Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN REFLEKSI KASUS

Nama

: Ganang Azhar Guntara

NIM

: 20100310050

Tempat Komuda

: RSUD Muntilan

1. Pengalaman
Seorang pasien laki laki berumur 83 tahun di rawat di rumah sakit , beliau datang
dengan keluhan nyeri dada, nyeri kepala ,sesak napas yang semakin lama semakin
berat dan batuk . Pasien mendapt terapi oral yaitu salbutamol dan furosemid

2. Masalah yang dikaji


Apa mekanisme obat salbutamol dan furosemid?

3. Analisis kritis
Salbutamol merupakan sympathomimetic amine termasuk golongan betaadrenergic agonist yang memiliki efek secara khusus terhadap reseptor beta(2)adrenergic yang terdapat didalam adenyl cyclase. Adenyl cyclase merupakan katalis
dalam proses perubahan adenosine triphosphate (ATP) menjadi cyclic-3', 5'-adenosine
monophosphate (cyclic AMP). Mekanisme ini meningkatkan jumlah cyclic AMP yang
berdampak pada relaksasi otot polos bronkial serta menghambat pelepasan mediator
penyebab reaksi hipersensitivitas dari mast cells. Obat ini di gunakan untuk mengatasi
sesak pada penyakit pasien.
Furosemid termasuk dalam golongan obat diuretik . Diuretik digunakan pada
udem pulmonal dan udem perifer akibat masuknya natrium dan ekskresi klorida
dengan cara menghambat reabsorbsi natrium ditubula renal. Diuretik menghilangkan
retensi natrium pada CHF dengan menghambat reabsorbsi natrium atau klorida pada
sisi spesifik ditubulus ginjal. Bumetamid, furosemid,dan torsemid bekerja pada
tubulus distal ginjal. Diuretik harus dikombinasikan dengan diet rendah garam
(kurang dari 3 gr/hari). Pasien tidak berespon terhadap diuretik dosis tinggi karena
diet natrium yang tinggi, atau minum obat yang dapat menghambat efek diuretik
antara lain NSAID atau penghambat siklooksigenase-2 atau menurunya fungsi ginjal
atau perfusi.

4. Dokumentasi

Bpk

: Karto Utomo

Umur

: 83 tahun

Jenis kelamin : Laki laki


Keluhan

: sesak napas , batuk , demam

nyeri kepala (+)


nyeri dada (-)
hipertensi grade 2 (+)
Riwayat penyakit jantung (-)

Paru : vesikular , ronkhi basah basal (rbb), wheezing

Pemeriksaan Abdomen :
>> bising usus/ peristaltik
Supel
Pemeriksaan jantung :
>> suara jantung reguler
Pemeriksaan Fisik :
Pemeriksaan fisik
Nadi : 153x/menit
Tekana darah : 180/110 mmHg
Suhu : 38,5 celcius
R : 44x/menit
SPO2 : 90%
Wheezing (+)
Pemeriksaan Kepala
Tingkat kesadaran : kompos medis
Konjungtiva anemis -/Skera ikterik-/Reflek cahaya +/+
Reflek kornea +/+
Pupil : isokor
Treatment :
Obat oral

Salbutamol 2x2 mg
furosemidl 1-0-0
KCL 1x1
Zypras 0,5 (malam)
metil Prednison 2x1

cefixum 2x1

Injeksi D5% mikro


Nebulizer KP
Oksigen 3-4L

5. Referensi :
Hoan Tjay T, Rahardja K. Obat-obat penting: khasiat. Jakarta: PT Elex Media
Komputindo; 2002
Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia Farmakologi dan terapi 5ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2008

Dosen Pembimbing Refleksi

dr. Risal Andy K )