Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN BENGKEL ELEKTRONIKA

LAPORAN
DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
PRAKTEK ALAT UKUR DAN PENGUKURAN
OLEH :
Kelompok 6

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM STUDI KONSENTRASI MEKATRONIKA
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA

PALEMBANG
2016

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmaannirrahim,
Pertama-tama kami panjatkan puja dan puji syukur atas rahmat dan ridhonya Allah SWT,
karena tanpa rahmat dan ridhonya, kami tidak bisa menyelesaikan Laporan ini dengan baik
dan selesai tepat waktu .
Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Niksen Alfarizal,ST.Mkom selaku
dosen Bengkel ELEKTONIKA ALAT UKUR DAN PENGUKURAN yang membimbing
kami dalam pengerjaan tugas Laporan ini.
Mungkin dalam pembuatan Laporan ini terdapat kesalahan yang belum kami ketahui. Maka
dari itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada dosen pembimbing kami dan kami
meminta saran kepada Bapak demi tercapainya Laporan yang sempurna .

Palembang, 14 Juni 2016

Penyusun,

X. PEMAKAIAN OSILOSKOP UNTUK MENGUKUR FREKUENSI

A. Tujuan Percobaan
1. Menggunakan untuk mengukur frekuensi gelombang bolak balik
2. Membedakan bentuk gelombang dengan frekuensi tinggi dan rendah dalam osiloskop
B. Dasar Teori
Generator sinyal merupakan suatu alat yang menghasilkan sinyal/gelombang
sinus (ada juga gelombang segi empat, gelombang segi tiga) dimana frekuensi serta
amplitudanya dapat diubahubah. Pada umumnya dalam melakukan praktikum
Rangkaian Elektronika (Rangkaian Listrik), generator sinyal ini dipakai bersama
sama dengan osiloskop
Function Generator adalah alat ukur elektronik yang menghasilkan, atau
membangkitkan gelombang berbentuk sinus, segitiga, ramp, segi empat, dan bentuk
gelombang pulsa. Function generator terdiri dari generator utama dan generator
modulasi. Generator Utama menyediakan gelombang output sinus, kotak, atau
gelombang segitiga dengan rangkuman frekwensi 0,01 Hz sampai 13 MHz.
Generator modulasi menghasilkan bentuk gelombang sinus, kotak, dan
segitiga dengan rangkuman frekwensi 0,01 Hz sampai 10 kHz. Generator
sinyal input dapat digunakan sebagai Amplitudo Modulation (AM) atau Frequensi
Modulation (FM). Selubung (envelope) AM dapat diatur dari 0% sampai
100%; FM dapat diatur frekwensi pembawanya hingga 5%. Function Generator
umumnya menghasilkan frekuensi pada kisaran 0,5 Hz sampai 20 Mhz atau lebih
tergantung rancangan pabrik pembuatnya. Frekuensi yang dihasilkan dapat dipilih
dengan memutar-mutar tombol batas ukur frekuensi (frequency range).
Amplitudo sinyal yang dapat diatur berkisar antara 0,1V 20 V p-p (tegangan
puncak ke puncak) kondisi tanpa beban, dan 0,1 V 10Vp-p (Volt peak to
peak/tegangan puncak ke puncak) dengan beban sebesar 50. Output

utama

ditetapkan oleh SYNC Output. Gambar 47 memperlihatkan salah satu bentuk


Function Generator yang dimaksud.

Bagian bagian generator fungsi dan fungsinnya :

1. Saklar daya (power switch): Untuk menyalakan generator sinyal, sambungkan generator
sinyal ke tegangan jalajala, lalu tekan saklar daya ini.
2. Pengatur Frekuensi: Tekan dan putar untuk mengatur frekuensi keluaran dalam range
frekuensi yang telah dipilih.
3. Indikator frekuensi: Menunjukkan nilai frekuensi sekarang
4. Terminal output TTL/CMOS: terminal yang menghasilkan keluaran yang kompatibel
dengan TTL/CMOS
5. Duty function: Tarik dan putar tombol ini untuk mengatur duty cycle gelombang.
6. Selektor TTL/CMOS: Ketika tombol ini ditekan, terminal output TTL/CMOS akan
mengeluarkan gelombang yang kompatibel dengan TTL. Sedangkan jika tombol ini ditarik,
maka besarnya tegangan kompatibel output (yang akan keluar dari terminal output
TTL/CMOS) dapat diatur antara 515Vpp, sesuai besarnya tegangan yang kompatibel dengan
CMOS.
7. DC Offset: Untuk memberikan offset (tegangan DC) pada sinyal +/10V. Tarik dan putar
searah jarum jam untuk mendapatkan level tegangan DC positif, atau putar ke arah yang
berlawanan untuk mendapatkan level tegangan DC negatif. Jika tombol ini tidak ditarik,
keluaran dari generator sinyal adalah murni tegangan AC. Misalnya jika tanpa offset,
sinyal yang dikeluarkan adalah sinyal dengan amplitude berkisar +2,5V dan 2,5V.
Sedangkan jika tombol offset ini ditarik, tegangan yang dikeluarkan dapat diatur (dengan
cara memutar tombol tersebut) sehingga sesuai tegangan yang diinginkan (misal berkisar
+5V dan 0V).

8. Amplitude output: Putar searah jarum jam untuk mendapatkan tegangan output yang
maksimal, dan kebalikannya untuk output 20dB. Jika tombol ditarik, maka output akan
diperlemah sebesar 20dB.
9. Selektor fungsi: Tekan salah satu dari ketiga tombol ini untuk memilih bentuk gelombang
output yang diinginkan
10. Terminal output utama: terminal yang mengelurakan sinyal output utama
11. Tampilan pencacah (counter display): tampilan nilai frekuensi dalam format 6x0,3"
12. Selektor range frekuensi: Tekan tombol yang relevan untuk memilih range frekuensi
yang dibutuhkan.

13.Pelemahan 20dB: tekan tombol untuk mendapat output tegangan yang diperlemah sebesar
20dB.
Osiloskop dapat digunakan untuk mengukur frekuensi tegangan bolak balik.
Untuk pengukuran frekuensi dengan osiloskop yang diperhatikan adalah :
1. Posisi Time /div (T/div)
2. Bila saat T/div = 1ms, satu gelombang (T) = 1 kotak, maka
1
f T

3
= 1/1. 10

3
= 10 Hz = 1 KHz

Gambar 10.1
Saat T/div = 0,5ms, satu gelombang 5 kotak.

Gambar 10.2
1
f T
C.
1.
2.
3.

1
= 1/ 2,5 = 400 Hz f 5.0,5 . 103

10
3
2,5

Alat dan Bahan


Generator fungsi
Osiloskop
Jumper

D. Gambar rangkaian

FG
osiloskop

Gambar 10.3
E. Langkah Percobaan

1. Hubungkan keluaran dari generator fungsi dengan masukan kanal A. Saklar fungsi
dari generator fungsi dipasang pada posisi sinus
2. Amati bentuk gelombang yang tertera pada layar, ukurlah frekuensinya. Kemudian,
catatlah penunjukan frekuensi dari generator fungsi. Masukan data pada tabel untuk
beberapa kedudukan T/div (minimal 5 kedudukan).
3. Bandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan osiloskop dengan frekuensi yang
ditunjukkan oleh generator fungsi , apakah ada perbedaan ?
4. Ulangi langkah 2 dan 3 untuk gelombang gigi gergaji/ segitiga dan gelombang segi
empat.
F. Keselamatan Kerja
1. Perhatikan cara pemakaian osiloskop untuk mengukur tegangan AC
2. Kalibrasi lebih dahulu osiloskop yang akan digunakan
G. ANALISA PERCOBAAN

1.

Operasi
Osiloskop

a.
Hubungkan output gelombang sinus generator ke terminal input vertikal osiloskop, pastikan
kedua terminal ground saling terhubungkan.
b. Nyalakan osiloskop dan generator, dan setelah membiarkan mereka terhangatkan selama
beberapa menit, aturlah osiloskop untuk mendapatkan gambar berikut:

c. Ubah amplitudo dan frekuensi generator, dan amatilah perubahan yang dibutuhkan pada
kontrol-kontrol osiloskop.
d. Ulangi percobaan dengan menggunakan output gelombang-persegi dari generator.
2. Kalibrasi Osiloskop
a. Hubungkan probe ke terminal kalibrasi.
b. Pada osiloskop, tertulis 2 Vpp, 1kHz. Ini menunjukkan bahwa ketika probe disambungkan
pada terminal kalibrasi, beda tegangan antara puncak ke puncak ditunjukkan pada layar
adalah 2 Volt.

Pertama, dilakukan kalibrasi tegangan :


1. Tegangan puncak-puncak adalah 2 Volt. Ubahlah tinggi puncak yang ditunjukkan pada
layar osiloskop anda dengan memutar kenop var pada channel probe yang anda gunakan.
2. Putar knop var sampai tinggi puncak-puncak tegangan menjadi tepat berada pada suatu
sumbu yang ditunjukkan pada osiloskop.
3. Lihat skala yang ada gunakan pada kenop Voltage.

4. Tegangan puncak-puncak bernilai tetap 2 Volt, yang mana menunjukkan bahwa ketika anda
mengubah skala Vol/div anda harus mengingat bahwa skala tegangan yang ditunjukkan oleh
osiloskop berbeda.
5. Anda dapat mencoba mengubah skala Vol/Div ke skala yang lebih besar dan skala yang
lebih kecil untuk melihat perubahan yang terjadi.
Kedua, dilakukan kalibrasi frekuensi:
1. Frekuensi untuk 1 gelombang penuh yang ditunjukkan layar adalah 1 kHz. Anda dapat
mengubah lebar gelombang yang ditunjukkan pada layar osiloskop anda.
2. Putar kenop sweep var sampai lebar 1 gelombang penuh menjadi tepat berada pada suatu
sumbu yang ditunjukkan pada osiloskop.
3. Lihat skala yang digunakan pada kenop Time/Div.
4. Ubah skala Time/Div ke skala yang lebih besar dan skala yang lebih kecil untuk melihat
perubahan yang terjadi
3. Pengukuran Tegangan
1. Siapkan voltmeter dan gunakan skala pengukuran AC.
2. Hubungkan probe dari generator sinyal dengan probe dari voltmeter :

3. Lepas probe dari voltmeter dan hubungkan probe dari voltmeter dengan probe dari
osiloskop

4. Menghubungkan osiloskop dengan audiogenerator.


5. Memutar amplitudo setengah putaran.
6. Mengatur audiogenerator pada skala 500 Hz.
7. Menekan tombol sinusoidal.
8. Mengamati gelombang yang dihasilkan osiloskop. Mengatur gelombang pada osiloskop

menggunakan generator fungsi pada posisi sinus kemudian dipindah pada posisi kotak
dimana dalam mengatur osiloskop dan generator fungsi mulai dari 3, 4, 5, 6, 8 dan 10 Vpp.
9. Bintik ditempatkan di titik O(0,0)
9. Menentukan skala tegak (skala dari puncak 1 ke puncak ).
10. Saklar geser MODE ditempatkan pada X-Y.
11. Saklar geser AC-DC-GND ditempatkan pada AC.
12. Saklar Time/Div diputar menjadi 1mSec.
13. Frekuensi diatur sedemikian rupa sehingga memebentuk satu gelombang.
14. Melakukan langkah diatas dengan menggunakan frekuensi keluaran audio generator mulai
1KHz, 2KHz, dan 10 KHz tiap tegangan.
15. Melakukan langkah diatas untuk gelombang persegi dan membandingkan hasilnya.
16. Gelombang yang terbentuk diamati dan digambar di kertas millimeter block.

Pembahasan

Untuk pengukuran frekuensi pada generator fungsi, kita harus mengatur osciloscop terlebih
dahulu berapa frekuensi yang kita inginkan dimana antara generator fungsi dan osciloskop
harus sama-sama diatur untuk memperoleh frekuensi yang diinginkan. Ambil contoh kita
akan membuat gelombang sinusoidal 3Vpp 500Hz maka terlebih dahulu kita harus membuat
gelombang pada osciloscop yang menunjukan 3Vpp 500Hz dengan mengatur Time per Dive

dan Volt per Div serta mengatur panel frekuensi dan amplitudo pada generator fungsi. Setelah
itu kita lihat berapa frekuensi yang tertunjuk pada generator fungsi. Begitujuga sebaliknya
dilakukan pada gelombang kotak dan gelombang gigi gergaji.
H. Evaluasi dan Pertanyaan
Jawablah soal soal berikut dengan singkat dan jelas !
1. Bandingkanlah hasil pengukuran menggunakan osiloskop, dengan frekuensi sumber
sinyal/ generator fungsi
2. Apa kesimpulan anda ?
Jawab
1. Hasil pengukuran antara generator fungsi dan hasil yang tertera pada osiloskop
ternyata sama. Hal ini menandakan bahwa tidak ada tegangan jatuh antara
generator fungsi dan osiloskop. Generator fungsi dimaksudkan untuk memberikan
nilai tegangan dan nilai frekuensi yang akan diukur. Dalam hal ini kita mengukur
menggunakan osiloskop yang hasil pengukurannya tidak hanya nilai tertapi
bentuk gelombang yang diberikan oleh generator fungsi.

2. Berdasarkan percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa :


Function Generator merupakan suatu alat yang menghasilkan
sinyal/gelombang sinus (ada juga gelombang segi empat, gelombang segi
tiga) dimana frekuensi serta amplitudenya dapat diubahubah. Pada
umumnya dalam melakukan praktikum Rangkaian Elektronika
(Rangkaian Listrik), generator sinyal ini dipakai bersamasama dengan
osiloskop.
Cara kerja osiloskop, di mana tegangan listrik yang dipasang pada
masukan vertikal akan menggerakkan titik terang ke atas atau ke bawah
sesuai harga sesaat tegangan masukan. Resultan gerak horizontal titik
tersebut membentuk pola seperti gelombang sinusoidal pada layar yang
menggambarkan perubahan tegangan masukan tersebut.
Osiloskop digunakan sebagai alat ukur tegangan AC atau DC, frekuensi,
periode sinyal, dan untuk menentukan hubungan fase antar sinyal serta
menggambarkan bentuk tegangan. Umumnya di tentukan pada alat ukur

detak jantung (bidang kedokteran), serta bidang elektronika seperti


pengecekan kerusakan komputer.
selain digunakan untuk melihat dan mengukur gelombang sinus,
gelombang kotak dan gelombang gigi gergaji. Dengan frekuensi yang
berbeda-beda, osiloskop juga bisa digunakan untuk mengukur frekuensi
suatu gelombang dengan duametoda yakni metoda secara langsung
maupun metoda Lissajous.

DAFTAR PUSTAKA

William H hyat, Jr dan Jack E kemmerly. 1986. Engineering Circuit Analysis. Edisi ke
4. Mc Graw Hill.
Syam Hardy. 1993. Dasar- dasar Teknik Listrik Aliran Rata. Bima Aksara.