Anda di halaman 1dari 3

BERBAGAI PENGUMPULAN DATA

Dalam statistika, kita mengenal beberapa jenis data tergantung konteksnya. Suatu data bisa berupa angka
atau bisa juga bukan berupa angka. Data yang berupa angka disebut data kuantitatif, yang nilainya bisa
berubah-ubah (variabel). Berdasarkan nilainya dikenal 2 jenis data kuantitatif, yaitu data diskrit dan data
continue. Data diskrit diperoleh dari hasil perhitungan.
Contoh
1. Ibu meriam mempunyai 3 anak
2. Pak marzuki mempunyai 3 mobil
3. Di Universitas Pelita Harapan ada 4 Fakultas, yaitu fakultas ekonomi, fakultas tehnologi industry,
fakultas tehnik sipil dan perencanaan, dan fakultas senirupa dan desain.
Sedangkan data kontinu diperoleh dari hasil pengukuran.
Contoh
1.
2.
3.
4.
5.

Tinggi badan Ahmad adalah 175 cm


Berat badan Intan adalah 55 kg
Kecepatan mobil B adalalah 100km/jam
Volum kaleng A adalah 20 liter
Luas lapangan parkir C adalah 100 m .

Data yang bukan berupa angka disebut data kualitatif. Data ini berbentuk kategori atau atribut
misalnya manis, rujak, gagal dan sembuh .
Contoh
1. Ayu berwajah manis, berkulit putih, dan tinggi semampai
2. Karena malas belajar, Desi gagal ujian
3. Setelah minum obat, Ibu putri langsung sembuh.
Menurut sumbernya, data dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu data iteren dan data eksteren .
data iteren adalah data yang diperoleh atau bersumber dari dalam suatu istansi (lembaga organisasi).
Sedangkan data eksteren adalah data yang diperoleh atau bersumber dari luar instansi. Contoh dari
data interen, misalnya suatu perusahaan pada tahun 1999 mempunyai pegawai sebanyak 100 orang ,
biaya operasional perusahaan sebesar 2 miliyar rupiah dan keuntungan perusahaan sebesar 1 miliyar
rupiah. Untuk mengetahui posisi perusahaan relative terhadap perusahaan lain yang sejenis, maka
diperlukan data lain dari luar perusahaan itu sendiri. Data ini yang disebut data eksteren, misalnya,
pada tahun yang sama perusahan B mempunyai pegawai sebanyak 80 orang , biaya operasional 1,5
miliyar rupiah, dan keuntungan perusahaan adalah 2,3 miliyar rupiah. Jadi meskipun sama-sama
mendapat keuntungan, jelas prestasi perusahan A lebih buruk dari pada perusahaan B, karena dengan
jumlah pegawai yang lebih banyak, biaya operasional lebih besar, tetapi untungnya lebih kecil
daripada perusahaan B. dalam hal ini terhadap perusahaan A, data dari perusahan A merupakan data
interen , sedangkan dari perusahan B merupakan data eksteren.
Data eksteren dibagi menjadi 2 jenis, yaitu data primer dan data sekunder . data primer adalah
data yang langsung dikumpulkan oleh orang yang berkepentingan atau yang memakai data tersebut.

Data yang diperoleh melalui wawancara atau memakai kuesioner merupakan contoh data primer.
Sedangkan data sekunder adalah data yang tidak secara langsung dikumpulkan oleh orang yang
berkepentingan dengan data tersebut. Data yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan untuk
keperluan menulis skripsi adalah merupakan contoh data sekunder. Begitujuga data yang diperoleh
dari studi kepustakaan merupakan data sekunder.
Berdasarkan pengertian tersebut, jelas data primer lebih baik daripada data sekunder, karena asal
usul, kelemahan dan kelebihan data primer diketahui langsung oleh orang yang berkepentingan
dengan data tersebut ; sedangkan data sekunder, dikumpulkan dan diolah oleh orang lain sehingga
orang luar yang memakai data tersebut tidak mengetahui asal-usul, kelebihan dan kekurangan data
tersebut.

CARA PENGUMPULAN DATA


Untuk memperoleh data yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya, maka data harus
dikumpulkan dengan cara atau proses yang benar. Baik melalui sensus maupun sampling data dapat
dikumpulkan dengan beberapa cara (teknik), yaitu sebagai berikut :
1. Wawancara (interview), yaitu cara untuk mengumpulkan data dengan mengadakan tatap muka
secara langsung antara orang yang bertugas mengumpulkan data dengan orang yang menjadi
sumber data atau obyek penelitian. Wawancara yang baik, yaitu untuk memenuhi tujuan dan
sasaran yang ingin dicapai . untuk itu, wawancara harus dilakukan dengan memakai suatu
pedoman wawancara yang berisi daftar pertanyaan yang telah dirancang sesuai dengan tujuan
yang ingin dicapai. Jawaban yang diperoleh bersifat langsung baik berupa data kuantitatif,
pendapat/opini atau keterangan. Ada 2 jenis wawancara, yaitu wawancara berstruktur (structured
interview) dan Wawancara takberstruktur (unstructured interview). Wawancara berstruktur adalah
wawancara yang sebgian besar jenis-jenis pertanyaannya telah ditentukan sebelumnya termasuk
urutan yang ditanya dan materi pertanyaannya. Kelebihan dari wawancara adalah data yang
diperoleh langsung diperoleh sehingga lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kekurangannya adalah tidak dapt dilakukan dalam skala besar dan sulit memperoleh keterangan
yang sifatnya pribadi. Bila dilakukan dalam skala besar akan akan memerlukan dana yang besar,
karena memerlukan tenaga pewawancara yang lebih baik.
2. Kuesioner (angket), adalah cara mengumpulkan data dengan mengirim kuesioner yang berisi
sejumlah pertanyaan yang ditujukan kepada orang yang menjadi obyek penelitian sehingga
jawabannya tidak langsung diperoleh. Jenis, urutan, dan materi pertanyaan dari kuesioner pada
dasarnya hampir sama dengan wawancara. Dengan kuesioner , setiap pertanyaan dapat disediakan
pilihan jawaban atau pertanyaan terbuka tanpa jawaban.
Kelemahan kuesioner antara lain adalah Bisa jadi tidak semua pertanyaan dijawab, Jawaban bisa
tidak akurat karena faktor ketidakjujuran, Kuesioner bisa tidak dikembalikan .
Kelebihan kuesioner adalah Bisa dilakukan dalam skala besar, biayanya lebih murah karena tidak
perlu mengirim banyak orang, bisa memperoleh jawaban yang sifatnya pribadi.
3. Observasi (pengamatan) adalah cara mengumpulkan data dengan mengamati/ mengobservasi
obyek penelitian atau peristiwa /kejadian baik berupa manusia, benda mati maupun alam. Data

yang diperoleh adalah untuk mengetahui sikap dan perilaku manusia, benda mati atau gejala
alam.orang yang bertugas untuk melakukan observasi disebut observer atau pengamat.
Sedangkan alat yang dipakai untuk mengamati obyek disebut pedoman observasi. Kebaikan dari
observasi adalah data yang diperoleh lebih dapat dipercaya karena dilakukan atas pengamatan
sendiri. Kelemahannya adalah bisa terjadi kesalahan interpretasi terhadap kejadian yang diamati.
Selain itu, observer yang berbeda dalam mengamati obyek yang sama , bisa menghasilkan
kesimpulan yang berbeda karena faktor subyeksifitas dari observer. Selain itu, kehadiran observer
di tengah-tengah obyek yang sedang diamati bisa merubah sikap dan perilaku obyek sehingga
bisa menyesatkan kesimpulan.

4. Tes dan Skala Obyektif adalah suatu cara mengumpulkan data dengan memberikan tes kepada
obyek yang diteliti. Ada tes dengan pertanyaan yang disediakan pilihan jawaban, ada juga tes
dengan pertanyaan tanpa pilihan jawaban (bersifat terbuka). Berdasarkan jawaban yang diberikan
ditentukan nilai masing-masing pertanyaan sehingga dapat dipakai untuk mengukur karakteristik
tertentu dari obyek yang diteliti. Cara ini banyak dilakukan pada tes psikologi untuk mengukur
karakteristik kepribadian seseorang. Selain itu ada juga tes yang mengukur prestasi orang. Ada
beberapa macam tes (tes skala obyektif), yaitu : (1) Tes kecerdasan dan bakat, (2) tes kepribadian,
(3) tes sikap, (4) tes tentang nilai, dan (5) tes prestasi belajar.

5. Metode proyektif adalah cara mengumpulkan data dengan mengamati atau menganalisis suatu
obyek melalui ekspresi luar dari obyek tersebut dalam bentuk karya (lukisan) atau tulisan.
Metode ini juga biasa dipakai untuk mengetahui sikap,emosi dan kepribadian seseorang melalui
karya atau tulisan yang dibuatnya. Pada umumnya metode ini dipakai dalam psikologi yang
dipakai merupakan perkembangan dari ilmu jiwa modern. Kelemahan dari metode ini adalah
obyek yang sama bisa dikumpulkan secara berbeda oleh pengamat yang berbeda Karena faktor
subyektifitas.
Semua alat yang dipakai untuk mengumpulkan data, apakah pedoman wawancara, angket
dan tes, sebelum dipakai biasanya terlebih dahulu diadakan uji coba untuk mengadakan perbaikan
dan validasi. Pada lima cara mengumpulkan data tersebut, orang yang menjadi obyek penelitian
atau yang memberi keterangan penelitian disebut responden.

BUKU TEORI DAN APLIKASI STATISTIKA DAN PROBABILITAS