Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PEMBAHASAN
1. Definisi Bussines Plan
Bussines plan adalah suatu rangka kerja yang menjelaskan setiap bagian
bisnis yang akan dikerjakan semenjak awal hingga akhir. Serta dengan
memasukkan berbagai kejadian-kejadian yang harus di antisipasi jika ada hal hal
yang tidak diinginkan terjadi. Sehingga sebuah bussines plan dibuat dengan
mengacu kepada kondisi kondisi yang dianggap realistis atau layak untuk
ditrapkan.
2. Bussinis Plan dan Rencana Strategis
Ketertarikan orang amerika Serikat terhadap strategi bisnis muncul sekitar
dekade 1950 an dan awal dekade 1960 an. Minat ini timbul karena semakin
diperlukannya cara yang baik untuk mengelola organisasi yang besar dan
kompleks. Masalah utama dalam organisasi organisasi besar adalah dalam
mengkoordinasikan keputusan keputusan yang diambil secara individu, dan
mempertahankan pengawasan yang menyeluruh dari manajemen puncak.
Dan salah satu bentuk untuk memperkuat rencana bisnis dibutuhkan
strategi strategi yang jitu. Sehingga dalam konteks ini peran teori teori yang
mendukung kearah itu menjadi sangat diperlukan. Pada prinsipnya teori dibangun
dan dihasilkan dari kejadian kejadian yang terjadi. Lebih jauh sebuah rencana
yang baik serta tertara dengan sistematis merupakan bentuk dari keinginan
seorang manager untuk belajar menjadi lebih baik terhadap pengalaman
pengalaman masa lalu seperti kesalahan yang telah pernah ia lakukan. Seorang
pebisnis memang diajarkan untuk tidak jatuh ke dalam lubang yang sama.
Dan untuk memiliki bussines plan yang mampu mendukung pembentukan
rencana strategis yang kuat perlu terlebih dahulu melakukan pengamatan
lingkungan dan penjaringan pasar. Pengamatan lingkungan adalah suatu prosedur
dimana sebuah perusahaan mengamati dunia untuk perubahan perubahan dalam
kekuatan kekuatan lingkungan yang mungkin akan mempengaruhinya.

Untuk mendukung pengamatan lingkungan maka diperrlukan tindak lanjut


dengan melakukan penjaringan pasar. Penjaringan pasar adalah sebuah versi
pengamatan lingkungan diman aperusahaan mengidentifikasi pasar pasar yang
diinginkan dengan menggunakan kekuatan- kekuatan lingkungan untuk
mengurangi pasar pasar yang kurang diinginkan.
Bentuk aplikasi dari pengamatan lingkungan dan penjaringan pasar
terakumulasi dalam keputusan keputusan yang membentuk pembentukan
rencana strategis perusahaan. Sebuah rencana strategis harus terjelaskan
diantaranya dalam minimal tiga kategori, yaitu :

Kemampuan bersaing dari segi teknologi dan harga


Memiliki hak paten
Memiliki nilai keunikan produk

Publik bisa mengingatkan tentang persaingan produk foto copy antara Xerok
dan Savin. Sejak tahun 1970-an Xerok dianggap sebagai mesin fotocopy yang
unggul dipasar, namun kemudian muncul Savin sebagai mesin fotocopy yang bisa
menyaingi dan bahkan merebut pasar Xerok, ini terlihat dari tingginya permintaan
fotocopy savin di pasar.
3. Devenisi Perencanaan
Joel. G. Seigel dan Jae K. Shim mendefenisikan perencanaan adalah
pemilihan tujuan jangka panjang dan jangka pendek serta merencanakan taktik
dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Adapun menurut George R. Terry
Planning is the selecting and relating of facts and the making and using of
assumptions regarding the future in the visualization and formulation of proposed
activation beliaved necessary to achieve desered result.
Dalam suatu organisasi perencanaan memiliki posting penting dari
langkah langkah berikutnya. Kematangan dan kesalahan dalam perencanaan
mampu memberi pengaruh positif dan negatif pada masa yang akan datang,
sehingga suatu perencanaan yang dibuat adalah selalu memikirkan dampak jangka
panjang yang mungkin akan dialami.

Ilmu
Manajemen

Fungsi Manajemen :
Prencanaan
Pemimpinan
Pengendalian
Pengorganisasian

Tujuan yang
diharapkan oleh
organisasi

Gambar I : Kedudukan Prencanaan dalam Ilmu Manajemen


Dari gambar diatas kita bisa melihat bahwa perencanaan menempati posisi utama
dari fungsi manajemen lainnya. Atau tegasnya tanpa ada perencanaan yang baik
maka tujuan yang diharapkan oleh organisasi sulit untuk bisa diwujudkan.

EM k as ne ka jug tei for p Oue npr ce sarik, p se i n y e d i a , d a n m a n d o r


Gambar 2. Tugas dan Tanggung Jawab dalam Kegiatan Perencanaan
4. Tujuan Pembuatan Bussiner Plan
Bagi setiap pebisnis memang sebaikny amemiliki bussines plan, karena
pada prinsipnya ada banyak alasan diperlukannya bussines plan. Ada lima alasan
mengapa harus disiapkan bussines plan yaitu :
1. Bussines merupakan satu bluprint, yang akan diikuti dalam operasional
bisnis. Ini menolong anda tetap kreatif kosentrasi pada tujuan yang telah
ditetapkan.
2. Ini merupakan alat untuk mencari dana, sehingga berhasil dalam bisnis.
3

3. Ini merupakan alat komunikasi untuk menarik orang lain, pemasok,


konsumen, penyandang dana. Dengan adanya bussines plan membuat
mereka mengerti tujuan dan cara operasional bisnis.
4. Ini membuat anda sebagai manager, karena dapat mengetahui langkah
langkah praktis menghadapi dunia persaingan, membuat promosi,
sehingga lebih efektif.
5. Membuat pengawasan lebih mudah dalam opersionalnya, apakah
mengikuti atau sesuai dengan rencana atau tidak.
Dengan menjawab berbagai pertanyaan penting tersebut maka diharapkan akan
tersusun bussines plan yang baik dan terhindar dari bussines plan yang kurang
baik.
Bussines plan yang kurang baik akan menyebabkan kegagalan di kemudian hari
karena beberapa faktor :

Tujuan yang ditetapkan oleh pengusaha kurang masuk akal, pengusaha

kurang memiliki tanggung jawab.


Pengusaha tidak memiliki pengalaman dalam perencanaan bisnis.
Pengusaha tidak dapat menagkap ancaman dan kelemahan bisnisnya

sendiri.
Konsumen tidak mengharapkan adanya barang dan jasa yang ditawarkan
oleh perusahaan tersebut.

5 . Bentuk Format Bussines Plan


Untuk menyusun suatu bussines plan yang baik maka dibutuhkan
berbagai referensi dan pengalaman dari mereka yang telah terlebih dahulu
mengembangkan usaha sejenis. Ini dianggpa penting karena bisa membantu untuk
terciptanya suatu usaha yang memiliki nilai kompetitif dipasar.
Dalam konteks pembuatan bussines plan kita perlu mengetahui isi dari
bussines plan yakni :
1. Kulit depan / cover judul
2. Ringkasan eksekutif sejarah/latar belakang bisnis
3. Deskripsi tentang bisnis apa yang akan dilakukan
4. Deskripsi tentang pasar
5. Deskripsi tentang produk/komoditi yang akan diusahakan
6. Susunan pengurus dan kepemimpinan
7. Objectives dan goals
8. Gambaran keuangan
9. Lampiran

6. Bussines Plan dan Strategi Supply Chain Management


Salah satu peran yang mendukung kesuksesan strategi bisnis adalah pada
baiknya mekanisme kualitas supply chain management ( manajemen rantai
pasok ). Supply chain atau dapat diterjemahkan rantai pasokan adalah rangkaian
hubungan antar perusahaan atau aktivitas yang melaksanakan penyaluran pasokan
barang atau jasa dari tempat asal sampai ke pembeli atau pelanggan. Supply chain
menyangkut hubungan yang terus menerus mengenai barang, uang dan informasi.
Untuk dipahami bahwa posisi dan peran supply chain memang dianggap
penting dalam rangka menjaga hubungan baik dengan para stakeholders.
Stakeholders adalah mereka yang dianggap memiliki hubungan kepentingan
dengan perusahaan. Dilihat secara horizontal, ada lima komponen utama atau
pelaku dalam supply chain, yaitu :

Supplier (pemasok)
Manaufacturer (pabrik pembuat barang)
Distributor (pedagang besar)
Retailer (pengecer)
Costumer (pelanggan)

Secara vertikal, ada beberapa kompenen utama supply chain, yaitu :


Buyer (pembeli)
Trasporter (pengangkut)
Warehouse (penyimpanan)
Seller (penjual)
Dan sebagainya.
Ada yang perlu dipahami bahwa pengaruh dan peran supply chain
management dalam membantu terbentuknya aplikasi manajemen just in time
sangat besar. Konsumen dan mitra bisnis adalah kelempok yang masuk dalam
kategori stakeholders perusahaan dan mereka adalah pihak-pihak yang harus
diperhatikan serta dilayani dengan serius.
Oleh karena itu, pada hakikatnya manajement supply chain adalah integrasi
lebih lanjut dari manajemen logistik antar perusahaan yang terkait, dengan tujuan
lebih meningkatkan kelancaran arus barang, meningkatkan keakuratan perkiraan
kebutuhan, meningkatkan efesiensi penggunaan ruangan, kendaraan, dan fasilitas

lai, mengurangi tingkat persedian barang, mengurangi biaya, dan lebih


meningkatkan layanan lain yang diperlukan oleh pelanggan akhir.
Ada hal yang harus dicermati bahwa pemasok (suplier) memiliki peluang
untuk berkuasa, dan ini memungkinkan terjadi jika lemahnya strategi supply chain
management. Meningkatnya harga dan mengurangi mutu produk yang dijual
adalah cara potesial yang dapat digunakan pemasok untuk mendapatkan kekuatan
terhadap perusahaan perusahaan yang bersaing dalam satu industri.
Disisi lain ada persoalan yang timbul dalam konteks kelompok pemasok
ini, yaitu kekuasan yang mereka miliki. Kelompom pemasok dikatakan berkuasa
apabila :

Didominasi oleh sejumlah kecil perusahaan besar dan lebih terkonsentrasi

daripada industri yang menjadi pembeli mereka.


Produk pengganti yang baik tidak tersedia bagi pembeli.
Pembeli bukan merupakan konsumen penting bagi pemasok
Produk pemasok penting bagi pembeli
Efektivitas produk pemasok menciptakan biaya peralihan yang tinggi bagi

pembeli
Pemasok merupakan ancaman serius apabila berintegrasi ke depan ke arah
industri pembeli (misalnya; produsen pakaian yang memilih membuka
toko pakaian sendiri)

Strategi
Strategi
Keuangan

Marketing
Strategi
Strategi

Pasokan

Produksi

Gambar 3.3 : Elemen Strategi Perencanaan Bisnis

Secara konsep ada hubungan erat yang mempengaruhi dan mendorong


terbentuknya hubungan business plan dan strategi supply chain management.
Kualitas dari supply chain management yang baik akan mempengaruhi kelancaran
secara umum pelaksanaan manajemen strategis perusahaan secara umum. Supply
chain bagian pendukung business plan persusahaan dengan begitu perlu
merancang dan memperkuat pengawasan agar pelaksanaan supply chain
management (manajemen rantai pasak) menjadi tertata dengan baik.
Dalam konteks lebih jauh di jelaskan bahwa salah satu kesuksesan
business plan ada pada meningkatkan atau stabilnya pertumbuhan dalam bidang
pembelian dengan penetapan strateginya dapat dikatakan sukses.
Oleh karena itu rintangan kerangka kerja dari strategi pembelian harus
dirancang secara komplek dan berukuran serta diformulasikan dengan
menempatkan dimensi pengukuran yang tersistematis.
Strategi itu diformulasikan, dilaksanakan, dan dievaluasi serta diawasi atau
dikendalikan pada sekurang-kurangnya lima tingkat organisasi, yaitu tingkat
institusional, korporat, bisnis, global, serta fungsional dan operasional. Konsep
strategi seperti ini praktis bisa dikembangkan secara lebih luasa dan perluas
konsep ini disesuaikan dengan bentuk format dari bisnis yang dilaksanakan.
Artinya

konsep

manajemen

strategi

menjadi

sangat

fleksibel

dalam

pelaksanaannya, ia bersifat kaku maka manajemen strategi tidak akan tercapai.


7. Business Plan Dalam Bentuk Perencanaan Keuangan
Salah satu bagian penting dalam penyusunan businesss plan adalah
penyusunan perencanaan keuangan (financial planner). Kegagalan suatu usaha
disebabkan ketidak mampuan dalam mengelola dan khususnya merencanakan
keuangan.
Perencanaan keuangan adalah suatu ilmu yang menempatkan kajian
tentang keuangan dengan menetapkan berbagai atribut keuangan secara terkonsep
dan sistematis baik secara jangka pendek maupun jangka panjang. Jangka pendek
biasanya 1(satu) tahun atau 12 (dua belas) bulan. Sedangkan jangka penjang
beberapa pakar keuangan menyebutkannya 2 (dua) hingga 5 (lima) tahun.

Perencanaan keuangan memberikan panduan bagi perubahan dan


pertumbuhan

yang

terjadi

didalam

perusahaan.

Jika

suatu

perusahaan

berkeinginan untuk menciptakan perubahan yang bersifat berkelanjutan, maka


artinya perencanaan keuangan perusahaan bersifat jangka panjang. Namun jika
mengejar profit jangka pendek, maka perencanaan perusahaan bersifat jangka
pendek. Namun harus diingat perencanaan yang baik adalah perencanaan yang
bersifat jangka panjang.
8. Kategori Waktu Perencanaan Keuangan
Dalam merencanakan keuangan secara umum ada 3 (tiga) bentuk kategori
waktu perencanaan keuangan, yaitu:
a. Perencanaan Keuangan Jangka Pendek
Disini perencanaan keuangan dibuat untuk jangka waktu 1 (satu) tahun
atau selama 12 (dua belas) bulan.
b. Perencanaan Keuangan Jangka Menengah
Disini perencanaan keuangan dibuat untuk jangka waktu selama 1
(satu) hingga 5 (lima) tahun. Perencanaan jangka menengah dimulai
saat keputusan mengenai kapasitas jangka panjang telah dibuat.
c. Perncanaan Keuangan Jangka Panjang
Disini perencanaan keuangan dibuat dalam waktu diatas 5 (lima)
tahun, bahkan biasanya 10 (sepuluh) hingg 15 (lima belas) tahun.
Namun ada juga beberapa perusahaan multinasional yang membuatnya
25 (dua puluh lima) hingga 30 (tiga puluh) tahun.
Suatu perencanaan keuangan yang dibaut dalam periode panjang bertujuan
untuk memastikan suatu peusahaan bisa mengonsep stabilitas penjualan, ekspensi,
serta inovasi produk secara sustainable. Business sustainable adalah banyak
diterapkan oleh multinational corporation. multinational corporation adalah
perusahaan yang kantor induknya berada di Negara asal, namun memiliki kantor
cabang diberbagai Negara yang ada didunia. Contohnya excers mobil, cevron dan
lain-lain.
Dalam usaha menciptakan suatu perencanaan yang baik maka artinya
manajer keuangan berusaha menempatkan kajian dari sudut efesiensi dan
efektivitas dilihat dari segi biaya dan efektivitas dilihat dari segi waktu.

Menurut Stephen A. Ross dkk Untuk mengembangkan suatu rencana


keuangan yang eksplisit, manejer harus menentukan beberapa unsur-unsur dasar
dari kebijakan keuangan perusahaan, yaitu :
1. Perusahaan membutuhkan investasi pada aset-aset baru. Unsur ini akan
timbul dari peluang-peluang investasi yang dipilih untuk dilaksanakan
perusahaan, dan merupakan hasil dari keputusan penganggaran modal
perusahaan.
2. Tingkat peningkatan keuangan yang dipilih untuk di pergunakan
perusahaan. Hal ini akan menentukan jumlah pinjaman yang akan
digunakan oleh perusahaan untuk mendanai investasinya pada aset rill.
3. Jumlah aset yang dirasakan perusahaan perlu dan layak untuk dibayarbayarkan kepada para pemegang saham.
4. Jumlah likuiditas dan model kerja yang dibutuhkan perusahaan dalam
operasi sehari-hari.
Setiap manajer keuangan berusaha menciptakan pertumbuhan yang
eksplisit, terutama secara jangka panjang. Contohna asset jangka panjang adalah
pembelian mesin pengelola pabrik, pembangunan gedung pabrik, dan kantor ,
pembelian tanah untuk keperluan pabrik.
Investasi pada sejumlah asset dengan rillal yang besar menyebabkan
perusahaan memikirkan kapan terjadi Breakevent Point (titik peluang pokok) akan
tercapai.
9. Kondisi dan Model Dalam Perencanaan Keuanngan
Dalam pembuatan perencanaan keuangan harus disesuaikan dengan
kondisi-kondisi yang mungkin terjadi di kemudian hari. Secara sistematis ada
beberapa kondisi yang harus diantisipasi dalam pembuatan perencanaan
keuangan, yaitu :
a. Kondisi Buruk
Kondisi buruk dalam dunia bisnis bisa dipengaruhi oleh berbagai situasi
seperti retesi ekonomi, krisis moneter, persaingan dan lain sebagainya.
b. Kondisi Normal atau Biasa
Pada kondisi normal suatu perusahaan diminta membuat suatu rencana
dengan menempati asumsi-asumsi yang akan terjadi dalam kondisi
normal.
c. Kondisi Baik atau Bertumbuh
9

Pada kondisi ini dunia bisnis berkembang dengan baik, karena setiap
perencanaan bisnis dapat dijalankan dengan baik. Stephen A. Ross dkk
mengatakan Masing-masing devisi akan diminta untuk membuat kasus
berdasarkan asumsi-asumsi yang baik.
Suatu model dibuat untuk membantu para manajer dalam menerakan
masalah secara terstruktur dan bersifat sistematis. Model adalah usaha yang
dibangun dengan berdasarkan berbagai asumsi-asumsi yang ada, dan asumsi
tersebut dibuat serta diilhami dengan berdasarkan apa yang pernah terjadi
diwaktu-waktu sebelum.
Menurut Stephen A. Ross dkk berkata Masing-masing model dapat
memiliki kompleksitas yang bervariasi, tetapi harus diantisipasi akan memiliki
unsur-unsur yang akan kita bahas dibawah ini :

Ramal Penjualan. Hampir semua rencana keuangan meminta adanya

ramalan penjualan yang diberikan secara eksternal.


Laporan Pro Forma. Sebuah rencana keuangan akan memiliki ramalan

neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas.


Persyaratan Asset. Suatu rencana keuangan akan menguarai proyeksi

belanja modal.
Persyaratan Keuangan. Suatu rencana keuangan akan memuat satu

bagian tentang ketentuan perdanaan yang dibutuhkan.


Penyeimbangan (Plug). Setelah perusahaan memiliki ramalan penjualan
dan estimasi mengenai belanja aset yang dibutuhkan. Seringkali akan
dibutuhkan sejumlah perdanaan baru, karena proyeksi total asset akan
melebihan proyeksi total kewajiban dan ekuitas atau neraca relah tidak

seimbang lagi.
Asumsi-asumsi Perekonomian. Rencana tersebut menyatakan secara
eksplisit lingkungan perekonomian dimana perusahaan berharap akan
berada sepanjang umur neraca.

10. Perencanaan Bisnis yang Dikonsep Secara Bertahap


Untuk membuat suatu bisnis terselesaikan secara baik dan sempurna maka
sebaiknya pekerjaan tersebut dilakukan secara bertahap. Sebuah usaha pembuatan

10

sepatu, maka tentunya pengawas dan penilai hasil pekerjaan adalah mereka yang
sebelumnya telah terlibat secara inters sebagai pembuat sepatu.
Dalam melaksanakan pengelolaan dan keputusan keuangan prinsip kehatihatian dianggap sebagai salah satu keputusan yang penting.

Pada gambar diatas terlihat bagaimana perencanaan keuangan dilakukan


secara bertahap,dengan tujuan biaya (cost) yang dikeluarkan juga bersifat
bertahap.dengan kata lain kontrol manajemen juga dapat dilakukan secara
bertahap.kondisis ini banyak meberikan banyak keuntungan kepada perusahaan
khususnya adsalah perusahaan dapat memposisikan kekuatan manajemen sumber
daya manusia atau pegawai untuk berkerja secara fokus.yaitu pada program
pekerjaan selama tiga tahunan,sebagaimana terlihat pada gambar diatas.
Misalnya untuk jumlah produksi seperti 3.000 unit dibutuhkan biaya
Rp.200.000.000; dan untuk meningkatkan volume produksi 6.000 unit dibutuhkan
biaya Rp.380.000.000; dan begitu selanjutnnya.disisi lain dengan pembuatan
perencanaan secara bertahap maka seorang pebisnis juga dapat melakukan
pengontrolan dari setiap biaya yang akan dikeluarakan.suatu biaya dapay
dikontrol jika manajer atau karyawan memiliki leluasan dalam menentukan
terjadinya biaya tersebut atau dapat mempengaruhi jumlahnya secara singifikan
dalam priode waktu tertentu,biasanya pendek.biaya-biaya seperti periklanan dan
pemeliharaan biasanya berada dibawah pengendalian manajer produksi atau
divisi.dan setiap biaya itu biasanya berada dibawah pengendalian dari setiap
divisinya.
11. Tujuan perencanaan dan pengendalian keuangan
Dalam membuat perencanaan dan pengendalian keuangan yang baik,suatu
perusahaan akan berusaha menciptakan semua itu memiliki tujuan dan arti yang
11

jelas.suatu konsep perencanaan keuangan yang tidak baikakan bisa terlihat dalam
jangka pendek.dan termasuk bisa merugikan pihak stakeholders. Stakeholders
adalah mereka yang memiliki kepentingan terhadap suatu perusahaan atau usaha
bisnis tertentu.
Oleh karena itu sangat penting bagi para Stakeholders memahami dengan baik
apa yang menjadi tujuan dari pembuatan perencanaan dan pengendalian,yaitu:
a. Suatu perencanaan dan pengendalian keuangan disusun serta dikonsep
dengan tujuan untuk memeprkecilkan risiko akan terjadi dikemudian
hari,termasuk meminimalisir berbagai biaya yang dianggap tidak
efesien yang ,mungkin timbul selama proses pekerjaan berlangsung.
b. Suatu perencanaan dan pengendalian keuangan yang dibuat harus
didasarkan atas konsep target-target atau prioritas-prioritas yang ingin
dibangun.
c. Suatu perencanaan dan pengendalian keuangan yang dikonsep secara
baik serta dijalankan dengan benar mampu memberi keyakinan kepada
para Stakeholders kepada perusahaan.terutama pada pemegang saham
dan kreditur yang selama ini telah menempatkan dananya diperusahaan
tersebut.
d. Suatu perencanaan dan pengendalian keuangan yang baik mampu
memberikan kekuatan deteksi kepada berbagai peristiwa yang terjadi.
12. Fungsi time schendule dalam business plan
Untuk membangun suatu business plan yang baik ddan bersifat
sustainable,maka dibutuhkan pembujatan rencana yang bersifat sistematis.dan
time schedule memiliki peran besar untuk terbentuknya pelaksanaan pekerjann
terkoordinir secara terencana.time schedule adalah jangka waktu yang dibuat
untuk melaksanakan suatu rencana pekerjaan secara sistematis dan terjadwal.ada
tiga tujuan umum pembuatan time schedule yang dilakukan oleh seorang manajer
keuangan,yaitu;
a. Memberi arah pekerjaan secara lebih terfokus,dan mengedepankan
penyelesaian pekerjaan berdasarkan skala prioritas.artinya ada
pekerjaan yang harus lebih didahulukan dibandingkan dengan yang
lainnya.

12

b. Diharapkan

setiap

pekerjaan

dapat

terselesaikansecara

terjadwal.sehingga ini memungkinkan terwujudkan konsep efektivitas


dan efesiensi yang diharapkan.
c. Dengan kualitas time schedule yang sempurna dan disusun dengan
konsep manajemen keuangan modern serta dengan mengendepankan
prudential principle (prinsip kehati hatian) dalam setiap pembuatan
rencananya.
Untuk lebih jelas dalam memahami bentuk dari time schedule dapat kita
lihat pada tabel dibawah ini .
untuk mewujudkan suatu time schedule yang baik dan terencana perlu
dipahami tentang manajemen waktu karena dengan adanya manajemen waktu
maka diharapkan terbangunnya sistem manajemen kinerja yang terfokus.ada
beberapa poin-poin dari manajemen waktu yang dikemukakan oleh goeffery
G.meredith.et.al

Identifikasi tujuan-tujuan khusus harian


Motivasi dari dalam
Manfaatkan telepon
Buatlah catatan
Janganlah melakukan segala-galanya
Tetapkan waktu
Ajukan pertanyaan pertanyaan sebelum memulai pekerjaan
Berorientasilah pada tindakan
Berlakulah reflektif
Bergurulah padaa pengelaman anda
Tanyakan penggunaan waktu anda

13. Contingency Plan


contingency

plan

adalah

rencana

cadangan

yang

dibuat

untuk

mengantisipasi kemungkinan dari gagalnya rencana inti. contingency plan dalam


perspektif keuangan dapat diputuskan dalam bentuk memiliki cadangan (reserve)
aset yang bersifat dapat dipergunakan sewaktu-waktu.
14. Membangun Lokasi Produk yang Bernilai Strategis

13

Pemilihan lokasi usaha yang tepat memang mampu memberi pengaruh


pada profit(Keuntungan) usaha. Lokasi usaha memiliki nilai strategis tidak hanya
jangka pendek, namun juga bersifat jangka panjang.
Lokasi produksi adalah posisi keberadaan suatu aktivitas produksi
ditempat yang sesuai dengan ruang lingkup bentuk bisnis tersebut. Posisi lokasi
produksi bersifat sangat fleksibel, karena semua itu disesuaikan dengan bentuk
bisnis atau usaha yang dijalankan dengan menempatkan perhitungan pendekatan
skala ekonomi sebagai salah satu acuan dalam pengambilan keputusan yang
dibuat. Penempatan skala ekonomi artinya dilihat dari segi ekonomis, namun juga
ukuran lain seperti skala non ekonomi,
Beberapa

perusahaan

dalam

memilih

lokasi

produksi

sangat

mengedepankan berbagai banyak pandangan. Dan setiap pandangan tersebut


memiliki berbagai alasan yang bersifat rasional, baik dilihat dari segi pandangan
internal dan eksternal dianggap sebagai kondisi yang bisa saling mempengaruhi
satu sama lainnya.
Masalah-masalah yang dihadapi industri dalam memilih lokasi ialah :

Dekat sumber material


Dekat dengan pasar
Mudah mendapat tenaga kerja
Mudah fasilitas transportasi
Mudah memperoleh air, dan
Sikap pemerintah setempat serta masyarakatnya.
Untuk menghindari berbagai masalah yang bisa terjadi karena salah dalam

memilih lokasi produksi, maka perlu dipahami beberapa alasan ketika seorang
pebisnis memutuskan untuk memilih lokasi usaha ada berbagai segi lain yang
patut untuk dipikirkan, yaitu :
a. Memiliki posisi yang strategis dilihat dari segi marketing dan produksi,
Karena ini bisa membawa pengaruh secara jangka pendek dan panjang.
b. Memiliki nilai Profitable. Artinya daerah tersebut memiliki prospek untuk
terus berkembang di masa yang akan datang.
c. Berada dalam area yang aman dari penggusuran karena faktor kebijakan
pemerintah yang akan terjadi dikemudian hari
Untuk memilih lokasi sebuah usaha atau bisnis ada beberapa hal yang
harus dipertimbangkan terutama untuk apa yang akan dipergunakan nantinya.
14

Paling tidak empat lokasi yang dipertimbangkan sesuai keperluan perusahaan


yaitu :
a. Lokasi untuk kantor pusat
b. Lokasi untuk pabrik
c. Lokasi untuk gudang
d. Kantor cabang
Namun jika kita memberikan penafsiran secara lebih dalam maka
pertimbangan tersebut menjadi jauh lebih penting pada daat suatu bisnis
melakukan ekspansi yaitu :
Pembukaan kantor cabang pembantu (Sub Brand Office)
Pembukaan kantor kas (Cash Office)
Di dalam perencanaan tempat kedudukan perusahaan, tersedianya sumber
daya tenaga kerja, itu harus dipertimbangkan dalam beberapa segi yaitu:
1) Jumlah, tingkat keahlian, umur, dan jenis kelamin tenaga kerja yang
tersedia.
2) Harga atau biaya penggunaan setiap jenis tenaga kerja dalam bentuk
tingkat upah atau gaji dan bayaran-bayaran lainnya seperti tunjangan
kesehatan, keselamatan, perumahan, jaminan hari tua, dsb.
3) Tingkat pengangguran di daerah-daerah yang dipertimbangkan.
4) Ciri-ciri ketenagakerjaan seperti seiring tidaknya terjadi pemogokan
dan ujuk rasa.
5) Ada tidaknya serikat-serikat pekerja, besar kecilnya pengaruh terhadap
kebijakan perusahaan, dan benar tidaknya pengaruh pemerintah atas
serikat-serikat pekerja tersebut.
6) Tingkat perpindahan penduduk.
7) Peraturan pemerintah tentang ketenagakerjaan yang mungkin berbeda
pada daerah yang berbeda
8) Ada tidaknya perusahaan saingan yang berkedudukan di daerah yang
sama menggunakan tenaga kerja yang sama jenisnya.
9) Besar kecilnya pengaruh perbedaan GRAS (golongan, ras, agama, dan
suku) di daerah yang bersangkutan.
10) Kadar premanisme di daerah yang bersangkutan yang sering memaksa
penjualan tenaga kerja ke perusahaan-perusahaan yang dapat
mengakibatkan tenaga kerja yang secara resmi dimiliki oleh karyawan
harus mengganggur.

15

Lebih jauh kita juga bisa mengkaji dari segi Feasible dan Infeasible
suatu lokasi bisnis. Bahwa menentukan lokasi yang layak dan tidak layak untuk
suatu bisnis bisa sangat dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu :
a. Bentuk bisnis yang bersangkutan, contohnya bisnis Food and
beverage, textill, automotive, peternakan, dsb. Pada bisnis
peternakan sangat tepat jika itu didirikan adalah jauh dari pusat
keramaian, karena bisnis peternakan sangat memberi pengaruh
pada efek polusi yang akan timbul dan itu bisa sangat mengganggu
masyarakat sekeliling seperti peternakan unggas, bisnis sapi perah
dan lainnya.
b. Tujuan bisnis yang akan dikerjakan, yaitu apakah bisnis tersebut
bersifat Profit Oriented atau Non Oriented.
c. Bentuk teknologi yang akan digunakan. Penggunaan teknologi
sangat mempengaruhi kemajuan dan kemunduran bisnis.
d. Biaya transportasi. Pada saat suatu bisnis didirikan maka
transportasi dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya
menjadi penting karena ini menyangkut dengan cost (biaya yang
akan dikeluarkan).
15. Memahami Lokasi Fasilitas yang Bernilai Strategis
Dalam penggunaan lokasi suatu bisnis dipertimbangkan akan lokasi
fasilitas. Lokasi fasilitas dengan segala kenyamanan bisa memberi pengaruh pada
kenyamanan pekerjaan nantinya, terutama jika kita melihat dari segi turnover atau
tingginya aktivitas bisnis tersebut. Seperti bisnis retail, ini menyangkut pasokan
barang yang selalu harus diantar ketempat pesanan secara tepat waktu. Maka
otomatis gdang penyimpanan juga harus berada diposisi yang menguntungkan
untuk dilakukan pengantaran barang tersebut, karena jika terlambat maka bisa
mengakibatkan pada buruknya pelayanan yang diberikan. Sementara dalam bisnis
service merupakan pelayanan utama disamping faktor lainnya. Lokasi fasilitas
lebih jauh dapat dilihat sebagai pendukung usaha atau yang bertugas mem-back
up lokasi inti.
Lokasi fasilitas dapat dikelompokkan berdasarkan tingkat masalah :

16

1. Lokasi untuk satu fasilitas atau Single-Facility Location.


Lokasi ini adalah tempat di mana tidak ada interaksi dengan fasilitas yang

lain, sehingga akan menimbulkan banyak masalah seperti :


Biaya buruh yang tinggi.
Peyediaan sumber dana manusia terbatas.
Pengaruh serikat buruh yang besar.
Lingkungan tidak mendukung pelayanan dari masyarakat .
Tidak ada subsidi pajak.

2. Lokasi untuk beberapa fasilitas pabrik dan gudang atau location of multiple
factories

and

warehouse.

Pemilihan tempat ini mempengaruhi biaya distribusi, yang pada gilirannya


akan mempengaruhi juga total biaya produksi.
3. Lokasi di kawasan yang banyak pengecer pesaing atau location of
competitive retail stores.
Pendapatan sangat di pengaruhi oleh lokasi took pesaing. Hal ini merupakan
masalah penempatan dept, store, supermarket, restaurant dan pengecer
lainnya. Pertimbangan utama dalam penentuan lokasi ini adalah tarak dan
kemudahan jangkauan pelanggan ke lokasi.
4. Penempatan unit-unit pelayanan darurat atau location of emergency services.
Dikaitkan pada kecepatan pemberian pelayanan apabila pada permintaan
bantuan pertolongan untuk mengatasi keadaan darurat. Masalah ini timbul
pada penempatan kantor polisi, pemadam kebakaran, terminal dan ambulans.
Pertimbangan penentuan lokasi adalah kecepatan pelayanan dalam memenuhi
permintaan pertolongan.
Untuk memilih lokasi perusahaan ada 3 metode yang paling umum di
pergunakan, yaitu :
a. Metode penilaian hasil
Metode ini biasa juga dikenal dengan metode hasil value karena dalam
metode ini pembahasan pada segi market, material, employer, dan
transportation menjadi penting. Penilaian ini adalah dianggap sebagai
penilaian yang paling besar dalam konsep studi kelayakan, karena sesuatu
yang sangat urgen dan tidak bisa di kesampingankan begitu saja.
Contoh Soal :
Diketahui bahwa PT. Textile Agung akan mendirikan pabrik tekstil dan
pihak keuangan dan produksi sedang melakukan analisa untuk menentukan lokasi

17

sebuah prabrik dengan memasukkan dari berbagai pihak dipilih tiga lokasi yang
difavoritkan yaitu;
Tabel 3.2: Pertimbangan Lokasi pada Tiga Kota
No

Pertimbangan

Bobot Nilai

Tangerang

Jakarta

Bandung

Lokasi
50

30

33

23

Kebutuhan bahan

baku
Kebutuhan tenaga

40

33

24

23

kerja
Kebutuhan

35

32

25

21

transportasi
Kebutuhan

45

34

20

20

170

129

102

88

daya

serap pasar
Total

Untuk kebutuhan daya serap pasar maka ini menyangkut dengan


kedekatan dengan pasar, semakin dekat dengan pasar maka semakin baik dan
cepat dalam memasarkan produk tekstil tersebut karena tidak membutuhkan biaya
yang unyuk urusan transportasi.
60
50
40

Kebutuhan bahan
baku

30

Kebutuhan tenaga
kerja

20

Kebutuhan
transportasi

10

Kebutuhan daya
serap pasar

0
Tangerang

Jakarta

Bnadung

Dari hasil perhitungan tabel dan grafik di atas maka kita dapat membuat
suatu kesimpulan bahwa lokasi yang paling tepat untuk pendirian pabrik tekstil
adalah Tangerang. Karena bobot nilai untuk Tangerang adalah yang tertinggi yaitu
129.

18

b. Metode dengan Penerapan Perbandingan Biaya


untuk metode ini analisa harus didasarkan pada sisi biaya. Biaya (cost)
dijadikan sebagai bagian penting dalam pengembalian keputusan untuk pendirian
bisnis.
c. Metode dengan dampak ekonomi
Kajian dampak ekonomi menjadi penting pada saat dihadapkan pada
berbagai pertimbangan dan persoalan yang akan munncul di kemudian hari. Oleh
karena itu, menjadi bijaksana pada saat kita mempertimbangkan dampak ekonomi
dengan mendeteksinya semenjak dini guna menekan biaya yang mungkin akan
timbul di kemudian hari.
Maka berdasarkan perhitungan diatas kita dapat menyimpulkan bahwa dari segi
analisis dampak ekonomi adalah dipilih kota Jakarta karena dari segi biaya adalah
nomor dua termurah dan dari segi karakteristik masyarakat, kebijakan pemda serta
organisasi politik dan aktivitas politik maka kota Jakarta menempati posisi yang
paling baik dibandingkan yang lain. Oleh karena itu, keputusan dapat kita
tempatkan pada kota Jakarta.
Sebagai bahan perbandingkan perlu bagi kita memahami model lain yang dipakai
dalam menilai kedudukan perusahaan yaitu ini sebagaimana yang dikemukakan
oleh pontas M pardede bahwa dalam penentuan tempat kedudukan perusahaan
dapat digolongkan atas :
a. Model kualitatif, yang terdiri dari :
Model kajian factor-faktor kualitatif atau system penilaian factor-faktor
b. Model kuantitatif, yag terdiri dari :
1. Model titik impas (breakeven model)
2. Model media sederhana (simple median model)
3. Model pengangkutan atau penyebaran linear programming (linear
programming transportation and distribution model)
4. Model lokasional (locational model)
Bagi sebuah bisnis pada saat ingin mendirikan usaha harus melihat dari bentuk
dasar atau ruang lingkup dari bisnis itu sendiri, seperti bisnis pengolahan bahan
mentah menjadi bahan jadi atau dengan kata lain ingin mendirikan pabrik

19

pengolahan, untuk Janis bisnis ini ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan
yaitu,
a. Tersedianya bahan mentah secara tepat waktu,
b. Tersedianya jumlah tenaga kerja, seperti buruh pabrik terutama pada saat
lembur.
c. Tersedianya lahan yang memadai untuk membangun gudang, dan segala
sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas perusahaan seperti lahan
parkir untuk menyimpan truk dan juga berbagai barang lainnya.
d. Tersedianya tempat untuk pembuangan dan pengolahan limbah pabrik.
e. Tersedianya mobil pemadam kebakaran atau alat pengaman yang siap
beroperasi pada saat perusahaan tersebut terlibat pada masalah kebakaran.
f. Berada didaerah yang memiliki tempat yang aman dari gangguan selama
operasi pabrik berlangsung.

16. Pengaruh Lokasi Produksi terhadap Penjualan


Ada hubungan yang linear antara lokasi produksi dam penjualan, baik
secara jangka pendek dan jangka panjang. Dalam konsep manajemen keuangan
disebut pendapatan yang baik adalah pendapatan yang bisa memberi keuangan
secara jangka panjang. Keuntungan jangka panjang bisa membuat pihak
pemagang saham yakin akan pembayaran dividen yang selalu stabil.

Gambar 3.6: Pergerakan Grafik EPS dan dividen Perlembar Saham


yang Berlangsung Naik secara Stabil

20

Ada kekhawatiran yang tinggi ketika pihak manajemen perusahaan


menggenjot keuntungan jangka pendek yang tinggi. Kekhawatiran tersebut
menunjukkan bahwa perusahaan sedang membutuhkan dana besar guna
membiayai berbagai keperluan yang harus cepat di tangani, dan mungkin saja
dana yang dimiliki sekarang tidak mencukupi untuk dipakai.
Bagi para pemegang saham yang umumnya memiliki karakteristik risk
adverse (takut pada resiko) akan selalu melakukan kontrol bagaimana kondisi
penjualan.dengan kata lain suatu tindakan yang dilakukan oleh para manajer
namun itu sebenarnya bertentangan dengan sikap dan keinginan dari pemegang
saham maka ini bisa membangun sikap curiga.
Keputusan lokasi memang dianggap mampu memberi pengaruh pada
penjualan perusahaan. Dan pemilihan lokasi yang baik merupakan keinginan
utama dari para pemegang saham. Penafsiran risk adverse yang dimiliki oleh para
pemegang saham adalah mereka akan sangat menyayangkan jika dana yang
mereka tempatkan tersebut tidak bisa memberikan keuntungan kepada mereka
bahkan menimbulkan kerugian.
17. Kasus dan Solusi
a. Kasus
Bapak Harun Ali adalah pemilik atau komisaris PT. Atlantik Sejahtera.
Sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang property dengan wilayah
operasional Jawa Timur. Saat ini Bapak Harun Ali ingin membuka bisnis
showroom dan bengkel mobil. Konsep bisnis yang diinginkan oleh Bapak Harun
Ali adalah usahanya membuka cabang sebanyak 5 cabang di wilayah Jawa Timur
dan 1 (satu) cabang di Jakarta. Posisi kantor pusat di Jawa Tengah.
Untuk mengurangi biaya business plan maka strategi Bapak Harun Ali
adalah menugaskan anaknya bernama Sahir Aman. Jika ia menyuruh pada
konsultan biaya yang dikeluarkan sangat mahal, sementara anaknya adalah baru
saja lulus kuliah dari Falkutas Teknik. Walau pengelaman belum ada namun
Bapak Harun Ali yakin pekerjaan dari anaknya itu akan bagus.
Berdasarkan pembuatan yang dilakukan oleh Sahir Aman maka total biaya
yang dibutuhkan biaya sebesar Rp. 5.500.000.000,00 dengan perincian yang telah

21

disusunnya, yaitu melihat pada realita yang terjadi pada bisnis yang sama
didirikan oelh temannya.
Dalam pekasanaannya ternyat kebutuhan biaya tersebut membengkak
bertambah 40% (Rp. 2.200.000.000,00) atau total menjadi Rp. 7.700.000.000,00.
Kondisi ini tentunya menjadi suatu masalah yang bisa menimbulkan problema
bagi Bapak Harun Ali. Sementara sisi lain dana tersebut sebagiannya bersalah dari
pinjaman. Karena pinjaman maka ini membuat Bapak Harun Ali agak bingung
jika seandainya usaha showroom dan bengkel mobil tersebut bangkrut.
b. Solusi
Pertama, Bapak Harun Ali terlalu mempercayai anaknya Sahir Aman
dalam membuat busibess plan. Padahal untuk pembuatan business plan
dibutuhkan orang yang berpengalaman dan memiliki reputasi baik dalam usaha
atau bisnis yang akan dijalankan nantinya.
Kedua, dampak kerugian yang paling terlihat dari kegagalan atau
kesalahan business plan adalah dalam bidang keuanga. Kerugian keuangan
merupakan bentuk jelas adanya loss concept dalam pemahaman pembuatan
business plan.
Ketiga, membuat business plan dengan ,elihat yangbtelah dijalankan oleh
orang lain bisa dijadikan rujukan namun tidak bisa dijadikan dasar pemikiran
seratus persen bahwa itu benar-benar cocok. Bisa saja itu berbeda dengan yang
kita miliki, sehingga melakukan pengecekan dan penyesuaian dengan kondisi
usaha yang akan dijalani nantinya baik dari segi-segi kondisi Internal dan
eksternal menjadi sangat penting.

22