Anda di halaman 1dari 6

5/2/2011

Gambaran klinis
Lesi kutaneus
Tipe nodular BCC
Tipe superficial BCC
Tipe Morpheaform/Sclerosing BCC

TUMOR GANAS KULIT


Kuliah Dermatology
FK UWKS

Bisa terjadi ulserasi ulkus roden


Bisa tumbuh dari nevus sebaseus

Gambaran klinis

Basal Cell Carcinoma (BCC)


berasal dari sel2 pada stratum basal
epidermis / folikel pilosebaceus
Predisposisi : daerah kepala dan leher
20% pada non-sun-exposed area
Tidak tumbuh pada mukosa
tumor jarang bermetastase, tetapi pernah
dilaporkan bermetastase melalui aliran
darah dan pembuluh limfe
pria > wanita

Faktor Predisposisi BCC

paparan sinar matahari,


kulit putih/tipe I-II
kulit yang terkena radiasi/terbakar
Paparan arsenik
imunitas / penggunaan imunosupresan
nevus sebaseus
Bowens disease
Family history of skin cancer

Tipe nodular

papul mengkilat
atau transparan
bisa disertai dg
telangiektasia,
bisa disertai
dengan sedikit
pigmentasi

Gambaran klinis
Rolled edge

pigmented

5/2/2011

Gambaran klinis

Nodular pigmented BCC

Tipe Superficial
Plak eritema dg batas
tegas, bentuk ireguler,
tepi meninggi (rolled
edge)
Lokasi : > badan

Gambaran klinis
Tipe morpheaform/
sclerosing
seperti jaringan
parut (plak berwarna
keputihan dg batas
tidak tegas)
Aggressive-growth
BCC

Gambaran klinis
ulkus roden :
ulserasi dengan tepi
irregular dan
hiperpigmentasi, terdapat
indurasi pada tepi ulkus

5/2/2011

Gambaran klinis
BCC terjadi pada
6,5% kasus nevus
sebaseus di scalp
Biasanya terjadi
setelah pubertas
Prevention: excision
before puberty

Diagnosis BCC
Klinis
Biopsy FNAB/FNAC

Penatalaksanaan BCC

pemeriksaan histopatologi (sebelum dan


sesudah eksisi memastikan clear margin)
Eksisi luas
Mohs micrographic surgery
Kuret dan elektro kauter (risky)
radiotherapy (untuk pasien tua dengan lesi
luas)
cryotherapy
5 fluorourasil topikal, imiquimod topikal
follow up pasien

5/2/2011

Gambaran klinis

Squamous Cell Carcinoma (SCC)


tumor ganas yang berasal dari sel keratinosit
dari epidermis
mudah bermetastase melalui pembuluh limfe
disertai dengan pembesaran kelenjar getah
bening yang keras dan melekat pada jaringan
sekitarnya
Secara umum dibedakan menjadi :

Lokasi
Cutaneus SCC
Oral SCC
Genital SCC
Metastatic Cutaneus SCC

non verukosa
verukosa

Faktor predisposisi

sinar matahari/UV
Arsenik (arsenik keratosis)
hydrocarbon (tar, mineral oil, nitrogen mustard)
Panas (infra red)
Chronic X-ray radiation
Jaringan parut, bekas luka bakar/trauma
Virus HPV (>tipe 16)
Imun / Penggunaan imunosupresan

Gambaran klinis
Tipe ulcerative

SCC pada bibir


bawah

Bisa tumbuh dari kulit normal (de novo)

Gambaran klinis
Morfologi :

Gambaran klinis
Tipe noduler

Genital SCC

Verukosa
Non verukosa
In situ
Indurated nodule
Noduloulcerative
Ulcerative

5/2/2011

Diagnosa SCC
Klinis
Biopsy

Tipe Melanoma Maligna

Superficial spreading melanoma 70 %


Nodular melanoma
15%
Lentigo maligna melanoma
5%
Acral lentiginous melanoma
10%

Faktor predisposisi

Penatalaksanaan SCC
Electrosurgery (risky, for small size SCC
<10mm, Jangan dilakukan)
Eksisi lebar
Mohs micrographics surgery
Radioterapi (untuk lokasi sulit dan
adjuvant therapy untuk SCC > 1 cm)
Cryosurgery
Follow up pasien

Melanoma Maligna
tumor ganas berasal dari sel melanosit
bisa timbul secara primer (75%) atau
berasal dari nevus melanositik
bermetastase melalui pembuluh darah,
pembuluh limfe dan local angka
kekambuhan setelah eksisi tinggi
5 year survival rate untuk stadium 1 :
40-99% (tergantung ketebalan tumor)

Sinar matahari
Pigmentary characteristic : blue eyes, blond,
fair, red hair, light complexion, tendency to
sunburn, freckling tendency
Familial melanoma
Melanocytic nevi (dysplastic nevus)

A : asimetris
B : border irregularity
C : colour not even
D : diameter > 6 mm

Gambaran klinis
Lentigo maligna
melanoma

Superficial spreading
melanoma

5/2/2011

Gambaran klinis
Nodular melanoma

Acral lentiginous
melanoma

Gambaran klinis
Tipe varian

Acral amelanotic
melanoma maligna

Penatalaksanaan MM (1)
Pemeriksaan tubuh menyeluruh untuk
melihat adanya metastase
Pemeriksaan lymph nodes
Complete surgical excision of the primary
lesion (eksisi lebar)
Elective lymph node dissection
Adjuvant therapy untuk std III : interferon
-2a

Penatalaksanaan MM (2)
Terapi untuk std IV (distant metastase):
Eksisi untuk isolated metastase
Radioterapi
Chemoterapi
Follow up pasien
Minimum 10 tahun
Thicker melanoma (>3mm) 50% recurrence within
1 1,5 years

Diagnosa MM
Klinis
Epiluminescence microscopy (ELM)
Biopsy
Tidak diperbolehkan insisi/FNAB karena
bahaya metastase