Anda di halaman 1dari 18

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA TN.

E
DENGAN KELUARGA TUMBUH KEMBANG ANAK
DI RT 8/RW X KELURAHAN TANDANG KECAMATAN TEMBALANG
A. PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA MENURUT
FRIEDMAN
1. Data Identitas
Nama KK

: Tn. E

Umur

: 34 tahun

Pendidikan

: SLTA

Pekerjaan

: Buruh Pabrik

Agama

: Islam

Suku

: Jawa

Alamat

: Ds. Deliksari RT 8/ RW X Kelurahan Tandang Kecamatan


Tembalang Semarang

Um
L/P

Perkawinan

Pendidikan

Pekerjaan

Keterangan Imunisasi

Suami

34 th

Kawin

SLTA

KRT

Istri

28 th

Kawin

SLTA

IRT

An. R

Anak

10 th

Belum

Belum

Anak

Lengkap

An. N

Anak

Belum

Belum

Anak

Belum

No

Nama

1.

Tn. E

2.

Ny. L

3.
4.

ur

Status

Hubungan dengan
KK

Daftar Anggota Keluarga

bl

Lengkap

Tipe Keluarga : Nuclear Family (keluarga inti)


Genogram :
+

Ny.L

Tn. E (34 th)

28 th
An. R(10 th)

An. N (6 bl)

Keterangan :
: Laki-laki
: Perempuan
: Tinggal serumah
: Anggota keluarga yang menderita ISPA
2. Latar Belakang Budaya/Kebiasaan Keluarga
2.1. Kebiasaan Makan
Komposisi makanan pada keluarga Tn. E terdiri dari makanan pokok
yaitu nasi, sayur mayur selalu ada, lauk nabati tidak selalu ada dan lauk
hewani kadang-kadang, susu kadang-kadang, dan buah kadang-kadang.
Dalam keluarga Tn. E tidak ada yang mempunyai pantangan atau alergi
pada makanan tertentu. Kebiasaan keluarga dalam mengolah makanan
selalu dicuci terlebih dahulu sebelum dimasak, dalam menyajikan
makanan tertutup. Keluarga mengatakan bahwa makanan yang bergizi
adalah terdiri dari 4 sehat lima sempurna.
Tn. E

: makan sehari tiga kali sehari 1 porsi dan kebutuhan cairan


kurang lebih 2000 cc per hari.

Ny. L

: makan sehari tiga kali habis 1 porsi dan kebutuhan cairan


kurang lebih 2000 cc

An. R

: makan sehari 3 kali habis 1 porsi dan kebutuhan cairan kurang


lebih 2000cc.

An. N : masih menetek ibunya, mendapat makanan tambahan bubur


halus yaitu bubur nestle. Dan bubur nasi.
2.2. Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan
Fasisilitas kesehatan yang tersedia dan paling mudah dijangkau yaitu
dokter praktek swasta dan puskesmas. Keluarga Tn.E mampu
menggunakan fasilitas kesehatan yang ada tersebut dengan baik. Ny. L
biasa membawa anaknya (An N) ke posyandu untuk ditimbang setiap
bulan sekali, dan imunisasi di Puskesmas Kedung Mundu. Apabila ada
anggota keluarga yang sakit selalu membawa ke dokter praktek swasta
atau ke puskesmas. Saat ini An. N sedang menderita ISPA sudah 2 hari
dan telah dibawa berobat ke puskesmas Ny. L ikut KB suntik

di

Puskesmas Kedung Mundu.


2.3. Pengobatan tradisional
Keluarga Tn. E jarang menggunakan obat tradisional untuk mengatasi
masalah kesehatan anggota keluarganya, karena sulitnya mendapatkan
bahan ramuan dan menganggap kurang praktis jadi keluarga lebih
memilih berobat ke dokter atau puskesmas. Hanya yang masih dilakukan
keluarga , selain berobat ke dokter maupun puskesmas yaitu masih
menggunakan

bawang merah yang sudah dihaluskan kemudian

dicampur dengan minyak kayu putih dan ditaruh pada kepala anak jika
anak sedang panas maupun batuk pilek.
3. Status Sosial dan Ekonomi
3.1. Pendidikan
Tingkat pendidikan tertinggi pada keluarga Tn.E saat ini adalah SLTA
yaitu Tn. E sedikit mengetahui mengenai masalah kesehatan atau yang
mempengaruhinya, dan untuk perawatan anggota keluarga yang sakit
hanya berobat ke dokter atau puskesmas, belum tahu upaya pencegahan,
3

penularan dan perawatan anggota keluarga bila ada yang sakit termasuk
memodifikasi gizi atau makanan yang dapat mempengaruhi status
kesehatan anggota keluarganya. Seperti komposisi makanan sehari-hari
dimana untuk lauk pauk tidak selalu ada hal ini dikarenakan sumber daya
keluarga yang tidak mencukupi.
3.2. Pekerjaan dan Penghasilan
Dalam keluarga Tn.E yang bekerja hanyalah Tn.E selaku kepala rumah
tangga, ia bekerja sebagai buruh pabrik. Penghasilan perbulannya kurang
dari Rp 1.000.000,-. Dan itu sudah dianggap mencukupi kebutuhan hidup
sehari-hari keluarga seperti biaya sekolah membayar kontrakan rumah ,
keperluan belanja dan sosial dengan pengelolaan yang baik.
4. Aktivitas
-

Tn.E beraktivitas dengan pekerjaannya , berangkat pukul 07.30 WIB pulang


tidak pasti kadang sore kadang malam hari. Ny. L aktivitasnya sebagai ibu
rumah tangga hanya melakukan kebiasaan rutin yakni memasak, mencuci dan
pekerjaan rumah lainnya termasuk merawat anak-anak. An. R aktivitas sehariharinya adalah sekolah dari pukul 07.00 sampai 12.00 setelah itu bermain
dengan teman sebaya. An. R Tampak membentak-bentak ibunya pada saat
meminta sesuatu dan tidak mau dilarang, susah diatur, sering membantah,
tidak mau dilarang. An. N belum mempunyai aktivitas khusus karena belum
bisa berjalan hanya kalau sore hari diajak oleh ibunya untuk jalan-jalan dan
Ny. L sambil kumpul dengan ibu-ibu tetangganya yang sama-sama mengasuh
balita. Ny. L dalam mendidik anaknya tidak pernah membeda-bedakan. Ny. L
mengatakan kadang kalau perilaku An. R sudah keterlaluan dihukum dengan
mengunci di dalam kamar mandi ataupun di dalam rumah. Ny. L semakin
lama membiarkan perilaku anaknya yang tidak benar karena susah diarahkan.
An. R tidak takut pada orang tua maupun pada orang yang belum dikenal, An.
R tidak memiliki sopan santun pada saat ada tamu yang datang ke rumah,
tampak pada usia 3 tahun susah diatur.
4

5. Tingkat Perkembangan dan Riwayat Keluarga


5.1. Riwayat Perkembangan Keluarga Saat Ini
Keluarga Tn.E sekarang pada tahap keluarga dengan tumbuh kembang
anak, anaknya sudah diberi kesempatan untuk bersosialisasi baik
aktivitas di sekolah maupun diluar sekolah. Anaknya juga sering bermain
ke tetangga dan teman sebayanya. Tn.. E dan Ny. L juga masih sering
berkomunikasi untuk mempertahankan keintiman pasangan.
5.2. Riwayat Kesehatan Keluarga
Dalam keluarga Tn.E, penyakit yang sering diderita adalah batuk pilek
dan panas. Menurut pernyataan Ny. L sebelum An. N batuk pilek , yang
mengalami batuk pilek adalah An. R tetapi sudah sembuh. Tetangga Tn.E
juga ada yang batuk pilek, sementara perumahan Tn. E termasuk
pemukiman dengan

penduduk yang padat sehingga mudah sekali

tertularnya penyakit infeksi terutama ISPA, ditambah lagi dengan


kebiasaan ibu-ibu dengan balitanya yang sering ngobrol atau kumpulkumpul sehingga bila ada yang sakit ISPA akan mudah sekali tertular.
Ny.L juga sering kumpul-kumpul sambil mengasuh anaknya dengan
tetangga dan saudaranya.
5.3. Riwayat Tumbuh Kembang Anak
5.3.1. Riwayat Persalinan
An.N dilahirkan di Bidan setempat secara normal. An. N lahir aterm,
berat lahir 3500 gram, panjang badan 50 cm.
5.3.2. Riwayat Perkembangan Balita
An.N mulai tersenyum usia 2 bulan, miring usia 3 bulan, dan saat ini
sudah bisa tengkurap.
5.3.3. Tahap Tumbuh Kembang yang telah dicapai
An.N selalu ditimbang di posyandu, saat ditimbang di posyandu pada
minggu ketiga bulan September 2011 berat badannya 7,5 kg.
Perkembangan yang sudah dicapai , An N sudah dapat menoleh ke arah
5

suara, mengikuti gerakan ke arah 180 0, mengamati benda yang ada di


depannya.
Penampilan Balita
An. N sekarang sedang menderita batuk pilek selama 2 hari. Rambut warna
hitam, kulit sawo matang. Tampak rapi dan bersih dan tampak lesu. Badannya
hangat dan tampak keluar lender dari hidungnya.
6. Data Lingkungan
6.1. Karakteristik Rumah
Status rumah merupakan rumah sederhana dan masih tinggal bersama
ibunya. Jenis bangunan permanent, yang terdiri dari : 1 ruang tamu, 4
kamar tidur, 1 kamar mandi dan dapur. Lantai terbuat dari ubin, ruang
tamu tidak rapi. Ruang tamu memiliki 2 jendela yang sering dibuka.
Kamar tidur mempunyai satu jendela yang jarang dibuka. Dapur terletak
bersebelahan dengan ruang tamu dan depan kamar mandi. MCK terletak
didalam rumah, sumber air dari sumur artesis dan mengalir 2 hari sekali.
Keluarga tidak memiliki tempat penampungan air, jika air kurang minta
kakaknya yang kebetulan rumahnya bersebelahan.
Denah Rumah :
Dapur
R. Tamu

MCK
K. Tidur

6.2. Suasana Lingkungan Rumah


Lingkungan rumah tempat tinggal keluarga merupakan rumah permanen
yang merupakan perumahan padat dan kelihatan berdesakan. Dengan
tetangga

6.3. Karakteristik Tetangga dan Masyarakat


Keluarga Tn.E merupakan penduduk asli daerah itu, sebagian keluarga
yang lain juga penduduk asli, sebagian besar termasuk kelompok sosial
menengah kebawah. Disekitar keluarga Tn.E banyak ibu yang tidak
bekerja atau sebagai ibu rumah tangga. Transportasi yang digunakan
adalah angkutan umum dan motor.
6.4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masayarakat
Hubungan keluarga dengan tetangga dan saudara tampak baik dan
harmonis. Ny.L ikut dalam perkumpulan PKK RT setiap bulan sekali. Tn.
E juga ikut perkumpulan RT setiap bulan sekali. Disamping itu juga
mengikuti perkumpulan seperti pengajian dan kumpulan bapak dan ibu.
7. Struktur Keluarga
7.1. Pola Komunikasi
Dalam berkomunikasi sehari-hari Tn.E dan seluruh anggota keluarga
menggunakan bahasa jawa . Dan kalau ada masalah dimusyawarahkan .
7.2. Struktur Peran
Tn.E mampu menjalankan perannya sebagai kepala keluarga, Ny. L juga
dapat menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga. Pada saat An. N
sakit peran Ny. L sebagai ibu rumah tangga sedikit terganggu.
7.3. Struktur Keluarga
Didalam keluarga yang berperan dalam mengambil keputusan adalah
Tn.E tetapi dalam mengurus anak selama tidak ada Tn.E, diserahkan
sepenuhnya pada Ny.L dan ibunya yang lebih banyak waktunya bersama
anak dibandingkan dengan Tn.E

7.4. Nilai-nilai dalam Keluarga


Keluarga Tn.E mempunyai persepsi bahwa anak yang masih kecil bila
sering batuk pilek dan panas merupakan hal yang biasa terjadi pada anakanak.
8. Fungsi Keluarga
8.1. Fungsi Afektif
Tn.E sangat menyayangi keluarga, mencari nafkah untuk keluarga dan
saling menjaga. Berusaha mendidik anaknya agar selalu menghormati
orang tua dan menyayangi sesama anggota keluarga dan teman sebaya.
8.2. Fungsi Sosialisasi
Keluarga Tn.E mengatakan bahwa cara menanamkan hubungan interaksi
sosial pada anaknya dengan tetangga dan masyarakat yaitu dengan
membiarkan anaknya bermain dengan teman sebayanya di sekolah dan
dirumah. Ny.L juga ikut kegiatan arisan PKK dan posyandu setiap bulan
sekali. Tn.E juga mengikuti perkumpulan RT sebulan sekali.
8.3. Fungsi Kesehatan
Pengetahuan Keluarga tentang penyakit dan penanganannya
8.3.1.

Mengenal masalah

Saat dikaji An.N sedang menderita batuk pilek selama 2 hari dan sudah
dibawa berobat ke Puskesmas Yang telah. dilakukan Ny.L saat anaknya
batuk pilek adalah berobat ke dokter dan meminumkan obat pada anaknya
yang sakit. Ny. L belum mengetahui penyebab, cara penularan,
pencegahan penularan dan perawatan batuk pilek pada anaknya. Ini dapat
dilihat pada saat Ny. L membawa An. N yang sedang sakit berkumpul
dengan ibu-ibu yang sedang mengasuh anak balita yang sehat.
8.3.2.

Mengambil keputusan

Keluarga Tn.E sudah dapat mengambil keputusan untuk mengatasi


masalah kesehatan dengan berobat ke dokter atau puskesmas. Hal ini bisa
dilihat pada saat An. N batuk pilek, oleh keluarga langsung dibawa
berobat ke puskesmas Kedumg Mundu
8

8.3.3.

Merawat anggota keluarga yang sakit

Keluarga Ny. L sudah berusaha merawat anaknya yang sedang batuk pilek
dengan membawa berobat ke Puskesmas dan meminumkan obat yang
sudah diberikan oleh dokter.
8.3.4.

Memelihara/Memodifikasi Lingkungan

Keluarga kurang tahu bagaimana memodifikasi lingkungan rumah yang


sehat dan bagaimana menjaga supaya tidak menimbulkan resiko
penularan pada anggota keluarga yang lain.
8.3.5.

Menggunakan Fasilitas Kesehatan yang ada

Keluarga sudah menggunakan fasilitas kesehatan yang ada yaitu


puskesmas, dokter swasta dan posyandu untuk mengatasi masalah
kesehatan yang ada.
Pola Istirahat /Tidur
Tn. E : tidur mulai jam 22.00 WIB, bangun jam 05.00 WIB, tidak pernah
tidur siang.
Ny. L : tidur jam 21.00 WIB bangun jam 04.30 WIB, kadang tidur siang
kurang lebih 1,5 jam.
An. R : tidur jam 20.00 WIB, bangun jam 05.30 WIB. Selalu tidur siang
jam 13.00 15.30
An. N : lebih sering tidur terutama setelah mandi dan makan

Nama Anggota Keluarga


9

Pemeriksaan

Tn. E

Ny. L

An. R

An. N

Konjungtiva

120/80 mmHg
96 x/menit
20 x/menit
60 kg
hitam, tidak
ada ketombe
tidak anemi

120/80 mmHg
96 x/menit
20 x/menit
54 kg
hitam, tidak
ada ketombe
tidak anemi

110/70 mmHg
88 x/menit
20 x/menit
25 kg
hitam, tidak
ada ketombe
tidak anemi

100 x/menit
28 x/menit
7,5 kg
hitam, tidak
ada ketombe
tidak anemi

Sklera

tidak ikterik

tidak ikterik

tidak ikterik

tidak ikterik

Hidung

tidak ada
sekret,
simetris

tidak ada
sekret,
simetris

tidak ada
sekret,
simetris

ada sekret,
simetris

Telinga

tidak keluar
serumen

tidak keluar
serumen

tidak keluar
serumen

tidak keluar
serumen

Mulut

mukosa bibir
lembab, tidak
sariawan

mukosa bibir
lembab, tidak
sariawan

mukosa bibir
lembab, tidak
sariawan

mukosa bibir
lembab, tidak
sariawan

Leher

tidak ada
pembesaran
kelenjar
thyroid

tidak ada
pembesaran
kelenjar
thyroid

tidak ada
pembesaran
kelenjar
thyroid

tidak ada
pembesaran
kelenjar
thyroid

Dada

tidak ada
keluhan

tidak ada
keluhan

tidak ada
keluhan

suara nafas
vesikuler

Abdomen

datar, ada
bising usus,
tidak nyeri
tekan

datar, ada
bising usus,
tidak nyeri
tekan

datar, ada
bising usus,
tidak nyeri
tekan

datar, ada
bising usus,
tidak nyeri
tekan

Ektremitas

tidak edema

tidak edema

tidak edema

tidak edema

Kulit

bersih, sawo
matang

bersih, sawo
matang

bersih, sawo
matang

bersih, sawo
matang

Turgor Kulit
Keluhan

baik

baik

baik
-

baik
batuk pilek,
panas dan
rewel

Fisik
TD
N
RR
BB
Rambut

10

9. Koping Keluarga
Stressor yang muncul dalam keluarga tidak ada. Koping keluarga Tn. E dalam
menghadapi situasi yang stressful biasanya dipecahkan bersama-sama
anggota keluarga yang lain.
B. ANALISA DATA
Data

Problem
1. DS :
Penularan ISPA pada keluarga Tn. E
- Ny. L mengatakan bahwa terutama An. N berhubungan dengan
anaknya (An. N) batuk pilek ketidakmampuan keluarga merawat
selama 2 hari dan sudah anggota keluarga yang menderita
dibawa ke Puskesmas.
ISPA.
- Ny. L mengatakan bahwa
anaknya yang kedua sering
batuk pilek. Hampir tiap bulan
mengalami batuk pilek dan
kadang 1 bulan 2 kali.
- Ny. L mengatakan bahwa ia
belum mengetahui tentang
penyebab, cara penularan,
pencegahan penularan dan
perawatan batuk pilek.
- Ny. L mengatakan selama An.
R dan An. N batuk pilek
hanya diberi obat dari dokter
dan puskesmas.
DO :
-

An. N tampak lesu


Tampak An. N keluar sekret
dari hidung
Imunisasi An. N belum
lengkap dan An. R lengkap
An. N kadang batuk dan
bersin
RR An. N = 28 x/mnt
An. N tampak rewel dan
badannya hangat

2. DS :
Tidak efektifnya pola asuh pada
- Ny. L mengatakan An. R keluarga Tn. E terutama An. R
susah
diatur,
sering berhubungan dengan ketidakmampuan
11

membantah,
tidak
mau keluarga merawat anggota keluarga
dilarang.
yaitu An. R.
Ny. L mengatakan perilaku
An. R yang susah diatur
tampak pada saat An. R
berusia 3 tahun
Ny. L mengatakan dalam
mendidik anaknya tidak
pernah membeda-bedakan.
Ny. L mengatakan kadang
kalau perilaku An. R sudah
keterlaluan dihukum dengan
mengunci di dalam kamar
mandi ataupun di dalam
rumah.
Ny.
L
semakin
lama
membiarkan
perilaku
anaknya yang tidak benar
karena susah diarahkan

DO :
- Tampak An. R membentakbentak ibunya pada saat
meminta sesuatu dan tidak
mau dilarang
- An. R suka mencari perhatian
jika ada orang asing
- An. R tidak takut pada orang
tua maupun pada orang yang
belum dikenal
- An. R tidak memiliki sopan
santun pada saat ada tamu
yang datang ke rumah

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Penularan ISPA pada keluarga Tn. E terutama An. N berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang menderita ISPA.
2. Tidak efektifnya pola asuh pada keluarga Tn. E terutama An. R berhubungan
dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yaitu An. R.

D. SKORING
12

1. Penularan ISPA pada keluarga Tn. E terutama, An. N berhubungan dengan


ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang menderita ISPA.
Kriteria
1. Sifat Masalah :

Skor
3/3X1

Total
1

Pembenaran
Kondisi Balita anggota keluarga
Tn. E yang menderita ISPA
merupakan kondisi sakit.

1/2X2

Keluarga belum mengetahui


penyebab, cara penularan dan
perawatan ISPA. Yang keluarga
lakukan hanya membawa anggota
keluarga yang sakit ke dokter dan
memberikan obat dari dokter.

2/3X1

2/3

Keluarga ingin mengetahui cara


merawat ISPA. Akan tetapi
anaknya yang An. R kalau
dilarang minum es susah sekali.
Dan Tn. E kalau merokok masih
di dalam rumah.

1/2X1

1/2

Keluarga menganggap masalah


batuk pilek merupakan masalah
yang sering terjadi pada saat
musim hujan dan sering terjadi
pada anak-anak. Yang dilakukan
keluarga hanya memberikan obat
dari dokter dan Puskesmas

Tidak sehat
2.Kemungkinan
Masalah

dapat

diubah

Hanya

sebagian
3. Kemungkinan
Masalah dapat
dicegah : Cukup

4. Menonjolnya
Masalah :
Ada masalah tetapi
tidak

perlu segera

ditangani
Jumlah

3 1/6

2. Tidak efektifnya pola asuh pada keluarga Tn. E terutama An. R berhubungan
dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yaitu An. R.
Kriteria

Skor

Total

Pembenaran
13

1.

Sifat Masalah :

2/3X1

2/3

1/2X2

1/3X1

1/3

Sikap keluarga yang akhirnya


membiarkan perilaku An. R
akan semakin mempersulit
dalam mengatasinya.

0/2X1

Keluarga menganggap masalah


perilaku An. R bukan suatu
masalah
karena
hanya
membiarkan perilaku An. R
walaupun kadang berusaha
mengingatkannya.

Ancaman
2. Kemungkinan
Masalah dapat
diubah : Hanya
sebagian

3. Kemungkinan Masalah
dapat dicegah :
Rendah
4.

Menonjolnya

Masalah : Ada masalah


tetapi tidak dirasakan

Jumlah

Perilaku An. R yang susah


diatur, tidak bisa dilarang akan
mempersulit orang tua dalam
mendidik anak
Keluarga
sudah
berusaha
dengan berbagai cara untuk
mengatasi perilaku An. R tetapi
tidak
berhasil.
Keluarga
akhirnya membiarkan perilaku
An. R walaupun kadang masih
suka diberi hukuman

PRIORITAS MASALAH
1. Penularan ISPA pada keluarga Tn. E terutama An. N berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang menderita ISPA.
2. Tidak efektifnya pola asuh pada keluarga Tn. E terutama An. R berhubungan
dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga

E. IMPLEMENTASI
Tgl
10/10/2
011
jam

No.
Dx
I

Implementasi

Hasil Evaluasi

1. Mengingatkan keluarga akan S :


kontrak yang telah disepakati - Keluarga masih
2. Mengulang kembali apa yang
dengan kontrak

ingat
yang
14

16.30
WIB

telah
diketahui
keluarga
tentang ISPA. Mengatakan pada keluarga bahwa kemarin
keluarga menyebutkan bahwa
penyebab ISPA adalah karena
kehujanan.
3. Mendiskusikan
dengan keluarga tentang
- Pengertian ISPA
- Penyebab ISPA
- Tanda dan gejala ISPA
- Faktor
predisposisi
terjadinya ISPA
- Cara Penularan ISPA
- Cara
Pencegahan
Penularan ISPA
- Cara perawatan ISPA di
rumah

telah disepakati
Keluarga
mengatakan
bahwa batuk pilek sering
terjadi
pada
saat
pergantian musim

4. Memberikan kesempatan pada keluarga


untuk
bertanya
tentang hal-hal yang belum
jelas

Keluarga
bertanya
apakah bayi jika dipijat
akan menyebabkan batuk
pilek
kerena
sudah
menjadi kebiasaan bahwa
jika anaknya tampak
capek selalu dipijat
Keluarga
tampak
menganggukkan kepala

5. Menjawab
pertanyaan
keluarga bahwa pijat bayi
tidak menyebabkan batuk
pilek akan tetapi akan
melancarkan peredaran darah
6. Memotivasi keluarga untuk
menyebutkan kembali tentang
:
- Pengertian ISPA
- Penyebab ISPA
- Tanda dan gejala ISPA
- Faktor
predisposisi
terjadinya ISPA
- Cara Penularan ISPA
- Cara
Pencegahan
Penularan ISPA
- Cara perawatan ISPA di
rumah

Keluarga
aktif
mendengarkan penjelasan
perawat
sambil
menggedong An. N

Keluarga
mampu
menyebutkan pengertian
ISPA
Keluarga
mampu
menyebutkan penyebab
ISPA
Keluarga
mampu
menyebutkan 3 tanda dan
gejala ISPA
Keluarga
mampu
menyebutkan 5 dari 6
faktor
predisposisi
terjadinya ISPA
Keluarga
mampu
menyebutkan 2 cara
penularan ISPA
15

7. Memberikan
reinforcement
positif atas jawaban keluarga yang benar
8. Mengucapkan terima kasih
pada keluarga atas waktunya
9. Mengulang kontrak
pertemuan berikutnya

untuk
-

Keluarga
mampu
menyebutkan 3 cara
pencegahan
penularan
ISPA
Keluarga
mampu
menyebutkan 5 cara
perawatan ISPA di rumah
Keluarga tampak senang
dan tersenyum
Keluarga
juga
mengucapkan
terima
kasih pada perawat atas
informasi yang diberikan
Keluarga
mengatakan
waktu terserah perawat
karena selalu di rumah
Keluarga
menyetujui
waktu yang ditawarkan

10. Menawarkan
pertemuan
selanjutnya
untuk
besok
tanggal 11 Oktober 2011 jam
16.00
11/10/2
011
jam
16.00

1. Mengulang kontrak
telah disepakati

yang -

2. Menjelaskan akibat lanjut dari ISPA


3. Memberikan
kesempatan keluarga untuk mengulangi
penjelasan perawat
4. Memberikan motivasi pada keluarga untuk mengambil
keputusan
dalam
hal
pencegahan
ISPA
pada
anggota keluarga lain
5. Memberikan
reinforcement positif
atas
keputusan
keluarga untuk mencegah
penularan ISPA pada anggota
keluarga yang lain
6. Mendiskusikan
kembali dengan keluarga tentang cara
perawatan ISPA di rumah

Keluarga masih ingat


dengan kontrak yang
telah disepakati
Keluarga mendengarkan
dengan aktif
Keluarga
mampu
menyebutkan
akibat
lanjut dari ISPA
Keluarga
memutuskan
untuk melarang anggota
keluarga lain dekat-dekat
dengan An. N sampai An.
N sembuh dan tidak
membersihkan
ingus
secara sembarangan
Keluarga tersenyum

Keluarga masih ingat


tentang cara perawatan
ISPA di rumah dan sudah
16

12/10/2
011
Jam
16.00

7. Memberikan
reinforcement
positif atas jawaban keluarga
dan usaha keluarga untuk
merawat
anaknya
yang
menderita ISPA
8. Mendiskusikan
dengan keluarga tentang lingkungan
yang dapat menyebabkan
ISPA
9. Menanyakan pada keluarga tentang rencananya untuk
memodifikasi lingkungan
10. Memberikan
reinforcement
positif atas rencana keluarga
dalam
memodifikasi
lingkungan

membeli obat
untuk anaknya
Vicks

11. Memotivasi keluarga untuk melakukan rencana dalam


memodifikasi lingkungan
12. Mengulang
kontrak selanjutnya

Keluarga
mengatakan
akan berusaha

1. Mengingatkan keluarga akan kontrak yang telah disepakati

Keluarga masih ingat


akan kontrak yang telah
disepakati
Lingkungan tampak lebih
bersih dan rapi, jendela
terbuka semuanya
Keluarga
mengatakan
bahwa Tn. E kalau
merokok sudah diluar
rumah
Keluarga
mengatakan
demi keluarga agar selalu
sehat

2. Mengobservasi
rumah

lingkungan -

3. Menanyakan apakah Tn. I


kalau merokok masih di
dalam rumah atau diluar
rumah
4. Memberikan
reinforcement
positif atas usaha keluarga
dalam
memodifikasi
lingkungan
5. Mendiskusikan
dengan
keluarga
untuk
rajin
membawa
anaknya
ke
puskesmas untuk diimunisasi
agar terhindar dari ISPA
6. Memotivasi keluarga untuk
melengkapi
imunisasi
anaknya agar terhindar dari
ISPA

gosok
yaitu

Keluarga menyebutkan 3
jenis lingkungan yang
dapat menyebabkan ISPA
Keluarga
mengatakan
untuk
menganjurkan
Tn.E untuk merokok di
luar rumah dan selalu
membersihkan
rumah
serta membuka jendela
setiap hari

Keluarga
mengatakan
besok jam 16.00

Keluarga mendengarkan
dan sambil bertanya

Keluarga
mengatakan
akan membawa anaknya
ke puskesmas sampai
imunisasinya lengkap
17

7. Memberikan
reinforcement positif pada keluarga yang
telah menggunakan fasilitas
kesehatan yang ada
8. Mengakhiri kontrak dengan keluarga

Keluarga tampak senang

Keluarga mengucapkan
terima
kasih
dan
mengharapkan
masih
mendapatkan
pengetahuan
tentang
kesehatan

18