Anda di halaman 1dari 14

http://aplikasiteknikkimia.blogspot.co.id/2009/04/pengolahan-air-umpanboiler.

html
PROSES PENGOLAHAN AIR UMPAN BOILER
1. Clarifier (pengendapan)
Proses pengendapan yaitu
proses pengendapan partikelpartikel padat dalam air yang menyebabkan
kekeruhan yang berupa lumpur atau zat padat berat
lainnya. Adapun tujuan
pengendapan adalah untuk
menghilangkan,kekeruhan,
kesadahan, menghemat bahan
kimia. Ada beberapa hal yang memepengaruhi proses
pengendapan yaitu :
a. Pemberian waktu harus
cukup sehingga partikelpartikel padat memisah dengan sempurna.
b. Perbedaan berat jenis
partikel atau lumpur dengan
air.
c. Kecepatan aliran air makin
lambat maka akan semakin
baik hasil yang diperoleh.
d. Semakin besar berat jenis
partikel maka waktu
pengendapan akan semakin
lebih pendek.
cara gravity seperti sedimentasi dan ;
2. Filtration.
Serta cara filtration
(penyaringan sendiri) terbagi
menjadi dua macam yaitu :
normal filtration (seperti bag
filter,disc filter, micron filter) Untuk pengolahan air umpan
boiler dilakukan dengan dua
cara yaitu :
* Pengolahan diluar ketel

( external treatment)
Pengolahan ini dilakukan dengan cara mekanis diluar
ketel uap dengan memberikan
obatobatan terhadap air
sebelum air dimasukkan
kedalam ketel. Gunanya
adalah menghilangkan bahan tersuspensi atau warna dari
air persediaan (raw water),
bahan tersuspensi tersebut
mungkin mengandung partikel
besar yang dapat mengendap
dengan mudah, untuk itu diperlukan berupa tangki,bak
pengendap atau saringan.
Kalau bahan yang tersuspensi
terlalu halus sehingga sukar
untuk mengendap dengan
gaya gravitasi maka dibutuhkan Koagulasi
Koagulasi adalah pengumpulan
bersama dari kotoran yang
halus ataupun koloid dalam air
kedalam kelompok besar (massa) yang akan
mengendap dengan segera
atau dapat disaring untuk
dipisahkan dari air. Partikel
koloid mempunyai permukaan
yang luas dan mempunyai muatan negatif saling
mendorong dan tidak saling
mengumpul sehingga tetap
dalam bentuk koloid. Koagulasi
adalah netralisasi dari muatan
negatif dan memberikan untuk partikel tersuspensi
saling menempel.
* Pengendapan dengan cara
kimia (presipitasi kimia)
Bahan yang ditambahkan
dalam air akan bereaksi dengan mineral yang terlarut

dalam air dan membentuk


bahan yang sukar larut yang
akan mengendap. Gunanya
adalah untuk mengurangi
kesadahan, alkalinitas, dan silika.
Metode pertukaran ion
Metode pertukaran ion (ion
exchanger), mineral yang
larut dalam air membentuk
ion yang bermuatan listrik. Ada bahan alam tertentu
(sintetis yang mempunyai
kemampuan untuk ionion
mineral dari air dari
pertukaran ion yang lain.
Daerator Daerator adalah alat untuk mengeluarkan O2 dalam air pengisi ketel
uap yang dilakukan dengan cara
mencampurkan air dengan
uap dalam daerating heater. Sebagian uap dikeluarkan dan membawa sebagian
besar O2 dari air. Ada dua jenis daerator yaitu jenis pancaran (spray) dan jenis
tiang (pancaran).
Demineralisasi water
(penghilang mineral pada air)
Mineralmineral dalam air
pengisi ketel harus dihilanggkan karena dapat
menyebabkan gangguangangguan selama ketel beroperasi.
Pengolahan air didalam ketel uap, Didalam pengolahan air
didalam ketel digunakan
bahan kimia yang di injeksikan
dengan pompa dimana bahan
kimia tersebut antara lain : Poly Phosphat dan bahan
organik dipakai sebagai
pencegah kerak dan korosi
Senyawa amina dan bahan
lainnya akan membentuk
lapisan film yang melindungi dari karat NaSO4 dan Hidrazine/Elminox untuk
mengikat oksigen Natrium Silikat (Na2SiO3) untuk mengatur alkalinitas

dan bereaksi dengan mangan Mg2+


Tanin, Lignin, dan Alginat
dipakai untuk mengatur
lumpur, dan dapat juga
berfungsi untuk sebagai
bahan anti busa.
Kualitas air umpan boiler yang digunakan adalah sebagai berikut:
1.Tampak : Jernih dan tidak berwarna
2.Oksigen : 0.02 mg/liter
3.Kesadahan : Tak terdekteksi (sangat kecil)
4.Besi : 0.02 mg/liter
5.Karbondioksida : Sangat kecil
6.Daya hantar listrik pada 25oC : 0.2 mikroS/cm
7.Angka permanganat : 5
8.Minyak 0.5 mg/l
9.pH pada 250oC : 9
10.Silikat : 0.02 mg/l
Diposkan oleh Anak Banjarmasindi 09.19

http://shoehaymie-xxx.blogspot.co.id/2011/09/proses-pengolahan-air-umpanboiler.html

Pengolahan Air Untuk Boiler (Ketel Uap)


UNIT PENGADAAN UAP

Uap (Steam) sangat berperan penting dalam proses untuk menggerakkan


mesin-mesin bertenaga uap dan pemanas awal. Sebuah ketel uap (boiler)
digunakan untuk mengubah air menjadi uap dengan pertolongan panas. Ditinjau
dari tenaga termis (panas) yang didapat dengan pembakaran bahan bakar, ketel
uap termasuk External Combustion Engine, yaitu pesawat tenaga dimana
pembakaran bahan bakar dilakukan di luar pesawat (mesin uap) itu sendiri.

Uap yang dihasilkan mempunyai tenaga termis, tenaga potensial dan


tenaga kinetis yang dimanfaatkan sebagai berikut:
a. Tenaga termis yang dikandung uap dapat langsung digunakan sebagai bahan
pemanas pada proses industri.
b. Tenaga potensial dari uap diubah menjadi tenaga mekanik dengan mesin uap
untuk selanjutnya diperoleh tenaga mekanik.
c. Tenaga kinetis dari uap diubah menjadi tenaga putar dengan suatu turbin
uap. Selanjutnya dapat digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik.

A. Ketel Uap
ketel uap adalah suatu pesawat yang digunakan untuk mengubah air yang
ada di dalamnya menjadi uap dengan cara dipanaskan. Dengan adanya bahan
perantara air tersebut, maka di dalam ketel uap harus ada ruang atau tempat air.
Uap yang dibentuk di dalam ketel mempunyai tekanan yang lebih besar dari
pada tekanan udara luar, maka ketel harus mampu menahan tekanan uap
tersebut. Kekuatan ketel uap tergantung dari bentuk dan bahannya. Bentuk yang
lebih kuat untuk menahan tekanan yang lebih besar dari dalam adalah bentuk
bulat cembung dan silinder sebab dengan bentuk semacam itu sukar berubah
bentuknya yang disebabkan oleh tekanan dari dalam. Tetapi bentuk bulat
cembung ini tidak digunakan untuk ketel uap karena konstruksinya yang sulit
unruk dikerjakan. Oleh karena itu pada umumnya ketel uap dibuat dalam bentuk
silinder. Bahan untuk ketel uap harus baik karena disamping harus menahan
tekanan yang tinggi juga harus tahan pada suhu yang tinggi. Biasanya
digunakan baja Siemens-Martin yang liat dan mudah dikerjakan.

Gambar 5-8. Skema proses pada Ketel Uap (Boiler)

Air Pengisi Ketel

A. Sumber-sumber air pengisi ketel

Macam-macam air yang dapat digunakan sebagai air pengisi ketel adalah
air sumur dan air kondensat. Air kondensat sudah murni sehingga tidak perlu
mengalami pengolahan yang khusus, sedangkan untuk air yang berasal dari
sumur perlu mendapat pengolahan-pengolahan lebih dahulu.

B.

Syarat Air Pengisi Ketel

Pada dasarnya air


sebagai air pengisi ketel,
(sungai dan tanah) tidak
pengotor-pengotor, antara

yang akan digunakan, terutama yang digunakan


harus memenuhi syarat. Air yang berasal dari alam
ada yang dalam keadaan murni, biasanya terdapat
lain :

1. Zat tersuspensi, seperti lumpur dan tanah liat. Biasanya dihilangkan dengan
penyaringan.
2. Zat terlarut, seperti garam-garam mineral (garam magnesium, kalsium dan
lain-lain).

Tabel 5-1. Syarat air pengisi ketel dan air ketel

Spesifikasi Air

Kesadahan
pH

TDS

PAlkali

M Alkali

Chlorine
Sulfit

pengisi ketel

Air ketel

< 0,1 OD

<0,1 OD

7,5-8,0

10,0-10,8

Tidak nyata

max 1500

50 ppm

300 ppm

100 ppm

500 ppm

Tidak nyata

max 70 ppm

30 ppm

max 60 ppm

Oksigen

Tidak nyata

Silikat

Tidak nyata

Fe

Tidak nyata

P205

Max 30 ppm

A. Persyaratan
umpan boiler :

air

Boiler atau ketel


uap merupakan sebuah
alat untuk pembangkit
uap dimana uap ini
berfungsi
sebagaizat
pemindah
tenaga
kaloris. Tenaga kalor
yang dikandung dalam
uap dinyatakan dengan
entalpi panas.

Hal-hal
yang
mempengaruhi efisiensi boiler adalah bahan bakar dan kualitas air umpan
boiler.Parameter-parameter yang mempengaruhi kualitas air umpan boiler antara
lain:
1.

Oksigen terlarut, dalam jumlah yang tinggi dapat menyebabkan korosi pada
peralatan boiler.

2.

Kekeruhan, dapat mengenda pada perpipaan dan peralatan proses serta


mengganggu proses.

3. PH. Bila tidak sesuai dengan standar kualitas air umpan boiler dapat
menyebabkan korosi pada peralatan

4.

Kesadahan, merupakan kandungan ion Ca dan Mg yang dapat menyebabkan


kerak pada peralatan serta perpipaan boiler sehingga menimbulkan local
overheating

5.

Fe, dapat menyebabkan air bewarna dan mengendap disaluran air dan boiler
bila teroksidasi oleh oksigen

Secara umum air yang akan digunakan sebagai umpan boiler adalah air yang
tidak mengandung unsur yang dapat menyebabkan terjadinya endapan yang
dapat membentuk kerak pada boiler dan air yang tidak mengandung unsur yang
dapat menyebabkan korosi boiler.

Berikut ini merupakan persyaratan bakumutu air umpan boiler :


Tabel baku mutu air umpan boiler

Parameter

Satuan

Ukuran

unit

10,5-11,5

Ymhos/cm

5000, max

TDS

Ppm

3500, max

P-Alkalinity

ppm

M- Alkalinity

Ppm

800 , max

O Alkalinity

Ppm

2,5 x SiO2 , min

T - Hardness

Ppm

Silica

Ppm

150, max

Besi

Ppm

2, max

PHospat residual

Ppm

SulpHite residual

Ppm

20,50

PH Condensate

Unit

8,0 9,0

PH
Conductivity

Harga PH pada air umpan boiler dan air pendingin penting untuk
diperhatikan untuk mencegah terjadinya korosi. Terdapat hubungan antara PH
dan laju terjadinya korosi pada bahan kontruksi dari logam mid steel yang

menunjukkan adanya kecenderungan menurunnya korosi dengan naiknya harga


pH . Namun pada bahan kontruksi dari logam Cu terjadi sebaliknya, yaitu
kecenderungan laju korosi menaik dengan menaiknya harga pH diatas 9.

A. Karakteristik air boiler :

1.

PH

Merupakan indikasi untuk keasaman suatu zat . PH (Pondus hidrogenium)


ditentukan oleh jumlah hydrogen bebas (H +) dalam suatu zat. PH adalah factor
logaritmik, ketika sebuah larutan menjadi 10x lebih asam, PH akan jatuh oleh
satu unit.
2.

Daya hantar listrik/konduktivitas

Daya hantar listrik adalah kemampuan dari larutan untuk menghantarkan


arus listrik yang dinyatakan dalam pmhos/cm. Harga daya hantar listrik dari
umpan air boiler di[erhatikan untuk mencegah terjadinya endapan kerak pada
bagian permukaan perpidahan panas dan untuk menjaga kemurnian steam.
3.

Alkalinitas

Didefinisikan sebagai jumlah anion dalam air yang akan bereaksi untuk
menetralkan ion H+ . Harga alkalinitas tinggi tidak dikehendaki untuk umpan air
boiler karena dapat menimbulkan pembusaan dan carryover.
4.

Kesadahan, karbonat dan non karbonat

5.

Silica

6.

Besi

7.

Phospat

8. Turbiditas, sifat optic dari suatu larutan yang menyebabka cahaya yang
melaluinya terabsorsi.
9.

TTS ( Total Suspendied Solid)

E. Pengolahan Eksternal Air Umpan Boiler


Pengolahan eksternal digunakan untuk membuang padatan tersuspensi,
padatan telarut (terutama ion kalsium dan magnesium yang merupakan penyebab
utama pembentukan kerak) dan gas- gas terlarut (oksigen dan karbon dioksida).
Proses perlakuan eksternal yang ada adalah:

1.

Koagulasi dan Flokulasi

2.

Sedimentasi

3.

Filtrasi

4.

Demineralisasi

5.

Softening

6.

Deaerasi

Metode pengolahan awal adalah sedimentasi sederhana dalam tangki


pengendapan ataupengendapan dalam clarifiers dengan bantuan koagulan dan
flokulan. Penyaring pasirbertekanan, dengan aerasi untuk menghilangkan karbon
dioksida dan besi.

E.1 Koagulasi dan Flokulasi


Koagulasi dan flokulasi yaitu proses pemberian bahan-bahan koagulan dan
flokulan kedalam air umpan boiler dengan cara penginjeksian. Koagulasi merupakan
proses netralisasi muatan sehingga partikel-partikel dapat saling berdekatan satu
dengan yang lainnya. Flokulasi merupakan proses penyatuan antar partikel-partikel
yang sudah saling berdekatan satu dengan yang lain sehingga partikel-partikel akan
saling menarik dan membentuk flok. Untuk menurunkan turbidity pada inlet clarifier
diinjeksikan bahan kimia, yaitu :
a. Aluminium Sulfat (Al2(SO4)3 . 18 H2O)
b. Natrium Hidroksida (NaOH)
c. Klorin (Cl2)
d. Coagulant Aid (Polymer)

E.2 Sedimentasi
Tujuan sedimentasi adalah memberikan kesempatan kepada partikel-partikel
besar untuk mengendap dan partikel yang lebih halus akan membutuhkan waktu
endap yang lebih lama.

E.3 Filtrasi
Pengolahan dengan cara filtrasi dapat dilakukan dengan cara penyaringan zat
padat tersuspensi didalam air sebelum air diisikan kedalam boiler. Efisiensi saringan
paling baik bila unit beroperasi pada kecepatan aliran terkecil, padatan akan melalui
media membawa padatan bersamanya. Demikian pada tekanan yang tinggi
dapat memecahkan media akan keluar pada saat dilakukan backwash.

E. 4 Demineralisasi
Demineralisasi berfungsi untuk membebaskan air dari unsur-unsur silika,
sulfat, chloride (klorida) dan karbonat dengan menggunakan resin. Diagram Alir
proses seperti gambar dibawah ini:

Gambar 2.4 Diagram Alir Demineralizer


a. Cation exchenger
Proses ini bertujuan untuk menghilangkan unsur-unsur logam yang berupa
ion- ion positif yang terdapat dalam air dengan menggunakan resin kation R-SO3H
(type Dowex Upcore Mono A-500). Proses ini dilakukan dengan melewatkan air
melalui bagian bawah, dimana akan terjadi pengikatan logam-logam tersebut oleh
resin. Resin R-SO3H ini bersifat asam kuat, karena itu disebut asam kuat cation
exchanger resin.

Proses ini menghasilkan asam seperti asam seperti HCl, H2SO4 dan asamasam lain. Keasaman berkisar antara Ph 2,8 3,5. untuk memperoleh resin aktif
kembali, dilakukan regenerasi dengan menambahkan H2SO4 pada resin tersebut.

b.

Degasifier

Dari cation tower air dilewatkan ke degasifier yang berfungsi untuk


menghilangkan gas CO2 yang terbentuk dari asam karbonat pada proses
sebelumnya.

Reaksi yang terjadi adalah :


H2CO3 ----->

H2O + CO2

Proses di degasifier ini berlangsung pada tekanan vakum 740 mmHg


dengan menggunakan steam
ejektor,
di
dalam
tangki
ini
terdapat
netting ring sebagai media untuk memperluas bidang kontak sehingga air yang
masuk terlebih dahulu diinjeksikan dengan steam.. Sedangkan keluaran steam
ejektor dikondensasikan dengan menginjeksi air dari bagian atas dan selanjutnya
ditampung dalam seal pot sebagai umpan recovery tank, maka CO2 akan terlepas
sebagai fraksi ringan dan air akan turun ke bawah sebagai fraksi berat.

c.

Anion Tower

Berfungsi untuk menyerap atau mengikat ion-ion negatif yang terdapat


dalam kandungan air yang keluar dari degasifier. Resin pada anion
exchanger adalah R = NOH (Tipe Dowex Upcore Mono C-600). Reaksi ini
menghasilkan H2O, oleh karena itu air demin selalu bersifat netral.Selanjutnya
air outlet anion tower masuk ke mix bed polisher dari bagian atas. Air keluar
tangki ini memiliki pH = 7,5 8,5. Untuk memperoleh resin aktif
kembali, dilakukan regenerasi dengan menambahkan NaOH pada resin
tersebut.

d. Mix Bed Polisher

Berfungsi untuk menghilangkan sisa-sisa logam atau asam dari


proses sebelumnya, sehingga diharapkan air yang keluar dari mix bed
polisher telah bersihdari kation dan anion. Di dalam mix bed polisher digunakan

dua macam resin yaitu resin kation dan resin anion yang sekaligus keduanya
berfungsi untuk menghilangkan sisa kation dan anion, terutama natrium dan
sisa asam sebagai senyawa silika, dengan reaksi sebagai berikut :
Reaksi Kation :

Na2SiO3 + 2 R SO3H

---->

2 RSO3Na + H2SiO3

Reaksi Anion :
H2SiO3 + 2 R = N OH

---->

2 R=N-SiO3 + H2O

Air yang telah bebas mineral tersebut dimasukkan ke polish water


tank dandigunakan untuk air umpan boiler. Air yang keluar dari mix bed polisher
ini memiliki pH antara 6 7. ( Anonymous. 1994 )

E.5 Deaerasi

Dalam deaerasi, gas terlarut, seperti oksigen dan karbon dioksida, dibuang
dengan pemanasan awal air umpan sebelum masuk ke boiler. Seluruh air alam
mengandung gas terlarut dalam larutannya. Gas-gas tertentu seperti karbon
dioksida dan oksigen, sangat meningkatkan korosi. Bila dipanaskan dalam sistim
boiler, karbon dioksida(CO2) dan oksigen (O2) dilepaskan sebagai gas dan
bergabung dengan air (H2O) membentuk asam karbonat (H2CO3).

Penghilangan oksigen, karbon dioksida dan gas lain yang tidak dapat terembunkan
dari air umpan boiler sangat penting bagi umur peralatan boiler dan juga keamanan
operasi. Asam karbonat mengkorosi logam menurunkan umur peralatan
dan pemipaan. Asam ini juga melarutkan besi (Fe) yang jika kembali ke boiler
akan mengalami pengendapan dan meyebabkan terjadinya pembentukan kerak
pada boiler dan pipa. Kerak ini tidak hanya berperan dalam penurunan umur
peralatan tapi juga meningkatkan jumlah energi yang diperlukan untuk mencapai
perpindahan panas.

Diposkan oleh Annes N di 04.43

http://annesniwa.blogspot.co.id/2014/09/pengilahan-air-untuk-boiler-keteluap.html