Anda di halaman 1dari 18

ANATOMI KLINIK

COR DAN PEMBULUH DARAH BESAR

TUJUAN:
Setelah mengikuti kuliah ini diharapkan mahasiswa dapat:
1. Memahami struktur anatomi jantung dan pembuluh darah besar
2. Memahami vaskularisasi dan inervasi otot jantung
3. Memahami penyusun sistema conductoria
4. Memahami perbedaan struktur jantung dewasa dan jantung janin
5. Memahami dasar anatomi nyeri alih pada kematian otot jantung
6. Memahami masalah-masalah klinik jantung dan pembuluh darah besar

ILUSTRASI KASUS:
1. Seorang pria berusia 55 tahun mengemukakan bahwa dia mengalami rasa nyeri
yang menjalar pada permukaan dalam lengan kirinya waktu dia berjalan naik
tangga atau bila dia latihan fisik. Terangkan secara anatomi kasus ini!
2. Seorang calon mahasiswa baru, 18 tahun, menjalani pemeriksaan kesehatan.
Dokter yang memeriksanya mendengar suara bising diastolik yang terdengar
paling jelas di daerah apex jantung. Apa kemungkinan diagnosisnya?
Terangkan!

Kasus-kasus di atas merupakan contoh-contoh kasus kelainan jantung yang sering


terjadi. Untuk bisa menjelaskan kasus tersebut, sebelumnya harus memahami anatomi
jantung khususnya tentang lapisan dinding jantung, katub-katub jantung, aliran darah
dalam jantung, vaskularisasi otot jantung, inervasi otot jantung dan sistema conductoria.

COR

Jantung merupakan organ muscular berongga, terletak dalam pericardium di


mediastinum, di antara pulmones, di atas diafragma. Ukuran jantung pada individu
normal adalah sebesar kepalan tinju. Jantung mempunyai bentuk konus, dengan basis di
dorsokranial kanan dan apex di ventrokaudal kiri. Pada basis cordis terdapat pembuluh

darah besar yaitu vena cava superior dan 2 arteri besar (aorta di kanan dan truncus
pulmonalis di kiri).
Jantung memiliki 4 rongga, yaitu :

atrium dextra dan atrium sinistra, keduanya dipisahkan oleh septum


interatriale

ventriculus dextra dan ventriculus sinistra, keduanya dipisahkan oleh


septum interventriculare. Septum interventriculare ada 2 bagian yaitu pars
membranacea septi (tipis, di kranial) dan pars muscularis septi (tebal,
tersusun dari otot, di kaudal)

Facies externa jantung sesuai dengan bangunan yang dihadapi, dibagi 3


permukaan:

Facies sternocostalis: terutama dibentuk oleh atrium dextrum dan ventricel


dexter, keduanya dipisahkan oleh sulcus atrioventriculare. Pinggir kanan
dibentuk oleh atrium dan kiri oleh ventricel kiri.

Facies diaphragmatica: terutama dibentuk oleh ventricel kanan dan kiri,


keduanya dipisahkan oleh sulcus interventricularis posterior

Fig.1

Facies pulmonalis

Fig.2

Fig. 1 Site of the heart in the thoracic cavity, Situs cordis; the thymus has been removed; the
manubrium sterni has been retracted superiorly; the pericardium has been partially removed and
the hilum of the lung has been dissected to show the mediastinal lymph nodes; ventral view.
Fig. 2 Heart, Cor; the pericardium has been exposed and most of its parietal layer has been
removed; the major branches of the coronary arteries have been dissected; ventral view.

Bangunan yang tampak dari ventral (facies sternocostalis)


-

Aorta ascendens, melanjutkan diri menjadi arcus aorta.

Truncus pulmonalis, bercabang dua yaitu a. pulmonalis dextra dan a.


pulmonalis sinistra. Antara arcus aorta dan truncus pulmonalis
dihubungkan oleh ligamentum arteriosum Botalli.

V. cava superior, terletak di dorsolateral kanan aorta.

Atrium dextra dan atrium sinistra.

Auricula dextra dan auricula sinistra.

Ventriculus dexter dan ventriculus sinister.

Sulcus interventricularis anterior, memisahkan ventriculus dexter dan


sinister.

Incisura apixis cordis, takikan diapex cordis yang dibentuk oleh sulcus
interventricularis anterior.

Sulcus coronarius, terdapat diantara atrium dan ventriculus.

Apex cordis. Pukulan pada dinding dada dari denyutan apex cordis
disebut ictus cordis.

Bangunan yang tampak dari dorsal (facies diafragmatica dan facies pulmonalis)
-

Atrium dextra dan atrium sinistra

Vv. Pulmonales (4)

A. pulmonalis dextra dan a. pulmonalis sinistra

V. cava inferior

Ventriculus dextra dan ventriculus sinistra, dipisahkan oleh sulcus


interventricularis posterior.

ATRIUM DEXTRUM :
Terdiri dari 2 bagian, yaitu: auricula (bangunan seperti telinga) dan atrium propium
(dinding licin)
Bangunan-bangunan yang bermuara ke atrium dextrum :
-

V. cava superior, melalui ostium venae cavae superiores.

V. cava inferior, melalui ostium venae cavae inferiores. Di bagian ventralnya


terdapat valvula venae cava inferiores

Sinus coronarius, yaitu tempat berkumpulnya darah vena dari jantung untuk
bermuara ke atrium dextrum melalui ostium sinus coronarii di dinding medial.
Padanya terdapat valvula sinus coronarii.

Vv. cordis minimae, datang dari dinding jantung masuk ke atrium dextrum melalui
foramina venarum minimarum di septum interatriorum.

Bangunan bangunan lain :


-

Septum interatriorum, padanya terdapat fossa ovalis dengan tepi meninggi disebut
limbus fossa ovalis. Pada jantung janin, cekungan ini berupa lubang disebut
foramen ovale dan dari sisi kiri terbentuk valvula foramini ovalis. Setelah lahir
katub ini menutup kubang sehingga dari atrium dextra tampak sebagai cekungan.
Pada beberapa kasus terbentuknya katub tidak sempurna sehingga penutupan
foramen ovale juga tidak sempurna .Kelainan ini disebut foramen ovale persisten.

Mm. Pectinati, terdapat di bagian dalam auricula sehingga permukaan dalamnya


tidak rata

Fig. 3 Right atrium, Atrium dextrum; right ventricle, Ventriculus dexter; the ventricle has been exposed by a
longitudinal section; the right atrioventricular valve is shown open; ventral view.

VENTRICULUS DEXTRUM
Dihubungan dengan atrium dextrum melalui ostium atrioventriculare dextrum,
yang dibatasi anulus fibrosus, sehingga tetap terbuka dan ditutupi valva tricuspidalis
(valva atrioventriculare dextra) yang terdiri dari 3 cuspis yaitu cuspis anterior, cuspis
posterior dan cuspis septalis. Masing-masing ujung bebas cuspis terdapat chorda
tendinea yang akan menghubungkan cuspis dengan m. papillaris.
Facies interna ventriculus dextrum:
-

Ostium trunci pulmonalis, terdapat di sebelah kranial dan merupakan pangkal


truncus pulmonalis.

Valva trunci pulmonalis, yaitu katub yang menutupi ostium trunci pulmonalis dan
terdiri dari 3 valvula semilunaris (anterior, dextra dan sinistra). Pada tepi bebasnya
di tengah-tengah menebal disebut nodulus valvula semilunaris sedangkan di tepinya
menipis disebut lunula valvula semilunaris.

Trabecula carneae

Mm. Papillares. Pada m. papillaris anterior berpangkal chorda dari cuspis anterior
dan posterior sedangkan pada m. papillaris posterior berpangkal chorda dari cuspis
paterior dan septalis.

Septum interventriculare

Fig. 4 Right ventricle, Ventriculus dexter; view of the papillary muscles and the tendinous cords after
removing parts of the right myocardium; dorsal view. Diagram to aid orientation, right.

ATRIUM SINISTRA
Facies interna atrium sinistrum
Bangunan yang bermuara ke atrium sinistrum adalah:
-

Vv. Pulmonales dextra (2)

Vv. Pulmonales sinistra (2)

Bangunan lain :
-

Mm .pectinati di dinding dalam auricula.

VENTRICULUS SINISTRA
Dihubungkan dengan atrium sinistrum melalui ostium atrioventriculare
sinistrum, yang dibatasi anulus fibrosus, sehingga tetap terbuka dan ditutupi valva
bicuspidalis (valva atrioventriculare sinistra) yang terdiri dari 2 cuspis yaitu cuspis
anterior dan cuspis posterior. Masing-masing ujung bebas cuspis terdapat chorda
tendinea yang akan menghubungkan cuspis dengan m. papillaris.
Facies interna ventriculus sinistra
-

Ostium aortae, terdapat di sebelah kranial dan merupakan pangkal aorta. Ruangan
di proksimal pangkal aorta disebut vestibulum aorticum

Valva aortae, yaitu katub yang menutupi ostium aortae dan terdiri dari 3 valvula
semilunaris (posterior, dextra dan sinistra). Pada tepi bebasnya di tengah-tengah
menebal disebut nodulus valvula semilunaris sedangkan di tepinya menipis disebut
lunula valvula semilunaris. Antara dinding aorta dan valvula semilunaris terdapat
kantong yang disebut sinus aorticus. Ada 3 sinus aorticus: sinus aorticus sinistra,
dextra dan posterior. Pada sinus aorticus dextra dan sinistra berpangkal a. coronaria
cordis

Trabecula carneae

Mm. papillares. Pada m. papillaris anterior berpangkal chorda dari cuspis anterior
sedangkan pada m. papillaris posterior berpangkal chorda dari cuspis anterior dan
cuspis posterior.

Fig. 5 Right and left ventricle, Ventriculus dexter et sinister; the ventricles have been exposed by a
longitudinal section in the long axis of the heart; sinistroventral view. Note the different thickness of the
right and left myocardium.

SCELETON CORDIS:
Jaringan ikat tempat melekatnya otot jantung
Terdapat di antara atrium dan ventriculus
terdiri dari (lihat gambar!)

anulus fibrosus dextrum

anulus fibrosus sinistrum

trigonum fibrosum dextrum (antara anulus fibrosus dextrum, sinistrum dan


valva aortae)

trigonum fibrosum sinistrum (antara anulus fibrosus sinister dan valva Aortae)

tendo infundibuli (septum membranaceum antara anulus fibrosus dextrum dan


pangkal valva . Aortae)

Fig.6 Sceleton cordis

Lapisan dinding jantung


Dinding jantung tersusun dari 3 lapisan, dari dalam ke luar adalah:
Endocardium, terdiri dari sel-sel endotelial
Myocardium, melekat pada sceleton cordis. Arah serabut pada atrium dan ventricel
berbeda.
- Atrium :
Terdiri dari 2 lapisan. Lapisan luar arah serabut ototnya transversal sedangkan
lapisan dalamnya berbentuk sirkuler dan jerat. Akibatnya bila atrium kontraksi
akan terjadi pengecilan atrium
- Ventricel
Terdiri dari 2 lapisan otot. Lapisan luar berbentuk spiral yang menuju ke apex
cordis kemudian masuk kedalam dan berlanjut menjadi mm. Papillares. Lapisan
dalam tersusun atas serabut otot seperti huruf S. Bila kontraksi ventricel akan
mengecil, memanjang dan memutar. Apex cordis memutar ke ventrocaudal kiri

dan akan memukul dinding dada. Pukulan apex cordis didinding dada ini disebut
ictus cordis yang bisa dilihat atau diraba dari luar pada perpotongan linea
medioclavicularis kiri dan spatium intercosta 5 kiri. Pergeseran letak ictus cordis
merupakan salah satu tanda adanya pembesaran jantung (cardiomegali)
Pericardium. Merupakan kantong pembungkus cor sehingga gerakan cor bebas
dan terfiksir

Terdiri dari 2 lapisan : lapisan dalam/lamina serosa (tersusun dari epicardium


yang melekat di myocardium) dan lapisan luar/lamina fibrosa (pelipatan ke luar
dari epicardium). Di antara epicardium dan myocardium terdapat pembuluh
darah dan lemak

Pericardium serosum dibagi 2: pericardium parietalis dan pericardium visceralis,


di antaranya terdapat ruang yang disebut cavum pericardii yang berisi sedikit
cairan sebagai pelumas (cairan pericardium)

cavum pericardii antara aorta danVena Cava superior disebut: sinus transversus
pericardii

cavum pericardii antara vv. Pulmonalis dextra dan sinistra disebut : sinus
obliquus pericardii

Fig.7

Fig.8

Fig. 7 Musculature of the heart, Myocardium; a part of the superficial layer in the right ventricle has been
removed to show the deep muscular layer; ventral view.
Fig. 8 Pericardium, Pericardium; the anterior parts of the pericardium and the heart with the major vessels
have been removed; ventral view.

Vascularisasi Jantung
Jantung mendapat darah dari :

- a. coronaria cordis dextra, arteri ini keluar dari sinus aortae dextra berjalan di sulcus
coronarius ke kanan dorsal kemudian di sulcus interventricularis posterior

dan

berakhir sebagai r. interventricularis posterior.


- a. coronaria cordis sinistra, arteri ini keluar dari sinus aortae sinistra berjalan di
sulcus coronarius ke kiri dorsal, disini mempercabangkan r. circumflexus, kemudian
berjalan di sulcus interventricularis anterior dan berakhir sebagai r. interventricularis
anterior.
Cabang-cabang aa. Coronaria merupakan cabang terminal (end arteri), sehingga bila
arteri tersebut mengecil atau tersumbat daerah otot jantung yang disuplainya tidak
mendapat darah dari arteri yang lain sehingga timbul infark myocardium.

Fig.9

Fig.10

Fig. 9 Coronary arteries, Aa. coronariae; the posterior wall of the ventricles is mainly supplied by
branches of the right coronary artery (right dominance); ventral view. Compare with Fig. 837 c.
Fig. 10 Cardiac veins, Vv. cordis; diagram showing the branches draining into the greater cardiac
veins (according to V. LDINGHAUSEN); sinistroinferior view. The size and the course of the
cardiac veins vary considerably.

Systema vena
Vena-vena dari jantung akan bermuara ke atrium dextrum secara langsung (yaitu vv.
Cordis minimae) atau melalui sinus coronarii. Vena-vena yang bermuara di sinus
coronarii adalah :
-

V. cordis magna, terdapat di sulcus interventricularis anterior berjalan bersama


dengan r. interventricularis anterior a. coronaria cordis sinistra.

V. cordis parva, berada di sulcus coronarius.

V. cordis media, berada di sulcus interventricularis posterior berjalan bersama


dengan r. interventricularis posterior a. coronaria cordis dextra , bermuara di v.
cordis parva.

V. posterior ventriculi sinistri, datang dari dinding dorsal ventriculus sinister.

V. obliqua atrii sinistri, datang dari dinding atrium sinistrum.

Systema conductorium
Yaitu suatu sistem yang terlibat dalam penjalaran impuls listrik di otot jantung, di mana
impulsnya berkala dan spontan. Terdiri atas:
-

nodus sinoauricularis (NSA): merupakan pace maker, terletak di atas sulcus


terminalis di kanan muara v. cava superior.

nodus atrioventricularis (NAV): terletak pada bagian bawah septum interatriale

fasciculus atrioventricularis (FAV): berjalan turun di belakang cuspis septalis valva


tricuspidalis untuk mencapai pinggir inferior pars membranacea septum
interventriculare

serabut purkinje/moderator band

Arah perjalanan impuls : impuls di nodus SA menyebabkan

kontraksi atrium. Impuls

ini dibawa oleh otot atria ke nodus AV, dan diteruskan melalui fasciculus AV ke mm.
papilare dan myocardium ventriculi sehingga mm. papilare dan myocardium ventriculi
berkontraksi. Kontraksi jantung disebut sistole dan relaksasi disebut diastole.
Aktivitas sistem conductorium dapat dipengaruhi oleh saraf otonom:
- simpatis: mempercepat irama dan meningkatkan kecepatan penghantaran impuls
- parasimpatis: sebaliknya

Fig.11

Fig.12

Fig. 11 Right atrium, Atrium dextrum; right ventricle, Ventriculus dexter, with the conducting system; the
atrium, the ventricle and the arterial openings have been exposed; the conducting system has been coloured
yellow; ventral view.
Fig. 12 Left ventricle, Ventriculus sinister; the ventricle has been exposed by a longitudinal section; the left
bundle of the conducting system has been coloured yellow; sinistroventral view.

10

Inervasi Jantung:
Jantung diinervasi oleh anyaman saraf di dekat jantung yaitu plexus cardiacus yang
mengandung komponen:
-

simpatis: dari truncus sympaticus melalui semua cabang cardial kecuali cabang
superior kiri dan dari cabang cardiac dari 2-4 ganglia thoracicus kedua trunci
sympatici.

Parasimpatis: dari N.X melalui semua cabang cardiacnya kecuali cabang inferior
kiri, cabang cardial thoraxic dari N.X. kanan dan cabang cardial dari n. recurent
laryngeus.

Plexus cardiacus mempunyai 5 bagian: bagian superficial, bagian profundal, plexus


coronarius kanan, plexus coronarius kiri dan plexus atrialis
Kerja di jantung:
Simpatis: meningkatkan heart rate (HR), meningkatkan kontraktilitas myocardium,
dilatasi a.coronaria
Parasimpatis :menurunkan HR, menurunkan kontraktilitas myocardium, kontriksi a.
coronaria

Proyeksi Eksterna (penting dalam pemeriksan fisik jantung)


a. Batas-batas jantung :
- Batas kanan atas: tepi kranial costa 3 kanan, + 2 cm linea sternalis.
- Batas kanan bawah: tepi kaudal costa 5 kanan.
- Batas kiri atas: spatium intercostale (SIC) II kiri, + 3 cm linea sternalis.
- Batas kiri bawah: SIC V kiri agal lateral dari linea para sternalis.
- Batas kaudal: SIC V.

b. Letak katup-katup jantung :


- Valvula tricuspidalis: setinggi SIC V kanan linea mediana.
- Valvula bicuspidalis: setinggi SIC III kiri linea mediana.
- Valvula semilunaris aortae: setinggi perlekatan costa 3 pada sternum kanan linea
mediana.

11

- Valvula semilunaris a. pulmonalis: setinggi perlekatan costa 3 pada sternum kiri


linea mediana.

c. Tempat mendengar bunyi jantung:


- Bunyi valvula tricuspidalis: di SIC V kanan sebelah lateral linea sternalis
- Bunyi valvula bicuspidalis: di ictus cordis, pada SIC V kiri.
- Bunyi valvula semilunaris aortae: di SIC II kanan lateral linea sternalis.
- Bunyi valvula semilunaris a. pulmonalis: di SIC II kiri lateral linea sternalis.

Fig. 13

Fig. 14

Fig.13 Fig. Projection of the silhouette of the heart and the cardiac valves onto the anterior thoracic wall.
Fig. 14 Thorax, Compages thoracis, and thoracic viscera; pa-radiograph of a 27 year -old male; sagittal
exposure; the central beam has been focused on the middle of the sternum. It is possible to assess the size
and position of the heart, the lungs, the osseous parts of the thorax, the vertebral column and the ribs.

12

Fig. 15 a Position of the heart in expiration; ventral view. b Position of the heart in inspiration; ventral view.
The heart has a steeper position, the apex moves medially and inferiorly.

PEMBULUH DARAH BESAR


-

Aorta.
Ada 3 bagian yaitu aorta ascendens, arcus aortae dan aorta descendens. Aorta
descendens akan terus ke kaudal mejadi aorta thoracalis dan setelah menembus
diaphragma menjadi aorta abdominalis.
Cabang arcus aortae:
-

a. anonyma (di kanan), selanjutnya akan bercabang menjadi a. carotis


communis dextra dan a. subclavia dextra

a. carotis comunis sinistra (tengah)

a. subclavia sinistra (kiri)

Truncus pulmonalis. Bercabang mnejadi a. pulmonalis sinistra dan a.


pulmonalis dextra. Antara a.pulmonalis sinistra dan arcus aortae
dihubungkan oleh ligamentum arteriosum yang merupakan sisa ductus
arteriosus Botalli. Ductus arteriosus Botalli hanya ada pada jantung
janin. Kelainan di mana ductus arteriosus masih menetap disebut ductus
arteriosus persisten

- V. cava superior.
Darah vena dari membrum superior dibawa oleh v. subclavia, darah vena dari
kepala dan leher dibawa oleh v. jugularis interna. Selanjutnya kedua vena ini
masuk ke v. anonyma dan akan bermuara di v. cava superior

13

Fig. 16 Heart, Cor; aortic arch, Arcus aortae, with its main arterial branches; ventral view.

SIRKULASI JANIN
Darah janin yang telah mengambil oksigen di plasenta mengalir melalui vena
umbilicalis yang berjalan di bawah hepar; sebagian kecil darah mengalir melalui hepar,
tetapi sebagian besar memintasi alat tersebut dan mengalir melalui suatu hubungan
pendek primer, ductus venosus (ductus Arantius) ke dalam vena cava inferior. Di sini
darah vena umbilicalis bercampur dengan darah yang sangat terdeoksigenasi dari v.
cava inferior.
Darah di atrium kanan diarahkan oleh katup v. cava menuju septum interatriale
dan mengalir melalui suatu hubungan pendek kedua, yaitu foramen ovale yang terbuka
ke arah atrium sinistrum. Dari sini, darah dapat melalui ventricel kiri dan aorta ke dalam
tubuh janin, atau melalui kedua arteri umbilicalis kembali ke dalam plasenta.
Darah terdeoksigenasi (darah venosa) yang kembali dari kepala dan lengan
melalui vena cava superior ke atriuk kanan melintasi aliran darah yang datang dari vena
cava inferior untuk mencapai ventricel kanan. Dari sini, darah mengalir melalui truncus
pulmonalis serta mengalir melalui hubungan pendek ketiga, yaitu ductus arteriosus
(Botallo) ke dalam aorta dan dengan demikian tiba di sirkulasi arterial perifer. Sangat
sedikit darah yang mengalir melalui paru-paru.

14

Fig. 17 Sirkulasi darah janin

Peralihan sirkulasi setelah kelahiran.


Perubahan sirkulasi janin terjadi sesudah kelahiran. Tekanan darah di aorta naik dengan
menutupnya vasa umbilicalis yang terjadi akibat kontraksi dinding pembuluh dan ligasi
chorda umbilicalis (tali pusat).
Tekanan parsial CO2 di dalam darah bayi naik dan merangsang pusat pernafasan
di otak. Dengan mulainya pernafasan paru-paru (tangisan pertama), paru-paru
mengembang dan resistensi di sirkulasi paru-paru menurun. Perbedaan takanan ini
menyebabkan berbaliknya aliran di ductus arteriosus dan sirkulasi pulmonal terisi
dengan darah. Aliran darah yang kembali dari paru-paru meningkatkan tekanan di
ventricel kiri dan mengakibatkan penutupan mekanis foramen ovale. Ductus arteriosus
dan venosus menutup, hal ini karena kontraksi otot dalam dinding saluran tersebut.
Vena umbilicalis menjadi ligamentum teres hepatis, ductus venosus menjadi
ligamentum venosum hepar, ductus arteriosus menjadi ligamentum arteriosum, arteri
umbilicalis berobliterasi menjadi ligamentum umbilicale mediale.

15

Fig. 18 Skema sirkulasi darah sistemik dan pulmonal pada orang dewasa (setelah lahir)

Fig 19. Skema aliran darah dalam jantung

MASALAH KLINIK
Pericardium
Pada peradangan pericardium serosum, yang disebut pericarditis, dengan akibat:
- penimbunan cairan pericardium, yang dapat menekan atrium dan mengganggu
pengisian jantung: tamponade jantung

16

- pericardium menjadi kasar karena adanya eksudat, menimbulkan gesekan


pericardium: pericardial friction rub
Cairan pericardium dapat diaspirasi, yang disebut paracentesis. Caranya, jarum
dimasukkan dari sebelah kiri processus xyphoideus dengan arah craniodorsal dengan
sudut 45 derajad.

Jantung
-

Defek septum atrium: foramen ovale tidak menutup setelah kelahiran, yang disebut
foramen ovale persisten

Defek septum ventricel: pars membranosa tidak bersatu dengan pars musculare

Iskemia myocardium: akibat pasokan darah yang tidak adekuat ke myocardium.


Pasien mengeluh nyeri hebat sekitar pertengahan sternum, sering menyebar ke
lengan, pangkal leher dan rahang. Rasa nyeri diduga disebabkan oleh penimbunan
metabolit dan defisiensi oksigen yang merangsang ujung saraf sensoris pada
myocardium. Serabut saraf aferen berjalan ke atas menuju sistem saraf pusat
melalui rr. cardiaci truncus sympathicus dan masuk ke medulla spinalis melalui
radix posterior 4 n. thoracalis bagian atas. Rasa nyeri dialihkan ke kulit yang
dipersarafi oleh nervus spinalis tersebut.
Arteri coronaria satu sama lain tidak mengadakan anastomosis (end arteri
fungsional), sehingga penyumbatan salah satu cabang a. coronaria akan
menyebabkan nekrosis otot jantung (infark myocard) pada daerah vascular tersebut
dan sering menimbulkan kematian mendadak pada pasien.
Sistem conductorium mendapat vascularisasi dari a. coronaria pula. Penyumbatan
arteri yang memperdarahi fasciculus atrioventricularis dapat menyebabkan blok
jantung. Pada keadaan ini ventricel tidak mendapat impuls jantung dari atrium,
sehingga ventricel berdenyut tidak tergantung pada atrium dengan kecepatan
lambat.

Penyakit katub jantung


Respon peradangan dapat menyebabkan pinggir cuspis saling melekat, terjadi
penebalan fibrosa dan diikuti oleh hilangnya fleksibilitas dan pengerutan.
Akibatnya terjadi penyempitan (stenosis) dan inkompetensi (regurgitasi) dan
jantung kehilangan fungsi sebagai pompa yang efisien.

17

Bising katub jantung: akibat aliran darah yang melewati jantung tidak normal,
terjadi turbulensi dan vibrasi yang terdengar sebagai bising.

Paten Ductus Arteriosus


Kegagalan penutupan ductus arteriosus, mengakibatkan darah aorta yang tekanannya
tinggi masuk ke a. pulmonalis, yang meningkatkan tekanan pada sirkulasi paru-paru.

Koarctasio Aorta
Penyempitan kongenital aorta pada tempat melekatnya ligamentum arteriosum. Tandatandanya adalah tidak ada atau berkurangnya denyut a. femoralis dan munculnya
sirkulasi kolateral, dilatasi a. thoracica, a. subclavia dan a. intercostalis posterior.

Kepustakaan :
-

Diktat Anatomi Viscera Thoracis

Anatomi Klinik - Snell

Clinically Oriented Anatomi- Keith Moore

Gray's Anatomy

Atlas dan teks Anatomi - Kahle

Atlas Sobotta

Belajar Mandiri:
Sistem Sirkulasi: Vasa Darah, struktur dan distribusinya

Informasi lanjut:
Nur Hayati
Departemen Anatomi dan Histologi FK UMY
Email: hayati_arisk@yahoo.com

18