Anda di halaman 1dari 143

iTAIC{A\

A TIMUR

(tdvx

EloS;uv)

pl'teu p?lorualueqetx :lleru e

olll luBlef ssrrll)


oN etr?U 3uldBg H If
lltlv:IN:r./
00t

r ,1).\'r 711:/

rnpe)

rs!p'{

rrlir.rrqriY.lo r!JtrrriId.(1
, irirtfrIf .I(i irrs.rr\rrr I
l)llxroprEI\l 'f sn8uY
r nlYallsrv uBp Jnl{nJlS

Struklur dan

aBleku

edlor H Wbi Hadan,

/ Angos J Macdonad alih bahasa, Paulus NanolD Adle


Ed. 2. - Jakada Edanqoa, 2002.

1-l

Judu as : Slruclule and architectue.


B bliog.alit hlm.

..

Bsd,ur

tsBN 979 688.438-0

aD.

x/t/s,r/r,/o:

624.17

\irul,rur drn

\n!u\

\r'irelilui

Edisi r(e-2

J. \ktthnaLtl

'

\rru(rutu rnd \n hil(1trre.


\ !u\ J. .llt1.t1o ald

. . ,.::K T.A. 2003

S?cond Ediri.r,

Collri,sht O 2001 by R@d Educalnrnrl nd Prole$ional Publishing Lrd


Ha}' terjenuhan d am Blhasa lndonesia padr I'.
pudaranggrl 9 Okrober20Ol.

:
:

Editor

r,

rn Ir l. r,rA(

I)r. I.. Prri,lmono

t.l'itrlus
H,

HaDotu \d.iir

\\iDi Hrrdrni.

S.'1,

Buku inidiser dan dil yout oleh BrBian Produksirl,r./rit


Power Mac G.l (Timcs l0).

06 05 04 03

02

berdasarkan perimjian

Dh

xxa dengo

8765442r
P

l.

(;01,, Aks,.n l'utnnrn

ALL RIGHTS RESERVED. No part ofthis book nay be reproduced, stored in retrielal
systenr. orrransmitLed, in any lom or by any meanselectronic or mechani.al,
photacopyine. rccodinE, or <nneruise wnhour prior urnle, perDissio, from tne publisnef

Dilotarg keras heryatip, neiilak, nenperbdt)ak. ue,lbtokopi, btik xebasi t


" tpt"
*?n'tunltat iri btku iti set to ne perjualbelikonnra tupo ii, t t1 i.' L/11/i /'?,o'hit h'/t ily

\ i lll

\ DILINDT

\(;l (ll,llll I \l) \\(;-l \l) \ \(;

Daf'tar Isi

6.1

lixlx prrrgrDhr \ lr
t (rpan terima kasih \

I
2

sirukur

6.,1

7
Hubung{n Struklur tcrhadap

Prrslnrnhn Struklurnl

ngunnrr

'1.2 PeDgaruh bentuk pada jenis galr


dalam 35
.1.1 Konscp bentuk yang 'diperbaiki' pada
pen.tmpang melinlang drn pcnampang

memanjans 17
Penggolongan elemcn

Strsrurnn Struklur tnng

5.1
5.2
5.3
5.4
5.5

Pendahulurn

struhur

l.(trgkrp .rl

,+4

Struktur poJr dtrd bear? 45

Stnrklur
Struktur

vni forn actne 5l


irm a./n,e 53

Kcsimpulrn 55

l,rnilaiIln Krili\ Slrtrklnr i1,

6.1
6.1

:13

Pendahuluan 56
Kerumnan dan efisierrsi dalanr
perencanaan struklur 56

7.3

62

Kesimpulan 66

Struklur dnn

7.1
7.2

1.)

2.1 Pendaluluan 9
2.2 Kesetimbrng.tn 9
2.3 Stabilitas gcomedk 9
2.4 Kekualin dan kekakuan 15
2.5 Kesimpulan 20
.1 llahaD-hIhxn Slruklur ll
:l.l Pcndahuluan ll
1.2 P.Nang.io bata 21
3.3 Kayu 23
l..l Baja 28
3.5 Beton 33
.l thrhungr!r rnrr.x llrrltrk Slrulilur drtr
Illisirn\i slrnklrr li
.1.I Pcnd.thuluan 35

,1.4

Mempelajari bansunan sebag,ti obyek

\rsiltklur 6l

Pcndanuluan 67
Jcnis'jenis bubungrn antara slruktur dan

rnitektur

67

Hubungan antara arsilek dan insinynr

slruklur

(sipil)

104

\prndiks l: sjstcn' (;x\r l)urr I)inttn!i


Scdcrharl dltn Kc\rlinlbrngan Strrtii lLi

Al I
Al.2
Al l

PendahDluan l12
Vekror gaya dan rrsultan 112

Rngur:rrrn r4J n.nj.,di tonrpur(n


komponen I l-3

A 1.4 Momen gaya

Al.5

gaya

113

Keseiimbangan slrlis dan pehammn

kesetimbangln

113

Al.6

Diagram bcnda bebas' I15


,^.1.7 Teknik potongan imajiner'

ll6

\pcndiks :: Itgxngrrn (hn Ilcqnrrsxrr lA2.1 Pendahuhan tl7


A2.2 Perhitungan tegangan .tksial llE
A2.3 I'erhilungan tegangan lcntur lt8
A2.,1 Rcg.tngan 120

\purdil's.1: Kr!'scp Slnti\ 'ltn(rr

Al

lll

Pendahuluan 122

A3.2 Kffltteristik nruklur staiis tetrtu dan


stalis tak lentu 122
A3.3 Pcflimbangan perancangan dalam
kailannya dengan ketcntuan statis 127

Ihlln. pr\lrka pilihNtr

Lltr

Kata Pengantar
Edisi Kedua

t
ini

dan mengenai pengrruh hal hal terscbut terhadap gaya

adalah hubungan antam perencanaan struktur dan


perencanaar arsitektu. Berbagai aspek dalam masalah
ini disatukan dalam l,ab lerathit yang pada edisi

dan bentuk .rsitektur Bab kedua sebelum terakhir.


mengenai kritik struktur, juga telah diperluas penuli
sannya. Dengan demikian diharapkan banwa ide ide
pengembangan pada kedua bab ini dapat memberikan
pengertian yang lebih baik terhadap pendngnya sum
bangan rekayasa struktur terhadap tradisi msitektur
Barat d"n pralliknya saal ini.

Permasalahan ulama yang dibahas dalam buku

kedua ini telah diperluas. Perluasan id sebagian me


rupakdn respon terhadap komentar dari para pembaca
pada ed;si pcrtarna, sebagian lainnya karena ide saya
sendiri yang lelah berubah dan berkembang, dan
lasi merupakan ha.ilJ.ri di\tusi mengenal

'ibdsian
isu-isu tersebut dengan rekan rekan dari teknik
arsitektur dan sipil. Saya juga telal menambahkan
sbuah bagian tentang tipe tipe hubungan yang telah
ada antara arsitek, pembangun, dan insinyur sipil.

Anlus.l. M cdu kl
l)rf urenren Arsiteklurt ni\eAit) of lilinhurgh
Descnrher la)(10

Ucapan Terimakasih

Penulis mengucapkan .enma kasih kepada semua


pihak. yang terlalu banyak untuk disebulkan, yang
lelah membantu pembuatan hulu ini. Ucap.n rerima
kasih se.ara khusus ditujuk n kepada slephen Gibson
atas keahlian gambar-gambamya, Hilary Norman atas
perancangannya yang cerdas, Therese Dudze atas
riset gambamya, dan staf dari Architeltural Press (dan

sebelumnya Butterworlh Heinemann) atas kerja keras


dan kesabannnya dalam persiapan, pengeditan, dan

produks; buku ini, terutama Neil Wamock-Smith,


Diane Chandler, Angela t eopard, Sian Cryer. dan
Sue Hamilton.
Ganrbar-gambar slain yang dibuat khusus untuk
buku
masing-masing dibsi kedit dalam kete-

id

rangan gambamya. Terima kasih juga disampailGn


kepada semua pihak yang menyediahan gambargambff, le tama kepada Pat Hunl, Tony Hunt. mendiang Alastair Hunter. Jill Hunter, dan staf per
pustakaan-perpustaka"n gambar Ove Arup & Partners,
Anthony Hunt Assocaties, The Briiish Cement Asso
ciation, The Architectural Association, The British
Architectue Library, dan Courtauld Institute.
Terima kasih juga terutama skali untuk islri
penulis Pat, alas dorongannya yang terus-menems
dan atas kecermatannya pada saat memeriksa naskah-

,\ngus

,1.

N{a(donald

r
Pendahuluan

Untul .ngcfli scpenuhnya teotang

Telah lama diakui bahwa apresiasi lerhadap peranln


struLtur mcrupakan hal yang pokok untuk menuhami

arsitektur. Vitruvirs. yang menulis pada awal ke


Laisaran Ron wi, nengidentifikasi tign konponeD
dasar arsilektur y.tiru rmilas, ailnas, .lxn t? ustc1t.
Sir Henry Wooton, pada abad ketuiuh belas!. meng
artikannla scbagai kemngguho (f m,e$), komodit.t!
,a h.di-'t \lxn le.e.un;dn ,J/rrlrr. leun rc.'1
berikutn)ra mengajukan sistcn trang berbeda. ymg
dengrnnya berbagai banguna, dapal dianalisi!. kua
liusn!r d.tpat dibahas dan pengcfliannya dapai dita

bacabrngunln scbagai objek srxktu! sebuah keahlian

)rn!

)dg

ilmu ckanika yang berhubungan dengan


stalik!. kcscinrbrngan. darr silar nuledal. Yang kedua
bcrglntung pada pengetahuar tentang bangunrn dan

cabang

b.tgaimana bangunan tersebut dihual. ftfik t(,pik nri


dilihat kembali secarn singkat pada hab hab rsal bnku

virruvian paling jclas untrk dimengeti, mcngacu

ini.

Be]llJ,

pada tung!i t.aktis bangnnan: nrenrperstara*an

Jr '' JnB -udnp )irrr lJd r. rrnul)xr


'Jn fr
mantaat dan nremenuhi kcgunaan bangunan y.tng drhJ1u.

nrakrudkin.'Kesenangrn/d?lis,/', merup{kan islilah

Hal rtu rnungkin ditimbulkin deh lcbih da]-l satu


iaktor Pengetian sinrbolik dari bentuk bcnruk piljh
!n. kualitas esletika bentuk. teksturdan wama. pen,ve
lcc.riin yang anggun dl mana berbagai perm.tsalahan
Irng hersifat praktis drn progranatik telah diselesni
k.tn. dan cara c.i.r \ang di dalamnyd tchl dibuat
hubungan antard aspek-aspek desain yang berbeda.
semuanta mcrupakan kunci )ang mcmungkinkan di

h:rsitkannya del,sTrr'.
adalah kuahas yang paling

dasar. Kekotohrn ini dikaitkan dcngin kenunpuan


bangunan unluk menjaga keutuhan lisiknya dan ber

'rlur Ji ., r,i .ibrrJr


ylng

.ebJJh

,,hic' tr.rL. Br:t

renEnuhi kebuluhan unluk kekokoh

an adalah slruktur. Struktur nrcrLrpakan hal ylDg

fundanrcnt.tl: tanpa stnrktur tid* ada bangunan d.tn


dengan dcmikian tidak ada komodiri. Tanpa desain
struktur )ang baik tidak r\.la delipltt -

\\

ll l,r i

r,!l.r FIIJrir: r,lI r {

ddh pr.r

sangat berkaitan dengan benruk bangunan yang d1tumpun)a. dan tindakan pcrancangan sebuah bangur-

11 )Jn! I e ,er LlJr' \(n rk..rdl ,\r .ddlJhir-J

karena tindakan perancangm nrukrural ta. Hubungan

untuk pengaruh bangunan pada perasaan cstctika dari


nrcreka yang beftubungan dergan bangunan rersebut

bangunan

ra "r! nrd,!(r!i

untuk membcdatan antara bagidn slruktural d{n non


!1rukturrl pada brngunan. Atribut -\ ang petama hm),.i
dapal dipcrolch deogan srudi sistelnatis pada cabang

mungkin merupakan ktrallra!

'Kekokoha/rm,.rr'

rcr.JnrJns prJJ pergerdh

persr-rrltrn fungsional struktur dan kemampuaD khr

hanri. rcrapi rincian vitruvian nasih menberikan


dr\Jr penerllsaan dan kritikan yang benar terhrdap
''Komodit.rs".

kualitas se'

lJ\ileklur, kritikus atau penganat sebaiknra mengctlllui scdikir banyak susunan struk
tumla. Diperluk.tn kcmampuan intuitif untuk mem
buah pekerjaan

antara des,rin \truklLn dan desain arsitektur dapat


mengambil hdn,-rk b.ntul. Pida salu keadaan )ang
ekstrim adahh rnun-skin bagi seorarg arsitek untuk
benar benar mcngcsampingkan pertimbangan ltruktLtr
ketika nreraDclng bcntuk bargunan drn menlc'n
bunyikan !epe!uhnt.t elenlen-elemen struktur d!l!m
bentuk vcrsi banguna yarg lengkap. Sehagai con

iohnlr .idald Parung Llbery (Gambar ii) yrng berada di pintu nrsuk pelabuhan Nc\ Yol.k. )ang n]emiliki scbuah linen] sirkulali intcmal langga dan
clc\rl(n. dapar diperlrmbangko scbagai sebuah ba
ngunan. Bangunao-bingunan ekspi:isionisme pada
awal rbad ke 10. sepeni Menara EiDsrcin di Posldam
oleh Mcndclson (Gan$ar iii) dan bcbcrapa bangunan
bam lamn\a \.rn! dldasarkan padr idc idc Dekon-

slruksi (lihat Gambar l.1l dan 7.,11 srmpai 7..1.1)


daplr discbulk.rn sebagai contoh lebih laryut.
\.'m,,, \.n!u,dn nr rn<r!.lJ1 ,! 'rr.rt Lr. rip
persyaratan tckni\ struklur tid:rk ban)ak mcmpcnga

flhi

bentuk lang dilmbil. dan elemen ltruklur itu


sendiri bukan m.rutakan clenen penyumbang ]rng
penting untuk eslelik! arsitekturn,va. Pada teadlan

. i - .-:n! l.iiD. r,l.rhh mun!lin unrul nrcr)ghr\i1. ._.:: h.1:' r, \.'r: h,,,r.r r( ,rl l, Ffl ',
'
- - - \:rukrur \.rnxr,r.
Sradi.n Ol\nrpic dr N{unich
- r. ri oleh ANlrek Behri{ch dm Pr ners d.
:. ir., Orlo. m.nrJrnkan \ehurh (o loh l,crh.dd
: r:.LJ.t.tn IerJaaI ek\ninr ini rn,rr u stinkrn

-.,.

.,1 Nrbedaun

'.' r.,r'....r(klur

pcrJek.ran nnrxrx hubunB n \rr!k

.r. r.llr.. r.kr,,,-i ,:I- i


r- mi\rln\x. cleDen-clrmLri
nruktur rrrcnenibkn r.ncaor dln \u\unrtr umum
bangunrn s.m nrerlrhcnruk brs !n [)crb.n(|rhxfurn
rrhun

P.,.1.

l9l0 iGrnrhlr i\

Jipfl ..'r.,l,i . l.l


'
lcri., l..r.r . ., .:
.
ILrhrI.r.,,. rr,'r., rr,lr,r J. ,.r.r I'
rl.nriki:rr d txt mcrlgfinhll bxurxk h.ntul I i r ..
rlrri buku inl rdrl.th rrr.fsckiplor 'i h!1 (.i*r.,.
I.rhrdrp \ehurh latrr brhkmg i lrrfra'i nrdrr. r.:
\ri!l drn t. \\rrrtrr-fLr\\rrrrar r.lnii .rr!lrr;
l,.llulis beftrrrp bllh$r hrl ;i allrn dap.ll bef url.L.r
hrsi pil.l kririlus r^rclrur d.rn rhli \ciarrh. .ft.nr
hrln\x iulr hr!:i ]l)dbis\.r dan pr lri\i prlni.i,rul
.l .'r.il'il r.

.,\ I.Irul'i-rr,.urit,,

vi\uul ran! peDling. l,rdx banlLrnrf rs.tl zrrnrn l\fo

nrilil Grofiu\. \Iics \an d.r Rohr'. Lr ( (nhu


sier rlihirt Gamhrr -.1-1r dirn hinn\r. benruk \rns
dern

..li:-;:::l]i]

/"/'

ir

"-a:51

A
#[^

rT\

ti

,H

ll

[Iubungan Struklur
terhrdap Ii:rngunart

Cara yang paling sederhana untuk menielaskan iungsi


sebuah sauktur ar!iteklur adalah dengan mengatakan

bahwr struktur meruplkan bagian

dffi

sebuah ba-

ngun.tn yang menah.tn bchan beban yan-s diberi pada-

n),,. Scl-.rJh 5:19, nJn n ngLil Jr .rr!Jt .ehlga


sebuah lipisan luar sederhrna yang menuiup dan
memba! JJns rnt.rL r..'r;l-: .ilr .ebJ,h lrn.-

'1

kungan )ang terlindungi. Pcrmukaan yang membentuk kulit lurr ini {dahh diDding. lantai. dan atap ba'
ngunan, yang dikeoai berbagai lcnis pcnrbehrnanr
pennukaan ]uar ditujukan xntuk pcrlindungrn dari
beban iklim yailu salju. angin, dan hLrirni hnt.ri di
kenai beban gralilasi dan eitknla. drn sebagian bs!.r
!ermLrkaan ini harus lnenrikul hcratnya sendiri
(Cambar 1.1). Beban beb.rn ini ccnderuDg mengubah
penrukaan bangumn dan rnengakibr&rn kcruntuhrni
untuk nrencegah keiadia| ini maka dibcrik.tn suatu

ltrukrur Fungsi sruklur dapat disnnpulkan untuk


nrcmbcrikan kckuatan dan kekakuan yang diperlukan
untuk mencegah sebuah bangunan mengalami ke
.untuhan. Lebih khususnya, stlr.tktur merupakan ba
girn bangunan yang rnenyalurkan beban-beban. Be
ban bcban tersebur nenxmpu di atas titik-titik untuk
sclanjutnya disalurkan pada bagian bawah tanah ba

1f,,nd,

.el ,npsd beban-bebJn .er.ebr r Jlhirn)J

Lokasi sLukiur dalam bangunan tidak !elalujelx\

rarenJ .'n-rrJr

Jrp:l Jr!:hu"!k , Jcr,fJrr \. !i,'n

bagian non-struktuml dengan berbagai cara. Kndang


kadang. sepefii pada contoh sebuah igloo (Cianibar

I 2). di mana blok-blok es membentuk lumpuan


sendiri untuk nenahan kubah. elemen-elemen struktur
dan pnutup ruang merupakan satu kesaiuan. K.drng
kadang elemen-elenren stmktu. dan Fnutup lxog
terpisah sanra sekali. Seburh coDtoh r-lDg \cdcrhan.t
adalah tepce (Crmh{r l.:l), }ang mcmpun}.ti pcnn kaan pclindung hcrupa kpisrn kain yang dd.tk mcm-

punyai kckakuan ]ang ctrkup untuk mcirrbcnlrk


seburh pcnutuf. Tcpcc scndiriditumpu diat.t! ringki
kerja dari batang kayu. Pcmisahan )ang lengkap dari
struktur drn pcrmukaan rerjadi di sini. pennukaan
luff sepenuhnya merupakan elenEn non-sL.uktural
,1"1 .ir1g men
lun!.i '.nIrur)airgnrLni
Rrang pameirn CNIT di Pads (Gambar l.'1) me

ilil

rupakan sebuah versi cansgih dari iglooi rr./l da.i


belon he.tul,tng y.tng mc.upakan clc .n ulam.t penurup ini sekaligus berfungsi sebagai lumpua| se-

hingga merupakan elemen struktural. Pemisahan


hpisan dan sruklur tcrjadi padx dind;ng )mg transparan. di mana permukain kaca ditumpu di atas se'
burh druktur tiing. K.ip.l yang dirnncang oleh Lc
Corbusier di Ronchanp (lihat Ganbar 7.4) mempakan contoh yang paling mendekati. Dinding dan arap
ban:onan ini dibuat dari kombin$i tcmbol dan bclon
dan merupakan sistcm tumpuan scndid. Pad4 wrktr
I'ang sama elcmcn clcmcn tcrscbut menentuknn pe
nurup dan elemen clcmcn slruktural yang mcmbcrikm
kernampuan untuk memperrahankan benluknya dan

,*)

menlhan hcban bebtn. Ar'.nr hocke,v es vang sanga(

lu.r\ di Yrle ol.h Sxxnren ilihxt GaDrbar 7'18) nrcruor[atr contoh ]ans ld]r. Di !ui lafisan p'rlnukrin
b.rns nxn tenlni dari sebuahjarnlgan kabel bala )arg
tli,rrnrung artara tigt busur benm beflulang s'1tu [,ada

lrrtrng r.rtl\al rnenrbcntul punggung bangumn rlan


.lua.nibusur hampir Lerlehk prda hidang horiloni'l

k'rlpl<" orl'Jn'lirr! r

l. r',p..r.r D:.ni

' I

Gambarl2 l! ".,

r'

.r nc1r, *t('.r,r .,. . \J,. r1 l..pFJI oerrltr\Jdr )Jr "


d,:.1 L,n' JJr" I rr l, .' 'r:L nr r:'rr". " Unrl \:rne
.,,'.,1r.. l' ,u,'.., 'lrL\lr r:rr rnLr " d:r' 'e(Lrh
1^n_nrrr\ ',r'1. H''l rni dJp"r 'nJrr
1!\IJr,, nrr.nr.
'n
bukL-l.,lh \'r.' l', ur-b.r'u mernil'ki lu'rS'' 'rrulrIr
lnumi blgr '.buah sisem pel'rpisrn dan tidak mcmberiLan \unrh.rrsrn se.xra Ianglu g btgi fcnui!'plo

i.: ,r,r\J l'J , \JrP JirJr("nL 'r"h I ^'rel


r.,n. -,.,,t, tnrn..n,.rJ I K,Li!r,Drr l.: I'm
L,uJ.

nir samr dengan Tepe.. Fllemen elemcn r'rng 'n'm

non'
i,entuknr a .ulalah struktur nrumi atau lcluruhnva
knrcra lapiltn lentbartn ioganr )'tng bcr-

\trukur;l

o,e\'Trr!rr h"ir'
\:'nc nKmnun\.'r l.r1p'r 'rrJlrur murri' \ehdJh

!elo-nhJ11 .(lLr,rhrl,' or,,rmor


1.,"',,r.

-,

.",i,0

n rJr

rhxr

r,'d r \''n!ur

rn

l-''n\Lr

' risirek "


ini. olci
]ung r.rma. yaitu sdn\hury Centr'

,.,.,,..,,.,.i i,..,.,i,,,,h.h...,J"1.r!,.
/oon unluk

pcrusahaan

rlihxr Ganbar
Ginrbar

13 .,

i\'

1.4 \

'

Gambar

'.

-1.19).

intam
Pad.r sebrgian hcsar bangunan. hubullgan
it di_
lebih
pcrnNkran luar dan struktur

ll.'

rr

d:r./r,'.'

nrobil Renauli di SNindon

l.rpisln

\l!

ru

I5 \,
\L
:1 rr.....1
r
',:Lr rl
Gnmbar

\.

bandingkan dengan contoh-contoh di atas. dan se


ringkali dilebabkan karem baglan dilinr bangunan
dibagi baSi menjadi bentang yang amat luar oleh din

dalam bangunan dan merup.tk.tn clcncn clenEn pe-

ding bagian dalan dan lantai. Contohnya. pada


brngunan FosEr Associates unruk \Villir, Frbcr drn
DLrm.ts lplwich, UK (Gambar 1.6 dan 7.37). srruLrur

kenyataan

belon bcrtulang pada pelat lanlai dan kolo nrc


punlai dua fungsi. Kolom sepenuhnta adalah etemen
.Lrulrdrdl m...\iTrn l,'lorn rehebr I rerddpxr or hxpr:n

diselesaikin dan langrl-langit ini dapai dianrgap

misah ruangan. l-anrai berfungsi scbagni clcmcn sruktural dan penisah ruangan. Situa\i ini dipc.sulit oleh

bdwa struktur pelat lantaj dihpisi olth

Jrr r1(1 , ili Jnrir


langit yang dilartung di bauahnra. t.anui )ang lelah

h:r1.,r.1,r.,/a!

bagai elenen-elernen pembala! ruangan yang

r!a dar pel.rtn!n \endiri

se

scb.nu

memiliki funssi struLrur

mumi. Dindine kaca dari bangunan seluruhnya mcruf'atdn elemcn non-\trul,tur!l ).rng nlemiliki lun$'i
sebagai penurup ruangun sa.ja. Bangunan Carrd d Art
n rbxru ,unp rerleral J, l\rmd. ,Gamhar l.7r jugJ

t-

,,leh Fo{ter A\\o( iate\. memilili penempdlan baeranbagiannya yang serupa dengan penempatan poda
Willis. Faber and Dunus Building lang merupakan
sebuzi srruktur bcrtingkal banyat yang menggLrnakan beton benulang untuk menopang lapiran kulil
luar yang bukan pemikul heban.

Antigone Building yang rerlctal di Monrpellier


buatan Ricardo Bofill (Gambar 1.8) ini jug.r didukung oleh ranglu kcrja beton berulang hcrtingkat
banyak. Bagixn Nula bangunan terdiri drd campu
ran elemen bclon )ang dicor di tempat dao beron
pm-cetak. sepcni dinding kaca pada bangunan Willis.
Faber and Dumas. elenen ini beqantung pada rangka
\lrukural dari kolo dan r1a, plat lmtai unruk mcnyokonsnfa. \al.rupun bangunan terlihat lebih solid
dibandiDgkan dcngan lapisan dinding luar, lerapi ba
ngunnn ini dibuat dengan cara yang serupa. BaoSunan

Pameran dan pcrtemuan Ulm oleh Ricard Meier


(Gan$ar 1.9) juga disokong oleh ltrukrur beton ber
rulang. Di sin; sild struktur menerus (lihar Apend;ks
3l dan kenumpuan pncetakan yang diberikan betoD
dInunfJJ*an unru\ m(mbuar lt..ngdtutun Nn1cJajarun

solid dan vdid yans kompleks. Bargunan rcmebut


memiliki kesamdan lipe dasardcngan bangunan yang

rr ,u:'r 'l rLlrr! kr.J. )!n! J:hdl-un!1.1t,.r- -i.


dl dekat kolom. Sebuah sist.m ./orr bra.nrs prdr
sisi sisi rangLa mencegahrrya dari kcruntuhan atiupun

Kctid

tcraiuran susunan )ang terkendali Drda


p:rl np xLa, k!n.. r Ji vrelnJ . h l' .^op
Jr,,p
|JrlLJ.Jn
Himmclhl.ru (G.tmbar 1.ll) s:rngar berbeda dcngan
susunan yang lerkendali pada cenrfe Pompidou. se
cara :rrsitektural. susunan iru sungguh berbeda. lebih

nEngekspresikan .rarr (kekacaum) kcri b.ing ke'


Ieftturan. telapi secara \iruklural hampir sama kareoa
lapisan permukaan luar )rng ringrn dilunrpu dl aras
keftngka logani.

I
I

6.nrb Lg

Bolilli )aiLu sebuah rangka


struktur bcton bcrtulang lrng erfokorg elenen
lapis.tn pcnut p non sruktural.
dibuat olch Fo(cr dan

Pada Centre Pompidou -\ang lerlelrk di Paris.


rancangan Piano da Rosers. sebuah ranska bala ber'

Ingkr l.,,n.ik Jig,rlik"n,rn.Jk rnir)\,,kone l:rnrJ,


belon bcrtLrl.tng dan dinding kaca )ang bukln penahan
beban. Bagi.tn prtrh pahh sangar tcrlihat (Carnbar
1.10): ransli bid:rng _vang scrup.r, rcrdiri drri kolonr
baja -\ ar-! panjang menerus sepanjirg tinssi bangunan

l!

JIn n.erupJl,rn pen\o[ong !elxcJr o,,/,, ..r.rpJ


prda masingrnasing ketinsgian larlal, dilerakkan

sccdra pdralel satu sama lain untuk membentuk bidang


persegi enlpat. Bentans lantai beton bcradn di anltrr
g.h-!ar fgizlt,.) segitiga. Penambahan gclag.tr brjr

cctrk yang kecil dilakukan di lu.tr grris kolom


(Gambar 7.7) dao digunakan unluk mcnyokong
Iangga, eskalator. dan komponen konrponcn pc

_*

Gambar 1.10 l.)r'.11! \


\ . ( l. P'.d' \ R ':.'. lrJrro' n'r tll r r,. \'r
l'L :' r! Pr I .rl.u r tr11trr Ll.tri rr.r rri.L.r.r rL ..

.llL.L:.,1,,d

II
.l.oul

merupakan clcmen srruktural dan lapisan pelindung

non+ruktural alami. Pcmeriksain yang lebih dekal


akan mengungkapkan bahwa scbagian trsar elemen-

elenren uhma pada kcnyataannya dap,rt dibaSi lagi

mcnjadi hagian'bagian yang nerupakan struktur


mumi auu \(penuhnya non.\lrukrurdl Lanlai stbaEai
r,,nroh. \e(Jm normul rerJrri dan hal,,[ [a)u tugi0n
tenSah dalam dan papan lanlai. yang merupakan
elcmen-elem{n \truktur. dan Jiturup,'hh langir-lanpit
\enr lantai. Yang te khi adalah elemcn-elentn non
\truktural )ang terlihat menbagi bagi mangan. Pe
isahan yrnS serupa dimungkjnkan umuk dinding
d n pada Lcnyatunnya hanya sedikil dnri apa yang
tcrlihat pada rumrh tradisbnal bcrsitat struktural,

Itirenr \'hogirn hcvtr Jxri elem.n.truLlur dilapiri


oleh

pen]- clesai{n no0-slruktural.


Kcsimpulannya. bebcrapa contoh dfii jenis ba
nsunan yang sansat berbeda di aI.$ menuniukkan
bahwa lemua bangunan nrengandung stmktur. yang
fungsinva untul mcr)okong l pisrn permukran br
ngunan dcngan mlncruskan gaya gaya yang diberikdn
pada struktur terscbut dari titik-tiril di man.t gaye
sl\a tefschur bekcrja pada bangunu mcnuju tanai
di ba\rahnla di mana gaya gaya ini dilahrn scpenuh
nyr. Kadang-kadlng stmktur tidtk dapat dibedatan

il.tri penutup dan permukaan pernbagi ruang bangun-

i:

Rumah dc gan strLrkirr dinding lemhokdan lnntri


scnn alap dari kayu merupakan bcntuk bangunlD lr!

,li\ronrl hamprr di .cluruh hdj:rrn duniu. RumJh ini


ditemukan dalnnl berbagai macam bentuk, muhi d,lri
runuh-rumah agung berscjarah para laum nin3rat

cropa (Gambar Ll:) sampai rumah-rumnh modem


di UK (Gambar 1.13 drn 1.1,+). Bahk.ln t'ersi yang
sederhana dari bcnluk hangunan tembok dm k,ryu
(Gambar t.l3) cukup tomplekr dalan pemasangan
elemcn-elemenn) . Pertimbangan awal nkan neng_
hasilkan bagiandindin! lcmk)k dan lllntai kilu )-ang
terpisah yang dianggap mempunyai fungsi strukrural
dan scbagai pembagi ruangan scna alap yang terdirl
dari kombinasi tiang penopang yang menerus. yang

lrJJn!.IJJ,,nf

penurup JJn pemhrgi ruan[nn iru


rel.ipr lebih \rnn-s

\Irn.rl-i\.. rtlIr...\.lJr.rruklur:

Gambar1,12 Clr.i.. ,n (,.rnl\!,1 \.d.,.. il,i rr

. . [.L ,] L t.r

Gambar

Ll3
L [.

Li.Llriinrl

J.L

l\.r nr r.
t.L.l.r

\.1,1 !,rh.Lt:xr.n

rF.,]

l.llr

!rrlrf\rrkl i!|.Nnr.n i.r., ! nlL


,.i.trt i trLL. ,rr.tr (.Lr. .Lr, t.i\tr
\ .,, I rl\ritrr n]ri\it L- n ij ,r: t
''.r rlh I i!., ir r.rlr.,r r.1r\!..rrrr
, , r! r.trt),L|. ..nn ri L nrrlrL .

J, ,

$ul lrrj,...tr

.1,

Ir,!

(l)rlrtJ.

. lrtr' n.rf Jr l,.\tr llob P,\ \ \rr.J.trr.lr

ir

Lll r \'..1

rerdapal can1pulan antara elcmen-elenen ttmklural,


non-struktural. dan komb;nasi dari fungsi fungsi di
atas. Pada scmua kasus. benluk struktur sangat beF

kesatuan dan slruktur yang memenuhi tungsinya


adalah sesuatu yang mcmpengaJuhi kualitas arsjrektur.

hubungan dcngan bentuk bangunan sebagai suatu


Gambar

1I

a.::

14 'J, ,., , ,r { ... .. .


I \.-1.r\l\(,.,Llr
. ! LLtr.rj.l
.
ll r.

I Ll, ,!trrl

r r.f,rl

Br,

I)ersyaratan Struktural

2.1 Pend.lhuluin

ranah iidirk mampu menghasilkan gaya reaksi hori


sonral. Kereta sorong merupakan gabungan anlara

Unluk memenuhi fungsinya sebagai iumpuan bangu'


nan dalam merespons beban apapun yang mungkin
dibebankan di atasny.t. sebuah struktur harus meme'
rr\.hu l'aru. 1'ampL mencapJr
nuhi 4
.eli
lerJdJn
, bdr!. ha u. .ribrr. h:r,ru. memounlJr
kekuatan yang cukup. dan kekakuan yang cukup. l'engenian dari hal hal di atas akan dijelaskan pada bab
ini. Pcngaruh pcrsyararan slruktur lerhadap benluk
stiuktur yaDg dirmbiliuga dibahas. Perlakuan ini di
ungkrpkan drl m scbuah cara lanpa perhitungan ma
rrmatik dan definirirya diberikan bukan dalam benruk teori fisiki: hal hal ini merupakan ungkapan se
dcrhrna yang cukup tepal secara ilmiah untuk membe
rikin p.ngcnian alan pentingnya konsep-konlep yang
berhubungan dengan perencanaan struklu..

stuktur dan rnesini kerela ini merupakan seburh

hal'.fllrJ

1.2 Kcsetiirbnugar
Struktur harus mampu mencil,ai kead rn serinlbang
akibat aksi beban yang dibenkan. Hal ini nens-varatkan koniigurali irtemal strukrur bcrsama juga dengan
sarana dengan apa struktur ini harus dihubunSkan
denSan pondasinya her,ida dalam keadaan setimbang.
vang dihasilkan oleh rearsi rcrksi pada pondasi alibat
t'ban yang diterapkan padan)ra- Scburn kereta sorong
memnen \ebulh rllrbdrJn \dcrl'anr d:rn pr n rp-

prinsip yang terlibat. Ketika kcreh sorong dalam keadaan diam maka kereta sorong ini berada dalam kea-

daan kcselimbangan sratik. Gaya graviiasi yang


dihisilkan oleh beral sendiri dan muatannya bergerak
ke bawah secara verlikal dan repat disetimbangkan
oleh gaya rcaksi pada roda dan tumpuan yang lain.
K.rila sebuah gala honsonral diberikan terhadap
Lerela sorong oleh operatornya. kereta iersebut
Ed
-!3ft horisomal dan menyebabkan kereta
nrai berada dalam Lcadaan kcsctimbangan stadk.
Ini rerjadi k.trena gcickan anlara kereta sorong dan

struktur ketita terjadi beban gravinsi dan merupakan


sebuah mesin ketika terjadi beban horisontal.
Adn Lrngkapan ter*enal dari seorang komentator
yang tcmama. bahwa bangunan bukanlah merinr.

oleh krrena itu. struktu. struktur arsitektur

harus

mampu mencapai kesetimbangan akibat beban pada

2.3 Statrililas Ceomctrik


Stabiliras gcometrik merupakan sifat ),mg memper
tahantan geometri pada sebuah struktur dan nemunS'
kinkan elemen-elenennya untuk bcraksi bersama
sama mcnrha. beban. Perbedaln anrara srabilitas dan
kesetimbangan diganbarkan olch irngka yang terlihat

pada Gambirr 2.1 yang mampu ntncapai keadaan


seiimbaDg akibat aLsi beban gra\i1asi. Bagaimanapun,

keselinrbangan ini tidak berarli stabil karena rangka


:rkan runluh jika dibebani tscara 1a1eral.2
Susunan sederhana ini menunjukkan bahwa fak

tor kritis, sejauh berken.tan dengan stabilitis dffl


berbagai sistem yang dipcrhatikan, adalah efek dffi
gangguan kecil yang diberikan padanya. Dalam
konrcksnya sebagai ltruktur hal ini digambarlan
dengan srngar sederhana padr Gambar 2.2 dengan
perbandingan elemen-elenlen tarik dan rekan. Jika

\rr t,,

' i.r

i\ -

.L:

digrnggu. elemcn tarik al(an


dilank kenlbali ke dalam garis yang mcngikutj p.rpjndrhan dari pcrantara gangguannya, tctapi elemen

sebuah obyek dengan berat tetu:ntu melartasijmbatrn. Su\unan akan menjadi rusak oleh ketidakltabilan

tekrn, sepenuhny.t berubah kc dalanr posisi barujika


jajffan awalnya yang sempurna telalt diubah. P.rsoalan yang mendasar dan kestabilan diperliharka.
di sini. yailu bahwa sisEm yang st,tbil kembali pada
keadaannya semula untuk mengikuti gangguan kccil,

ada tidak cukup pada bagian bagian rekannya. Gaya

salrl

satu darijajffan

iri

tetapi sislcm yang tid* stabil akan berkembang neniadi kead.tan yang sepenuhnya baru.
Bagian'bagian stnktur yang ccnderung tidrl sta_
bil adxlrn bagian di mana terdapat aksi gaya tekan
bdgran hJgrrn ,nr hd u. drbenlln perhartJn
dJn

f:rdd

diri sebu* susunin


dipeaimbangkan. Kolom-kolom pada sebuah rangka
segiempat sederhana adalah conlohnya (Ganbar 2. 1 )
Stuktur ienbatan liga dimensi pada G,tmbar 2.3
mengg,tmbarkan kemungkinan lain dari sislcm vang
secara polensial tidak stabil. Tekan akan terjrdi pada
elemen horisontal blsian atas dari rangka ini ketiki
khusus ketika stabilitas geomctri

' \ L.

/\

.Li

ir l, \tr'rr

lrrn

kelika beban ini diberikan. jik,t pengekangan yang


dalam tekan yang ahan teriadi hnpa dapat dihindari
dengan derrjat eksentrisitas, akan mendorong clemen
bagian ata! keluar dari jajarannya dan menyebabkan
keruntuhan seluruh struktur
Ketidikst$ilan geomelri dari
dalam Gambrr 2-l dan 2.3 akaniclas jika responsnya
terhadap bcban horisontal tehi dipertimbangkan
(Gambar 2.,1). Hal ini mcnggambarkan satu pe yarahn nendasar untuk geometri yang stabil dari ber
bagai susunan elcmcn elemen. ]rng harus mampu
mcnahan bebaD drri arah onogonal (dua arah ono
gunrl rerhad:p 'u.Jna.1 brddn! JLJ ,rin)e r.i dan riez
arah ortogonal untuk susunan tiga dimensi). Ini
nrerupakan cara lain unluk mengungkapkan bdhwa
sebu.th susunan harus mampu mcncapai sebuah
kerdaan setimbans dxlam merespons gaya-gaya dari

.,,

"!rl

,,i,

JI r r'rr r ^.rr
L.Lt,tl..r.r

r Ll. ,1. i

lr)

,\r ,!l.a i I

i,,..

\.ri

rrhrr
L

Ga bar 2.5 \r r.
!:rill..r

L! n L !

. l.L ... r. \ L.l

Gambar24 K,,h. r n

,.
G.mbar 2.6 \.1 h. r. \,,1.1 ,r,.r:,,.].LL.Lr \. j t.
,. ,Lf.s.L :" J.n: x n.: rrL r,lrtr..J Ll, .rr..i, 1..

,.

...

, .irli i. r.L -.rl


. .r' r,.L, i. , !11, i. ,1, ,, lfr
. LL,rrL ..tri aL,:r ..,.1 l,.L.L L tr.. ..r

(!LLl,rli

srrukrur menjadi strtis tak tenru (lihat Apendiks 3).


I

rigi irah oflogonal. Kenabilan atau ketakstabilan


susunan yans diajukan haru! dapat dirilai dengan
mempcrr;mb$gkan pengaruh dari kumpulan gaya

)mg saling legak hms:jika susunan mampu menahan semLra ilu maka strukturdikrtakrn stabil.
bagaimanapun juga pola pembcban,tn .tkan secara
aktual diberikan kepada stflrklur dalam kcrji.
Sebaliknya. iika sebuah susunan lidak numpu
menahan beban dffi 1ig, arah onogonal. maka !u\unan ini akm tidik shbil sckalipun beban yang di.encanakan unlrk ditahannya diberikan darisatu rrah
\aja.
Se.ingkali re.iadi dalam percncan.tan rrsitckrur
bahwa sebuah geomelri yang nungkin tidak qhbil
harus digunakan agxr persyffatan arsitcktur yang hin
dapatdipenuhl. Sebagai conroh. salirh situ dari hinlak
eeomelri .r-Llrur \,rng .c\uJi un Ll bdn!dnrn. \J'lu
rdgka persegi cnpar. adalah ridak stabil dalam ben,
ruk sambungan sendi sederhan,t, lepeni yang sudah
lie3nhLrlan dr aL,.. Sr!br.i,r, oaf,,r Jn afJi Ec, {ncr I
percobaan

lni dengan menggunakan sambungrn kaku, yrng


ji&pa*an dengan nemasukkan elcmcn diagonal atau
,l'1ean nengPundkxn didlrsen.r tr\u )rng m(n!rn
.*..ian JalJnr ddri ranplr.u.mhdr '.t' MJ\rn!-

?rl,g cdra ini mempunyai kerugiannlra. Sambungan


t.l! paling sesuai jika dilihat d,rri rudut pandang
--E:a-anrxn ruang tetapi menjadi persoalan lecara

s:!.:lrlll

JMrL.,,

ksena sambungan rersebut dapar membu4t

Elemen diagonal dan diatragma yang menahan


rrngka dapar menyrliikan perencanaan ruang. Dalanl
susunan panel banyak. bagajmanapun. adalah
mungkin unruk mcnghasilkan strbiliras ranpa menahan \cti.rp pancl. J.tj.rran rangka pada Gambar 2.6.
schrgai conroh, mcniadi stabll dengan remasukkan
\chur} diagonal runggal.
Pada rangka-rangka rang paralel satu sama lain
nya susunan tiga dimenliinj akan s1abil j ika beberap
pane. oxlJm .r..I !-nr-.rn! .lrJ arlh L :rnJ Llr.eIl'
bangkan pada bidang vertikal dan rangka yang lain
nla dihubunslen densan elenen-elemen diagonal
atau diafiagma pada bidang horilonta1 (Gambar 2.7).
Sebuah rangka tiga dinensi dengan demikian dap.tl
disetinbangkan dengan menggundkan elenren clemcn
diagonal atau diafragma dal,tm scjumlah kccil p.nel

dalam bidang vetikal dan horisontal. Plda srsunan


bertingkal banyak. sistem linem ini hrrus tcrsedia
pada sedap tingkatnya.
Tal( saiu pun komponen ydng ditamb,rhkan unluk
nenstabilhn geomeri pada r3llgka segienpatdalam
Cambar 2.7 memberikan sunbangan langsung untul
nenahan bebm gralitasi (sepeni nemikul baik berat

struktur

ilu sendid

maupun elemen-elenlen daD

benda-benda r'.ang dnumpunya). Elemen-elemen


seperti iru dinanakxn elemen rtu.ins. Susunan yang
tidak mcmcrlukan clemcn elemcn Drz.rrrs, salah
larunyir karcna susunan lcrscbur padadrsmyr sl.rbil
atau kJcna kestabilanDya disediakan oleh sambunga.

laku, drpat dikatrkaD mcnj,tdi ,/a.rns

dcngan

\,rrLr,rr !l.r i\ - Li

L:'

kiri. KaJena arah goyar8an tak sllhi] tidak dapat diperkir*an pada laat perencanaan strukLur, dlemen

,rd.nre tunggal harus cukup kuri untuk menahan


baik r,tril maLrpun tekan. Tahanan lekrn mcmerlukan
ukurln p.nanpang yang lebih

besur dihanding rarik,

trutamajika eiemennya panjangr. dan hal ini merupakan fakror kitis dalan menentukan ukurannya.
Nomalnya lebih ekonomis unluk mcr,rasnkkan kedua elemen diagonal dalam .angka scgicmpar (.tr rrb,?.nrs) dibandingkan dengan lebuah elcmcn lunggal dan uotuk merancang keduanyr sbrgai elemen-

elemen tarik saja. Ketika suatu prncl bcrgoyang


karena ketidakltabilannya. clcmen yang dalan keada'
an tekan cukup scdikir mcnekuk dar selumh pe
ngekangan diadrkaD olch diagoral taritn-va.
Adalah praktek Jang biasa unuk menyediakan
lebih banyak clcmcn clcnen rrz.ias dibanding kebu
tuhan jumlah minimum untuk menanbah ketahanan

/"

Kcbanyatan llruktur memiliki elemen elcmen


bra.ins yans keberadaannya sering mempengaruhi
percncanaan awal dan hmpilin akhir dari bangunan

ymg ditopangnya. Pe.soalan kestabilan. khosusn)'a


dilam perencanaan sis1cm hd.ir8, adalah sesuatu
)ang mempengaruhi .trsitektur bangunan.

Di tempat sebuah strukhr dikenai beban

beban

dan ,Jah yang berbeda. clcmen-elemen yang scmata'

mrh

ll

digunakan untuk b/d.ing keiika beban utanu


dibcnkan berkali kali bcrperan langsung dalan nle
nahan beban sekundcr. Elemen elemsn diagonal da
lrm rangka pada G.tmbar 2.7. sebagai conloh, akan
secara langsung mcnahan berba-rai bcb.tn horisontal
)ang diterapkan, scpcfli aksi dariangin. Kffena struk
tur-strukur nyata birsanya dikenai bchan beban dari
arah yang berbeda, hal ini sangat jarang tc4adi pada
clemen-elemen yrns hanya digunak.tn scbagai ,rd
Li g
. Sifal d.tsar ga],a inlernal pad.t komponen ,rd
.ing bergrntung pada suaru arah di mrna ketidaksla
bilan yang diccgxh.ya lerjadi. Padr Grmhar 2.8. se
bagai cortoh, elemcn diagonal akan ditempalkin pada
kcadaan tarik jika rangkt r.tngka teriebut bcrgoyang
kc kanan dan pada kerdaan rekan jika bergor-ang ke

rangka tiga dinrensi lcrhadap beban horisontal.


RarglJ p:J" C. n,hJr 2 7. \ b.,sdr .onrolr. rn<'lipul
.r,,o 1.,,k:rl r,fl dJpr. 1fl,)!l ,1,'r,{'
dalanr r.spon\ tcrhldap beban horilontal yang di
pddl .r.' rJn!k: )Jnr nJnja,ts
b<1kJn *..uJ p-

"lcl

dari rlDgka ini prda baglan ujung yan-s berlawanrn


dari ,rd.tu.q bidang lertlkal. Sebuah beban yang di
tdrikan sccda par.tlcl lerhadap sisi yang panjang pada
ujung rrhgka ini akan nengakibalkan terjadinya sc
juml,th drsrles seperli perpindahan Frgcrrkan tilik
.Jmbun!dn \dnp l,da' d:pJl Jih'nJ,ri ddldm peng,rinran beban ini menuju l,rd.ins bidang verrikal di
ujung lainoya. Pada praLteknya kcria bentuk rangka
ini lcbih nemuaskanjika bracing bidang vertikal dibuat pada kedua ujung rangka (Gambxr 2.9). Perlakuan ini memberikan kekangan lebih dari ya g dibun,hkrn ,,nnrk srahilites dan membuaL struklur statis

Lr:!!irtrr \1.,.!.ii

Gambar

2.9 ). i !r[.r,\.

,\,tl I l
n \,. , i:r i i,j !j
l..l

I r!1.

,,trJii!..

'r. I1.r.1....

,. ., ,
\r r

r.L

.r,L

t,.,L

r, .l
\L..trt

\ [

rfrflrl LrL.l rr,.l. r.h.L !,, !,


.i.r\,r|,
...,. .lflLl \,.i.1r. .i..lr u.rilL rtrror, P.Lr,rilrr,. r\.,
-.,.r ir4, t r..!r l,Ll.Lr! \.rrLr.L ,,1 n , ! \1.,x , , .r1.1.
I , , ..,r,|,,i

tidak menenu (lihat Apendiks 3), tapi nengakibatkan beban horisontal yang ditahan lebih dekat pada
titik titik di mana beban-bebar diberikan pada strukPertimbangan praktis lainnya dalam hubungan-

nla dengan bra.lrg rangka tiga dimensi adalah panjang elemen-elemen diasonal yans disunakan. Elemen iDi akan melengkunS sebagai respons terhadap
benmya sendiri dan oleh karena itu, lebih mengun(ungkan untuk membuatnya sependek murgkin.
Lntuk ,tlasan ini elemen-elenen brr.ing sering dibalasi pada sebuah bagian panel di mana 6rr.irg iernbur dilempatkan. R,tngka yarg diperlihatkan pada
Crambar 2.10. bcrisi pcrbaikan tehebu!.
Gambar 2.ll dan 2.12 memperlihatkan sistem
)dng rif:kdl unrJk kunnrul.i rJndka Lerja
6=Lr Uanlar.5dlJh.Jru.J,unun !Jn! Lmum. dr
pelal lantai bcnindlk sebagai brrclrs jems diapada bidang honsonlal bersama dengan bra=ma
-z! t*larg vertikal dnri tipc diagonal. digambarkan
Cambar 2.13. Ketika melode sambungan kaku

lmrS
E

Li

r! r ri,rl itrl 1.,,.1..


, I lr,,r r,: L,.r ,. l. ! '., .l.l
. ,L,i \ L. l. rl, t. .1..,.
L , Ll\ !,
n ,,. 1. lL , \.,r r
, lLl,. irl.,r ,,.r i.rr
i,.1, ,, n, r,
Gambar 2

11 :

digunakan, adalah biasa untuk mcnnabilkan semua


panel secara individu dcng.tn mcmbual sambungansambungan krku. Hal ini mcnghilangk,tn kcburuhan
unru[
r/d,la! hiJunC hu i'unrrl. nc'kifur
'elLruh
lantai-lantai secara rormal beraksi untuk men
disaibusikan ke seluruh struktur yang tidak rata dalam
peneiapan gaya horisontal. Metode sambuflgan kaku
adalah metode biasa yang digun.lan beban beban
untuk rangka beton benulang. y g menerus krrena

\rlrL,,,lir\.r...

kal. Dindinr-dlndins rrrlebu bilsrn\.t dihuat dari


behrruin. hLlor' h(nulrni .rr,,u l:\U. r.r.rpr li'nrL'ina.i
,rur.nnl'mrlcrlaldiala\ daprr tuh digun kan. Dalan)
b/acing bidang ve.likal

.i,ru., trn,\. L,.r,l.'rr.r.rn

:inr,,r.r

JinJin! Jrn Irnr,,i

lria\rn]d trdal nrarnpu rnenuhan rksi lentur (dengrn


ksrr hin 'irmbunsan ini berlnku \cpeni senda) daD
ha\iln\a )ang lurang menerus. bcrMi hahwa aksi

ran![i Ialu

baorg brdaS led

ka

Iidak dapat terjldi. Irrd.,r! dialragmi.


\ang disedrkan oleh dinding itu scndiri. digunakan
unruk men\rabill.rn srrukur-strultur ter\cbur.
Scbuah panel dirding nrc rpunlai srabilitas perpurrrJr )un! nn!Pr pJda hrJan:n\:r \enJin r(.rxpi
tidak stahil pad arah bidang lu3r (Grmbar 2.1.1)r
pancl lenikal. olch karcna iru. harus digahun! dalam
pa!angan-pasan-!an denga]t \uduI !-ang benar tefhldap

pancl-pancl tainnla schin8lr prncl te(ebut salin!

menunpu Agar hal ini menj,tdi cicklif hubung.rn


sruktural )an-q disedjrlif dallnl samb ngan lertiktl

anurr paDcl-pancl harus nrampu lnenahln ges.rr.


Karcna slrLrkur dindins penahan bcban biasanr"! diguD|kan untuk hargunnn !.lng nrempunlal blnyak
rel. f,en.Druan iur)rlah l,ra.nr{ dialiagnu bidang ver-

tikrl

dah

dur arah ofosonal

biasanr"a nrcnerus

,airrrhJr I l)' Oleh larena rru tl(r\larlldn /,,?, trrr


bia\nn\a rid,rk nremiliki pcngaruh penring pada perenranaan bagi.rn

dahn dnri

bangunan bnngunan

jenis ini.
Kehuruhan unruk nEnjanun buhq a \cbuah raryla
sruklur cukup liuat menrpakan sebunh iatlor yang

dapal mcnpenguruhi peren.anarn bagiAn dalam bangun n. Pc^)arutan mcndas adalah bahwa bcberapl
benluk /)kn,s harus dibuat dalanr rjga bidang ortogoml. Jit' rr.r. rrg diagonal alru diafr gma digunakan padr bidang \enikal. ini harus diutupung dalanl
dcnah. Klren.t 1)/d,n,( hidang lenikal lebih eitktif
kctika
nre rerscbul disusun sec$a simctris- baili

ru

Gambar

213

pada bagian

l'.,

nan.

,
penerrruan antara ctemcn-elemen dapat dengan mudah diclpair mestipuo ha.nrs diafragma jugr dapal
digumkan dalarn kedua hidang lenikal dan honsontal
pad.r tip. ripe rangka bdon hcrtulrng tenentu.
Strukrurstruktur dinding pcnahan beban ierdapat
pnda dinding bagian luar dan f'cn)-Rkat bagian drlanr
!. r! h(rpcr.rn \hrgai etemc.r eft riren \,rullur \(nr-

tc glh d,rllm oraupun s.keliling hangu-

hll ini daprr

mdnrpcnearuhi perencanran ruang

errranra pad! bangunan tinggi di nMna pengirl.lh


bdban angin

s.

8aI lcrasa.

-'t

L\,. r,

Z:tl

t.,

mum dibcrikrnr dcnikiin.juga derleksi yang dihasil


kan akibat behan m,tksimun harus tidak berlebihan.
Perlyaratan unluk kckuatan ymg cukup dipenuhi
dengan rnemastikan bahwr tingkar regangan yang
lerjadi pada berba-saielemcn dari sebuah strxktur ke-

lika beban maklimum diberikrn. berada dalam batas


yangdapatditerima. Ini lcrulamanErxpikannalalah
n enrediJk:,r elernen,l. nr.1 den!dn ulurJn |en:m
p:] r: )Jn8 cu, ur. JeG:, , r,impfa,nrbdnsk:'n relu I
an hahan -vang dipilih. Pcncnluan dari ukuran yang
dipcrlukan ditentukan oleh pcrhitungan struktural.
BcgiN pula halnya dengan kctcnrurn kckiku:rn yang
Perhitungan

itruktural

cmnngkinkankekualan

dan kekakuan struktur dapat dikendalikan secara tepat.


Perhitungan tersebul did.thului dengan sebuah beban

raksiran yang akan dipikul oleh sebuil struktur Per


hilungan di atas dianggap bisa dibagi menjadi du.r

hdi ir . !Jnf penJnir \J:lJ rndlr\ \ .rruhLr. \:rlu


c\aluisi gaya-gala dalam ]rng leriadi pada elenen
elemen nruktur dan kedur adald perhitungan ukuran
eler.ren un L\ Tel 'ri..,n hJlur .1ru{r'r rnernpun)Ji

kekuatan dan kekakuan yang cuknp untuk menahan


gaya-gaya dalan alibat hcban beban yang terjadi.
P.rda beberapa keadaan. dan schlu unluk struktur
sralis tak renru (lihar Apendiks l), dua sct perhitungrn dikerj akan bersama-lanu, tctxpi bisa saja dianggap
{b:rrd. op<n,r \an! rerfi'Jh J, 1 dii.ld.krn dr ..n.

2..1.2.

Pcniksirin

Bcban

Penaklirun beb{n yrng,rkan te{adi padi sebuah struk


lur nelipuri taksiran dari seluruh keadaan yang ber
beda-beda yang akan mcngakibatkan beban diherikan

1-,:Gambar2,15 1.,,!ur.i,1.,,!nr,lrLli! r\,r! r,.,.


... i...ubtrrirti.L.li rr !rtrnr ..i h,,r\,r \ rr,rLl
rrJ i! !irr f! \rt! t !.1 , ![.Ln J.{. , r | []!,.r1

r..i: \ Ldr ,., ,.

r.Lr

\LLhl

l.-1. Kekuatan dan Kekakuan

:i.1.

l'endahulunn

PeErapan beban padr sebuah slruktur mcngh.tslikan


Sila-gaya dal,tm pada clcmcn dan gaya reaksi lu,tr
!'!a pondasi (Gambrr 2.16). Elemen scrta pondrsi
:5tbur barus mempunyai kckuatan dan kekakuan
r}n: cukup untuk men.nrn bebrn hcban ini. Elcmcn
:}.1 pondasl harus tidal pecah ketik.t bcb.tn maksi

pad:] bangunan selrma "masa hidupnya". (Gambrr

2.l7), drnjuga pcrhirungan daribeban te.bsrr. Bcbar


maksimunr akan terjadi kelika bangunan penuh
dengan or.tng, rcrulama sekali ketika barang bffang
yang be.at
rsukkan. arau kedka bangunan tcncbrt

di

rerekspos rerhadap bcban angin !:ng tinggi atau


sebagai akibat dari kcjrdian lainnya. Arsitek harus
rnenrerJhui lel.rh J-hr u \. mungk.n.n k(.r Ln:ti.lJn
ini dan juga nrenlelidiki seluruh kombinasi pem
Evaluasi beban nerupak.tn proses yang kompleks
tetapi biasanla tersedia pedom.tn pcrcncanaan untuk

stardaFstandar penlbebanan5. Ini mcrtrpakan

Lrr

Lt\ n.rnr \rir ..,i, {1,1,[ 8s nrr]i /r\irrr


rr lnril,,ri.. tl, r\,5

Lrtrl,al

Gnnrb.r 2.16

, i. r,

dokumcn dokumen di mana data dan kcbijakan yang


JiJ.,p"rtr.,r. o.,n p<,'S-l:.nrn J r.,mprlkl, e.dra r.

rrnJrr. loL n .ebuJl' hcn'Ll . ,n! rn(nfUrnr-r i,

lormasi inl untuk digunakrn dalan perencanaan.

:..r..1. l'crh itlrnjr,;rn \ ni lir i'


Analisis ltruktur bcflrljuan untuk meneniukan hcsarnya selumh gay.t dalam dan luar, yang bekerj.t di
atas dan di dalanr struktur ketiki kondisi bebaD l.tng
..,1!xr rrd!l Lri:1!ir k.', ,ir ..dr. I n ,rl ," n".'r.i
berbagai pro!es analisis stflrktur diperlukan suatu
pengetahunn teDtaDg unsur unsur polok siltem si\1enr
grya struktur drn pcngcrtirn tentang konsep konsep.
ieperti kesetinrbaDgrn. yang digunakan untuk cm_
pcroleh hubungaD rntara hal-hal di ata!. lopik ini
.rkan dibahas pada Apcndiks l.
Drlam analisis scbuah strxktur. reaksi relksi 1 ar
pada pondasi dan gayr gaya dalan padr elcmdn dihIL,:J-r h I.,'n hcb.,nllr lli,erupdk:,, 'L,,rJ oro.e.
hrnr ,r! \Jrc
dr nunJ rr r r.r di cJJ(.i r.
'
',.1,
palirg abst.,tk scrta mendasar. dan dirnggrp terpisal
darl bagian bangunrn lair yang akan ditop.tngnya.
Sebuah pctuniuk dirl mngkaian p.kcriaan )ang
dilakukan dalxn analisis stmktLr iederhana diberikan
dalam Ganbrr 2.18. Selelah \ebuah nnalisis .rwal
dilakukan unluk mengevaluasi rcrksi reaksi luar.
struktur dibagi-baei nenjadi elemcD clcmen utarna
dengan mcrnbual'potongan,ftajtusr' (lih.u Apendiks
1.7) melalui simpangan di antara elemcn clcmcr tersebut. Ini embuat saru kumpulan dirgram batang
bchas (llhatAppendiks 1.6) di mana gaya-gaya yang
rerjadi antara elcmcn clcnen diperlihaikan. N{engikuli

elaluasi dari

grlx Sxy! el.mcn

dalam lni. gaya dilam

clcmen'elemen rndr\idu dianalisis sccara tcrpisah


dengan penerlprn tcknik'potongan imajiner' yang
lcbih lanjut. Pada cara iri. senrua gaya dalam p.tda

Plrd \rruktur !ta1i\ tidrk lcntr -\ang besar dan


konrplek\. hcslm)a gala dalam dipengaruhi oleh
ukuran dalr benluk/penarnpang elemcn Ll.tn sifar d.tri
bahan l)okok "-lDg dinriliki, qeperli halnya juga oleh
besamta beban dan geometri st,IklLn kescluruhan.

Alasan unruk hal ini dijel$kan dalan Apendiks 3.


Dalam kcrda.tn ini rnallsls dan perhirungan ukuran
elemen dilakukan b.rsama-sama dilam tr)les 1/ial
a,d ?rrcr'yang banya dapat dikcrjrkan dengan mudah drhm prcncanaan yang nerggunakan bartuan

----'

Rangka alap membawa beban mal atap da.


beban graviiasi menerus dan llga beban anA.

Saju adalah beban meferls


Ge.teng adalah komponen dan

)
menyebabkan beban menerus

Angr. menyebabkan bebaf

lekan pada semua permukaan


uar n adalah beban menerls

-J

Slruktur anla membawa beban


mal yang berasa dar beratnya
send n, berat anla dan permlkaa.
angi!langil, dan meneruskan
beban ke pend!kurg ru.nga. d

Gnnrl,.r 211

Jcniijeni! gaya ga)a dalan,vang berbeda

yang

drpat tcrjrdid.ilam elemen ltrukur diperlihatkan pada


Gambar 2.19. Oleh karena h,rl ini memiliki pengaruh
yarg singat hcra(i urtuk ukur.rn dan benNk )ang
diientukan unruk cl.mcn .lcmen ini. nraka akan di-

telrsknn .r.Jr., \lnr13r

\in

Pada G.tmh{r 2.19 sebuah elemen dipotong

me-

dikaji kemb.rli. Pada kenlataannta (ruklur masih


dalanr keadaan tidak setinrbang karena kumpulan
gaya-gaya tang sekarang Ierjadi akar menghasilkan
pengaruh balik pada lub elenren )an: akan nreng
akihatkan ltrukiur berotasi \edrah jaNnr.lanr. [ntuk
kesetinrbanjtan. lebuah momen r-ang berla$anan arah
jarum jam dipe ukan dan sepenisebelumnya nDmen

le$ali scbu.th pcnampnng etentu. Dalan] Gambar nri haru! be aku pada penanrparg di pemoi!,rgrn
l.l9 (.t) gala gar"a lua. pada salah satr sub-elenen karena tidaL ada gaya gaya luar lanr yang bekela.
dih.tsilk{n. Jik.r hanyagaya'gaya ini yang lerjadi pada illonen yang terjadi pada pemotongan dan ].tng di
sub-elemcn tcrsebut nraka suh elemen ini tldak akan perlukan untuk nrenc.rpai mk\i kescimb.tDgan di
beradadrlam kerdlan setimbrnr. Untuk kesetimbnng- nanrxkan momen lentur pad! pcnampaDg pcmotongan. grla galn harus letinrbang lan n jelas ridak an. Besamla momen tcrscbut dlpcrolch dari persanraterjadi pad.t keadaan inii rebuah gaya vefikal tarn- an keletiml,aDgan momcn untuk dixgrrnr bcnd.t
bahan dipcrluknn untuk kerelimbangan. Oleh karena bebas. Sewaktu monren ini ditambahkan pada dilr
tidak ada gala gaya luar trang Lain,!ang bekerja pad.t gram maka siltem dalam keadaan kesetimbangrn
bagian clemcD ini. gaya tambahan harxs bekerja pada siatik karena senua kondili untuk kesetimbangan
penampang di maD,i |emobngan teriadl. MeskipLrn sekdrang telah dipenuhi. (lihat Apendiks l).
gaya ini merxpakrn ga)r luarpada lub,elernen namun
Gar-a geser dan nronen lentur nrerupakan ga\a
ini
gara
merupakan
dalam
hagi
yang
gala
elemen
sala
r-ang teladi di dalam elerneD-elenren struhur
lcngkdp dan disebur sebrgai 'grya ge!er'. Besarnya dan dapat dideiinisikan sebagai berikur. cala gere.
ga,"r pada penampang di man, penrotongan dibuat pada lokali nlanapun adalah jun ah dan ga]r.!;\.tdalah perbedarn anl.tr.i g.tya luar yang ter.ladi pada luar yang bekerja padi elemen. pada saru \isi loi.:::
lalu lisi penanpang. coni{)hnya pada sisl klrl iru. ketidakseimbangan reiadi kerika s!\.i:.t.
tersebut dipisahkan secar.i legak lLrrus tcrhr,L:! !i-r,
Begitu gaya gescr diramhahkr pada diagran. elenlen. Momen lenrur padfl sebLrlli IL,l-.r j -r-ter\amaan kesetimb.tngan pada sub,+erie+rlape1--,-IelneLd&kh iunrlah dJri momcn moc-. ::j: ::. :

Ltll i t r
F.rr.i I a.

.r 1

llfr

Ll

fr \ na .t:'
Beh.n .rrv rrsi lerd slri
busi meta disebabkan

,i,1,
_ Polong.n

ma iner

..-r--1
,N

lr5

Gambar2.l8 1r.., r.'...

L,l.r! r,r.1 llr l,irlr:r

trtL.: nrrLi \.,i

i,.r,r

.,rl\.:rr\:

L,._

l.

,,..

, I'.,,,{,,i.L

.
ir .:.,,
r'....11.].
, r. .1., Jrrntrl.r Jr,.irrrr .rL,:.1r.L,i JLi,. li
. t ih trrr ,. r, , 11r! L.l,.L , l J.(
rr l"''r'r \' r'' r I I
- , . r\ ,,1,1. ,r., . l ' r..! r, ,.
, ..i ,, ,L,,L,l,r i.. ! .r ,:.r. ,l
.'...i'\

..

J L 1,,11,.1.i\'r \' r..L ii.\, .:,.i r . L',L lrL, trr\' !

luar yang hekeri,t pada satu sisi lokasi. sekitar beberapa tilik di bidangnya tidak seimbang. Gaya geser
dafl momen lenrur terjadi dal{m elemcn siruktur yang
dibengkokkan oleh aksi dari beban. Balok dan pelat
merupakan conloh dari elemen-elemen di atas.
Salu icnis lain gaya d.rlam dapar lerjadi pada
penampang sebuah elcmcn. yaitu da)'a ldak aksial
(Gambar 2.20). Ini ditentukan junlahnya oleh gayagaya luar yang bekerja padr elemen di satu sisi drn
sebuah lokdsi tcrtentu yang tida* seimbang kerika
dipisahkan secara pdralelterhadap arah elenen. Daya
tolak aksial bila berupa tarik alau tekan.
Pada kasus yang umum masing-masing penam
pang elemen struktur diberika, tiga gaya internal,
yailu gaya geser momen lentur, dan daya lolak aksial.

Pada bagian perhitungan ukuran clcmcn. ukuran pe-

nampang melintang ditentukan untuk meniamin tingkat tegangan yang dihasilkan tidal berlebihan. Etisiensi gaya gaya dalam ini dapat ditahan tergantung
dari beoluk penrmpang nelintangnya (Gambar 4.2).
Besmya gaya ga},] dalam pada elemen-elemen

.!rullur ju"n! lonnan


'cpdntang elemennlJ.

.eLlpi

gaya-gaya dalam p,tda bcberapa penampang bisa selalu ditentukan dengan membuat potongan imajiner'
pada tilik jtu dan pemecahan dirgran benda bebas

)ang drna\rlkan. PemrlJidr Icknil pimorongan imr-

jiner yans berkali'kali pada penampang yang berbeda


(Gambar 2.21). memungkinkan modcl gay, dalam
yang lengkap untuk die,nluasi. Pada saal ini perhitu
ngan di aras dikerjakan dengan komputer dan hasilnya
dirunlukkan secara gratis dalan bentuk diagram mo

men lemur gaya geser dan daya tolak aksial untuk


masing masing clemcn slruktur

Bentuk-bentuk diagram momer leniur. gaya gediya aksial lebih berarli Lrnruk bentrk akhir
dlri clcmcn clcmcn slrukturkarcnr bcntuk bcntuk tcr
ser dan

diman! kc
ku.tkn maksimum akan dil,cnuhi. Momen lenlur
schut mcnunjukkaD lokasi b.tgian bagian

biasany.t bcs.tr pada bagian tcng.th bcntang da. men

dckati s.tmbung.tn kaku. Ga),.i gcscr paling tinggi di

dck.u uiung rumpum. Daya aksial biasr.ya tctap


konstan sep.tnjrng clcmcn struktur

1.1..r. Ircrhit!ng.rn Ukur.rn

lleDcn

Ukur.tn penanrpang )ang lersedia untuk sebuah elemen Slrnktur harus sedemikian sehingga memberikan
kekuatan dan kekakuan yang cukup. Dengan kala
lain, ukuran penampang harus memungkinkan gayagaya dalam yang ditentukan dalanl analisisnya untuk
dilakukan mnpa lerlalu membebani materlal struklur

**,

dan hnpa terjadinyx defteksi yang berlebihan. Perhltuogan yang dilakukan untuk mendapatkannya

menggunakan konsep tegangan-regangan (iihat


Apendiks 2).
Dalam perhitunSan ukuran. masing-masing elemen dipe.xmbangkan tersendiri dan penentuan luas
perampangnla akan mempetabankan tegangan pada
sebuah level yang dapal diierima dalam respons terhadap giya dalam malsimum. Aspek-aspek perhrtungan secara terperinci bergnnlung pada jenis gaya
dalam dan, dengan denikan, legangrn serta bahan
-vang

dimiliki struktur

Sepeni halnya dengan kebanynkan sitaljenis per<ncanJdn. e\olu\r bentur Jl'lnr dan drn<nsr ddn \e-

-lD*

buah strukur adalah, hingga tirgkaian lertenlu. se-

___]___l__t,r",

bali.

ang bersiklxs. Jika prosedur pengukuran


-\
elemen menghasiikan penampang yang dianggap ierlalu besar alau tidxk sesuai dengan carn lain, perubahan seluruh bentuk struktur akao dilakukan den-lan
mendistribusikan kenudian. seluruh siklus analisis
dan perhitungan ukuran elemen harus diulan-li kem
buah proses

---_-]...-,n",
t-"

t'

Ii\d .ebr rl .rrutrur me r,pdnlribenrut leo ne.n


)rng srabil dan pcnampang elenen clemennya cukup
bcsrr, m*a daprl dipastikan brhwr stuktur inimcnl
punyri kckualm ymg cukup. sruklur ini tidrk *m
runruh ikibar aksi bebrn beban )ang dibc.ik.tn pad.i

n).,. Oleh \drcna iru.rrukrL- ini .,krn:m,,n.,xti


berdi brhwa kcad.txn ini mcmualkan rcambr

tidak

2.22). Struktur ini mungkin mcnderita defletsidalam

21 1r...,,1\. r.\..!.1..!.itr h,.:,1.1..


.f,
,r,.,.r!.rr.ji,rl1.
l.lfLl r,{,, j.tr ,
r...,1,!1n,,. r'r. r., ti\,,,r 1..!.rr.,r.r I
, . 1,.. rl , 1,,,,, .r,.\: !r\. ,l . l
Ganrbar 2

Diagram momen entur

i
kekuatani hal itu merupakan pcrmlsalahrn terpilah
dan dibahas secara terpisah dalam pcrancangan

2.5. I\esimpul.rn

Gambar 2.22

\'

Dxlan bab inifaklor fak()r )ang nempenSaruhipcr


\yararan dasar struktur lelrl1 dninjau. Telah diluDiuk
krn bJ})qa sesudah pencap.tian kesetimbangaD stabil
diperlihatkan ternyata \ebagirn besar berganlung pada
konfigur,tsi geonetris dari strukrur tersebut dan
dengan dcmikian mempakan sebuah pefinnbangan

f.

rL

,. f-r I r. r \.,

)an! he.dr dr baqrh aI.i bebJn Llzn d.lormc'r


yang culup besar unrul mcngakibatftan kcrusekan
p.tda konrponen-komponen bangunan ]ang rapuh
, ,mlah

seperti kacajcndela, atau dapat mengakjbatkan bahaya


bdpr pen!hInr bdnPLrJn urJu bdlrlan 'eJikrr pen) rnr
pangan dari bentuk bangunan. Itu semua adalah suatu

yang mempengaruhi penenluan bentuknya. sualu


bentuk slrbil htunpirbisa selalu dibuat dengan kekual
an dan kekakuan yang nrcmadai, lapj bentuk yang
dipilih mempengaruhi efisicnsi. Sejauh menlangkul
ketentuan kekuatan yang mcmadai, tugas perancang
struktur jelas, seridaknla sccara prinsip. Perancang
harus menenNkan melalui anilisis srruktur.jenis dan
belar g.iy.t gaya dalam yang akan Erjadi pada leluruh

jenis kegagalan stmktur


Defleksi yang terjadi akibat respons terhadaf

elemen kelika beban maksinum diberilian. Bentuk


penanpnng dan ukurannya kemudian harus dipilih
schingga tingkat tegangaD dipenahankan dalam b.itas
y.ing dapat diterim{. Setclah penampang dilentukan

pemberian beban pada struktur bergantung pada uku


ran pDanrpang elemen elcmennya6 dan dapat dihi
tung setelah dimensi elemcn ditertukan. Jika ukuran
yang telah diteniukan untuk menyediikan kekuatan
yang cukup akar menghasilkan defleksi yang berl.
bihan. makt dirambahtan ukuran dengan jun{ah yang

bawah beban naklimum dapal dihitung. Jika bcsar


nya berlebihan maka ukurrn elemen ditambah untuk
mcniadikan defleksinla berada dalam batas yang
dapat diterima. Clra tcrperinci yang digunatan un-

resuai. Di sini persyaratan kekakua. )ang bersifat


kritis dan menentukan ukuran elenren struklur' Kckakuan dengan demikian merupakan sebuah feno
mena yang sccara tidak langsung berhubungan deng,tn

dcngan cara ini mrka kckuatan fuktum)rl *an


cukup kuat. Besamya defleki yang dkan terladi di

ruk p(nenruLl rkLrJn.".'m(n l'errJnrLnP prdJ

jcni. Sa)J dJl,1, ..,ne ,rfladr

faJ

ien.*

Td.rng-rna.rnr
bagian struktur dan pada silat bahan bJran struktur

!ri:f

..

Bah:rn-bahan Struktrrr

3.1

l)en cl.rh

u lLrarr

tsentuk yang digunakan ulrtuk elcmen,elemen srruktur


dipengaruhi sccaru luas oleh rilir bahan pembuarn)a.

Sifat tisik bahan menentukan jcni\ gav:r dalam )u,g


JapJr difil, I J I t< I. elern r. \ 1e .. .r d.. \,.hJ! .l
contoh. dmding pasangan bara iak bertulxng hanya
dapai digunakaD pada saal rgangan rekan Lcrjrdi
Beton bertulang bekerja dengan baik kedka dibcblni
oleh rekrn dm lennnt etapl tidak baik ketika dibcblni

oleh

ga_v'.a

lfiik

al(sial.

Proses tembuatan bahan dan pernbenrukannya


i:di.14 e -e.er rer .',U[]rc. I'e|,f, 1)-.peranan di dalam perenturn bcnrukelenEn )ang cocok.

ner

Aspek .t\pek mengenai pcDgamh sifht bahan pada


geometri struktur akan dihrhas di sini dal.tm hu-

bur!JI1)",r:,errpa.b .,r .r'rk.rru1),,,)J.u


oJdn!dr b.,r,,. I - r l.J J. drl hrr,,n Denul. n!.

l.:.

I,nsnnqnn Bal,l

bar merutakan balun komposir yang terdiri


dari bcbatuan brtu bata arau blok hlok yang disc
limuti mofar dan dilunakan unruk nrembuat kolom.
dinding. lergkungan. atau kubah (Gambar 3.1).
Pasangan

rrrsaJan

jenis-jenls p.rsangan bala lang berbeda sangar

banlak dan bervrria'i sesuai dcngan jenls yanr

diprlih. Ilatu bara dapat terbuat dilri tanah liat bak.tr.


LonJr m"ldr p. ocr,,n Juu berDrgai l-rlJn ).r . mirif
J blok blok, yang sebenarnya adaiah batu bita yang

rr:ar besar. dapar dibuat dengan crra serupa. Batuan


i.!a adak hanya rerdiridari sarujenis relapi nemiiiti

LlEn

bahan yang sanga! luaE mulai dari batran

--jrmennsi yang rclalif lunak sepetti limettoe

i-rai

:::!a.

baluan granir yang sangar keras sena baluan


Kesatuan 'prdaf ini dap,u diSunakan dalanr

--\--sdnnlJ denpdr runrr


)anp.dnrJr o(ndrir.i

-.:-i
i-:

menghasilkan kisaran jenis pasangan barr.


memilikj sifar sifat yang sxma dan densrn

denikian nenghx\ilkan jenis elemen strukrur yrDg

.erup" Bahdn h"\,n IJ:r',). ,epenr iLInpLrr (crinB.


plsl, atau belon t* h.nulang memiliki siiat yang
hampir sama sehingga dapal digunakar untuk mcnr
buat jenis elemcn yang lerupa.
SifaGsilhl lisik yang sama yang dimiiiki oleh ba
han-bahan ini ad.tlrlr kekuatan tekan yang cLrkup, ke
kuaiar tarlk mininrum. dan kerapatan ya.g rclatif
tin!-si. Kekuaian krik yang sangat kecil mcmbalari
penggunain pasangan brra untuk elemen-elemcn yang
dikenai Saya dalrm tckan utama, yarlu kolom. din
dn:.dJn ten,. clc_r,.n,.r,,a./i,, tekin lihr BdC.Jn
:1.21 sepenl lcngkungan dan kubah.
BerNk srruktur riang dan balok 1bn a tl bean)
(lihaiBagian 5.2) biasanya hanla terdin dariclcmen

elelnen vertikal yang terbuat dari pasangan bata.


Per!ecuJliJn )alp r,1kcr.l .JJJn kril (,r'\Jr,'ni
(lihat Gambar 7.1). lcrapi di sini bentang elcmcn
horilontal yang terbuat dari hebatuan dibuat pcndck

Jen!r,, ca-1 n ernorfi uJr'! i,re-rorden.:n br.JI


kolnm JrJu dilorn!. Ve,Li'ur denu'idn. ,cl-JFrn
besar elemen benl,tng ho.iinrtal pada kenlalaannya
tedruat dari kayu dan hanyi r-ang terlihat padadinding

bagian lunr )ang ncnggunrkan bebatuan. Kerika


bentang horisontal yang bcsar dibua! dengan menggunakan pasangan bara. makr henluk-bentuk Jo,,
a.rh? tekan harus dieunakan (Gambar 3.1).
Ketlka momcn lcrtur )ang besar terjadl padr clc
rnen pasangan batq sebagai contoh, yang diakibat
kan oleh daya dorong pada dirding yang bcrasal dari
kuda-kuda atau struktur alap kubah, atau diri tekanan
angin pada dinding lnar. ntdka tingkar rcgangan lenrur
lrrik dipenahankan lupaya tetap rendrh dengan membuat daeral momen kedua yang besrr (lihat Apendiks
2) pada penampan-{ nelimang. Hat ini meningkatkan
kerebalan dinding dan kolom, dan selanjutnya akan
menjadikan loLurne bara yang terlalu besff kccuali
jika dilakukan perbaikan' pada penampang melin
Iangnya (Brgian.1.3). Versi r.adilional ini discbur
dinding pcnopang (r!rr.is".4. Semua dinding peno

'l

pang yang terdapat pada katedral Gorik arau dindlng


]ang berlubang dan berukir r-ang menopang penutut
kubah besar pada zanun Ronrawi (lihat Camb.rr 7 l0

nien!h.\ilkan dinding dan kubah,!ang berperilaku


lchrgri Fn.rhan \uhu. penyeraf bunti. dan pelrdung

dar 7.321 merupaku contdr-conbh yang paling

Ker\ltaan b!h$r (rukiur pasangan bata diberiuk


du.i ke\aruan dasar vang sangat kecll rnembuat pem
h,rngunann!a relatit' nudah. Dengin keterbrlasrn
stmkrur vang dtelaskan dl alas. geometri yang konr
tlek! d pal dihasilkan dengan relatif mudah tanp.r
nre'nbutuhkirn mesln alau teknik yang .anggih dan
strukur lang sangar besar dapal dibrngun dcngan
peralatan ,!ang sederhanr ini (Ca bar 3.:ll. Satu !a
tunya kekurangan unmr konstruksi p$rngan bara
adalah bahNa pcmburlrn slruktur beDtang hodsontal

spektakuler. Pada remua contoh ler\ebut volunre


pasargan baia adalah kecil jika dibandnrgkan teftadap
ketebalin efektif total dlndrng. Rusuk dan dnrding
diafiagma pada bansunan pasangan b.rta berlant i satu
yan-e tingsi (Ganrbar -1.21 sama seperti bangunrn di
abad kedua puluh. l'ada bangunan nrdern. monren
leniur )mg te{adi pad! dinding terurama diakibatkan
oleh beban angin dan bukan oLeh dorongm lateral
drri strukur alap. Bahkan keliki peranrpang melintang y.ing dipcrhaiki' dlgun.rkan. ,olu . bahan
dala strukLur pasangrD h.tl.r hiasanr-.t bcs.tr dan

seperti lengkuncxn drn kuhah ini menrerlukan tumpuin scmcnrara srmFi l,emhuatannla selesai.

Sifat'silat lain dari bahan jenis pasa|ga| ban


adalih bahwa pasangin bata rahan lama drn drpat
dig n.ikan prda bagian drl.rm d.tn luar brnguDrn.
B.than ini jugx tc.sedia di scbagim hes{r bkasi. se
hingg.t tidnk m.merhrk.tn pcngangkutaD dengrn turuk
)rDg panjang. Dcng.tn krll l.tin. pr\ango brrr mc
rupakrn bxhan ).tng bcrs.thabat dcngrn lingkung.tn
dlD pcnggunamnyr dih{rrpk.tn rncningk!1 padr rna
sa )xDg .tk{n datang.

3.3

K.1yu

Kalu lelah digun.rl(an sebagai bahan srruktur sejak


dahulu. Kayu nempunyai kekuatan tarik dan tekan.

Jrr .e..r:r.rrukr,rrdl co.otr ur.ul

berp(rx1 .ebJlxr

clcmen yang mcrnikLrl beban jenis tekan aksial, tarik

xk\i.rl. dan bcban lcnttlr Penggunaannya secarr melu.t\ dalan aJrirekrur adalah pada banguran berskal.r
dornrnik di rana ka)"u digun.ikan unluk me rbuirl

..,!\J \erj..rfl \r I
leng\ip.
'rn.LI l: n...i
da| atrp pada srxktur prsangan bata penikul beban.
\.'n!

er.J

Kaso. balok lantii, ra|gkr. balok nEnerus. bilot dengan berbagai ienis. lengkurgin. r/rel1. dan bcnruk

Ganrbar 3.2

'_

brnluk lipalan scmurnlr lelah dibu.tl d.ng.tn mcng


gtrnakan kar-u (G.tnbar 3.'1.3.6..1.9 dxn l.l0).

G.mbir33 1.,

1\

.)

,iex

.,

7
-, !l r, ,lr r \L\

iL,LL

KclcDuhrn prda tcgrk lurumlr serit kayu inl


nrnlchlbkaD k.rlu llrcrltpuuai kekuatan geser yang
rcndah kcriLa dikenai bcban bebrr jenis lenrur dan
jug! l]r.!nburtnyr tidaL uhan ledudap I'emusaran

r.JJr;Jr .f

\,'ne,''t.dr .l .ekrr.rJJr k,r(r

mesin \.p..ti haul dxn sckrup. Pemusatan teganSan


ini dlflr dikuransi olchpcnggunaansambungankayu.

)rng m.nrfalrn p.rrl.rl.rn !ans dnencanakan unNk


mcnanrhah dierah perringgungan dengatr bcbln )rng
.,r\r',, L.,r J:dJl,r'r..,rr h rr
ltJr.Jl '.'r:.'':r'.
=Jr

.Jn!Jn.-1hirn...i' \.,\r ..Jnr.d.Jr -rJrJrc i,:


rGamblr 1.5)..tkan relapi. meskifur telah hcrk.m

b.rng. krmlitan membuat sarnbungan ltruklL lang


menruaskan dcngan alar kunci mekanis m.auprkrn
seburh t-lkt(tr )ang menbatasi kapasitas hcban )og
dapal dipilul oleh elemen kayu. khususnla clcmcD

talili.

r ' r.
Gambar 3.4 (\rr r \r. rtrl\ ll.L\r I \.
\,ntr1 l\\ \!rrfr..r.,r,,)!1. r, rL,... ii rt..u
Ll! r,l n.5 ' i r rtr l, i j, ,..11 I I'h.Ln. ,,lLltrr

Perkcmbangan stflrktur perekat kayu padr rbad


kedua fuluh trlah banr-ak Iuemecahkan nrasalah kon
sentrasi t.grngan prda saorburgan, Ielap; kalu yang

,r.i.1,,

akan direkrrkan harus dipcrsi.rpkan dengan sangat


lrati hatijika ingm \.tmbungrrnla me,niliki kekuar
an ptcn\irl )ang penuh drn pengeringan perekrt

l,r \lr\r,

har$ bcradi di ba\lah kondisi tenrp.htlr dan

KenyatdaD b.th* a kayu nreruprkan mahluk hidup


Enjelrhkan kch,tkikian sifatfi!ik df,s.tr )ing diniliki
n)a. Bagian d.d pohon -\ ang digunakan untuk struliur
ka)u jantung krlu (r",rrrood) drn gcrah kar-u
,,"nu./. JJr h.,1.,r.' pohon 1,.rnnLn\Jr lLnr.i
.r-ukrur fJL.! t,h..n r'Jup dJr ,'l(hlff.n.'lu.'eperi

halnya kebanyakrn organisne. biasa la lllemiliki


silat slruLtur yrng rrngrt baik. Kar- u lersusun alas
scrat sel panjang )ang lurxs paulcl tc$adip batang
pohoo asal dan dcngan demikian terhrdap sent kayu
tang dihasil(an dari lingkar:rr tahtrnaD. Brhan dari
dinding-drrding \cl mc rbeikan kryu krkuatar dan
lakra bah$a elemcn clcmennyr nr.miliki berat atdn
yans rend.rh hcrkontribusi terh&lap henl jerisDy.t
),ang rendnh. Bcrrt katu )nng ringrnjuga disebabkrn
oleh slNktur scl bagian dalam ).tng menghasilkrn
pcnamp ng nrelinrang elemen yang sccara peflnanen
'diperbaiki (lihar Bagian .1.3 ).
Jika paral.l tcrhadap serd! kayu. kekuatannta
kira-k1ra ,!ama drl,t tarik dan tekrn \chingga papan
dergan leral kalu ring lurus daprt digunakan uniuk
elenen yang mcnrikul beban jenis rckan aksial, tarik
aksial, arau lcntur scsuai dengan bah$an di a1as. Jika
lcsali lumi terhldap scrat kryu. keku.thnnya kecil
kircna serat dengan sang.tl mudah dapat dihancurkan
atau dirffiklepas kelika dikcnai beban tekan drn tink
dalam arah ini.

kc
praltis
Hal
initidak
l.mb.ipxn irlatif)ang rerkendrlir .
jik{ dihkukan di renp:rl banguran dun ha.us diaDggxp
sebagri tcknik prapembargunan.

Klyu mcniliki fenomena yang dikeDrl schrgai


'|er!r.:,tJr' \..lcrnb.rp:n'. P(rcer!,Jr tel l-JtJr iri
timbul karcnr dnnensi polongan kayu )ang lefal tcr
!:,r.I o.ud l.aJr .e.eI,l'!1. 'r,\."1'.'r\. rJ:r r.'r'
berrr air di dalarnoya dengrn berar k.ing. )ang dinlatakan dalan persen). Kelenrblpnn nli dipcngaruhi olch Lclcmbapan relatil lingkungan yang bcrubah
secatu tcru\ menerus. sehiogga kadxr kclembapa, dan
dimeDsi kx\u iuga berubah secaru terus mcnrrus. Knr-u rkan mcntusut mengikuti berkuraDgnya kadar ke-

disebabkan menurunnla kelelnbapan


rclatil dan akan ruemuai jika krdar ketembapannya
n!ik. S.'jauh hal r menr-angkur srrukturyang menggunrnan ka)u, salah ialu akibrl penting dari hal ini
adalah bahrii sambungan ),ing rerbual dari pengjkat
mekrnik cenderung l*an semakin longgar.
Porub,rhan ledar kelenbapan tcrbesar ierjadi pada
lebuah contoh kayu dengan mengikuli gugxm-va pohon lcBcbul. Setelah pohon ini gugur maka pohon
lemb.tpan

rins

\r,,r rrrn\ r: rL.r,r r.l ,, rltr, ttro!


.l rrJ, r,. .k[o l,rL ,]r,.i llrJn Jxixn
I i,.Lrr I t: Irr \r Srx,i.lir \rl,ir

1 l,.r r r,

hrrN,:.1

'1r!,rrr\

(a)

]++_-.
.re+l

HH

ef,r,r
r ff"J+t+

Gambar 3.5 r'ci!nrn Lr!


lxrr ,l LtrnrIrr udL L n.trS!
,rf!r F.n^dd t.9rtr1.0 [tr1.1
:.{rlnrtrt.u \r.brD!rd I r!

(b)

iliblr J.ir\ r.d^ l\xul Jr !


1..,b.!r dqDl,hrtlr

d \rL

^Ir-^\

\fAl
tcrscbut mengalani penguranga nil.ti lclcnibapan
Iditu dJri ,elilr.l .:0 pir.en pxdr p,.h,! I Juf. n pr
anl.tra

prkrn

l0

20 persen pada pohon nari. y ng nreru


batas.rn norlllal kadar kclcmhaprD kayu pada

struktur. Pengeringan a\\'al ini nlengakibatkan susut

dalam jumlah yang bcsrr d.tn harus berlangsung


dalam kondisi yang lerkendalijika ingin menghirdari
kerulakan pada kayu. Pengend,tliln pengeringan kayu

dit.rJlui .ehJr!r

penperilg:r1

,\,d.. an,., P(r!eri-

ngan merupa*an proses dl lllara k.tru harus ditahan


sec,trr fi!ik untuk mencegah pelltitan a*rl permanen
dan distorsi laimya yang diakibatkrn oleh perbedaan
sulut yang lid:l{ dapar dihindari lerjadi. untuk lelnertara. yang disebabkan olch lidrl ralanya pengerirgan.
Jumlah pe$ed.tan susut harus tetirp lninimun dengar
cnra
kalu mcnjadi Fpan dengan penamprng'nemotong
yang kecii. karena \air\i kadar kelenrbapao
tcrbesar terjadi antffa k.rlu pad.r bagian lengah baun-!
dan pada permukaan di manapcnguapan kelembap.xr

mm x 250 mm) dikarenakan fakta yang jelas bahwa


Lr.Jr mJlnrnurn penrmp:n-!- meInrarrr o3n prnlan!
.lrtellJk uleh ul,urJn puhun J.lrn)a. .eldrn JU!J
dikarenakr keinginan untuk mendapatkan penam
pang melinting yang kecil unluk p.oses pengeringan.
Komponcn kompnen terschur dapal digabungkan
nrenladi hentuk elemeD elemen kompsit r-ang lehih
besar sepe(i gelagar dengaD menggunakun !,rmbung
an paku. sekrut. atau baut. Meskipun demikian skx[
|emasangan struktur biasanya sederhana. sehubun!rn
dengaD ukuran uku.an Fprn yang tecildan kesulilrn
(sepcrli yaDg rchh dibrhas schclumnlr) dari pcnt
buataD srmhungnn struktur y.tng baik dcngrn b.than

hr)u J riLnJL!,, JiJ-1.n, nr.,lrur JirJin;pfln

rc.jadi.
Elemen elcmcD layu dapat mempakan kayu gerglji lang se nta matr nrcrupakan kayu yang diporong
logsung dari sebuah pohon dan sediklr proses lebih

lanjut relain pembentukan dan penlhalusan. atau


p.oduk basil pengolahrn, )ang sebelumnya telah
mensalami proses lebih laniut. Contoh pentins dari
prduk hasil nnnulaktur adalah kayu lapis dan kayn

B.ntuk-benluk

lecrra pralcl dan luru\ tc.hrdap rrah batang pohon,


schingga clcmcD clenrcn prdr sisi l,arrlehya memiliki
pcnampang nrclintrng segicmtar. Kompuren dasar
kayu gergaji relatif kecil (paDjang mak!imum seliitar
6 m dan penampang melintang maksimun sekitar 75

krlu

gergaji yang tersedia mc

:iF3l.rn konsekucnsi dari asaln)a yaitu dari pohon.


{idlah lindakan yang lcbih mudah untuk nemo{ong
:.r-Jn pJp:r dm b:r:rr! f,,h.n J(n!a,rpenr!errrjkn

kul betran seba-qai elemen-elenEn hoflsunal pada ba


rgunan pasangan b ta (lihar Garnb 1.13) dan di

ill nura eiemer kayu


vefiikal ditempatkar bers:rma-sama untuk nEn$entuk
p nel dindrrg (GambJ] 3.6). Perggunaan kayu pada
ranska smktur (balok dan kolon disansga oleh balok silang dengan iarak ymg berdckatan drn olch
panel dindingl kurang uirum kricna pennNalan gaya
dalam semua konfigumsi kalu

gaya dalam lang terjadi mcmcrlukan penggunaan


bahan yrng lcbih kuat lepeii bala. l,ada semua kasus
rersebul bentangnF rclatil kccil, biasanr'a 5 m untuk

.rrLrt,Lr dflri J

r!.,r h"lok.il.,nr lenJrnp!r! ,(!i

:i

binali lnura

knyLr gergaji dao paprn komposir

K \u lapii lcrnrbar l-7c)


dcnsnn jrrrk rang hcrdckatan. drn 20 m untuk
struk(ur arap dengrln susurrrn clemen \cgitiga. Sennra

enlfrt

imktur kalu jrfung mempunlai sruktur vang lcbih


dari dua ntnu rigr tingknr.

l6

l'()duk kryu dibuat dengan mereknlkan elenrenelemcn knyu yang kecil seclra bersama-sama dalarn
kondisi pensaNa\rn mutu )lng kerat. Pcrckatnn kato
dari clcmen'elemcn kecil ini dhnaksu(llan untuk mcndlprtkan keuftungin k yu sc eniara tnd.i saat yang
srma memperkccil pen!rr{h dari kckurangannvr.
]rhu lanabilirxs- ukurao !lng tidak lelxp. b:ur\
uluran komponen tencndiri. dafl perihku anisorropik. Conn)h contoh drri krlu burlan di alas rdalnh
kn!u lapi.i. p.tpao konlporit sepeni ripleli. dan konr-

adalah hasil produksi

r_ang mempun]'ai nnmpang segiempal besar r"ang

did parkan densrn merckatkrn elemcn l(ayu penampans \.sicnrpar kecil),ang soljd secan bcrsama-sama.
Keunrungan )an! jel$ dari proses ini ,td,tlah dimung,
kinkrnn!r pembu.trn clemen dengan peflampang
meli xns solid yffr lebih hcsar dibandingkan dengan
yang dimungkinkao dari kayu gergaji. Elcmcn-elemen
rans \rng,r panjffg jug,t mungkin dibual karena
papan utania disambungkan antara ujung dengan
ujuns dtngan menggunal(an sanbungan ian (Gambar l.u). Proscs pelapisan ju.c.r memungkirkm pembuat.n elemcn clcmen yang dilcngkungkan atau memilil,i profil ku^a. Elemen-elcmcn lengkung (Garnbar:1.9 dan 3.1t)) dan elemen rangkr portal (Gambar
.1.4) adalah c0n1('h-contohnyu.

Ganbar 3.3 \..

.ll

Gambar39
.

l\'lutu dan kekualan kar-u hpi\ biaranya leblh


tinggi dibandxrgkan kayn gcrgrii dengan dun aiasan
Inendalar Perlama. pcngguDaan komponer drs.rr
\ang memiliki pcnrmpmg keciL memungkrnkal pro
lang lcbih clektil. deng:xr kegagalrn
'.\ pengen|ga
yang
lcbih scdikit dibandingkar derg.tn
i.ngeringar

:cp-"al:.r oerr;enrp.'r p.,.., .lrre,, k:), !erj:l


reiar. Kedua. pengguman srnbrngun jari. )ang
engakibatkan pengurangan nrinimunl kekufuan

.ap!n utarni, rnernunglink.tn keNsakan yarg ad.t


:rLllnla unruk dipotong. Pcnggunaan utaml] l.ryu h
:r. ldalah sebagai p.ry,anjrngan pengguraan clcnicn

ii\u

gergaji,!ang rrrbata! dan dipakai unruk konli

:Lrra\i s!ruktur yang scrutr misalnya sebagai bak)k


.:l.ll)g ip;r/l yang dipasang berdekatan dan daprr

r,l

\" .l),

l,

\. .i LK ,.r

L tr.

menrberikan benrxng r-rng lebih paqang. Kekurt.m


elemen ka)u lapis )rng lebih Imggl tusa memLrng'
krnkanr)a unluk lebih elekrlf dlgn rakin dilim koos-

rruksi ringka

Papin

komtosir

crupalian hrsil pcngolxhxn

\ .rr.rJ,iJ., rL.,\, l.r...r.k,. \J. l.cr\"!: .rr.


pitar

komposil tcnnxsuk ka)u lriplck. fa|rn hll)|.


dar prpa| paflikcl, )ang sdrnurnlr re."edi,r dalunl
benluk lembnr{n ,-.tDg tipis. Tnrgkat kandun:an pe

rckrtnlx hrggi.

daD

ini nreml,erikan Llkumn

hil ..'llJ ,. n!, !,r!r (.t:J I..,

r(1-" r.

Kebrn) !kan papan komposit juga

ilxr! .i,.
,r.urr.,i-

'
r,:

merilili ler."hir

r'ang Iinggi terhadap kerelakan pxd.r dr.r,,h


scnt.rsi legangan sekirar paku dar iekuF

P t.,r'

t. t,. r .l-ulJk'..r .(i.,-,.r ..

.'

Ganrlr,tr

312 \,

.\

sml,lur lalu digunakan seb gxi hilan lrrullur Lrmnh

bail onNk menrhcntuk seluruh slrukur txda bansun'


an, \.penr drhrr konirrksi panel Jinding ka_\u.
nraupun \ehrgri elenren horisonial prdn struklur
pa\Urgan buh l,cnrikLrl b.hrn.

3..1 llnia
Pcngrunaln bdil iebagai bihan slruktur utama

di

mul.ri nrdr.tkhir rbad kcscmbilan bcla\ ketilia mcrode


pculol,rhrn bri.r ,\ung nnrr.tl) dikcnrb.tnltan dcngan
sktll rrng 1ur\. Batr nr.rupirLan bahm yang mc

puo)ui sifrr \trulrrr ),rng

\.td1i pel.u \rDrbungrn 1tr',, / /)lrrfr ) frdr


Nlr)h:1n:un!n nrultur lit\u nri, ,f P.n-!!t'tr!rrr
\xng l in aLhl{h nbrgii.lenren n/l Pxdr pe amtrng
hrlok liornposit I atau \egienrfrl yan! ll.n{r,!r t.drLral
(lufl kx\u g.rlrii (Clrubu I 1l dntr Gxrnbar 1 l:l
\(l,under

Seb.r::tril!'\inrpuhD.

rr{ ,1:1 I 't.d

kr\u

ahh hrhan rrng nrc'


r..'r (o'rr'i, r., l
vrng menrungkmkar |xn-

fJr. rh.'r'-: 1.1i

\lirt-siiat )rrg diniililirtr


ritnan \trulrur \lDg rinsrn

dan se(lcrhin dril nr

Jr(mbuardnn\r. BrsxiDLrnaf un. lekurrrn la) u rclllil


r.ndxh. ukurtln *ompoo.I (lxwr!a le(il. dan l.\llir-

rn untuk rr('o(rpri slnrktr

sanrlrung!n )in! hrik


..ndemns nrcnrb|txsi ukumn \rrukru( \rng nrn!lin
dihuat. d!n l.hrr)llrD nnrktur ku\u ntmilik 'krl.t

ls

\rng kecil (lfngrn benuns )ang pdl(lek Jxn i rlxh


laflri \ar! \.dikil. Sekarrng ini. str'uklLn kar-u hr frk
(liSunrlan fr(1x rrsilekrrtr hrnsunrn Jonre\rik di rlun!

hril.

Ba.ia

n.orpun!xi

I.

klaran yang ling!i dan \anrr Iunt prJr kckuataD uril


D Upnf tekxn drn oleh krr.In itu brt.l rdrhh el.nrcr
\trullur \ang lrr.nrilili hrh\rn \cnrpunH \anq rk.tn

ll)L'rhxn hcbrf j.ni\ rarik rt\irl. rek:rn xlsirl. dan


lcnrruJ,rt.,r 'J. lL\\. h.'rrTii.Jfl.r. li.r.'r rrrr\
'!
baia li lsi. Ierrfi f.rhardinlxn anlarx krkurlan terhrdrn h(r.In\r iusr tinlgi \ehingga tonip(,nen bqn
r.^ehur tidak k'rhlu b]:rar iikr dihubunekan d.ngxn
kipr\il!\ mulr bthrnn\r. sehnu bcnluk-bentuk \truk'
rur \rn! Jigunrkrn nr.njanrin hrh$lr hnhnn ter\.bul
difxrsufrkn \L'cxru ell\i.rr. ()l.h kxren:r itu. p ti

hr!irf Jiminr behan lcnrurdipikul. pcnggunlan p."'


r. r f. r : ,rli i ,r! h I., t.,rg .llF l- i\r' ,Ih aiJ|,l-.'r I t lJn F r.'r',t, 1: r'. rr. rrr! .'J.,kir penli !

Kekuaun {l.tn berar jcni\ haja }ang lnrggi mernhuarn\a sesuni unruk disun.rkun dahlll jenis \rukrur

rangk . di manr !olume \truktlrrnya rendxh jiki diblndinckan d.n{rn volurne lotal ban!unnn !an! di-

C.mbar 313

,.\,'-''.^..
di

Ioprn:nvr. Ielapi lrn.lrklurn


I

\ r.

"
. r ,en Jr .l. ..n,

."r

iirnul lcni\ jll,) \rng

5el r. I .,..r.,,1 lJ| rr. .


J,i . h o( r.'n p.rr! ./ . I rrJ

r lllns digunxkan bersarnran dcngan b.nnr. ntal


\r\u lCr rbrr Llll) unork memb.ntuk sCbuih \truk
rJ

trit

'uod L

..

komf.
.r diperbaiki rn.nixdj tenampa|g nrrhnrng hcrgc
a\,no ,, L r, ,.,. (Jr lJl\- .!k.....r.,. ..i
-.!.ukup d.tp.{ dic.rpri. Unit l..t \ang rcrdiri dui
.t -: daur bai.t rdalah hal )arrg ridxk bir\n.
IlenIUL clcmen baja sirgat dip.ngr.uhioleh prr
r"nS
digunrkrn unluk memb.nruk bqr terlebur
-\:rijran besar baj! dibeDtuk oleh pi)scs /? r ,"// q
:ur konlposil. PcDrmtrng rnelintang -rrruklur

dan

rija
LgaD

, . i,r:.rJ(,Po,t ,:,..:.'r .,.r.,,,'/..,1,!

ting.

rr - 1..ntulan de g.tn pendinlxrar). Pcnggilingrn


!_:-r penrmrsrn idrhh troses pe b.nruld trtrmx
- ..J hongkaha b.tjr yanjr nernh nrcn\llu selxl,l
1-..: t.!rrn digclnrdin:krn di a LI! heherlpa ke-r, r oe ggiling. P.nrmpr|g rnclnrrrng dlrr1 bong-

.--- rJ|! rsli bix\an)a dicerak dari i,aja yrng bllru


_ .Jr 1..: . r\. l.. rL" |LI ...r\ .. r, . | . U.. I
r -..:i \!r! iliblt pr(\e\ penggilmsln ukuran pe,

g di-

tnnrpar!

ltlell

a|g dik!tunsi nrlnirdi elrrh lieirl

, f

menjildi benluk ).xrg rcpar dln khu\u\ L(;rd)rr.1 I


B.rta\an bennrk p.r:lmpang rrclintlfS \xn! (t hr\Llkli
\angal besar dan nl.]silrg rlr\irg h.Dtuk nienredukrn

pengsilrrgrn ak-rir lers.ndii.

[].rncn.l.mcf ]!f:

IJI .rdl1', ,r ,ki..:i,.,.r.,

rr ,t L,

(lih.rt Apendiks 1.3) dalaln hubLrrga \.r Llcnsxn l!rs


lotr icalnbar -1.15). Bentuk pcr.rnpxng nr.lintrng I

untuk.l.m.n el.nr.n b.\xr


Ime melnbcnnil b.tlok Lixn kol(,n tud.r fSkr nruk
Illr. Beot!k ka lrl dxn silu cocok untuk elemer-eiemer kecil scpcrli Iapirxn rumtnrn seknfder dan \ubelemen pada raogka scgjrigr. llenruk fenrlnpnng per
\eg1. bular. da pcrscgi cnr|.rt vars berlubang diha
\nk r dalanr bxtr\rn ukur!n )rn! luas dar disLrnakrn
seperti hxln\r tclxL d,rtrr dxn barrng solid Jr' -srn
d.rn H biasarya digunak.nr

)ar)g Jinriliki ielumh penanp rs srrnd$ did,riiLrkrf


drllnr t,rhel peflllrrp.xrg lang Llibulr oleh frhtrk btr.ln

\1.rod.' l!in )ang dlgunrL.tn uDrul .r.nrbuxt


iu rlxh \rng hcsrr

kornponcn kompnen Lrtta drlrn)

rdrl$

lcngxn rrerodc IJembenruk.rn deng.rn pendi


Dgmxn (,,// /;,7,r,r!l Dalam pro\es ,ni. lenrbarxn
hatx lipis dararr'rlrg lelah dlhrlilkrn darit()ses p.n:
gilingdD dcng.rn pemanasan diLipal rtnu dibengkokkaD
d.rlanr k.!dr!n dingin ullruk memberlLrk penanrpan!
nrelirlng nruktur icx hxr l.l6). Elemen elemen

rrtrg dihdsilkxn dxri pro\cs ini melnpun,lai klrakre


ri\ril. Iang \.rup.r d.llg.tn peMnpans !ang dih,rsilko

.l,r:l

r.t

gort rio,1

l.r-Jr t< 'Jr:\:n.s\

r,rlel .1.rncn cl.men iersebul nrenriliki t.ndmpang


\an! 1.1xf. lcrapi kerebalan logrm teNcbut b.rkurrng
sehir!:a el.mcn.l.nrcn lersebLrl lebih ringrn. drn
renrurr"a nre.riliki katr\ilx\ mual bebrn yang lohih
rerdnh. Bag.tinranrpun. pro\es-proses reaebut mc

murskink!n fcrnburtxn bcntuk penrnrlang r. anf


nrln. S.rtu h!l llm lrDg nicrrbedakan fr,\cs tros.\
IeNebut ad!l.rh hahsa pcralalan ynng dilunakrn un
mk pr$e\ rn..tllxn dcrgar pendmginan lebih sc
dednnr dan dlfxr Lligunrkx unruk menghusilkrf
penampaDr nrelin ng \xnS b.nruknlll dllesuaik.rn
!nuk penggunlan )rng khusu\. K.reur penatnpans

. ,..11e,,

.1e,,! rt(r Ir!Lr ,(rlu.'rJ.rr.'.


muar )ang rend,rh. nraka pcnrmpang ini terulan
digunak.rn uftuk cl.rn.n \cku der prda nrukxr ataf.
sepefi /rr1l,r. dd untul \jnc r hpirrn lunlpuan. lt)
Iensl elenren el.nrcn t.r\.bLt unlLrl perkembangaf
di nusa )nng akan d,rtur! srngrr b.s .
Komponen drukru bara drp.rt iugx diha\llkar
Licrgan per.eiakar. )an: drhm kxsu\ r'.tug sangar

Lo )plek\ lnenmn!kiik.rn temhuxtrn h.n1!k penam-

MI
(b)

Gambar

317

,.r,r,..1. ,rL

l.

pang ying seluai dengan kebutuhan. ALrn r.rrfi,lek


nik ini bermasalah ketika digunikan unruk konrponen

strukrLn, )ang disebabkan oleh kcsulitrn untuk men


ianin mutu cetakan _\rars baik d.tn !.tnra di kelelu-

,,LrJn l'Jgrar P.,dd ,ahIn L'1u1 : *rr .li!unJkannva


ltruktur logan bcsi di ab,td kcsenrbilan belas. kerika
pencetnkin digunakan secxra lua!. banyak terjadi
kegagalan sruktur kiususnya pada Tat Railuay
Bridge di Skorlandia pada tahun 1879. Teknik di atas
irrznr digu1.,kx r dr dbad kio-,, f.r'uh LdI rr.api

adanya kemajuan teknis mcmungkinkan teknik


'/r\ehur unruk orperkenilkrn k. m"Jl:. P"JJ .!ar i.ri
contoh-conroh )ang mcDonjd uJal,\h gerb.re1e di
Cente Pompidou. Pa.is (Grmhar l.l7 dan 1.7) dan
\ambungan umbungan rangka pada gudang kereta
api dl Stasiun W.tlerloo, London (Gambar 7.17).
Kebanyakan slruklur rangk,t baia yang digunakan
pada bangunan lcrdin dari clemen elemen dengan
ienis proses pcnggilingrn dcngan penanasan daD hal
ini t'rakibat penting pada penampilan dan benruk
(ruktur keseluruhan. Satu akibal yang jelas darl
nroses penggilingan adalah bahwa elemen-elemen
irenlusunannya bersifat prirmatik: elenen-elemen
t.rebut paralcl prda salah latu !i!i dengan penam:ug melintang )rng konstan dan lurus-tbrmat sisi
..ng lurus pada sruktu. rnen-gesankan sebuah keler
:rurun (lihal Gambar iv, 1.10 dan 7.26). Namun pada
:jnun-rahun belakangan ini, relah dikembangkan
-<rode untuk membengkokkan elemen elemcn baja
.::iru.lror
nenj ad1 penampang ]engkung dan
:- rni relah ',1lrd
mcnrperlua! batasar benruk benluk ]an!

:::;r

I rL.r"rlr,l!

menggunallD baja.

Proses

F-mbuatanjuga nemp.ngruhi ting|rr cli

sicnsi yang dapar dicapri strukrur baia, untuk bcrbr


g.ti alasan. Pertama, biasanya ridak nrungkin mcng

h.rsilkan bcnruk pcnamprng mclintang bajr ying


dapat disesuaikan untuk xplik.isi khusus. karena di
perlukdn peralatan penggilingxn )ang khusus untuk
menghasilka! henluk peDamprng khusus teNebut sc
hingga birla nDdalnya biasanya ikan jauh melebihi
anggffan suatu proyck- Pcn.tmp.tng standar hiasrn).t
h.trus digunakan dcng.tn memperhalikrn faklor cko
nomi, d,tn .tkibatnya cfisicnsi hatus dikompromikan.
Srtu altcrnatil adrlah pcnggunaan clcmcn yang
benluknya disc\u.tik.in. yang dibuat dcng.tn pcngclas
an bcrsama komponcn komponcn standar scperti
pol(,ngan I rang diburt dari pelat dalar. Hrl ini menrcrlukan biala p.mbuatan yang lebih tinggi daripada
pcnggunaan penanpang standar
Kcrugian kedua dari penggunaan penampanr
yrng discsuaikan dcngan pennintaan ini (rd-|r"-peg)
adalah penampang standmya mcmpunyai pcnam
pang melintang yang konltan sehingga keku,ttannla
akan ietap lepanjang bentangnya. Sebagi,tn besar
elemen struktur dikenai gaya-gaya dalam yang beL
varialidari latu penampang melintang ke pnanpang
melintang lainnya sehingga harus memiliki kekuatan
yang bervariasi di sepanjang benrangnya. Tentunya
munskin-munskin saja memvariasi ukuran penampinP )3ng ur\ hinggd b.,r.in ren.nru. K.rilggi,n
sebnah elenen penampang I. scbagri contoh, ddpat
divariasikar dcngrn pcmotnrlrn s{tu atau kedua
dffi y"17, pemotongan w.l, untuk profil lancip dan
kemudian pengclasan fl.,r kcmb,tli. Jenis yaDg sani,t

r.ff

7
Karena struktur b.rix dihult \ebc lulnnya di pabrik.
naka pe.ancangan lrmbungan aniar cl.rncn mcrupa

kan sebuah aspek ).rng penting dlri scluruh pcranca


ngan y ns menrpengaruhi Frilaku \lnrklur dan pe

nampilan ran:ka. Sambungan d!pa1 dibuat baik


dengan pembiutan maupun pengehsr (Gambar

l.l8l.

Sambungan baut kurlng

eirktii untuk

pcnye

bara| beban karena lubarrg baur mcngurangi ukuran


elektif penanrpang elenren drn ncngddba*an konsenrrasi tegangan. Slmhungrn baut daprtjuga terlihat

Gamb.r318 :.rr!_,.,,

I f,
, \

\i , , , r n r..1,...r
..,Ll:,r\r[.

.ljL.rtr.L, hr ,.', l
,. ,r i( ,ir.L. \' , .
]Irl\.,]rr|..
.r'
.

deng.tn balok I taneip daplt juga dihasilkan dengan


pengchsan bersam.r tigr pclat dalar yan! terpisah

untLrk membentuk scburh penampang mclintans


hcrbentuk l. sepeni )ang lclah dijelalkan di atxs.

lelek lika tidak dirinci dengrn \cksamr. Sanbungan


las lebih rapi dan mentrebrrka' bcbao lebih eLkdf,
tclapi proses pengelasan menuntul kcahlian yang
tinggi dan memerlukan persilfrn komponen yang
sangrl had-h:rti d.rn prc\e(lur yung lclili q:belxn sambung.rn iiibLrat. Llnruk ala\xn al$rn iri pengelasan
di tcmpat bangunrn bi.rlanr"r dihindari dan siflrktur
baj.t biasanr"a dibuxt di pubrik tcrlchih dahulu dengan
pengelasan dan dibrut \ecrr.r bcr\.tnran pada lokasi.

Gambar3.lC
lj |r,

rr,

\.'. l,

r.

\l

Kcbutuhar pengarrgkutan elernen kc loka\i nlcnrbrhsi


ukur.rn dm bentuk darl komponcn irLr scDdiri.
Bqa dibuat dalam kondisi pcnlawalan nrlrtu yang

..1!.1 Ie,ir .el'rr!!: J.,f,,r J:..u,Jlr,', ,lJl Je....r

strxktur dengrn hktor tuktor kernranan r'.ang rendah.


Perpaduan rnlltfu tukr(tr di rt$ dengan kekuatan yang
tmggl akxn mcnghasilk{n.lcmen elemerr yang ringa|
dan penampilan y{ng rrmfnrg. Bentuk dasar baik
p.td.t konrponen I,embentukar dengan pemanasan
'.:.rl.Lr |e'Jir!r1Jr drkendJlr(J Jllrrr role.a1.:
yrng k.cildan logam ini \endiri dapal dengan nudah

neng{l.tmi

proses pennesinan serla pengelasalr yang

hrhs sehingga hasiln)a adalah rampilao sanbungan


).tDg rapi. Efek visurl keleluruhann!a adalah sebuah
struktur y{ng tehh dihuat dengan ketepatan yang
tinggi (aiambar 3.l9).

dan agrcgrar d.tl.trn konposiri ]ang rcpxt dan kemudian dit.tnrhah dengrn !ir. yrng nrn),cbabkan scnrcn
nrengahmi fiidrolisa!i dan kemudian seluruh camfu
ran berkumpul dan mengeras untuk menrhentuk sc
buah bahu dengan lifat sepeti bebatuan.
Beton tak betulan! memfunlxi sifat ylng serupr
dengan pasangan bara sehinggn balasan kegun.trD).1
sanra sepefti batasan untuk penggunaan fasaDgrn bat.l
-!ans diganrbarkan pada Baginn 1.2. St.uktur hcton
biasa yang paling nenakjubkan \ekaligus jugr yaDg
paling awil ailalah bangurran kubah besar,rwal zrmrn
Ronla$i (lihat Gamb 7.30 sampai 7.32)
Beron mempuryai satu keuntungan lebih dibrn
dingkan dengan bebaruan. y,rilu bahwa ben)n trs.dia
dalan bentuk semi cair selama proses pembrngunan
dan hal ini menpunlai riga akibat penting. Perfrmr,

Dua nrasalah yang berhuhungin dengar baja ada

hal nri berani bahwa bahan'bahan lain dapat diga

lah penrmf iaDnya yang bullrt dalan pembakaran.


di\cbrhk.rn hilangnva sifat mekanis yang dnnilili

bunskan ke dalanmya dengan mudah untuk menam

padu lenrpemtur yang relatif rendah. drn kerldalsmbil

baja-baja larrnia adalah baja dllam bentuk batang


Iulangan ritii \ang memhcrikan kepada bahin tom
poait (her(;n benulangr ha\iln\x lajamblr 1.20) kc
kuatan larik dan kekuxlan l.nlur .eldin kekuatrn
.er-n l..eJLJ. rer.eJiJr)J h. r',1 Jrl:n h<rrLt .J:rJn
membuitnya dapat di.'etrk ke dalam \ariasi bentuk
)arg lua!. Ketiga. prose! pencetakar memberikrn
sambungan inrar elelnen r"ang langat er'ekrif drn
menghasilkrn strukiur yang nreneru! !!n! nrcnuikk.rn
efisiensi struktur (lihat Apendikt i).
Beton tretulang selanr memiliki kekurto tariL
jnga memiliki kekuatan rekan dan ka.ena itLr cocok

an knnian)a yang linggi. yang dapat nrembuat baja


mudah tcrkcna korosi. Kedua hal ini telah diatasi
sampai tingkatan te(enlu oleh perkembangan bnhan
iah.tn .tpi dan bahan pelindung terhadap korosi. kllu-

str$rv! cat. ietapi struktur baja yang le$uka, baik


..\ .": 'nlernxl or r rrrrJ \.1'.,krr. n h.'ru. orper.r r
hangkan. maupun secara ekstemal. di nana pemu
\alahannfa tedetak pada daya tahan atan kcawelan
baja. selalu meninrbulkxn masalah.
Sebagai ke,iimpulan. baja merupakan bahan yang
rxngat kuat dengan lifat yang dapat dlandalkan. Baja
pada dasarny digunakan padajenis strukNr rangka

bnh sifrt yang dimilikinya.

uaj{ yang tepenting d.tn

'di mana konponenn_\a digillng dengan penanasrn.


Baja memungklnkan diperolehn)a

hrlil srrukrur,ang

ringan. ramling. rapi. dan presi\i y.rng linggi. Baja


juga manpu menghasilka| strukmr dengan benlang
i,!.!r!.rriJrja.rg.ddr .,.,1r rr )dn9.ir!rr ri r!9i
Pro\e! pembuatann)a menunrut seiumlah batasan
teftentu pada bentukrangka brja. Seluruh benluk )ang
biala dihasllkan alari elemen-elernen yang hrus. pada
\isi paralel adalah benluk tang prling disukai.

-va t_i
I

f -T_---rl

1.5 Beton

T:::']Ld]

B.rr'n. merupakan bahxn kompo\rr dffi 4regat

be

r.:turn da| seoreir scbrgaihah.tn [,engikat. r-ung dapar


::js:.rp sebrgri scj.Di\ pa\og,rn bat! riruan knrena
:t: r.
silat ){ng hanrpir lama dengan be.::-r 'nemiliki
dan batr bata (bcr{t lenis }ang tinggi. kuar

::,r
-..

\dng sedarg. dan kuar larik.-ang kecil). Beton

.1-r:rn per..rortr:r h.'r.Jrn

.en<,..r'r!

Gan$ar 320 l',

! l

untuk scmua jenis el.men struLtur tcmrasuk elenren


sruktur )ang nlemikul bcbanjenis Icnrur Beton h.rrulang jug.t merupakaD bahlrn )ang kual Deng.ln
dcmikian beton dapatdigunakan pada hcrbagai bentuk
ltruklur sepeni padx raoSkr keda di mana diperlukan
\dlL'n )dnq \Jo' dJr) e en. , J ern< , \:nr r.'mpr1:
Beron bertulang juga dapat digunakan untuk mem
buai slruktur bcDhng panrang dan struklur yang
tirggi. din beitingkar banl,-ak.
\'Ieskipun belon dapat dicchL menladi bentuk
bemuk yrng runit. rkan tetapi bentuk yang relatif
scderhana biasanya lcbih dimindri dengan .tlasan
mcnghenat biaya penrbuatamya (Cambar 3.21). Hal
utrma dari sruktu bellm bertulang adalah tusunan
pon and bedm (dang dan balok) llihar Bagiar i
'r
pada balok dan kolonr yrng luru!. dengan pen.inpang
meliniang scderhana hcrbentuk segiempat at{u hulat
lang padat. yanS men)okong hidang pelat dcngan
ketebalan yang tetap. Rrngka dj mana stnrktur dicetak
irudah dibual dalr difrsang dan karena itu tidak
mallal. ienr dapat digunrkrn ke mhali secara berulang
tJdr hJn;undn )Jnr \:.m.r. sJ.LnJn a.,_ro,xr,,a'r,
ini (Gamhar 4.3) relatiltidak efisicn lapi memuaskan
jika bentangnya pendek (sampai 6 m) Di lempat di
rnana bentang yang lcbih panjang diperlukrn dig nakanhh ienis pen{nparg melinlang 'diperh.iki'
\ars lebih ctisien llihat Bagian 4.3) Batasan dari

kemungkinan ini sangat lu.ts karena kemampuan


h:hJI i,i rr.uk dr^erlL'. (.'1r^h corr., ):'ng {J'ur!ur \.,r dd.ldh l.,|er prl"r J.,r orof \J ,,k l,'n.,p
Kema rpuan pembentuka betor tang mudah
juga memungki*an penggunrrn bentuk-ben!ul yang
komplek! dan silit -\ang dimiliki bahar ini pun scdc
mikian rup,t sehingga memungkinkan penbuaran
hampir senrur bentuk. Beur bcnulang telih diguna_
kan unluk bcraneka nracanr gconletri srmklur Contoh
smrktur di mana beton hcnulang telah dignnakan
antara lain .tdalah Gedung Willis. Faber, and Dunas
(lihat Ganrbar 7.37). di mana kcmimpuan cct* beton
d.,n rrngul L,,nrnurra. nru.lur )dn- .rdti Jrc:rpd,

dcngan kenrrmpuan ter!ebut digunakaD unluk


mcmbuat siruktur bertingkat h,tnlak yang lerdiri dari
dcnah berbenluk lengkung trk beraiurln dengan

lxntai-lantai yrng ditoniolkan melampaui kolonlkolon paling tcpi. Conloh hinnya adalah ccdung
Lbyd, di l-ondon (Ganbar 7.9). di nuna schu.ih
mDgka beton yaDg

trbuka sangrt diperhatikan

ddn

dipcrinci. umuk mcigcksprcsikaD \itut struktur dari


ftrDgsinla. Ciedung gedung buahn Richard lvleicr
( lihat Gambar I .9) dan Peter Eiscnman (lihat Cambrr
5.18) juga mcrupakan conbh \rukiur di mana sitit
yang dinliiiki bclon bertulang telah djnlanfaatka
dcnga| baitr.
Kadang-kddrng geometri yrng diambil uDruk
,r.rkrr beror Jitilil'\drena elr.i,lr.rnta \xng rrr!-:.
Bentuk 1r./l belon b.rtulang yang kuat di nana bercn
berulrng cocok dipakai merupakrn contoh-conbh
mcDge|ai hal ini (lihat Gambar l..l). Eiisiensi struk
lur ini lan8at lnrggi dan benlang 100 m atau lcbih
tehh dicapai dengan rlell yang mcmpuryai ketebahn
hanya puluhan milimerer. Pada kasus lain tingkar
kontinritas stlr]klur yang tinrgi tlah menghasilkan

cambar32r L\

rrr.

r.. r'r. ,. Lr

,i . I r , ,i ,
rr .l
.I
,. .rt I

rl

ka.ya bangunan scni pahat yang mungkin eklpresil


JJ'Jnr peng<r r: , .u.irekrur. Lrdn 'er:ror r,d!l hc;:rJ
mrsuk akal jika dipxndang dari sudul pandang srruklur. Sebuah contoh yang terkcnal adalah atap K.ipel
_.ro,
ole.r I e C r\u.ier.
Jr RJnchJn I r ihJr CamhJr
di mana suatu benNk strufttur yang sangat individual
dan ridak efisien dilaksanakan dcngan men.cgunakan
beton bertulang. Contoh lainnla rdalah Vira Design
Museum oleh Frank Gchry 0ihat Gimbar 7.11). Akan
lnuslahil untuk membuat beniuk bentuk ini dengan
men-sgunr&an bahan fuklur lain.

lIrl':

Hubungan antara
Ilcntuk Struktrrr
tlan Efisiensi Struktrrr

4.1. I'endahultr.rrr
Bab ini bcrkaiEn dengan hubungan anrara benruk
struktur dan kinerj.r struktur. Khuiusnr-a. pengaruh
gcometri slruktur terhadap efisicnsi' dengan mcng,

ek\plorasi ringkat kekuatan dan keka]{uan khusus


yang dapat dicapai.
Benluk elemcn sruktur. khususnya bentuk pada
sumbu ncmanjang dalam hubungannya dentsan pola
bebrn yang direraptan. menentukan jenis gaya-gala
dalan yang terjadi di dalam elencn dar mempengi
ruhr beramya gald Bayr lcr\ebul. Dud hllor ini
jcnis dan besamya gaya dalam yanB dirimbulkan oleh
\urru bchan. mempunlai pengaruh pada ringkar efisiensi struktur yang dapat dicapai, karcna kedua

Ltllor

ini mencntukan jumlah bahao y.rn8 harus disediakan


u[1uk memberikan kekuatan dan kekaliuao elemen
yang cukup.
Sebulh sislcm penggolongan untuk elemen srruktur dikcmukakan di sini berdasarkan hubungan antara bcnok dan efisicnli. Penggolongan ini dimakunruk memudahkan pemahaman

ata. Franan
'udkan
elemcn nrukiur dalanr penenruan kincrja dori srruktur-struklur ,aDg sudah slsai. Sistem penggolongan
ini dengan dcmikian menyediakan da\ar untuk pmahamrn bangunan scbagai schuah objek struktur

-1.2 l'cng.rruh Bentuk p.rda Jenis


(;.rya D.rl,rm
Elemcn-elcmen pada srukrur arsitekrur cruuma di

lenai gaya dalam aksial alau gaya dalamjcnis lentul

Elemen elemen tcnebut mungkinjuga dikenai tombinasi dari beban beban di atas. Pcmbedaan lntara
lksial dan lenrur adalah halyang penting, sejauh menyangkul efisiensi, karena gaya dalum aksial drpat
ditahan dcn8an lebih eijsien dibandingkan dengan
gala dalam jcnis lemu. Alasan uhma untuk hal ter
sebut adalah bahrla distribusi tegangan yang lcIadj
di dalam pcnampang melintang dari elemen elemen
yang dibebani s.cra aksial inidapat dikamkan tetap.
dan tingkat lcgangan yanS seragam ini memungkinknn
seluruh bahan pada elemcn lersebut untuk ditcgangkan sampai b0rasnya. Ukuran penampang melintang
dipilih dcngan ujuan memastikan agar thgkar letslngannya sednggi yang dapaa dihnggung dcngan
anun olch bahan terkait dan hasilnyn dengan dcmikian adalah penggunaaD bahan tang efisiefl karena
seluruh bahm yang hadir sekaraDg mcnyediakan nilai
yanS penuh untuk beratnya- Dcngan tcgangan lcntur.

ynng intensitusnya sangat bcr!ariasi di dalam


penampmg meliDiangnya (Canbar 4.ll mulai dari
minimum pada sumbu nerral \ampai maksimum pada
scrat ekstrim (lihat Apcndiks 2), hrnya bahan pada
.rmf'Jr
'erJr eI{rirn iajirhh )rng d.rfur diregrn!Lan
b,rtasnya. Kcbunyakan brhan saal ini kurang d;tegangkan \ehingga plngguoaannya tidal cfisien.
Jcnis saya dalam yans terjadi di dalam scbuah
elernen tergantung pada hubuDgan antara arah sumbu
Lrtamanya (sumbu mcnranjang) dan arah beban yang
ditenakan kcpadanya (Cambar 4-2). Jika sebuah

elcmen lurus, Saya dalam alsial terjadi

jika

beban

Jrhcnlan.c.urJ pdrrlcl terhJdrp.Lunbu n,emrojcng


dari clemen lcrsebur- Jcnis gava dalam lentur terjadi

jika beban lcrsebur dib(rikan tcgak lurus terhadap


sumbu nemanjang. Jika beban diberikan denSan arah
n)iring. maka kombinasi tegangan aksial dan lcnlur
teiadi. Kasus ak\ial saja dan lentursaja scsungguhnya
adalah kasur lihusus dari k,$us kombinasi yang lebih
umum. telapi kasus kasus di atas adalah jenis kasus

)rng palin$ bin)al d cmukan

paJu rarJnrn jeni\

bcban di dahm struktur arsitektur

:L

ril,,

(1.:

r '\'.

, .r,

r-

tl

tt
x
Tegangan lentur

i
(b)

Gambar

. , r.rL
r.\.r,1

4.2 llLl'r, r tl., r L ,. \', ,.1 :. Lrl


.L

ll.l'r., : r r h..r.L. ,. r!i nr rrr


r r, lfri, r{,l lL . r h,rr n

,.LL!

rr 1l
].tr

Jika sebuah elemen lidak lurus. elcmen tersehul


ha pir pasli ,rlan dikenai suatu kombinrsi gayadallm
rksial dan lcntur ketika scbuah beban diierapkan. te-

lrpi

ada beberapa pengecralian penting tentang hal

ini seperti yang digambarkan dalam G.tmbar.l

l.

Di

sini. elenlen slruktur terdin dari sebuah kabel fleksi


bcl. yang ditumpu pada kcdua ujungnya, dan digxn
tungi berbagai bcban yang bcrvariali. Kffena tabcl
tidak mempunr-ai kekakuaD, kabel tidak manpu mc
mikuljenis -saladalam lain kecuali iai k l]1$ia1: krh.l
dengan demikian dipakia oleh beban bcban tehebur
unruk menjadi bentuk yang membuat kabel tersebul
nrimpu menahan beMn dcngan seburh gaya dal.tm
murni. Bentuk -vang diikuti olch
. )aitu larik aksial
sunrbu menaniang ini berbeda-beda tergxntung pola
r
pembebanan drn rlisebut benluk/r/m d.ina untuk

Sepeti yang ierlihat pada Gamh.tll.3 benruk

|olr pembebxnan
mcmpur\trr'
/^,?r1r'lirr
,:
benlu,
drber:t.
)JnB
lurus kerika hcban'beban dipusatkan pada tilik litik

yang diambil k.tbel terganrung pada

yang tersendiri drn melengkungjika beban disalurkan


sef.tnlang lahel icrsebut. Jika sebuah kahcl dibiarkan
melenskun.c akibat beratnya scndiri yaDg merupakan

.l

I
Ltrlfrri

rLlr

l ..

rrilrl
trn jf rl.rrr'
(!1!j r' frr..r.rr rir 1.r
,L .,1,,r..
r !j. !.\,,

Ganbdr

4 3

r.ii r.ntrr:"t rl:{nr,r rrtrlnr.l.r!l


i,r Lrir,r,1.
i.\ ,, ii:,ril nun l']! li.tl. r nNtri.r
\rnrl rrrrrirr, i \i11r. ialr
h.lj.r, ,. !..ll.i
beban merata r-ang disalurk.in di sepanjang bcntangnya, bentuk trsebur menjadi scbuah lengkungan yang

t?/",arl' (Cambar '1.3).


Sebuah ciri yang menarik mcngenai bentuk.r,ul
a.rir? untuk \cmua pola beban ini adalah bahwajika

dikenal seb,tgai

katr dibuat d; mana sumbu mcmantrlsn)!:Jrlah ba)Jnldn r.fln.n db-i h/- " ,'
sebuah elemcn

yang diambil oleh kabel, maka elemen ini juga akan


dikenai gry,t dalamaksial sccffa teqrisah kctikr beban
yang lama diterapkan. terlcpas dari kenyrraan bahwa.
karena bersifat kaku. elemcn ini juga dapat mcmikul
oJ\J dJlJrf i. n:. cnrr r PJ,l" henruk !:mhzrar ini
scluruh gayadrlam aksial adal,th tekan (Gambar a

'!l

Struktur krbel dan "ba],angan cermin" adalah


contoh yang scderhana dari !eluruh golongan elemcn
struktur yang mcmikul gaya dalam aksisl karena sum
bu nemanjangnya menyesuaikan diri dengan bentuk
/om d.lnd Grhadip beban yang dibenkan kepada

nya. Elcmen ini dinamakan elemen

/or,, a.d'".

Jikr. di dalam sebuah srruktur sebenamya. sebual


bahan ymg fleksibel lepcrti kawat bala llau kabel

ll.l. rr,, .r L

liL

rr

.\rr t r !.

ntikul g,t).r dalam ak\iali p di kedua kasus reAebut


gar-rnya adalah tekan. ElenEn clcmcn (c) tidak me-

Gamba.4.4 rrr

LLi\

i l,

r. trr.

u tirk mrnrbuat sebuah rlcmcD. tahun tersebut akin sccrra olomatis mengamhil bentukr,r,!
d.rir. kcrikr b.hrn diterapkan. Bihrn yang fleklibel
digun:rkar

pada keo).uunDya lidak rnampLr nEDjadielemeo iair


di luarelemcnr)r,r .7./ ,. Akan rer.tpi, lika bahannya
kaku dan dipcrlukan eleDren,t l,,i&r..",
ka bahan

lersebut hirrs {liburr \esuai derga bcDruk rmd./ix untuk bcblD rang akun diberil,an k.padanya.

kr$s elemen tekan. sesuai dcngan balangdrri benuL /i,i?r{rnr rr\chut. Jika hal
ini tidil dilakukan nraka gi)a drhm lang terjaili
bukar gata aksirl mllrnl dan akxn tcrjadi lenrul.
Gambar .1.5 nreDrpe ih tkar camturan bentuk
fumt-odit e dl.n nn furh.ir.rir.. Pida grmbar terl ihat
atau. pada

an cermin

dua pola bcbanr behan merata pada \eluruh elemen


dan dna b.h.in terpus:rt yang diborikan pada jarak
yang sanra. Untuk mrsirg masing beban, elemen clc
Inen (a) memikuljenis gala

dalam lksial lidak akar

drhm lentur nluflrii

rc{idi

glrr-n

klreDa ridakada korD

ponen bcbrn )ang paralel terhadrf sumbu elenen.


Elemen clcmcn pada (b) InempuDyai benruk-bentLrk
)ang menyc\uikan dengan repal rcrhrde bertuk be

hanrn a.r;r..

Elemen-elemen rrsebur oleh karen.r


lrm a.rh.. yang hanya mc

ilu mcrupakan elenEn

menuhi beniLrkli,ru -a.d" tc dap beban dan oleh


k.rrena itu tidak rkan mcmikul gaya dahm aksirl
mumi. Elemen-elenrcn ini itrgr tidak akan dikenai
gala dalam Jenis lenrur n)urnir nrchirkan akao menrikul kombrnarl dari gaya dalam lentur dan aksial.
\e .,uh herkxrr.,r oe1po1 h. n,Lt ! rlhL nlernJntair!nya. elelnen-elemen slruktur dnprt digolongkan ke
drlrm liga karcgori: clcmcn lorn a(ti\' . elemen noilot tudie dr]lL clcmcn J.,,/ l.,r,r'r./ir.. Elemenelemen /,/,? d.r/ire adrlah eiemen yang mebcDtLrk li,?, d./l? drrl pola pembebanan i,ang dikrnatan padrnva dan hanya terdiri

r,lesuaikin dcngan

,ran

!J\J

oJl:

'n .,k.r.1. I l.'n,.'r cler'<r /,,r-lola-

, r;,, rd?l.h eler.n1r ).1B..Inh

rlen !rUJnJn)r

I-

dak rnenyesu.tikan tcrhrdrp bcntuk rtrflrr.tirs bebar-bebannla dan pada bentuk ini tidak terjadi gaya

n,,&rn-a.ri!'. ini hanya


mengandung gar-a drhnr jenis lenrur Elemen-elemen
\enti-Jon\tLln.e s]rllh cl.men yang bentukrya re.
dalam akri.tl. Bcntuk

d anr lentur dan aksial.


Penrirg unluk ditcrhatikan bahwa elelneo srruk

diri dari Lombinrsi ga}t

tu han)a d.tpat mrnjadi la,, ,./n? dilam konteks


pola pcinbcbuan )ang klrusus. Tidali ada bentuk yang
rncrupakan /onr.r.r'. dengan sendirin)!. Bcntuk
l-.,1 k .Jr." Jihen:1u.1, ..r fJdx CJr rb-' .r i. ..."j pJr
conroh. ni:rupakan sebuah elell1enr," ,.rir" pcn h
kctika dikcD{i dua bu,rh beban teryusar. reEpinrrupr
Ir,
, .m, n ,.n\ Jit t r,1t , ke (.' di'irdr
'.b,r-h

Brr rLk

/a"...,,,.. \erJ:.xr.:n

porer:rn)".

rdalah jcnis elcnren siruktur yang pilnrg etisien dan

,onrflr a.il'. ,inrg paling ridik elisien. Eli


/i)rn .i.rir. teryanturg pada belrr' Jer !Jr elernen h<.IJk 1,,- .ril.r..
,\. f..r\'.JJ '.l,l

h.Dt'rl
G)

sicDsi.lcnrcn

,1#1ll{{{1,
v/\

tt

tt
)^(

-I.3 Konsep lJentuk ynrB,'Diptrbailii'


lada Penalnp.rng Melintarrg dan
l'enanrpang \,leman
Dapal diingfl dari

ja

ng

a*al Bagian,1.2 bah$,a.tl.t\an

utanla ell\icD\i lang rendah pada elemen di mrna


ga)a galr dalumjeni! lentur re4adi adal.th pcnyebar
.,1 ..tsdntJr

\J ,j ..JJl

rxLr

\.r!

re,d.

f,'r Jz'!n' \eri-p

pcnrmpang. Hal ini nleryebabllrn bahan pada pusat


pena'npang melrntang yang bcrdckatan dengan sumbu
nelral (lihaiApendiks 2). rncnjadi kurang meng.ti,tmi
rr r:'} n d:.r \Jren: Iu h ntB.I :n,,): ,oxk efi\ren
Tingtat efisiensi sebuah elemcn drpat diperbaikijika

\ ,ullu

\lJrr

\ . ,lrr

beberapa bahan yrng kurang mengalami tcgangan


rlibuang drn hal jni dapat dicapai dengan pilihan geo

metri yang tepat baik pada penampang mclintang


maupun pada penanpang memrnirng
Bandingk.tn penampmg melinung pada G.tnhar
4.6 dcngan di.tgrnm distribusi tegaDgan lentumva.
Sebagian belar bahan dalam penampang melinlrng
segicmpatpadrt xdalah bah.tn yang kuring mengalanri
tegaDgan;beban tersebut sebenarn]'.t dipikul oleh ba'
han )Jn! DetuJJ,1'daetun r.prn:!n IrngPr J! r penampang melintang yang muncul di atas atau di hawah titik ekstriruya (serat ekstrin) Pada penanrp.ing
mclintang bcrbentuk I dan kotlk. sebagi.tn besar ha'

han yang knrang mengalani tcgrngan dihilangkrni


kekuaian elcmen yang diberikrn penampang melin
tang ini hampir sei,aik keku,ttan elemen dengan penampang segiempal padat dengan ukuraD yang samai
penampang nelinhng ini mengandung bahao tang

dalam penggunaan bahannla dibandingkan dcngan


pelai yang brhan dalamnla dihilangkan. lepeftiyrng
dapat diperlihalkan dengan cffa melakuktn scbuilr
percobaan ymg sederhans deng.tn kartu icanhaful.T).

Scbuih kanu dakr lipis mempunyai kekualan lcnlur


yang sangat rendah. Jika katu tcrsebul disullnr mcn-

jldi

bentuk geontrri berlipdt atau bergelomhang maka

kckualan lenium]a sangat mcningkat. Kdtu dcngan


|, ndnrpb.,r l-. rlroJr r b.r hf'pelomb!,r! m( r,otr r) .r
kck atan yang setara dengrn karN solid dengan ke
tchrlan total yrng sana: akan tetapi. k.trtu berlipat
ilijaLl ,ehrhri'1gr ddn ulcl' (drena rru lcl'rh e i'rer,.
Pada umtrmnyi. penamp.tng melintang di nMna
bahan ditempatkaniauh dari fusat lebih efisicn dalam
memikLrt beban icnis lentur dibandingkrn dengan
peD.tmpang mclinlang padat. Penampang melintang
padrt sudah tenlu lebih sederhana dalam pembuatan
nva. dan untuk alasan injlah pcnampang ini mem-

iauh lehih sedikit schingga lcbih ringan dan lehih


Keadaan yang serupa te{adi dengan clemen elcnen tcni. pelJr Pcl,,r .olrJ jaun lel-rh lu'ang ef ien

Gambar46 lr!, !( trLr i.r.Lrr I r( 1..:! r,l


r...LL.i.,,

1 .,

\'

.!ir:,n\.
\Lh. : r $LlL, tr. r! I rrrr r-nJr'
r ,an ,l:-rr..1. . il'.!..li.i.rLr.rl

ri,i1

,
,. r,
4.7 L.l rr, . ,.)
..l r! 1, r l ,r, Ll r. :l | ,.1.. r'. :r
,r\!,r.(.1'r
.1 ri
ll , ,.rl! i., \i.rrt,i!
: i,, \,, ,,,hrLr.u
, t.
jtrr, rli. r1 rr' ,,r, r.Lrr . ri : r.rr , |..rr.lr,

Gambar

.L

KLi\lr

r,l,i ,i \ i.

pur_vai tempat pcnling dalam dunia strukrur arsileklu,


.<rapi pen,,r,t.,nf 1,<l:nu g leriebJr Ircrlil ki Li1. ri.

yaog iclck dibandinskan densan penamp,tng melnr


.dnp hrni,,l lJ: rlorxl .<rxuh oI'nirL J: (lrrer.l

srruktu. l)alan penggolongan r.tng ikan dilakukan


dr . ni. IeJLJ krepo1 prnrnfJrH l lrnrdn! rr
disebut ieb.rgai penrmpang melinltng 'padat rder,
hana' dan penampang melirtang yaDg 'diperbaiki .
Beniuk sebuah elemen pada pcnampang meman,
jang dapal dimaniptrl.tsi dcngan cara yang serupa terhadap penamprng nclint{ngnya uniuk memperbaiki
kine4inya dal.tm mcnahrn bchan beban jenis lentur
Penyesuaian daprl bc.upa pcrganliaD leluruh bentuk
Penampang atau gcometri dlllmDya.
Untuk nleningkalka efisicnsi. schruh bentuk di,
sesuaikan dengin mem!ariasikan kctinggian elemeni
ini adalah dinrensi lang rcniadi lempat bergantung
utama kekuah lcnrur (lih.u Apendiks 2). Jika ke,
tinggian divariasikan krhadrp intcDsitas leniur (khususnya rerhadap bcsrmta momen lentlLr) maka penggunaan bihan y.tng lcbih cfisicn dapat dicapai diban-

dingkanjika yang digunakan adrlah ketinggian yang


tetap pada seluruh penamprng mclinlang. Gambar
memperlihalkan dua bu.I pcnanrpang balok yang
telah diperbaiki dcngan c.tfu ini. Penampang tersebut
iinggi padr lokasi di mana momen lentur tinggi dan

sllrtr satujcnis pcn.tmpang 'diperbriki )mg sa gal


pcnling dalam .trsircktur seperti halnlaienir slruktur
lainnya. Jikr clcmcn lcnis ini dibcb.tni p.tda puncak
scgitigany.r saja. nrakt sub clcmcn individu )a g
mcmbcnruk scgitigan]-a hanya terkcna gay.t dalam
aksial sajar (Cambar 1.ll dan ,1.12). Hal ini tet.r!
be.hku rpapun hubungan yaDg lerladi antara poh
tJml-. h.lJr d.r rn,\, m.11,,ni.,nt ,'1, Tcn..rh:,rJ

,1.8

.endah kctika momen lenlur rendah.


Geomctri dalam pada penampang menanjang dapat juga diperbaiki dcngaD menggantinva untuk memindahkan bahan bah,t. yang kurang mengalami
leSangan dari elemen bagian dalam. Contoh elemenclenen di mana h.tl ini lcl.rh drterapkan ditunjukkan
pada Gamb.r4.9. Sepeti dalam kasus bemuk penam
pang mclintang. geometri dalan penamparg meman
jang scbuh elenren akaD disebut sebagai penamp.tng

'padrt scdcrhana' atau diperbaiki .


Penrmpang segitiga (yaitu penampang yang se
luruhnta lcrdiri dari segitiga) (Gambar.1.10) adalall

ttlt
4rrrflr]]I,*

Pob

beb l l l llll

R;fl':I

drTTTTTlnr]r"

.*"*;i:l;iT:"}\

DeDgaD meDghilangkan legangan lentur dari ele


\nen non forn-acli\', geonretri dalam segitiga memungtinkan pe ncapaian tingtat efisiensi smktur yang

tinggi. Keuntungan elemen legitiga nelebihi elemen

lain +lemen r4rr,r'a.rlrr adalah bahwa


lidak ada bentuk khurus yang diperlukan unruk meng
hasilkan kondisi leg{ngan aksirl saja. Yang dipedu
kan hanyalah keselu.uhan bahwa geomelri dalam
segitiga lehebut lepenuhnya berbentuk segitiga dan
beban luar hanya diterapkan pada ftik-tiik sam-solongan

rerbars (bipnirrl yang ditulup haha! kain dengan


sruktur pesawat terbang r-ang semu,inla terburt drri
logam (Gambar 4.ll). Prda masing-masing k?sus,
badan pesaual terbang merupak.tn slruktur yang me-

mikul lentur sekali-su!jenis j.nis gala dalan lainnya,


khususnya torsi. Siruktur pcsawat terbang tertu harus
mempunyai nilai rasio kekuatln dan berat yang s gar
tjnggi. Susunan forh d.t^,e xfil) setni-lbnn-actit.

bagaimanapun tidak prakris, karena keleluruhan

Gambar4l0 r ,
l \]

bentuk pesawat terbmg lebih ditentukan berdasarkan


penimbangan aerodinamika daripada pel1imbangan
sruktur Struktur+truklur tersebut oleh karena itu l,c
pakai non-Jbm dctit. tLtn harus nempunyai itruk
tur dalan yang diperhaik i' lchingga mencapai tingkar
ellsiensi yang diperlukan.

Pada kasus

bado pesa\al b?/.,e, ,!arg disebur

sebelum ini kulit kain dapat dikatakan tidak nrem


punyaifungli struktur dan beban dipikul sepenuhnya
oleh rangka kayu dan kawat yang. karena mempakan
.eg.rr!J fenuh. 1 ei, tJkrl x rr\ {nr{rur }JnP el.ien
dengan nilai perbandingaD )ang tinggi antara kekuaG
an terhadap beratnr-a. Kekurngannya adalah bahwa
kekuatan potensialnya terhatas. pertama karena kelemaban relatifkalu. drn kcduakarena kesulitan pem
buatan lambungin )ug clisien antara elemen tekan
lJlr, drl e em" , rJriL l:.*,'r. scl ne densJn oenrn!
katan ukuran dan kecepatan pcsawat dan kebutuhan
akan struktur pesawat y.ing lcbih kuat, perubahan
pensgunaan iogam pada scluruh struktur pesawat
merupakan hal r-ang tak dap.it dihind.Ti. Struktur kuljl
orPinli den!ar' 'crlhi r: , JJri (dr'lpr r.,1 Ilun, n u,n
dan siruktur dalam dari kayu dan rusuk kasat seni
selagar memrnjrngluga digantikan densan canrpuran
aluninium. Pda rcni\ \ruktur pesawat ,!arg lebih

ca
,.

bar4.12

j .l r.

( \ ,L ,.,r.. .r

canggih ini. r-ang dikenal scbagai

srukM r.ml flo,o

.o44r. lapi\an krgam. ru\uk. dan

rl

Selagar beLer.ja lama


untuk membentuk lebu.th struktur komposit yang di
sebul lapisan tegangan Jrrindno.o{rr?'. Konsl.uksi

onnocoq e x\lrlrh isrilah -\ang digunrk.tn rpabila


bungannya. Akan tetapi, elcmen segitiga tidak bisa

mencapai tingkat efisienli nruklur setinggi struktur

lbm-d.rii"

akibat reladf lirgginya tingkat gaya dalan

yang terjadi.
Elemci-elemen jenis lentur tenentu denSan pc
nampang mclinlang yang diperbaiki' disebut sebagai
elerler ' Jpr\:r1 r<gxn:rn . '4tn4,' ,r4d- ' rtrr '' 4i
,,oro.oqre untuk nembedakan elemen iersebut dari
elemen rangka yang terdiri dfii sub-elemen rangka
struklur y.tng ditutup dengan lapisan non-struktu.
Perbedaan di atas bffangkali palingjcl.ts terlihat pada
reknik ilnlu penerbangan dengan cara nrembandingkan slruktur 'sii.l dnd srrins pada dua sar-ap pesawat

elemennyr hrnla rerdiri dari lapilan legangan.


Pada badan pesa*ar j.nilnonocoque nrn pesawat yang leluruhnla n.'nggunakan logam (Ca bff
' ' ''. \rr! 1'?'rf.lJ \ o,ron . -rklu i, /./d./n. dengan penanrtang mclinmng yang diperbaiki.
lapisan kulit tegangan ),,tng sangat tipis digunakan
dan harus diperkual pada j arrl( trang teratLu oleh ruluk
dan gelagar untuk menccgah lerjadin-va tekuk lokaL.
Teknik perbaikan ini d,tpat dianggap terjadi pada
bebe.apa lingkat. Badan pesrwat. sebagai sebuah
\.-JrrJn. men pdkx.r .ebr-h eler' 1 a,a I,a,-d /t,,
dengrn pcnampang melintang berhentLrk pipa bcr
lubang y.rng 'diperbaiki . Selanjulnla Nrbrikan ter

newton yang berhasil dihemat membarru kinerja


pesawat lehingga penShenraran bemt ditempatkan
sebagai priorita! tetinggi dalanr perancangan.
Penerapan yang serupa dari faktor'faktor peng
hematan berat dapat dilihat dalam dunia perancangan

kendaraan. khususn)a kereu dan mobil. Stnrktur


angkutan-rel modern terdiri dari lebuah pipa logam
yang nrembenluk kulitnr-a. membentang sepe(i sebuah

babk antar ,o,qi? (.oda behkrng) tempat pip.t tcNebur

,anr,,

jadi pada dinding pipa, yang nempunyai penampang


melinrdnE \zni lomplel'. \rng terdin dari l,,pr,:n
kulii legrngan yan-s bekerja bersama-sama dcngan
rusuk dan gelagar penguat. Sub-sub-elemen pcnguar
ini nantinya 'diperbaiki' dengan memorong penan
pa.g-penampang melintang yans kompleks dan

lubang-lubang melingkar di li.b-nya.


Struktur pesawat logam-semua merupakan pc
ralil3n sub elemen r-ang rumir di mana reknik per

bailan relah digunak{n pada beberapr lingkat.


Kerumitan ini menghasilkan sebuah slrukrur ymg
efi\ien rerapi smgar mahal untuk dibuat. Perbaikan
rni dihenarkan unluk menghemat berat. Seriap kilo

dipaeng. Pipa nli merupxka. b.tlok plrscri


d./irc yang 'diperhaiki . Strukrur mobil pun scrupa:
badan mobil yang terhual dari haja beke.ja scpcrti
balok untuk menikuL beban mesin. penumpang. dan
lain-lain di antara ban-ban roda (Gambar .1.15). Se'

pelti pada kasus pesawat terbang. seluruh bentuk dnri


kereta api dan kendaraan ditentukan sebagian besar
oleh peninhngan non struktural. tetapi kebuiuhan
untuk menghemai berat merupakan prioritas )ang
tinggi dalam perencanaan. Sekali lagi penggunaan
silukfir non-jbnn-a.1ite mo,,.,q!" yang'diprbaiki'
.lans?ni mo aoque me pakan scburh rcspons yrng
lepat unluk pemrrsaliirn teknis yrng dihadapi.
Penggunann bcntuk p.rbaik,tn' yang rumir se
perti lapisin kulit tegangan manocoque ,l.tar seni ma
notuqu! jarang bisa dibenarkn atas rhsan teknis

7
rr.f

lir\J.rl

G.nrbar414 r,l. r..r\

\..i,1

!.. 11,\

.r..

pada strukrur nrsilektur karem pcnghematan berat


bukan prioritas yang cukup linggi untuk membeoar
kan penggunaan jenis struktur yang kompleks. Dalam
k&sus banSunan. struktur dengan massa besar yan8
lidak efisien malah dapal menguntungkan. Atribul
strukir ini mcnanbah missa Grmaldan berat strukur
ini melawan gaya angkat angin.
Perggunaan peralatan dan benruk yang mcnghasilkan struktur yang efisien dan ringan-penampang

mclintans [,)mple[.. lubang linglaran )!ng'meringankan'. susunan elemcn segitiga. dan pembcntu-

1l

kan penampang yang menycsuaikan dcngatr diagram


momcn leniur-lidak slalu tepal dari pandaqan tcknis dalam konteks arsitektur di mana bcntuk lerscbul

efisien jika dinilni secar, teknis hanlr pada situasi


yang membutuhkan sruktur yang efisien dan ringan
alihar Brb 6r. Strxkrur )ane ringrn Icr\ebut bagaima
napun memiliki fungsi aEitcktur yang lxin yaitu mem-

bcnNk perbendaharaar visual sruktur.


PenggunMn befltuk yang berhubungnn dengan
cfisiensi struktur untuk tujuan penampilan dibicamkan
dalam Bab 7. Dapat diamati di rini bahwa kctika hal
ini rerjadi bentuk sruktur tcrscbut sering digunakan
dalam situasiyang ridak iepd sccara struktural. AlaG

alat 'perbaikan yang sebelumnya dibuat unok digunakan dalam konteks ilInu pencrbangan dan rcka
yasa kendaraan lclah menjadi, di mngan arsitck
modcrn. khusurnyA mereka yang menyebut diri

ri,r.,L
irsitck leknologi ringgi', versl lisu.rl dari metalbra
yang mari.

,1.{ Penggolongan Elemen StruktLlr


Hal terpenting yang digarisbaBahi pada baglan sc
belumnya, berkaitan dengan bcnluk yang dapar di
gunakan unluk memperbaiki cfiriensi strukrur dapal
menjadi landasan penyusunan sistem penggolongan

penilaian cfisiensi. Sistem yang disedirkan di sinl


bertuiu.tn untuk menyediakan perangkrt rersebut.
Salu aspek mengenai hubungan antara sruktur
dan arsitektur yang relah disinggung dalan bab ni
adalah kemungkinan bahw.t unsur unsur yang berhubungan dengan elisiensi slruktur dapat digunakan
sebagai dasar perbendahffaan !isual yang menyampaikan pengertian arsllektur dengan pesan bempa

lel'qrJn cx1

{eheo:r,rl

,clrr\.

Pe

rnJ,:l:hJn

.n

dibicar:rkan dalan Subbab 7.2.2.

elenrn slrulitur Hal ini digambark?n dalam Tabei


4.1. Kalego.i utama adalah antara elemen /om a.,
tie, seniforma<tit?. dan oh-lonntniw k!.rcna
bentuf, clemen merupakan faktor terpnting dalam
penenruin Iin.i(rr elr.i(r).i \Jli drpar dr.dpbi
Illemen clemen tersebui selaniutnya digolongkan lagi
berdasarkan tingkat'perbaikan r-ang ditampilkan
dalam penampang melinltng dan penamplng me,
mnnj,tng. Jumlah kombin.tsi dan pernruhsi singar

bes.tr dan beberapa pilih4n dari kenungkinan-

kemungkinrn inj dimuat dxl.tm I'abel,1.1 unluk mem


perlihatk,tn prinsip dasar ymg lerlibat. BenNk bcntuk

yang paling tidak etisien (elemen onlbn a.t


''?
dengdn henrJI pendmpane rne ilrane dar 11rmrnjunr
yang sederhana) dircmpalkan di tabcl yang paling
ara\ ddn ,ernalrn ke b,,rizn hJudh rinekJ c i\ien!
semakin bertambah. di mana bentuk bcniuk vang
paling efisien-'lemen r.,rn a.riye tarik ilitempatlan. P.mhrJJin droudr dnr. J e'emen g:ln,. \.Fni
balok. di Dana salah satu dimcnsi lebih besar daripada
kedua dimensi lainnya, dan elenen permukaan,
seperti pelat. di mana srl saru dimensi lcbih kecil
daripada dua dimensi lainnya.
Sistem ini mcnghubungkan bentuk, da. penampiiirn. suatu slruktur dengan kinerja lcknisDya dan

rs"';j:

a\lll+*:*

\:J """' ;\

o,","

la,u bal.
/<^'1.,"0

.'\$-ili"
* .{t:i:i,":l;

\
N

\>P

*hral

V;r;:::
q-"-@:,;:
6
a

menyedidkan dasar Lrntuk f.mahaman bangunan, atau


boleh dikatakan segala jenis arlefak, sebagai objek
struktur. Hal ini perlu untuk dipertimbangkan oleh
siapapun yang Ierlibal dalam perencanafln b,tngunrn
arau penilainn teknisnya.

i
E

a
E

Stnem inr di,la'rrtrn pdod fJgJ\an rI:Jen.r:

elemen struktur digolongkan berdasarkan tingkar


efisiensi yang dapat dicapainya dalam mcnahan beban
)ang tentunya merupahn fungsi urana elcmen srruktu beBingkuian. Penilaian utama dalam pcrcncanaan

zft.*,.r-*,

.5utrur. tugximan,,pun. .Jahh bdhwd f.rl!apuian

ungkar efisiensi yang lepat bukan pencapaian ringkat

.IirieDsi matsimum yang mungkin. Faktor-fakior


lee menentukan ringkat efisiensi yrng l?at dibican
u Jalam BJb o. Pemhi\ Jrian xpaldh ringtal elr\rel
.!t
]ang tpat dapal dicapai atau ti&t, bagaimanapun
r:.:i dapar dilakukan ranpa adanya peraDgkar

ta\
_-,'-:--;\
),-'--

^/

r,r".u,."

",r

arau rarnq labe

llr'i

rran Sl rrr ktrr r


) flng Lengk:tl)

Strsrr

i.l

Perrdahuluarr

Kebanyakan nrukrur merupakan kumpulan dari se-

jun

ah bslr elenen dan kinerja srrukrur ,,-ltng lengkap pada dasarnla tergantung padajcnis el. ren yang
dimiliki dan pada card penggabungan elemen-elemen
lcrsebul secara b.rsama,sana. Peoggolongan clemcn
tclah dilakukan pada Bab:1. di mana pengrflh urlmanla bagi jenis elemen, seplrti yang relah diperlihar
l:rn, adalah bentuk elemen tersebut dalam hubungm,
n)a dengan pol.i dari beban vang diteflpkan. Dalam
konreks arsibktur. di nuna behnn gravirasi biasanya
merupakan bcban yang lerf,.nting. terdapal dgr susun-

rn dr(ar )airu:/,"\t-,,rJ-b.a ,. fun..nirc. ,1on ,.ni/rrn -.r./irr, (Gambar 5.1). Strukur /,o!. and rearr
ntflrpakan kumpulnn elemen vcnikal dan horisontal

(yang terakhir disebut adalah no

-lbt -adir"J.

struklurr)r,r.odi|i, penuh merupak.n srruktur ymg


lengkap yang geomerrinya menyesuaikan dengan
benruk/r/,tr .,c,l. untuk beban utama yaog dikcna-

krn: susunan yang tidal lcrmasuk dalam katcgori ini


xlalah s e ni o rm- acr i, e.
Siial sambunran anrar elernen (bark I,rD a.ri,?.
seni-fotDt-a.t^ e, ara! Mn b,n{.rii?) san8at nlemncnsaruhi Iinerjx .lrultur Jrn h(rda.rrkdn ki{(ria
ini elemen clemen tenicbur di\arakan sebagai tidak
menerus atau 'menc.us rergutung bagaimana
elenren-elemen trsebur dihubungkan. Sauktur lidak
menerus hanya memiliki pengekangan yang cukup
untuk memb atnya stabil: suuktur tersebut mcrupalan
kumpulan elemcn-elemerr yang dilabungkm secara
ber! tila+ama dengan sambungan ienis sondi' dan

sebagian be\ar struktur

ini

statis tencntu (lihal

Apendiks 3). Cont()h-contoh lipikalnva diperlihalkan


dalam diagram pada Gambar 5.2. Stru[rur menerus,
yang sebagian besdr merupakan slads rak rentu (lihar
ApeMilis 3). memiliki jumlah pcngekngan yang
lebih banyak darijumhn minimum y ng dibuiuhkan
unluk slabililas. Srrukur menerus bjasnnya hanyamemiliki scdikil sambun8anjcnis sendi dan kebanyak,tn

lid*

memilikinla suma selali (Cambar 5.3). Sebrgian besar geomeiri srukftr dapar dibuat menerus
atau iidak mcnerus tergantun8 pad! sifat sambungrn
anura elemcfl -elcmennya.
Kelcbihan ulama srukur tidak menerus adalah
bahwa slruktu. tersebur sederhana. baik dalam percncanaan nuupun penrbangunannya. KeLrntungan l^in
adalah bahwa penlaku stuktumyr dalnm merespons
pertredaan penurunan p()ndasi dan perubahan panJJng elenren. seperti yang rerjadi ketika strukrur me

muai alau menyusul akibat variasi temperatu( ddak


menyebabkan dmbulnya Egangan tambahan. Srukur
tidak mcnerus mcngalur geomerinya pada kcadaankeadaan sernacam ini untuk menampung pergerakan

tl

Gambar

51 I

i.

rr.,.r

-L LtL

stabililitas geonelri yang lcbih tinggi. Sifat ini memberikan kebebasan yang lcbih luds kepadn perancang
untuk memanipulas; seluruh bentuk strukur dan bangunan yang dilunrpn oleh strukrur tersebut. Gamhr
1.9 dan 7.37 memperlihatkan bansunan dengm srruk
Iur menerur r-ang mcnggrmharkan hal ini.

5.2 StIu k(ur l)ost-tttl-lltunr


Strukrurpor.dr./i?an bisa mcrupakan struktur dir
dirrg penikul beban alau struklur rlngka. Keduanya
merupakan benruk struktur yang biasa digunrk.tn dan

Ganrbar 5.3 \L

di dalanl masnrg-masing cukup banFkjcnis susunan


slruktur vang berbeda, baik jeris strukrur mcncrus
maupun tidak menerus. yang dapal dilaksrnrkanBatasln bentang yang luas juga dimunglinkan. rer
gantung pada jenis elemen yang digunrk{n.
Struktur dinding pemikul beban merupakrn \u

ir

s.unan

posl-dnd-benm di rtana sebuxl derctan clemcn

horirontal dilumpu di atas dinding verlikrl (Cambar


Ianp.t teladin,la beberapa gar-a dalam pada elcmcn.

Kekurangan strxktur lid* menerus adilah bahw.r,


untuk pemberian bcb.tn, struktur ini menriliki gaya
dalam yang lebih hesar dibandingkan dengan sr.uktur
menerus dengan geomelri dasar _vang sam,I elemen.le nen \rng l. b,l- tr.Jr J'pe1u{dn rnruk Trq,.fJi
k.tpasiras muar bcbrn y.tng srma dan karena ilu lrut
tur ini kurang etisicn. Kckur.tng.rn lelanjutnla adalah
b.thwa struktur ini harus nrcnggunakn geonred !.tng
lcbih teratur dlbandmgknn dengan strukNr mcncrus

5.,1). Jika. sepefii kasus biasanya. sainbnngan

antra

elemen elemen rnerupakan jenis sendi. maka elcmcn


horisontal dikenai gaya dalamjenis lentur mumi drn
elemen \enrlvjldrker
dal.,n rekan at'ul Turr
ketika beban gravirasi diterapkan. Bentuk drsamla

r !i):

tidak stabil tetapi kestabilan dlberikan olch dinding


penopang. dan rencana ba|gunan ini dengan dcmiki.tn
terdiri dari dua kelompok dinding. yaitu dinding pc

mikul beban dan drnding penopang/b.,. i,s (Gambar

5.5). Dinding pemikul beban yang menrikLrl beral


lantai dan atap biasanya diternpalkan kurang lebih

untuk mendaprtk,rn geomerri snukur yang nahil. Hal


n membntrsi kebebasan perancang dalanr nremilih
benruk ]ang diambildan jelas mempengffuhi benruk
hangunan J'ang dapat ditopang. Geometri yang rcriuur
pada rargka baja tipikal. banyak di nnraranlr me
rupatar struktu.lak menerus (lihar Garnbar 2.1I drn
5.16). menggrmbarkan hal ini. Saukur tidak mcncrus
dengan dcmiki,tn merupakan susunan stmktur dasar
\ang tidal terlalu efisien tetapi sederhana dan karena
iu ekonomis dalanr prencanaan dan pelrlcannannya.
Perililu struktur menerus secara kescluruhan lebih kompleks dibandingkan struktur dengan bcnruk
).ing tidak menerus. Slruktur menerus sangrt sulit
untuk direncanrkan drn dihangun (Iihat Apendiks 3)
dm ju-sa tidak nrampu mcnampung pergerakan srruk,
Iur repefti kenrikan suhu dan penurunan pondasi
ranpa
g{}a dalam rambah.tn dari yang
'nengharilkan
Jiiebabkan oleh bcban. Melkipun demiki.rn slruktur
meneru! beryolensi untuk lebih etisien dibaDdinskan
.tengan stmkur tidak nencrus dan

iirfipumi

K'

8..:,ro l'.rpr'!1r!2!d
Pi.pitrl.l .;awr 'i:-,,n

,1

I
I

p.noprng biasantx bcradn pad, arrh tcgak lurus dan


oll'h [rreM ilu bagian dalarrr bangunan nreruFkan
dcnrh yflng ,nulrisclul.r den8rn g.ris lurui. M.ski,
pun dcmikian. hentLrk denah yang tidak beratur.rn
ju:.i dimunskmtln. Pada \ersi brngunan brtingk,r
br \rl'. Jdmh hrru' kurdns lehih 'amr poda.eriJr
Iingk l un(uk menrpcrtdnnkon agar dindin! pemikul
beban lctap terkeran rerlilal.
S(ruktur dinding penxkulhchan disunakln umuk
berbug.ii jenis drn ukuran bangunan rcambal 5.6.
drn 7.36). Ukumn banSun.m )ang !,rling kecil
merupakan jenis hangunan donrcstik (baca: Inggris)
denSln saru aiau du! lanlai. di nuna lanr.ri dln atapn,va biasanya rerhuat dari kr)r scdangkan d;nding
terbuat dari kayu rllu pasang n hara. Pad! konsrruksi
yang $cluruhnya tcrbuat dari krr'u (lihat GambJr3.6l.
d,nding dibuat dari kolonr )-!n! i.ualn]-a berdckamn
)'ang diikal secara h-rsanu pnda bagian dasar d,to
ujung aras dn ins unluk memhcnruk panel pancl.
dan hntai dibanlun d.ng.tn c ra r-rng serupa. Jika

l.ll

:
-

oindng sltuktura
Dind n9

Gambar 5

, ..r I
Lr,.t.,

.on-stxktu

,i\Lr
j.l

paralcl srtu srnla lain denSanliJak yan8 kurang lebih


sama dan diuslhrkan sedekrt rnungkin \clama nu\ih
diptrholelrliin nL'rs)aJdlJn N,cn(xnJrn p<rnhJIiJu
ruangan dengan trjuan memperkecil benring. Dnrdrns

Gn rbar 5

dindins \ang di!unlkrn mcnpatrn pasangar bara.


lanrai dapar berufr tlru atxu ben)n b.rlulaog. Be()n
benulrng lebih bt.rl tct.ipi nrempunlai kelebihan
kar.na memiliki lcmarnpuan untuk menrbenkng
dllanr dua arah \Lllligus- Hal ini nremungkinkan
penlgunaan iulunln dindin! r,enopang yang lehih
ridak bcraturan dan secfa unum men,tmbah keheba\-

\L

\L r. r \'1:i.:L

an dalanr pcrcncanuan lcambar 5.7). Lanlai Lreron


befulang juga nrampu menyediakln bentang ying
lebih panjrng dibandnrgkan dengrn lantai k yu: lanni
belon bertulanS juga membcrikan kekuarar d.tn
li.t,,\:lrr \:r. eh l'pdJ b.,nf' nJr dJr nrer rp, 1\J
]icuntungan tarnbahan yailu nrcnrherikan struktur !aDg
tahrD api.
Sekalipun strukur balok dan pel r dergan penxm

pang nlelirtang padat yang sederhara biasrnlra


digunakan unluk elenren elemen lanrai pada b,tngu
r1.r dind ne p uLrJr l ehJr l:kr.r benr.,npn)J o:J.r
nr-a lebih pcndck (liha1 Bagian 6 2). elcmcn clemen
Jang dilegangko secar,r aksial ihlaln bcnruk gclagar
segitiga sering diguDrkan uDtuk membenruk clcmen

ho.ilontal pada sruktLrr {t{p. Biasaoyi bdan r-rng


digunakan untuk clcmcn r1!f yarg nngan.rd.thh
gelagar ka)u (Canbar 5.8) d,rn gelagar (su.l.r) h,j.l
ringan.
Bentuk dindnrg Fnahan beban

dd:l

mcncrus me

Npakan bcntuk shrktur y,rng \angal d.rs.tr di nruna


jenis pating nrcnd{su ddi elemer lertur (}airu ,a,
,rrn ar.tn,"). dcng.rn Fnampang melintang padlr \e
derhana. digunakan. Efisien!i elernen tersebutrcDd.rh
dan kekurangrn lainn)a adalah bah\\a pcr\y{.a!an
struktur hrmpir langai membatasi kch.basan perancang unluk merencanalian bentuk baDsunan kel(angan utamanla adalah kebutuhan untuk menggunakan

--

. ...1 ,.. r r...,.rtr r I

Gambar 5

\1.1 ..

al lantai beton
pracelak membentang
anlara d nd ng-d nd ng

Fe

.r. i,.L . l' ,..

..,

'. 'i.rr Jr "r' rrr'; rre r ril ,el l.Jn)Jk Ji rkrJ rrdal rdr dtri rurng teaebur )ang sangat besar dan.
pxda brnglnan hcrlingkat l)an).rk. denah yang kurang
lcbih \amr pada \eriap lantainya. Meskipun demikia

nruktu di ara\

Drerupakan struktur y.rng sederhana


dan ekononis untuk dibansun.
Ketika diperlukan kebebasan yang lcbih bcs.rr
untuk nrerencanakan interior bangun.rn. anu kcliL.l

ruang interior yang Iu3S dlinsrnkalr. biasanla perlu

dirunikan heberapa jeri\ \rrukxu rangka. Struklur

rangka mcmungkinkan penghilangan selunrh dinding

{rJk,, Jl J _ .Jr ! i,,leri.{ \: ,! .ux.,llpJt .l .?pJr.


J nil'Jr r!: \ --.r\JrJ hJn\Jk pxdJ derr rlr Jr
.rnt!r! ringkarlang berbe(la pada bangunan bertirgkal
Ciri ulam! rangkanla adalah rangka tersebul me-

mtrkan siruliur kerangk{ yang terdiri dari balokhalok ).tng ditumpu oleh kol n kolonr. dengan bebe
rlpa bcntuk pchl lantai dnn atap (Gambar 5.9).
Dindmg bia\an),-a merupakan elenren non-struktural
(beherapa dapat di-lunakan sebagai ,/,.i,8 bidans
vetikal) dan diturnpu seluruhn_va oleh sislem balok-

kolom. Volurne rotal _v'.ang dilenlpati oleh slruktrr


lebih sedikil dibardingkar dengan !olumc nruktur
dindin-! penahan beban. oleh karena itu clcmcn
elemenn\r ma'nS-rnr.r,g rn(1,rkul .rlJ.,,h Jfl.
atau atap )ang lebih luns dan dikcnri jumlah gar-a
dalam _vang lebih bcsa. Biasanla digunakan bahan
yang kuat scpcrti

Gambar5T

.,t

i,J....

rr l

brjr

dan heton benulang. Rangka

dari krru mcrupakan bahan yang relatif lemah.

iikr dikenni beban lantai bentangnyi harus


,Jet r r,I.in, I i m'. B.rirdr! ) .n! lel.rh flntanp
dimungkinkn p a $uktur kayu satu lantai. khususschingga

, ,r

pe

t:

.,

,li,

\ .,f.rL:

Ganrbar 5

10

jika jcnis-jenis elemen yang efi sien scpcni selagar


.e!ir:ga dreur rkJn. rrrJnr b(nrrrrr rnJk.i nurnn\J 'c
ldlu lbih kecil dibnndnrgkan dengan bcntang yang
menggunflkan struktur bria.
Jeniijcnis rangka yang paling dalar disusun se'
bagai sebuah deretan rangkr bidang identik bcrgeo'
metri segiempatr, yang ditempalkan paialel satu sama
lain untuk memhenluk grid kolom segiempat atau
nya

l.

'l ..,.tr,

trng dlhasilk,tn mempunyai


bentuk-tentuk utama bcrupi garis lurus baik pada
persegi: bangunrn

denah maupun pen.tmpang melintang (G.tmbar 5.9).

Variasi unrum dan susunan di ata! diperolch jika


(lernen-cl(nen .cplll!J Jr!LrJkrn .I'ru^ o.rpr:r h,,llsontal drri \truktur (Gumbar 5.10). Susunan brlok'
kobm yang ripikal untuk satu aGu hanyak ringkar
diperliharkan pada Gambff 5. I I sampai 5. I 3: perhali
kan bahw.t sisten balok ulama dan sckunder diguna
kan baik untuk struklur lantai nmupun atap. Susunan
h. ok-kok)m rang ripilal ini
disdbusi
'nemungkinkar
gaya dalam yang mcrala antara
berbagai lcmcn di
dalam struktur lanlai atau atap yang khusus. Dalam
Gambar 5.12, sehgai contoh. b.rlok utama AB menumpu wilayah lantii yang lebih lua\ dibandingkan
dcngan b.rLI leliuodtr CD. dar kxrena itu b,tloli
urama AB memikul bcban lnng lchih besar. Akan
Lup. bc\ n \! rJ\.Fgt,)J J:lJrn fJJ! rnJ.irg-rrJ'i r!-

balok h nrpir sam.r, karena bcnlang ,,\B lebih


Ran8ka dapar hcrupa

jeris tidak mencrus

dan

menerur. Rangka bajr dan kayu biasanla mcrupakan


lenr\ (,Jrl meneru. Jrn rrnrt r b( r,.n henul.,rg bi".-

nya mcrupakan jeni', nrenerus. Pada ransl.r rrns


sepenuhnya tidak mcncrus seluruh \ambuognn anlara

b.rlok dan lol(,nr nrerupnkxn lcnis sendi (Clnrhar


5.lll. Sambungan jenis ini membufi bentul dasar
tidtik slabil drn mengurargi cfi\iensi struktur dn-tan
c0ra neorisahkan elemc -clcmennya srtu sama lain
d.rn mcnccgrh berpinLhhnr_a Drorncn lenrur anlnra
elernen tcArbrr (Gamhrr 5.l5-lihlt Juga Apendil\
lr. Smbilir,s diberikin p.rda ranglu ridak men.rus
oleh

ristm

,,1& i,7s y.rng tcrpi!ah. )ang dapal mcng

.,rrbr. ..rJrnJl' oenh,k,lrhJr Uxrnh.U ).10 'fl)rp..r

! sl9

reque9

1t t1ttt
rl
il{rl
*nl
iL
lll
'r i
ir tJ
fnnfiTr

hTrnNT ITIIiiT{T

^_

2.13). Adanya kebutuh{n baik unruk menjamr srabi


lita,t maupun u ruk memberikan roprngan yang cukup

bagiseluruh wihlah l:rntai dengu sambungan clcmen


scndi, biasanya memerlukan geonretn ra ska lidak
menerus yang reratur (Gilnb.I 5.l6).
Jika sambungan pada seburh rangka adal.th kaku.

hiasanyi didapatkan sruktrr nrenerus yrng he.sifar


lrrd.i/rA Lrntuk dirinya sendin dan staris lidrk tenru
!ang tioggi (lihatAperdiks l). Raogka rangk! nrenerus sccarn umun lebih brgus dibindingkan dengan
rangk,t iidak mencrus: .lemen-elcmcnnya leblh
ringan. hcnungrla lebih prnrlng. dan ritlak adaxta
bidang b,?.i,s memungkinkan lnrenor )rng lebih

;r nif ii':x ;

te''buki. Kcuntungan-kernlungrn ini. bersan dengan


kebebasan pcranc,rngar um!m )ang dilnungkinkan
oleh StruklLrr menerus bertingk tinggi- menandakan
dapat digunakannya geomcrri \truktur yang lebth
kompleks dibrndingkar dcngo )ang dapar dilakukln

dengan strultLtr tidak mencrus (ajambar 5.17. 5. t8


Sebagai akihat diberikannF kenudahan uDtuk
mcncapai kenrcncrtrs.rn dan alib tidak adanyx kc$
liran penyesuaian (lihat Apendiks 3). beton berrul,tng
corditempal ncnjrdi bahan yans sngat sesuai unrLrk

rangka menems. Tingkar kenrcncru\!n )arg drfar


dicapri bahkar mcmungkinkan b,tlok batok did,thm
rangkr dihilangkan dan pelat dua lrah dirunpu l.tDg
sung oleh kolom unruk membentuk apa )ang djrcbur
sebagai strukrur 'llrr rld, (Gamb.r 5.t9 dan 7.33t.
Strukur ini \angat eiisicD dalam penggunaan bahan
dan sederhana dalam pdmhuutannr-a. \\illi!. Fnber
and Dnmas Buiidlng lcambar 1.6 5.19 dan 7.37)

,]

Gambar 5.19

r.
,.. I.l

,'tj r.. r.,, I

L r.

.iL\rL

r.

.i I ir r!

n,ernpJr tJ i. n . .ln-krdr ,/,/ ,/Jr d:n hanCUnrn rnr


memperljhrtkan beberapa keunrungrn dari sixktur
rnenerusi khurusnya kebebasan gcomelri yang dlmungkinkan oleh ltruktur yans mencrus digambarkan
dengan baik.

5.3

StrLrl(tu

r st:i i-lbt itl-tlctia,t:

S.trrkttt \.'h1i-li)maktn e mcmpunyai bertuk y,tng


geomctrirya bukan p,r/ d .U)edtn rnaup]|nJon ac
rn r. Olch karena itu. elemenn\a mengandung rentang
icnis g,tln dalam yang lengkap (gayr aksial. momer
lcnrur daD gaya geser). Besaml,t momen lentur, yang
tcnlunlr nrerupakan gaya d.tl.trn yang paling sulir
untrk dilahan secara etisicn, tergantung pada scjauh
mana bentuk tersebut bcrbcda dari bentuklAm a.rrre
untuk bebannya. Bagrnmnapun, nlonlen lcnrur yang

i,,r{.r^. lcbih kecil di


ba,dnlgkan dengan momcn lentur yang terjadi pdd.r
sttuknn posl4nd'beam prdr bentang yang sanla.
Struktur reni /7r,n d.1,!. biasanya digtrD*an sebagai sistern tunrpuan unluk bangxnan ka.ena saru
.rtau dua alasan. Srruktur r.ni-Jirm a.rn.. mungkir
dipilih kare|a struklurjenis inl dipcrlukan untuk nlen
le{adi pada struktur s.r,i

::ncar 5.18 !l . l,{! (,, r!,. !1. L\\ ,


.rr.. L..r,.i 1.. nrf.l.
..r..r. Lr(,.
.r:t. \.. tr r: r \LrR.,rL \t!. rllr.tr
,..rr r. \,ljlj.rr ! rtr|ft ..r r.r i.!t,r.f
.,r. ., L .,r,. t., i.r. , |., .1

capai elisiensi

struktur

)rng lebih trnggi dibandingkan

deng.tn

/r,r/'rrd ,ean.

\ang panjang ahu

karcna digunakan benrang


krrena penerapan hehan vang

rmgrn (lihal Bagian 6.2). Alasan lain digunakannlr


struktur semifo,n a.rrre adalah karena bentuk
bangunan yang ditumpu ridak memungkinkan png
gunaan baik snrrtii pon dntl-b?an yang sangat
sederhana maupun slruktur.&m .x'tir. penub yang

memiliki clisiensi iinggi.

Ganbar 5.20 memperlihatkan contoh tipik,tl


rJr rIa ]enr. r.,x , ,,r a, tl . \and !1rn!

\.ru\rJr

dlgunakan untuk mencapai hentlng panirng dengan


beban-beban ringan. Stmkturjenis ini dapar dibangun
dengan mengSunakan baja. beton bedtrlmg, alau kryu
(Gambar 5.ll). Berbagaj variasi p.olil dan penam

$,16:

enampe''iersm)

<5iFJlR

Ganrbar 5 20

i. :

1,.
lL'

Gambar

522 '

pang melintang digunatan unrrk elencn eiemen rang

ka nlulai dari llemen dengrn pera pang nelinrang


persegi pani,tDg padit d.tllnr ka\rs berm beflutang
dan kavulapis. hinggaclcmen !ang'diperbaiki, dalam

je s rrngka lain. b{rasan


b.ntang \ang dapir dicapai rd.thh ringgi. Drlam
blnruhrla )ang pallng umum.jeois snuktur nri terdirj
kasus baia. Sepefi padr

dari sederclan rangka bidang kaku yang sama. )uor


disusun paralel terhrdap satu srma tain nnluk nrembenrLrk denah pcrsegi panjang

(c

mbar 5.22)

Yang rcmralukdalam kelompok ini ldalah

mcn tckan vang sebrik elenren-eie cn tariknya (lihar

Gatnblr 7.18). Pada kalus lapisan pemrukaan ba


ngunan r-arg luas. beban-beba|

,ni

L,

behan

5.4 Struktur

d./l?

I-(),',/r-. 1.1/i1

Stru(turl,m a.h?

penuh hiasany.r digunakan hanya

dalam keadaan di mana pcrsyaratan srrukrur khusus


diperlukan unluk mencapli ringkal ciisienst srukrur

yang tinggi. baik karcna diperlukrD benrang yarLg


rangat panirng atau Lrrcna diperlLrko herat nrukrur

)r'r:.?ns

I rn-..r.5rII', v.2.i,,,

ner

rp- ..r

geometri )rng lebih rumit darlp,rda jrni!


beau arau
t4bnt d.in ? dar shrklur terscbtrr
q,. rr r. .: l- l-Jnf lf, 1
'1. ,!r n"r )..n!nrert,r ,]|
'
l-. flu . k ru,
U. r b.,r :i L,_ , Cr , t.Jr ).j.t .r., tJl
5.25)

1,,r,,/

srut

rrell tckan.jaringan kabel tarik, drn srmkru p,,


b/d,la.ik yang didukung udarn. Hanrpirpada seltrruh
kasus lcbih dari saru jenis elenrn dipertukan. khu
susn]-a pada sistem tarik lang biaslnya harxs mcm
punlai bagian tekan scfeni hahya brgian tarik. dan
bentuk.,)r,71 ,./n. scring dipilih untuk elernen clc
tur

)a.g dibeikan dido


rr, hehrn .r erdr., ,, , bLrkx I oten Jr i,
tepurrl dan oleh karena hu geomerri /orD
. le r

I.

tersebuldil.ngkungkan (liha1Bab.r). \Valaupun


\ejumlah variari b.ntuk dimungknikan dengan pcng
guna{n jems sr ktr ini. terEanrung tada kondisi
rumpuan ]ang discdiakan. geometri lcngkung rangkap

.Jr; r,eno.lrn k .Ir\Jn dJn Jl.ncr r",,,..,,r/,

inildalah

sesuatu yang halxs direrinra oleh perancang

hermp,. ,u n ( ,s!JnJka I

i. ,i. .r.u.rd,i r,.


Strukturjr,, d./i!.. ranpa kecu.rli nrerupalen srr
(is rlk rentu din hxl ini. bersama dcngan kenyata.tn
bxh\! strukrur lcDi\ nri sulit u ruk dibangun. nrcrn

',n!

sa ini. walaupun padr


lcn),rtaann)a pcngluntr.rn bahan srmktur tenebut cii
\jen Tirgkat korumitan )ang rc.lib,rt dalam pcrenca
buaLny,r sangat nrrhal pada

lg*!21*E
(b)

naan dan pmbangunanflla dapat diaprcsiasi dengnn


mempeninbangkan bcbernp, permrsalahan khusus
dalam pcrencanfun !ang diburt. Lapisan permukan
tarik. scba8ai conroh. sehlu mengambilbentuk lnD,

unruk dibentuk i..rrrr tepal prda ruirlu s(ruklur


sebcnrrn!!. Khu\u{r\n. di i,tri jnri lenskungan per
mulaan tidil, telup \ehingga bail anllisis srnlkror
maupun pcmbuaiannlr sulir Ked(a. srrukrur yang

4./ir,. uniuli hcbrn

sebenurn\r \elalu dlk.n!i berbalri hcnrukbeban yang


berbeJr. \rns befuni h!h\\a benrul r,Dn-a.rii" I'ang

_," n8 bekerja pudanla lpirpun


geomcri aralnl-,i. Hal ini mcrupakan lonlekuehidrri
kurangnya kekrluan dan berani h!h$a tct.liiirn
haru! lcbih diperhatikan dalam pembuarann)a unlul
Inen'L\ukan hJh s pemJ\angxn membrJn alru .tJI

Jiperlulrn berubrh kcrika bEbrn-bcban beruhrh.


Perubrhrn ini buk.rn nicrupakao pcrmasalahan ylng
lrl drpxl diluri pad0 karus stuktur.rarrla. rir. tarik

ngan icr$bur telah benar. Jika hal di alas idal' dilr


kulan dan yang dihasilkan adalah mcmbran dengan
geometri ror fom 4./i'., maLa pada awalnya mem
bran lerscbut paling iidak akan dipaksa masuk ke

ld.n|rrukrur ini Ilek\ibcl. sehinela dapat menye


\uJkrn !.onr.trin\i untuk bcrubah mcnjadi bentuk
)an! k{fi-'Ll! ieiuli dengan kepcrluan. Sejauh f^,rub*tn h(hrn xdak re alu cksrim. pcnyesuaian y ng

dalanr bcntuk foma<tire ketika bcban dibcrikan.


men)ehabkan terhcntuhnlr lipatan d,rn kerutan r-an8
tidak \edap dipandang drn mengha\illan pemu\ahn
tcgangan. Beberapa kcsuliun teknis lainnya, berl,titan

dibLruhlrn ,hprt dihLukan taopa lcriadi resiko pc'


ngerurrn lrng ienu! B.nlul be ruk tckan h rus ka'
ku sehinggi hln\ r .tJ.r
'!tu geonrerri )ang mungkin.

dengan pcmasangan renrbran pada lumpuann),t d0n

denSan pcrilaku mcmbran dalam mcrespon! bcban

dinamik. juga limbul dalam percncanaan rrruklur


Dalam kasus versi lckan shrktur lbrn drllr'(,
rdr Jikr itruktur tidak diberi bcntuk
d|rir'(
,r.,,
)-ang \cbtnarnya uniuk b(ban ad.rlah ter
jadinya regangan lentur pada memhran. Jika h.rl ini
rerjadi tanpa lengrja, maka terdapat rcriko kegagalan
keku.tlan. dan oleh liarcnr iru akan lebih bail jika
ancaman yang

geomcrri yang rcpat dari bcntuk./'bna<'rir, scbenar


nladilentulian sclama proses peren(rnaan dan slruk'
turdibuar sedemikian rupa agar sesuaidcngan hinluk
iri. Akun tetapi. muncul dua pcrmasrhhan. Perl ma.
geonrelri dan bentu[ /nr,, d.rdl' sangar komplcks
dm sulit untuk ditentulan dengan tepat \ehingga \ulit

Olch karen! iru i.ju llah rgang.rn lcmur tidak bi\a


tidak rkan rimbul ,li drlam nruktur.r,.n-d./i v. le k an
akibni perubJrJn \an! trjadi pad! pembebun{n.
Dengan demikian 'rruktur-iruktur ini harus diberi
kekuaran untul renrhJn t.gargan lcnturdan \trukrur
harus dibuar lebih r.h!i dari yang dibutuhkan jika
)ang terj,rdi han\al.h i.gangrD langsrng.

Kenlrtaan bihsJ regang lcnlur tidak pemah


dihillnglrn \.!atu rorrl d.rri srrulrur/b.,rd.

dapar

.ive (ekrn mcnandirlao brh$ir struktur tckan rersehur

jchs kurang clisien dihrndingk.rn dcngan shrktur


rrnk pJJJ l..nJin )Jn! \Jmr. Hdl ini iuga hertrL
br}l*a pngrmbilan bentuk /nrrr-d.rn? sebenrm],t
drngjrn.enrur l(runrirunnla \cpeni \lria\i jari-jrri
kelcnglungan. jarnng diangg.Lp scbagai \atu ti0dakan
yan! hcnar. Konrpnnri serjng dilekukan letlrt peng
Sunaan beDruk lcngkungan rangl(ap. vang mcDdekati

r,;_:;.::-:::_
Gambar 5.25 Ir \n

. |lrr l,rr,r ,. rLf\ Li


r l'

r,r

nl\,

l rj,\irr.\t It\

rlr:rr.,r l.L.trj

t,r rtrLtr,r

1/

&xllI;I

iiri

rr,Lr. rJ.L.

r r,ir

/li

r^ 1.i.

,. rj.i-

.tjr

i .. ,1. ii,,1,.r LLrtr' o\.


rL, , . . , ..1 ,, .r ,r r I

1rL,f

a.il,, rerapi dengan geomeiri yang lehjh


scderhana. Benruk bentuk yang lebih prakris jni mcn
bentukln,z

5.5 Kesimpulan

cap.ti kesederhanarn yang lebih ringgi dengan iari

Pada bab ini

jari lcngkungar lang konstan, scpc.li dalam

kub.rh
yang berbentuk bola, arau dengan nenjadi benruk
translasi/rznsla,ional. yang dapxr dihasilkan dengrn

lengkungan scdcrhana sepefli parabota atau clips.


Parabola hipcrhdik dan par.ibola etiptik (Grmbar
5.25) merupakan conroh-conroh benruk terschut.
Benruk bentuk ini lebih sede rna unruk dianalisis
dan dibangun dihandingkan dcngan bentuk,benruk
/o/,r a.lir. )ang sebenarnya, daD dengan mengambit
bentuk yang lcbih sedelnana rcrscbur berafli pcran
.ang memilih cfisienli yarg lcbih rendal untuk mcndnpalkan kcmudahan baik pada perencanaan mrupur
pehl!,anaan.

telal dijelaskm tigajenis

susunan struk

rur drsar dan beberapa dari masinsrnasing icnis re


l,th digiDbarkan. Be*agai lariasi dengan iumld
) Jr; hc,Jr d,nJ, pkrrl.,r nxJ nr.ins-nk.ing j. ni,.
tergantung pada sital clcmen yang nembentuknyl.
Kemampuan untuk mcncmpatkan ltruktur te dltlltm
kategori yang tepal mcrupakan dasar ying bcrguna
untuk menSkaji kineda struktu. dan kelayakan siruk
tur y.ing dileleksi untuk pencrap.tn khusus.

llrhh

Penilaian Kritis Struktur

6.1 Pendnhuluan

palinS efisicn,: yrng menghasilkan kap&sitas mcmikul


bban yang diperlukan dengan beratbuhan minimurn.

Dapat dikahkan, biasanya oleh para kritikus. bahwa


aktivitas kcatif atan remakin diperkrya dengan adanya kritik. Dunia rckayasa (ruklur, di mana begitu
banyak ancfak yang tercipta seciua terus-mcnerus.
anehnya lemyata jarang tersentuh kritisisnc, dafl
hanya sedikit sauktur rekayasa yanS mefldapalkan
perhatian yang kilis yarg biasanya diberikan pada
baogunan yang paling sedcrhana sckalipun. Kdrena

pasti mempakan struktur yang rcrbaik beberapa faktor


teknis lain rermasuk ke.umiran pada prosc$ pembangunan dan keawetaD struklur sesudah iru, atan

itu tidik ada tradisi kritik dalam rckayasa \truktur


)ang dapat dibandingkan dengan yang terdapat dalaor
arsitcklur at.tu seni lairoya .
Pcrancangan telah dianggap sebagai sebuah akti!it{s pcmecahan masalah. scbuah proses berulang di
ruiDa kritik yung diberikan oleh pcrancans \endiri
adalah bagiun yang pendng. Jenis kririk illi dibao-

droelun denE n Jenr\ Lrirrt jurnalisnk )anC Jr'rnrsung di atas, laflg akan lebih dip.rhatikan dalam
bab in;. lGitikan struktur di sini tidak diuraikan scan
luas tctrpi hanya unluk mengcnat faktor-fallor teknis
dergan pengkajiao srruktur yang bail.
Rekaya$ pada dasamya berhubungan dengan
pemrkaian sarana sec,ua cfisien lekonomi sarana)scbuah sruktur dapat dian8gap telah direkayasa
denE.rn baiL Jitia \rruLrur rc^ebur mcmenuhi funrsiny.r dengan penggunmn bahan dan sumber drya lain
!ang minimum. Ini lidak brani bahwa srukrur yang

mcmpengaruhi penilaian apakah st}bua}l strukrur


mcmuaslan rtau tidak. Seringkali syarat-syarat teknis
saling bcnenrangan saru sama lain. Sebagai conroh.
scpeni yang tclah dilihar dalrm Bab 4. bentuk yang
efirie0 pani lompleks da| krrena i1u akan sulir untuk
dirancang. diban-lun. dan dipelihara.
l)ikot()mi anta.a cfisiensi dan simplisirar benruk
mcrupakan asp(k polok dalam perenc0naan srruktur.
Geonrrri ,l\hir )ang digunakan sclalu merupakan
sebuah kompromi antara dua sifat ini, dan keelokan
r-ang dapar dicapai dalam kompromi ini mrupakan
salah $lu triteria penring pada perencanaan slruktur
!Jng hail Drlanr k,\ntet. rr,rlekrur l.mpromi inr
memp.ngaruhi hubungan anrara penampilan dan
kinerja sirutrur. Fatr()r-faktor yang mendalari reF
capJin!J lnmrrom. )rn! rcrhlik Jihrhd',li sini.

6.1 Kerurnitrn d.rn Ifisiensi dalanr


I)eren ca n.r.r rl SlrrrLlur
Satu pcrs\ant.rn Gtnis ]an! paling pendng adalah
keekonomisan sarana. aniny, seluruh sumber d,tya
yang digunalGn dalam pemblngumn hendaknya scsdikit mungkin. HaJus ada teseimbangan artara kerumilan yanB diperlukan demiefisiensi struktur yang
tinggi (lihar Bab
dafl kemudahan prencanaan.
pembanSunan. drn pemeliharaan yang dimungkinl.an
,'leh \u.undn \,,np,ederhlnr. Kompromr ,epeni rni
lah yang hiru\ dikaji olch kitikus yang ingin menilai
bagus li&Inla suatu slruktur.
Aspek asplk struklur yang mempengaruhi cfisicnli. di mana efisicnsi dinihi rerulama dari be.al
bahan yang harus disediakrn unluk memberikan

l)

t-

L,rLr'r
krpasita\ pemikulan hcbrn lcrlcnlu, lcllth diiclaskan
\ecara garis bera. drirm Brh 1. Prdr brb tcrccbur
lecara kausrl lelah di[,erlihrlkan bahwa \olumc dan
berat bahan vang diperlukan unrlLk luatu sttuktur tcr
ulana tergrntung pad benruk keseluruh.rn bcDtuk
itu dalan hnbungannya dengan pola pemb.brDrn
yarg diterapkan dan pada bentuk pen,rmtung mclnl
Iang dar penarnpang menlanlnfg elemen struktr
Si\lcm klas;likasi dasar-v'.ang didasarkrn pada konscl
hcnruk ,,r, a.ln'? dar peranparg melinrang dan
memrnraDg )rng \cdcrhana dan diperbaikr' telah drrni r
,!,,i1k-1Jrl:, rkJnr,). penrl:r:n.
n J,l

penilaiaD nicngcnri

ri

gkal elisiensi yang lnungkin

Ji.Jf:,i JJr.t.,n.L.,rJ n.Jr..,n .rrJl.Lr B(lrrui /./,,


.r?ir" scpcrli L.tbel kabel tarik dan kubah tetan ielah
lcrbukti \chagri bcnNklang palmg el-rsien. dan babk

b^lok non

f.,n a(ti\t

adalah beniuk

ylnr

paling

. i.i.,.i \:rrPr(l.hd..-p!r

harxs sesuai untuk berbagai kc{dun sruktur


Adalahtidakrnungkin uDtuk nrcncnrukrn dengan
Iepar ringkal eiisiersi )ang leharusnF dicap.ti pada

surtu sfiuklxr, deni]iian pula kerumiun hubungan


)arg lerdapar di antara berbalai faklor lang terkait.

\Ielki demikiar.

adalah nruDgkin umuk nergetahui

,]ua Fngamh utam!

bcntang yang haru! diclpli \cbuih


intcn\iur
beban eksiernal yang akrn di
strukrur dan

pikul srruk1ur. Semtkin paniang bentangnya. \emrkin

( L'ul qruL .'lr.ren. \dn! l< 1.', lr ,!!i.


penrlliulan
bebrD )rns lebih tinggi mendaprl
lingkal
lehih
rcndxh. Dur peng flrh ini schcD,f
ctisiensir-ang
ya nerupakan aspck aspek yanc berbeda dai suaru
tunomena yang sam4 ,'ailu persyiratan untuk rncn_
pcrlahmkan rasio hoat rcndiri rerhadap bebaD cksrerDrl pada lingkrt r'ang kurang lebih lelap. l']emlataan
ini rncnyiritkan lde bahsr unrLrk mencapai til,ri cko
noiri maksimum r-arg idcal. ringkrt kerumitan sruk
rur hdrLr..err Irnrm r., ,:krr 1rr ,Jr .<l-f l,ir\r\rJn
hr..

t{da tingkrl

,-ang diinginkan.

ke

J n!.,r pen..,.,-,-1 ,.rgl- (1.,.r.r )!,! r(fJr.

Pengalxh efisieDsi ).tng limbul akibar peningka.


rn bentang terlihat dal.trr ruaN contoh r'aD! srngal
\.derha|a berupa seburh balok penanpang segicmpal

\ms

Sulu sif{r \trullur scpefii }a|g lerlLhal nelalui


I,engalulan elemcn ini adalah: sernakio rggi nilai
cfisiensi n k! \.makin runit berNkn)a'. lrilab ).rng
unrumD)! tcriadi bxhkan ketika harya ukuran-u*uran
\r.'i' )Jrr Jifdk.' ,r1,L,k ntr,, r!^x k.,r (...r(r .
nruklur. scpcrti Nnggun.tin betrtuk penanpang Idan
kotak untuk balok rlih xlih p.nampang regiemprt
\olid. atau penggunaaD gcornctri d.tlfin regiliga rllhalih penggunaan nr,, solid unruk gclagar.
Geonreri rumi1 )aDg hrrus digunakan unnrk
menrpedeh cfisicnsi ).tng ringgi mempengaruhi ke'
muddhln \lruktur unlul d.tpat dibargun dan pembuat
an komponen konrponcn targ dipilih. dan keawetan
.elerL.n)J. 5.bJs r .,,,r^l'.
.c-.rri,J
'ebJ.,h r: ,!\J
lebih sulit baik untuk dibrngun n upun untuk dipelihara dibinilingkan dengan schuah b.tlok n.l, solid.
Pdr1.dn. .rtukrur den!!r J. rnili.,r, 1,.,r ' 1,en\ei rbangkan pertlmbanSan I,.rliDrbang.tn nli dengan
kerrgin:rn aLarniah untuk mcmmnnasi iumlah bahan

\rng Jr!u.rJlr.,. lr1.l.,r

lnitu ukurrn

memikul beban mcrala (Gambrr 6.1). Prda

grnrbar dua balok dari hcnkng yang berbeda dipcr


liha&an. masing-ma!ing memuar iffensiras bcban
.,,1i,,:.r,., Bsro^ J. r'.:,,n he ttrrs t rr,. .eri'r p. nj. r.
hrrus mempunrai keringgiin !a g leblh besar uDrul
nlcmpLrn)ai kekuatan )rng nrenudai. Beban seDdiri
pada asingrnasjrg bxlok berbanding lum! dengrn
tingginli dan dengan dcmilix bebar yans dipikul
rerhad.tp beban sendiri pcr unil panjins balok lefi
siensi $uktur) kurang menguntulglan unNk benlang
yang lebih p:xrjans.
Cara lain untuk mempcrliha*an pengaruh )!Dg
\rma adalah dengan me ggunakan elemen brlol
dcngan penarnpang mclimang kllusus,!ang'nemorong

bcnlang. Kekuaun brlokoya mo en tahanannya


(lihar r\pendiks l.3j rkan konstan. Pada bcDtang
yaDg kccil, mo]nen lenlur m:ksimum yang dihasilkan
olch beban sendiri akrn rcndah dan bak)k mungkn)
Jlxn n en,pL..)r l:t"' r.,' -dr)e c rkLt, , ,r.rk r,. rn.kul beban tanrbaha.. Dengan kenaikaD bcDrang. momcn lentur yang dih.tsillGn akan nrennrgkat dan se
hrgi.rn bes dari rcgangar akan disedirkrn urtuk
nrcmikul beban sendiri. Aklnrnya akan dic.ip.ti sebuah
benrmg dl mana seluruh tcgangan yang terscdir diperlukm hanva unuk mcnumpu beban sendiri. E1i!iensi struktur pada balok (kap.lsirasnya untuk nrc
mikul bcban luar dibagi dcngan beritryr) akan tcrus
berkurang dengrn betanrbahn)a bentang.
Dcngm demikian, padn k.tsu\ bcrtang horisontal.

yang nrcrupakan jeni\ struktur )ang paling banyak


diremukrn pada arsitektur. efisiensi clcnlcn dengan
bentuk Fndmp.tng Itlelintang te(enx'
iring dengan Daiknla benrang. Untuk mempcrtahrn
kan ringkrl .lisicnsi ,!ang tetap untuk sebuah iarak
beniang. hcntuk penampang ,,'ang berbcda harus dr'

6l

ir.

r i\,

gunrkrn. Beniuk bcntuk yang lebih efisicn harus


disun*an karenr henhne akan dinaitlanjika lin8k,rt
beban )ang tetap tcrhadap beban sendiri (cfisienli)
ingin dipertahankan.
Prinsip umum yanS ada

lihatkan hahw, kebanyatan (ruktur itu pada kcnyataannyr direncanakan sesuai dcngan kesadaran sl(an
hubungan antara bentang, beban. dan efisiensi y:tng
teld digamb,trknn di atas. Wnl8upun selalu mungkin

di sini adalilt bahwa


dengan benlang r-ang lebih bcsar. diperlrkrn jumlah

unruk mencmukan pengecualian. namun secafu umum


memrn! benar bahwa siruktur dcngan benlang pendck

'pcrbaikan yang lebih besar ntuk nrempcnalankan


lingkat efisiensi yang tetap. Prinsip terscbut mung-

kebanyakan dihnsilkan dalam susunan yang ridak

kin dapatdibrikan untuk bntuk slruklur kcseluruhln


dan bahlan scgala jenis faktor vang mempengaruhi
clisiensi. Dcngan demikian. untuk mcmpcflahankan
lingkat efisicnsi yang letap terhadap jarak benrrng

)inE leh!r. \rruklur,cJcrhdnr

r, {r-r,, zr-.r.ri\1
mungkjn cocok untuk h.nlang yang pcndek.
Hubungan antara efi \icnsi sruktur dan inrensit.rs
bcban yang digunakan, yang merupakrn lakror pen-

ling tdin yang mempengaruhi nilai ekonomi. daplr


dcngan mudah ditunjuklan. Lihat kembali conroh \eJ(rhdna drr \chuJh baloli tlcnpan penrmprng pr\esi
punlan-s, betu balok lni bcrbanding lurus dngan

lclinggiannyu scdangkan lcgangannyn bertambrh


dcngan kuadrat linggin,-.t (lihat Apcndiks 2.1).
l)engan demiki.tn. jika beban luar dinailika. sebesar
duA kali maku kcnaikan kekuatan sebesar dua kali
yang diperlukrn untuk memikul beban tehcbut dapat

dicapai oleh pcnambahan keling8ian yang ridak


\.rmpai dua kalinya (sebenamta. dengan laltor kcn.iilxir 1..r, P(nambxhJn h.rdr bJlok Jrnsrn derr
kiinjuga kurnns dari duu kalinya dan cfisiensi kescluruhan dari clcmen r"ang memikul b(bm dua k.rli
lcbih besar ini juga lebih hcsar. Dengan demikian,
unrua 'ehurh hcnrdng dIn hl.nruk penrmF,np. .ll!en
\i elenen .*an naik seiring naiknya inlensiLts behan
da,l penampang yans lebih besar hams dircntuknn.
Sebaliknya. iika sebuah tingkat efisiensi tcnenlu di
perlutan, hnl ini dapat dicapai dengan bentuk pen0mpang yang kurang efisien kctika beban bcban yang
lcbih beral dipitul (hubung$ antam efi\;ensi dan
bcnruk penamplng lelal dibahrs pada Bagian ,1.3
dan pada Apendiks 2.31.
Pcmeriksarn terhadap sruktur vmg luas mempcr-

efjsien. yritu \Lrsn nan ,on -fonnaLtite polttru )ca,


dengan bentuk pcnarnpang melintang dan penampang
longitud;nal yang sederhana. Pcflingkatan bentang

menimhul(rn

\ii

r-.ilar \an$ m(npha.ilkan efi\ien.i

drn \rrulrur denEJn benrung )ang \.rngur frqj.,ng


selalu dih.mgun dalan format yang lebih efisien. Hai
ini \rn$JI iclJ. rerlihar pad.r rckalasaJemb xn rltcni

)'anB dioerlih,t&an pada Gambar 6.2. dan terbukri


benrr unruk kcbanyakan stru(tur bangunan.
Penunjukan yang paling jelas mengenai pengaruh intensilas bch.m pada jenis elcmcn yang dipakai
dapar ditemukan pada rangka bcflingkal banyak.
Beban utama pndi elemen struklxr horisontal merupalan beban bchin gravira\i. dan intensitas beban

lantai lebih tinggi dibandinBkln dengan beban atap


(dua sampai scpuluh kali lipar lcbih dnggi). Pad.r

r,,ngIr henilI\.rl h:rn\r\. pen!!u1.,xn konfi!uru.r


struklur yang herbcda beda untuk struklur lantai dan
atap adalah hol }ang sangar hiasa. dcngan struktur
amp diberi lebih banyak fitur yang berhubungan
deogan efisicnri (ruktur,vang lcbih ringgi, walaupun
bent:ingnva sama (lihar Gamhar 5.13).

IXri emua )aog

sudah dibcrikan sebelumnya.

kila drpat menyurun sebuah sislem klasifikasi sruktur

ylng cukup apik di mana jenisjenis sruktur yang


prling cocok unruk suaru aplik$i dapal dideretkan
mulai darijenir norrullttit? post anl.heam paling lederhana untul benrang yang pendck, diteruskan

n j..ni. / Dr,,/4 adrrc xu .1,r'ederer


-adn?
yang
dipcrbaiki' pada dacrah bentaog
fon
J.ngcn

sedang. sampai srruktur

,),rr{.//,,e

untuk bcnkng

yang rerpanjanS. Karena pcrsyafaran dasar pada


perencanaan stuktur adalah mcnghasilkan rasio behan
terhadap berat sendirilang kurang iebih tetap, dngkal

r
d

ll

l
I,

t.

c.tr.t ini cenderung scm.tkin iama senrknr nrentllgkrt.

:2

dil:,ItJr Jeng.r rJJlirJ. . llx

Fr

rl n\.,

\bl

n d:, I e1.

r!

dan dengar kchuluhan untuk mcngurangi tingkrr


pu u.r r.rdr .rr . Br .)J. ) x.rg Jrlim lu.rrek. .1,.n.r ri
pada dunia modern abad ke 20. sebelumn).i lchih
banlak tldaL bcrsenruhan dengan aspek-aspek rcrlira
ini dan dikesxmpingkan oleh para kritikus arsitckrur

(b)

setragai satu ukuran nilai bangunan. b:sa saja, pada


abad ke-21, mcnradi sebuah pcrrimbangan penting

dalam penil.rirn kelayakan sebu$ lrruktur


Sepcfli aspek-aspek percnc{naan lainn},i. pcr
rnasalahan yang menpengaruhi hial-a n]erup.tlian hrl
yang tumit. Sebagai conroh. dxlanr pertimbang.t.
biaya yang bcrhubungan ilengan perancangan rtruk
tur. perarcang haru\ memperhirurgkan tidak harya

(c)

Gambar

6.2 r.,, ,

...1.

..

kan unluk mcngurangi biaya dari sebuah strukrLrr bcr


lartai banlak dengan sedikir mcnaiUixn kedahnrlD
.rr rljr - orJJ n-,rn--nr?,
Jnj-r.lench(nrdt,rn r,,i

- -,
ir

rlL

rruktr

trpr luyu p<'r!.nrh dJriFn-.rhJn t. I I'


ltruktur terrcntu pada biaya bangunan,arg lain.
Seandainyr, misalnya, teflryara iorbukri nemungkin

btr1"

blsajadi mcng,rkibarkar peringkltan biay:r untuk pc


lapisan pemrukaan bangu|an dan uDtuk b:rgian lrruk
tur r-arg lain. Seandainyaienis struktur yang dipilih.

11alaupun lebih mahal dari pilihan

b(nr,'ri.:

\Jrr ht.

.1. mrnd

-r"JlIr3n o, rte'r

elemen yang kur.rns cfisien menrju elemen ],ang tehih

bisa raja mclebihi nltai pcnghcmalan yarg dipcrolch


dengan pchk\anaan bangunrD yang lebih ccpar.
Permasalahan hiaya. dalam hubungan dengrn pcijn

panirnglah benrang di mana perubdhan ke icnis elemen yang lebih cfilien akan dapal dibenarkan. Fakror
reknis vang mcnentukan tingkat benring Inng 1epar
di mana sudu konligurisi srruktur tertenru pating
tepal merupalGn persyaraian rekni! terpendng dimana
ekoDuni-sarana haru! dicapai.
SJru r dr\Jr,{ n e ,g(1r n JUh I r. r.d k. .. ir
tangan yans bcDar antara kerumilan (dan olch \cb,rb
.ru cfi..er .r, dJr ke.ede-n.,n,un \Jn, elr\ Ji.dfI
adalah biayr. Walaupun bi.tyr moneter bukan aspek
reknis vang rcpat akan kincla struktur lerrpi aspek
ini memberik.tn petunjuk temang tingkar sumherdaya
unruk segala scsuatu yang akr dlllbarlan dalam
pelaksanaannya. Biaya oieh karena nu mcmpakan
.ehuirtl ukuran mcngenai ekonomi sarana
)rng tetah
Ji.ap.ti dan seringkali sangar pcnting datam nrenen-

canaan slruktur. harus nrelibatkan pertlmbrngan

(fi. (n JlJr repr. .,k. , , rperr,,r.rl r.,.ehrn.r1 rJ.


bebaD: semakin bcslr heban yrng dipikul scmakin

Lg

rg
1-C

ln

lairnla. mcnrung
kinkan pclaks:rnaan bangunan )ang lcbih.eta!
lmisalnyr dengan rangka hrja dan bukan dcngrn
rangka bcon bertulang). pcningkaran bia\a n.ukrur

' ,t:n ke.e.mr!n!:n xlrnrJ ..'i\re r.r d,,r le1r .J1


trng tepat dalam suatu kasus.
Birya sud.th tenru merupakm sebuah ukuran
.uaran r-ang dipcngaruhi oteh cara-cara yaDg dirura-

irn

masyarakal untuk mengarur prioritasnla. Cara-

permasalahan r-arg lain seiain masalah-masaiah )ang


hanla mcnyangkut smrktur Frklortrkror terscbul
sangar pcnting teruiarna j ika biarr siruktur itu sendin

'r,(r pdlJn \c\:!,Jn ke.,l

.-i- J. I

.eluruh

o.l.'

bangunan. \,Icskidenrikian. kra seridrkD.-a dapat nlelakukan pengamatan umum )arg h,tDya menyangkut

biaya

ktur

semata.

Bia)a. dan khususnla hubunglD anrara biala

re

kcrjr

dan bia)a bahan yang te ibat dalam pcin


b.tngundn struktur. sangat rncmFngamhi irsio bcban
n.rga

).tng dipikul terhadap bcrar sendiri )ang ra.gat tepat


sebuah rezim ckononri terrentu. Hal ini
.rd.tlah irktu utama drlanr penentuar bcnrrng di
ma.,t rerjadi peralihan d.iri beDtuk strutrur dengan
clisicnsi yang kurang mcnLuu bentuk srukrurdengan
clisiensi yang lebih.
Hal ini dapat digambarkan dcDgan mempertnn
bangkan hubungrn anrara bia){ hahan dan rcrn8r

di dalam

keria untuk strukru tenenru. Sebagai contoh. perhari


kan Fnnasalanan bangunan berlanrai satu dergan

/
benung !:rng

\cdx,g

daianr hal

ini

hrn.qunir

Renault Cenrc dapat dij.rdikan conroh (Crmhar l.l9).


Murgkh dapar dikrukan bahwa ra|gkx lc{l baj!
menrpakan hcntuk \trukrur )ang pa ta\ nruk nien

dr\,r ," h 1:,r


srrullur ymg

, , \efer.r I cr.| .i iu,!lr'.,

perencinanvr sdgat luas. Benyang sedcrhana dcngln !isl b.rlok


]rng sciajxr rkan menjadi pilihan lrruktr y.rng faling
ruk

ada bagi

/,,v ad r.an

tidrk clisien. Rlnska kerja pottal \e tifurn ktit?


dengrn elenren segitlga yxng rcr\u{rn ak.rn lebilr
efiiien Srruktur kibel pcndukuns rttir \truktur terdtr
akan nen$erikan clisicnsi!{ng terhetar dxlarn peng-

Sc ,tkm linggi efisiensinya. semakin


riIc.i \en'r ,ir.,rr -. " hin;:J ,crn ,l n r.. rl..h Dr.,li
Perencanaan dio Pcmbrngunxnnya.
Hubungan antara bi.r).t brh.tn dan biay tenaga
keria untuk semua jc'ri! ditlmpilkxn dalam bentuk
gunaan bahan.

dilgram tada Gambar 6.3. Tingkxt clisiensi oftinrum

tilik orinirnurn di dalam kurva


.Jr . r-,untrl^.'n ro,.ll.r \j r,,.' ,,1 rn., l ler I
struktrr tertenlu. Gambar 6.1 tugr merggambarkan
bcrhuhungan dengar

akihat drri hiaya tenaga kerja raie b.Naria\i Etek


pe1.4e\.,1,,n l-i' ' J rrr '.-., ke t: . .el,r r' r..' r. . rt, hr. . J
bahan. xdalah mengurangi rngkat cli\i.D\i di nrlnx
lingkal optinrtrm ekolrolnr-sartun oruncul. l,lik ini
menjelaskan tcrjadinya rariasi pola b.rnsunxn ili h.l
h.igaibclah{n dunia. Senukrn besar bir}a b!h!r \$S
bcrhubungln dengan tenaga keria. \cnukin be\!l

L
TiQkar efisens unruk btaya terendah
struklur kelka baF desan dai
b aya konslruks eb h lnoq'

dorcngnn unlirk mencapai cfiriensi yrng l.hih dnggi


drn \eflrxkj. kecil bcnrang di nr.rna lcr.tlihan dari

L^rlle,r.,,.l..r:.,n .II.. .i\':.Jr.,..

kr.c.ien.l

tans ]cbih ringgi dar olch klrenr itr lusunan vm!


lebih konif lek! dib.narkxn.
Conloh ekllrim rr.ngenai hrl rri dilcmukan da-

.,^.1'r,.,r.. l..ri p. r!.i i ..n


nrer.l.r \td.nrikirn rupr r.hinS:a bernrk strukrur
)ang \rnslt konrpleki digunxkrn untuk lLrukrur
dergrn b.nt!n! rrng rclaril pcndek. Terdi suku
Bedo!in. Igloo rcambar 1.11. do \irll lcambar 6..1r.
seluruhn\a nrerupakan nruktL fur[ d.rn., hisa m.
$.rkili b.heral)n dlu,1 begiru hnylk comoh yrng dlpat
di\cbutkrn. Itrsediaryx cxdrDgur reraga kerir )xng
banlxl untuk nrembanguD drr nreDreliharr srruklu.
) ang kornt lek!. d n kenr-.ilMn hlhs a strxkursrukrn.
scpcrti itu nrempakan cair prlmg eIi!ien unruk mcDg

gunrkrn hrhrn bahan lok!l ,-ug tersedia rdahh


penlcbabdigun tanniabcnruk bertukberbcdr untuk
\, r'- r! \' r- l,( r.r\. \-r t'r ru: r\1 . r!. rc i.i(n
-.
S rr .i .l d.,., 1.'.\. Jl
r.,l {r Ji u,,r.
nraiu. .rdrlxh leLrih mahrln)! renagr kerj.r kcrinrb.rng

b.rh[ Hll rfr n ndor ong penggunaan bcDtuk


nr!kum\!
rid.rk etisicn rkfi mudah unruk
)rn!
drbrnsl' \rr\.ritb nrukrur,,-rng diremukar) pldx
bahin

fr!!r!

nlrtu rdrirh jeris /D!r d,r/ b.a,r yang

eiriren. \ans

conr{)h terb

Lidak

ik rliri kelim

'nerupakar)
.,.'l .,l.nr..re,l.l
p,1..J l-Jr n.,r.rn-lr...i

rr

na

pung fameran keliling (lihar Garnb.tr 7.:..1) atau

bbskop kelilins.
Alasan larr untuk penggtrnmn jen i! \tuukrur )ang
mungkin pada keadaan lain rkaD dipandang tidak
cocok untuk benrang arau bchrn, .dalah bangunan
terlebut harus selesii dalam w.rkru !rng iingkat. I)i
nJr: lerepatir. o( rJ ri.rn bJroL .,r.:,J l.h t- f -.
utama. rangka kerjr baia )ing ringaD nanrgkin nre
rupakan pilihan r'.ang lepal nrl.rupuD l]ellimbangan
lain seperti lerlah pendckny.t bcntang lidaL menr

Gambfu 6

ben:rIx1 \al i1.. Pcn!pLn".,r rJnLlJ \ j! r'n-- |


un uI DJngunJr o(1rrr r. rr.r. S trnwel .elie-l
rurnah. di nana mih Hopkins (Grmbar 6.5) adalah
satu kasu!. salu co|toh mengenri h.rl ini.
K.JJnr k,dan:. lerrkx {n lr L,U. 1,,! 1. c Jn
dari estetika bangunan, jenis slruktr. dipilih kureD{

1t

ciri visualnya dan bukan kiren.i pcrtimbrngan tekni!


\aja. Banydk struktur r'.arg ditemuk.tn padr aritektur
teknologi tinggl tergolong dalam katcgori ini. Sel.ilu
dapa! diteDukan beberapa conloh b,tngunin di mrn!

(lr.1 .r: t neno,\Jrl<bnn,dl-lJ.r.,l.hLJr r:,

Dapal dikrtakan bahwa untuL hcnran-g dan per-

.\:rxrx,l'.ho'lenen., oJnd:lrr.i'LJ, .i(r.r..per-

.koronrian tcflentu bartaknya jcnis strukilLr rang

I.pat sangat lcrbxta\. Jenjs-jenl\ nri lcr.ntrng dad


).nit tlon.Jam dLri\e /or.(tr./-b".,n )rDg paling
i.derhana. unt'rk b.Dtang terpendek srmpxi bentang
t.rpanja|g dcngan srruktur rrell dm shktur kabel
-,r,-a..rr.. Sebagian besar bangun.tn mengikuti pola
rni lapi adajLrga beberapr pengccualian. Beberapa dl
rnlaranr-r dalar dikatakan rebagai pr0ncanaan lang
\rnuta n)rtr kurang pefimbangan. D.tDj.Dis bangunrn lairnla d.pat diterima karena ad.rnr-a kead,ranSebagai conroh, jika adi kebuLuhan khusu! akan

.rrklrrlang rirgar, hal ini ak:n mcrnbcnarkaD peng:!nian bentuk struktur yang lcbih efisien daD bukar
^-nruk hin )ang ilianggap p.tling cocok unruk ber-

-'-: j r.r..h.I aunoh)..,So..in:.kLr r, rnenren:r


mungkin adrlah tenda ba.tp,.t.ri ymg n]eruparr h.rngunan d.Dgan bentang pendck )rng langat

:\\rim vang mcDggunakan srrukrur./o,, a./1.. rarjk


-r ..rfl 1.r I \JI! p: li '!..rn3p.1J.rnfoirJ(t..rer
::r\r!faran bcra! nininlunl
renlu saj.r merupakan
r\i$ \ang mcnrhenarkan iligu rk.tnnya strukrur rer<r!r Jalanr kasus ini. Contoh lainnyr adalah bangu-

:-:

:11.

\nng bersifxr sementara arau tang harus dipir-

!.t!ni

bangunrD

)alg direncrnakan untuk

me-

r,r

m.Dge.rhkan sumber daya )ing berlcbihln, hrik


drhm hal hahan maupun teoaga kcrji. hanra uDtuk
nrendup,rlkan nruklur speklakulcr ).tng mungkin
secara teknis tidak dapal dibcnrrk.rD.
l'ermasalahar lehris yang scjauh ini iidak terlalu
dipednnbangkan. terapi ]-ang schru\Dya merupakrn
b.r-!ian dari pengkajian menlcluruh nutu !!r!Lktur.
adalah keaseran srukNr te^ebul. Brik kea*eran
)ang dinriliki oleh masirglnasirg brhan )rng dipilih
maufun keasetan kornbjrasi bahan )ang diprkri
kedua duanya hrrxs dipertimbangkan. Drhm hchc
rapa kalus. kelika smrktur hl]Ius mcngh.td.Lpi lingku
ngan yang tidak bersahabrt. penDasrlMrn kc.t\!crrD
menjadi prioritas teflnggi pada lahap pdrcncrnxan
dun dkan nrempengamhl baik pilihrn bahin maupurl
hentuk )aDg akan digunakan. Irbih serngn)a. pilihan
.rkan didike oleh Lriteria lain seperti berlang dan
beban dan peranynan selanjutn_la )ang perlu diawub adalah apakd bah n telah dlgnnakan scprntN
nla. Sebagai corloh. tika bahan lang digtrnakan
rdalah baja. lang jika tidak dilindtrngi adal.rh salah

latu b han

yilg

pahrg mudah tcrkcna koxxi

kar.rt, pennasalahan renta|g kea$cran

.rtau

rdrhh \utu hrl

\- '. hJru\ dr[erJhur. D(,g: , nIrF.rJl,.r: Jl: i,i


kjta akan mengura|gi pensgui.tan bljr
luar
di bagiun

bangunan terutami p.rda dacrah

rrng beriklim lenbap.

Struklur seh.rrusnF mrmpu unruk menjalankan


tungsi lang dircncxnahn hinggajargka \1akru yang
dinnlisudkrn. lanp! mcmbutuhkan terlalu banlal pe
rl]watan yarg berlebihrD. Hal ini nre Inbulkm pertantaan mengenai apr sni.t )ang dirnggap masuk alal

r
-

'\

.l

dalam konteks ini. yrng rncmbar,a kita kembali k.


-.. r.,r J r'x r hr:' J
p.'J: |enJr.J 1 rrnrJrP , \,r
^rn
biaya relatif. Sejnuh mcnlangknt keaxelan, harus

droxpi.kln le.einr'r ,.Jr .1 rJ h.r\r.,uil dJn h J\ ,


pelneliharuan dar [)e.baikrn. TidaL adr solusl yang
pJ.Ib.,rr\ Jr'L. pe'1...,1.,rJr i'ri. r.:pr Dfl el.riJn
tertang implikasi kerq.trn harus neniadi bagian dari
senua pengkajian yang scriu\ tcnrang rtrukxr yang

6.3 Vemtielninri B.rngunan sebag;ri


Oh)'ck Str.rklnr
Pemikiran bahsa kfltisismc \truktur harus menjadi
salah saru aspek penilaian kritis nandrr unluk karya

arsirektur menlbutuhtan kenr!mpurn, dari plhak


kritlkus. untuk mempelaja.i bangun.tn scb.lgai obyek
struktrr. Sislem penggolongan yang dilakukan dalam
Bab.l menberikan dasar untuk hal ini. Sistc t.rsebut
dida\arkan pada penggolongrn clcncn flrcnnrul
etisiensi st,Ik1ur. Sepe(i )ang tcl.th didiskusikan dalam Bngian 6.2. ukuran sirliktur yang hrik trrl.hk
tidak pada lingkar efisiensi slruktur r.?iingti \.,ng
dapal dicapai. tetapi bihlva tirgkat efisiensi stNktur
)ang rslra, tel:I dicapai. Perilaian ketepatan reffebrt
hanra dnprt diburt dari sndut pandang ilnu penge

\xr! h.rkrir.rn dengrn lakl(r frknr .-ang


Idrlf r!: rl-rrl.r<1.i Bel-er.l"r,.rrr,,h\e'itJr rr

trhuln

uk.rn menrpe ihatkan peng:unaan sistenr ini unuk


The Forlh Rnil$a) Bridgel rcrnrbrr 6.6) adalah
(Fttn\uler dari\untu ha\il krrya Iang kurang
lebih dlf disebut sebagai rekryala tnurni vang

conroh

dapar diirdil..rn s.rru permula,rn )ang tepnt. Wal,rupun


jemblll n nrurgkin lanrfali sangat

konplek\. su.un n ini terlihat .jukup lederhana jika


divi\uali\a\rkan menLrruI konsepli,llr .r./lr. dan per'
baikan . Elenren urarna srruktur ini adalah kantileler

.!r:

l.erl, .rr'!Jr n' , d .e n,l.rr!1. r \u.Lrrr I i,:


.1iruD*ar rS!r.ienrh!fun {laf dihmgun trnfr t,cng
ruDarn runrpuln !.mentlrra. struktur ini nrenopang

diriny! scndiri \.ldnrx ke\eluruhan proses t.m

hrnguDo. Kdntile\ er kantileve.n)r srlnrg dihuhung


kan dengan bentafs pendek )ung terganlung, satu
cara cedili untuk mendapalk,rn keuntungan itruktur
menerus dalanr sebLrrh stuknrr !nng tidak menerus!.

Susuran renebul oleh karena itu adalah

ronrrm-

I /i

r,, \\,.

..''r.

Gambar 6

6 \
.r.,

r L.. i!,lr

,r

r, r.

i.tr I

i.

t...r

r n . r.,L . .

\ l, \1..,

d,"i. J..r

rer rit ki f..4r. r.rer tr.ti r'u. ...i..<r


McDgingal bentang yrng lerlibar. ukurrn r-,]ng lebih

plnjang boleh digunak,rn untuk mcncrtui tinlkat


clisiensi tang dih.trrtkun. Llkuran ukuran ini urerg
anrbil beberapx heniuk: penanrp.rng snuklur uramx
dihuat sesuai dcngan diagrarl nuncn lenrur yang
diha!ilkan dari kondi\i pembebinan ulrma ktistribusi
beblD gravitasi rrcrlta p,rd lehiruh slrukrur) dar
geomcni dihm pcnanipang inl bcrhcnluk segitiga
penuh. l-intasan rcl dipikul oleh icrnbalar dalam
yanS serdifln)i ad.thh ttrukturn,, ,,1, d./nd ]ang
'dil,erbxikl dcngan sulunaD scgiliga yang dihu
buDgkan dengan srrukxtr utama hrnya pada tirik ririk
si pul di dalan s.gitiga. Dengan den kil] \uh
elcmcn vang pe ting puda

\mllur

baik larik largsung utau

tekr

t.rsebut memikul

hngsung. Juqa

.1..]].\'l:

'diperbaiki' pcDrmpang l1lelintang p.tda sub-elenren


indivdu. Sub clcmDn lekan utamrDyr adalah pip!

balok d{n kolomnya pasti memiliki pcnlrnp.tng


nrelirtlDg bcnruk I yang 'diperbaiki dan kcbanlakan

bcrlubang, kebanlakan dengan pen!mpang melintang


),ang berbentuk lnrgkaran, merup.rkan bcnruk paling
efilien unluk nelawan gl)a lekan ak\ial. Dengan

menggun.tkan leknik susunan segitigr d.tlrm.

deniki{n. clruktur Foth Rxilrva} Bridge mcniliki


bertuk dasar ]ang secara fol.nsial irgak tidak clisien
lerapi dipcrbaili' dalam bcrbagai cara
Susunan struktur)ang paling umunr di dunia arsi

tcktur adahh bentukpoJt dd bc0rr dj maDr clemen


horlsontal ditumpu oleh kolom verrikal atau dindiog.
D.tlam versi )-ang laling dalar drri susunan ini. ele'
men horisontal adrlah ,.ny'orD d./iie y ng dikcnai
.rksi beban grnlilrsi. dan elemcn \ertikal dih.bani
sccara aksial dm kxrenanya dtpat .likitakan s.baeai
. lcn,entJ/," 4,,, / Be!rlL ". n\:r,( \eir 'u.Jr-n .n.
tclah digunrkan selama berabad ab:d. dan tcrlihat
sekali bahwa variasi terbesr dapat dilihat dalan ele
men horisonlat nor-lb//, d.liw di mana keunrungan
yang didrpatkan dan 'perbdkan' pada Fnrmpang

melintrng dan penampang longitudinal adalah yang


pada /am!n Yunani kuno. sal.th satunla
Pafthcnon diAthena (lihat Ganbar 7.1) adalah contoh
yang srngal b3ik. ]ang mcrupakan \er\i \angat dasar

Kuil kuil

dari susunan pori ad ,e.,n. Tingkar cfisielrsi )ang


didapatkan di sinj rcndah. dan sebagian krcna adanra

elenlen on-fannctir?

,Jan

ini sebagian k.trcna

me

tode raDg digur kan unluk nerentukan ukuran pro


porsi dari clenEn_elenren )ang proporsirrnrl Pn'ni'(
para percncrra pada \lakLu itu l in dengan pnorita!
rnsinr'ur saal nri. dan idc pcncaplian efi\icnsi dala'n
segi mrrcrial mun:kin ddxh petimbrDg.tn teriklir
dalam pikiran lctlnu! dan rtkan kerjanla pada saat
penentuan ukuran Panhenon. Brngunan ini rnungkir
adnl.rh llmbaran terbaik tcnlang kef.'aiun bahwa
pencapaidn elisiensi nmkrLrr lidak sel{ltr menjadi
pers)a.rtrn wijlb unilLk mcrdapaltan thit.ktrr !atg
Scb.tliknya. di abad kcdua puluh. clisicnsi dalam
per'!!, ,Jr'l D.,hJr LrrJi.T.rrL1 , \(b:.:Ji nrior rJ. rrr
tmggi scbagiar sebagai us.tha untuk mengckooomisasi

bJhJI J P:1 r I Jt,!r r n n!l er,Jr hi!\J. r. r.'pi rI:


seblsli konsekuensi dafi hcrkembnngnyt kcperca-\aan
rkan pcirncanaan rasiontl yang me.uprkan gagasan
krum rodernis. G.omcti keseluNho dari bentuk
pon dnl-b4nt N faDn ti.rire )ang ridaL elisien ini
langar nudah, sehnrgga icnls stluklur rrsirektur ini

,,1

te.us digunakan secarn luas. Hal i biasr lcriadi di


nusa modcm. setidaknya unLuk elemen hori{)rral
lang nremiliki beberapa beDtuk 'perbaikan. Hll ini
khususnla bcnar uoluk rangka kcrir baj.r di mlna

l)aldm bangunan Cenire Pompidou dl Paris


l.l0). susunan dasar drri struktumya

(Cinnrbar 6.7 d.tn

sedemikian rupa s.hinggx seluruh elemen horisonlal


bahk an-lor 1-u'1tr? yrng lurus. dan
konfigurrsi ini oleh karenanya berpotcnsi tidat eflsien. Susunan segirigi pada gelag{r u(ann, penggunaan bentuk pcnampang melinung dan penampang

nya adalah.

lorgitudinal kanlilever 8.r,l,/urs tang'diperbaiki'


(lihar Gambrr 3.17) mengl(ompcnsasi bentuk yang
ridak efilien ini, dan tingkat efisicnsi keseluflrhdn
)rn! reJh Ji..,pdi d,pdr drnrlJ'. h,,P:ri .edxng.
R:rngka kcrja Renault Building di S$indon. UK

juri: JiL,l.,krn .ebifrr


'lhal UJrl-Jr r.lu. drpJl

rangka

prrr dD.l bear. karena bentuk dasar struktur-

nya rektilincar (Gambar 6.8). Narntn samburgan


balok'kolom !ans digunakan kaku, dan memberikan
struktur menerus. schingga elemen horisontal dan
verrikal dikenai kombinasi ga)a dal.tm aksial dan
lentur di bawah akrl beban gravitasi. OIch knrenanya
elemeD \crtikalnya adalah se"Lrfarn a.tire- Karcrn
tn uk JJ\a-.rrukI r-eh. hcrh. dJ J.,r benrul /r,d.rir16. bcsar momeo lenlumla tinggi dan oleh karcna

dan pcn.rnrpang orcliDtang ierjadi pada elemen YeF


ril,tl. rehpi pada clemen vertikal ini konPonen
tckaDnyc berupr penampang lingkaran berlubang,
bukan perumpang I. Hnl ini sekali lagi masuk akal
larena konDoncn ini dikenai lt'kan dengan iumlah

)ang lebih besar dibandingkan dcnSan ko poncn


pndi elenlen horisontd, dao lingkarrnnya adalah hLnidcal unruk digunalan
ruk penampang mclinung
dasar
rangka kerj.tnyd.
mclaw n rekan. Pilihan bentuk
'rng

r.llrlineJr n,rr ,[,,xr.d,'ti, {. n)cmilikr porensr cfi\i. n_


ri Jang sedang. letapi sepeni dalan kasus C.ntre
Pompidou. scjufllah usaha lchh dilalukan unluli
mcngkompensasi hal ini. McDgcnli apakah tingk.rt
cfi'nn'i yan! rct r lelah dicap!i dalam Lu.u\ ini
didisknsikan dal.tm Bagian 7.2-2.
'Pcrbaikan P(n.lmpang mclintang elemcn lrlihat
kurang b.myak dalam baflgunan )ang mcnggunakan
beroo bcnulang k rcna beton lcbih ringan dhn murah
dibandinSkan baja. sehinSga ridlk ada dorongan kuat
untuk mcncapai lingkat fisicflsi lepeni yang dilaku-

Gaf,bar 6.3 r).,

',.,,Lr.trLlr(

lr

,..

\.

H..,11,.{Lr.:r ., lf, Lr. 1...

1..

!r ,i, \.1 i].

,.

L ,ii|r..I

rru \lrukrur berpi'renn unlut

,, r.,.,

ir!

i:r.

L,l, i j

:l

\'Jiln uJrk

eri.ien.
penampang longitudinal dari elemcn horiv,ntal walau,
pun begitu lelah 'diperbaiki dengan sejumlah cdra.
Seluruh kcdalaman diubah-ubrh sesuai dcngan diagram nomcn lenturdm pcnrmpangnya scndiri dibagi
| ,gi menjadi kombinasi clcmen batang dan elemen

.:rbcnru[ I. Jcngan rl(A^i rclrr'i ]Jnt drarur \ehin!ga


elemen batangn)a mcmbertuk konrfxrrn larik daiam
penampang krmbina\i dan pcnampanS I mcmhentuli
clemen tkanr . Penampang mclintanS herbcntuk ling
karan pada barang adalah bcntuk yang lcpal unruk
memikul bcban taril. semcntara pcnampang I pada
bagi.n yang tcnekan adalah pilihan ymg c(xok nrng,
ingal perlunya melawan tekan yang ridak stabil. y,rng
merupakan ltnomena lentur. Pemokrnga. lubang
lingkaran pada r"b {lihat Garnbar l.l9) adrlah satu
bentuk lain dari 'perbaikar'. Kcrusakan yang sempa

kan unruk struktur rangkl kerjr birja bxhkan unluk


tingkar ellsienli sedang sekalipun. Namun demikian.
l^-lat kopcr d;gunakJt drlam \r'illis. Fabcr and Dumas
Build:ng ll'h"r G.tml-ar 1.6 d,,n 5.la'. ,lun ini -rlrrupakan conioh elcmen ron-lorn ddi'e rang dipetbaiki dalam.usunan beton banu],ang post an.l-bea L
versr-versi jenis 'pcrbaikan'ini dinasukkan ke drh i
rebagian beursruktu.beronbenulang jikabentang-

lebih panja g dri 6 m.


a!,ntoh r,,nloh t.n!!alonB,.r'trukrur ) rng jun.hh.)a tedikil ini b.rtujuan nlcnggaolbrkan kcguna-

n",-a

an sisre r )!ng dijDhskan pada Bagian .1-.+ scbagai


c.trr untuk menflksir ringkal cfisieosi )an8 dapat dlcapri dalam sebo:fi struktur BrgairnlDapun. jangan
lt)cngAunrsikan kerika menilai ketepa[n perencaflun
strukru untuk suoru pcnerapan hnhwl] strukrur yang
paling efisien rd.rhl ying rerbaik. BaNi dalam kasus rekyasa \truktur 'murni . scfx,ni padajembatan,
taklff lain sepeti tingkat kerumitrn proses pernb!ngunln alau pengaruh beltuk lerhadap kea$ctan
jangka panjang harus dipenimbanglan dan tcnlapat
bcbcrapa siruasi di nran.r bakrl lederhana dengan pe0 mpang mclinmng persegi pmjang-mungkin ben-

tuk struktur yang paling tidal efisicn mcrupakar


solusi teh)is )aDg rc$aik untuk pernusahlrn smkur
pcfldukurg- Penanlaan ying harus dijawab kerika
ruatu penilaian lelnis mengcnai .truktur dilakukan

hulrrlrh f!JJ ll['r\Jh ringl.,r cfi'ren.i nrrkrrIum


rolah dicnpai rctapi lebih kepada apakah tingkal
cfi\iensi )nng c(xok telah dicapai.
i:l

6..1 Kesimpulan
Rumusan apa

srj{ rcnlang kriteria struktur )ang baik

pasti nenjadi hrhan perdebaun. Akar tetapi kebanyrkan orang m.tasa setuju dcngan pern)'ahxn
bahwa rujLran terpenting rckayasa percncanaan adal.th

rnenr-edilkan ob)ek y{ng berfungsi sccara nlenru!\


kan dengrn nilai ekonomi naksinrunr' Hal ini terang

.Jnr.!1..n, r !lJf: I l.'nrd il nt rctJ),.r. !J.rr i ri


nlur adalah orang yang d.tpal nelakukan dengan tl

apa yang dapar dilakukan orang bodoh dengan {l'


Penilaian rpakah tingkat ekonomi srrana y,rng

teplt telah dicapri

atau

belu

neliputi pcneriksaan

selunrlah aspek )ang berb.da dari percncaraan

anelak. Pada das.tmya ini adalrh masalah pu.ts itau

r.-lnlJ

Ii

- Jrnrdn "e.<rrh:rnlJ I \Jn-: r. l.f o( rl.:


rJ\ b-hJn ) i1- orrrr: lJr. k.rurni rn

,r.,rJ kLJfl

proses perencanaan dan pclrksrraan. dan keaweun


scrta kenranrpran artefak s.\ dahn)4. Di dalam lon
lcks rekayas.t struktur. Pencapaian ekonomi bukanlah

scmata'mat! pcrmasalahan meminimisasi jumlah


bahan yang dibutuhkan untuk struktur. mehinkan nre
nanfaatk{n lcmaksinal nru gktr seluNh bahan. us{

r.,.C:r<nr'.i \Jnr er rh-r d.' Jmtr'\\\proor \\rr\..


Karena fakror laklol' ini saling berhubungan dalr
cara yang sangat flrmit. maka peniLidn teseluruhxn
)ang diburuhkan tidaklah sederhana.
Satu tolol ukul telah trcapainya ekonomi_sarana
ldalah biaya. krenabiala struklu' dari ludur panddng
moneter terkril dengan lotal masukan sunber dalr
rerru 'Jir. hrmprr
\ Jrp drmil kr ,,h h
'rru' ur. Br:rlJ.
sclLrruhnla mcrupakan tolaL ukur burhn yang 1er
:b1r ,r , t,:J. \.rgd pJ.-r ',-\ini un rl r, lrPr I'e j..
cncrgi. dan b.than. Biaya sclxlu dihubungkan dengan
kultur ekonorni rerlentu. scl.rin sumber dala baik
lumber daya m.tnuria maupun sumber daya ling
kungan. yang bcr.tdi di basah kendali lurtu nnsya
rJt.,r. s<lL1\ trrr r bJnII iri dJl:l ncr;Jrr: 'ei r!
Dapat dirgrmemasikan bah$a drri rndut prn
drng tetr nik rekayasa mumi stuktur ymg termurah
adalah lolusi yang rcrbaik urtuk mcngalasi pr
masalahar pendukung. Dalan kebanyakan peradaban,
lcbagian besrr bargunan hiasa' pnda kcnlataannla
dibangun scdcmikian ruI,li untuk meminimalisa!i
birya. Penilaian mergenai atakah sualu stiuklur ter
tcntu nenghasilk.in rekar-asa )ang bagus olch karena
memh.indingkan

nra dapat dilaLukan dengrn car:r

sxxklur tehcbut terhadap :]liran utama )ang digunakan pada srllilu. Jikr struktur ierlebut dahm banr'.ak
hal serupd dcngan sebagian be!r. \truktur yang dibandingkan makr sirukur ini kemung[inan direka
Berdalarkln krircna ini, naungan rrngka poral
snndar yang l.rdapal di nuna-mana. )ang digunakan
untuk nienaunsi roko serba ada drn gudang pada
dunia irdustri, akan dapat dikualiiikasikan sebagii
hasil rekayasr ]ang bagus daD y,tng disebui lebagri
'teknologi linggi yarg banlak muncul pada jumal
arsirekur di tihun 1980-an tidak, dan paling baik
,l'krdJn 'ebJr,,i m, r rn )-r- nJhdl. Perlr d:irlII
bah$a apa yaDg didiskusikan di sini adalah teknik
rckayasa dan bukan arsitekur. meskipun dalam kon
teks keperluan engembangkan bcnluk banSunan
yang nenenuhi persyaratan kekhanan yang berke
lanjutan. kedua cabang iltru ini nungkin akan !e
makin berhubungan di masa depan. Scrndainya ter
J.,t , ko rrJk lehrl- hb ,\:r' lrsr a 'rJrJ tJuu., 'rrJre8.
brngunan yang ekslrin ini, hal ini mungkin dapat
mcngurtungtan haik bagi lingkungan visual maupun

Harus scl.tlu diingat bxhwr tcknik rekayns!


bukiolah mcDgcnai pembuatan citri. Tekrik rekalasa
berkisar niengcnai penyediaan aaclak )ang berguna.

Jikr pernra\alahan ting akan dipcc.thkan sangat suli!


\ccra teknis mi\aln),a banguDrn )rng memiliki
lr(nr g \ing panjms. kcndaraan yang h.trus nlenlilikj
leceparan yang linggi alau terbang di udara. atau
strukrur )ang mrnrpu mendukung kchidupan dalanl
lingkLrnsan )rng tidrk ramah mak.t obyek yang di
hasilkancenderuDg rkan spektakulcrdalalilbeberapa
hal dan. jrka ohlck itu adaLah slmktur banguran.
mcnarik secara \i\u!1. Jikr perlnalahhannya secara
tcknis tidak sulir misalnya bentang bangunar yang
scdang-sedang s!i! naka solusi rckayasa terbajk
adalah yang pdlins \cderhana walaupun prosesnya
tetip saja bi\a rumil: jika slruklur direncanakan
dengan baiL dan clcgan dari ludut pandang teknik
rekayasa. makr \trulturiru akan mcnarik bagi mereka

manpu nrengaprcsiasi rencanr tknik rekalald.


\aLIr moCerr' ,h-J l JLd puruh \Jn! -rerper.J)r:

! an,r

blhwa perayaan akrn kcgairahan teknologi merupakan bagian penlinr dan semua e*tpresi arsilektur
mencrapkan kileria )ang berbeda uniuk pcnilaian

F
Br, -

Struktur dan Arsitektur

7.1 l'endahuluan
!tuktur dengan arsitektur dan rnrlra
insinyur nruktur (sipil) dengrn arsitek merup*an
Hubungan antua

permasilahan yang saling tcrkait dan ilian dihrhas


dalan bab ini. Masing-masing hubungan ini dapat
berupa lchih dari satu bcnruk hubungan r-rng akan
mempngaruhi efek struklur tcrhadap arsitekru. PeF
masalahan ini menberikan sisi pandang yang lain
yang menarik pada sejarah arsrEktur.
Struktur dan ifiircklur dapat berk,ritan dalanber
bagri cam yang bcragan rnulai dari dominasi strukrur
secrra penuh pad,t arsitekiur yang ekstrim hingga
pengabaian sepcnuhnya persyaratan lhktural dal.tm
pencntuan benruk b{ngunan dan pcngolahar erlclika
nya. Bcntuk-benruk huhungan rerscbut. yang jumlah
nya td( te6atas ini, *an dibdlas disinidengan meng
elompokkann-va mcnjadi enan bidang berikur:

.
.
.
.
.

O nnpntdsi ,ttuktur

Srllktur ldng diabdikd

Snuktur s?bacai omamq


Stuktur sebagai arsittktur
Struk tr s?bogui penghasil be tuk

Strukur ldn( diterind

\hktur dan tu\ircktur


hubunpdn,,nlJrJ lr.rrek Jrl inrn),r .lnr\lJr ld:r
JrnJl herLrpJ hcl.erJpl o(nluk. HL"u.r.,rl in uit-Jla.r
oleh beberapa kondisi eksrrim. sllah satun\a adllah
kondisi di man,t bentuk bangunln direntukan scclr,r
tunggrl oleh arsitck. dan irsinlur (rukrur hd,,vu
Sepelti halnya hubungan anlara

nemperhatikan brgaimana bangunun rersebur dapat

herdiri. .eoJnpl,,n (undi.r

ekrim .ri1r )r ),,i.u in,.n\Jr ,rrul,rur r,it'1, nery<n1 ..1-. i.,r dr.ir. ( u: r lJ:r.
mencDiukan bcnrrk bangLrnan .lan seturuh alpek
arsllcktur dari desain. Kondisi pefengahan antara
IedLr.t kondisi eksrim ini adalah keadaan di n,aru
arsitek dan insinlur strukrur (sifil) bekerir sama

secara pcnuh dalam menenrukan bcntuk hangunan


dan nEngcmhangkan desain secara bcrs,tma sama.
Jenis hubungaD yang digunakan mcmpunyai efek
yang be.,tni pada sifat arsiteklur yang dihasilknn.
scpcfli yang akan dilihar kemudi.rn.

7.2 Jenis-jenis Hubung.ln antara


Struktur d.rn Arsitektur
7.2.1 Orn.nrent.rsi Strullur
Ada beberapa masa dalam sejarah arsilckrur Barat
yang memperbolehkan penggunaan logika fomr,tl dari

sebuah listem strukrur yang banyak disuk,ti untuk


mcmpengaruhi. jlka scpcnuhnya tidak mencntukan
krcativitas arsirektur bcnttrk bangunan secara kcle
luruhan yang dibuar sesu,ti dcngaD zamanny.t. P.tda
masr di maru keceodcrung{n lepeti ini digunlkrn
unluk nrenentukan sislcm siruktur, bentuk yang di
amhil merupakan il{ibrl yang logis dari perlindungan

\rruktur pada bangunxn. Kategori ornamentati


rir&lrrr me.upakan salah satu \crsidi mana bmgun.n
hanr-a memiliki perlindungan nruklur yang rerlihar
dcngan beberapa peoyesu.tian )ang n rimun nnruk
Salah satu bangunan )ang paling rerken.tl pada
tradisi arsltektur B.trxr yan-n bentuknya didikr. oleh
snxkturnya adalah gedung Pafhenon di Alhena (fianl-

\:r ll.

Ar.i'e\rur P"nleru rida,dh r,.Ltri.rl.

\a

perslaratan strnktLrr mcndikte bentukn)a. Wdlaupun


maksud pembangunannya tidak untrk nremperkenalkan teknologi strukturnva. logika ionnalnya nlerupakan bagi.tn dari ekspresi visual. Doric Order
tingkar tertingginr-a ditemui pad.r hangunan id. adrlxh
sistenl omrmcnta!i yang dikembrngkan dari snsunan

st

ktnr pott ahd-beln.


Tenlu sai4 ar!itekrur pada kuil Yunani lebih da

ripada sekedar omanrentasi pada sistem konsrtuksi

i::.r:I

nta. Bentuk

ar.i

ope brngunan dan perbendrhlr.tan

dari susunan omanrcDtr\illa Elilpunyai ani lanrbang


ymg luas dar akan diuhs kernudiarr . l'ara pcmba
ngLrr kuil Yunani lidak mcncoba urtuk lnelakuk.rn
pcnyanurin bentuk struklur riau mergambil beDluk
\x.r: dJt!. .l,k. rln"Ie'Jn e. .r ',,rr.
l. r,, *,.
'n
dan rujur dan brhan bahrn ).tng rerseilia. Pada ba
ngunan ba|gunan ini. slmklur dan arsiteknn dicks
pijsikan dalam keselnr$rn yang sempurna.
Ilal yang sama dapat diLalakan pada baDgunanPerrengahan Corltic
bangunan utama pada
^mrn rerupakrn conloh hu
(lihar Canbar 3.1). yanglugr

bung{n lrnlrm stluktur dan ar\iteklur yaDg drprt


Lru.'.k rp.r ..,r .eo-iJ: ,/,.r.' 4/L\r '/,,rrr, \cf.' '
pada kuil kuilYuoani. b.rnguDan Gorhic -rang terbe\ar

hampir seluruhnya dib.ingun dengan nenggunaktn


p. .'nfdn bdrJ. lerJt riJJl .. nr . prdJ kLrl \Ln .i
bangunan Gorhlc mempuntri intcdor yang luas de

ngrn be tx g rrap horisortal yan: be\ar. Atap ini

til. r .1 ! .r..\.'r p...'ntl r nlrd hJn\ . d.rtr di.Jt-,

deng.rn rndrg!unatrn rlrukNr kubah tekanrDr,, d.


,,.1. B.':r. 1 J..r..r. . \Jn! r n!:r rn(r.br r l:1! l
hDrir lubJh r.'rk.'rn horlsonral lang diapit pada pun

clk dinding \an! tinggi

d:rn membuattubah ler\ebut


rncmiL0l momen lenrur dan gar"a dalanr rksial. Olch
krrena iru. dindir: pnda srNktu. \lruklur Gothic me
rupakro elenren den:rn druklLn r.n,lon a.rn'" (1ihat Bagian l l) ).rng niernikul kornbnraci gala aksr-

al tekan dan lertur allbat g!r'! dxhm. Susunan a../rdhding penopan-s pada Gothic rncrupak.tn con^/re
toh )ang hebrl dari (rxktur j.nly'orn adir. dcngan

f. ro:r\.,n

o.'oJ n( ,.,I pJnc n el

r' r;r')J. HJIf

scmua bagirn iang rarnpak bersiiat rtruktural drpat


dipcflangg u ngj rq abkan d:1n dinilai deDgaD dasar
r. lrr'. s. n,,r... l. rl.c, J le.r^t n Jer g: r perler rr:n
,,r.rk n.lJ-t.'rt.,n ,. puJ.dn . rJ Jl: :n :rL l!rl rr

'..lrrrs

)-

prdr kok)m, pcnentran pusat kolom, arah


raJur Lj,rJin! uI l-. or ,,t:r icn.. onJrr( r ld,r r)r
yang bukan merulaknn struktur penting.

Or,ltlh rnnti sttukru \aig sangat banyak diguna-

kan di Yunani p.tdr zarnrn kuno dan anran Gorhic.


sima dari arsitekrur Baral pada zan[n Renaissance
Italia. Ada bebdapa hal yang menlchatrkan teriadinya
hai ini (lihir Bagian 7.3), \alah sarunla adalah hahwa

perlirdungan struktur padr bangunan semakin dj\embunyikan di balik benruk ornamen yang tidak \ecara
langsung bcrhubunsan dcngar lung\i srrukrurxla.
Sebagai contuh. pilar pilar dan scrrngah kok)nr darl

(Canh3l7.2)
dan bebcrapa bangunan pada zaman itu tidak
b{ngunan Palladio'sPalaTToVatmarana

,li.e,dll,n p10: .'.r, \:nr

n,efl

pak:

bdriJn

ltruktur lang penring. Pilar dan kolom tersebur


dinasutkan sebagai bagian dari dlndiDg pemikul
heban, di ma,ra semua bagian bedungsi untuk nle
mikul bebrn secara rar!. Penisrhan hubunlan antail
omamen dcngan iungsi strukr!r trng demikirn nlembuat sttuktur dar pekc.jaan esrcrika nreniadi terpisah,

dan hal ini memiliki efek )aDg sangar hesar p.tdr


hubungxn aniara arsitek dan orrng lang bcrancgung
jalvab lcrhadap aspck teknn
tada desrnr bangunan
(lihat Bagiao 7.3).

Hil:r1;r)J . u,rD,, .r4,/,/ rnr eri iJ .. I p.,i


abad kedur puluh. kcrika kemudian para arlitek ter
irrik lagi dalan bidlng rekl rik (yairu penlbual.tn

arsitektr darl bagian b0gian uranu pada bansunrn


yang menrungkinkaD ba|gunxn retap bcrdjil dan p.da
kemu.gkinan csrctika retnobgj nruktur baru )n,,:
menPp rrndn h. i: Jrdu b.1J I b{r Jne. .et
!!.
ornamcD pada stmktur muncul kembrti pada ali.rn
ulanu rsilektur Bltlat. Hal nri pertamr kati tertihrr
pada k,trla,karya Modernis \eperti prda bangunan
Augune }erer dan l,eter Bchrens (Gambar 7.3) dan
juga pada arsirektur Lrdwig Nljcs
der Rohe.
Struktur Franswoth Housc nerup*an 'an
contoh sruktur
yang mempcrlihatkan bentuk elcmen lisual \urg
penting Struktur ini jusr sedikir disesuaikan untuk
dld.Jn\r.u: Jx1 rrerup:rlin !o.r.ol J-r i,1.r!.r/,,,
./rrt,,/ ron ,,h : kllrl . inn\r Ji i fe r\e,uJr: I
visual semac.tm nri diberlakukan dahD Arnrr} Htqt
2..r. Sebagai conroh. sruktur baja yang diperlih,rtkan
pada bangLrn.tn Rellancc Control di Swindon. UK
lcambar 7.1) dibuat olch Team ,1 dan Ton! HLrrt.
slruktur ini merupakan.cspon rcknit( langsung terha
dap perrnasal.tho yarg disebabf,an oleh perst{raran
progra'n bangunan din trntuk cmenuhi kritikar
reknis dengin baikz. Bagainranapun bangunan Reli,
ance Control mcrupahn contoh d,rri ornamenrrsi pada

\truktur dlbanilnrgkan dorrgan kana reknik rekayasa

mumi karem bangunan inl disesuaikan \cdikjt untuk


mc'nperbaili tampilannya. Sebagai conroh dipiiihnra
plnlmpang H universat kolomr karerx b.ntukprrld,
Iang slngal trngsing. knrang eisien scbagai etemcn
lcnturjilia dihandingkan dcngan penanrpang I brlok
uDiversal. Bcntuk pen,tnipans ini digunakan her

JJ JrkJI p nir rbr re.1 1-h$J r,/, \

\.,r!

di.url!.ri!-

L . .
, i
rr\ir.r,lLL

rn lr '1r s \ , l'!
,..
,. 1.,,,,,
I
t rir irLrl . r"
r !r11. l,r \\l:Lrr:.r'L

Gambar7.3 \l(

rrr

l.lLL

ii f ' \...

:
'. , .l r! .L L
:' . -L'\i Jr .rLLL
, .li nL
Li

l.L

lj
I

li
l:L i:

\ r.
rrrr

rl

kan pJdr balol uni\c6al kurang memuaskln secara


visual dib&dingkan den-lan \isirlnr ltok)n udyersal
yang lejnj,tr dalam garis lurus bangunan.
Pemb.rhcntian kcrcla pada rcrminal incmasional
shsiun Watcrloo di London (Oambar 7.17) adalah
contoh lainnya. Susunan keseluruhan strukLur baja
bangunan ini. benruk elcrnen arsitcktur penting pada
bangunan ini. dilentulan oleh pcnimbrngan lrknis.
Aspck visual dtiri perencrnaan diawasi dengaD leliri.
dan percncanaan dikembangkan teru\ dengan kerja
sama yang sangal erat antara arsitck dan in\inyur

dari kantor Nicholas Grimshas & Pariners dan


Aothory Hunt As(xiate\. oleh tarena itu bangunan
dibuat dengan krireria estetikr drn lcklis yang baik.
Bcberapa contoh di .tas berguna untuk menS
gambarkan blhwa sepanjang sejarah rsirektur Barat

mulxi dan kuil luil Yunrni di /JmJn luno \rmpar


smfttur akhir ahrd kedui puluh rep.ni Tennin lWa'
terl(x). bangunan dibuat dcngan anitcklur )ang nruk
turnya diperlihatkan. Arsitck dari baDgunan semaca'n

ini dihffgai deDgan nrembenkan pcnghoanarrn ke


padanya. yaitu nenjadikrn teknologi strukrumya se
bagai persyrrntan dan mengSunakrnnya dalam ben
tuk dasar bangunan. OIch karena itu arsitektur dipe
ogaruhi secara mcndasar olch tehologi stnrklur yang

Di pihak lain, p.ninbangan teknologi


ridal ,liijinkxn untuI nrengh:rmbfl J ra rmrj'na.r

digunakar.

arsileklumya. Hasilnya adalah bangunan yang dibuat


denlan ipik. yangjika dinilai dengan kriteria tcknis
maupun nonteknis akan srngat baik hasilny.r

7.2.: Slrnkt(r S('t,igni ()rn.irnrll

beutin

,/rxlr ulnui

ot

dnpu

Jnt,rna p n^t

otlt,tt

dapat dihcdatan d,tlan


Sn klut s?hdsui
tiga lersi- Penma, padaa$alnla. struktur digunakan
sccara \imbolik. Pada \crsi ini pralalan yang dihubungk.in dengrn etisiensi snrktur (lihat Bab.1). )ang
scbagim besar didapar dari irrdustri luar angkasu dan
dari ilmu pengemnuan liksi. digunakan sebagai pe.

bendaharaan lisual yang dimaksudk,m unuk e


nyampaikan idc tentang kemajuan daD dominasi tek
rologi di masa depan. Gambaran yang berhubungan
dengan teknologi maju dimanipulasi dengan bcbas
unruk menghasilkan arsitektur densan lcknologi ter
lemuka. Seringkali. konteksnyatidak lcpat dan slruk'
rur ylng dihrsilkan mcnjadi kurang baik secara lcknis.
Dalam versi y.tng kedua. sruktur ekspos yang nrcngagumkan dircncanakan sebag,ri respon tcrhadap

l(d'

Pada hrngunln j,:nN


ini. bentuk ettuktur yang diekspos diben.rrkan secara
lcknis. tcupi hanla sebagai solusi unruk fErmasal$an

h,ttu

ttnc lk

rytuAa .

rcknis yang tidak perlu yang diciplakan oleh p.tra


pcrencrna bangunan.
Katcgori ketiga pada rrfltktur s?baqai or ane
mel;pud penggunaan pendetakn di mana strukrur
dielspresikan untuk menghasilkin bangunan yan8
menaril den8an nenlgunal.rn lcknoloSi terkenal. te'

bc

adan),a pengguubun-san dengan

kntegori yaog l,crnnia.

Ketika struklur digunalirn sccara simboli\. pcr-

ienomen.t yang

padt flrukur

nrulirur-sirulrur ini jaxh dari idcal jitr dinilai olh


kireria teknis. Hal ioimernperlih.{kan eiriying nrcn-

reknohgi uju mcnlbedakan katcgori kel;ga ini dari

sangat menonjol pad.r abad kedua puluh. Scperti hal

nya dalam karegori .)md,o,tasi

dinskrn penimban!!n rekni,. Akrh.llnld krn{fld

naan ganrbaran lirng jelas jelas

Hubungan anmra struklur dan lrsitektur yang dikc


lompokkan dalam ketcgori erukto sebisai onku e
mclipud manipulasi padaelemen srukiurdcngnn kri
lcria visual scbagai kricria utami. Hubungan lohra

ini adrhh

lebih dikendalikrn olch peninbangan visual dibcn-

L& l.nsun logika !rukt rdl.'l'id.tk

'Lsteritn tnsii\ut! dan arsirektur adrlah


doa hal !.tng bergcrak bersrma don s.tlin!
mengikuri.'5

strukiur dan arsitektur

efc[ visual akao relapi tidak sepeni dalam ,n x(,,


nfl r 1 ltuA|tr. r'ro\e\ J((]in NJo hleP( r rni

Sori slruktur sebagri omanren iuga nrmcntingl\an

hcodaharai visuil
berlsal dari pcrenc.rnaan
clcmen struktur )rng 'ang
ringl
contoh bentuk
-reblgai
penampans melirtans l. airlc/- segiligs. lubang buht
di n?r. dsh. (lihar Bab-1) {igunakan secara arsirek
rur ntuk melambangkan Eknik yang hcbai dan u tuk
nrcmperkenalkan teknologi scni terkini. Bantak. mes

ki ddali

\cmua arsircktur

t,nir, Hkh T?th yaie

rermasuk dalan katcgon ini. Kanopi untuk jalan


ousuk pada banguran Llyods Headquadcrs di I-on-

Jon mcruprlan \(buuh.,,ntoh Jnri lel,nolo8i tn!!i


di lnggns (Gambar 7.5). Elcmer baja lengkung yang
dibeloll,tn dengan lubang bulat lncringankan'
(luban: yang dipotong unruk mcringankan elenEn

lihar

ttrgiro l..l'

nr(rnbenrLr[ .rrutrur lanopi rni.

adal h conroh lain dari pendekrlan ini (lihrt Cambar


-1.19 dan 6.ll). Srruklur bangunan ini sangat nrng.,!LrrIft, J.ulln,:rJp!\Jn k'\mpor.n Iun. i dJri rirrr
bangunan. !an! dimaksudk.in untuk menlanrp.tikan
gas.rsan \ehuah perusuhaan yan! menekrnkan pada
'desrin bemruu linggi r' dan pndr p(ngsunaan tclno-

lo8i rerkini. B.rngunrn ini sangrt nrenawan dan


banlrk nrcnerima puiiar kctika pembangunrnnya
reluh sele\ni: olch karcna itu. rujuan percncanaannlr
lercapai. Bernard Hanon. Presidcn Dircktur Umum.
Regie Narionalc des Usine\ Renauh ruda kunjungrn

pertanun)a nrcngumumkaD: Ini ad.rtah \eburh


kaldral'.'

Akan lcrapi. nrutlurbangunan Renauh iidal danJr J.nrlJr hxrt. Jdl.,nr bJl'rs.,n rcIri,.. B:r rALn.,n in
terdiri darirangkn baja yang menlokong lapi\un luar
non-rtruklural. BentuL dasar dnri slrukrur adalah
rangka dengan banyak ponnl dalan) dun ar:ah utama.
BanSunan nri menpunlai bunyak cifl-ciri yang berh bungan den8an elisicnsi nrukrur: anrNrfl lain pe
nxnfang longilLrdinxl nadr rirp rangka seruai dengan

dia8ram

)men l.nNr untuk bebln ulama: strultur


merup,rkln penoprng (yritu strukrur y0ng lemisnh,
Lnn clenr(n tehn dln elemcn rrrik): clcnen tckrn
)ang har!s menlpuo].!i monrn pcdawanm terhadal
Ieorur. nr.'ng,rlr ri inrproris!\i pada benruk p.nanr
pa S nrelinlrnln)a r!itu nrenglunakan petlanlpro!

I )rng l)emiliki lubang bulat di web.


uJlJJpJn . in \ri Ji .,r1. rnemperhliki nilri eii.i. \,
\truktur leholatan dari ciri tcrsebur hanya memper
hrlehkrn l--nlsunarn bcnlang trog rehdf fcndek
m.lrnuns

llihrr bJb 6r. Su.unan rnngka p(mal lonlensional


(brik \i\('m trruhur uramrkedur pada porol scbagai
G.nn

r75 i

strullur ullmr. 'el^"ni dd.tn banBunan terdalulu ofuh


Fo\ter \'re..iJle' p.rda Thnmcsore,td, I-ondon (lihat
Gambar I 5j, riJal di.ang\ikan lagialan mcmbsikan
nruktur )an! lct'ih ckonornis. $ laupurr suukturn)a
tidali terlalu runrir Solu.i it]i ridilk dipatri pada a\rl
proyek oleh p.hngliln. dengan !lasan hahua solusi

,,

Bentuk struttur kanopi ini mcngingatkan pada hadan


peiaNat tefhang dal:rm s!ruktur pesawat terbang
lG,rmb,rr -1.lJ). Kcrunrilan p.ida susunan elcmennr_a
set,cruhny hcnar dalam konleks ilmu pencrbangan,
di mann penghenrntnn hcml \truktlr merupalian hal
trng \angar penling. l'cnggunaan befut slmktur yang
ringnn dalam kanopi Lllod\ han)a menambrh ke'
rnungkinao bahx,a strukNr inidapll diErbangkan oleh
nngiD. I'englunarn sruktur ini padit bangunan \cpe-

nuhn!a berlifal \imbolis.

'l

Bnngunan Renault Headquafler\ di St\ indon. UK.

oleh loster As$ciare\ dan

Olc Arup & Pr(ner\

tid* membe;l .illr

!.rng (epat untuk pcrusahaan3. Sclanjutn\ a dianrhil keFtusm unluk nenggunak.tn nrultur rang l!'hrh mrhiil dan lebih hebat denBan
ini

strulrur ini memiliki


dapar

beberapa c;ri'ciri lain yang


pandang Ekni!. Salah

dilririk dilihr dai \udut

\atu di antarunvr adalah penempalan b.tgian )nng


penling di bagiarr luar iapisan struktur, hll iDi mcm
punlai pengaflrh rang serius prd! k.awctan dar pe,

nr<lrhi,r:Jr . sL.Lr,,r '1..,.r { rkru LrJ,n., lu!J


sangal jauh dari idcal. Tatanln slruktur penopang

(Ir"rs) lid.tk dlprt Dcnol.rrnsi pembalikan


beban karc.t nli akaD mcn.mpatkan elernen

arah

tdrik

)ang sangar r.tinping mcnjrdi r0(ekar. Seped vnng


dircncrnrkan. slNktur hany! akan mampu untuk rnenahan akli beban gra\itasi )ang ceDderung menurun
dan tidak menirgkar. Bdgaimanapun juga pembalikln
bchan cenderurg te{adi pada .rtap datar bangunir
bcrringkat dikarenakan gaya hisap lang besar akibar
angiD. Pcnebalan elemen iarik unruk menrberikan ke-

ma puln dalam meDrhan g{}! tekan dlnng:ap oleh


- . r. kr.) J riJJl JJt-r u rcri,':. .r..'rJ \,.Lt l. .<1r.r.g! tcrmasalahun ini drl)!c,lhk,rn dengar..rm neoggunrkan ,rt,rp khu\us r"ar-! lebih berar ihbandmlkan

dengan perencnnnan rqalnla (nmu yrrs sesunrguh


nya diperlukan) sehingga tidak *an lerjadi pemb.t
likan gar-a. Oleh karena iru leluruh strukftrrn,la dile
nai b.hnn gra\itaii yan-! lebih besar daripadr ying

diperlukan. Obserlasi lebih lanjut mergerai sruktur


ban-sunaf in adalah bahwa citla )ang dihasilkan bu
tan teknologi lerbaru. kebanvakan iustru rcl.th di
kembargkan padr iwal pcnggunaan bcsi dlD rrngkr
urluk desain di aw.tl abad kcscnrbihn bcl{s.
Suinber pcrbcndaharaan lisual dari tckDok)gi
sl'rktur vang diguMkrn dalam !.r\i snnbolis drri
k,telotl ltitktur k,baSai t rrrr.x )rns rangat bcr
varia!i dan seb:rgian besrr tidak bersilar arsilcktural.
Pada beberapa kasus. ,un$er nri bcra\rl dari tiksi
ilnia}l Lebih sering. cira )ing diprkai rncrupnku

langgiPan unruk mcwakili tcknok)gi )rng sangdt


maiu. sumbcr rcrblD)!k bcrasrl dari ihnu r.knik pc
nerbangan di man.t pcnghcm.Ian bcrrt dln khusu\n)r
perbaikan pdnampang elintang ]-ang rumit !crL!
lubang lingkaran )ang "meringankan mcrupJlrn h.rl
yang ulama d.tn pcnring. Bcnruk d.tn jcnis .l.mcn
yang mcmiliki cll\icnsi srLrklur ringgi ini dengan
dcmikian diguDrkan.
Salah \rru pcrmrsrlahdn ).tng dihrdlpi oleh prra
perencma struklur pesa\al tcrbxng rrau k.ndarlan
adalah b.rnwr seluruh benruknla didasJrkxn pada pcr

timbangan non-strukural. Persgun.un (ruLtur yang


elisien dengan benruk ./r,x {k ril e iid.rk memung
kinkan sehingga etisieNi lang tinggi h.rn)! dxplt
d

crpa den".,r |r(n.pur.r\.,n

Seluflrh perbendaharaan rcknik

,'k t,.rrIik
d!r; pe.blikrn"

,..1

yait

pcncgrngan kulir pada balok mo oloque dan

bt|'k t.ni "nrutuq e )ang dipcrb.iiki. sns nar


struknr \egitira dalam. olcnrcn plnggrnti il.ngaD bcn
tuli perampang nrelirtang I. pen,lmpang lancip. dln
lubang bulat yan: meringankan dipakai untuk
nencafai tinglia! efisi.Dsi r-ang dihrupkrn (lihar

canball.ll

lampai 1.15). Pcrbcndaharaan li\ual


milah t)adu dasarnr-a )og dianrbil olch arsitck ]ang
ingin nrerggun.rkun \truktr schxgdi \imbolis da|
ker.rp dlpakai pada

iituaiidi

Dr bcntrng rlau pem-

bebannn tid k drtat menrbcnnrk{n pcnggunaan


struktur )ang rumit dengaD al$an lckDis.
Dikonnni antara t.rnrfihn dcnglD kcnlat.tan drri
kehebatan teknik palnrg l.lxs Lcrlihar pada karya
kelonrpok ar!ilek'-l;uturc S\slcmt'. (G.tmb.tr 7.61
'FuLurc Srstorn\ cr]rperc.r\'ai bihwa ieknok)gipmjaDran yang dikc bangkao dari shrkru. )ang direncanlk.in untuk pcd.rlrnan nle
linll]\i daral (otonn)til). rlau melalui air (pe

I
lar-amn). udara (penerbrDg.tn). alau hanpa
.ru,rrd

,irrxnk.x' dJprr

m. mhcri\dn <nerci

untuk roh arsitektur dengan menciplakan


blngun:1 generr.r b"ru ):nr L\ih cll.ierr.
nrerJszn. h.rd3\dPUna.,lar m.nJr I' Pendekatan unluk pcmbentukan arsiteklur masa
dep3n ili hHlJnJi.k:rn pxdJ peng.n,,l,,n rLt-

nolo!i. hut:1 f:rd., oer.)erbJr\i,,n rc\nologi"o.


Kutipan terscbut menunjukk:tn suatu kenaifrn
.ikan hakeka! teknologi. Kutipan ini mcngandung
asumci bah$a teknokrgi yans tidak scrupa mem
punyai kemiripan yang menghasillan solusi yang !e
rup.t ba-qi .jeni! permrsalahan -vang cukup berbeda
'Teknologi pinjanan yang dimrk\ud dalam ku
lipan dari Future S)rstcms di ata! cukup bermasalah.
Nana lain untuk tcknologi pinjamxn ndalal'ranslcr
reknologr'. -'huah teror ren! Jr r.n:l rckloloPr nJtu
rans telah dikcmbanglGn dahm s,uu bidang ilmu
pengetahuan diambil dan dimodifikasi untuk bidang
lainnya. transfcr reknologi adalah konrep yang sangal

drhala,i \al:Jirri )J karen! l,,mponen dJn .r{, n,


yang dib.ingun unluk peoerapan teknik lanjulan.
sepeti yurg digunakan dalam indusrrl luar angkasa.
direncanakan untuk memenuh i kombin.tsi peEyaratun
yang langil khusus- Kecuali jika kombinasi yang
sangat mirip tcriadi pada bidlng di mana teknologi
Ersebur dipindahkan. hasil yang didap: kan mungkin
Idak memudskan dari sudutpandang teknologi. Maka

lransler teknologi ini juga kelim sccffa simbolis pada


senua tlngkalan, kecuali untuk tingkat yang paling
Tuntutan yaDg diajukan untuk translcr teknologi.
srngat besar tingkat kcpalsuannya jika dinilai dengan
krikria tekis yang lcbih menitikber.tlklD pada ma
salah tungsi dan cfisicnsi. Pada kenyrtraDnya trnos

fcr rehrologi uniuk rcirektur biasanya disebibkan


karena ciira da. lanpilan yang mcrupakan etenren
)arg lebih nrcnarik dibandingkan dcngrn teknologi.

Tokoh'tokoh ulama arsitektur sering meDyrtrkrn


brhwarr. karena tampilannya yang terlihal sepeni tek
nik lerkemuka. teknologi ini akrn membcnkan so
lusi unluk pemasalahan arsitektur yog disch.tbkrn
olch sirunsi hrgkungan global yang semrkin buruk.
Hrl ini mungkin merupak:rn tLrntutan merekr y.ing
taling kclirLr. Permasilahan lirgkungan yrng diaki
b{tkrn oleh kekurangan bahan dan cncrgi scrh pe
ningkaran rirgkal polusi adalah pcrmasalahan teknis
)rng nlara. yirg membutuhko solusi leknis yalrg
s.\ungguhoya. Baik praktek maupun ideologi perggunr.tn sruknrr simbolis secara mcndrsar tidrk cocok
dengan prsyaritan arsitektur yang h-rkclrniutan. Metodolog; pcnggunaan struktur secafu simbolis )ang
memprkan pemEsalahan yang luas lcDtlng piniamao

cilra d.tn bentuk darl bidang teknik lain lrnpa penilaian kclayihan teknisnya. tidak akm mampu menghadapi pcrmasalahan teknis sebenamya. Idcologi prdr
anran Modemisme dibedakukan untuk kcmaju.tn rck

nis dan pcmbrhanran serla perusakan lingkungan


buaranrz r-rng bcrkesinanbungan. lni nrerupakar !c
makaiin cnrrgi linggi yang secara ekologis tidak
Keunrungan dari solusi teknok)gi b.lru scharusnya

jaLr 'pl'rh he-eun3 drbdr drniLrr .JJr ini i\J rBil


pcndckatan ini berguna. Bentuk dari arlilcktur nltsa
depan )ang berkelaniulan lebih cenderung dikem
bangkrn drri konbinrsi antara ieknologi lingkungan
!an-q ino\atif dcngrn bcnrLrk bangunan tradisional
\an! r ,mJl 'inilulr.h ,. karir J dJp: . berJCrtr:.i
dengan kondi\i iklim lokal dan dibanSun dari hahan
bahan \!ng r.r\cdix rccara lokal, lefta lebih awcr
dibandingtm dcngln tranrler teknologi dari induitri
luar angkali \ang !.inglt tidak ramah lingkungan.
Kategori kedur lJfi struktut \ebagii orndrptl
melib,Trta, pemllllahan struktur yan-s tidak perlu.
)an: dl'rtrrll1 \J I Jr" nrri: rau .rl1L d.'en;Ji1.
yang akan memhlngkilkan keirginan untuk respon
)dn! hphJr. c,,1r',h r,,n" o:e r. , nluk lJle,r,{i ini
ditemukan p,td! \truktur Cenler Pompidou dengrn
memperhatik,tn .ua pcnopang lantni dihubungk.tn
dengan kokrm (Cambar I 7 dan 6.7).

Ierumtrn: m.lrn,:T

fr'c-

ro:rfl

l'.rnrJr

rni

rnemiliki tiga uila)ah [,ada lrti.ip tingkltnya (Gambar


7.8). Ada pu\a1 ul ma yang dirpit oleh dua \rilayah

tt

G.mbar 7.7

keliLirg: Pada s.uu sisi $ila\ah keliLxrg h.lrgunxn


digunakan untuk sincm sirkulasl padi Loridor dur
tansgajalrn. scdaDgkan !isi lxinn)i Ie ii dxri ruxng
pelayaran. Ar\it.knya menilih unlui{ rcnggunakun
dinding Lac.t )rng m.nrhentuk lapisan luar tangunan
uftuk nErnperjclas tmt{t pelayanrn dan \ila}rh
sirkulnsi. Perhcdunn\r dicerminka| dal.r r su\unrn
\trukturaln$r rlngka srruktur uiam.r \rng t.rd i dari
peropang \c!itjra \an! nembenrangi sihlah pusar
dilailkrn dcngan garis kelilirg koknn \.fanjung knntilc\cr rrd.t.rr tang dinrnnkan s"/r./.rr.' (yang
dianrbil dari naD insinlurjenrb.iran H.inrich Gerber

':

)mg hidup

pada ubad ke\enbihn belar. yans

di

hubungkan dengan wilayah lekeliling. Titik penernuan lntrrr r,?.(.r dln rnngka utama befepatan dengin
dinding kaca. oieh karena itu uila)ah banguran dan

i,rb. ft'n. bn.k I .\ rn! trrnit nenrpakar elenen


!i\u.rl urunra pada bagian luar bangunan. berputar dr
(

\ekiiar lendj \ang menghubungkannya dengan kolom


,(it'lrt,. . BerJr rr .rr \rng d rnpdnp pdJr IjLlf
at s ,,z.l.r sebelah dalam, dinnbangi oleh ruLii
dJr. .,1,.r )xnr .in.l(ru19 rnelurun p.,oJ u uriL .r.
sebelah luar r-ang diberikan oleh ikalan vertikal batan!

nrenghubungLan dergan pondasi. SusuDrn ini


nlengirinrkaD grla 25tl icbih banyak ke kolom fadi
seriap tingkar dlri lrla tang dibuluhkan uttuk cn
dukung lantai. Ide pcnghirbungan penopang (8rdrrl
hnt.i dengan kolom sepaDjang k.rnlileler l]/?& 1.1 in i

)xrg

olch k.rremnya tidak begitLr masuk akal dahDr


|- r:'r r" i .(\n.k re(J\: 'J.
T.rpisih dad fenrbebddr yrns beriebihrn tdlt
triolo)n.l,itkt.r itu sendiri dikcnai gatr lenrur akibat
gavr d{la tingkal tingli,,]rD pci:ncanaannya
'nc
rupakan t.tnungan !ang lnenrrik untuk insinfur So
lLrsi ynng diburuhkin uniuk perm$rlrh.rn ini rdalah
emberik,rn g.onlcrri

r,a*.r

lLrngsl struktNn\r tang

ho)a

yang mcDgganbarkan
san-enl NmiL. Tirgkat ke

d.ngm rnelakul.tn
pemhu.rtin
l,iz.t.I dari
penceiakaD logam dan ide
y,]ng
tidak
bcgilu
tllkenrl
baja cel k. scbuah teknik
rumitannyr

d.rpar dicap.ri

kr -

.olu. ..-r: ,,
nJ Jrn Jr.
11 .rJ.
'rrr.rf.,L'.
Teknik
iri
mcmungkinkan
kaligus bcrani dan ino!arif.
r.

menggunxk.tn benluk br.1.l.r yrng rncngckspresitat


tingsi slruktur hu.(d/ dan Fnggunaan bahrn r"ang
lehih clisien didpada jika nienggunak.rn penanrpxns
I standar. Nlenurut Richl.d Rogcrs: 'Krla men3ulxng

Fnggunaan

s.rr./"r. ,,?rliat

lebih darl 100

persyaratan \rrukxnal. llarr!unan

,L'.'r

r"

rg sama dengan

and Panners sebagai arsirek drn

(.'rr.

Porprdo'. f(l'\.,r1,, Jrl,r.Ll., f.,J,,brtiir

jugr rerdlprr rrlurlrf lLrar \ang nrc.l.gmg bangunan


s!'pcni belal.ll SLirlfu rG nrbrr 7.11). Pcrlindungan
nrukaLiriln\.i r,lrllh r.rnlkil ke.jl hrlok drn kolonl

Jr-r

rr,.i.;

.mpar pxLl.l

: r(r'rL,!p,.

ieS.tgi.tn besar lebih menlpcrharikan masalah visurl


dihandingkrn ilengan pe(imhangan smrktural. daD
ridrl dirigukan laei bahqa kchadiran konponen yaDg
tidrk bira mi prda eksterior brngunan berpemn besar
dalxm pcncapii:rn estetikanla. Ini adalah inti d,ri

\e i nruku

\lbdgdi

o n r.". Tokoh

terbesar dalam

aliun ini mungkin adalrh !r\it.k/insin)ur

dari

Spanlol faiin Sartiago Calatra\a.


Jcnls ketigr darj aNitektur r-rng melibatkan stmk
rur )ang laliditasnya dipefl{n}akrn muocul daiam
konrcks rencari visurl r-ang tidrk cocok dengan

rf4.c!r

br !unrn. Befiuk ini merupakan

!Jllf'

Olch karenr nu. dibuar h.hcrap.r rencana ynng

Artrp lDd Prrl

luar brngnnan. Pada Bansunan krntor tusaL Lloyds


tch).rnrn direnurlif dl drlanr j4&n 'ncn.rr )a g
rncn)anr krn lrennrl 'rlienrprt hrngunan. Di srna

ltli

bert,erikcm.rnLrriaan berakar dari lcnralaan b.rhwa


banguDrn scutLrhnfa dibentuk olch korrponer buatan

O\.

ncrs sebag:ri insiryur struktur) meruprkan .ontoh


)mg tepar untuk hal ini.
Brngunar k ntor pusar l-loyds adlhh bangunan
berlantai bantak ran: digunakxn untuk pcrkantdan
dengan bentuk denah pehegi cmpxr (Ganbl]r 7.10).
Bangun.rD mempnntri .rtriun tn\.rt rang mererus dj
s.riap lantai. lang nrenguhlh hcntuk denah lantai
mcniadi dooat sesienrpar. dan s.pcrri hxlnya padi

drn pcnssunaan lehih scdikir b.rji inl lelrlh murxh


dibrndingkan dengan penggunr.rn balok I Inl rdrl.th
l.r Jl \! T \r\1 fr.r".I
Kcunlurgan laln dari pcncclrkan adalah bah$!
pek.rjr.tn clemen )an-! padr rw.tlnla nempakan Ie
ahlirD ungin berubah nrenjrdi keria baja. H i ini
adalah pckcqaan yang nlenyihukkin Perer Rice. !ritu
insiDrur smktur utanra dri proyek lersebut, !an!
dalxm su.rtu tradisi Perge.rkan Artr & Cll]fi di auxl
Irggris, pcrca)a bxhwa ariitekrur Nlodern yang tidak

kxn(r tusrt Lk)yd\

rD'.' "i,'r l.r,c.r. )' '! Ji\L:,r ,,Jl'Je.Ji1.r


(lenrre l'onrpidou (Richr.d Rogcrs

ii

elenren

FrIirS trdr ferbend.rhxrrun \isualltlx rct,r!i


benluk inl bermasairh \ecara lckni!.
Kolon dilemparkrn di luar .srris keliling darj
\ang

.rfli r.I 1r,.,'..,r J:,lr,r\.ll

etck

t.

lr rr. I L

lrdap b.rtanibahn\ll ek\cnlri\irls gedung de


ngrn ditenptann\x beb n kc lololn. dar mi merupakan damprk \ang sangat lak djjnginh.tD \ecar!
nruktur Solusi ini tadiry.t dirmbil untLrk mcnihuat
struktur'rncnrrik (lanjurrD fenrikirrn Richard
Rogcr\) dengan pcn)rmbungflr brsi.rn vang bcrh.dl
dari .l.nrer \rng rcrpii,rh tni Jihr\jlklrn dengan ni.
r)orbungkan l.tntri denltln kol(nn seplnjang-/,?i *./

\,r'r rr.cc.r \ l-. ..r ,".r,... .:, \.1


'j
bungan kolorn pracetak di sini kurarg

spckrrkutrr
dib.rrdnrgkrn dengan s.r]n,/.r.\ prda Ccnrr. Pom
pidou. rcrxpi meDrpunlai lirngsi yarg h.r rfir \!nrl.

bxik

secara Lcknjs nraupun

s.carr tj\uat.

Adr pcrbcdauf ferrins

anrara Pompid(r ,1$


Lloyds lang nienenrpatkan hcdur bangur.ro r.6.hur
dalam kar.gori )xng sedilir herbeda. m!'n\xrstur
huburgan xntaru srlrkturdan ar tektur. Pxda Llo\d\.

l.-kl l:ri :i:1..'n J.r .,r .JJu<lll. l.ri".,.,

basah lantai heion berrulang rang drekspos. Srruknrr


nri mergrnrbil hennrk donat perseli er}rp]t drtam
dcnah karen.r rdm\a rtrium pu\rt Seci r \rruktur.
bangun.rn terdii darj balok ntarnx \an! lrre h.nlrn!
nrr. r lulo I ..1 : .-. '. .e il r.- L , l:,, .,t i ,
mendLrkung rusuk ben[Ds dersrn \i\rcnr l)e]at
lantai satu at.ah. tlntuk al.rian !isu l I]rurni. keherrda
an balok ur.rn! dihllnngkan frn hnlok b.rlok rersebur

lxng

dr-.,,\1 ,\I
',,(1.-ri,.r.r f.,.r: .,trrr ...r.
K.\rn lang dib.r ikun .rdalih brhsa tanrai rrcrutatnn
sklcm hentang dux arah yang didukuns sccrr!

la,LS-

\cjajar darifda elips. Jumlah )ang sedikjt d^ri rosuk

clifs

mcrtrpakrD flkia pokok uDiuk mengtinkan


b.nruk kcrja rgar di.kstrakkaD. lclrpi untuk nrcm
buat.rngka \lng terlihat setatar mlkr sisi clipsDy!

cenderurg naik darip,rda turun. KeuntungaD dnri aksi


konrposir antara rusuk dengan pel,rt lanlai adalah ie.

jadi0ia penambahan efisjen!i srruktur yog

sangat

besar pada lxntai heknr benulang dibandinglan dc

,rJ,, \:r! rrJ.l'ulu. Pr -r .:'1,,.,q lluIr I ili


berilurn\a hampir \cluruhDya dikcndalikan oleh per
Iinrbangan vilual dan sebagai rkibatny.i lidak cllsien
Kesinpulan r-ang dapat dilmbil d.tri contoh
ohnruknr v'b.igt1i on r/ft., dirra\ ldllah brhur
pada beberapa bangunan yang !!rukturlr di.ksps.
secara teknis. s!ruktur lidak sempunr $ahupun tcr
lih3t menaik secara \ isual. Hal ini tidak b. Jribrhwr
arsitek dan iniinyu. yang merencanrkan brnguDan
ini kurang cakap atau bahs<r bargunan terebut merupakan corloh arsileklur )ang buruk. Nanun hal ini
berarli bahlva padn arsiteklur di mina struktur yang
diekspo! rllgun*an urluk Inenyalnpaikan ide teknis
\Jn! r(1..'r i\e1..'n).'ti.r Jr.. ekru'le.nol^cr .rn!:r
masuk dalrn karegon inl). bemuk dan peranti visual

.ti

lang dlpakar trukan mempalan comoh reknologi yang


sesuai rerhadap lungsnrya. Nanrinya dapat diketalui.

seinr! densan berlalunya wakN.

apakah bangunan
rersebul dapat Ierus berdiri. pengujian nri mencakup
pensUjian \c.ara fiiik n.rupun intelektual: nasib ya g
mungkin diterima oleh lcbagian besar adalah ibarar

minran )ang dibuirs.

;.1I

\1r

'7.2..\.1

! f.iu r

1't t!'l,t

1t

\!l.rc.)i \rsitcl.t(rr
I

t,t

Selalu ada ban:unan \ang terdiri dari struktur dan


hanya \rrukur [!1tu t)an k??c (lihrt Ganrbar 1.2
daD l..l) ldrlah \ehrg,ri conlohnla. lrng lelah ada
sepanjrng lejarah dan temlama lada n sa prrlejarah

manusia.

I)al!m dunja sejarah arsitektur

dan

penbaha\annla. hal rersebur lebih dianggap sebag.ri


'r.rrr.4/a/ ketinrbar! aisiteklur'. Kadang-kadang
bangunJr .e na.Jr i ,i rndJt Ie ddlJ.n sJra rd aj'i-

l$a

struktur unmk menghasilkan ltruklur yang nreng


hasilkan kepuasm kinerja biik secara teknis maupun
\ecarx visual.
Peke.jaan nri tidak mcniadi lehlh mudah deng:rn

hil ioi rerladi biasanya disebabkan


conioh yang berskala sangar besar. Contohnya adaLr])
Crystal Palace (Gan$al 7.25) dan bangnnan CNIT
(lihat Gambar l.-l) di abad kcdua puluh. Banguna.
bangunan ini ad.tlah hangunan di mrna hrlas dari
atr yang mungkin secara tekni! dikerjakan. tanpa

adanta lersyaratan \isurl lainnra. di nana rusuk


\lruknrr lanrri sehdusnva le ihat lcbih bcrbentuk

rn.mungkinkan kompronri terhadap persr-aratan


\truktul Ini adalah jeni! ketisa da.i hubungan aor,ua

sung di aras kolon tanpa balok utama. Kepandaian


srngal dibutuhkan di bagian kelonrpok leknik rcka

tektur dao kerika

slruktur dan arsitelitur yang dapat juga dianikan sebagai ltruktt tunpo ot1 t rr,,. rempi munSkin lebih
rcpatnya adalah rrrltrrr ftbugai arsitulktut.
Batas:rn

dari apa JanB memungkinkan

sccar:r

nrukrur dapar dicapai untuk bangunn den8an bcntrns


sangar panjan! dan sanSat dnggi. Klsus iainnlr
ndalah bila diinginkrn her0r slruklur yang sangrl
ringan agar bangunan dapar Dudah dipindahkan, atau

adanla hal-hal r(.[ni\

hinnlr \rn!

hegiru Fnring

sehingga dapal mcnentukan pcrencanaan.

7.2.1.2

llr ld u }etg \@!:dt ht,tiut!

Unluk memulai pembrhrsrn tentang srruktur )ants


menrpun)ai henrang sxngrr pani!n3. kita hrru\
mcnon).,k,'1 krf rn ..bu,,h h<nr11g,Ikfl

rkJI *h3F.ri

sebuah b.ntrng )log pdjrngl Ja\\ aban yan8 dirawnrkan adalahi keriki pirnianf surtr hcntan! rerpengaruh

oleh ukuran benrang. pe(inrbangrn teknis ditcmprlkan sangat linggi pada dAfiir priorilAs ar\iteltur
sehingga nemberikan efek yang sangat berarti padu
pengolahan estedka bangunan. Scpeni yang tclah
didiskusikan sehelumn).t dalam Bab 6. permasalriln
teknis ymg dnniliki olch bcnmng yrng panjang adallh
bagaim,ina nleDj0ga klscinlbangan )an! ousuk akxl
antara beban yang dipikul dcngan beral sendiri
srukur tersebul. Bcnauk struktur dengan beotang ter
pafliang oleh karcnanya merupakan jenis sEuktur yang
paling efisien, ynitu jeni!li)rx a.rl!. seperti kubah

d3 jeais run fornt


yang
a.tn?
activ '^at s.ni .linn
telah mengalami
'perbaikan' dalam dalam dirinli.
Pada zaman sebelum rololusi industri. bentuk
slrukluryang digunakan urtul hentang lerlcb.r adalah
kubah atau ./orrr bara. Bahan struktur lainn)a }an!
tekan dan

l.rril.,

enbftru

tcniedia di zaman itu harya l(ayu. Sehubungan dengflr


kccilnya ukuran sctiap kayu. aka pensgxbungan beb.rapa elenEn struklur kayu yang belar. drn p(mhurtan sambungan pada kalu untuk mendaprttan ha\il

yang memuaskan sangat sulit. Ketidalpua\rn pad,r


rcknologi penggabungan rncngukibatkan tidak nrungkin di8unalannya \tuktur kayu dalanr \lula )nn!
bcsar dalam dunia pramodem. Sedangkxn r^-nrahanan

lcnrrng bagaimana caranyu nrenghnsillan ltruktur


selagar segitisa pcnuh yans cfi\ien belum dikelahui

na])rn regangan rehn dan tarik. iuga uDtuk ntnahm


lcnlur. Kubrh dan dor,? merupalan strukiur terlcldn
.fora\die, tcLapi h l ini ridak berani bahwa lubrh

lidak dikcnri momen lentur krrcna bentuk /)rx a.


iir? ini hanlr herlatr untuk pd! beban yang lhu\us.
Srruttur )ang menyokorg bangunan meniliki pola

heban y.tng bervariusi. dengan h$il bahwa itmktur


teftekan .lirl- d.ri!? dalam bcbcrupa keadaao akiD
menjadi b(ntuk J?,,,rr,?,{. rn? schinssa diburuhkaD
untuk mcnahan lnlur Jikr hahu-bahan struktur
nErnpunyai !e8anga0 lrnk yanS kecil sepcrti pada
struklur dcngan pasangan bat!, nrakr pnamp.rng me

lintangnla harus cuhp rebal untuk ntncegah tcgdng


an lenrur t.rik yan8 rerjadi akihul tegangan cksial
tekan ynng hcrlehih. Kubah )ang terbuar dari palang
an bata harus ag.* tebal sehingga hal id alnn mc
ngompromikan efi siensin!a. Mrsalah mmbahan pada
penggunaan kubah )aitu lcgan8an tmik drpat ber
kembang dalam arah melingkar di dekal pondasi
struklur sehingga terjadi rctlk. Kebanyal.rn kubah
! ang rcrbuat da.i p \ang.rn bata drlam kenyat.rann! a

diperkult. hing:a kndcr t'flcntu. dengan kBanr


biasao)a 1,)gam lersehul lcrbut duri btsi lulangan
Lrntul rneluwan kecendcrungrn i0i.
Olth karenn bctor bcaulang dipat menahrn bait

rrriknaupun rcgangan lcltLur. maki s(rukntr


tenckln,4r?r d.ri!'( !,tng terbunl dnri b,than ini d prl
dibud jauh lebih tipis jik.i dibandrnglrn dcngan snukrurdrnJrnspJ.Jnrao llul inimeruunglrnlJnctir<n.r
\anr i(hrh he'ar. dnn ^l,h luFnu iru d:rpJr Jr(Jpur
bentang ]an! lebih bc\ar krrena beban utrnr.r pada
kuhh alau r/rre, ad.lah herlt leodiri sLrukLrlnya.
Krunrunsan lain drri betoo berlulrng,rdalah
regangan

ntlintang. ltknik
nr r.lxh Jrsunildn p.tdJ \uhJh nJ'.ngdn hrlJ. \'|eai
pada lulir Sarda dari kubdr donre Brunellcschi untuk
Florence Calhedral (Garnblr 7. l-l)rr. kcnrao,pu
lcratJn k(r.rn benujang srngrt mcnrperbrsar por(n\i
n)adal.tnr menambah clisicnsi dengxn apa /oflc alau
k bah dal i menahan mnren lentur yang discMbkan
olch pol,r beban unruk jeni. s.ni-Jom a(1^!Di antara bebcrapu conroh nrultur a$al )'ang
mcnggunakan kuhlh beton berlulang berskali besar
rdahh hl[ggir pcslwat lerbug urtuk lapantan Lrdara
mempcrmudah adopsi pcnampang

sampai abad tcdua puluh.


Pengembangan bron b(nulang pnda akhir abad
kescmbilan b.las memunskinkan perpnniansan bcntang nuksimum yang dapat dicapai dcngLrn menggu-

nakan s(ruklur tertekan

r,rDrr./i|e.

Penggunlan

belon bertulang mempunlni heberapa keunrungan di-

bandinlkan dcngrn meng8unakan plsangan bau.


yang ularna idahh kernarnpuannya. baik unruk

nx'

rr. I rLr.Ll. \

\,

Ganrb.r714
.

r.rL, ,

iL.,-i,L

R,. r,

1.,..
L

ilo'"

li rrlr

1.,

r.. Lr

|
.Ll.

I ,.
, r.

.1..1

. tL

",rrr

r,

r,.l

.rr
I .,

.1. ltr.l

I ' I .tLi.

'lr'
.t,t,

Orly di P.rrir olch Eugcnc Freyssinet (Gambir 7.1.1).


Pc..tmpang mclilllang ),ang bergelombang digunakln
pada bangunan nri unruk memperbaiki kelaha|an
lcntur prd.t kLrbah. Ahli lain dari sl kturjenis ini di
abad kedua pulxh adalah Pier Luigi Nervi, Eduarilo
Torroia dan Felix C.indcla. Sruktur Nervi (Gambar
7.15) khususnya istiore\r dan menarik karcna dia
mcngcnrbangk.tn scbuah sislcm kon\truk\i l.tng
menggunakan rangka ke{a tracetak yung terhuat dri
fefto Nncnt dengan bentuk permaner. jenis beton
yang dibual dari agrcgat yang sangat halu! dan dapat

dicetak nlenjadi bentuk hLntul \a g srngal l.tngsing


sella pennukaan r.tns halu\. Pcnghilnngan b.hcrrfa
bertuk keria sem.ntuadrn l,.mudrhan dimlna peng
Snnaan lciD .",k1rr d!pr1 dicerak menj{di penanTr rn Ireli ,rJne \:rnr 'Jrf.'r5'r(r J. r !Jr !$irneri
yang runir. mcnlungkinkan pembangunan struktur
benlang prniang ,"rng carrggih vang dapat dibangur
s.ca.r lcbih ckononris Kubah teraklir terdiri dari
\tmklN komposir itnrara beron cor di temp.tt drn

4,,

'..

1 elerrl llrr o1

!.n lrur rr,/, ,,, ,,,,

tekan di rbad kedua puluh adatrh bangunan CNIT di


Parir oleh Nicohs Esquillian 0ihat Ganrbar 1..1) dan
struktur arnp pada Smirhfield Pouttrr Market di Lon-

don oleh R.S. Jcnkins dari kanror O\e Arup ard


Patuers icambar 7.l6).
Strtrkturla/,?

a.ri'.

tekan juga dihasilGn

d0sax

menggunakan bahan logam untuk nrcncapai bcntang

yang p.tnjang. bialanya dalanl bentuk kisi-kisr arau


kubaa. tteo(r:tJ cont,,h rrrhebdt. Ji :nrdr.,r\J I rgl
yang paling awal dibangun. antara lain adalah penr
berhcntian kcrcta pad,t Srasim Sl. l,ancns di London (1868) olch wiliiam Bdrlow dan R.M. Ordish
(bcntang 73 m) (Gamb,tr 7.51) dan irruklur Galerie
des llachine )rng digumkan unruk pameran paris
rahun 1889. oich Contamin dan Durcrt (benrang ll,l
m). Pemasilahrn ini relah dikaji dengan baik oleh

WilkL.or .TrJLr,r.lir r.r. \ert.rry.Ln!.dmfJi.dar


ini dan conloh terbaru yaDg sangxr rerkenat rdatah

lermnral kercu.rpi pada Slrsiun Wrrerloo di London


olch Nichol.t\ Grimshaw od Parrners iiengan yR\I
Anlhony Hunr Associires (Cambar 7.17) dan perencanaan untuk bnngunan Lapangan Udara Kans{i di
Osakr, Jepang olch Renzo Piano dcnsan O\c Arup

Strukrurjrringan kab.l n ub|. ? ttrk) nsupakan kelompok s!rukur lairr yang ranrpilanntr herbeda
karcna perlinrbrngan rckni! yang djtenparklD padr
prioritas rertinggi, schubungan deng r kcbutuhar
untul nEncip.ti hentang yrng pani{ng atau slruktur
yang sangrl rinlan. Srruklur terschut merupakan
.rflrlr I rrr, d ,,. tJri( \rng JJt.rr rr< r...p,ri e,rriensi yarg srngat tinggi. Pererapan utamanlr adatah
schagai struktur atap untuk bangunan trngSll }ang
besar sepcni gelanggang olahraga. Contoh ripikal an,
tara lain adullh arena hockey cs [,ada yalc oteh Eero
Srarinen (Gambar 7.18) dan srruklur taringrn kabel
di arei Oto (lihat Cami,ar i).
LapisaD lullr dari atap bangunan prdr .onroh-

contoh tcr\cbut adahh permukran tengkrng ganda


anrld,s.nrrr': dua lckukan berla$anan yang rerdapar
pada semua lokasi. Pernukiannya dibenruk deh dua

kumpulan kabel. srluh larunla digabunghan delsan


yrng ldr pada ar,r} ){ng dipilih drri lekuk.tn. \u\unan
Iang menrungkinkan kabel-kabch)! untuk dip.aregang tcrhadnp saru srma lain. Arah ynng bcrlawoan
darl lekukan nembcrikrn srrukur kemampuin untuk

menolerlnsi penrbalikan beban (dipertukan unrirt


nenahan bebln angin tanpr rerjadi djstorsj bcnr'rk
\r.rrr 1...Jr J-, (.,1...1 iJr(c.rnp 1 Irun.kr.rtr,I I
nimalisxsi perpind.than.-angte{adi akibaibebar td,,s

berv.riasi (diperlukrD unruk mcncegah kerusakan

Di tlhun 1990-an, g.nerasl biru dari tiang pen


dukung dcngan jaringan krtel rln.larri. dikenbang
kan. KcuDtungan nram! dari smrkrin ini. meteblhl
bentuk d,rl.larlr yang tcrdahuh. adalah bahwa bcr
kar bcnluknya yangjauh lebih sedc.hana, pemburaD

pcntrtup atapnr,t mcnjadi lebih mudah dikeirkrn.


\{illeniuni Dome di London (Canlbar 7.19) )us

scbcnrmya bunrn sebuah knbrh dalan afli sccu,a


struktur, mungkin merupakan contoh sirukrur .-uxlr
palins dikenl]l. P^da bargnn.tn ini, jaringrn kabel
h.r,I kubxhdi ,.t: rgolel).tI-n. be-nJr rk. r.\. rJr Dr:r11. r. \e,u1 h n,,n!rr..n :or,.,\ t<q rr re.: nl
he.tang y.tng terpanjang adal.rh sekirrr 225 m. r.tng
diarneter lingtrlan yang digainbarkan oteh
'neruptrlian
2.1tiang. Ukuran benr.tng membu t,.nglunaan sruk

tt.lorm-atti\t

ynng komflek! seutuhnya dapat di

hcnlrk r. J.tringa| kabcl )rng dihubungknn

deogan

hpi\an r.-nuruf r.rLliri dui scpr\ang iaialan kabei


\lng drtJ\Jn: .rt.ni turi iri lingkxra dengan beotans lr nr JnrJr rLIrln!!. \rng ditotxng olch grntung
an label \Jn: nr.rutlku tenlhubung kabcl kabcl
leBebur l. tun.rL rtr.S Iitik tilik tcrscbut iuga di
hubunglan ol.h ul..l l.lilms lingkarrn yang remhcriku luhiliu. L.nslungrn krbcl. yang berbenluk
llriiari linskftn \rns ..nLl.rung m.nurur. diburl
frltcgang l.rhidrf lJh.l p.ngsa tun!. membual
kabel kahel l.r.ehur hlnfLr lnru\ \.hingg.t mcngubah
pelnukaur luLr,rh nlenrrdL l.rl.rran fdplr bcrgck)nl
bang. Haldl.ra' .rLtalrh kflrkreri\tik tan! menyedeF
hnn*an frhrilnri penuNp I'ldil ken),rlaannva \e
br:ri eleInen n,,?,.d{ /&, Iarik. I.rtrel radial tersebut
\edlkit dilengkun-ekan dan Lengkungan iri diijnlkan
Ganrbar 7

f,i,

18

'lr\'

untuk percncanaan penirlupny.r. teiapi geonEtd keseluruhan slrukt!r inr lidxl lrrlalu ruItnI lika dibanJ ,. k:r- J. ru,'1 r. i | !i.rn \.., t nn,,\^,, .,,, '.,..a.
BxhlD latisnn pcnut'rp frda N{illc iul|r Do rc rcrbuat
ddifr"r (l.rJj )rDs dib.ri hpisrn PTFE.

Gambar

719 \l

il

r.rl
Bcberapa cont(,h jaringan kabel )ang diganbarkan di sini mempcrlihatkan bah*'a mcskipun struktur

icqi. rni 'euruhnlJ meruFLJn .rru[rur /.,xr-.r,4,.


dengan bentuk yang terganlung pada bchan yang di
lerapkan. perancanS dapat mempunyai pengaruh teF
hadap henruk kcselurxhannya melalui kondisi penduhng dan jcnis permukMn yang dipilih. Jaringan

kabcl drpar didukung di atas konliguru\i lengkungan

\.nil.rn

tu

t^'c lan di al!\ t{arxn lirn!: dipal jufa

nr(nPEunrkdn pc nukd.rn .rxr

/J\ri'.u.ru,,rrri /./,r.ri

dan konugurasi !ung digunakan unruk pernruluan


ini mctrrpengmhi seluruh penampilun bnnsunln
DrnEr) nrlrkulidn F nil!,.rn h(rJx\i'r\.,n lar<nJ
yang digffisb.rw.jhi di Br8i.rn 6.3. tehrn)alrn kub:rh
/i,,7, a.rir'. dxn \rruktur kabel masih nrempun!ri k.
kura.gan teknis. Srrukuricnis ini sxnsat s lit untuk
dircncanrk.rn dan dibangun. rehubunsun deosin nus\anya r".rng rendah bukan nrrupaknn pennhin plnas
Sehdfxr lurnbxh.irr. ler\,:l!I .rrLllur nr
)Jn!
lchih rendah. rerulnnra srnrlturjanngln kabcl. diban
dingkan dengan pcrmutrin bang nxo lrns biasa
digunakan tada unrumn]a. Kckura g.rn ini drp!( di

bl

lerimJ kar(n- xJ:tn)r NepJnlir!rn urruk mcnrJprr


lingkal elisiensi slruktur !ang lebih tinggi )nn! di
buruhlJn unrul !r)en!hJ.ill:tn henl.ru!

)rn!

pxnirn!.

Dalam kasus inidigmlbarlan bah\ra

lompron

yang

dicapai memuaskan. mengingat benlangnla dan kc


guDian bangunan yang relah direncanakan.
Seluruh banrLrnrn beotnng panjang di atas masul
dalam lietegori ahirekur lclnologi linggi. Bangumn
bangurran ini merupnkan contoh ieknologi slruktur
lerkini yang diperguoakan untuk meneapui beberaP.t
penutup bcntng rerbesrr )!nB ada. Tcknolqi )ang
diplkai mem.mg diperlukan untuk nlencipai bentangnya dan bentuk yang dihasilkan ,nembcrika pengolahan r/1/,r/i. yrn! nnnimal.

7.2.1.3

l utllultl tt t! Stttl]tt li r{i

I)alam

encari tclnologi ring8i pada bangunan yang


sebenarnya mcrupakan cara lain lermasuk dalam kx
tcloti
nt s.hng(i a^i/trr,". Bangunan pencakrr
lnngit patur dipikirkan sccaru lebih ccrmat. Ada dua
pcm$alahan )ang dimiliki bangunan yang sang.t
tinggi berdasarkan padapcnrikiran slruktur: saluh satunya adal.rh menenrukan keoumpuan dukungan \,errikal dan lainn-va adrlah kesulittn penahman beban
l]rerxl ]rns be.r. r(nr!'uI elcl Jinur)r. hfhJn .ulgin
Sejauh pcnnaialihannya berkaihn dengan dukungan
\crtikal. kckuatan yang diperlukan padr kok)m rtau

tfi'

-1

-uor qrrlrrpr ( la I ulrf 0z I rlqunrDl r,riurqn )nru.q


ur;u.p.'u..lou.d iurD urp rt."u'I nrunins
ut].rNputrtrp rndllp

s)I

r\ird$l.IUI unr.taua\ \nslr)L


lrpu INrfr)nrs
npffl :ulruflqn.q Irnl lrpl]d uuirN\ndqr iuri rnllnxs
uil;rr:p lI!';unr trtLu..\ r..\irtllurrl nr;.q.s n)i|r.d
,.q Inrlrn lrnrJurrD qq.r nndnu.unr;iq'ri;uruI
;uEi uruniurt ulrun;ucg pn\r\ uFr\ srliirlqnr.l
]{lrpn rlr tq r(u.rnljnrrs fl!..!.trr.trr ;ur.( uEull;u
-rq )xiurq nndnl]Ll]!\ ntl uu.rP] ir,trDkll ir-irrdou.d
rnr:inn\ uqnatrtr..lu.t!r rifprr qrrrur.u lnNn umd

'r , rr!

r.rnp

l.r.. .r,'

.i,

rq.rx(:rq uPr;-rq.s r.rif ;uDlfpuid

r' rrl
litrr.l.
IqDr.\
\'.!

,r:rqi1s'r;;!n urun;urq oilrM rpRl nr\.q itrf,i


r.)ri oriun.lu)u s.rrlrrir_ urqiq qr;;u.iurd i;nq.s
:rr_ur ur,t.q r!rl)ou))r;u.ru Inrur u.ur;ur.)
rsu|q
r\r(ul
uxlrfNluiru
'ur
.'- qrqii ;ur i u.un;u( Lurtft urotol n!i!
;u u
Icr.|..u.ril rud qnri'uaur Iuuos ort ntrf t.)rr.r:\

: i::]r. rnr)rr\rr r\.]d(I:

rr:r]r.ir. rr.tlr.-t. Pnrtur ur;unqnq ulquqn.r.d I uor;url


LLA qrtrr urllflunrrt ;uI)i or:)d.s uiurxllJ r;;!rl
urun;urq pPai r\Ixr.\n.r: ufqirq drpttl.rr ur;-untnp

r.d{ llliuit

u.ilunqn
;u! i lruI:r I$r\ourirdlr.r.q
'feq
:rl ff\''lrl]nfilu.q ur,r!:;ull.ri iuNtuPd.\ raux\ i; rp
uLrr uqr urotr))l lr.jrr].\ rnl]lLir! ullnln ir;ullnrlr.
uiJ ;urp.; xdu.q.q .nrrt 'rnr:i.rlsIlr utrrs untdDl
;unLp iufll]{ l;iun urun;urq IsDpuod Ipkl ll,,trrl.\
ur;!n]np rlrFull qpquruiu Innln uuu;ur.)
rnurlr\ uou ueru.l:
ur;ur].;n.d !.to ur)rnqqulf iur'i su)ud unr:;un
.l rr0p rrnlur\]nu ursurq UIxI'r! rrrrl].r )xpr] rnr
lnl! rPrd rrulrq:rt.r.q;uui rnurrs iurnlo\ {;;uLq:(
uprtLru.p.r rriut!u.rxu urrl|nrj.I'8I.1r!qrualiiuiu
'I ., , :., , i ro "'J,1 i., :i '' -r I ''t"tr ' :'
rdtrm.t oL\ur uDluxq$ridruru tnnrn qryu.r dn)n.
nxurt uiri:uu:I ururl.r( urP I'r()r 0.rr..s nrq.qrf
r()to) rll,4 Dri;uN.r Eiutn.unlu ur;'r.p uDluxr..l
rp rfulrp rur urxlcpsfur.r.d uL);unur ;mi rnr]ifn\
rmr;-;utr.t Liurqrll.u ;uri urxrtn!.:l urlrdrrrul
rur Iq rl{q ur,p risq Iru.n-uru runpq rr$u0r nxr!
Np!d Ipr(nrn)J;ulri rrrqrtrsxru.r.d urtfilm.u LUr u|p
.nulr.0(rpRlnr\.q turi :mrlorufrinu.urrur nnun;u
'fg nrunlru..l ]lr\lll) rp xpr rrs.qr.r iux( ;urturp

BGTI_

L5t-

t'

ta-i

lel*
G:ribar

Ioh dari lLrsura strukru b:rrgunnn

tlng!iunrul her'

perilalu \eperti krnlilever leflikal daLanr nrer.'ton


beban nSin. Dalanr kedua kn\u\ rer\elrur. hrn!unan
diperlatukan sebagai rabuog bcrhhirns iuirtu clcmen
,on-lo,,r4 rn. dcnran tenamprng
)rng
'nelinrnlrg

dipe$niki dalanr rlr.hsrn bch n l.rterrl. T.ihung


lersebul dih.ntuk dcnlin pemu\iiliin nmkrur \crtikrl
frdJ f.,r. IclrlIr.i (l(1Jl' tl<rl.,r.r lJ,rl.,r Jrn !!a.
kelilirs tcr\ebur sinrf'ri le pu\ir Lfli pelx\rnrn )irng
nre,nbcri dukungnn \rl1ikrl tehl)r hir\u\r ridnk nrellnrh.rrg Unluk p(rl:,{Jr!,, r(-h.hr!p r(h.u rr!rn.
Beh*ripa bansunrn hiasalt diherikan dnlxnr denrh persdgi. Be(rLrtnrr xn:in \rng lejrJiu dcnsan

7 21

\rl.rh situ peflnukaan bangLrnan mcmhurt kolom padr


rfuh ansin bc iuf dan di,rding di h vxh argln lcrschrr berperilalu \ebagai /i?xr )an! te(rrik dan tcac-

Iilo

seperti

rlng diharapkrn dari pe a,t)pang melin-

dn irr! luamlr bcF


ka!u\
da|
srling
bellautaD.
P.tdr
rargka trhun8
leser
prda bangun n \brld Trndc Cenlre di Ne* Yr)rk
ol.h \Iinoru Yamasxki (G.rmba. 7-10r. hubunsrn
rnng kmdle!cr. \edanSkan ledua

g!'ser discdi,rktln oleh .rksi rangka kaku unlara kol rr


J:.') h.,,,\ .Jr!
NrJek !.nr Vlr.rr be \J.(,n

'r1p:r

Bcgiru pula rtrultur pipa penoplng pada John


Hrn.N I tsuildrng diChi.rE,, ol Slidnxye. Osing\.
rd

Mcril

((;.rmbar 7.21). hubungar gc\crdisediaktn

.a

-I

oleh clcmen

rTlr.i,s di,igon.rl. Diseb hlan d

tdrJkr(rnil il.,ri fr,,\pI

n r\ebur m. nir-

harilkan struktur )ang unik

kemudixn

d,,

r\irck mcnsanrhil keuntungan d.triry{. Iru

(\

\an! \.benrm\n rerjrdi di H.tncock


Buildingl

adrldh

lanr

masing-luasnlg kn\u\. konfi gnfltsi fukrur istiDcwa


!ltn! digunakan untul rl]enl.dilliln pedr\anan ler'
h.tdaf bcb n lalcral Drcnghnsilk n strukiur yaog lcr'
pusal didinding lur. haogunan. nlrka nruklur \ansat
berper:rn. dan bahkan tn.ntrlan. ek\trcri \isual
d:ui rrsirektumln. Hrl lyegrr keflh irsinyur strulilur
di kant(rr Skidnrorc. O*ings .tnd Nlcrril :"ang rerlcrak
di Chicago. nrcndeltripsiLan hubung:ro itu:

Pcnlerrh.'n!Jn rJ( u'.ung LinIl. !er rJJldh ]Jnr iuEr


disebul dcnsan i, ,//?d-ri1,(' ad.thh sislcm di ma a
hubun:an Seier rnrnra dinding yang menghadap arah
nngin drn di b.r$ nh angin. dilakukan hail oleh din-

din! dalanr maupun

l|

pada \isilainnya pada bansun.tn.

..
\l i

\ \!

Hal ini nrcnghasilkar susun.rn grid pcBegi yarg di


bentuk olch dirrdlng dinding yang berupa derckn
kolom kok,nl padi i.Iak r-ang rapar. Sears Towcr dj
Chicrgo. juga olch Skidmore. Owiogs and \'Ierrjl
(Gambar 7.12) mcmiliki jeris sr.uktur nri rang dreksprcsikln secar{ lrsirekrua dcDgan ringgi }aDg bervariasi padr nlt\mg masing b.rgian ruargan )rang diciptxkan oleh grid slrukturnya. Sidelil strukrLtr oleh
krrenanva mcrupakan penlumbang yrng laDgat
beralli untuk tampilan tuar hangunan ini.

ri

tcnda untuk rckreasi arau bangunan rementara rrru


untuk tujuan hin. Gambar 7.ll menperlihatkan con
toh lerLini dari teknik rekay.t\a yang digunakrn se
bagai banguDan untuk p.rrncrr senentara merupa

Lr1.,,rr.

rr lJr
,

\\':rlaJt,

r,

dar dr.i r\rur rel,rolorr r.nrgi m. ri


b!n:unln ,cm.Irj- < rp drJol ,,.i

oleh tcndr dalam semua benluknla. akrn tetapi srruk

ut t,)pd.ti , rekin irg: dU t!n rnrut rLil,,n


ini. Padr akhir abad kedua puluh conrohnyr adrl,th
h.tngunan yang direncanak.tn oleh Renzo Piano unrut

hrrJpr.onr^l- J..a lJre!uri


nruktrr !.bdgaittsit?k t/drpat diremtrkan pada be
berapa banguDan ians sangar tinggi. Ini adalah tek

prmeran bedalan d.tri IBM Eropa (Ganbar

nologi tinggi mumidalanl ani blhwa. karcna bamsan


dari kemungkinln telnis relah dicapai. penimba san
struklur telah dibcrikan \ehgai priorilas uhmr dalanr
pcrencanaan \ching:x ringk lrmpilan bangunin sa-

clcmcnnya nrerupakln topangxn

Deno,,n J.

kra.r. b.

ngat dipeog.rruhi oleh periimbrn!an dnrktur reAebLI

7.2.3.1 Ba

ltu t

t\|ts lti

!<.tu

Irada situasi di nlana pcnghcmulan b.rar nrerupitrn


persyararln
adalah lkenario lain \ans m.
'nendasar
nyebabk.rD !ellnnbirngan r.knis h]ru\ tlitempar],o

7.2:1).

BJr!unJr rfl rn(rlprn.,n hrflLl lubJh.,,,/,.ax


a.rr,e ),ang diperbaiki' dcngan susunan segiriga. Sub

ia,.rr.r.z/

yang bcr

lapi. l,rt,, Jrn oer.rll, ,.,no JilJir\Jn d<1g:rl pir.


mida ruhcarbotLn e . Elenen ini dibaut bersama s.tm.t
dengan menggunakan penghubung aluminiun. Srruk

tur ini mengkombinasikan bobot yang ring.tn. yang


dapat dicapai dengan penggunlan bahan yrng mcm
pun\ai tcprdatan rendal dan gcometri sruktur yrng
ell!ien. d.ngan prakirao ]ing mudah-dua pcrs)a
ralan \a ! \lnsxr penring din bangunan.vang mud.th
dibasa. Tidal.rda komprolix relni\ \anS dibuat rntuk

rh\an lisu.tl rtau ahsan ga!a.

sebag.ti pri$iras )ang sxnglt Lrtarla dallm pelercanr

an bangunan. Hal rni scring ter.ladi kcrika bangun.tn


dibuluhkrn agar mudah dibawa Qa,7drl.l. Tenda ran

sel adrlah comoh eksrrim dari keingm{n untuk mc


mioillrllkan bel]I prda baDguDan r'.ang mudah diba$.t
iepeti yang telah djseburko sebeh nlr. Kemuda
han ini mcmfersyararkan ridak hanya.tg.tr bangunan
lebih rnrgrD tetapi jnga dnpar dibongkar bongk.rr

)ang nc.uprka| peflinrbangln rehrris mumi hnrn)a.


Demikinlah pefl]u\Dlahan id selrnlurn)amerghasil
ktn bentukbargunrn yan: diteniukrn hampir seluruh
nya bcrdasarkin prdr kriteria r.Lnis.
Scpeti yarg scring ditekanka , ylilujenis smrl
tul Jnng palmg.lisicD udalah srrLrktur /b,n-,.ri.
dan solu!i trndiinnrl untuk pemr.t\alahan bangu an
ya g mudah dib.r$a. adaLah tenru snja tendi. )ang
rnc

JtiJlJ!r.r ',/ , r/.--, r,. L r.. ler.J.

rLc-

mcmpunlai kcuntungar yallu menrudahkan /,.rr

,,,slalda dan bcrubah rnenjadi volume rrng tccil.


\eu ,lJr fJr !Jr,. r J. . Ji nrl kl

nreniliki kckakuan }ang benujual Lr ruk


gaya tekan. Solu\i inl oll'h krrenr nu di
gunaka s..ara tua! s.p,tDllng zarn,tn untuk bangunan
semenlafu aiau unluk bangunm )rD! dapir diba$a
dan solusi ini dlremukrD dalnm sirux\i deDgan ixrak
yang sanglt luas mul.ri dari rumah manulia p.ng.m
bara yang dapat diba\r hingga bangunan semcnrr.a
pada nasy.trrk,rt induslri. eakah irr dalam be ruk
tekan karcD{

nreh$a

:.1.5 P(t.\txtnkot

Khu\u\

B.ntuk lain daripcrsraratan klusus selrin kebutuhan


rkan struktur ringan dapit menghasilkan p.nnasala,
hrD \truktur disetujui scb.igai prioriras rerrnrggi fada
pcr.ncrnaan bangunan hingga titik di nrana pcrlya
rarrn tchebut mempcnglruhi bentuk srrukrunrla.
Conroh klasik dari bentLrk ini di abad kcscmhilan
hcla\ adalah Cryslal Palace di l-ondon (Gambar 7.25)

\-.-

Jil-JniJn

padr trhun

nrul ncr,,rlpunr Credr L\1 n ri,i

11151.

Pcnnasalahan yang hffus dipecahkan oleh Joscph

Pr\ton, perancang Crystal Palace. adalah bagaiman.t


nrcnghasilkan bangunan yang dapat dibuar drn di

falang dengan sangat ccpal (dalam waktu scmhilan


bulan antara perc.canaan denah awal dan penye
leiaian bangunan) dan dapat selerusnya dibongkdr
dan dipasang lagi di manapun. Dengan uturan banSunan yang smgal besar. dapar disrmakan dengan
karedral Gothic pcm{salahan teknis }aDg dihadapi
.JncJr lJar bi.r\. Sul,.i l'J\.on Jfl, I rlJ.:lxn II
adalah dengan nr.mbangun runrah kaca dengan per,
mukaar dari kaca yang didukung oleh snuktur bcsi
dan kayu. Sulit untuk dibayangkan ada soiusi trnruk
fxktur scmenlam lainrya tang dapar ntencnuh i per
slaratan perancangannya. Nlungkin jajarar tenda yaDg
sangat besar drfai digunahn dcngan adanyi rcrpal

dS

trn! ruilrf h.\.n ,in pcnrburrln ttli ).rng rnampu


rn.r!!.,f,unSllnn\ i.l.ll!tn bangunan kapal dan rlrt
:.irl i:llhu.n.f] t..dr )rn! h.\u. Brgrimanapun.
r.:i., :i.l.,l JJf..r rnr.\.Jr.rkrn bxg dxlam \lng
1r::: r.,ri! !lLlnSi.l!f rnrrk menanltilkrn hasil-h.rsil
rr-1.:. k'rbJru ( i\.1x1 Pnla.e lidxk hrnlr meme
:.:\-,:r.i.rri\rlrthr. l.bulLrhan mrngtn \xng besar
J.. :r::!i: brn-lLrf rf iri r).nrperlihatkd k.rlrmpuar
fr,\..:;r.:Lrnr r.rlrxru fm leknik profuksi rtlassnl.
T.ir ,.,,! !.o: Ji:L rkanuftuk htngunarrx]nlrh
kr..L \.,::!.1..,rlrf,,1.h Parton dan diru xkan untul
ilnru nr.l:r.r r.,r in.:Li. r.lahh leknoLogi Ians pu
lifg r.L,\.,:rr T:irrlrSi ini hrnlak djkcrahui oleh
pens:.n)r ::i.,\.r..r nnLttur dan teknoloHi induslri
\rnc Jxf.,r rr:_ '\_ .::i.\r Slruklur kr)lom Lhn t,aloli
,,,'r ,,r,r 1.r,.,, ' ., rr Lli!!lrkrn \csuti ullnrk ben

.t

disunakxn iet

J!.. .r..rr. hori\onl l di drlrm

l nltl

drl-1,.1,i, Lr:r!1 rrfr.ur! !u\rt ung lrrgal hesrr

Irlr
!.ijtr trr,.' lrr '. 'r../,r. Jrn (ljuktlr nrn:/i)/r,
r.In. gclagrr luxr. JenS:1. |. rnurng \criliga ).rn!
dipcibril,i m:rlrt'eflrk h.rr.ng

pendek r'tDg meng-

rpit lor(D! . alLiru r\r di'.\uaiknn uniuk su\unan


l(',
\.,r! ..rk.
..,r ller .!r I ' ..r J:
huiruiann\r d.'i!.rn runrth kaca holtikultuft untuk
drht.L I
i'er lllr',
diberi fen.Jrh dxmr beh.ixpr irm sekitar pcr
I r ', .,r :i
r'\ r. .
''r!Jl',
t.t.rpr..ihr)rnlr dihirrkan di flgj

\\ l: f, ,I

.r."r.'\ rr'" I

hari dxr sore hrri

'.r'P

L,'r

'

Gambrr 7 25

pentirg d.rlrm k!\us crr'ltal P.thce. \ulunan


nri menambah knic.jl snukrurnra dcngxn pemasa,
r .jJr penrl T,rnr Lrlrfl.n-\:11 h..!-1..1,. . .,,
'
rrlsdl.d) p,tdr femukaan ka.r. It!D),-ak contoh lxin
dari teknologi barus ,!ang mcrtrprkan ciri d:rn ba
nlunan r.]l.th \^tunla adalah brh$a halok sekunder pendrkuns l.rfisan kaca berpcran juga sehn:ar

lungsir!.r.laitu

talang air hui,tn unluk mengalirkan an menu.lu kolonr


ng mcmpunr-ai penanpang mclintang dengan

halnr'.a pada

)rn!

luba|g bulat, b.rlok ini nenrpun"-ai benruk s xkrur


ideal unruk elenren refiekan ),ang mengijinkir] unruk

berfung\i scbagai pipa pengaliran. Contoh lainn)x


adalah b.tnyrk balian dari slruktur larg riituk mc
neus dan ini. melalui penghilangrn permasalahan
'/a.tnr-ln ).tng s.suai (lihar Ap.niliks l). bersa
'naan

dengan

\ogat

besarnya

ringklr pensulangan

konponer. nrc.nrd.rhkan pembu.uxn elenren !ang cc


pat dengan rckDik froduksi ma\sri d!n perakiran ba

pa .r,tn \.mcn

untLrk nrenampung

lara. Kekufungrn tekni\ f,rda susLrnan iri antlm hin


kurang daplt mcnlekal suhu- rentar lerhidxp k.ho
.ora pada bcb.r.ipx lapisan larnbunsan. difugukrn
lcalr.ran strukLurrya pud.r sanbungan lipis.tn d.rn
unluk waktu tang hmr wrlaupun bukar me pakrn
,.' \o ,c p(llirg J L't,{'-r.h"r.urJr r,.(per.

brngunln tctap.

Banlak nrsitck moderr di abad kedua pxluh rer


r.DirJ :.I\ kJ.J \.i- nel.,tr . r.,,;kd pdJr ( 1.
t.tl Pahc.. SeI)eI1i padakasus ranstir lclinohgi lrng
tclah dihicarakan walaupun dengan bcbcrrpa fe
Dgccurlirn lepeti pada bangLrnan Prrera !an: diga rbarhn dl basah ini, yang menarik hxgi nrereka
.tdallh grmb.rran bentLrk dibandingkrn dengan kenlxrarD teknik yang sturgat orcnxrik b.rgi mereka.
Bangunan Pntera oleh \fichacl Hopkrns

drr Tonv

ngunan di lcnrplt yang sarglr ..pat.


Bangunan ini oleh karena iru merupakan rckno

Hunt sebagri lnsinlur \trukru (Gambu 7.26) rclah


dibandjrgka| dengan CL!sral Pal,rce karena p.rcn..r
raannyr yargiuga didas{rkan padr prlnslp prr tuhri

,unli I n!;i

kasi. l']royek rni me coba unruk menghrdapi pcr )r

l.;i ,o,reIp, . i,rJet., .^r

mumi pada ban-sunln

, rel

{an barguD{n ini sesuai unruk

salahan mengenai

kualir\ .thilcktur

ng kuralg pada

industri kepemilikrD dcngan mengh.tsilkan sislem


bangunan -vang lebih

ckoronis. il.ksibcl. dan

hPr

gala. dan nrenghubunghr hal nridcngrn perusahfun

f rcI i-lj \.,n! b. rp(.'r

'.

".,i l"o d,'

'

dustri kepemiliLrn Perusahaan pcngembans dl.m

).rns n.rndar lrhlp k.dux.ldalah pemalangan struk


rur irii \!n: nrelifuri t.rnsangan lapisan penutup,
penrailn:ln kouk untul clekronik dan fel,iran.tn

rrl(I\{ \.r JJ'. n,,l.l


adal.ih

r-l .l- i..1,\.'T\'.,e:


t".ih!:-irn drn p.nlemaixn nilcrior trng se-

menilapatkan hhxn, membangun \c!uai ran.lnsdi Lr


la ruang baDgunan. dar nernx\ang pralarrna P.n\r
\a perseorangrn kemudian akan mcmbuar bangun.in
!arg sesuai deDsrn keburuhan mcrcka densan mo,l.l

ruri J:nSrn ) Jns ,liingnrkan deh pcnyc$!.

apartemen yang dnpat disesuaikan dengan persyarakn

me rbenlrfs ..trnlxng 3.6 meter di xnlaE rangkaranski ulrnr!n\r Rlngkx uram dides.rin tgar srruk
nrr r.rmprl nrenrrik unluk kenndahan f.Dcmpala
panjans elenrenn\r ridxl rda iang lebih drri 6.75
meter dan Lr.ruk \enrud$rn pemrs ngan tidak rda
elcinen \an! lehrh herrl duipada kenumpuan angklt
dari rruk irl1 /,ri ,Grmbar I l7). Sesuai pehtaratan
di atas. ma\! Llipilih .qrbungan d.rri rrngka portxl

lctnp sesuai )ang dila\r'arkan dri sislen bangunln


Bmgunan baDruDrn lersebui akln menjadi indu\tn

bcrbed: yang di{iukan oleh selirp kiien dan untuk


di\cwakan kefda klien yang cocok dergan wtkttr
sc\!a ang berv{.iasi.
"\
l'1.ur t !rlJ ,l:.lan, kon.ef i,' ,,,lrlln '.,1r' ,
daar brngunan yrng dapat dipasang drn disusun

k.itbali dengan .cpat sesuai dengan kcinginan dari


p.n).wa perseorogan dan kenrudirn dcngan mudrh
dapat diseiu.rik.in kcnbali sesuti dcngan persyauun
):r10 d.rn!rnl r.lch pen)es, J.,ri,rrr\J. seh u,i
hnsil indusiri. sk.tla hangunan ymg digunakan pada
pclaksanaan harus scsuai dengan yrng diiiinkan. dtn
brngunan akan dlpat dikembangkan d.tn diuji dalam
h. fl rk n.'Je' ,,.1 d.'n .(ldntuu,\: Jil-1,,r delgan i, r,
l{h )-ang cukut \c\uai dengan hitya dari pergenl
bangan ini.

te{ldi d.tlan tiga tahn!


oeL.!r'iJn p,1J. rp<\e-:
drn lldr lantai dxsr.. T.thap id meruttkan huhungan
anl.tra smrktur atas drn lokisi di mana brngunan
PemasaDgln brngunan

hrrp ferrt lJ

Ju:rl:h

daprr dibuat di lokasi mmapun Bangunan dap.tl di


D-n-L , Lr f,drr ..' .' ue,'!.'n Iner.r. .1r! .ll f.'r' ei

\lrukrur hrngumn rerdri darijrj{r.tn rangka po.

r.il .:rrqa tlengrn h.nlang


f,rd.r

i-l.l

meter y,lng mclinla g

b.ri:unrn Strukt'n ini dikajlkan dengtn purlin

ri- -. .,!".r.r" r-,1', -el \en, to).r;r .r!


mtr.in! her rrr\ '.prniang 1.2 meter drn dengtn

drJ .er.r r'-'. . rJ I r'. . ,


lor,rrnrir.. herrnirxn J.ngm seSitiga [,cntrh pada
elemen. dan perhrndinsrn )ang kecil antttu hcnhng
dengan ked,rl.rnrrn niemunglinkrn penggunaaD \uh

rlngu utxma tang berluhang


bulal yang \anS r tunrprng M{sing-lnasirg pofalter
diri dari dua turh \ub unir lcnikal d:rn horisonlal
!ang relah dibunr \elrelumn),r dengao pengelasan.
Komponen !anrbungan haja ccrak memuogkinkan
pcnggnnaanleni5 pin yang lnng.t rcpit. dengan letak
rlcmen pen nrf.ifs

da

susunannya terletlk pada pcrsimpauntul me


nyediakan \ambungan rang kaku (Ganrhar 7.28).
Susunxn g.tbungrn dua sendi/tiga sendi disun.tkart
sxmhungxn

ngan aDrar.t clcmcn lerrikal dlrn horiv)nt.tl

bru!h kond;si ekrn.


Kunci xlana d.rn pcnlaku inild.tlah hubungan antara
legangan tiga pin dengan elenren porial paling atas
pada pusat srnrhungan (Gambar 7.29). Ponal dltekar
olch bcban grrvilasi untuk nrenghasilkan samburgan
\cndi antara clcmcn uirma yang terletak pada pete
ng.than bcntang. yang menrastikan bahwa tekan.rn
rkan tcrptrsat di hrgirD dalam batang pada rangka.
Jikagryr!n!kllangin diperhitungkan sebagai bebai
berada dalirnkerdaan lckan. di

maka tidak akan te{adi tegangan di dalan smktur.


karenategangan ini menjadibagi n dari smkur yang
kemudian mengkonversi rangka utann menjadl susunan rangka dua sendi. di mana sambungan p:rda tengah

hentrng elemen horisontal akan menjadi kaku. Hal

inibcr,tfli bahwa batang bagian dalam ditahan \ecara


l crirl dalam kondisi konrpresi dan sebagirn besar

\.r"n! \!;i!n lLar lebih hJnlJ( rerJt h ..r\ .'r .en!r


bebd leg,rgan. Kebutuhan akan taianan lateral untuk
balmg iebelah luardihilangkan di bawah senua konBangunrn Patera adahh contoh arsitektur

)!n!

dihr\ilkrn drri kelerunrpilln rekni! dalan memenuh


peA\rltln \ang langat khu\us. Dalam hai mi. bangunln Pltcra serup,r dengan Crlsral Pilace.
7.2..\.6 At\it

rthtl

Dalan sebagian besar kasus y.tng tclah diich\kan


untuk merghllangkrn kcbutuhrn r/a.lr! lateral ramhafian p.rda sisi srukt 'r )ang tc(ekan. dengan nlemaltikan bahqa b.rtrng icbclah d,rl,rnr elemen utanxr.
,,-ang ditele| secara larcrrlolch lapisan penurup, terap

pada subbab ini, bangunan sebagian besar rc.diri dan

struktur. bentuknya ditenrukan oleh krireria teknis

I ' L qr\r.<\r.r \e,Jrturn\J

1erupJkr1 Jpr(.r.r

dad bentuk struktur !ang murni. ieris struklur lekno-

l. .
\1... li

Gambar 7.28

rL

,/

logi tinggi iDi khususnva pada benrang tarjdg drn


nruktur.r,2r a.rn.. dirnggap oleh banlek orang
sebagai benluk struhur )ang indah dat nre.mNk.rn
Billinglur':L bahku sciauh ini menyaiak.rn rrgumcn
nla bahsa banrunrn brngunan tersebur dapar di
xnggap sebagai conn)h hcntuk seni dan pernr.rlrlahln
ini dibaha! lebih lan1ut olch Holgatel. I3agaimana
tun iuga. apakah bciruk yang dikenrbangkan d,rn
',\n k ..d.r. .n.Ir. -.,t. J p(1.nb!r,ritJI ..h",.,.

mengapa kedua ka\u\ dibednko {drlah kacna bcnttlk


kedekalan hutjungln artara xNilcktur drn slruktrr
laDlar lreNlriali Kadafg kadlDg hal ini srng.tt po
ilfit- dengan kenrungkinan henluk struklur yrng di
h.r\itkan d pat digunakan uniuk di\umhaDgk.tn pad.t

.r...J !J\J Jr.,,elr \l,pI:'r: l,JL.,. mr.kifun

tennrt brnsunan

sanga! ditenlukm unluk ncmcnnhi

per\\a.Jr!f \rrukturrl. k.fcnringr irsilektural

indahn)a b n-eunan iru l,ngi orang-or,]ng )tDg n\cm-

dilelakkln Ji r.Dr[,!l hin.


Romawl Kuno memSrrukrur luhxh prdr
^man
penalna. Ruang
pal
.on l.,h ,lxri kcmunslinm

puDyri perget.rbuan tekni\.

inteflor

krr)a

seni

n.r!ih dafnt dipcrlan,lak.tn. bagtim{n.tpun

;.1.1 SI rl,tur

s.h.rg.ri I'cnsh.rqil lj('nt!rl'l


5lrLrklur \,rng l)llo, inr r

rd g
untuk mcnggambarkan huhungan

5trukur sebdgdi penglLttil hentuk dan lttuktur

r/r.rr,a digxnikan

antau stnkrur dan ahitektur di mana persy&llan


!tuktural diiiinkan untuL sangal kenlal menpengrruhi
bentuk brngunan wal upun slruktur lersebut lchc
nlrnra LiLlak diekspos. I)alam icnis hubungan nri di
gunrkln susunan elenlen yang paling pintas secnra

!tuktr
:t
ll

dan arsitektur disesu{ikan dengamya. Alasan

,l ,,

,,.i
, i

\lll

1", '',
,.,11,,

..r
,1r'

, l

an

)ang

hr.ili.r ,lrn runrah p.mrrdian lmperia] Ron


yang lur\ ldrlah \rhh \aru kccenErlangan a$itektLn'
pada m!\r Lru dln m..upakan inrerior terbe\ar dal,rm
ar!itektur Illrrt. d.ngan rtip yang menggunxkrD
kuhah dr.i p!'xngrn bata atnu ben)n beritrlang
(Gambrr 7.10 !a rpili ,- ll). Tidak {dan}{ bahrn
srruktur !ang ku.u prda ma\a ilu y.rng d.rfnt mcnrhan

rcl lLnru\ 11.n.-p.rb.r . r.,\.'.f

,:,!

Ba"idn

dalam ting.qi )asg m.ngciankan keagungan dibcntLrk

dengan nrcnempatk.tn luhah padi puncak dinding


yang lebrl untul m.ngakomodasl daya dorong lateral.
AAitcl dln iniinlur Romawi dengan cepal nre
ngetahui hahna dinding tidak harus solid dan kernu
dian dikenrbangkan \isicm dindnrg berongga sehingga
memungkinkan didapalkann).r kerebalan dnrding
dergan volume nraterial yaDg minimum. Koper pada

.r ox$rn \Jl.ih dr.n!lr Jl,,n unru\

nrel!u-dnpi

volume dan beral nraterial. Siruktur dindnrg pada ba-

girn

Lrrama kubah

rdalxh clrn.D

\. Lrfi,i dint

ilcDgrn penampog niclintrn-s yung dipe.baiki . Dir


ding nri memikul behrn ak\ixl r-rng dikarenakan b.rxt
krbah dan monren lentur txng dilebabk.rn oleh d!1,
doroDg urah lxleral kubah.

Ronggx p{da dinding dlD koper fad! kubxh ,li


gunaklD olch s.silck Inrpcrial Roma trnruk mcnghr
!ilkan ursioklL txng khusu\ p{da nrtcr()m)d. Pan
theon di Roma lclnrblr 7.101 alah \dlah .xfu Lo,L
toh )ang terhebat. lada bangun,rn ini fola kope. ).rng
terlet,rk di b.r:ian basuh kubah nrenanrbah ukuran
iDtcri(tr )3n-s diperkirakan. Ronggu rang ad,r p,rda

,,lr '.r 1'.'n.'tr, k,\.1',.',. f, rJr' .r\ \.'


,:,lah dnrdirg scp.rtinr-a tid.rk ldr \.hinggx kuhah
.li

terlihrr rclalrng di atas lanah.


Teknik \crrrcx r ini L.inudiln dilcmhangkan
dalrnr ran.lnlan runuh p.nundi,rn dan baliljca
(Carrbar 7.11). irrtcrior ran! dicittlkar oleh sistem
sruktur digun*!D uDtuk mcnsha..ilkun ruanf )an-!
enaiL da! sxnsrr b.rxriasi. Kubah meliitanr di
gunak]lr bangurr.rn bangu'ti nri. padx drsxnr)r unruk

rlarar leknis drn bukrn ala\uD ltrukturul. BcntLrl ini


Jigunakan unuk membuat dinding duur padr tingkar
fi iLur ).'r - oxiJr or,L \,rJ J< ri 1 cIJ.''J L.'! I
hngit. nntuk meneran:i bugian d,rlarn blngtrnan supa)a lidak gelap.
Soxktur liubah tada Impcri,tl Rorra adalah bangunnn-bangunan di maDr.in r'ang diperluk:rn untuk
.rlasan smktur juga rennasuk dalarn program esleiika

lrrrileklur Struktu kubah jni .idalah tcknologi -v'.ang


tidrk lerkenal tetapi lebih mempakan pcngcksplorlsian inrajinarif dari keperluan lekni!.

Banlak arsilek pada abad kedua puluh mencobr


umuk nEnghasilkan

rl\itekr$

modem dengnn mcng

ikuri prinsip yang sanu. Salah latu bLoh yxng p!


.'n!t

"(

.er

ur!,tdrllr

pen:!u.,.'Jn

\ illu-.eh:c-

fcngha\i1 benluk adalah Le Corbusier. telnologj


druklr lang disukain)a rdalah strxkNr pelat datar
he1(m Lcrruhng n,n ln,7, d./ii,. dengan kemrmpuan
hent.lng du! arah krDtiloycr di lurr g.tris kcliling koknn. Aksislruktur ini dickspresikrn dal.nr gmrbarn)a
,-rng rcrkeml (Gambar 7.33) dan pelurng arsuektur

I
iLrL

llLr: (.l r\i. r!l.rL

Gambar 7.31 rr.n i.,L


L,{ i.L n.,1. ri, ir,. ..ri.L.
\!r. .I \r.r,r. \r..f trriLll
,..1. \,, r r, I ru r.. !rr L.

t. I

rJr!,tr

i(,! rr i
1r i,
,, rri t.JL r,, i.Llr r r.nl
i ]l ,: !ti]]l \itrrl ]]]u]
. lrL llL i .r!rn,r , .rrrI
:, rr r. t. \.1r,. r,,L i.,
Ll

'. r! .r r.h.L lt(i ilr

.tr,.!

tr, L I

Lr

l, r.h... tx

$ng mcrnungkintan pencapairnnya dIsxnpulkrn ol.h


Le Corhusier dalam reori Linra Poin Arsirettur

Baru I.
Pendckllan ini digunalan olch Le Corbu\ier dr
lam peraDclngan sebagian bc\ar hangunannla. tr
.rir\pd pada Villa Savoye (Gambar 7 l-rr merupakrn
bangunan utanra yang penting pada pengembangan
perbendaharaan visual di abad kedua puluh Moder
snle. Scpcrti pada zaman kuno Rolnasi. srrulrur

tidak lerlalu Erkenal dan lercksploi!asi. Bangunan


selanjutnla oleh Le Clorbusier scpcni

le d Habrh

tion dl Marscilles atau Blara La Tourcfte di dekar


L_von nrempcrlihatkan

kombinr\i )ang sama pada

srruktur dan crtetikanya.


Ga:-a 'llod.rnistit' (hetlawlnan dengan odcm
relu Lr ll, \rJble , p.Jr p.,lL,! fe]l.rkir l"ntir

]n inr ilruktur ]ang dlgundan menems dergan


.u.Dnan irrukru. post a L! btan dinding beton

henulans dan pelat. Arpck penbahiruannla lerlerak


padi iiJ,rl digunakannya balok dan dilunakannt,.t
I.rbdrapr lol(nn Sisren menrbedkan kcbebasan yang
lur\ dalam p.r.ncanaan: di mana diburuhkan bukaan
mlka dinding di arasnl,a bekerja sebrgdi balok.
Tingkar etiri.n'i nnrtrur lchih rendah rclapi secara
keselurxhan repnt Lrnluk hentnng tersebur, dan silat

nrukrur lainn\a. iep.ni keawelarny juga sangrr


nremuaslrn. \le(ode pcmbangunannya juga orisinit.

vang dibangun di tahun 1920 an dln 1930-an di USA.


,efl.ld{.1 chr\.ler GJrnbdr -.1r, JJr
fedun. L11pi
re State adalah contoh lain diri tcknologi yang digu-

Struktur b,ngunan inr dicetrli dirempar dcngan sislem


rangka kerl! ka\u \ang drpat dipnrdahkan juga di

rakan tetipi lidak menggan$arkan teknologi rangka


baja berlantai hanydk ying b,tru. \l,alaupun perla
kua| arsitcktur [,ada bangumn ini lebih korveosional
dibandingk.in dengan srukrur Le Corburier r-!Dg
menggunakrn perberdaharaan arsitektur yang r.lah
Jdr .(b.j.I.n\ . nl rLrn h t.rk \: r!r ndr in' ,.crli
liki teknologi sluktur yang asli.

lasikan keselarasan penggahungnn anrara idc arsitek,

, (.riL.:: /r, 1',ti, 1,t,.

\ I lr.irr ,r,,

ll \.,L \
lr I,tlrrit.i,,,r/t,,i,L,i,ri.i-/i
(,,rr I ir , ri n, rr,, \lt. i, rLn. i ll,,,t. \r,

L.

Conroh brngunan l.tm fada awal rbrd kedui


puluh dr mana terdapal pcDggunaan struktur yang
ino\!nf nreski ridak dieksfresikan dengrn jelas.
rlJn hansunan Highpoint I diLondon oleh Bcnhold
Luherlin dan O\e Arup (Gambar 1.361. Pada bangun-

rcncanakan

ol.h

lrup nrn

brngunar lni mcreprEsen

Itrr baru dengun lno\a\i nruknrr dan konltNksi.


Bahasa arsitckrur \ang digunakan sanfal bijaksan,t
JJn rrd?k JJ. |.jm\,r. Jr \.,ne b.r.hrht 1 rrenr.nJi
Contoh penerim n lang posirii lerhadap rcknologl struktu. dibandingtan dengan cklpresi ieknotogi
sl,"uklur di aknlr .tbad kedua puluh ditemukan pada
wlllis. Fabr and Dumas Building lps\rich, UK oleh
Fostcr Associ.uc\ (cambar 7.37). dengan insirlur
nruktur Tony Hunr. Slrukru. bangunan ini memiliki
jcnis dasar ylng samr \cperi pada Cambar Le Cor
hulier (Garnhar 7.33) dan merupakan perencanaan

Gambar 7.32 \,.1.: n ! Lrj. ,n, ;11,. I tt,rr.Lr.


I r. ir .r ,...tr . tt,
,r ar.[ L]J ..1 I r.L| i.

n.ttrf.l r, . i.. i

,.f.lLr]rniLt..LL-r..:j.1.ri.L
lr ni, ,!r. !.1 . i. rr. ..h.:r, r.i:rtr tr.r frfr.rrn
!rL,l ,.r l. i,rL..
ri-!!uf.Lt.L rr.nr.rrLLt
rr!. .Lr , I rrf!,ur \1..t rr r..,.
I |i .:Lr I L
nr r r!. r..r L ,t. t
,1,.....rr

Gamba/

.::t-

7.33 (.!rrt.Lt \rr.tLrr .rrk, . \. r!

,l.lr l,rr r! trl.i:r rl.lrh li.l r.tr:! tr.".!rNl.r\r.r:

\.

:..1

lnn ,jll,r. t. rr \ (.h..!:r.,..


l,rl!truilfni.,l
tLr I ti...tr,tLr. iir\.[!r]r.!tLlLt
r!,,. !rr,
l,,l$\ror l.lL lr,!9r rnrn.rLl.tr /,,,r rr, !1.1.0 .r. ..
1.rD

rUr rrneal delgan ruang dinding yang sa|g.u bc\ar


di b.rgian dalam baogun,in dan pelat lantai kanriir\.r
Ji lur er. (rl I nn \ulor r. B"llurrn .n, n,eIn rrr .
kebun di aut dan iLrk diberi firlakuan strukr!r brik
pada .lc\r\i dar perencanarn luns menlesu.tikrn
dengan pc.i.rrratalr Lim.r Poin Le Corbusic.
Contoh laln oleh Foncr dan Hunl adalah klntor
pr.dl til,,r rrlu . !(n..'l rin lB\4 ur I o. r.'.r L,
bar 7.38). Bangunan ini dimaksudkan sebagai kanrt)r
ur:rma pcrusahaan IBM di UK yang bersitat ser)enr r

cn-l
eic?

!'e eA:

i{e

al

./

. I r, (1,,, \,.

L,

dan letalnla pada lokasi yang berdekatan dengan


bangunan pLrrar lB\'l yang telah selesai dibangun.

P.r.ncdlJn bangunrn bcrd.tsrrkan pada pennintaan


IB\{ p3dr s.rar iru yang icdrng memperluas pe sa
haann\a. ichinggn bangtrnan dibual dengan gugusan
rrn!13lJ] r ]dI! muddh JibonglJ-r p1'Jn: danjeni,
ini dipeninrbanskan lebih cocok xntuk kantor pusat
iang berii,ar sementlra. Fosrer Arsociates diminti
oleh rtmilik bansunan untuk membuat pengaturan
bangunin !ang c1xok dan bcnrr pada lokasi rerscbul.
P.milik men)arank.tn suitu $lusi $uktur unluk di
t)tninrhlnSkan lk.in retapi Fostcr ltrgr mcmbcrikan
\rnnn)! rentang \rruklur ymg ring.tn. dan akhimF
rancmge itulr}t )lng dipak.ti.
Bangunan mudah dibawa ini mcsti dlbandingkan
dcngh hdgunln ah.nratifl.tin dalam segi pembiry.r
rn drn lecep.ri.tn Irnrasrnlrn. .tp.tl.tgi kondisi lrnah

)-na lL,"ne hJ

I lrrn" Jrhul, JigunJtrn..h,,:rr

lempat pembu{nsln iampah menrerlukrn pcnimbang


an teknis )eg a n \rnga! mempcngrruhi h.tl pcrcn
can.un. Prr.n.aDun srruktur mcrxpakrn bagian yang
smgat penting dalim mcncntukan kernksesal proyek.

T,.n) Hunr mrn!e-nJlJn ralp orn..,, p ,eo.,nirns


,10 kaki untul mencrpai lapisan tanah keras. aka|
tctapi hal ini h(rlni mengurangiiunllah pondasi ter

pis$

dan pema\angln struktur bentang paniang ].tng

dihasiltaD me.jr.li lebih lanrbat dan lchih mahrl. Al


temalif lainnya adalah menggunak^n struklu bcn
tang pendek berllmbungan dengan pondxsi apung
r-ang akan mengapung pada lapi! n t.inrh dengan
pembebanan yang lebih rendah. Ada beberapa sislem
yang dipellimbangkan untuk digunakan pada stuxktur
ini dan sisren yang didapal adaldh suslnan gkder
seglliga yang mempunyai beral ringan yang dihasil-

kan darl zona kombinasl strukur dan senis pada

l'
d,
\ t.3
a *
!,,
.:

t ":
ll t

J.

;:,

:1.

:: it

r[

Gambar 7.36

i,.ll.r

3
J

a
,ti

t;

r, :i I L .1,

\. r LiL,l :.IrrLi i],.]r

l\

,! !. ..

pc.mukaan atap )arrg \ogrt perrrirg dalan penyediaan fieksibilltas (Canbar 7.19)
Kanlupusat IBN{ pilor dikerlakarr dcngan sangar
.'1(\. B.,rou ,..n ,nr
.u\'c. JJ
nembenkan gala bangu an rans khusLrs dan \angat

Jr.,

men)enangkan untuk \elu.uh orang yang bekcria di


!ara. yrng mcrupakrn solusi )arg leblh baik diban
dingkan dcngan peftimhangan awal dari pcmiliknta.
Salah salu lolol ukur kcsrksesrn banguran ini adalih
bahwa. neski pada ,tw.rln"-r hrngunan ni harya di

7
i,trn'hr,7.lll

l]\

' .r-:F_
.,!

lLtr
\.r ,..r. r
\ , r llL, \n,\ nlr
., . ,l il

.. il. ( .,1)i, k.
, r.1,!irLrrdjri '
\ r! \. Ll. ,.,1.trf
, ,. |.1... . , i:.rr ,
LrN..,,i
.,.,
l.r,.l
.. I I r.trLr i. r..1.:r
,. ir
.r.\ I
1.1
I
r ,.r , .,l,ir \'hu,.tri
1,.

I r \-,.

r.

gunalijn sebalai bangunan semenlrrr .elama tisr


vtnpxi .mpar rahun. bangun:rn in diI)!nrhankn ol.h

IB\'l

kemudian dilanjutkan dengan fan)elesaian \ehrgai kanror pusrl prmanen dan diubah untuL digLr
nalan sehagii brgian penelilian r-ang independl'n.
Pemilihan sisrem pekerjn.m baja (stLrl *ork) ) itng
ring n adalah hal yang sangat pcnling dala0r
,. .uk'e\Jn p.mhuaran hJndundn TB\,1 \rn(n) inr

mcrupakm pemasrngan komponen Melsec yanS


nrurah dan enrpcrcepal pcmasangan slruktur di
tenrpat dengan rfiak mcng-lun.kan elemcn yang lcbih

bes.r dari ruk/brt /ifl penSangkat. Kccepalan dan


ekonomis yang diha;lkan mcmbuar banguflan dapal
bersaing drngan rltcmatil lainn)a. Slrukur tidaL
mcmbentuk elemen visual yang penting karena se-

b.srr dari bagiar srrukiurnla lcrsenrbunli di


balik elemen penlclesairn beDtul akhir. meski
1 ,;-.,irr.,I-tln .rrulrur nren'fun)Jr penF.ruh pcnrinr
terh.rdap lxntuk.lkhir (r,i1r,,s) bangun.m. Di liril h
\clanj(nr-a J.,lrlr,- lcbih diknt*an !.rd.qair,erSrrril
,cxll l alih .ilih r,flrrfur J.bnsai atlitekno-Ahitktur yang menadk pada bangunan IBM
h rJ.'p..r pldr g.r)L \lJlJm k.rnt,,n<1 )Jne ber!Jrrn
terutanra pada bagian pen)_elcsaiannr_a yairu prda
hagian

detail pemasangan kaca \cbagai dinding luar DenBan

denrilrJn. nre'\itdr .rrulrur rinIJn

dir el,,n,{n'.
drt!\rnp oenlxn c<pJr rn(rupJk!n:flr'\
nrullur lang diinginkan dan mempunr'ai peranan

\Jr;

J.,pdr

p.nrins drluu rI.n.ntuliD bcntul baogunan sccarir


l,...luruh"n. huhun!Jn antxfi \trullur drn !r\;tcktur
di \r)r kurang ru.nentukln iik0 dibandi11gkan p.tda
k!\u\ hirn:umn l.ub h di zn an kuno Ronra at,ru
paJtr \\illi\. Fxh!'r and Dunus Building. di man.l

k(nrul .rkhimlr nrerupakin ckspresi dari pemilihan


Pld! hu_.-uniln kano pusat pilor IB\4. hubungan
J.nr ahilcklur lurrng nEngarah di,
brndingkan d.ngtrn t'angun l in !rng lelah digi0rhzrk!n pr.l3 h,jr..r .r.. lJr IJn!l r Nrb(dJ:n :nr
la]-al( unlut dil.(ri i.rilah \ang berbed,t. yaitu sir?hrf
)-ory .lit?rihn. Drlim jeni\ hubungan ini bentut

drair \rrukur

slruktur )ang Jiirnrbil sangll panlis scclra struklur'.

lctapi kepenlinlJn arsit.klurnyr tidak berdcktan


dcngan tungsi \trullurnla. Inidahh hubungan xnlifd
struktur dln lrr\irekur \rng biasrnla ditemukao

df ulrlih blnlak
\!ng drF.I di\churk n unluk hubungun
lni HuhriI:J1 rn, n.n.p..\Jl hJrun!!n ]Inr donrinln

drlnnr lusirektur \.nr-r renr.,rrnrn


contoh larr

anrar \trukrur Liln.r\ireklur \.iak zaman Rcntussrnce


llalia (lihar B!!irn ;.-l ).

;.1.5 Slruliur \.rng l)irb.rikrn d.rl.rnl


I'r'\r. f, rrl.u.rl.r.r B,.rrtul J.Ir Buk.ur B,rEr.rr
dJi l'!mL,cnlukrn trictik.r
SEak Fnecmbr gln teknolosi struktur dengan mcng,

gunaknn baja d.in hclon benulang- nlakn mcmung-

kinkar untuk mcrcncanakrn birngunan r.rnpl p.nini


b.rogan bagai rxna \truktur ter\ebul drpxl diriulung
dan dihargun

\.(idrkf).t tldr fr!\.s

rxhxp

t.Lirfrr

aiau pcndahultran. Hul tersebur di .it.r\ nr.Djadi me


muogkmkrn kxrena sifat kekuatan )ang dnnilik; oleh

brji

dan bcton hentrlang, sehingga hampn scnu!

bentuk daprl dibd.irun, selanrr bentukr)a ridak lc rlu


besar dan tidrk idr pcrmrs,rhhan barasan l.unngan.
Kebebasan ini m.ru|rkan koftrlbusi yang bcr.rri dxn

senlg lidak dinlxrxkan daltrm tehxrogi nruktur

yog

dibuxl untuk rrsilektur dengan mcrnbchxsk!n !r\itek


d.tri k.kargan yang drpaksrkan olch k.huruhrn unruk
nr.ndukufg bangunan dengan p{\rnran hatr d.rn
Pad.r niasr awal disurak.rnnlx

brtr ihn h.trni

bcrtulang untuk banguran di akhir xbrd k.\.nrhilan


'r ,.lr.I'
l-.".,.. ' rrel ,
JJ Jr

rdrlah Nlodernisme inlemasional. Kebrn\akrn rrrrek


f:,J /r r.,n pere r.'k-l il: r . q!:'. u l-t J .1. . I
rusi()lralisnle din nrcnrpcfl ahrnkxn l,endatln brh\rr

hrngunan seharusnta /.lrrrii. yaitu nrerek,r melnpercar-ri hxlrwa perberilahar.ran \ isurl \ehrrusny.r
mun.ul drri lll u setidaknya Ixng\ung b.rhuhungan
denganl fc.lindungln struknrr dxri blngun,rf- vang
sehairanl! dilef tutln dengrn p.nscrrian r.r..iolul.
lkibxr dai hnl dl rtri mrka hcntul haneunln keba

1\ilr.51

I 1...'j.,r ,t.''r.,:.

'kr

|L\.'.,

berdaurkrn geometri rangk.r k.rt! /)r\r rrl,rfdrr


Fakt(, trnrhahan Iang mcndlkun: penggunarn

berNk )ang sede rana rdalah hxh$! fer,"ncnnnan

Jxn

l].lil'r.lrn hen k ]xn:

s.rn:!r kompleks ikrn


ini menghamb.rt peng., ). ,. bdru. lc:rpi r.r.

\u1ir dan mxh.ll !ehirgg.r h,rl

, ,. , J:, rt4 , tu:,l.J


d.r!!1 Fngecuallan pada bebempa bargunan. anrrr.r
hin padn tsrich Mendelsohn s Einslein To\rer dr
Potsdam (lihat Gambar iii). Gedi Rier\eld s Schro
cdcr House di tltrecht dan t-e Corbusler's Chipel dr
Ronchrmp (Ganrbar 7.,10) di mana te.jadi realisrsl
yrng suksc\ \rrlxupun hrngunan meniliki bentuk

-.,rol,{.t'1.\ n!:JJl \. r'r. hJn!-r .<n.irlllr!..


{r.rlr.I \l Jh lJr 1!Jr! eJ lkecr pJcx.<rr1p
lr{r .r.ngr.tikrD brhwr tidak sulit untLrk nreng
hr\iikan pe indungxn \truktur lang dap t mendu
(. . \, r.Jl. r 1., tL, J L.!:.\ \e,r fJfr
Kompurc. di rkhi. rb{d kcdur puluh [,ertrm{
k.tli digunakan \cbrgri alrt brntLr uniuk aDrli\is
\trtrlrur drn selanjulntx digunakun uriuk nrembritu
lerencunaan bentuk lanS kompleks unruk diSam

bark,rn dan mengontol proles pemotongan dan pem-

buaran bendr. Pengenllu kon]puler ini Inemberi


rrsitek kebebasan yang iak rerbaras dxlarn r!'ncnl!
kxD lrentuk bangunxn. Pengenalan geometn )ang
sangat Lompleks yans diampllkar dalrm .rl\itcLrrr
rerjadi di akhtu abad kedua pnhh. Contdi )ang b.tgu\
ndalah Xluseurn Guggenheim di Bilh{o. Sfan,"ol.
kirya Frank Gchry. ring rncrupakln hangun,rn yang
sangat komplck\ dan mcngarumkan
$:oll Prix. drri Coop Himmelblau adalah arllrek
pada akhir,rbad kcdua puluh )xng nrenggunakan ke
bebrsan lni se.ila p.nuh:

./

'......

kami ingin perencanaan tetap dibe-

oa'kuq Juri "clflt-Ju,Jn \emu:


'Pada tahap a$

a1

oJh-n '

perencarudn. struktur tidak

akxn pernah rnenjadi prioritas utama...

16

Kepandajan insnryur sipil sangat dibutuhkan untuk


menemukan solusi terhadap struktur bangxnan untuk
bangunan dengar benruk ,eni pahat murni. Kapel di
Rochamp sangar rnengagumLan, dengan s&xkrur )ang

sangat sederhani yang mendukung atap berbentuk


bcbas. Dinding pada bangunaniuga merupakan pentcrburt dad batu pasangan bala ya|g
dukung
",".tng
dica!putih. Anhrr puncak dinding d.tn brgi.tn ba$ih
atap terdapat cel,ri unluk mcmisukkin scdikil clhal_a
ke ba-gian dal^m. drlam crr.t ying bcnnnkna sccara
anitektur. Olch kxrcna itu, dinding dindtugny.t tidak

mcmikul bcral atap.


LcngLungrn )ang n.tik pada arap dibentuk oleh
cangk.tng ]a g sangat tipis lrng lerbuat dari beton
bcflulrng y.ing mcmbungkus scluruh pcrmukaannia
dm rangkx kcrianla lcrbu.u dari bcton bcflulang bif,sa

dengan susunan \tmktur po

rarril-l,.rrr.

Penanrpang

melintarg kolom bct(,r be.tulang lang kecil dip{n


cangkan dilam dinding patangan bata dalan grid

mc o
rnenyokong cang
\Jne dr.,p JJF JrJ,.. JI! ur. d.pa 1np Dida 1,,f,,J1
luar diri tcpi !t!f. \\'alaupun gaya bangunan sccara
keseluruhan tidak nrempuny i hubungan deng.tn
lungri nnrlrur.tl. tctrpi slruktur ini dapat mengako
mod.tsi itxltur )ang sederhana dengan memuaskan.
Pendelatin )ang diambil oleh l-e Corbusier pada
biasa. dan meiDba$a halok r-ang nembentang

tong bangunan. Bcton befulang

id

Ro(hamp. \ctidatnya hubungan antara ltruktul dan


ar\itL'ktum\ a. lugr dapat diiemukan pada salah satu
kir)! a6it.ktur )aitu pada pernbanguran ulang
bangunrn rckohh. Susunan struktur rerlihnt sangal
jeli\ !.pdi padr /,.rirp olll.. di vienna oleh Coop
H nm(ll-l-J i\:r G .rnhJr I l'j :l:u \ rIJ De.jgn
\Iu'.um di Ba\.I oleh f-rank Gehry (cambar 7..11).
Hal \dg \am!juga dapat dikaiakan urluk bangunaD
mu{'um DtrnieI I-ibesknd s JeuishMuseum di Berlin

icurhar llli Susunnn yang lebih kompleks di


l-Jrrl-\Jr Lnru, nrulrur )dns r'tr nrpJr',,i
"t'.rleUi
l.hih l|utle\. \eperri padr perluasan baDgunan
Lib..l,rnJ. \rng akan digunakan urmk \'Iuscum
\i.r,,nr dtrn Alherl di Londoo lcambar 7..11 dan
-

tlrn \ I ureu nr \es lmpenai \Var di Nfa.chcsler.


Dur hal penrng haru\ dipertnnbangkan ketika
k(ntuk \rng direncanilan menyinrpang dlri persy!,
rJ'"1 .'al,Lr P(aJrnJ.Ir(r" h.nrJl ,r" \rL. hJn,p.r
\..arr pa.ri nrensgumkan bcntuk non aktif nlaka
\tru\Iur hr.r' memiliki perlawa'nn tcrhadrp momen
l.ntur rLrbxl Sa\a dalam. Kedua. iar.tk anhra gaya
drlam \trn: drhatilkan ak.rn cmbcrikan hubungan
dengan belrrn )!n! dipikul. Tcrlibrtn),t kcdua per
tinrbangan di .rlri il.m mcng.rkibatkan srruktur bahan
..r-+ ,

menjadi

G.fiba' 7,10 i

i,
l

I\-

rid* eiii.n

L]tn ukur^n clcmcn rkan men-

jadi lebih heiar unrul mcnghrsilkrn tegmgan yang


cukup. Irerkiraan ,li xlx. d.rpal lcriadi prd{ siruktur
\rng \embaran:an drn lxku.
Skala lang dilun.tkm juga akrn bcrpengrruh
tcrhadaf nru\rur kfena l.gansin bahan p.td.r \trukiur
.tkan tetap kon(in s.rhupun ukurxn ltruktumya di
tambah. Sepenr )ang r.hh didillusikan pada Bab 6
leluruh berluk nrulrur cenderung uniuk berkurang

,i

efisiensm)a densln henambahn),-a bentang. Bemang


maksirnun unruh b.nruk tertentu dapat dipdkai kedka
tegargan bah,tn unrul nreDdukung berat sendin smtk
rur d pen,rhi. Ji\J \, - rl i - rg Jrtul.r loxl .I. ir.
karenabemuk t.rscbut dirancang t npa mengacu pad.r
persylraun nruklur. mlka benrang rnali\inutn y,lng
daprt digunakan lebih kecil.
P.Dgrt,aian persyanrlan dalam mencnluko ben

tuk bargunan lelanjut|\r xkun Ineniadi suatu pernrasalahan iika henrang )ans digunakrn paniang.
Gaya dilam trD! tdak terlah be! r satautuD pada

bangunan dergan

\krla.-anr kecil tidak dapr!

ditahan

lanfa nrenggunahaD p.nampang mellnrang yrng


hcs{r. \epe i lang lelah di\chutkan sebelunn}r.

T.r

,/

Gambar 7.43

r,, .

,.

Glnrbar744 .

\iL..L.r \r,
, r i,
, L.rLr.ttr. \.1,. r,.rri.\ l. rr-r - I r. i l
\r , ,r...
-. ,Lt t,"r.r,,
t..,

nrinll Eero Sxrrinen

, r.

,lLrjt.

nnlul TWA di lapangxn udam

ldleuild (\ckrr,rrE Kcnncdyr. \e$ \'ork (cambir


7..15) rcrufakan smkru ).rng merg.rb.tikan togika

..

struktur Wal upLrn atlp pada bangunan lnl mcn:gun:rkan hfisaD b.ron hefiula g rctapi tdat rncmiliki
bertuk

,.r/,irk14.. Ilernrknta

lchih ditentukrn oleh

penirnbangan \isual daripada srrukrur dan karena bangunan ini lchih bes<rr dari bangun.in Ronchap maka

'

struktumrr lebih rurnit. Unruk mengatasinya mrka


dilakukan modilikasi pada bcntuk aslinta untuk m.m
pcrkual lapilal !flnnkaan p{dadaerah }irg nremiliki
gaYa dalam te1'besar
Jorn Lltzon s Sidnc) Opcr{ House idalah conroh
l.rin darj jenls bangrn.rn ini (Gambar 7..16) D.tllm
kasus

ini, skalanta tid{k m.mungkrnklr dalam mcng

atasi pennasalrhan )ang timbui akibal pcngabaian


struktur drn konstruk!i lecara keselLrruhrD d.ilan penentuan bemuk brnguDan )ang dihisilkan. Hasilr!a.
ketika benruk baDgunan diubah secara radikrl karena
alasan korstrrksi. .trsitekny,r mengundurkrn diri dan
penyeua dihadapkan prd,t nrala pemba gunan ]-!Dg
bcrkepanjangan dan dcngrn harga yarg dipcsrn lcbih
bes.rr darl harga asli ,-rng telah dlperhirungk.tn. Di
tengah-rengah pcrdchatan politik. bangunan rcrrp di
selelaikan dan mcni.rdi cilra !:rng khusur di\amrkan
dengan kola Sidncr-.jika hukanAusraiia scpcrri hal
Dy! Eiitel Tower. Big Bcn. niau Parung Liberry, ),rng
mc$rkili kota-kota rerkenrl lainnya dao negiranta
masing masing Peflnas.tlahan \truktur dan konnrulsi
pad.t bangunan riocang,rn Ur/or's dipecahkan oich
kcahlian Ove Arup & Pi.trcrs. ledargkan daianr p.
rcncanran rslir).r tidxk pcrlu dipernusalahkan. Drn
pe'rnalaiahar .rpakah Sldnc),- Opera House menriliki
benluk arsnektur yang brgus tetap menjadi scbu.th
pcnrnyaan. Bargunan ini nrcrupakan peringaran k.
pada .t.siiek yarg memilih unluk mensacuhkan pcr
s}rrltln struktur !ang dianggap nienyusahkan dalanr
pcnentuan benNk. Akibatnya nraka bentuk akhir t.tDg
diambil berbeda dari bcnruk awalnva dm mcrckatuD
tiddk dapal menga$asin)!. Pengabaian logikr sruktur
dalam pemb!arrn bcntuk bangunan ini scbcnrmya
dibangun. tetapi harya dalam kontck!
'nemurgklnlrn
hentang smrklLrr lrng p.ndck. Kebednsilan pe rbuar
an bangunan scbclumDla oleh Cloop Himmelblil.
Gehry dan Libcnskind scn anyajuga rerganrung p!d!
hal ini.

BdreJrdr .Jng Ji.Jlro.lkdr. p.,J., h.,!iJr rr


rnIrufl ,. J rrJl..rJlJn,<b-3rr pen.:lun:: -pr.:,
lLr brnln. n. D. l: rn .h,rel.u. .(p. rr r1i inrr \ I

nruktur betindal scbrgd i{silitaror sebisai o.arg


orang van8 membuat banguDan be.diri. BagaimaDn
pun hal ini bukan bermi bdhsa srnrkrur bcrperan

dalam F.kembangan arsitckturJ,".rorrn )rDg lebih


lerkcnal di aklir ab.rd kcdua fuluh Tcknik srruktur
)ang dikembargka di xbrd kedur puluh mcniungkin-

kin.ir\itektur nri ditrujudkln. dil] mcmbcri ,irsitek


I. brhJ.Jr L ,., t rn. r ,r ,:'lJr l.(,.11\,{,.rr\r.r!
dl abad sebelunuya ridrk mungkm dirc.tlisrsikan.

-:.r. I\, ri ,r i:1,l.r n


B"ci!Ln Ieriir i,J Icrnbrl hul-.IJJr !IrJrJ-r..tektur dan smrkrur scrlr rncmperlihatkan bahqa hal
r dapat iligunakan dalam bcherapa variasi. Diharapkan bahwa bebcrapr katcgori yan-! telah dibuar unmk
mengganbarkrn hul,ungan ini, mesklpun bcrsilaL.tr

Iifisial, tctap bc.pe.an untuk proses dan intcr.tksiylng


lerdrpar dllam percncanain arsireLlur.

t1.,

, ]-i.

",

r, ul- n! d.renrJ"d odn u,f. ,

rn,

bangkan unruk dikelompokkan dalam cara rans hcr

r
bcda, yanS lebih mcngungkapkan mcngenai proses
perinrJnr!I Sr.u I. hifpok drbJgr lagi Jatrm tenr.

htrbungan yang bcrlariasi menjadi dua kategorj


utlma. yailu r/n/lr&r )drg ./ietsiarr dan stnrktur ltlrs
.lit.nbun)ika dari tairyir,",!d- Ada riga sub-karegori dari sr,zlrxl rdng lielk)o! y1\ii arnanentati
palla nrukt r. nruhur sebaSai omdncn. dan ntukur

Ib Lrt,tr.thttut \t,hlrr, \" ,<di. tbun) ,,njupd


terdiri dari du,t sub kategoi: yaro nruktur s?bosui

ponhangkit

b.

ntustrukfin )ang dirctim.t

dan

ntuku

Enanr kategori utanr.t ini juga dapat diperlim


brngkan dalam allematil lainnlra untuk digok),gkan
menladi dua golongan utama yaitu r//!trrr IarS dl
Idl"al di nrana bentuk yang dialnbil dinilai baik irer
dasarkaD kriteria teknir dan stukur .\ons tilttk.ldpdr
zlila?iqa, di ruana benlukny{ ditenrukan deng.tn p.r
hiiungan pe.lvaratan struktur yang kurang. Golon-grn
penama rtau \truk lt vng .lit.riw melipuri ,/ra

scbut. dalam bcherapa kasus arsitek dan insinyur me


rupakan orang yang sann, yaitu ahli bangunan. Me
todologi hi tcrhawa pada beberapa bangunan terbc
sar pada radisi tsropa Kuno. yang selah tergolong
dalam kontcks rr/atlr/ tznf liharydi. Ornamentdsi
zdd.r r/rut.r/ dihasilk.tn pada kuil YLrnani (Gambar
7.1) dan lcngkungm P.onL Stuktur sehagai pe|l
,a,!tn 6en,rk merxpakan hnbunsan y,tng nrengha
\ilk.rn rnrerior )lng hebar pada mala kekais.rran Ronla
sepenr ban!unrn Pantheon (Gambar 7.30) dan Cons-

Ilnrini 8.,. 'i.'J,Camoal

.1, PJ, ! n:r.i1 -na.rng


kasus- hubungan anlara strukli.n.dan arsirekur sangat

polilil. dimrna arsiiekrur dilahirkdn xntuk memeruhi


pr!\iratan struktur. Ini bcradi bahwa mcreka yang
nr<n Dil,,r Jhl' lelnrL l-JIIUnrn tugJ mrrrprn\ir
Fmnan tang sangai penting dalalnpenenrunn kualitas

./ildr?di. inlinlur dan ,trsilek harus bckcribam!

dan kelebih,tn arsitektur


Jenis hubungan r-ang seperi ini anrara arsitek
dan insinyur dipe(ahankrn selana abad perengahan
dengan mcnghasilkan blrrgunan Gorhic yang iermr
suk dalam \ e rsi oman?rra si pada sn uktur. darl him
pir musnah pada masr Renaissance Iralia.
Andrca Pllladio. misalnya. yang mcnrulai pekcr
jaannyi sebagai ruka g brru. adalah orang ydng yakin
.epenuhntr akrn reknolori yang dikua\ainr-a dalam
nrerencxnrkan hangunlD bafgunan yang prakris dan
naluk .rkl dan pandangan srukrur (Gambar 7.47)_
5rtutr I r.r.ebL,r lebih Jieolong\in u.lIn kdrig,,ri
\rl(nrl 1r,r( dapdt t1t(timo dibxndingkan dengln

untuk nrcrencanakan b.ingunln. Inlinyur kcmudiln


nreruprko anggota kelompok perencana yang ikur

an

n?ntdsi pd.la !1 kni. struktur s(bqai arsnekur.


nntktur *haptli ptmbdngkit h rtk.dannruku.\d !
diturnnd. D^n golorg.tn )ang kedua J-iiru rrr1,tr,
,"a S til.ldk diharyoi i\el;puti ruktur sehdld .nnl

nkn.lan ttlknLr l,ns didhaikd

Kcdur huLrungan anrxra sruktur dan aAilclrur


yarg bcrlariasi ini dipusa*an fda tenrs Le!r \xn
anrara ar\ibk dan inslnyur )aitu a\pek \ang nr.!S
agumk.tn dari sqiarah ,trsilcktur l,ada rrztnr/ \d,e

nrenguh.th hentuk bangunan. Sedangkan hubungrn


akan tcmrasuk dalam k. cgori nn&tur \wg ti.lak
diharydi- jika insinyur arau yrng lebih sedcrhaDr.

xhli tckDik. nembingun hangunan )ang bcnruknta


rchh ditenlukan olch orang lain.

;.: llubong.tn .rnt,rr.,\r.iitck

(1.:n

Iusjnr ur Slrr.rk',rrr' (Sii.il)


Selalu dlburuhkan kerjasanra rnrara ulitek dan orang
yang nrenriliki keahliar teknis uDtuk nerealisasikan

bangunan. Hubungan yang alanri tenrang hal ini


diambil d,thm beberapa bentrk. dan bentuk rerscbur
salanpun dip*ai kapan saja sclalu dipergaruhi oleh
hubungan alanri antara srruklur din arsiektur
Pada zan n Inggris dan Yunlni kuno. hubungan
antara orang yang pada ma\a iru setara dengan aNitek
dan insiDvur langar er dalam tujuann"\ a unluk mencapai karya bangunnn yang menggunalan perslaratan
struktur dan arsiteklur lecara posltil Pda masa rer-

nrukur s.hnyi ponbahgk,.,r,ikarenakerertirik

.r'I.krur

Ientang

pada hasil karyanlr ierlctak pada idc

blnlunar

propor\i

\rn:

sebagai nrikokosnos, penggunaan


harrnonis. susunan pencmp{lan hiraJki

rui1!. JJr Fr -.:unJ,,n hc Uh n.J.nn trrru\ang


'rr.
latif. P.rllaran \rng digunakan unruk membangun
bangunan lersebut ridak berkaitan dengan rencana
Keban\akan binsunan arsiiek r Barat dari xrasa
Renalssmce lt3lia samfri masa modcm lergotong
pada katcgori ini. Hal Fnting lang mcnarik pada
nasa ini adalah blhan \ang digunakannla hanla rerdiri dari palangan bah drn kayu. hi mcr upakan permasalaian strukrur \!ns benariasi:7 dan membuar
arsilek mengsunnlid tntuk strukturyang masuk ak,tt
dari scgip:rndang pnimbangan slrLrktur. Oleh karcn!
itu. pcrslaratan struktur tersebul dignnakan pada se
bagian he\ar bangunan tetapi kclcbihan drsitekrumya

(.)

td
.ir..t,1t

F rF

tcrletak prda kuilillts hin. Hal ini berffti bah$a pcr


timhaDgan stuxktur lidak rcrnr$uk dalaIn peinbahasxn

unruk \isurl .-rng merufalan ciri khas bangunan p.td.r

I)uu a\pek arsitckltrr prs/-ri.../ir,rd/ bcrpcran

\angit besar b.tgi hubuDgrn urtaru nrsiek dan orarg


r-ang bcnanggung jrw.rb te rudap aspek teknis pada
I,crxnc0gxn b,rngunan
P. ruhJlr r l(du. )x.r! <'t:.1
R.r.'i.

unluk ini. Perlanr.t. pcruhrh.rn lang ierjadi padx hu


hungan alarnl anlffr struktur dar arsil.krur. krr.na
pe.lindungin nruktr txda bnnsulan rarnhxh disenr
hunr-ikan di balik bcnlrk onramer yang ridlk he rubungan secara langsung dengan lung\i \rrukrur
Seb.tgri contdr. idalah \illa deh Pallidio )og di
gambarkrn pada Gan$[ 7..17. Q,rtoh ]alnn]x rdalAh
Pal.trzo Valmarana di Viccnr! lcambar 7 2). Pilar
pilar Corinthi.ro Ordcr rang dima\rkkan kc f.rlad
brngunan ini menrbcnruk dnrdins solid r-ang nrerupakan brgian rerluar dari brngtrnln Dinding inimerupakan clcmen sllxktrral dln tihr-pilar lc^.hut tanvi
berpcr!n sebagal sxnhol J ibrndinlkm \dhrsd elenren
rtruklu. Pengurangan koniponen elerl.n srrnkrurul

ilu. m.D!.hrbkrn F$edaan orierrasi anlir.r


nr klur dan cslctikr. H{l ini nrempu.}!1 aklbrr ya|S
rras.r

..'kd"r

\!ncc Iralia dan seterulnra. adaialr b.thw! kchrnlakan


bangunan tidak berambisi secar.t strullr teknologi
dinding palangar b.rta, linlai kar-u. daD srrukrLtr atap
)lng {da han}a menbed sedikll lantaDlan uniuk para

pemhrngun. te*ecuali unruk b,tngunan kubah Brunelle1chi di Floreoce yang mcrup.tkan contoh strxktur
yang hebal (Gambar 7.ll). Teiapj sebagian besar br
ngunan menarik drhm pcmhuatan shrktumyr. Bcn
tuk strukur )ang dirmhil memang masuk akal her
dasarkan prdr pandrngrn strukturnra. ramur lid.rk
nremiliki anbisl strukru. Brhkrn tada bangunan ]rng

7
menrplnrlxi ukuran bcsar seperti Katedral St. Prul di
7..18 sarnpal 7.501 tartrngan struk
tumya tidak m.rnhcrikan kortnbusi Jang berari b.tgi

Lordon lc,rnrhxr

Scbagai contoh, dinding batu rerluar pada benluk

ini berbentuk sepcrLi lapisan penr-eklr


dinding. diprsang di sekitar pusar baognnan yang
ridrk rcrlalu berhLrbungan dengin str ktur. PenamFng
m.li tans padr bnngunan ini hanrpir sanla dengrn
penrrnp.tng rclintrng pada gercia lledielal Gnhit
\'.'!rrJri.,'1 r,rbrh fu\Jl j. r.r 'Jr! , r'p- \Jr :
brngrnan

dirpir oleh cchh dcngan penopang

]rng

crupalan

rrh.nrn lateral untuk kubah (Ganrh ?.,19). Benruk


fuklur ini tidlk diirflrnkan untuk ekltenor
Agenda vi{rrlLixn srxkturnl yang uk brrhubung'
rn p.tdr Sr. P.ruliuga le4adi plda pcrancrng.rn kuhlh
r\: r r .'.,r . t 1.'r .pJne e\.' r" J ' nr. ,
ridak l,crhubungan satu sanrx llin. KLbah dibL'!r
dalanr rigr lapisan (Gambar 7.50). Ba.lrixn )rns lel
lihal |rdx intcriornya dan nrerufakrn nrultLrr Ni

lrri ,"rx d,rr. i.pimh


hoh lalg terbual dari pa\arglD bxtx. PxJi trlrln
.k\lcrior. penamprnS kuhrh scpcnuhn\] bul,rl
dukung mcrup*an sruknx

rcrupatan bagian ].rng mc eging peran.rr penling


dalam p.lakrmarn struktrlr Strukturkubahbcrbcnluk
L.rncur. rerburr d.rri bala tang seperuhn)a disembunrilxn. drn mcnduku g rpenuhn_\a kubah batu
pudr pun.al lublh t.rscbur. Pcnrmpang Iuar k bah
JJ.l h t r:r \.'n" ri,,:. , \rno J:Jrl,r, -dnp\., tdi.
t!t u Bxt! l.ru.ur iDimcDycsuxik.rn diri dengan ber-

tul li,,r d, m?,untuk bcb.rn utama )ing dipikul. yaiiu


h..rr FUn(xl lubah (.r/,[,). retapi beotuk ini idak
nr.nlrun\.ri hubu gan deoga| kubah yang terliha!

hril,lrltm i.t.nor aupun ekslerior bangunan. Arsjrr.'.' r.r..',i :... .. S.. Pdul rr.lrpr rr c ndr r!,J!i! l
lurr drn kubxh sclaniutn!r tldak berhubungar secam
\ i\u!1 densrn nruktur lang menduiiurgn)a.
Se.rra unnnn, jrfuk anltra agenda sruktur dan
J6ir.lrur \lng lcrbc\xr reriadl sanlpai akhir abad
.
t | - " , Ji.nr -\dn ol(h bJne r Jn \per

\ .,1\r P,.r., Ji t,r,J. r,..F:..Br19un: rII


nr.rutlkxn hrDguDxn dcngxn kubah

menggunakan

br.i dln kacx )!ng t.rhcsrr di ra ranrt! dan di


rri.,[g oleh W.H Bu ow du R.M.Ordish (G.tmbar
-

alr hi nrcrutrkrn conloh hcbal rkan .tpa r-ang


JJplr dj.rpri dcn:rn Lcknologi besi rarg baru. Akan

a.?

{
'}

-->r;:7 , "lirirrl

t:

s. PAU[, 5

PJ!TEI

IlAf

CAT.J1

PLA\ OF DoME

AiIA

AT

EDE}.L

DITE?IM L:/E.3

Ingrryrs,
ielapi bangunin SI. Pancrls tersebut tersembunli di

baj{ drn bcton berlulang di akhir.rhad kcscnbil.rn

balikbangLrnan rerbelar, aillben Scort

dcngan g.rr-a fl,8,ir V.k)rion Gorhil (Ganbar 7.51).


Dua bangLrnaD tersebut nraiing-nrasing merufrkln
conroh 01! r. .11te r! Jr '(\ur )!I! i
'er/, 'tJr
dunia yarg berbedr. Kualitas arsitektu pada pern
berhenriar kereta rersebuttid k dlakui: yang di,rtgg,rp

belxs drD Lligunakan oleh tebltn)llxn irsitcll modem di rbld kcdua puluh. Baia d,rn b.t(,r bcaul:rns
nrcnriliLi sirLrktur )ang lebih blik dihmdmgkan de'
ngaD kxyu atau plrsangan brh, d.tn ncrnbebaskan
rhitcl dari keharusan untuk nrcmpcrhalikar peh).r
ratan slruktur yang digunakan seridrknla pada kasus

lvlidland Hotel

...o:!.' ld.I r. l,i.r Jr! \ul!dr.dt<1,r,,.rer..l,

di nranr b.tt.rsrn

tidak nrdah. drn $arg.r London neruruprr)a ilari

hkukan tidak didckali. Di.rbad kedua puluh, hal ter-

R,sti,n,r ,,/1r!,,r-

sebur menmngkinkxn terbentukn-! hubuDgan hrrn

p.tndangrn dcng.tn kar]

bergala

apa

lang

secara leknis mungkin dr-

antara *ruktur daD anitcklur

Penisahan anlara arsiteklur dan nnrkrur vang


redihat pada Katedral St. Paul dan Srrsiun Sr. Plncras
nenggarnbarkan pendekatan )ang diambil oleh arsltek
Barat dan Zaman Renaissance llalia dan selerusnya.

!allu

r/rrllr/ lnrt

u/i

Adanla j rk antxra agenda esrerika dan teknis


jusa membu.rt jarak rnt.tru arsitekmr dar bargunan.
lehingga arsitek tid,rk l,tgi mcngcnbangkar pemn-

Arsitek lerap rcrtarik dalam sruklur l.tapi hanla


unNk merealis.isi bcnluk bansunan !.tng dih.r\ilkrn
dari ide yang iauh dari perli bxngrn trknis. Pcn

cangan

dekatin arsiteklLrr ini lebih dnnudahkan dcngrn pc


rlernbansan teknolosi sllukur lang cngsunakxn

trnggung ja$ab urtuk merrjamin lrah'lx kineria tcknrs


scbuah ba|gumn cukup nremulskan tct^ti tidd t

berrrk

dcngan ornng

bangLrnan dalam kerjasrma )ang rotal

larg

befanggung lawab untuk rspek

tcknis pcrcncrnaan. Selanjulnya ahli reknik h.r

I
I

1
'

Grftbnr

7 5'l

ntumbang terh.rdat krentivir s bentuk dan penmrpi


BeLrerapa arirek rerlienmkr di rral rnasa Ino.
dern tertarik padr k,l/rnii )ritu ekspresi arsilektunl
dari eiemen pentingba,rrunan yangmembuatbangunrn rerselrur berdiri. H l ini menlebabkan hubnns n
kert!\anu mlxra uNitek d,rn ir!inyur \ipil letrih di
k.nnlngkrn. Keadur tei.rf dLNsutkln pad hubu
ngan rnlara aNnek dan inlin)ur \rpil. dan perencanllan
l-rrrgr nr r t- 1 .
,h.
:. ,, e'r.,r\rrek .er,:-r': I

'tJ

'1I

pemnnfin kelonrpok profe\ioral r-anr bekerja sanla


untuk nr.nghasilk.rr karya. Nlodelnisme didukung
deh .asionalilnre tetrpi h.rn) a dilaksanakan bersanu
dcDrrD Romutisnre di ab.rd kelenrbilar betas. SatLr
aspck knrl lrng khusu! pada lituasi ini adalah ide
mcng.D{i ff\uek sebn:ai sosok pahhs:n} dalan bahas,i ursiiektur. merupakan lfodem Nhsler'" \\'alau pun arilektur meni:rili lehih lergamurgpada lckDok)gi
struklllr )ang brru padr ab.rd kcdua puluh,

Ju frdr

Ieprfiimn dalr tcahlian n\inrur. kchlDylkxn rNilck

beeerilrlu ..l..rsri rhll drl nr froses perercanarn


,i.r, r,. - ll.l
Frrr. r.' .'i h.,\:r..1.,,9rr
ahli lelnil h.l.rkr .eteri padr zama| Rcnassarcc
lliiia. Hal i.r Jilh\rhliun oleh sebagi.xr besar kririku\
dao sqnrrs.rn \l(iJ.ifi\nre yrng tidla begiru mcng
hargai teknolo!i \trn! nieni,rdi pndali prda esretik.r
nrodern dan nr.n)hrrikxn \.dikr1 pengh,[gaan urruk
insrr)ur !arrS rr.ng.nrhdr!kan teknohgi tersebut.

\,rma'ralna n\in\ur hugun.rn pada ,rwal aliran


\l,derri..r..'r.r.. n\. rr(. .et,(nr\.,lrer G-.p r..
Lud\1lg Nlics \in J.i Rohe d n Le Co$urier iarang
Posisi rcngxhdian insrnyur ikrlinl huhungnnnya
dergar tahrfxn idc fudr perencaraan arsireklu. rclnl
dipertahankrn s.lnn zamin modern dan dircmskan
sarnpaisxxr ini. \!n3 drpar dlarnrl dala pclaksanaan
p.tdr b.hcrat.r prcyek arsirekrur ring hcrgengsi dan
t sih berirlnn. Sebasri contoh. bcDtuk ekdrinl ya|g
smgat kompleks --:xrg difun.rng ol.h heberapa arsitek
scpedi. 1-lrlnk (iehry rCarrbrr 7.,11), Zxha Hrdid amLr

,l.:ll

DaniclLibcskiud rGrmb.tr

7..11

dm

7..11) rn!\nben

\..r ':1t,rr".,1 \.lp .. iL rr L\ i1.:n .L r '.\ p'


lidrk dilibxtkln txda r$al pcncntuan b.ntuk brngu
Jcnis hubunrln brN .tn1rfu

lrsit.k dxn i.nn)ur

sipil adald tcri.tdi!)a kcrjasrnu yrng \rngat p(triti1'


dengan pengirulr inrinrnrpada nhnf x$rl pcr.ncana
an bangunan r-ang dikcmbangkxn di .tb.rLl kcdu.r
pulLrh. Krlalisaor yang me rbuxr hxl ini mcnj.tdi

nungknr adrlah pengenalan hc hrli r.tr,rrt kc


d:l: r' f.(.n.,.r.r'k'
Il., i,i 11.r:'it f-'rJri"I
rerhidap kualilas \isuil dlri tcknologi ltruklL l,eri
dan beror beflul.rug. Ini nrcn)chxhkxn dihkukunnla
pemeriksian ulirg padr p.rflr$rlaluD plndrngrD
arsltektur pada balr!ak bangunarr di .rbrd lcscmbihn

behs yang terlefa! duri lcrh.Iixn kcbudayaan arsitek


rrr. senEnura !ang sehelumn}t sibuk ri!'ngan keban!-

.rn

oJr 1('Jn! :ri!r r:'\J B:rcrn,'r ..p. .i

CL-slal Palace dan perhentian kereta deng{n bcnlxng


\rns paniang prda penensuhan abad kesembilrn bclxs
).tng diperllhatkrn di a$al zaman Nlodernisnre inc

iliki kualitas sitektur Iang mera.ik. ll.rngunxn


)xng dlbuar di abad kedua fuluh oleh in\inyu. ralan
kcrclr .]pl irga diperlinbangkxn mendapntkiln perhulj
rn lxng lr)ak d.rn diheri tenp.rt pada medir rrsilektur

Kemudirn. .tdriug! ha ggar pesarlal terbang rsetur


l]eih.ntirD kcrcrr di xbrd kcd a puluh) olch Ergene
l-ie\\sirci (Canibar 7.1.1) dan Picr Luigi Ncli ya g
dituji unruk kurlirxs arsitekruntla engrah lada
kon\cp arsircU sin)ur Kemuncular arsitelJnNrn)u'

7
sipil (Eduardo rorroja. Ricardo Morandi. owcn
William!. dan lainnya pada saat ilu dan Felix Can
dela dan Santiago Cahava sebagai cortoh pada n
.J .elirUUrnlJ' ao!l!I peri. rq: ter r r! J: l: r1 Jr :
lektur di abad kedua puluh. Semua orang ini mem
punyai kemashuran yang ,ama untuk statusnya seba
:ar a .rrrk re-\rmu{/ p:rd/ I l.Jn)J mJ.'nP-rnJ.irr
J..dk )anp rildh iml :dd Jnrard d^.rek .!r r ,
qinyur ddak lertutup oleh tindalan para insiryur )ang
bekcrja serasai aJsitk alih-alih dengan arsuek. Tra

disi lelap dil.tnjutkan dcngan pekerjaar di nana


irsitek berperan sebagai pcmimpin p.tda kelompok
perancang. dengan insinyur srruktur dan ahli lekrik
lainnya rnenegang peran kedu! ynng mcnrberlkan
sedikii pnSarahan dan surnbaDgan unrut a\pck !isual
lada perancaDgan. Dcngan kcadaan ini h.trus dikarakan bahwa beber.rpa insinlur sangat scnang unruk
bekerja dcngan cara ini dan nereka mr inggalkan
aipek perancangaD rrsi!cktLrrprda arsitek. dan dalanl
keadaan yang tefat b{n!unrn }ang baik dapar
diha!i1kan.

Di rkhn abld kcdu{ puluh berkcmbang luga .l]Ja


r-rng hcrbcd.t drlam bckcrja: sekelompol aJ\itek dan
rDsinlur trrcntu cngembangkin hubungan kerlairma )ang tinggi. bckcrja dalanr kelorrpDt \ans Ie.-

li i ,,... Jr, rJk. ir^i1)ur .r rl'ur. in. nrJr .<r!i..


dlD sur!clor kumtilts prda bangunin ]ang dikembaDgkan prdn schrruh proscs yang tak bcrhubungan.
l,:.1:rn cr r. LrLh.I !Jr
)rrg ,a1Eb, J kJr ini.

I(ri.

!eluruh p.olcsx)nrl dilihrlkan dalam pcrkcrnbangan


peranclngln yrng muncul scbagai usaha gabungan
yang scbcnrmtr. Mcrodc pckerjaan inilrn yang mennmgknlklD rerwujudnya gay.t teknologi tinggi di
nrana

kompncn st.uktur

dan pcl.tlanan tcknis mem-

benluk aspek vilual terbesar pada bangunan.


Kerlasama anlara ahitek scpcni Nonnan Fosler
Nicholas (nimshaw, }Iichlel Hopkins, dan Richard
Roger! dengan insinyur seFni Tcd Hrppold. Ton,v
HuDt, dan Pctc. Ric. adrhh srngar lepal dan isti
mcw.t. N{ctodologi pckcrjaan mcliba&m pe bicaraan
lelurtrh .rspck pcrincangan pad! iapar reguler kelompok peraDcnng. Kedekrtan kerjasrmx scdcnikim rupa
iehingga lering terjadi dalam pcninjaurn. nrdnjadi
tidak nnmgkin untuk mengenalkan bcberapr aspck
dalan perancangan akhir kepadr i,dividu tertenru 15.

IDi meruplka. senringir y,tng terhebri di abad


kedua puluh

]{ng

nrenghasilkaD conoh

dari,man.n

tasi pdrld struktLn yat\g telah diharilkan. misrlnya.


Rclirnce Conird! (Gambar 7..1) dan TerminalWater
l(xr (Grmbar l.l7). Aliran inl dilanjutkan sampai aB.rl
ahld kedua puluh sepelli pnda bangunan Nationrl

[hles (Garnbar 7.53) oleh Fos


rer .4.1 IJnre^ oenpJn \1r\on) H,r rr A.-,.'i.i.*
r:1 lJ(r l'o eL r ' LixnrD?r - 51, ol(h \ t h^'.,, (rrin,
Shr\ dan Relanan derganAnrhont Hunr Associales.
Prd! krsu! selanju ya (iu-sa pada iwal bangunin
\\ir.rloo). benluk kompleks ynnS telah diselesaikan
Bot.rnical Garden of

t.rhri dengan banNan kompuler pada perencanaannya. Jenis a$itektur iri adalah
tEr:rnrung pada tehik

l.Jirrn dJr. \4odern rne )xn! henJ\a.r ,eprl irf


illrir abad kedua puluh di n\ana Pon od?r ism dan
Pembansuna| ulang nEnjadi mode (keduanya adalah
conroh darijenis yang mempunyai keativilas rendah
dalam hubungan antara strxktur dan arsiteklurr'q).
Bangunan yang menggunakan metodologi tim
perencana ini biasanya rennasuk dalam katcgori tck
nolosi ringgi. Situasi ini b.tgaimanapun. Iehih kom
pleks dengan hubungan ankrr (rukrur dirn arsilektur
\drr. l(bih ddri.r',r r.rlihJr J,,l,,n'.'Ln,,lJj' r ri!J'.
Beberapa balgunan tcknologi tinggi drlam kenyatadn

n\a direncanakar oleh merode lradisional, dcngrn


kehadiran arsrtek secira pnnlip unlLrk mas.tllh visual

!a\a dan tugrr insinyur sipil dibatasi terulama


untuk detail telnis dlrri sruktur. Scpcni yang telah
diperlihatk.tn. pcrcncrnrln bangunan seperti pada
dan

C.nre Pompidou fada dasamya dikendalikan oleh


Ji.ndJ r .J- J mJL x.Ict hJ u. renrndJk.ebJlal
pemimpin dlrj tim pcr.nc{na.
Hubunsrn l..jasamr )ang scbenarnya terjadi
antara ariiteltur drD \lruktur di jan n kuno dan
Gorhrc. Dalln r.jflh bitektur. keheraddan jninlun
cul dalam lintul ',rav./ ,ril/d(,r'. Saat ini tim perenc.tna b.k.r-rr dllrnr kerjasanra yang lesungguhnya
dan mcnssunrll. reknik r.rtrrl' dengan bantuan
konrpur.r drhnr ter.n.anxrnny!j sepeni oleh
Grimshas dan Ilun( pldr $al.rloo. m.rupakan 'nra!
Ier builder padr zrmrn nn)dem.
Tlga jenr! hubunSrn anllra .t^itck dan in!inyur
sipil saat iniditcrapkrn dulam lebagian belar banSun
rn modcm. hubunean anura arsiiek ddn insinyur sipil
)ang b.r]!ku direnlukan darijamdr Renaisance llalia
lriru situ.r!i di nraoa arsirek menerrukan benruk
bangunan lena penentuan agenda visual dan insinlur
sipil [,adu dasarnl a benindak sebagai ahli tcknik y.rng
rn(ntJrl n olntrJ \rn(-rr1\- cukLp bJ k J. ri .e!i

lck,ril. Jeni\ hubungan:rntara rrsitik dan inrinlur


ini ,ncnguasai seluruh jcnis modemi|lrri terrn!i\uk
Pry,rr'olf ,?,i9r" dan Dckon\truksi.
Hubuogrn )ang kedur rerjadi ke(ikr arsitel dan
insinytrr ndalah orang yang sama. B.'her.tpr rokoh

krken

yang menggunalan cnrn ini mrlii drri rbad


kedua puluh dar sclerusnir adrllh,\ugLr( PefNt dan

Robcn

}lrillan plda ptrrnula.n

abad k.dua puluh.

Pier Luigi Neni. I.:duardo Torojn. O$en Willums.


da Felix Cundela di pcrteog.thtrn abad kcdua puluh
dr Sandago Calatra\a plda akhir abad kedua puluh
dan pada sa.rt i,i. Seluruh nrsiLcUinsi yur nri rcllh
mcnghasilkan baolunan \.rng mc liki ,jtratgi !'ang
rcntrsuli kc dalaor kateg(,ti nrukt r scbt{ i at\nek
tLtt,
.?boqni pe bu !ki1 be tu|, ataLt. a
m.ntuti padn ir?A/,r. B ngunun \,rng paling me'
ngesunkin d.ri icnis srruktrr i0i .td loh yang me,
mrll\l bentunp prnjdng Jilam hrnrut luhrh /,,,r.
i7./ir? atan struktur rarik. Agendr ertclik0 )ang relalif

nru|l

\edcrhrnd uJal$ Jpr(.r.Fr pJJr bJn!un,,n,ehJ!-r


hasil karla dari reknok,gi
Jc.lr. \.rrrr Jrfl l'unLng, , unrJr . -r\ir(^ Jrn 'n.
sinlur sipil.rdalah keria\a0u ken)itruarr \.rng !esun!guhnya )r g n rcul di akhn ab.td kedu.r puiuh. Di
sini insin\ur sipil dan ar\ilek bc*erj:isunu lcara
penuh padr percncanun bnngunin. ini ridak pcrnah
lerjadi sejak diciphkann!.r Katedral pada pcteogahan
Jhud Gorh,( Ban$undn hJngunrn leln,'1,':r l'r1!:r
lerhebat telah dirancang dengan cara ini.
SaaI ini- kat.sori hubungan letiga ini mL'ngha

silkanjeni\ bltnr dlri arsitektur dengan gco,nerri hebar


yang {angnr lomplcks. Conrohnva pada saar ini adnla}r

\lalerln) oleh Hunt


Bangunan ini akan
seplni bLnrul \Ld.rhlnr dari ahad kcdua

perhcntian lereta

lrda

Sr.rliun

dan Crnnshaw (Cxnrblr

terlih

3.llr.

puluh dari nasiun kereta api yang tcrbuat dari kaca


J,,n hc'i Ji JbrJ ke*ThilJn hel.r'. JenCan ino\3.i
tcknik lerhrru \eperti pengel!\al srnrb'rngrn b!j!
cctrk Ban!unan ini d.tparlug,tdilihat lebirgdiTeln(r
logi Ting!i. Drlarn kenlaraannya. bajn me rilili
rin!1.,r I.rnfl.k.ir.h rrn! riJ:k FmJh d.rtJI drJ.,t-r

\chel

mxsd peftrnc.iDgan dcngnrl harrIuan kompurer

(CAD) )ang juga taDg di\araotan untuk tempar


tingral mahhrk hidup )ang sangol komplck\. !,l.Lh
s u dari meGfora lang teprt urrLrl filsala! tenlffig
paradigma kemunculan or3rnik. luc\kipun. bangunu

ini dapaldilihatscbagaip.ngembangan drdTcknologi

!rn! dapJl tlin)JIrkxn drlilm nxn)J lrin ):riru


'org.ui tech - Hrl yang saltla dapar dikatakrn uDtuk
luhrh pada Natiooxl Botlnicll Garden ol \\'ale!
(Grnbar 7.i3) oleh \icohs Grimshaw and Pannerr.
Anthon) Huul Associrtc.
Realis.rridrri hentul oBanil )ilng konrplcks aau
'/.d-lr,r, i1rpadr bargunrn-ban8unan ini membedkan ungkapnn \isurl )ang (epar unruk tclnologi lonr(ml(,rcr )rn8.JnrEih. \l(rela iu3,, nr.mb(nLJn r=
r-rraf dahm beb.rapa F,nlenian dari apa yang mungkin rercrkup dalim rdkonltruksi penerapan ariitektur
Post-Modenl) walaupun tctap dikaitkan deogan
agenda modcmisnt yang dihubungkan dengan ke'
TinrSi

\ltn(liks

Sistem Gaya Dua Dimensi Sederhana


dan Kesetimbangan Statis

A1.1 Pendahuluan
Struktur adala,h f'eranli untuk menyalurkan gaya dari

ritik di rnana gaya tenebut bekerja datam banguDan


ke ponddsi ying pada akhimya menalan gaya-gaya
tersebui. Stuktur terdiri dari siltem gaya yang berada
dalam keadaan kesetimbangan slatis. Pemahaman
akan konsep-konsep gaya, kesetinbangan, dan sifat-

dffi sistem gaya metupaf,an dasar dari


pemalnman suatu struktur.
sifat dasar

arah saya dan panjangnya sebanding dengin besar


gaya (elsebut (lihat Gambar A I . I ). Jika dua alau lebih
saya tak sejajar bekerja" pengamh kombinasinya setam deogan pengaruh saru Sayu yung,li'ebur 'ebrgai
resuhan dari gaya-gaya asli. Besar dan ,ral rcsult.n
dapa. ditentukan secdra grafis dengan penjumlartan
vekor dalan suatu segitiga gaya atau 'poligon gaya'
(Gambar A 1.2). Dalamjenis penjumlahan ini. resultan
hasil penjunrrahan selalu ditunjukkan dengan besar
dan arah, yaitu dengan garis yang diperlukan untuk

menutup segitiga gaya atau 'poligon gaya'.

A1.2 \'ektor Gaya dan Rcsultan


Gaya adala}l suatu bsaran vektor yang baik bsamya
maupun ala])nya harus ditentukan untuk dapat menggambarkan gaya itu secara keseluruhan. Gaya dapat
direpre.enra\ikdn.ecara grafis dengan sebuah gari\.

,+4

yang disebul vektor, yang digambar sejajar dengan

1 \.1: ..'.1r, a..,.,r,r..r..1.n,1 ,, Ll\:rrr


rr, \.. i r,, f. ,, . rr r.! \rn! \.hr ,! .lrn!
h..rn..L.-.1. J
,.rri rr.lrt.Lrr n,., LlrLJ.,. ii

Gambar A1

,{.1'

A1.2 1'.i trnl.Lr, r r.lii


1ti irr,. lrrr.J ,lL!,r:r,tl
, l)L r .rLlx t,i: tr.|. ., f.ri. n !tr
.cfJr ,, l,. r n].:lrtrr \.lhi
,.':lr.lLrr,rnir. r \'! L,rr rtr
: Il(nlr,i rtrlrrf\r l).\L \ r:
-, ' r Jr .!r ' llr :,,,1r : 1\.1.
rr,ulLl , .Lu r.rl.d,.trr.L, r,rl
.r.r r!trr\i , lLlr r.\r !rl
h.l.rr. tt.tri ir n,rr \r , lL
l,r r r.Lli. r ,.lr i i\,r,r \ r. l
t, r!, Jrrr trL! i. rt.irrr ..

Gambar

L,r il,i r Lj:,rDrr

J.,rll ! r.r r,\r

\.Nr

rrLr::

lirn.
'.l..rr n,

i,

(e)

f-'

''

1.3 I'eneurni,rrl (;rvn \lel]jn(li

?\

Komponen-konrponcn

l.-l \'lr)men

Gal a-ga1a

Caya menghasilkan efek perputarun. yang discbut


m,,men. rerhadap suaru tir* yang hrad" di luar gari\
kerjdnya. Besamya momen ini sama dengan perkalian

Sebuah gaya dapal dibagi menjadi bagian-bagian yang


lebih kecil dengan membalik proses yang digambar-

jlrak yang lcgak


lurus antara garis kerja gaya dcngun liiik perputaran
di mana et'el p.rpuh.an iersebut teiadi (Gambar
Al 5r

Iu

\ebapai
resu ltan dnri dua atau lebih komponen (Gambar A1.3).
Tckniknya disebut penguraian. Teknik ini sangat
berguna kmena memungkinkan si$em gaya diuraikan
menjadi du atau lebih himpunan girya yrng bekcrja
den8on arrh raling tegak lurus ahu orto_lonal (du.r

antara besamya gaya tersebur dengan

arah sali.g tegak lurus). Teknik inijug. memungkinkan penambahan gaya rcara aljabrr alih-alih secara
grafis. Resulran dari himpunln gaya dalam Gambar

\ 1.5 htsetinrLr.rng.rn St.rtis d.rIr


l)cr\n ntnrrl I( c\cl inr ba n g.r D

A1.2, nisalnya. dapal dengan mudah dihitung iika


masing-masing gaya diuraikao menjadi komponcnkomponen venikal dan hori$ooral (Gamba, A1.4).

Struklur rdslah benda kaku yang dikenai gayr-guya

kan

Ji Jra. dan

Grmbar A1.3

. h

i.

mensanpgat gJya-pa!r

luar )ang disebut beban. Relpoasnyn lcrhadap teban


ioi krgantung pada kardkteristik sistcm gaya. Jika
srukur hu ddlt dikenai gaya. strukrur rcrsebut dapat
dikahktr dalam keadaan diam. Jika pada strukur

L.

,,r.,

G.mhir A14

;r:ir:'L"d'.

"l}4l

Re5ullann!a d'renLu[an seara arEbar Beb.sai berilul

v=v.,i,-'

H=\+hj

hj

R=

i\f

,141

I
\

r rk ,rr

ri,n .\r{n,Lh'l

dilenai lebuah gaya atau sekelompok gaya yang


mempunyai resultan. struklrr itu akan bergerat (atau
lebih tepatnya lagi meDgalami pcrcepatan) yang
disebabkan oleh gaya-gaya itu. (Gambar A1.6). Arall
&ri geratannya sama dengan garis keia salu gaya
Gambar Al.6 lrLi.Il.L
,r nl. !irl.I. !i\i irr.

\.lru,j]! !.1r\
:"I1 l].\L f \r.rr(,rr
rrL r ! t,.L.l.L l,LlrLrld

l,ur.llrLr r

[r

,i

11!,

h..i i! , !,rr Htrltrn (;.'r(

atau resultan radi. Besamya percepatan tefgantung


pada hubungan antara massa struktur dengan besamya
gaya- Jika s.ruktur tersebut dikenai sekump'rlan gaya

yang lidah mempunyai resultan. y.itu sekumpulan

berada dalam kesetimbangan. Kesetimbangan diper


oleh dengan mendapdrLan gaya realsi yang belerji
antara struktur dengan pondasinya. Gaya-gaya realsi
ini sebenamya ditinbulkan oleh beban yang cenderung menggerakkan struktur melawan pengaruh
taianan oleh tumpuan-tumpuannya. Hubungan yang
timbul antara beban yang bekerja pada suatu strukiur
dengan gaya-gaya reaksi yang eksis pada pondasipondashya ditunjukltan se.ara sederhana pada Gambar A1.7.
Contoh ini berkaitan dengar kesetimbangan yang
dialami oleh benda kal:u yans dicmpatkan pada suanl
pernukaan ranpa gesekan (sepotong kayu di atas es
muflgkin adalah contoh yang bagus). Dalam Gambar
A I -7 (a), suatu gaya (beban) bekerja pada benda dan
karena benda tersebut berada pada permukaan tanpa
gesekan dan tidak memungkinkan suatu gaya balasan
yrng brlawanan arah, benda Grsebut berge.at se-

Al.7
(b) benda tersebut mengalami lahanan berwujud
bagai respons terhadap gaya. Dalam Gambar

gryd )dng membenruk \egilira gula arau poliSon


gaya yang tertutup, struknf tersebut dapat tetap diam

benda yang tidak bergerak dan benda tersebut men

d.lam keadaan kesetinbangan statis. Keadaan sepeni


ini adalah keadaan yang diperlukrn oleh suatu sistem

besaran yang semakin besar kedka gaya lckan yang


beke4a pada benda ilu scrn.kin besar hingga sama
dengan gala yang h,kerja. Rcaksinya kemudirn mc
nyedmbrngkn sistem dan terciptalil keselimbangan.
Dalam hal ini, karena benda yang memberikan
iahanan berada pada garis keda gaya, hdnya satu sumber tahanan yang diperlukan untuk menimbulkan ke'
setimbangan. Jika benda tersebut tidak berada dalam

gaya yang bekerja pada suatu struktur yang sebnarnya. Meskipun denikian. tuntutan agar sistem gaya
tersebut tidak mempunyai resultan, adalah penyaratan
yang perlu tapi tidat mencukupi, untuk syamt suatu
Beban yang bkeria pada suatu stmktur seknarnyajarang sekali membentuk gaya gaya yang saling

dorong, sebagai reaksi yang dilimhulkan, dengaD

saris kerja saya sepelti yans ditunjukkan dalam


G.mbar A1

lrr, ..,

7 r.

rf._
l,Jr!.r,.r. .rrnh.nr,
hrl.:..:r'r.
J. r.rrL.
k,r,L., ! l.
,r11.,

G)

l,r

,..,1,,r t,,nL l!{r.L r.,trl,.tlxr


,... , ,. \ r ,;. , (iL, , 1l

,"

,,i in,). !i\.


rr. l,,n .trrl.l.111, n
: .,
\r{
lN,.rrini,\
.r I r. .n,LrllL 1.,,1r,,,lfrl
,,
1,.,1. i lL tr
... rl , rl.l ,,f ,,

r.t,.L. .,1,..

r rl.rr.L l,rl,,rr.tirl
,t.

..i..r...1.

r.r!,.(,,,.
lL\,Lr,.r
\'.r.1',r,.
r\ i. r irr

l11

.'...

.r.l

1. l.,.

\,K.,,r
...j,ILL, \.r" ,.i
i!.\ /.rstrul
... L l.l ! lr.trl[,r ] lrr h. ri

riri

..I

i$LLrl r. .. \r.1, ..,trr\r,!!ir.


,:r,.,,,r
,!
..LlL:, l'., J rl r 1.. 1,, ..,.r ,L r,1r .,,ri ..Li \,
.ru,, ,! hr hr, ..,i ,., l -,, i,, .r .. , itr I
! L L',ln .r.l n. rfr . t..i !n rl

r,1,.

Al.7 (c). niaka reaksl bersamanr-a rkan


Ierciph namun relultan dal reaksiakm mcnghasilkan
clck pularan yang dapat nrenrutar henda tersebut.
Gambar

Bcndr

taharran kedua akrn diperlukan untuk menghasilkan reaksi kedua d.tlam mencipialan keseimbangan lcambar r\1.7 (dl. Adlnr-d reakli b ru akan
me.dorong relrl{si rang scnruh uniuk berubah, namun
\rJein r:.d r^r.r .rk:,n! urr J,. I c!l m<nrpLtlr
resulran. sepcrti rang dil,at dilihat pada poligon gaya
dan karcn.r itu mampu mencapai kesetlmbang.tD.

Karcna d{lam hnl ini gaya iidak nenghasilkan ci.k


putaran tcrhrd{p benda. leolah tidak ada gayr. mak.r
keidaan kcsetimbangan akan rerjadi.

si{( , .

J. rl-: ,J

)rr!

Jr u LikJn odldm C.,m


beberapa hal yarg dimiliki
oleh sistem gay.t )a.g hekerjapadn smrktur arsiteklur
(Gambar A I 8). Ylng penama adalah lu ngsi dari pon
dasl sebuah struktur yaitu menimbulkrn gaya rc.tksi
yang dipcrluk.tn untuk menr"erinbangkan gaya yang
bekerja (r-.trru heban). Seriap struktur harus didukung
oleh suiur sisrcm pondasi yang marnpu menghasilkan
lejumlah reaksi yang cul(trp untuk menyeimbangkan
gaya akibal beban. Silat \ilat alanri .eaksi nri akan
berkembang terganrung prdr ka.aliteflstik sisren beban dan jcni! tumpmn )rng ada: reaksl akan berxbah
jika gaya )ang bekela pada strukur bembah. J;ka
struktur dih{rapkan beruda dalan kese nbangan aki
bal scluruh kombnrali beban tang mungkin. maka
bar

Al.7 mcnunjukklD

strukur lerscbul harus didukung oleh suitu

sisrem

pondasi yang cukup mcmherikan aksi pada tumpnan


dalan segala koDdisi pembebanan.
Hal kcdua )aDg ditunjuktan dalan sistem sedcr
hrna pada Gamba. A I 7 adalah serturghim pen}-aralm
yaDg harus dipenuhi suatu sislem gar_r tika sisrem

r. ,cl-r. ,er!JJ dilx.r k(.oxxn kc,crinl.,,nr,.r r. ri..


Scblnlmya hanya ada dua persyaJann. tritu si\tcm

gay.t ha.u\ tidak nrenpunyni leruhan di arah manx


pun dan gava harus lidak mershasilkrn elek puratun
r.-l : Jrt ..1lrJr \:, r! pfl x r: o:r Jrr k.nJ,,.,n i, r
lerpenuhi jika komponen gar'.a selimbrng (jumhhnya
sama dengan noll jlka gaia gala tcrs.bul dal,at di
uraikan dalam dua lrr,rh dan slarat kcdu! .lapal dipe

nuhi jika

jun ah dari momer nuncn *ibat laya


titik nanapun dalam bidang dalar

lcrscbut tcrhadap

berjumhn nol. Bialan)a dllakrkan pcmcriksMn lagi


untuk mcnguri kesetinbangan dari sisrcm

grf!

socara

ali.tbar d.ngan menguraikar gala gar-r dalam arall


rcgak hr.u! (bi,rsan,r"a arah vertikald.rn horilonral) dan
o. r.\. rJrJ , lr.e n bl rrJn ,l:r dm {.rem Lru.l en.
dapat dninrkas dengnn iga persamaan herikuli

Totrl d{ri konrponen venik.rl schrruh gaya = 0

!r

Toral dan seluruh komponen horisonral dari


\eluruh

gata
:l'

=
=

l)
o

Total dari seluruh monlen dari seluruh ga\.r

=0

Iv = o
Kedua lyarat unluk kesetimbangan stati\ dalanr siltem

gala ymg hekerta pada ialu bidang adalah dasar


daslr fisika dari lemua perhitungan daiar struktur.
sedangkan liga persanraan keletimbangan tang di
tumnLan drrinya adalah hubun-qan dasar yang me
mpakan metode mendasar dalam analisis sl.uktu.

' i ' 'ili.rsr.lrn lJrr:ri.r lirl.r,s'


1)alam nalisi! srruktur penrmaxn )ang nrenlltllkan
teadaan keielimbangan digunakan dalam kaitann).t
dengan konsep diagranl benda bebas untuk meng
hltung besarnr-a gaya yang timbul dalam struktur
Sebuah diagranr benda bebas adalah diagran dari
sebuah benda kaku. benda bebas yang dikenai kerja
gaya diiaDdai. Benda bebas mungkin berupa seluruh
strukiur atnu baglan dari strxktur dan jika berada
dalam keadaan kesetlmbangan. gar-r yang bckcria
o?ddn'd ir p:r h.rru' rlin enuhi |.r'.JrJrJr I ^. rin
bargan, persam.tan kcsctnnblngrn kemudiaD dapat
dnulis urNk gall]-gata yang ada dalanr kcadaan kc
setimbangan dan dapal diselesaikan untuk gaya

grr.t

t
lang bcsamya lidik dikerailui. Sebagai contoh, tiga
pcrsamaao kesetimbangan untuk struktur yang digambarkan dalan Ganbar A1.9 adalah:
Kcscrimbangan verrikal:

Rr

+R.=10+10+5

(ll

Kesctimb.rngan Horisontal:

Rr 20=0

(2)

Pcrsamaan kesedmbangan putarar (ambil momcn

lumpuan kiri)

l0x2+ 10x.1+5x6 20: I R2:8=0(3)


Jawaban lcrhadap persamaan-persamaan terlebut

Dari persamaan (3). R, = 8,7s kN


Dari persamaan (2). Rr = 20 kN

Durifcr'JrnJar

, I ,.

d.npdn melak-u(dn .Lb.lrlur

unluk Ri, didrpatkan nil.ii R, = 16.25 kN

10 kN

1.7 Icl(nili'l'oloni.r,rn

Inr.r iin c r'

'Potongan nnajnrer' ldalah car.t untuk menunjuutan


gaya dalam yang bekerja scbagai gaya luar ierhadap
benda (struktur) bebas yang merupal(an bagian da.i
siruktur. Hal ini memungkinkan srukiur untuk dapat
dianalisis. Dalam benruk yang paling sedcrhana, leknit ini addlah membayangkan clcmcn slruktur le.
sebui dipotong pada suaiu titik di ma.a gaya dalam-

n)a slJn dlen ulJn Jln ha.il JJ,,dal$,lur bagidn

slruktur yang lalah satunya harus dibuang- Jikt hal


ini dilakukan terhadap strukiur yang sebenamyx mrl(a

bagian yang tersisa lentu saja akm runruh, namun


reknrI r rnemoa]dngkdn banuJ e,,\r rir.chur diperlukan untuk menjaga agar bagian yang tcrsisa herada
dalan kesetimbangan dalam posisinya scmula. dan
rr\a-sdld iru beter d di |crmul,rn t'nr^n!Jn imujiler
tersebur (Gambar 41.10). Gala gaya trschu! hams
benar-benar sama deng,tn gaya dalam )ang bekerja
pada peoampang lersebur sebeium poongan diburt
dan potongan inlajiner tersebut akhirnya membuat
gaya-gaya dalarn dapat diketahui. Pengetahnan
tenlang gaya dalam lefiebut diperlukan dengan syarar
terjadinva kesetin$angan yang dituniukkan oleh gaya
dalam lerrebul dengan gaya har yang merupakan
bagian dari srukru. Potongxn imaiiner iru kernudian
nampat dalam diagram (uklur bebas (lihar subbab
Al.6l dari bagian sruklur dan dapal dihitung mcng
gunalan penamaan kesciimbangan.
Dalam inalisis susunan struktur tang besltr, me
tode porongrn imaiiner ini dnpai dikcrjrkan dalam
bbcrapr txlup. Siruklur tersebut pedama dapat dibagi
menjndi bebrrpa elemen tersendiri (balok. kolom.
dll) )"ang masing masing dapat digambar diagran
bebasnv,t. Grya gayr yang melalui elemen-elemen
tersebut dapat dihilung drn smi. MNing masing ele
mcn lenuJidn Jrh-;i lariJrnrJn |.r'{8,'n imdJiner
s.hingga g,ya gayr dalam pada maling masing pe'
nampang dapat diteniukan. Proledur inidiringkas da'
lrm Gamb,r 2.18.

20 kN
I

=---r--Y)"'

126 25 rN

"l'e

garrgirn dirn ltcgalrqirrr

,\2.I l)cnd.rhrlltl.ril
Tegangan drn regangan adalah konsep yang pcnring
dalam pcnirjauan baik kekurlrn maupur kckakuan.
KeduanJa me.upakan konsckuen\i )a|g ridak dapar

dipi$hl,rn daribekerjanrr

cualu beban

tc

ad,tp suatu
bahan (ruktur. Tegangan dapar dianggrp sebagai
sebuah cDergi yang menrhan heban: regangan adatah

1*x::r*

1l*0"*,.

ukuran dcforrnasi yang rcrjadi sebagai rkibar


tegangan.

Dalam suatu elemen struktur. iegangan .rd{lah


gaya dal.tm dibagi dengan luxs penampa s di m,rna
gaya ilu hckerja. Oleh L.trcDa itu, regangan dalah
gaya dalam per saruan 1u.r\ penarnpangr schaliknya
gaya dal,rm dapat dianggrp sebagai eiek bcrumpuk
dari legangan.
Kekuatan hahan dapar diukur dengan rcgrngan
nraklimun )ang dapat ditahannla kekuaran ini d;
\cbut jugi rcgangan runtuh (gagai). Kekuaran dari
suatu elemcn ltruktur diukur dari gaya dalam rn.tksinlum yang dapat ditahannla. Hal ini rerganruDg pada

rt

r-+-l

tr

l----..1

l )

Ga!a qeser

kekuatan dari bahan penlusunnya dan Lrkuran rerta


bertuk penampangnya. Kckuatar puncak dari elemen

dicapai kctika tingkar rcgDgan rnelebihi rcg&,sar


runtuh dari bahan.
Beberaprjenis regangan vang berbeda daprr terJadi dalam suatu elemen (rukiur. terg.tnlung pads

-1,,

I
.,|

L
1|i,n,

l,

resansan

A22

arah beban yang bekeriadalam kaitannya dcngan ukuran utamanla. Jika suatu hchan segaris dcngan sunbu

utama matu elernen.

kn beban iru mcnyebabkan

gaya datam aksiat dan mcnrebabkan rcgangar datam

aksial (Gambar A2.1). Suaru beban djkarakan

r[ex!

pun)!ijenis lcnturjika ardnya regak luru\ terhadap


snnrbu utima clemen (Ganbar A2.2): bcban lenrur
ini menghasilkrn gala dalam yarg bcrupa rnonen
l. nrr dJr p..)J !(.er \Jng me rlt rit\Jr tomD.n:r,,
tcgrnSan lentu dan tegangan geseryang bekerja pad!
su,ttu bidang penarnpang dari elemen lerlebur.
Pembahan dinrensl )ing terjadi pada ruatu spc

lincn

bahan schagai akibar dari bekcrianya beban

dilunjukkan dalam bcsarrn regangan, yxng tanpa


dinren!i. Regangan ini didefinisikan sebagai perubahan ddri suatu dimcnsi dibagi dengan nildi alalnya.
Perilaku regangan langat ielganlung pada

jenh

re-

gangan di mana regangan itu tcrj,tdi. Tegangan al(


sial akan mcnghasilkan regangrn aklial yang teirdi

dalam irah lejajar dengan arah urama dari elcmen.


Resangan .tksial ini dideiinisikrn sebagai rasio d.tri
p<rubrnin T,'niJrr lJrp ,e-iad rrrhJcap o..n.dnt

-, [

,] r\-

il
\2.3

Perhiturrg.rn li'u,a11gan Lentur

Tegangan lenlur tcri.tdi pada suatu clcn]en

clemen semula (Gambar A2.3). Regrngan geser se


perti halnya contoh sebelumnya, didefinisikan dalam
bentuk banyaknya distorsi sudut yang tcrjadi (lihal
Tegangan dan regangan adalah bcsaran peril.krr
mekanika bahan untuk responsnya tcrhadap beban.
Untul su,tlu beban teflentu. beiamya tegangan dan
regangan ilu tergantung pada ukuran clemen stnrLror
dan karena ilu keduanya merupakan prJameler )ang
paling penling dalam mcnentukan ukuran elemen.
Ukuran penampang harus sedemikian sehingga !e
gangan yaDg rimbul dari gayr-gaya dalam yang dise

jika gaya

lual rnenyebabkln momen lenlur bckcrja di penam


pangnya. Besamya tcgrngan 1entu. bcrlariasi dalan
\cdap penampang: dari tcgangan maksimum txrik dan
tckan di serat ekslrim prda sisi -vang bcrla\anan dari
penampang, ke tcgangan minimunr di rcngah (di titik
berat) di mana legangan be,Ibah dari tekan ke tarik

!Cxmb:- A'..', Te!,rfJn le,l.rr ,,r.d b:sJ ben:n:.i


di antara penamp.tng rkibat variasi momen lentur di

b.tbkan bebin lebih kecil d.ripada teglngan runtuh


arau tegang.tn leleh dari mrlerial dalam suatu batasrn
)ang cukup. Kckakuan dianggap cukupjika lenduhn
s,,anr struktur sccara keseluruhan tidak terlalu belar'

A2.2 llcthilungan I cg,rng.rtr Aksial


Tegangan aksial dalam suatu elemcn umumnyd terdistribusi merata di sepanjang penrmpang (Grmbxr
A2.5) dan dihitung dengan peHamaan berikuli

t\ --.+

f=PlA
di

1,.
tr

mana:l =

p =
A =

lcgrngan aksial
gaya aksial
luas penampang

Tegangan aksial dapat berupa tarik atau lckan Jika


ukuran penamprng tidak bervilriasi di sepanjang ele'
men. maka be$amya tegangan aksial dapat dikatrkan
sama di seluruh lok.tsi.

sumbu niral dan


penampanq meinlans aBco

-----{-i\

.l

Bcsarnya iegrngrn lenlur di suatu titik dalam


elemen terganrung pada empar faltor yaitu momen
lcnrur pada pcnampang di manlt titili itu berada. ufturan penampang, tenNk penampang dan rempat titik
ilu di dalam pcnampang. flubungan antara parameter'paramelcr tcrsebut adalah:

|
di mana

:/=

I
M

=
1 =

Ll)-/t

tegogan lemur pada suatu iarak y


dari garis nctrxl penampang (sumbu
yaDg melalui ritik bera0
momen lenrur di pnanrpang
momen inersia penrmprng terhadap
sunrbu yurg

mchlui rhikberarimo-

mcD inersia

ini

lcrgantung pada

ukuran dan bentul penampang


Hubungan di alas menycbabkan tegangan lentu.pada
level apapun pada sualu pcnampang di $uatu elemeo
dapat dihirung dari momcn lentur dalam pnanpang
tesebut. Hal ini selam dengan rumus untuk tegangan
P/A.
akiial yailu
Persamaan yang disebutkan di atas discbut dengaD rumus lcntur elanik. Pcrsamaan tersebut hanyu

/=

.i

borlaku dalam daerah elastik (lihat Subbab A2..1).


Pc6amaan

ini

menjabarkan hubungafl yarg paling

,:

,ri.

,J\ r.L

,. rti.,

sumbu rersebui- Momcn inersia dari scluruh l---

nampung dalah jumhh momen incrsi! kecilkccil d.rri bagian-bagian terlebut.


AlJsan rneng:rfa he' ran I rrng real a.ins
ini. y,rnB berkaihn dengan disrribusi luas drri

pcnting dalam teori sErktur dan digunakaD dalan

suaru peoampang tcrhadap sumbu

bcrbagai benluk. dalam perhitungan perancangan elemen struktur )ang hans nunahrD beba[jenis lenlur.
Bebcrapa hal perlu dicarat dahm kaitannya dcngan

mcnentukan kelahanan lenrur dari suitu h{lok


rdJlah karena ukumn lunrnbusi d:ri ma\.nsmasing bahan di dalam suatu penamprng m.mbuat rahanan lentur tolal tergantung pada scbcrlpa

l.

Sifat siiar dari pcnampurg b.tk)k dengan apr

(l

lerhadlp

sumbu terten(u yang melalui titik berarnya. Sumbu iri urDumnyr tcgak lunrs tcrhadap bidang di
mana beban lcnrur tersebur bcrada. Sumbu ini
adalah slro$u nctral d.lri bak)k.
/ adalah s;fat dari benuk pnan)pang. I)finisinya adalah

r=

ilu d.rri sumbu nelral (cpatnyLr


:ldJlJh kuxdrfl drn jrrJlnlc Ierhddat !Jri.

jauhnya g:rris
hLr-

hungan anlara momen lentur dan tesaogan lenrur

leeanNng pada momen incrsianya

titik berahlr.

112,1^

l-rntuk Anda yang tidak begilu memahami


matematika. Gambar A2.7 mungkin dapat menjelastan arli dari variabcl di atas sccara lebih
jelas. Momen ineriia dari suatu peoampang terhadap sumbu yrng melalui tirik bcrarnya dapal
dih;tung denga. membagi,bagi luai penampang
l.lrlJalonr bJgrJn )Jng lchih lecrl. M,,men rncrsia drri suaru bagian di rumbu titik berai adalah
lDas Jrea dikalikan dengan jarak kuadratnya dari

Kckuatan lenlur dari suatu penampang

lcr

ddrir3ri'
ranrund IJdi 'eberapojruhnlu tJri,
nelral dun I diukur berdasarkan hal ini. Gambar
rru

A2.8 menunjukkan tiga pcnampang balok yang


semuanya mempunyai lua! penampang yang
sama. (a) lebih kual hcnahan lentur dalam lrrah
sumbu X-X daripada (b). yang juga lcbih kurl
drripada (c) mcstipun total luas pcnampang dari
malins-masing gamhartersebur sama: hal ini krrena (a) mempunyai I yang paling bcsar terfiadap
sumbu X.X diikuli dengan (b), dan yang paling

kecil adalah (c).


Efisiensi suatu balok dahm menalnn beban
jenis lenlur tergantung pada hubungan anlaJa monlen incnia dari penamp,ugnya dengan luas pcnampang total dari penampang tersebur. I mcA bercrn):r r).rilu
nenlul'sn k<lLalun lenlur
yang
brnan
ada).
banyaknya

Jr

./

/,, = 14.96

i lot mm'
50mm l=r0airotmm'

di nlanai Z

|dr"

nodulus penanrp.tng yang


diperlukan untuk mcnghasil-

kan keluat.tn p"na,"p.rng


Ying cukuP
momen le.tur yrng disebabkan oleh bcbrn maksinum
tesangan iiin maksirnun

:::ru

Rumus di atas dapat digunakan untuk me|cntu


kan ukuran penampang yang diperlukan unluk

-.1

.uaru

bdrol Hrl

d I 1'

n. rh,runlJn

rri n.rrpxl-1

:hJf Fr, re

Ltural e en e ,

.
cambar 42

.\1."1 llcg.rn!r.nn

l.

Untuk memahami lcnlebab timbulnya regangan.


diprnan l)n.l;rirrrrrtrx hrrhln struktur bereaksi
jika bcban bekerja terhrdapnya. Perihku bahan
perlu

Runus untuk lcntu elanir digunakan uotuk


cnghitung tegangan lentur pada serat manapun
dari sumbu netral penamping
halok. Tegangan nnlisjmun) lerjadi pada serat
.tnn nilai rdalah yang rcrbesar,
clstrim
d.tn. untuk kcperluan mnghitung tegrngan serut
cksmm persarnaan di a1!\ biasanla ditulis dalanl

drlam jarak

tersebut scrupa dengan suatu pegas (Gambar A2.9)-

di

vl
Regaigan

. g

di mana Z =.rr,,"r,
Z discbur seb.rgai nrodulus penanpang (Serins
'modLlu'I.^r. rldn : \rd,rngJJgJ J..eour \eb-!:'r
kad.mg istilah'modulus elastis' juga digunakan
dan hal ini sangat tidak baik kar.na nenimbulkan

lerr

n ,

in J(nrJr i.rrl:rh n 'JLl, . (l1.lr''rJ'

lihat Sub Bab

liLJ p(rrmp,n; d.,r 't

nell'

Jika \u,rtu kcadaan tanpa bcban bemda dalam

,C2.:1).

rlr

lcnen

.rJat

l.'-hJddp.umh r ) rnP rn<h ur rirr\ her:'r\

keadaan diam: hcnda itu mempunyaipanjang rellentu

rldk:' l.'gx r!1n nJk.inrrn r.rrk ddn lelJn \(r_


bedn. Jil.a ha1 ini te{.tdi. dua modulus penampang

rr!.rrdkl r Jrlur nc'ldnif!rr! 'cr'ebul. 1..'ir:_


masing untuk letiaP harga L,mk..
IJ.,l,,m bc,rr,rk V

- lltt r.tt 1',

rZ. rumL l( r-

l.I elJ.,r. LrltJl Jigu ukan. Jal"m krl: ,rr.,, de_


r!Jr nrlar regJn:rn )dnc Jiiirnrdn un,uk rrel:r-

lritung momcn lentur maksimum yang dapit


ditdan oleh penampang babk- Ini disebut dcngan
'kctrlanan momcn' dari penampang telsebul.

l.

Dalam bentuk

t^

dan menemtati \ui1tu volume rcaentu. Jika luatu


bebar lekan hckerja sepe(i nampak dalam GambaJ
A1.9. mulanla tidak ada se$rttr -!ang dapat ncna_
l'ar n\a: h h:n dr .(turr-r l^Lu.iheroa rn be"Jcl"rmi'i
karena gaya leriebul dan ujung dari elenren crsebut
bergerak sali.g mendekari. tni menyebabkaD brngkitnr'a gaya dallm )ang Imrbul dalam nuterial yang
menahan beban dan berusaha mengembalikan elemcn

tcrsebut ke panjmgnr-a semula. Bcsamya gaya yang


menahan benamb,rl begitu defomasi bertambdh dan
pcrgerakan berhenrijika deformasi )ang cukup telah

lerjadi untuk mennnbulkan gaya d,thm yang cukup


unruk mendhxn g!)d Iordr ]an8 b<t(nJ. At}li r\a
tercapailrh kesetimbangan dengan elemen yang memikul bebm tersebut. telapi hanya setelah benda iru
nergalami delbrnasi dalam besaran )ang tcrtentu.

Hal lang penling di sini .idalah bah$! trhanrD


hnnyn dapal timbuliika delbmnsi bahrn ruga lerjadi:

..rr,.r

rkrL JJp:.lJrJ!:p.e(J!.r
suaN marcrial )ang b.rublh dan bergerak jika \Llrtu

nl(h t:r-enr lnr

hrt, r ., fJJ,'n\,, r., ilJ \ebr, \Jr. bek('tl


iiu b.rub.th K.pc.lulD trntuk nrenahun gemkan ter'
rebut dari gcrrkan )rDg hcrlchihar ad,rlah luatu hal
heb.in

)ang pcrlu ditnrjau )ang nrcmpengaruhi peruncangan


Hubungarr antara tegangan dar regargro adalah
\atu dari sifat'silar dasar nxterial. G:rn$arA2.10 me
nunjukkan kurva dari tegangan aksLil ya|g digambar
terhadap regangan aksial unluk baja dan beton. Dalarir
kcdur kasus terlebut. grafiknya berbentuk lurus pada
tahap r$!l pembehannn. disebut dengan daerah
'clastis . dan l,erbentuk kurla pada daerah yang lebih
tinggi. dilebut denSdn 'inelastii atau plasth karem
earis tersebu! sudah tid:rk lurus lagi. Dalan d.ierah
elaslis. tegangar berbanding lurus dengan regangan
dan perbandingan,Irmra tegangar dan regang.in. yang

diiebut dengnn gradieJr dari -!rafik. adnlah lonstan,

.(bJo r Li..(bJr
sitis dari bahan (E).
.1.,r olen

.eb-!.

Irodulu. elJ.r-

D:l,rn d:.r:\ i1(ld{,.. b.n},Il)i Jch,Ld.


)rng teriadi unluk surtr bebar lertenlLr lebih besar
drripada daerah elastis. Perbedaan ldn ili antara kedua
d.rerah rerrebur adilih bah$a jika bebar dilepas se'
rclah daerah inelaslis tercrpai. spesxnen lidak kem
bxli ke panlangnla semula: lebuah delornnsl tetap

rrau pcrrnancn rcriadi drn dikatakan berda telat


mcns.rlami lclch.

.hstis drn

(Dila

inclasLis

kasus baia, perxbairan antaru


su:uu tegargan,!ang

lrriadi pada

tcncntu )ang discbut dengan tegangan leleh). Beton


ncngalani perubahan yang lebih perlahan. Jika suatu
spesinEr) dari bahan beton atau baja diberi beban
yang nakin besar secara tak terbatas. m*a tegangan
runtuh pada akhimta dapal tercapiit besamya tegang'
aD ini unumny.tiauh lcblh besar dffi tegangan leleh.

Modulus cla(isiras adalah satu dari sifat-silit da'


sar brhan. Jikr modulus elastisiras nEmpunyai nllai
yang tinggi maka untuk menghasilkan sualu tegangan

trl.ntu
\.dikir

han)a dipcrluka delbr rasi dalrm jumlah

dan olch kffcna ilu &rpar menahan beban )ang

cukup bcsar Brhan scmacanr ini rcr.tsa kc.as jika


dilenlLrlr baja dan haru ad.thh coDtoh drri hahan
bahan lemacan nri. Jikr modulus clastisitr\ suatu
bahan cukup rendah maka brnlakn)

\, .J

Derormasr

00l
pemaien yans

,1.

iomr.t\i ymg

terladi scbelum sultu hcbrn ditrhxn rdrlah smgal


heslr Contoh drri hrhan s.maca nri adalah karel
)ang tcrasa lun.tk tikr diseruuh.
Hal lain ).rng lcbihjauh dalarnkailannya dergan
rgangan dan rcgrng.tn adalah bahwa grafik beban
dan pcrpind.than unruk sruktur secara nrenleluruh
serupa dcng.tn gr.tlik untuk tegangan dan regangrn

drri b.thrn \ang dipakal urluk membuat ltruktur


rer\cbul. Ketila legangar dalan suatu bahan di
.fi,rkr r ldng rlin\( rruroerJdddJla.r o:<tuhe.J\..
grafik bebao lendutan untuk struktur tersebut adalah
garis lurus dan pe Laku struktu iersebut dikatakrn
linr'rr. Jika bahan dalam srukur diberl legangan

drrah incl.tstis, hubungan bcban dall lendutan


,'n .r Jkr riJ \ .\.,n h. -Jt'. !dri,
lurus dan slruktur tcAcbut dikatlkrn nrcnunlukkan

dalam

Jr ,,t t...lr.rl

7
Konsep Statis Tentu

A3.1 Pendahuluan

tidak dapat diselcsaikan dengan c.ra ini karena


banyaknya reaksi yang tidrk diketlhui lebih banyak

Sudah terlihal sebelumnya bahwa keadaan kesedmbangan dari serangkaian gaya-gaya yang sebidang

daripada banyaknya persamaan yang dapat diturunkan

dupJl dinyalakan,jalam tiBd per\rmaan Lc\er,mbangan rlihrr Apendits 1,. Pcr\am!$.peAamaan ini
dapat dislcsaikan sebagai serangkaian gaya yang
simulrar dalam suaru sistem gaya di mana gaya-gay.i
terscbut tidak diketahxi seperii yang terlihat dalam
Gambar A I .9.
Suaru struktur yang d.rpar sepcnuhtry.r diselesaikan dari pcrsamaan kesedmbangan itu dengan cara
ini dikatakan .ebagai stalis tentu. struktur dalam
Cambar A3.1, yang mempunyai empat reaksi lu.[.

denSan mempe(imbangkan kesetimbangan dari


.istem gilc luar Strukrur dalafi Gambar Al.2 juga
ddak mempuryaijawaban. Hal ini discbabkar karena
F,ersamaan kesetimbangan yang

diturunkan dari gaya-

gaya dalam lebih b.myak jumlahnya daripada banyak-

nya persamaan indcpenden y,tn! dapal dituruntan


dalam peninjauan pcrsamaan 'diagram benda bebss'.
StruktuFsruktur seperti ini di}aokan sebagai sratis

Olch karena itu. srruktur dapar dibagi dalam dua


golongm. yaitu \raris renru dan naris tak lentu. Kcdua
jenis slruktur tersebu( mempunyai perilaku ynng
\angat berbeda dalam menah.n beban, dan oleh karcna itu. lcputusan yang diambil mengenai struktur
)ang digunakan dalam situasi khusus yang dihadrpi
merupalian aspek lLndng dalam perancangan struklur

Sebagian bsar gcometri str ktur dap.tl dihalilkan


dalam sahh saru bcnruk golongan tadi dan perancang
slruktur tcrsebut hrrus mengambil keputusan secam
\adar menBenai jenis struktur yang mafla yaflg paling tepat. Pilihann\a mempeDgaruhi geometri detail

A3.l R.,., ,, r., .


lil. , .. ,. r.r R.
L.r r. .,1, j .:i:. r I r. L r.tr.rr r...\j .LL h. .| tri
!r\. lLri \. i l\1,.,r rrlxl,. i (Lq\\.
!].tr.. i rr!
'r.tr
t tr,l []\o, . , lr\J trLL ni. r \.1,! .i., r{ LlrLur.nl
Garrbar

suatu srrukrur drn dapat bcrpengaruh terhadap


pcmilih.m bahan-bahm struktur.

*?!*
Gambar A3.2 \r:.1.r r

!tr.,

i.,\.,. I

lL,.r

\ f,]"

/\3.2 Karakteristik Struktur Statis


Ttntu dan St.rtis T.r k Tentu
13.2.1 Cn!a-gr\r

D.r1.rm

Dalan Cambar A3.l dituniukkan dua buah struktur


1rati. lnl l(nru. ABC dan AIX-. Kedud)a mempunyar
tumpuan yang sama. A dan C. tetapi dalam hal-hal
1..' i,j!\

\-r

S.

tl

\rir..

yang lain mcreka independen- Jika gaya horisontal P

dan 2P bekerja pada tirik kumpul B dan D, mllka


m$ing-masing struktu. lcrsebul akan menalunnya;
di dalam strukur tersebut akan timbul gaya-gaya

"L

.. .,|

Gambar 43 3

nrr

L ,.r.

\llr
,,..

.,

,l)....

(.

.,

.L

,L

dalanr. sedangkan pada tunpuan akan limbul rcaksi.


Kescluruhannya dapal dihitung dengan persanuan ke
sctimbangan dan elemen elemcn meDgalam regangan
aksial yang besarnya terganrung pada elasrisitas br
haD dan ukuran perampang cl.men. kedua ritik kunr

pul B dan l) akan mengalami perpindahan laterrl


namun lidak akan mempeng.truhi gaya,raya dalan
elemcn. Ga!a,g:r,!a dalam hanlaakan terganturg pada

bcban luar dan geomefi dari srruktur (sampai kc


pendekatan periamr)
Jika dilanbahkan clcmen kelima. r'ang ncnghu
hungkan tuik kunpul B dan D. maka sistem meniddi
sralis tak rerru. Kedua ririk knnrpul sekarang dirahan
untuk berdefleksi dalam bcsrr yarg sama untuk
nenghndapi iegala nucam bcb.in luar..Jika dua beban

bckcrjr sepe(i sebelumnya maka perpanjangan arau


| T< ,JerJn ddn i im.n . l-rrJ' JLhJr ,lx r beke|J

nla gaya lersebrt ddak rkan ianra lagi sepeni semuh.


yaitu sesaklu tilik kumpul B dan D bebas unlut
bergerak seca.a indcpenden. Hal ini berani bah$r

tilik kunpul )ang scbclumnya mernpuryal deilel\i


"-ang lebih kecil aL.tn dilarik auu didorong leblhj.ruh
dari sebelunnla. bcgitu pula sebalikn,la yang reriadi
pada titik kunpulFng lain. Pemindahar beban atan
terjadi di sep.rniang elemen BD dan ini akan m.ng
ubah poli gala d!l!m di keseluflrhar porral. Ban)rk
nya beban yrng beralih iergantung pada t.rhedaan
ant a defleksi y.rDg tedadi pada kedua ririk kumpl
lcrsehut kelika dalam bcnluk datis tenru. hal )rng
sama terjadi dalan sisrcm gaya dah r. B.tn\rknla
bcbnn ynng beralih rerscbur ditentukan olch kckakuan
d.trielenrn sehingga pcnyebarnn ga)a drhm disuatu
struktur srads lcntu tidak tergantung pada \ifat,sifat

clcmen. geonEri ponll kelelurxhan. drn besarnya


g.tla luar. Silar iilar elenren harus diikutlertakan
dalam analisis strukrur, hll iniurnumn).t benar unruk
struktur sratis tak tcoru dan merupakan srlah laiu

perbedaan pendng

mlrra \lrultLn stllrs lentu

dan srati!

K. n)"rJJ1 \Jh\d ,ii.r .r Jl e ernen h:ru. o.lnJJ ,


d.thm analisis nruklur n.i!is 1ak tentu men!ebabkan
amlisis tcrscbut menjadi l.bih rumir daripn& rnalisis
stnrkrur unluk \trtis tenlu: khusuln)a analisis sruktur statis lak lcnru mcmerlukan tnrjauan terhadap kekakuan dan mrsing nr,rsing elemen Hal iri barx dnpar dil.tkukan selelah ukuran elemen dan bahannya
dipilih dan ditingkatkan. hal irl beraai bin$.t per
hitungan pe.ancangan dari suatu struktur stitis t.rl
lentu hirus dilakukan berda\a*an cala tr nd etM.
Su.ttr raDgkaian dari ukurdn elemen haflrs dipilih seiak awal unruk nrchkutan \ua1u anal(a. BegiN Sayr
dalanr telah \.lc\ai dihitung dan ukuran yang dicoba
itu sud,rn ni.nrcnuhi. nrakapl-rhilungan regdngan yang
tcrjadi dalam clcnren lers.bur dapat juga dihiturg.
Lluran clcmcn unnnnn),-a harus diubah untuk Ine-

1\c.JJ

I"1 p"rJ J:,lJrl ):n!

rnbLrl d-n kxr<nJ ,r

ak.ln nrcnsuhah pola gaya dalan. Analisis lebih jauh


diperlukan untuk mcnghituDg gr)a dalam baru yanr
Ji.tL.i dinpin p. -Jh:r\Jr JIur.,n , lL , <n lehrh lrn ur
R.tngkaian ini harus dilanjutkan samtai ukuran ele
mcn )a.g nrcmualkan dapal diperoleh. Pengulangan
pcrhitungaD seperli ini adalah suatu hal yang rxtir
dalam perancangan yang dibanlu oleh komputer.

Sebagai perbandingan, perhltungrn nrukrur


slari! tentu lebih langsung sifatrya. Ga\a ga!.t dalam
fada elemen hanya tergantung pada galx luar dan
geometri keseluruhan dari struktLrr. Karcna itu gaya
gala dalam dapat dihitung sebclum dilakukan peng
(n e.r. Be:IJ
:,nbrlJr r lur:n eler.1cr
""1 Ir e

"'.J

gaya-gaya dalrm sud.th dik.lahui. bdhan dapar dipilih


dan ukuran clcmcn d.rpat drtentukan. Hal ini ridak
alian menpcngrruhi pola gaya dalarn dan karena ilu

perhiturgan cukup dihkukan sekalj umuk Ineryelesaikan proses pcrancangan.

r,,lrr

!l,i \-r

,l

A3.2.2 I fisi{nsi d,il.rm l'cngsun,rnn Il.rhrn


Etisiensi penggunran bahan stmktur uInumnya daprt
lcbih banyak 1er\luiud pada struklur statis tak tcnlu
karcna banyalnla h.uasan yang adr ntcmungkinkrn
dilakukannya penlaluran langsung hebrn ke pondasi
dan plnrbebanan yang lcbih Itlerata ke scluruhelemcn
yang hin. KeuntungaD d.tri statis iak lcntu dalam hrl

ini paling nudah dilih.tt dalam kdunnya dengan


,r,xl ur Jcrrdn r.rnh'I'9r , la, u D,'1.,n' h '' 'ni

kontinuilas struktur menlcbabkan nronrcn lenNr yang


l. o h ke.'l JJr p:]oJ):ngrn.,or prJ: Jrul.Lrr!.Jrr\
rcnru

il<n!:1 k.Jrrrn bebrn .,rP 1a,!

\.nrl. (

hclumnla. perhcdaar antara duajenis sxrktur tcrsebul


d.tpat dipehj{ri melalui contoh-contoh y{ng raogal

Balok di atas dua tumpu.tn sederhana (Gambar


,\3..1). ymg tunlpuann),a ridak memberikdn himbalan
terhadap putaran dari Lriung balok, dikrtegorikan
sebagai struktur statis trentu. Bcntuk pasca lcntur

smli

tur iiu. sebrgai reaksi terh.td.tp beban mcrata, adalah


kurla cckung yang ter.jrdi di selu.uh \truk{ur aliib{t
adanyr tegangan leniur. Inlensilas kclcngkungan dri

tiap pcnampang berbanding langsung be!arnla


dengan momen lenlur pada penamprng rersebut K.
lengkunga| paling bcsrr lerjadi pdda tengah betlang
dan bcrkurang menjadi nol pada tumpuan, di mrna
ujung habk tersebul miring lelapi tctap lurxs.

dffi putaran
ltatis trk tentu (Grmbrr Al.5).

Suatu balok yang ujungnya ditahan

adalah str ktur

momen pada tLnnpurn. adalih bahu'a ujung brlok

k.rikr dikcnii beba!. Bdgian tengah


benrJr! nJ,'n h r.rt. \.rr\ : )dr r me erg(r !. rJr,,t:
tetap hodlortal

hcsar kelengkungan

ini lcbih kecil

daripada kasus

rumpuan sede$ana tarenr adanya kelengkungan yang


bcrbalik arah pada tiap uiungnya. Elknya dapat di
lihr dar diagranr momcn Icnlur. yang nrenunjukk.tn
daenh dengan nn)mcn lcn r negatif erj adi pada lenglungan cembung di uiung balok. l'engunngan kece-

tungan di tengah bentang ini berk.tir.tn dengan


momen lentur posilil lang lebih kecil da;pada yang
l.rj,tdi pida balok dsng.tn tumpuan sedcrh.tna.
Tinggl toi l da.i diagram nomen lentur scbenaF
nla sama xntuk kedur kasLrs tefsebut. namun pengrruh diui ujung jetit nrcngurangi nlolnen lcnlLrr po\itil maksimum di tengrl bentang. dari irl/8 untuk
halok Nmpuan sederhrna meniadi rr12,l unlukbalok
adalah bcban tolal
dcngan ujung jepir. di mana

'

yang harxs ditahan sedangkan Z adalah panjang ben!ang. Momen leniur nraksimun keseluruhan uDtuk

bal(,k jung jepi! sebenrmy.t bernilai negatif yaitu


],1-42, yang terjadipada kcdua ujun-!nya. Pengaruh

dan penjepitan kcdua uiung balok dan pcmbualan


nads urk tenru adrlah untuk mengurangi nil.ti momen

maksimum d.rri nn)mcn lenlur yaitu dari n'78 di


rengah bentang nr.njrdi lrl-l12 di tumpuaDKarena tegangan lentur pada balok di manrpun
bcrbanding lurus dengan momen lentumya. dengan
me.gasumsikan bahwa peD.impangnya seialu konstan

iepil pada kcdu.t ujungnyr mampu nleng


hasiltan liga reaksi luar drn total cnam reaksi yang
nenrbuat solusi dari listcrD ga-va lulr ncnjadi tidlk
murgkin diperoleh dari persamaan kcscimbangan
caja. Akibrt lain dari ujung iepit dan {dan,vi reaksi
Tumpuan

UDL

1,

+4ffil:*r*"",,
G.mbar A3

\ tlt

l.

r,.,.r,.lr
l

rr'.1 r'.1

di scpanjrng bakrk, maka tegangan miksinrum padr


..uru l-ar,,l b<r r Jrc ep.r Jk. 'c iaJi fJu,' .rtur !

'

beDt{ng. dan kemudirn berkurang dcng.tn fakl(n 2/3


daripada teganga| tertinggi tflng tcrjadi tada baLok
tumpunn sederhana. yang rcri.tdiprda lengah bentang.
Karena itu balok beruiung jcpit mdmpn menahan
beban satu setengah kali lebih bcsrr daripada heban
yang dapat dirahan olch b.tlok dcngrn tumpuan sederhana.jadi karcnr iru h,tlok d.ngan runrpuanjepit satu
selengah ltli lcbih kuat daripada b.rlok dengan lum-

puan scdcrhrnr. Sebrliknla. halok berujung jepit


denga ukurrn 2/l uku.an balok befiumpuan sederhana daprt mcnrhan hehln yang sama besarrya
dengan keaman.tn }ang h.rtnpii sama. I)enran demrkian. benruk yang nalis lak tcnru dapar mernberikan
eiisiensi yrng lcbih tinggi dalam hal penggunaan
bahan slruktur. Scrupa hrlnya. dalan kebanyakar
perolehan ada tang harus diblyar. r-ang dalam kasus
id berupa kesulitan untuk menyediakan tumpunn
\dnp r r. n br r\.rn k.rrJ. Ln . t'l e hJU!p bal.l
Dalam benluk sruktur yrn! lchih .umit dengnn
elernen \:,n. .eo.l bJn)dk. k. Jnr r. 1 J"r r Jr!
jepit dapat diperoleh dengan menrburr sambungnn
kaku. StrukNr scm.rcanr ilu drpat di\ebut struktur
rneneflrs dan umu nlr stltis iak tenru. l,ada balok
yang menerus tcrhadap b.herapa tumpuan (canbar

A1.6\ ..'.'r r..nrr . Ji rnrdrr he-hJ:ai l.enl-n! r


meninbulkan bcntuk bcban defleksi daia,n suatu

kurva tunggal yang kontinu. Bcniuk ccmhung pada


tunrpuan berkairan dengar drcrah bcmomen lentur
negatif yang mengurangi bcsrmy momen lentu.
po.i.rl .1. r. nedn h. r'd P. nH. uh J. r , erlDr r! r'ri
serupa dcngan pcngruh rcaksi momen yang rerjadi

pida b.rl(,k hcrujuDg jcpir (liha! Ganrbar

A-1.5).

pe garuh yrng srma drpat dilihat pada por1al batu


(Ganlbar ,\3.7) yrng mcmpunlrai sambungan balok

s"'

fl!'-

3:3',:I

kolon ]arg kaku sehirgga men-vebabkan kolom


manpu ne .lhan ujung dan balok turggal.

\'l

\l,i',,1.,i I . r.irrrilgt(iu.ri.rir il.!, . L i

r'

Dengan pengecualian struktur r"an-{ dicor di lapangan.


sebagiar besar strukiur yang dibuai di pabrik n]em
pun-vai masalah dengan penlasangannya di lapangan
Komponen ):ug dibuat di pabrik ddak pernah d!f!I
dibuat dalan ukuran yang benaLbenar pas sehingg!
.n J: , r.'le rn.r \!r! JiF r
'n1'.,r.,h ^ekurar!'e.u3r
bolehkan dalam hal ini menjadi peftnnhang{n utanrr
dalam perancangan (rukrur. Hal ini drfrl b.Tcngr
mh terhadat kepulusan aprkah rkrn digunakan sruk
tur atau bentuk yang datis tuDtu at{u s1ltis trk tcntu.
karena toleran\i dari ltruktur slatis rentu dln kc

kuransseluaiannla jauh lcbih bcsd drripadr stiukrlr


srati! tak ientu. Sepeni hllnyr prdr nusal.th pcmilihan
bahan. pcnycbab tcladinla hal ini dapit dlreliti dari

perihku porrrl (fr.tmcwork) )ang kecll (Garnbar

\u.rn.a

JJIJm CJrrl',,r A1.q J/.,ddldh .rJri.


tentu sedangkan dalam Gambar Al.N (b).tddhh ben

Hogqig

Hoqqns

renlu \!ng cli\J rn DJf:,r ,lr:.urn'


kan bahwa rangka potal dibentuk dari elemen elc
nlen yang lunrs. bahw,r hahan st.uktur adalah hria.
dan tilik iumpul berupa sendi yang dibual dengan
baut. Elenren-elemen yang dibua! di pabrik baja dan
.e.ruJ lLbJnq bar .u lJh J ubJ.r!r Jr pahrir. le:fr

rJk nJr.

ul

lidak mungkin untuk nemotong elemer sehingg.r


mempnnytu paryang yang lepat sama alau membuat
lubang bam lang benff benar tepar posisinyr. Dengin
dcnikian selalu tcrjadi kesalah.tn kecil, $alaupun
sudah dilakukan perhatian lebih rerhadap proses fa
brikrsi di pabrik.

T.rhap awal dari pengg.tbLrngan struktur di lapangan rdalah sama trntuk bcntuk-bentuk lers.bul r,aitu
cmasang baut padr brlok di bagian stas d.tri kedua

kololn. Hasil penatun masih nerufakan surru me'


kanisme pada uhnp ini dan apapun Frhcdaan yang
ada anlara panjang clcmen -vang harus disislpkan,
\dnp x^Jr .iit:JirJ| ,l, nen d,a!ur!1. JJn fal.dnP
dari empat )ang harus diisi. dapat dihilangkan dengan
Fnggoyang grburg.tn srukur te$ebul srmpai iarak

-ri'JrJ lrt:\ l.r1'tJl .hpJr 'JrnJ Jrn8"r oJr an!


elenen. Penyisiprn dari elenen dilgonal pe ama
akan nenyelesrikan gabungan dallm sutis lentu.
( nru" r1(r....'.rkan benruk ' a r. r.k ,, ,rJ. diJSn-

nal kedua haru! dimasukkan. Jika lerjadi pcrbedaan


.tnrara pdnj angnya dln i arak antara tilik tilik kunlpul,
maka panjansnya harus secara mudah discsuailGn
dengan nenggerakkrn sebagian dari raDgka portal
gabungan tehebut karcna smrkturnya sekarang akan
menahan gaya aprpun y.tng bekerja pad{nya dalan
usaha untuft mengubah bentuknya. Karena itu gaya
r-ang cukup besar hrrns diberikan untuk mengubah
hcnruk portal tenebut sebclum elemen terakhir drpal
disisipkan. Hal iniakaD mcnimbulkan leSangr il.tlanr
cle En yang cenderung membuat ponaltersebut kem_
hali ke bentuknya scmula ketika ga)a teA.bul dlle_
paskan setelah teladinla penyisipan elemen yang lerathir. Adanya elcmcn diagonal kedua dalam rangka

portal akan nrenxhrnnya untuk tidak kembali ke


bcnluhrya semula, nrmun sebagai akibatnya sclurxh
clemen dalan potal tcrscbul akhirnya akan menrba$a
regangan permanen

*ibrl

dari kuranS sesuainyr geo-

mctri elemen. Tegang{n yang teiadi ini meruprkan


legargan tambahan rcrhadrp iegangan yang akan
tnnbul akibat rangka poflal rersebur menahan beban

[6

Kinerja strukM yang ntmpunyai elemen yang


ridak scsuri ini adalah suatu perbed.xm pcnling ant ra
srruktur shlis tenru dengan struklur statis t!l{ tentu.
StmklLn slatis tcnlu dapat dengan mudah digabung

meskipun lid.tk mnngkin untuk nrembuat komponen


stmklrr dcngan kelepatan yang mutlak karcna *an

iimbul bcrbagai perbedaan antara dkuran sebenmya


dari komponen dan ukuran )ang leharusnya. Hal ini
menlchabkan geometri struktur pada keadlaan rkhir
akan scdikil berbeda dari benNk -\ang direncanakan.
tetapi tingkal kctcparn yrng dicapai dari di pabrjk
umumnya nornal, sehirgga ada pel'bed,ian yaDg tidak
diketahui dengan mala tehnjang, meskpun perbedaan

mi cukup signifikan ditinjau dari adrnya regangan


akibat tekur0gscsuaiaD.

Untuk \truklur (atis lak tentu, perbedaan yang


kecil sekalipun dari ukuran dapa! nrcnychabkan kesu-

litan pada pemxsangan sruktur tersebui di lapangan.


Malalah ini nrcnjadi lcbih berbahaya karena dnSka!
kerrktentuannya nreniadi mcninglet. Tingkat keddaktentudn mempunr-ri dua aspck: yang perlarna terdapat
kesulitrn dalam ko.nruksi struktur yang sebenarnya
jika elemenn,,-.t tidak bcnrr benar sempurnai dan yang

kedua lerdrpat kcmungkinan tegangan yang tidak


sesuli tadi tinrbul sehingga mengurangi kaprsilas
rang marnpu dilahan oleh struktu. M.ts,tlah masalah
tersehul dirt$i dcngan nemperkecil besarnya ke

)rns rlnbul dan juga dcngan menr


berikan sarlDa trntuk pcnlcsuiiin panjang elenren
scla la konstruksi rmisalDr-a dengan mcnggunakan
kurangsesuaian

pelat). Keduanr'a menr.rlukan srandar tinggi yang


harus dicapai dalam perancanSan detail slruktu!
dal.rm pembuatan komponen dan dalam pemasangan
komponen komponen teAcbut di lapangan. Karena
itu masalnh kckurangsesuaian baik daldn perancang
an maupun dalam pelaksanaan drri \truktur lak tentu
,ebrh .r:. JJr l. "'\ r, hJ ,lanpJdl

1:.:.1 I.g.trgin ,\kibnt lkrf.rnsi

Icrnr.rl ddn

Telah terlihat pada Sub Bab A3.2.3. bahwa untuk


sruktur statis tak tentu tegangrn dapar tnnbul dalam

elemcD

jika elemen-elearen rcr\ebut tidak

pas kerika
digabungkan. Bahkan meskipun disambungkan daD
dipas secara sempuma drlam pengembangannla ke
nrudian dapat terjadi perubahan ukuran clcmcn ka
rena pengaruh pan!\ atau pen)usuran }ang dlpat nle
nyebabkan rtrnbulnlr tegangan. Tegangan scmrcanr
itu disebut dcngan @gangan suhu. legangrn nri tidak
timbul prda (rukun ltatis tenN di ).tnr pc.utahan
kecil padldnnensi akibat panas dapd ditrnna dergan
melakukan \edikit pe|,!esuaian tcrhadap benruk

struklur tanpa nrenghasilkan rcgangxn.

P.re.rlh: ,.:I '<l.pJn. ' fJr.. lrJrr. d.lL,tJr

pad.t pcrrncanSan hampir se rur \truktur ltatis tak


tentu. D.thm hrl ini, elemen-elemcn rcbebut harus
dibuat cukup kurt unluk menahan rrrnbahln r.gangan
yang dihasilkrnDya. lnilergarrung padx hcsamya !a,
riasi suhu !rng diierima oleh niukrr helefta koellsien pengcmbangan panas dari bahaD. Ini merupakan
suatu fakro. yangjelas mengurangi krpa!itas ixxkrur

ddldn ,, nJl : , oehJr ddr \.,r r ,' i', LerlurJr !.


elisiensi strktur sialis tak tenlu tcrschut.
A3.2.5 l'rnrnruh pcrbcd.r.rn l']rnurunin p.rd.l
Sepeni h.tln)r pada struktur nalis r.ntu )arg dapar
nlen,lesuJkr geometnnya untuk prrubahan kecil pa,
da ukur.tn elemen tanpa menimbulko raya dalan
dan tegangan. struktu juga dapit mcngalami pe$eddan penurunan trdr pondasxrli tcambar A3.9).
StNktur stati\ lcntu \ebena rya dapal mcncdma l]er
gerakan pondxsi r-ang cukup besar ranpr mengaLi
batkan tcgangd le radap stnrktur Bcnluk si.rris tak
tenlu di lain pihak tidak dapat mcmbu{r perubaharperubahd inilanpa timbuln)a lcgangrn dalam bahan.
karenx itu sangat penting bahu,t pc|bcdMn penurunar
pada pondrsi y.in-! cukup besar hrrus dihindukan.

Hal ini dapa! menrpengaruhi jenis struklur yrng


dipilih uDtuk suau bangunan tenentu. Scbrglicontoh.
rika \uatu gedung harxs didlrikan p.rda rcmpat dengan
keadaan tanal yang beflnasalah scpciimisalnla dapai
lertadi penurunrn alibit proscs pcDrmhrngan. maka

pilihan ltrukturnla adalah a|t:ra mcnrbu struktur


stati! tentu pada masinglnasing pondasi r-rng dafrr
geraka|. atau srruktur trk tcntu
'nengakornodasikan
dengan pondasl tlarg parcarrg )ang d.ihm. Pilihrn
ying terakhir kelih.trnrtya ftcrupakan solusi lang
lebih rnahal.

43.2.6 I'e.gnrLrh d.rri I)r,.rint Kcledentunn


icrh.rrt.rp Kebeb.rsnn I'er.rrl.ang untuk

NknllnipLrl.rsi BcntuL Struklur


Krrcna struktur ltatis tak tentu mempun)ai lcbih
hanyak batasan daripada yang dipcrluk.tnnla untuk
nie.aih stabilitas, nnka terdapat lcbih drri srrLr j,tlur

\ang dapal dilalui oleh sualu beban dari (ruktur k.


rrah ponda\i Denlan kta lain. gas unruk m.n\!luF
krn hehan dalan $xktur dad suatu Litik di rrraru
h '\-' \er er J ke ponci.j erDrer Ji Jr '..'., 5 .'hJ - .
. . ,'<, nrJkr, ". .1 rrdJ. e-. I t.JJ ,r.rk 1 ..
lertu. Pada strukNr statlr lenlu, urnumn!a han\a ad,r
sntujalur).xrg dilahioleh b.bm dahnr ltrukrur untut
Sebagai konsekuensi ad.tn\r r?drndanrl dahm
bentuk stads tak lentu. elemcn clcmcn d.rpat dibuang

tanfa nrenggsnggu struktur tersebut (clcm.n llDg


ter\is! dapat memikul beban yang lcbih tinggi). Silat

!itul stnrktur (atis tak tentu membcri pcr.tncaDg lcbih


harrak kebebasrn unluk mennnipul.r\i hcnlrk [,ddr
lahap perarcangin daripada smrktur statis tcnru. Pddr

kasu! beton benulang stalis t.rk tcntu dcngan dur


bentang dua arah. pemncang mcnrpun)ai kcbcba\an
untuk nrenrberi rcnl dalam pelat lintai tersehut. lanlai

krnlilever )ang melebihi lingkaran luar kolon. dan


menggunakan bentuk ireguler yang lidak alin
mungkn dxprl dilakukan dengan pcnggtrnr.tn rangka
baia stalis tentu. Ken\rtmn bahwr shrktur !ia!is 1ak
Ientu saling memberikan pcnrhan adalah

f.rku

yang

meningk.tlkaD kcbeb!san l,agi perancrng suatu

A3.3 I'ertimbnngan Pcr.lnc.rng.lrl


clal.rm l(.r ita nnva dcngnn Ketentuan
5 ta tis
Sebigian bcslr gcometri dapat dihasilkan dari staris
tlk lentu tergantung pada bagainlana

rentu atau sllrtis

./

t
elcnren-elemen pcnlusunnya dapat disambungk n
be^ama. Peftanyann mcngenai strullur yang man{
yang harus digunalian dalam sualu lasus lenemu adalah salah $tu perma\alahan nenda\ar pada perancnngan dan kcputusannya dipcngaruhi deh taktor-faktor
yang telah dninjau di lltls. Keurtun8an utama dari
struktur statis lak tentu :idaLth bah$, struktur rcrsebul
memberik.rn keunrungan bahan yanS lebih besar daripada versi srads renrunya. Oleh karena iru. dimungkinkar pula unhk nemperolch bentang yang lehih
panjang drn daya dukung rerhadap beban yang lehih
besar daripada struLlur nads lenru. Kekurangan

uta[),

dari struktur sitis tak tenN adrlih bahwa slruktur


ini lebih rumit unrul dironcang din lebih sulil u,lruk
dihangur daripada stuktur ltalir tenru: Faktor fuktor
ini biasanya membuat srruktur staris tali tenlu lebih
m*al meskipun cfi\iensinya lebih besar. KekuranBrn
yang lain adalah kenungkinan adunya kekuranSscsuaian dan timbulnya regogan suhu dan kepekaan
yang lebih tinggi dari struktur statis tak rcntu rer
hadap kerusakan akibat perbdl.rn penurunan pondasi.

ini harus dipertinrbangkan oleh


p.rdncJnd Jari ,u?ru nlxlrLr unrdI m.:n(n,,r{Jn Jen,,
:rukrur mJnr )dn! lebrh (,\oK unrul mx\ing-r,rJ{n8
Berba8ai laktor

Kepulusan bahan mana J ang harus dipatai

da

l.rm

suatu stuktur sering ditentukan oleh dcrajat kerertentuan dari struklur tersebul- Beton benuhng adalah
ideal untuk struktur s(aiir tak lentu karena lcbih nrudllh menja$a kr\inarnbLtnlrn daripadJ (rulrur \rrrt'
tcmu. Ke!inambungan rerscbut di$ujudkan dalam
bcnlang mencrus ]lrng dapardcngan nrudah diperoieh
txnpa adnnya pcrmasalahan kckumngsesuaian dan masalr}l rendahnya koelisien pengcmban8an pinas, yang
m.ngaliibarkan tcgangan akibat k naikan suhu yang
rangat rendah. Sebagian belar $ukrur beton bc(ulan8
umu rnya dirancang sebaSai struktur staris uk teoru.

PengguDr.tn baia untuk sx]rkiur strtis lak tentu


di pihal hin dapat nrnimbulkan Frma$lahan karena
kekurJn!\L\uuian din relatrI unggrn]J k()eli\ien nuri
panns dari bahan lcrscbul. Baja karena ;ru urnumnyn
digunakan unxrk struktur sratis tentu daripada sratis
tRntu kecuali jila ada keunrungrn k})usus dari
ketdllenrurnn\r rJng Illemane se(rrJ ,nc.i,lk diminla
dalanr kritxnn\'a dengan pengeunarn baja. Baja dan
kayu sebenlmla tdalah bahan )nng cocok untuk
stxktur rtatis lentu karena kcmudahannya dan rcr
benrukn\r riril\ kurnpul ,enJr tuJi bahan-hrhan
'nr.
Unrumnya kcadaaan di setitar suatu banBunan

rt

akan

nt

entukaD pilihan

jeni\ rtruktu dan bahan

yang digunatan. Jikfl suatu gedung berukuran kecil


ruu sedang tanpa bcnlang yang panjang maka ke
mudalan dari h.nluk statis tentu al(an lebih disukai
penggunaannya. Jila suatu struktur diharapkan mem
punyai ef it'n'i !rng ransar ringgi ,rnruk men(Jnai
bentang panjog at.tu untuk memfunyai bentuk struk
lur yang legan. nuk! penggunaan statis ti i tentu
nungkin lebih disukai, apalagi dengan bahan yang
kuat sepeni baia. Srrukrurhasil pljr ncangan iersebut

umunrnya lcbih mahal. Jika elisicnsl yang relrtif


linggi diharapkan unluk dapat nlcmikul beban yang
lebih beslr. maln nrlklur stati\ tal renru dalam beton
benul.rng mungkin adnlah pilihan yang paling haik.
Jika suatu struktur akafl ditenparkan pada suaru lokasi
di mxn0 kemungkinan besar perbcdaan penurunan
ledadi. pnggunarn bcnluk statis tenru dengao bahan

cocoli sep.rli lulu alau bajn mungkin adalah


suaru hal )ang sangal perlu dipcnimbangkan. Ke
putusrn mengenliicnis struktur yang akan digunakan
menjadi erat kril.t nya dengan kcputusan ientang
bahan srulur. drn lcduanya teBanlung pada keadaan
masing-masing gcdung yang sed ng dilirjau.

ling

Dal'tar I'ustaka l'ilih:ttr

Addis. $'..

/I.

/1rl

,f rI. S//r.roril Engineer.

Ambrcsc. J.. arildia8 S/rr.rrl?r. John

York.

$ilc!.

Aftem;s.

York. 1975.

Ncw

Coater. R. C.. Coutie. M. G. and Kong. F.

1988.

Amerl C., Akrlr../rr., Indunn a d hmotution: Th(


Eu r Wotk tJ Nitholat (;rinslnn .rntl Paftn?^.
Phaidon I-ondon. lgg5.

Baird. J. A. aDd O/.lton. E. C., Tnnb?t Designer\


M lual. 2 etlit\in, Crosb) Lockwood Staples.
London. 1984.

Mr.r.ll] Hiltor)

Balcombc. C..

of Buil.li"s. Lontlot\.

Barsford. 1985.

Bcnj.rmin. B. 5., Sttktur.s ld A/crn..r',


Vnn Nostrmd Reinhold. New York. t98.1.

Benjin \ J. R..

lntletu

SldticuLl:"

Mccraw-Hill, New York.

I'

P..

2I

cdirnrn.

inate Strctuks,

Press. Cambridge.

Bhnc. A.. McEvoy. M. and Plank. R.. Ar.ri|..|xr" drd


Constu.:ti.n in St!e/. E. & F. \. Spon. London. 1993.

\\ 'lo

t. \, atnr.' t

Bo.tga. G. and Boni.

8..

Ri.t0lo Motun.li, Tiranti,


B.ercr. D.

[.

Mcc.ru Hill, Ncw York,

nl

London. 1965.

and Ark. J. A., D?sirn

Brondbenl. G..

1989.

The ( oncrcte Archttedut"

ol Wootl St ct|res,

1980.

Tota

sa

N.\

Q)rbu\icr Le. ToLn s a N.\r Afthn?ctu)".


Archilecxnal Press. Lordon. 1927.

Cowa[ H. .J. and ['ilson, F, Sr/"!d!/al


S)rr?ur, Van Nostr.tnd Reinhold. Ne$ York.
198i.

Cutis. \\'. J. R.,

lla\t

Mol.r, At hit..luk Si Q

/900. Phaidon, London. 1982.

De Conpoli, G., Jrari.r! .y' Sttu<tural Conqxr


,.nrr John Wiley. New York. 1983.
Denyer, S..,lri.dn TratlitiontlL Architecture,
Heinemann. London. 1978.

Do\rling. P.J.. KDowlcs, P ind O\leni. G.


W.. SiudutuL Steel DcsiSn, Butlerwollh!.

,...rrr/tuction: A Stud(N Crile.

Acadc r). Londoo. 1991.

I-ondon.

Brookes. A. rnd Grech. C.. Contutlions: Stu.li.s in tJuiLl'


i,ra Arr.,,l,h. Butterwoth Heinemann, Oxibd. 1992.

Burchell..l. and Sunlcr, F. W.. D.sign dnd BuiLl


Ti, bd rrun.. Longnl^n, London. 1987.

Corbusier. Le. Fire Points


Att hite ctLae, P,!t\\, 1926

Davies. C.. //is, Te(h Archikcture, Thames


& Hudson. London. 1988.

dlnttuto fa,in-,1,\.

A,thiktntrc. Borkhauser Verlag. Brscl,

Connds. U. (Ed.). Ptostunws and Md iJ'?!'


tus on T$.nticth Cetuur\ Atchit.cture, LrJ1rd
Humphries. London. 1970.

Cox. H. L., Zr. r.tlgn,f Sttuttures oJ


lvrlsh, Pcrgamon, l-ondon, 1965.

lt" l,\-t, "/,/ /a, BrrJle. B:.h

Books, New York. 1983.

B'.',e|.

K., Sttu.tural A aNsis,3" edilbn, Van


Nostand Reinhold. vbkingham, 1988.

Cowan. H. 1.. Archite(turul Structures,


Else\'ler, New Y()rk, 1971.

1959.

Billingbn. D. P, R,,.71Mdt1la.r MIT


Br.lin!r,,1.

n D. K.. B,i/./ir8 Canstudio


/l/6rldr.zl. Van Nostrand Rlrinhold. New
Ching.

198E.

Drew. P,

l'rei Or,,

London,

11176.

Graoada Publishing.

EIIidt. C. D., Technk\ and ArchitetLurc: Th.

Development of Materials and Systems.for Buildings,


MIT Press, London, 1992.

Engel, H., Stucture Systems, Deutsche Verlags

Holgate, 4., Aesthetics of Built Form, Oxford

University Press, Oxford, 1992.


Horvath, K. A., Tlrc Selection oJ'Load-bearing
lbr Buildings, Elsevier, London, 1986.

Anstalt. Stuttgart. 1967.

Structures

Engel, H., Structural Principles, Prentice-Hall,


Englewood Cliff-s, NJ, 1984.

Howard, H. S., Srrucrure: An Architect's Approach,


McGrarv-Hill, New York, 1966.

Everett, A., Material.s, Mitchell's Building Serie,s.


Batsford, London, 1986.

Hunt. A., Tbny Hunt's Structures Notebook,


Architectural Press, Oxford, 1991 .

Fraser, D. J., Conceptual Designs and Preliminary


Analysis of Structure,s, Pitman Marshfield. MA,
t 981.

Hunt. A., Tony Hunt's Sketchbook, Architectural


Press, Oxford, 1999.

Huxtable, A. L., The Toll Building Reconsidered:

Gablik, S., Hrzs Modernism Failed?, Thames &


Hudson, London. 1984.

Books, New York. 1984.

Gablik, 5., The Re-enchantntent of Art, Thames


and Hudson, New York, 1991.

Jan van Pelt, R. and Westfall, C., Architectural Princ:iples in the Age of Historicisnr, Yale University Press,

Gheorghiu, A. and Dragomit, Y., The Geometrl' of

The Seqrch

for a Sky5srctper Sryle,

New Haven,

Pantheon

1991.

Structural Foruns, Applied Science Publishers,


London, 1978.

Jencks, C., The Ltrnguage of Post-modem Architectltre, 3'd edition. Academy, London, 1981.

Glancey, 1., Netu British Architecture, Thames &


Hudson, London, 1990.

Jencks. C.. Modern Movements in Architecture,

Gordon,

J.8.,

Structures, Pelican, London, 1978.

Gordon, J. E., The Nev, Sciencie of Stong

Joedicke, J., Shell Architecture, Karl Kramer


Verlag. Stuttgart, 1963.

Kong, F. K. and Evans, R. H., Reinforced and

Materials, Pelican, London, 1968.


Gorst, T., The Buildings Atound Us, E.
Spon. London, 1995.

& F. N.

Giissel, P. and Leuthiiuser, G., Architecture in the


Tv,entieth Century, Benedikt Taschen, Cologne,
1991.

Groak, 5., The ldea of Building, E.


London, 1992.

Penguin Books, Harmondsworth, 1985.

&

F. N. Spon.

Hammond, R., The Forth Bridge and its Builders,


Eyre & Spottiswood, London, 1964.

Hart, F., Henn, W. and Sontag, H., Multi Storey


Buildings in Steel, Crosby Lockwood Staples,
London, 1976.
Heinle, E. and Leonhardt, F., Towers: A Historical
S un' ey, Butterworth Architecture, London, I 988.
Herzog, T., Pneumatic Structures. Crosby

Lockwood Staples, London, 1976.


Holgate, A., The Art in Structural Design,
Clarendon Press. Oxford, 1986.

Prestressetl Concrete, 2"d edition, Van Nostrand

Reinhold. New York, 1981.

Lambot. I. (Ed.), Norman Foster: Foster Associates: Buildings and Projecrs, Vols 1---4, Watermark,
Hong Kong. 1989-90.

Lin, T. Y. and Stotesbury, S. D., Strucrural Concepts and Slslelr.i .for Architects and Engineers,
John Wile1. Neu York. I981.

Macdonald. A. 1.. l|'ind Loading on Buildings,


Applied Science Publishers, London, 1975.
Macdonald. A. J.. Stntctural Design for Architecture,

Architectural Press. Oxford. 1997.


Macdonald. A. J. and Boyd Whyte,I., The Forth
Bridge. Axel Menges, Stuttgart, 1997.
Macdonald. A. J., Anthony Hunt, Thomas Telford.

London. 2000.
Mainstone, R., Developtnents in Structural Form,
Allen Lane, Harmondsworth, 1975.

Mainstone, R.. 'Brunelleschi's Dome' , The Architectural Reyiex.. CLXII (.961) 156-t66, Sept. 1977.

Rice, P., An Engineer Imagines, Ellipsis, London,

Majid. K. 1.. Optimum Design of Structures,

Robbin, T., Engineering a New Architecture,Yale

Newnes-Butteruorths. London.

University Press, New Haven, 1996.

97.1.

Makouski. 2.. 5.. Steel Space Structrrres, Michael

*
.f,

Joseph. Londtrn. I96-i.

Marder. T. rEd. r. The Criric-ttl Edee: Contoversy

in Recertt .lntt,rit'an -Art-hitecrure.


Cambridge.

\t\.

Press.

r-tnd

5:r;r.;rrre. \1lT Press,

\1.\. ..r* t.

Mettem. C. J.. -S.'r,. ttrtii firuittr Design and


Technolog. Ltr!i!r'irr1. London. i 9E6.

Schodek, D. L., Structures, Prentice-Hall,


Englewood Cliffs, NJ, 1980.
Schueller, W., High-rise Building Structures, Iohn
Wiley, London, 1977.
Scully, Y., The Earth, the Temple and the Gods,
Yale University Press, New Haven, 1979.

Morgan.

Siegel, K., Structure and Form in Modern Architecture, Reinhold, New York, 1962.

t918.

Strike. J., Construction Into Design, Butterworth


Architecture. Oxford. 1991.

\\'.. I;:. E-r,,:rr:;i,.,r' stntcture, 2nn


edition (reri:ei I. G. Buckier. Longman. London.
Morgan. \\-. ani \\'illiams. D. T., Structural
Mechanit's. j'' eJirion (revised F. Durka),

*s

Salvadori, M., Why Buildings Stand Up, W. W.


Norton, London, 1980.

19S5.

Mark. R.. Li-elr;. \\'ind


Cambridge.

\llT

1994.

Longman. Ltrndrrn. 1996.

Sunley, J. and Bedding, B. (Ed.), Timber in


Constructiott, Batsford, London. 1985.

Morris. .{.. Prdttr.il Concrete in Architecture,


George GoJuin. London, 1978.

Szabo, J. and Koller, L., Structural Design of


Cable Suspended Roofs, John Wiley, London.

Nen'i. P L.. Stntcture.s, McGraw-Hill, New York.


1956.

t984.
Thornton, C., Tomasetti, R., Tuchman, J. and
L., Exposed Strttcture in Building Design,
McGraw-Hill. New York. 1993.
Joseph,

Neni.

P. L.. Aesthetics and Technology in Buildlng, Hanard University Press, Cambridge, MA,
1

956.

Neville, A. R., Properties of Concrete,3'd edition,


Longman, London, 1986.
Noever, P. (Ed.), Architecture in Transition:
Between Deconstruction and New Modernism.
Prestel-Verlag, Munich, 1991.
Orton, A., The Way We Build Now, E.
Spon, London, 1988.

&

F. N.

Otto, F., Tensile Structures, MIT Press, Cambridge,

MA,

1973.

Papadakis, 8., Engineering and Architecture,


Architectural Design Profile No. 70, Academy,

London, 1987.

Timoshenko, S. P. and Gere, J. H., Mechanics of


Materials (SI Edition), Van Nostrand Reinhold,
London, 1973.
Timoshenko, S. P. and Young, D. G., Theory of
Structures, 2nd edition, McGraw-Hill, New York,
1965.

Torroja, E., Philosophy of Structures, University of

California Press, Berkeley, 1958.


Torroja, 8., The Structures of Eduardo Torroja,
W. Dodge, New York, 1958.

F.

Venturi, R., ComplexiQ and Contrqdiction in


Architecture, Museum of Modern Art, New York,
1966.

Walker, D. (Ed.), The Great Engineers: The Art of


1937 -1981, Academy Editions,

Pawley, M' Theory and Design in the Second


Machine Age, Basil Blackwell, Oxford, 1990.

British Engineers

Piano, R., Projects and Buildings 1964-1983,


Architectural Press, London, 1984.

Watkin, D., A History of Western Architecture,


Barrie & Jenkins, London, 1986.

London. 1987.

l,

Werner Rosenthal, H., Structural Decisiorts,


Chapman and Hall, London, 1962.

Structural Engineering, Vol.

West, H. H., Analysis of Structures, John Wiley,

Windsor, A., Peter Behren.s, Architectural Press,

New York,

London. 1981.

1980.

Wilkinson, C., Supersheds.' The Architecture of


Lon g sp an I-n rg e -v o lume Bui ldin g s, B utterworth
-

Architecture, Oxford, 1991.

Williams, D. T., Morgan, W and Durka, F.,


Structural Mechanic,v, Pitman, London, 1980.
White, R. N.. Gergely, P. and Sexsmith, R. G.,

York,

John Wiley, New

1976.

Zalewski, W. and Allen, E.. Shaping Structu.res,


John Wiley, New Yort, 1998.
Zukowski. J. (Ed.), Mies Reconsid.ered: His
Curee\ Legacy, and Disciples, Art Institute of
Chicago. Chicago. 1986.

,-r

.\EC Turtrne Hall. Berlin, Jerman, 70


Architecr Ctr-Pannership, 55
Arup.0.. 96
Alderton. J.\\'.. l+
Analisis. struktural. 17. l9
Antigone, Montpellier, Prancis, 5

Aula Pameran pada CNII Paris,


Prancis, 2, 78, 80
Barlow, W.H., 80, 99
Basilika Konstantinopel. Roma,
Italia, 94, 105
Behnisch, G., vii

Ictinus, 65
Igerman, lran, 23

Ulm. Jennan. -i
Ekspansi Temral. .\-l16

Ig1oo, 1,2

Farnsworth House. Illinois. LSA. 69


Ferro cement.80
Florey building. Oxt'ord. L K. 50

Inggals Ice Hockey Stadium, Yale.

Imperial War Museum, Mancheter,

UK,

Behrens, P., 69, 70

Beton,33
Bofill, R.,

Future Systems. 73--1


Formula Lentur Elastik.

*racinp- l1-15
P..

uu. tu7

tBangunan Chrysler. New York,


USA, 96_5
Baja, 28-33
Calatrava, S., 76, I l0
Candela, F.,80, 110
Carre' d'Art, Nimes, Prancis, 4
Centre Pompidou, Paris, Prancis, -5,
6, 30, 31, 64 -7 ,74-3,77_5
Ch6teau de Chambord, Prancis, 7
Coop Himmelblau, 6, 100, 103
Corbusier, Le, vii, l, 9, 34, 70, 95,
100. 109

Cost.59-5
Crystal Palace, London, UK,7g,
89.110

.\-l l8-20

Galerie tles Muchines, Paris,


Prancis. 80
Gehry, F.. 34, l0l, 103, 109
Gerber, H., 75
Gdrberette bracket, 3O-1, 65,75-6

Deutches Museum, Berlin, Jerman,


100-1

Diagram benda bebas, 17-20, A-115


Eden Project, Cornwall, UK, 'l0011, ll1
Efi siensi, 3543, 5G42, A- t24- A- 125
Eisenman, P., 34, 50
Emo, Villa, Fanzolo, Italia, 105

Empire State Building, New york,

1OO

USA, 2. 82

INMOS Microprocessing factory,

\esport. UK. r'ii


Ir engar.

H..

87

Kansai Airport, Osaka, Jepang, 80

Kaplickir, J., 73
Kayu, 23-28
Katedral Chartres, Prancis, 22
Katedral Florence , 80, 106

Kekakuan,20
Kekuatan. l5-6
Kesetimbangan. 9, 129-32

Kubah. 80.95

Gaya:

Dalam, 16, 35
Momen dari. A- I l8
Resolusi dari. A- I l8
Vektor. A- I 17
Gaya geser 18-20
Grant, J. A.W.. 8
Grimshaw. N.. 70. 80, 1lO, 112
Grophius, W.. r'ii

Libeskind, D.. 100-1, 103, 109


Lloyds Headquarters Building,
London, UK, 34, 71,72,76-8
Lord's Cricket Ground, London,

UK,

53

Lubetkin, B., 96
Lenskins, R., 80
Meier, R., 5, 34, 50

Hadid, 2.. 109


Hancock Building, Chicago, USA,
85. 87

slB:il:*lli;:'Jf,',

Cosham.

uK.9'.7-9

Esquillan. \.. 2. 80
Exhibition and Assembly Building,

Forth Railway Bridge. UK. 6l-+


Foster Associates, 2 5. -l:. 51. rl.
96-7
Freyssinet. E. 80. 110

C[rn.ii...nr.

IBM Pilot Head Office,

USA. 95
Engel. H.. 12. 28

Happold, Buro, 83
Happold, E., 110
Highpoint, London, UK, 95-6
Hopkins House, 28, 62,89-91
Hopkins, M., 28, 53,62,

ll0

Hunt, A., viii, 3, 4, 23, 32, 51, 69,


70, 88, 91, 96-7, 110, fi2
Hanggar Pesawat Udara, Orly

Airpofi, Perancis, 80

IBM Europe .travelling exhibition


building, 88

Mendelsohn, 8., vii

Midland Hotel,,London, UK, 109


Mies van der Rohe, L., vii, 109
Millenium Dome, London, 82-3

Miller House, Connecticut, USA, 50


Modern Art Glass warehouse.
Thamesmead, UK,2, 3,72
Morandi, R., 110
Masalah'Kekurangsesuaian', 51, A125-6
Menara Einstein. Postdam, vii, viii
Modulus elastisitas, A-120
Modulus penampang, A-120
Moment resistansi, A-119
Momen kedua area. A-120*1

Momen lentur, 18-19, 38


National Botanic Garden of Wales"

uK,

110-11

Nervi, P.. 80, 110


Nixon, D., 73
Notre-Dame-du-Haut, Ronchamp,
Prarrcis, l, 34, 99, 100, 103

Saarinen, E. 2, 82. l0l


Sainsbury Centre for the visual

Arts, Norwich, UK,

Savoye, Villa, Poissy, Prancis, 96


Scon, G.G.. 109
Sears tower, Chicago, USA. 86. 87
Severud, F., 82
Sydney Opera House. Sydney,

Australia. 103
Olympic Stadium, Munich, Jerman. vii
Ordish, R., 80, 108-9
Otto, F., vii, 82
Ove Arup and Partners. 6, 53, 54, '
71,75, 77, 80, 86, 103
Palladio, A., 69, 105
Palazzelto dello Sport. Roma, Italia,

Skidmore, Owings and Merrill, 85,

86. 87
Smithfield Poultry Market, London,

uK. 80-l
Stirling, J., 50
Segitiga gaya, A-121, A-123
Stabilitas. 9- I -5
Stasiun St. Pancras, London, UK,

Patera building, 90-3

Struktur Diskontinu. 44-5, 50, A122-8


Struktur liar sktb, 33, 51
Sruknrr /orm actire, 34, 36-38, 44,

A., 69

Piano, R., -5, 6, 75, 80, 88

Prix, W., 100


Pasangan

bata,2l-3

Patung Liberty, New York, USA, viii


Penampang diperbaiki, 38-43
Penurunan yang tidak sama, A-127-1

Potongan imajiner, l'1 , 19, A-1154


Polygon gaya, A-122 - 4
Reliance Controls building, Swindon.

uK, 69, 70
Renault Headquarters building,
Swindon. UK, 32. 65, 71

Rice. P., 76, 110


Rogers, R., viii, 5, 6,74,'75,16,
83.110
Regangan, A-120-1

15,

4-5-8

1S <1_<

<?

Struktur Kontinu, 44-8. 50

York. USA. 103


Terminal Kereta Api
Waterloo, London,

81-2. 1 I l
Tay Railway Bridge,
Team 4. 71

ll0

Prancis, 95

Utzon, J., 103


Ukuran Elemen, 19

Valnrarana,

69.

P alazz<t,

106

Victoria and Albert


London, UK, 100,

5l A

Mtra Design Museum,

t1:-l

Struktur monocoque.40
Struktur post-and-beanr, 4.1,

Srvitzerland, 34,
,1,5-5

l,

Vitruvius, vi

64

Williams, O., 110

Struktur rangka skeleton, 48--51


Struktur semi-.form-active, 37, 43,

Willis, Faber and


Ipswich, UK,

47,51-2,58
Struktur
Struktur
Struktur
Struktur

semi-ntonocoque, 41-2,
segitiga, 40, -57

tak tentu, 49, A-122-8

3,

65, 97-8, 100


Wooton, H., vi
World Trade Centre,

tegangan kulit, 40-2, 73


Struktur Tentu, A- I 22-8

usA, 84, 86
Wren, C., 106-7

Tegangan:

Yamasaki, M., 84. 86


YRM Anthony Hunt

Aksial. 35-6, A-118

Yurt, 6l

K
\\ \\

llt

Unit6 d'Habitation.

Struktur dinding penahan beban,

Perret,

79,110,

Terrninal Iapangan

Tepee, 1, 2

Pantheon, Roma, Italia, 92, 105


Parthenon, Athena, Yunani, 64 ,67-8
Paxton, J., 89

Teknologi Tinggi, vii,

Torroja, E., 80,

t06-7

80

Lentur, 3-5-6, A-l


Tegangan hasil. A- I 2 I
Tegangan Suhu, A-l
Tegangan serat ekstrim
Teknologi pemindahan