
Tiga buah botol 1 ltr. (Gbr. 2 e) yang bersih dan netral, masing-masing diisi
dengan :
- Kira-kira 600 ml toluene sebagai pembersih awal.
- Kira-kira 600 ml heptane sebagai pembersih akhir.
- Kira-kira 0,5 kg desicant sebagai material pengering.

Selang pembilas dari bahan utama teflon dengan ukuran ID = 5 mm


(Gbr.2f).Selang ini dapat di[pasang pada salah satu dari botol pengencer, botol
toluene atau botol heptane.
Selang pengering dari bahan utama teflon dengan ukuran ID= 5 mm, terpasang
pada botol desicant sebagai penyaring dan pengering (Gbr.2g).
Kain pembersih graduate cylinder, terbuat dari 100 % katun sebagai penyerap,
lalu dibalutkan pada tangkai kayu sepanjang kitra-kira 60 cm (Gbr. 2h).
Catatan :
- Pemakaian bagan cair (toluene dan heptanea) berkualitas industri.
- Bila cairan pengencer (campuran toluene dan heptane) telah habis, agar
diisi kembali dengan campuran toluene dan heptane bekas dari botol
pembilasnya masing-masing, sehingga pemakaian bahan akan lebih
hemat.

5. SISTIM PEMBERSIHAN
5.1. Prosedur Pembuangan Limbah
Proses pembuangan limbah seperti ditunjukkan pada gambar 3 berikut ini ;
a. Tarik air inlet tube keatas terhadap stoppernya hingga posisi gas diffuser berada
kira-kira 2 cm diatas permukaan limbah percontoh.
b. Masukkanpipa limbah hingga ujungnya menyentuh dasar graduate cylinder.
c. Hubungkan botol limbah dimana selang sekundernya terhubung dengan pipa
limbah dan selang primernya dengan vacum outlet tube.
d. Hubungkan botol penyaring dimana selang sekndernya terhubung dengan air inlet
tube dan selang primernya dibiarkan terbuka.
e. Hidupkan air pump sehingga limbah percontoh akan mengalir dan tertampung
kedalam botol limbah.
Catatan :

Bila limbahnya sulit mengalir, turunkan kembali diffuser tube hingga gas
diffusernya terendam seluruhnya didalam limbah dan ganti botol
penyaring dengan botol pengencer untuk melakukan pengenceran limbah.
f. Setelah limbah percontoh didalam graduate cylinder habis, air pump dihentikan.
g. Lepaskan hubungan botol penyaring dengan air inlet tube.
h. Naikkan pipa limbah sampai ujungnya kira-kira sama dengan kedudukan gas
diffuser tanpa melepaskan hubungannya dengan selang limbah.
i. Hubunkan gas diffuser dengan selang sekunder dari botol hexane , lalu hidupkan air
pump sehingga graduate cylinder akan terisi pengencer untuk melarutkan sisa-sisa
limbah percontoh. Hentikan air pump saat permukaannya menyentuh ujung pipa
limbah, bila perlu graduate cylinder sedikit diangkat sambil dikocok perlahan-lahan.
j. Pipa limbah diturunkan kembali, kemudian lepaskan hubungan botol pengencer dari
air inlet tube dan ganti dengan botol penyaring . Hidupkan air pump untuk
membuang limbah pengencer dari graduate cylinder kebotol limbah.
k. Lepaskan hubungan botol limbah dari pipa limbah dan botol penyaring dari air inlet
tube, Lepaskan pula pipa limbah dari stoppernya kemudian turunkan air inlet tube
hingga gas diffusernya hampir menyentuh dasar graduate cylinder.
5.2. PROSES PEMBILASAN
Sistim dalam proses pembilasan seperti pada Gbr. 4.
a. Pasamg air outlet tube pada stopper.
b. Pasang pada botol penyaring dimana selang sekundernya dihubungkandengan pipa
pernapasan.
c. Pasang selang pembilaspada botol toluene, lalu hubungkan selang sekundernya
dengan diffuser tube dan selang primernya dengan pressure outlet tube.
d. Hidupkan air pump dengan tekanan yang telah diatur pada kira-kira 300 mm H2O,
maka toluene akan mengalir kedalam graduate cylinder melalui gas diffuser dan
matikan air pump saat toluene dalam botol telah habis.
e. Pindahkan selang primer pembilasan ke vacum outlet tube dan air pump dihidupkan
kembali, maka toluene akan mengalir dari graduate cylinder kebotol melalui gas
diffuser dan matikan air pump saat toluene dalam graduate cylinder telah habis.
Bila perlu Butir 5.2.d dan 5.2 e diulang.

f. Lepaskan selang pembilas dari air inlet tube dan vacum outlet dan pindahkan kebotol
heptane, lalu hubungkan selang sekundernya dengan air inlet tube dan primernya
dengan pressure outlet tube. Selanjutnya ulangi butir 5.2.d dan 5.2.e.
g. Lepaskan hubungan semua selang dari pipa pernapasan dan diffuser tube.
5.3. PROSES PENGERINGAN
Sistim pengeringan dalam proses pembilasan daopat dilihat pada gambar 5. dengan
proses sebagai berikut :
a. Pasang botol penyaring dimana selang sekundernya dihubungkan dengan air inlet
tube dan selang primernya dengan pressure outlet tube.
b. Hidupkan air pump dengan tekanan yang telah diatur pada kira-kira 300 mm H2O,
maka udara akan mengalir ke gas diffuser dan keluar melalui graduate cylinder .
Biarkan kondisi ini selama kira-kira 1 menit, lalu air pump dimatikan.
c. Pindahkan selang sekunder pengering ke air outlet tube dan air pump dihidupkan
kembali, maka udara akan mengalir kedalam graduate cylinder dan keluar melalui
gas diffuser . Biarkan kondisi ini selama kira-kira 1 menit lalu air pump dimatikan.
d. Lepaskan selang pengering dari air inlet tube dan pressure oulet tube.
e. Lepaskan stopper lengkap (termasuk air inlet tube dan airoutlet tube) dari graduate
cylinder.
f. Bersihkan graduate cylinder dengan kain katun pembersih, lalu pasang kembali
stopper lengkap ke graduate cylinder untuk mempersiapkan pengujian berikutnya.