Anda di halaman 1dari 1

BAB IV

PEMBAHASAN
Bernapas merupakan salah satu ciri makhluk hidup yang sangat penting bagi kelanjutan
hidupnya. Bernapas yaitu proses menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida.
Oksigen digunakan untuk pembakaran zat makanan di dalam sel untuk menghasilkan energi.
Proses tersebut disebut oksidasi biologi atau respirasi. Oksigen dibutuhkan untuk mengoksidasi
glukosa, kemudian dihasilkan karbon dioksida (CO2), air, dan sejumlah energy. Udara masuk ke
dalam tubuh manusia melalui saluran pernapasan yaitu: hidung pangkal tenggorokan (faring)
batang tenggorokan (trakea) cabang batang tenggorokan (bronkus) paru-paru (pulmo).
Mekanisme sistem pernapasan dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang
napas ke udara dilakukan dengan dua cara pernapasan yakni pernapasan dada dan perut.
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Otot antar tulang
rusuk luar berkontraksi atau mengerut, Tulang rusuk terangkat ke atas, Rongga dada membesar
yang mengakibatkan tekanan udara dalam dada kecil sehingga udara masuk ke dalam badan.
Sedangkan, Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Otot difragma
pada perut mengalami kontraksi, Diafragma datar, Volume rongga dada menjadi besar yang
mengakibatkan tekanan udara pada dada mengecil sehingga udara pasuk ke paru-paru.
Frekuensi pernapasan pada manusia merupakan intensitas inspirasi dan ekspirasi udara
pernapasan pada manusia yang dilakukan setiap menit. Dalm keadaan normal proses inspirasi
dan ekspirasi berlangsusng sebanyak 15 sampai dengan 18 kali per menitnya. Akan tetapi,
keadaan ini bisa berubah dan berbeda pada setiap orang dikarenakan ada faktor-faktor yang
mempengaruhinya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi proses inspirasi dan ekspirasi pada
seseorang meliputi: Faktor fisik seperti umur, jenis kelamin, suhu tubuh, posisi tubuh, dan
aktivitas tubuh. Selain faktor fisik, Faktor Psikologi juga dapat menjadi faktor respirasi seperti
emosi, kejiwaan, perasaan, dan kestabilan rohani. Frekuensi pernapasan yang dilakukan pada
anak-anak berbeda denagn frekuensi pernapasan yang dilakukan orang dewasa. Umumnya,
frekuensi pernapasan yang terjadi pada anak-anak lebih banyak. Pada orang dewasa, frekuensi
pernapasan menjadi lebih lambat dikarenakan aktivitas sel-sel di dalam tubuh mengalami
penurunan. Sedangkan, Seseorang yang memiliki aktivitas tubuh cukup tinggi seperti seorang
petani atau atlet, frekuensi pernapasannya akan lebih tinggi daripada seorang sekretaris yang
cenderung melakukan aktivitas pekerjaanya dengan duduk. Hal ini disebabkan energi yang
diperlukan oleh seorang petani atau atlet lebih banyak jika dibandingkan oleh seseorang yang
beraktivitas denagn cara duduk.