Anda di halaman 1dari 2

II.

TINJAUAN PUSTAKA

Pengukuran tinggi sperti pengukuran diameter atas batang adalah pengukuran tak langsung
yang dilakukan dengan alat-alat optik (berlawanan dengan dbh yang pada umumnya
merupakan pengukuran langsung dan cepat) dan konsikuensinya memerlukan banyak
waktu. Pada waktu memilih metoda penaksiran volume dalam inventore hutan harus dicek
dengan hati-hati apakah pengukuran tambahan ini pada semua sampel(atau pada bagian
yang signifikan darinya) dapat dipeertanggung jawabkan (Murdawa, 1994).

Pengukuran tinggi pohon menggunakan kompas klino merupakan pengukuran yang akurat,
bahwa Prinsip dasar trigonometris kebanyakan sering dijelmakan didalam dan kompas
klino pengukuran menggunakan haga hypsometer dan kompas klino lebih tinggi, teliti dan
lebih cermat tetapi pengukuran lebih memerlukan banyak waktu dan kadang-kadang
memerlukan jarak yang jauh antara pengamat dengan pohon (Rahlan, 2004)

Pada pengukuran tinggi pohon dengan menggunakan walking stick, Kirsten meter, dan
kompas klino seringkali terjadi kesalahan pengukuran. Baik karena kesalahan si pengukur
maupun kesalahan alat, kesalahan dalam melihat puncak pohon, pohon yang diukur

tingginya dalam keadaan tidak tegak. Ada beberapa factor yang menyebabkan terjadinya
kesalah-kesalahan dalam pengukuran, antara lain kesalahan dalam melihat puncak pohon,
pohon yang diukur tingginya dalamkeadaan tidak tegak, jarak antara pengukuran dan pohon
tidak diatas ataupun karena jarak ukur tidak tepa(Husch, 1987)