Anda di halaman 1dari 2

RESUME

BAB IV ORGANISASI PROFESI DAN KODE ETIK KEPENDIDIKAN

A. Organisasi Profesi Pendidikan


Suatu profesi bila ingin maju memerlukan organisasi yang sehat yaitu
oganisasi yang dapat melindungi anggotanya. Sesuai hakikat profesi dan ciri-cirinya
dapat diterima bahwa jabatan kependidikan merupakan suatu profesi. Jabatan profesi
harus mempunyai wadah untuk menyatukan gerak langkah dan mengendalikan
keseluruhan profesi, yakni organisasi profesi. Bagi guru-guru di negara kita wadah ini
telah ada yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia yang lebih dikenal dengan
singkatan PGRI yang memilki tujuan untuk mempertinggi kesadaran, sikap, mutu dan
kegiatan profesi serta meningkatkan kesejahteraan.
B. Fungsi Organisasi Profesi Kependidikan
Organisasi profesi kependidikan selain sebagai ciri suatu profesi kependidikan
berfungsi sebagai pemersatu seluruh anggota profesi dalam kiprahnya menjalankan
tugas keprofesiannya danmemiliki fungsi peningkatan kemampuan profesional
profesi.
C. Tujuan Organisasi Profesi
Sebagaimana dijelaskan dalam PP No. 38 tahun 1992, pasal 62, ada 5 misi
dan tujuan organisasi profesi kependidikan meningkatkan dan/atau mengembangkan
(1) karier, (2) kemampuan, (3) kewenanganprofesional, (4) martabat dan (5)
kesejahteraan seluruh tenaga kependidikan. Dan memiliki visi secara umumnya ialah
terwujudnyatenaga kependidikan dan profesional.
D. Fungsi dan Kewenangan Organisasi Profesi
1. Fungsi Organisasi Profesi Kependidikan
a. Sebagai Pemersatu
Yaitu menyatukan dan mengendalikan langkah dalam pembinaan dan upaya
peningkatan kapasitas dari anggota agar memiliki kekuatan dan kekuasaan
dalam menjalankan tugas profesional.
b. Peningkatan Kemampuan Pofesional
1. Perfomance Component
2. Subject Component
3. Profesional Component
4. Proses Component
5. Adjustitudes Component
2. Kewenangan Organisasi
Organisasi profesi guru mempunyai beberapa kewenangan yaitu :
a. Menetapkan dan menegakkan kode etik guru

b. Memberikan bantuan hukum kepada guru


c. Memberikan perlindungan profesi guru
d. Melakukan pembinaan dan pengembangan profesi guru
e. Memajukan pendidikan nasional
E. Kode Etik Kependidikan
Kode etik profesi keguruan adalah kumpulan peraturan atau norma kesusilaan
bagi para guru sebagai pedoman bersikap, berbuat atau bertindak dalam praktek
keguruan.
F. Deskripsi Kode Etik Keguruan
Guru Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah bidang pegabdian kepada
Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa dan Negara serta kemanusiaan pada umumnya.
1. Guru berbakti membimbing peserta untuk membentuk manusia Indonesia
seutuhnya yang berjiwa pancasila.
2. Guru memilki dan melaksanakan kejujuran profesional.
3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan
melakukan bimbingan dan pembinaan.
4. Guru menciptakkan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya
proses belajar mengajar.
5. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitar
untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersma terhadap pendidikan.
6. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu
dan martabat profesinya.
7. Guru memelihara hubungan

seprofesi

semangat

kekeluargaan

dan

kesetiakawanan.
8. Guru bersama-sama memelihara danmeningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai
sarana perjuangan dan pengabdian.
9. Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.
G. Fungsi Kode Etik Keguruan dalam Keluarga
Peran dan fungsi kekeluarga dalam proses pendidikan anak sangat
fundamental. Keluarga inilah yang menjadi dasar pendidikan di sekolah dan
masyarakat. Membentuk anggota keluarga menjadi manusia seutuhnya yang berjiwa
pancasila. Kode etik guru di dalam kelurga berperan sebagai pedoman yang
mengarahkan guru di dalam keluarganya menjadi manusia seutuhnya, yaitu manusia
yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, seimbang antara
kebutuhan jasmani dan rohani, selaras potensi yang dimiliki dengan yang
berkembang.