Anda di halaman 1dari 5

Rumusan Masalah

Apa yang dimaksud dengan pangan dan makanan?


Sebutkan dan jelaskan pewarna yang aman dan tidak aman untuk digunakan pada produk pangan
makanan?
Apa yang dimaksud dengan tetrazine dan rhodamin B?
Sebutkan sifat fisika,sifat kimia dan kelarutan tetrazine dan rhodamin B?
Sebutkan berapa syarat batas maksimal tetrazine dan rhodamin B yang dibolehkan untuk masuk
ke makanan?
Bagaimana cara menganalisis bahan pewarna secara kualitatif dan secara kuantitatif?
Sebutkan dampak yang ditimbulkan mengkonsumsi tetrazni dan rhodamin B yang terkandung
dalam produk pangan?
Bagaimana cara mengatasi damapak yang ditimbulkan dari tetrazine dan rhodamin B?

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.A Pengertian Pangan dan Makanan
Menurut Peraturan Pemerintah RI nomor 28 tahun 2004, Pangan adalah segala
sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun yang tidak
diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia,
termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lain yang digunakan
dalam proses penyiapan, pengolahan dan atau pembuatan makanan atau minuman.
Makanan adalah salah satu kebutuhan manusia.dalam kehidupan sehari-hari
manusia tidak terlepas dari makanan. Sebagai kebutuhan dasar , makanan tersebut harus
mengandung zat gizi untuk dapat memenuhi fungsinya dan aman dikonsumsi karena
makanan yang tidak aman dapat menimbulkan gangguan kesehatan bahkan keracunan
(Moehji, 1992).
Aneka produk makanan dan minuman yang berwarna-warni tampil semakin
menarik. Warna-warni pewarna membuat aneka produk makanan mampu mengundang
selera. Meski begitu, konsumen harus berhati-hati. Pasalnya, Badan Pengawas Obat dan
Makanan (BPOM) kerap menemukan produk makanan yang menggunakan pewarna tekstil.
Di era modern, bahan pewarna tampaknya sudah tidak bisa dipisahkan dari
berbagai jenis makanan dan minuman olahan. Produsen pun berlomba-lomba untuk
menarik perhatian para konsumen dengan menambahkan pewarna pada makanan dan
minuman.
A.B Pewarna Makanan
Zat pewarana makanan adalah zat yang digunakan untuk memberikan efek warna
pada makanan sehingga makanan terlihat lebih me
nariksehingga menimbulkan selera orang untuk mencicipinya. Menurut Winarno (1995)
yang dimaksud dengan zat pewarna adalah bahan tambahan makanan yang dapat
memperbaiki warna makanan yang berubah atau menjadi pucat selama proses pengolahan
atau untuk memberi warna pada makanan yang tidak berwarna agar kelihatan lebih
menarik. Menurut PERMENKES RI No.722/Menkes/Per/IX/1988, zat pewarna adalah
bahan tambahan makanan yang dapat memperbaiki atau member warna pada
makanan. Warna pada makanan merupakan indikator kesegaran atau kematangan. Zat
pewarna makanan dapat diperoleh dari bahan alam atau dari bahan buatan.
Manfaat zat pewarna yang menambahkan zat pewarna pada makanan (Syah et al. 2005) :
1. Untuk memberi kesan menarik bagi konsumen.
2. Menyeragamkan warna makanan dan membuat identitas produk pangan.
3. Untuk menstabilkan warna atau untuk memperbaiki variasi alami warna. Dalam hal ini
penambahan warna bertujuan untuk untuk menutupi kualitas yang rendah dari

pewarna

suatu produk sebenarnya tidak dapat diterima apalagi bila menggunakan zat
yang berbahaya.

4. Untuk menutupi perubahan warna akibat paparan cahaya, udara atau temperatur yang
ekstrim akibat proses pengolahan dan selama penyimpanan.
5. Untuk menjaga rasa dan vitamin yang mungkin akan terpengaruh sinar matahari
selama produk disimpan
Pewarna Makanan yang dibolehkan dalam makanan, pewarna makanan terbagi
menjadi dua, yaitu alami dan sintesis (kimia). Pewarna alami terbuat dari tumbuhan,
hewan, mineral, atau sumber alami lain. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia No.033 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan, daftar pewarna alami
yang diperbolehkan adalah kurkumin, riboflavin, karmin dan ekstrak cochineal, klorofil,
karamel, karbon tanaman, beta-karoten, ekstrak anato, karotenoid, merah bit, antosianin,
dan titanium dioksida.
Sedangkan pewarna sintesis yang diperbolehkan, namun dibatasi penggunaannya,
antara lain tartrazin, kuning kuinolin, kuning FCF, karmoisin, ponceau, eritrosin, merah
allura, indigotin, biru berlian FCF, hijau FCF, dan cokelat HT. Pewarna makanan sintesis
tersebut diperoleh secara kimia dengan mencampur dua atau lebih zat menjadi satu zat
baru.
Pewarna Makanan yang Berbahaya menurut pemerintah sudah memberikan daftar
pewarna yang boleh digunakan dalam makanan. Tetapi kenyataannya masih ada saja
pewarna bukan untuk makanan yang dicampur dalam penganan, dua di antaranya yang
sering ditemukan di Indonesia adalah rhodamin B dan metanil yellow.
A.C

Tetrazine
Tartrazin (dikenal juga sebagai E102 atau FD&C Yellow 5) adalah
pewarna kuning lemon sintetis yang umum digunakan sebagai pewarna makanan.
Tartrazin merupakan turunan dari coal tar, yang merupakan campuran dari
senyawa fenol, hidrokarbon polisiklik, danheterosiklik. Karena kelarutannya dalam air,
tartrazin umum digunakan sebagai bahan pewarna minuman. Absorbansi maksimal
senyawa ini dalam air jatuh pada panjang gelombang 4272nm. Tartrazin merupakan
bahan pewarna yang umum digunakan di Afrika, Swedia, dan Indonesia. Untuk
menghasilkan warna lain, tartrazin dapat dicampurkan dengan E133 Biru
Brilian (Brilliant Blue) FCF atau E142 Hijau Green S untuk menghasilkan sejumlah
variasi warna hijau. Parlemen Eropa mengizinkan penggunaan senyawa ini di negara Uni
Eropa dengan Surat Keputusan Konsul (Council Directive) 94/36/EC.
Tartrazine biasanya dimanfaatkan dalam pewarna makanan dan obat-obatan. Ada
tidaknya dan sedikit banyaknya tartrazine di dalam makanan tergantung pada kebijakan

perusahaan manufaktur ataupun koki yang membuat makanan/minuman.


Makanan/minuman
yang
mengandung
tartrazine
seperti : minuman ringan,puding, keripik, sereal,kue, sup, saus, eskrim, permen, selai, jeli
, mustard, acar, yogurt, mie, dan jus dengan kode E102/FD&C Yellow No. 5.
Batas pemakaian tartrazine mempunyai batas maksimum, yaitu 100 mg/kg bahan
makanan.
Sifat-sifat Tartrazine:

Tampilan berupa : tepung berwarna kuning jingga.

Kelarutan: mudah larut dalam air, sedikit larut dalam alkohol 95%, mudah larut dalam
gliserol dan glikol.

Rumus
molekul
tartrazine
IUPAC daritartrazine adalah
: Trisodium
sulfonatophenyl)hydrazono]-3-pyrazolecarboxylate.

Tahan terhadap asam asetat, HCl, NaOH 10%. NaOH 30% merubah warna menjadi
kemerah-merahan.

Berat molekul: 534,4 gram/mol.

Rumus bangun :

adalah
: C16H9N4Na3O9S2 dan nama
(4E)-5-oxo-1-(4-sulfonatophenyl)-4-[(4-

Bahaya Tartrazine dan Sunset Yellow


Tartrazine dan sunset yellow sama-sama dapat menyebabkan hiperaktivitas anak, pada sekitar
1- 10 dari sepuluh ribu orang. Selain itu juga dapat menyebabkan sejumlah reaksi alergi dan intoleransi
bagi orang-orang yang intoleransi terhadap aspirin atau penderita asma. Kasus ini cukup langka dan
menurut dapat FDA, prevalensi intoleransi tartrazin di Amerika Serikat jatuh pada angka 0,12% (360 ribu
dari 200 juta penduduk). Beberapa referensi lain menyebutkan bahwa penggunaan tartrazin dapat
menyebabkan biduran (urtikaria) dengan prevalensi di bawah 0,01% atau 1 dari 10.000 penderita. Jumlah
ini cukup kecil bila dibandingkan dengan angka prevalensi penderita alergi terhadap udang, yaitu sebesar
0,6-2,8% (1 dari 50 orang). Gejala alergi tartrazine dapat timbul apabila senyawa ini terhirup (inhalasi)

atau ditelan (ingesti). Reaksi alergi yang timbul berupa sesak napas, pusing, migrain, depresi, pandangan
kabur, dan sulit tidur.

Menurut The American Academic of Pediastrics Committee on Drugs, tartrazin dapat


menyebabkan gangguan kesehatan, diantaranya adalah tumor pada kelenjar tiroid,Lymphocytic
lymphomas, serta kerusakan kromosom. Penggunaan tartrazin sendiri telah dihentikan di
beberapa negara, yakni Austria, Norwegia, serta Jerman.

DAFTAR PUSTAKA
Pedro, L.L, Leticia LM, Luis IMR, Katarzyna W, Kazimierz W, and Judith A.H. 1997. Extraction of
Sunset Yellow and Tartrazine by Ion-pair Frmation With Adogen-464 and Tfeir Simultaneous
Determination by Bivariate Calibration and Derivative Spectrophotometry. Analyst. 122 : 1575
1579.
Winarno. 1995. Kimia Pangan dan Gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.