Anda di halaman 1dari 1

Pada dasarnya prinsip dari pengemasan adalah penekanan laju respirasi yang ada dalam buah

dan sayuran yang ada karena respirasi yang ada mempengaruhi dalam beberapa proses
metabolisme yang ada didalam buah dan sayur yang disimpan. Dari data yang didapat
menggunakan plastik polietilen merupakan salah satu cara untuk menekan laju respirasi
dalam sayuran sehingga dapat disimpan dengan waktu yang lama tetapi memiliki efek
perubahan struktur dan tekstur pada sayur yang dikemas. Ketika sayuran yang tidak dikemas
akan menyebabkan sayuran tersebut mudah melakukan respirasi sehingga metabolisme yang
ada akan mempercepat buah atau sayuran yang dikemas cepat busuk sehingga menurunkan
kualitas dari komoditas tersebut. Kerusakan yang terjadi selain karena metabolik yang ada
dalam tanaman yang disimpan dapat terjadi karena adanya aktifitas organisme pengganggu
(Rachmawati, 2010). Ketika buah atau sayuran yang dilakukan pengemasan tidak akan terjadi
pertukaran gas yang ada didalam komoditas sehingga air akan menggenangi kemasan dan
akan berakibat terjadi reaksi kimia yaitu fermentasi dalam sayuran yang dapat merubah
tekstur dari keras menjadi lunak pada sayuran yang dikemas.
Dari pratikum yang telah dilakukan menggunakan sayuran sawi, kangkung dan bayam
dengan parameter kekerasan, warna dan pembusukan serta pengepakan yang dilakukan yaitu
dengan pengemasan dan tidak dilakukan pengemasan yang diulang 2 kali memnunjukkan
perbedaan selama 9 hari pengamatan. Untuk komoditas sayur sawi pengemasan yang
dilakukan mempengaruhi kekerasan, warna dan pembusukan bahan sawi yang dikemas
karena tidak mengalami perubahan secara cepat tetapi lambat untuk perubahannya sehingga
dalam kemasan bahan sawi ini merupakan tanaman yang memiliki daya simpan yang relatif
lama. Untuk komoditas kangkung memiliki bebrapa perubahan yang relatif lambat terutama
kekerasan, warna dan pembusukan yang terjadi sehingga pengemasan yang dilakukan
memiliki pengaruh yang relatif baik karena dapat menghambat beberapa parameter yang ada
seperti kekerasan, warna dan pembusukan menunjukkan tidak mengalami perubahan. Dan
pada sayuran bayam memiliki perbedaan dari sayur yang lainnya terutama warna pada
komoditas karena warna baik pada kemasan maupun tidak dikemas mengalami perubahan
warna yang cukup signifikan sedangkan pembusukan dan kekerasan terdapat perubahan
tetapi tidak secepat warna yang ada dikomoditas bayam karena pengaruh lapisan plastik yang
ada. Pada pengemasan terjadi penghambatan pertukaran udara dalam kemasan yang bertujuan
untuk menekan laju respirasi serendah mungkin karena adanya permeabilitas plastik yangg
digunakan (Rosalina, Yessy, 2011). Laju dalam proses pembusukan buah dan sayuran
dipengaruhi oleh adanya pertukaran gas yang terjadi dalam buah.