Anda di halaman 1dari 3

Thuwailibul 'Ilmi

"M e n c ob a U n t u k B e r b a g i F a i d a h "

Siapa Saya?

Penting

Arsip

Jejak Pengunjung

Pengertian Tadarus & Tilawah Al Quran |

Makna Ucapan Minal Aidin wal Faizin

Itikaf Hanya di Tiga Masjid?

Search...
Dipersilakan untuk
menyebarluaskan isi dari
blog ini untuk kepentingan
da'wah, tanpa tujuan
komersil dengan
menyertakan URL
sumber. Jazakumullohu
khaira.
Kategori
Faedah
Fatwa
Hukum
Informasi
Kisah

Dalam permasalahan ini ada perbedaan pendapat di antara para ulama. Adapun pendapat yang menyatakan bahwa itikaf
tidak sah selain jika dilakukan di tiga masjid (Masjidil Haram, Masjid Nabawi & Masjidil Aqsha), pendapat ini lemah karena
berdalilkan dengan hadits yang lemah dari sisi riwayat dan pemahaman. Dalil itu adalah hadits Hudzaifah radhiyallahu anhu
:

Motivasi
Nahwu
Petuah
Rekaman
Tauladan
Tips & Trik


Tidak ada itikaf selain di tiga masjid.

Tulisan Terbaru
Ibadah Yang
Dimasuki Riya
Syaithan Lari Ketika
Adzan, Tapi Hadir
Ketika Shalat

Hadits ini diriwayatkan secara marfu (sebagai sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam) oleh Said bin Manshur dalam
kitab As Sunnah dan Ath Thahawi dalam kitab Musykilul Atsar.
Namun hadits ini diriwayatkan pula secara mauquf (sebagai ucapan Hudzaifah radhiyallahu anhu sendiri) oleh Ath
Thabarani dalam kitab Al Mujam Al Kabir, Abdurrazaq dalam kitab Al Mushannaf, dan Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Al
Mushannaf. Adapun lafazh riwayat Abdurrazaq adalah :

3 Tipe Teman
Antara Perjodohan &
Keharmonisan
Rumah Tangga
Makar Iblis Melalui
Para W anita
Akibat Belajar Tanpa
Guru [Bagian Kedua]

Berlangganan Artikel
Tulis e-mail
anda,
kemudian klik
Daftar!

Hudzaifah radhiyallahu anhu berkata kepada Abdullah bin Masud radhiyallahu anhu, Engkau melihat suatu
kaum melakukan itikaf (di masjid) antara rumahmu dan rumah Abu Musa Al Asyari, namun engkau tidak melarang
mereka?

Bergabunglah dengan
34 pengikut lainnya.

, :

Enter your email address


Daftar!

Adullah bin Masud radhiyallahu anhu menjawab, Barangkali mereka yang benar dan engkau yang salah. Mereka
Admin

yang hafal (Sunnah Rasulullah) dan engkau yang lupa.

Mendaftar

Hudzaifah radhiyallahu anhu berkata lagi, Tidak ada itikaf selain di tiga masjid.

Asy Syaukani rahimahullah berkata, Riwayat mauquf ini menunjukkan bahwa Hudzaifah radhiyallahu anhu tidak berdalil
dengan hadits yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, sedangkan Abdullah bin Masud radhiyallahu anhu
menyelisihinya dan membolehkan itikaf di seluruh masjid. Seandainya memang ada hadits dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa
sallam, tentu Ibnu Masud radhiyallahu anhu tidak menyelisihinya.

Yang menguatkan hal ini adalah pada riwayat Said bin Manshur yang marfu itu ada tambahan riwayat dengan lafazh :

Masuk log
RSS Entri
RSS Komentar
WordPress.com


Atau di masjid jamaah.
Yaitu masjid jami yang ditunaikan padanya shalat Jumat. Asy Syaukani rahimahullah pun mengomentari riwayat ini,
Demikian pula, keraguan yang ada pada periwayatan itu (di tiga masjid atau di masjid jamaah) termasuk hal yang melemahkan
pendalilan dengan salah satu bagian dari hadits tersebut.

Dengan ini pula Ibnu Hazm rahimahullah menyatakan hadits ini lemah. Beliau berkata, Keraguan ini dari Hudzaifah sendiri
atau periwayat setelahnya (yang dibawahnya). Tidak dibenarkan memastikan bahwa hadits tersebut berasal dari Rasulullah
dengan adanya keraguan pada periwayatannya. Seandainya Rasulullah telah mengucapkannya, tentu Allah akan menjaganya
untuk umat ini dan tidak akan disisipi oleh keraguan pada periwayatannya.

Adapun yang menyatakan hadits ini shahih adalah Asy Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Ash Shahihah (no. 2786) dan
Asy Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Al Wushabi hafizhahullah dalam risalah Idhah Ad Dalalah fi Tahqiq Hadits La Itikaf
Illa fil Masajid Ats Tsalatsah. Namun Asy Syaikh Muhammad bin Abdil W ahhab Al Wushabi tidak menyatakan bahwa itikaf
hanya sah dilakukan di tiga masjid. Beliau justru mengambil bagian kedua dari hadits untuk berpendapat bahwa itikaf
hanya sah dilakukan di masjid jamaah (masjid jami). Beliau menukilkan pula bahwa ini adalah pendapat Asy Syaikh Muqbil Al
Wadii rahimahullah.

Seandainya pun hadits Hudzaifah ini dinyatakan shahih, tetap saja tidak bisa dijadikan dalil untuk membatasi itikaf hanya
sah dilakukan di tiga masjid. Sebab hadits ini harus dipadukan dengan dalil-dalil lain yang menunjukkan bolehnya itikaf di
selain tiga masjid. Dengan demikian hadits ini harus ditafsirkan dengan makna Tidak ada itikaf (y ang sem purna)
selain di tiga masjid atau m asjid jamaah.

Dengan ini tampaklah bahw a pendapat yang kami pilih adalah pendapat yang terbaik, wallahu alam.

Lihat pembahasan ini pada kitab Al Muhalla (no. 633), Bidayah Al Mujtahid (2/610), Al Mughni (4/461-463), Al Majmu (6/507508), Fathul Bari (Kitab Al Itikaf Bab Al Itikaf fi Al Asyri Al Awakhir), Nail Al Authar (Kitab Al Itikaf penjelasan hadits
Hudzaifah), Asy Syarh Al Mumti (6/504-507), dan Majmu Al Fatawa li Ibni Baz (14/436). [1]

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah berkata dalam al-Fatawa :


Termasuk perkara yang sangat jauh dari kebenaran adalah Allah Subhanahu wa taala berbicara kepada umat ini
dengan pembicaraan yang tidak mencakup kecuali sebagian kecil dari mereka. Adapun hadits Hudzaifah bin alYaman : Tidak ada Itikaf kecuali di ketiga masjid. Maka jika hadits tersebut selamat dari cacad, hadits tersebut
adalah penafian kesempurnaan, y aitu bahwa i`tikaf y ang sempurna adalah dilakukan di ketiga masjid
tersebut, yang demikian itu dikarenakan kemuliaan dan keutamaan ketiga masjid tersebut di atas yang lain.
Permisalan susunan ini banyak -yang saya maksudkan adalah bahwa terkadang yang diinginkan adalah penafian
kesempurnaan bukan penafiah hakikat dan keabsahannya- seperti sabda Nabi :


Tidak ada shalat (yang sempurna) dengan hadirnya makanan. Dan hadits yang lain.

Dan tidak diragukan lagi bahwa hukum asal di dalam penafian adalah penafian hakikat syar`iyah atau hissiyah.
Akan tetapi jika ada dalil yang menghalanginya, maka tidak diambil secara lahiriyah. Sebagaimana hadits Hudzaifah,
jika selamat dari cacad. [2]

_____________
[1] Penjelasan Al Ustadz Muhammad Sarbini hafizhahullah.
[2] Fatawa ash-shiyam (493).

Maroji :
1. Fikih Puasa Lengkap Bab XV Ibadah Itikaf penulis Al Ustadz Abu Abdillah Muhammad As Sarbini Al Makassari penerbit
Oase Media.

About these ads

You May Like

1.
Shopping on Oahu for uniquely
Hawaiian gifts 3 weeks ago
hotelrenew.com Hotel Renew
Beri rating:
2 Votes
Share this:

Twitter

Suka

Facebook 5

Be the first to like this.

Terkait

Duduk Tasyahud Akhir pada


Shalat yang Dua Rakaat

Umur Bukanlah Hambatan Dalam


Menuntut Ilmu

Carilah Ridho Allah, Bukan Ridho


Manusia

Posted on Agustus 10, 2011 at 11:55 am in Hukum | RSS feed You can skip to the end and leave a reply.
Tag: i'tikaf, i'tikaf di 3 masjid, lailatul qadar, masjid jami', ramadhan

Tinggalkan Balasan
Tulis komentar di sini...

Jika engkau bisa, jadilah


seorang ulama. Jika engkau
tidak mampu, maka jadilah
penuntut ilmu. Bila engkau
tidak bisa menjadi seorang
penuntut ilmu, maka cintailah
mereka. Dan jika kau tidak
mencintai mereka, janganlah
engkau benci mereka. ['Umar
bin 'Abdul 'Aziz]

Dua rasa dahaga yang tidak


terpuaskan: Dahaga penuntut
ilmu terhadap ilmu dan dahaga
pencari dunia terhadap dunia.
[HR Al-Bazzar dari Ibnu
Abbas radhyallahu anhu]

Ikatlah ilmu dengan tulisan.


[HR Al Khaththib Al Baghdadi
dari Anas bin Malik]

Buat website atau blog gratis di WordPress,com. | The Under the Influence Theme.

Sampaikanlah dariku walau


hanya satu ayat. [HR Bukhari
dari Anas bin Malik]