Anda di halaman 1dari 2

3.6.

Pertanyaan dan diskusi


1. Apakah syarat dari suatu cairan penetran?
2. Bagaiamana memperkirakan besar cacat?
3. Mengapa karat karat dipermukaan harus dibersihkan?
4. Mengapa diperlukan waktu untuk menunggu setelah penetran disemprotkan ke
permukaan?
Jawaban
1. Syarat syarat cairan penetran :
a) Mampu masuk lubang / bukaan yang sangat halus.
b) Mampu menempel / tinggal pada bukaan / lubang yang dangkal.
c) Tidak mudah menguap.
d) Mudah dibersihkan dari permukaan.
e) Tahan terhadap pemucatan.
f) Tidak bersifat korosif.
g) Tidak beracun.
h) Tidak berbau.
i) Stabil selama disimpan.
j) Mampu tampil dengan cepat dari lubang ke permukaan setelah diberikan developer.
2. Cara memperkirakan cacat besar yaitu dengan cara uji liquid, penetrant, karena
pengujian ini merupakan salah satu metoda pengujian jenis NDT (Non Destructive
Test) yang dapat digunakan untuk mengetahui diskontinyuitas halus pada permukaan
seperti retak, berlubang atau kebocoran.
3. Membersihkan dari karat - karat pada saat percobaan, ini dimaksudkan agar
permukaan bahan yang akan diamati menjadi rata dan halus juga dimaksudkan agar
pada saat pemberian/penyemprotan cairan penetran tersebut dapat melekat pada
permukaan plat dengan baik terutama pada bagian retakan atau cacat.
4. Setelah penyemprotan penetrant terhadap plat diperlukan waktu sekitar 2-5 menit, ini
dimaksudkan agar cairan penetrant bisa meresap ke pori pori permukaan plat
tersebut. sehingga pada saat disemprotkan cairan developer poermukaan plat terjadi
reaksi dimana warna cairan developer yang kontras dengan warna penetrant, sehingga
cairan developer ini mampu menarik atau menyerappenetrant didalam retakan keluar
kembali ke permukaan. Dengan demikian maka bagian developer diatas retakan akan
berubah warna yang sesusai warna penetrant.
19

3.7. Kesimpulan
Proses pengujian cacat (crak) dengan metoda ndt ini dapat disimpulkan bahwa sesuai
hasil pada sample 1 dan 2. Terdapat retakan (crack) pada permukaan plat yang menggunakan
las listrik sebsar 75%. Dan pada plat yang menggunakan las argon terdapat cacat sebesar
1,5%. Proses pengujian ini sangat diperlukan pada industri industri permesinan, dimana untuk
membuat sebuah konstruksi mesin diperlukan pengujian seperti ini untuk menganalisis life
time dari sebuah mesin tersebut juga untuk keamanan.

29