Anda di halaman 1dari 36

BAB I

PENCARIAN FAKTA

1.1 Latar Belakang


Yayasan Kusuma Buana (YKB) adalah sebuah organisasi non-profit dan
organisasi non-pemerintah. YKB didirikan pada 8 Februari 1980 untuk
memperkuat peran sektor swasta dalam keluarga berencana, pelayanan kesehatan
reproduksi dan pengembangan masyarakat melalui layanan kesehatan, penelitian
dan pendidikan kesehatan. Berkaitan dengan tujuan tersebut, YKB berfungsi
sebagai sumber daya dan konsultan untuk organisasi serupa yang terlibat dengan
keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.
Visi
Membantu terwujudnya masyarakat madani (Civil Society) yang sehat,
sejahtera dan mandiri
Misi
Meningkatkan Pemberdayaan dan peran masyarakat/sektor swasta dalam
pembangunan sosial pada umumnya dan khususnya pada bidang kesehatan
reproduksi, pelayanan kesehatan dasar (Primary Health care) dan pengembangan
masyarakat

melalui

pelayanan

masyarakat,

pengembangan komunikasi, informasi dan edukasi.

penelitian,

pelatihan

dan

Tujuan Organisasi
Tujuan dasar dari YKB adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengembangkan dan memberikan bantuan dalam mengembangkan
model untuk ibu yang inovatif dan perawatan kesehatan anak (termasuk
perawatan kesehatan reproduksi) pengiriman layanan ke orang-orang yang
tinggal di daerah perkotaan.
2. Untuk memfasilitasi integrasi konsep hak-hak reproduksi ke dalam kehidupan
keluarga dalam upaya untuk mendorong kesehatan Indonesia.
3. Untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan praktek prosedur yang
sesuai

untuk

meningkatkan kesehatan ibu dan anak, jarak kelahiran, kesehatan remaja,


pencegahan HIV/AIDS dan perbaikan gizi di antara anggota masyarakat.
4. Untuk menunjukkan pendekatan inovatif dan strategi untuk pelembagaan
dari "kualitas dan keluarga yang sehat" norma dalam mendukung konsep
masyarakat sipil.

Struktur Organisasi
Yayasan ini diatur oleh dewan Penasehat dengan perwakilan dari kedua
organisasi pemerintah dan sektor swasta. Salah satu anggota Dewan berfungsi
sebagai Direktur eksekutif dan bertanggung jawab untuk koordinasi dan
pengawasan YKB harian kegiatan. YKB memiliki total 95 staf terdiri dari 20
dokter dan paramedis, dan 75 Non medis (sosiolog, antropolog, ahli biologi,
keuangan dll).

YKB dibagi menjadi tiga divisi utama:


1. Layanan Klinik
2. Informasi, Pendidikan dan Komunikasi (IEC) dan Pelatihan
3. Penelitian dan Evaluasi layanan dukungan yang disediakan oleh divisi
Administrasi dan Keuangan.
Kegiatan Komunikasi (Workshop)
YKB memiliki banyak program kampanye, salah satunya yaitu kampanye
mengenai Child Trafficking yang bekerjsama dengan Indo ACT (Indonesia Anti
Child Trafficking). Kampanye tersebut dilakukan di Karawang Kec. Pedes Desa
Sungai Buntu. Untuk mencapai target sasaran di Karawang, YKB juga melakukan
kerjasama dengan JPA (Jaringan Perlindungan Anak) Karawang. Melalui Ibu
Hertanti selaku tokoh masyarakat, YKB dapat menjangkau masyarakat di daerah
tersebut
Salah satu kegiatannya yaitu Workshop mengenai Peer Education
(Children) on Prevention and Case Identification of Child Trafficking and Child
Exploitation at Village. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan
penguatan terhadap anak dan pemahaman tentang apa itu trafficking, siapa orang
yang potensi dijual (traffick), siapa yang berpotensi menjadi pelaku, hal yang
perlu dilakukan bila menemukan kasus tersebut dan kepada siapa mereka harus
melaporkannya. Pada kampanye ini yang menjadi target sasaran adalah aparat
desa dan kadus, KPMD dan masyarakat, serta anak-anak.

Kegiatan tersebut dilakukan pada 11 Mei 2016 dari jam 13.30-15.30 di


Pantai Samudera Baru, Karawang, tepatnya di Saung Ikan Bakar. Peserta yang
hadir sebanyak 38 orang yang terdiri dari aparat desa dan kadus, KPMD dan
masyarakat, serta anak-anak.. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Yani
selaku penanggung jawab kegiatan ini, alasan dipilihnya Karawang karena banyak
isu- isu trafficking yang mempekerjakan anak di industri dan nelayan untuk
membantu perekonomian keluarga.
Acara workshop diawali dengan pembukaan yaitu sambutan dari ketua
FKPMD/JPA yaitu Ibu Hernanti. Kemudian beliau juga menjelaskan mengenai
tujuan diadakannya acara tersebut. Selanjutnya Ibu Yani sebagai penanggung
jawab acara sekaligus fasilitator YKB menyampaikan materi tentang identifikasi
penanganan kasus seperti bagaimana mengidentifikasi kasus- kasus di wilayah
mereka mengenai child trafficking. Kemudian sesi berikutnya yaitu diskusi
kelompok.
Dalam diskusi kelompok dibagi menjadi tiga, yang terdiri dari kelompok
aparat desa dan kadus, kelompok KPMD dan masyarakat, dan kelompok forum
anak. Pemisahan

kelompok ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana

pemahaman peserta mengenai child trafficking. Masing-masing kelompok


didampingi oleh pemandu. Pemandu tersebut akan mengajukan beberapa
pertanyaan kepada peserta kolompok Pada dasarnya tidak ada kriteria khusus
yang diperlukan untuk pemilahan pemandu. Karena keterbatasan SDM, maka
YKB melakukan pemilihan pemandu diskusi dari salah seorang masing-masing
anggota kelompok. Sebelum memulai dan memimpin diskusi, para pemandu akan

diberikan briefing dan diberi waktu untuk membaca materi serta pertanyaan yang
akan disampaikan saat diskusi. Sementara untuk bagian aparat desa, kriteria
pemandunya adalah seseorang yang telah memiliki banyak pengalaman dan
mengetahui secara perspektif program. Selama menjalani diskusi, pihak YKB
akan melakukan mobile untuk mengamati atau ikut serta berdiskusi.
Indo ACT memiliki 6 target yang harus dilakukan intervensi yaitu pertama
anak, masyarakat, stakeholder, layanan, aparat dan peradilan. pada level tingkat
desa, pihak yang terlibat yaitu anak, masyarakat dan aparat desa. oleh karena itu
tujuan dibagikannya kelompok ini untuk melihat perspektif dari anak, masyarakat
dan aparat, karena jika dijadikan 1 kelompok diskusi maka akan memiliki hasil
yang berbeda.
Setelah

selesai

sesi

diskusi,

masing-masing

kelompok

akan

mempresentasikan hasil diskusi yang telah dilakukan. Hal ini bermaksud agar
semua peserta dapat mengetahui hasil diskusi dari semua kelompok. Apakah ada
persamaan informasi, atau bahkan ada fakta baru yang terungkap mengenai child
traffiking.
Media komunikasi yang digunakan untuk menunjang penyampaian materi
yaitu leaflet, handsout, dan proyektor. Namun karena kondisi tempat yang tidak
menunjang maka proyektor tidak dapat digunakan. Di penghujung acara, Ibu Ai
selaku partner Ibu Yani dari YKB membagikan leaflet dan handsout kepada
semua peserta yang hadir. Kemudian para peserta dan fasilitator dari YKB
melakukan foto bersama.

1.2 Instrument dalam Audit Komunikasi


Dalam proses pengumpulan data pada audit komunikasi kami menggunakan
instrumen:
1) Data Primer
-

Wawancara
Untuk mengumpulkan data dalam audit komunikasi, auditor melakukan

wawancara kepada pihak YKB yaitu Ibu Yani Mulyani selaku HRD Harian
dan penanggung jawab kegiatan workshop Child Trafficking dan informan
yaitu Ibu Ai selaku staff YKB.
Hasil dari wawancara yang dilakukan, auditor mendapatkan beberapa
informasi mengenai program workshop terkait Child Trafficking. Informasi
tersebut antara lain:
1. Kegiatan Indonesia ACT di Karawang memiliki tujuan penguatan pada
anak serta pemahaman tentang Child trafficking. Pada kegiatan
workshop kali ini melakukan penguatan pada JPA (Jaringan
Perlindungan Anak). JPA terdiri dari forum anak, orangtua dan
masyarakat, serta aparat desa.
2. Rencana awal kegiatan akan dilakukan pada 11 Mei 2016 dari jam
12.00-15.30 di Pantai Samudera Baru, Karawang, tepatnya di Saung
Ikan Bakar. Peserta yang hadir sebanyak 40 orang yang terdiri dari
aparat desa dan kadus, KPMD dan masyarakat, serta anak-anak.

3. Pada saat diskusi akan dilakukan pembagian kelompok diskusi untuk


melihat perspektif dari masing-masing kelompok
4.

Pada workshop tersebut akan dilakukan 2 kegiatan yaitu pertama


kegiatan berupa identifikasi kasus dan kedua berupa action planning
mengenai cara menangani kasus Child Trafficking.

Observasi
Saat proses pengumpulan data, auditor juga melakukan observasi secara

partisipan untuk mengamati fenomena yang ada di lapangan. Auditor


mengamati kegiatan workshop terkait child trafficking yang dilakukan di
Pantai Samudera Baru, Karawang, tepatnya di Saung Ikan Bakar mengalami
kemunduran jam menjadi pada 13.30-15.30 dengan jumlah peserta 38 orang.
Dalam kegiatan tersebut, adanya pemisahan kelompok dalam proses diskusi
yang terdiri dari kelompok aparat desa dan kadus, kelompok KPMD dan
masyarakat, dan kelompok forum anak. Dari tiga kelompok tersebut terdapat
beberapa perbedaan, seperti pertanyaan yang diajukan oleh pemandu,
pendekatan komunikasi yang digunakan oleh pemandu, serta adanya
perbedaan dari hasil diskusi. Namun ada juga beberapa hasil diskusi yang
sama antara tiga kelompok tersebut.
Dari hasil observasi, pendekatan yang dilakukan pemandu untuk forum
anak lebih cendrung menggunakan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami.
Sedangkan untuk pemandu aparat desa diwakili oleh Ibu Ai, proses diskusi
cukup serius, hampir setiap kadus memberikan pendapatnya dan terkadang
bertanya terkait hal yang ada diluar tema. Waktu yang diperlukan untuk

menyelesaikan satu pertanyaan cukup lama bila dibandingkan dengan


kelompok lainnya. Untuk forum masyarakat, pemandu diwakili oleh ibu
Yani. Auditor melihat responden pada kelompok ini cukup interaktif dan
memahami tentang tema workshop, sehingga pemandu tidak banyak
melakukan penjelasan ulang.
2) Data Sekunder
-

Dokumen Instansi : Profil Yayasan Kusuma Buana


Data yang auditor peroleh dari dokumen instansi yaitu berupa

penjabaran mengenai profil YKB yang menjelaskkan mengenai sejarah, visi


dan misi, tujuan organisai, struktur organisasi, serta kegiatan komunikasi
yang ada di YKB.
-

Website
Selain menggunakan data primer dalam proses pengumpulan data

auditor

juga

mencari

data

yang

bersumber

dari

www.mhtf.org/organization/yayasan-kusuma-buana-ykb/.

internet
Dalam

yaitu
website

tersebut kami mendapat data tambahan mengenai profil Yayasan Kusuma


Buana secara lengkap.

BAB II
ANALISIS DATA

2.1 Kampanye Sosial


Dalam Venus (2007, h.7) Rogers dan Storey (1987) mendefinisikan
kampanye sebagai serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan
tujuan menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan
secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu.
Definisi lain mengenai kampanye juga dipolulerkan oleh Rajasundaram
(1981) dalam Venus (2007, h.8) yang mengatakan bahwa, A campaign is a
coordinated use of different methods of communication aimed at focusing
attention on a particular problem and its solution over a period of time.
Merujuk pada definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa kampanye
merupakan suatu tindakan komunikasi yang terencana untuk memecahkan suatu
masalah dan menciptakan efek pada sejumlah khalayak dalam kurun waktu
tertentu.
Efek yang ingin diciptakan selalu terkait dengan aspek pengetahuan
(knowledge), sikap (attitude), dan perilaku (behavioural) (Praf dan Parrot, 1993).
Menurut Ostergaard (2002) ketiga aspek tersebut dikenal dengan istilah 3A, yaitu
awareness, attitude, dan action. Ketiga aspek tersebut saling terkait dan
merupakan sasaran pengaruh (target of influences) yang mesti dicapai secara
bertahap agar suatu perubahan dapat tercipta.

10

Agar proses kegiatan kampanye sosial yang dilakukan dapat dipahami


secara sistematis, auditor menggunakan model kampanye Ostergaard untuk dapat
memahami fenomena kampanye dari tahapan kegiatannya serta interaksi antar
komponen yang terdapat di dalamnya.

Gambar 1. Tahap kegiatan kampanye Ostergaard


Model Ostergaard dalam Venus (2007, h. 15) berkaitan dengan kampanye
sosial, karena di dalam model ini hasil yang diharapkan adalah meningkatnya
pengetahuan (knowledge), sikap (attitudes), dan keterampilan (skill) khalayak
yang diakhiri dengan perubahan perilaku khalayak untuk mengurangi masalah
sosial yang dihadapi. Jadi langkah pertama yang harus dilakukan oleh sumber
kampanye (campaign makers atau decision maker) adalah mengidentifikasi
masalah faktual yang dirasakan. Tahap kedua adalah pengelolaan kampanye yang
dimulai dari perencanaan atau perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Perencanaan kampanye merupakan tahap yang harus dilakukan agar
kampanye dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Gregory dalam Venus (2007,

11

h.145) menjelaskan aspek perencanaan kampanye yang terdiri dari tujuh tahap,
yaitu:
1. Analisis Masalah
Rencana awal melakukan kampanye yaitu dimulai dengan mengidentifikasi
secara singkat masalah sosial yang terjadi seperti masalah kesehatan masyarakat,
masalah keamanan, ancaman lingkungan, atau kebutuhan masyarakat. Dilanjutkan
dengan penyajian informasi dan fakta untuk pengembangan rencana tersebut.
Kampanye yang dilakukan YKB terkait Child Trafficking didasari oleh
minimnya organisasi yang menangani kasus tersebut sehingga YKB bersama Indo
ACT melakukan kampanye ini. Selain itu, kasus trafficking di Indonesia juga
terbilang cukup tinggi, seperti di Karawang yang memiliki isu adanya trafficking
pada anak untuk dipekerjakan.
Selanjutnya Venus (2007, h.146) mengatakan bahwa:
Ada dua jenis analisis yang digunakan untuk perencanaan program
kampanye yaitu analisis PEST (Political, Economic, Social, and Technology)
yang secara khusus mempertimbangkan empat aspek penting yang terkait
langsung dengan proses pelaksanaan kampanye dan analisis SWOT (Strength,
Weakness, Opportunity, and Threats) yang lebih memfokuskan diri pada kalkulasi
peluang pencapaian tujuan kampanye.

12

2. Penyusunan Tujuan
Gregory dalam Venus (2007, h.148) mengatakan:
Susun tujuan secara seksama dan spesifik. Tujuan jangan dibuat
menggantung dan sangat terbuka, tetapi di dalamnya harus terjawab jelas dan
spesifik tentang apa yang dikehendaki, kepada siapa, kapan, dan bagaimana.
Berdasarkan definisi di atas, jika dikaitkan dengan kampanye Child
Trafficking yang dilakukan oleh Yayasan Kusuma Buana (YKB) bertujuan untuk
mengurangi tingkat penujualan anak khususnya di daerah Karawang Jawa Barat.

3. Identifikasi dan Segmentasi Sasaran


Venus (2007, h.150) mengatakan Identifikasi dan segmentasi sasaran
dilakukan dengan melihat karakteristik pubilk secara keseluruhan, kemudian
dipilih mana yang akan menjasi sasaran program kampanye.
Dalam kampanye Child Trafficking yang dilakukan oleh YKB memiliki
beberapa target sasaran, diantaranya yaitu anak-anak, masyarakat, dan aparat desa.
Dari masing-masing target sasaran tentunya memiliki keunikan dan perbedaan.
Sehingga penting untuk YKB dalam melakukan identifikasi. Hal ini berguna
dalam menyusun pesan yang akan disampaikan dan pendekatan komunikasi apa
yang sesuai dengan target sasaran.

13

4. Menentukan Pesan
Bicara mengenai pesan, Venus (2007, h.150) mengatakan:
Perencanaan pesan adalah hal penting yang harus dilakukan dalam
perencanaan kampanye. Pesan kampanye merupakan sarana yang akan membawa
sasaran mengikuti apa yang diinginkan dari program kampanye, yang pada
akhirnya akan sampai pada pencapaian tujuan kampanye.
Selanjutnya Venus (2007, h.151) mengatakan:
Pada tahap perencanaan pesan, yang pertama dilakukan adalah pembuatan
tema kampanye. Tema merupakan ide utama yang bersifat umum, sebagai induk
dari berbagai pesan yang akan disampaikan kepada sasaran. Ada empat tahap
yang perlu dilakukan dalam merencanakan pesan dan menurunkannya dari tema
kampanye, antara lain:
1. Mengambil persepsi yang berkembang di masyarakat berkenaan dengan
isu atau produk yang akan dikampanyekan.
2. Mencari celah di mana kita bisa masuk dan mengubah persepsi.
3. Melakukan identifikasi elemen-elemen persuasi. Kita bisa menggunakan
jalur utama maupun jalur alternatif.
4. Meyakinkan bahwa pesan sudah layak untuk disampaikan dalam program
kampanye, uji coba dapat dilakukan dengan menggunakan pemilihan
sampel dari populasi yang kita tuju.
Dalam perencanaan pesan YKB telah melakukan observasi dan identifikasi
terhadap target sasaran. Menemukan persepsi yang berkembang pada masing-

14

masing target, sehingga dapat menentukan pesan yang sesuai dengan target
sasaran, baik pesan yang bersifat informasi, hiburan, atau persuasi.
5. Strategi dan Taktik
Venus (2007, h.152) mengatakan:
Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang akan diterapkan dalam
kampanye, atau untuk lebih mudahnya dapat disebut sebagai guiding principle,
atau the big idea. Guiding principle atau the big idea dapat diartikan sebagai
pendekatan yang diambil untuk menuju pada kondisi tertentu dari posisi saat ini,
yang dibuat berdasarkan analisis masalah dan tujuan yang telah ditetapkan.
Mengenai taktik, Venus (2007, h.153) menjelaskan:
Taktik sangat bergantung pada tujuan dan sasaran yang akan dibidik dalam
program kampanye. Semakin kompleks tujuan dan sasaran bidik maka taktik yang
digunakan harus semakin kreatif dan variatif.
Dalam kampanye Child Trafficking yang dilakukan YKB di Karawang,
YKB memiliki strategi pendekatan dengan forum komunitas daerah setempat
dengan melakukan pengembangan komunitas dan pelibatan masyarakat. Hal ini
memudahkan YKB untuk masuk dan berbaur oleh masyarakat. Forum komunitas
tersebut juga membantu YKB dalam menyiapkan berbagai hal yang diperlukan
untuk keberlangsungan kegiatan kampanye. Misalnya menyiapkan tempat,
mengundang dan mengumpulkan masyarakat, dan lain sebagainya.

15

Komunikasi yang dilakukan YKB kepada target sasaran yaitu dengan


komunikasi tatap muka atau secara langsung. Hal tersebut dapat membuat pesan
yang disampaikan lebih efektif. Selain itu, untuk menunjang informasi yang akan
disampaikan, YKB memberikan leaflat dan handsout kepada target sasaran.
6. Alokasi Waktu dan Sumber Daya
Kampanye selalu dilaksanakan dalam periode waktu tertentu. Venus (2007,
h.154) menjelaskan:
Adakalanya rentang waktu kampanye berasal dari pihak luar, misalnya
rentang waktu kampanye untuk pemilu ditetapkan oleh pemerintah. Adapula
rentang waktu yang ditetapkan sendiri, misalnya rentang waktu kampanye
pengenalan produk oleh lembaga maupun perencanaan kampanye.
Venus (2007, h.157) mengatakan:
Sumber daya pendukung kampanye terbagi menjadi tiga, yaitu sumber
daya manusia, dana operasioanal, dan peralatan.
Kampanye Child Trafficking yang dilakukan oleh YKB tidak hanya
dilakukan satu kali, namun berkelanjutan. YKB juga melatih forum komunitas
untuk bisa mandiri melakukan kampanye atau workshop mengenai Child
Trafficking. Sehingga nantinya YKB tidak lagi turun langsung untuk melakukan
kampanye, melainkan forum komunitas yang nantinya akan melanjutkan.
Sumber daya pendukung dari kampanye Child Trafficking terdiri dari
sumber daya manusia yaitu pihak YKB yang dibantu oleh forum masyarakat

16

Karawang. Selain itu juga terdapat dana operasional dan peralatan yang
menunjang jalanya kegiatan kampanye Child Trafficking.
7. Evaluasi dan Tinjauan
Menurut Venus (2007, h.210) mengatakan evaluasi kampanye diartikan
sebagai upaya sistematis untuk menilai berbagai aspek yang berkaitan dengan
proses pelaksanaan dan pencapaian tujuan kampanye.
Dalam kegiatan kampanye atau workshop mengenai Child Trafficking, YKB
membuat notulensi dan laporan hasil kegiatan. Hal tersebut bertujuan untuk
dijadikan bahan referensi dalam evaluasi. Evaluasi dilakukan sebagai upaya untuk
menilai berbagai aspek yang berkaitan dengan proses pelaksanaan kampanye atau
workshop. Melihat apa kelebihan dan kekurangannya untuk dapat diperbaiki demi
tercapainya tujuan kampanye atau workshop yang dilakukan.
2.2 Analisis
Dari hasil observasi dan pengumpulan data terkait kegiatan workshop
mengenai Peer Education (Children) on Prevention and Case Identification of
Child Trafficking and Child Exploitation at Village yang dilakukan YKB di
Kawarang, auditor akan fokus pada bagian diskusi kelompok yang terbagi
menjadi kelompok aparat desa dan kadus, kelompok KPMD dan masyarakat, dan
kelompok forum anak.
Jika dikaitkan dengan teori mengenai tahapan kegiatan kampanye dalam
bentuk workshop yang difokuskan pada bagian diskusi kelompok, maka akan
didapat kelebihan dan kelemahan dari beberapa poin, yaitu sebagai berikut:

17

Aspek

Kelebihan
Pembagian kelompok diskusi
dilakukan untuk mengetahui
perspektif dari masingmasing kelompok mengenai
identifikasi kasus child
trafficking. Sehingga

Tujuan pembagian kelompok


informasi yang diperoleh
diskusi
dapat disesuaikan dengan
pengalaman, pengetahuan,
serta pemahaman target
tentang child trafficking itu
sendiri.

YKB melakukan identifikasi


dan segmentasi sasaran
dalam kegiatan workshop
mengenai child trafficking.
Identifikasi dan Segmentasi
Dalam kegiatan diskusi,
Sasaran
YKB membagi segmen
sasaran menjadi tiga, yaitu
kelompok aparat desa dan
kadus, kelompok KPMD dan

Kekurangan

18

masyarakat, dan kelompok


forum anak.
Pembagian kelompok
tersebut dikarenakan YKB
ingin melihat perspektif dari
masing-masing kelompok
mengenai identifikasi kasus
child trafficking.
Dalam menentukan pesan,
YKB menyesuaikan
karakteristik sasaran target.
Misalnya pada forum anak
dan masyarakat lebih
cenderung menggunakan
bahasa sehari-hari yang
Menentukan Pesan
mudah dipahami. Sedangkan
untuk aparat desa proses
diskusi lebih serius dan
menggunakan bahasa yang
baku. Pemilihan bahasa
tersebut bertujuan agar pesan
yang disampaikan dapat
efektif.

19

YKB memiliki strategi


pendekatan dengan forum
komunitas daerah setempat
yaitu pengembangan
komunitas dan pelibatan
masyarakat. Hal ini
memudahkan YKB untuk
masuk dan berbaur dengan
masyarakat. Forum
Strategi dan Taktik

komunitas tersebut juga


membantu YKB dalam
menyiapkan berbagai hal
yang diperlukan untuk
keberlangsungan kegiatan
workshop. Misalnya
menyiapkan tempat,
mengundang dan
mengumpulkan masyarakat,
dan lain sebagainya.

Workshop Child Trafficking

Jarak tempuh Jakarta-

yang dilakukan oleh YKB

Karawang yang jauh menjadi

tidak hanya dilakukan satu

hambatan pada kegiatan

Alokasi Waktu dan Sumber


Daya

20

kali, namun berkelanjutan.

workshop child trafficking.

Sumber daya pendukung dari

Hal ini berdampak pada

workshop Child Trafficking

waktu acara yang singkat,

terdiri dari sumber daya

sehingga ada bagian kegiatan

manusia yaitu pihak YKB

yang terlewat seperti games

yang dibantu oleh forum

part.

masyarakat Karawang. Selain YKB memiliki staff dari


itu juga terdapat dana

berbagai bidang. Namun

operasional dan peralatan

dalam workshop child

yang menunjang jalanya

trafficking terdiri dua orang.

kegiatan kampanye Child

Sehingga kurang

Trafficking.

memaksimalkan SDM atau


tim untuk menunjang
jalannya kegiatan kampanye
Child Trafficking.

21

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
Kegiatan yang dilakukan Yayasan Kusuma Buana (YKB) di Karawang
yaitu berupa diskusi dan workshop mengenai Peer Education (Children) on
Prevention and Case Identification of Child Trafficking and Child Exploitation at
Village. Dalam kegiatan diskusi, YKB membagi target sasaran menjadi tiga
kelompok, yaitu kelompok aparat desa dan kadus, kelompok KPMD dan
masyarakat, serta kelompok forum anak.
Pada kegiatan tersebut YKB melakukan identifikasi masalah yang dialami
pada setiap peserta workshop yang terbagi ke dalam kelompok. Selain itu YKB
memberikan pemahaman dan penguatan kepada anak tentang apa itu trafficking,
siapa orang yang potensi dijual (traffick), siapa yang berpotensi menjadi pelaku,
hal yang perlu dilakukan bila menemukan kasus tersebut dan kepada siapa mereka
harus melaporkannya. YKB juga memberikan handsout dan leaflet yang terkait
dengan child trafficking.
Kesimpulan mengenai kegiatan workshop yang dilakukan YKB, yaitu
kegiatan workshop dan diskusi disusun dari perencanaan yang matang sehingga
susunan workshop dan diskusi

dapat berjalan dengan cukup baik dari awal

sampai akhir kegiatan, dan seluruh hasil workshop dapat tercatat dan dibuat dalam
bentuk laporan tertulis. Dengan begitu workshop yang telah dilakukan akan

22

menjadi bahan dokumen yang lengkap dan baik serta dapat dijadikan bahan
evaluasi untuk kegiatan selanjutnya. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang
berkelanjutan, oleh sebab itu interaksi tatap muka dalam workshop ini akan
membantu peserta menjadi lebih paham terkait materi yang disajikan mengenai
child trafficking dan bisa melakukan pencegahan serta dapat menyalurkan ide-ide
atau masukan dari masalah yang sedang didiskusikan.
3.2 Saran
Menurut pengamatan auditor mengenai kegiatan workshop yang dilakukan
YKB, ada beberapa kelebihan dan kekurangan dalam proses workshop tersebut.
Kelemahan tersebut perlu segera diatasi agar tidak menjadi penghambat dari
jalannya proses komunikasi dalam diskusi sehingga workshop yang dilakukan
menjadi sebuah kegiatan rutin yang efektif dan efisien. Kelebihannya pun patut
dipertahankan agar YKB dapat mencapai goal atau tujuan yang telah ditetapkan.
Dari hasil kesimpulan, maka auditor dapat merekomendasikan saran, diantaranya:
1. Sehubungan jarak antara Jakarta dan Karawang cukup jauh, maka tim
sebaiknya dapat memulai perjalanan lebih kurang satu jam lebih awal. Hal
tersebut berguna untuk mengantisipasi hal-hal yang tak terduga dan acara
tetap berjalan sesuai dengan rundown yang telah disusun sebelumnya.
2. YKB dapat memaksimalkan sumber daya manusia atau tim untuk
membantu dan mengatur kegiatan tersebut.

23

DAFTAR PUSTAKA

Venus, Antar. (2007). Manajemen Kampanye Panduan Teoritis dan Praktis


dalam Mengefektifkan Kampanye Komunikasi. Bandung: Simbiosa
Rekatama Media.

24

DAFTAR WAWANCARA YAYASAN KUSUMA BUANA

Program:

Program kampanye apa yang akan dilaksanakan YKB dalam waktu dekat
ini?

Dalam waktu dekat ini YKB akan melaksanakaan kegiatan kampanye


berupa workshop mengenai Child Trafficking. Nama kegiatan tersebut
yaitu Peer Education (Children) on Prevention and Case Identification
of Child Trafficking and Child Exploitation at Village

Mengapa YKB ingin melakukan kampanye Child Trafficking?

YKB melakukan kegiatan kampanye karena melihat semakin maraknya


kasus penjualan anak di Indonesia, hal tersebut dijadikan prioritas isu
bagi YKB untuk dapat menyelesaikan kasus tersebut. Selain itu, YKB
menimbang bahwa kampanye dengan kasus tersebut masih sangat minim
dilakukan oleh Lembaga Sosial lainnya. Untuk itu YKB berusaha untuk
dapat memulai mengadakannya.

Dimana kampanye tersebut dilakukan?

Kegiatan dilakukan pada 11 Mei 2016 dari jam 13.30-15.30 di Pantai


Samudera Baru, Karawang, tepatnya di Saung Ikan Bakar. Peserta yang
hadir sebanyak 38 orang yang terdiri dari aparat desa dan kadus, KPMD
dan masyarakat, serta anak-anak

Apa pertimbangan dalam memilih tempat kampanye?

25

Dalam memilih tempat kampanye, YKB memilih Karawang karena


banyak isu- isu trafficking yang mempekerjakan anak di industri dan
nelayan untuk membantu perekonomian keluarga.

Apa tujuan dari program kampanye kampanye Child Trafficking?

Tujuan utamanya Mengurangi tingkat kasus child trafficking dengan cara


memberikan penguatan terhadap anak dan pemahaman tentang apa itu
trafficking, siapa orang yang potensi dijual (traffick), siapa yang
berpotensi menjadi pelaku, hal yang perlu dilakukan bila menemukan
kasus tersebut dan kepada siapa mereka harus melaporkannya. Pada
kampanye ini yang menjadi target sasaran adalah aparat desa dan kadus,
KPMD dan masyarakat, serta anak-anak

Dalam bentuk apasaja kampanye dilakukan?


Kampenye dapat berupa sosialisasi umum, penyuluhan umum, namun
untuk kampanye ini akan menggunkan dalam bentuk workshop

Apakah ada hambatan dalam melakukan kampanye Child Trafficking?

Dari sisi lokasi jaraknya yang jauh sehingga untuk melakukan kegiatan ini
membutuhkan waktu yang panjang, selain itu keterbatasan SDM tapi
YKB sudah memiliki solusi untuk menanganinya.

Apakah YKB mendapatkan dukungan dari pihak pemerintah maupun


sektor swasta dalam melakukan kampanye Child Trafficking?

Iya, dalam kegiatan ini YKB bermitra dengan Indo ACT serta JPA
(Jaringan Perlindungan Anak) yaitu komunitas masyarakat yang ada di
Karawang.

26

Komunikator:

Siapa saja yang menjadi komunikator atau fasilitator dalam kampanye


Child Trafficking?

Untuk kegiatan ini, komunikator dari YKB yaitu saya ( Ibu Yani) dan Ibu
Ai, namun untuk pemandu atau fasilitator disetiap kelompok diskusi, akan
dilakukan pemilihan dari anggotanya masing-masing. Hanya saja sebelum
dilakukan diskusi, anggota yg terpilih jadi pemandu akan diberikan
briefing materi.

Apa dasar pemilihan fasilitator tersebut?

Tidak ada kriteria khusus untuk pemilihan tersebut, namun untuk


memimpin anggota seperti aparat desa itu diperlukan seseorang yang telah
memiliki banyak pengalaman dan mengetahui secara perspektif program

Bagaimana latar belakang pendidikan komunikator sebagai pembicara


dalam kampanye tersebut?

Untuk komunikator dari pihak YKB latar belakang saya dan bu Ai adalah
antropolog.

Apakah dia memiliki pengalaman sebagai fasilitator dalam kegiatan


kampanye?

Dari pihak YKB tentu sudah memiliki pengalaman, namun kalau


pemimpin diskusi kelompok yang telah dijelaskan adalah berdasarkan
pilihan sehingga belum ada pengalaman.

27

Target Khalayak:

Siapa saja target khlayak dalam kampanye Child Trafficking?

aparat desa dan kadus, kelompok KPMD dan masyarakat, dan kelompok
forum anak

Mengapa memilih target khalayak tersebut?

Dengan bermitra bersama Indo ACT, mereka memiliki 6 target yang


harus kita lakukan intervensi, namun karena Karawang berada pada level
Desa jadi yang dilibatkan adalah 3 target tersebut.

Materi:

Bagaimana isi materi yang akan disampaikan dalam kampanye Child


Trafficking?

Untuk kegiatan ini ada identifikasi penanganan kasus seperti bagaimana


mengidentifikasi kasus- kasus di wilayah mereka mengenai child
trafficking dan diskusi kelompok.

Apa pertimbangan dalam menyusun materi?

Dalam menyusun materi YKB melakukan banyak pertimbangan, yaitu


khalayak yang dituju adalah masyarakat pedesaan, materi yang
disampaikan harus dengan bahasa yang mudah untuk dimengerti. Selain
itu dalam menyusun materi juga YKB harus menyampaikan dengan
singkat, jelas, dan padat dikarenakan waktu yang tidak terlalu lama tetapi

28

materi yang disampaikan harus benar-benar dipahami oleh para peer


education.

Bagaimana metode YKB dalam meyampaikan meteri kepada target


khlayak?

Dalam menyampaikan materi, YKB memiliki variasi seperti dengan


roleplay namun karena ini dibagi jadi 3 kelompok maka kita
menggunakan metode ditengah yang masuk untuk semua kelompok.

Apakah ada perbedaan isi materi yang disampaikan kepada target khalayak
yang berbeda?

Pada materi dasar yang disampaikan di awal kegiatan sama karena


semuanya berkumpul dan belum dibagi menjadi perkelompok, hanya saja
saat pembagian kelompok sudah ada perbedaan materi yang akan
ditanyakan pada setiap kelompok seperti untuk target forum anak kasus
apa saja yang mereka alami, namun untuk aparat desa lebih kepada
regulasi penanganan kasusnya.

Apakah ada perbedaan metode penyampaian isi materi yang digunakan


YKB dalam kampanye Child Trafficking?

Dalam menyampaikan isi materi, YKB membagi menjadi 3 forum yaitu


forum aparat desa, forum masyarakat, dan forum anak. Ketiga forum
tersebut tentunya memiliki metode penyampaian isi materi yang berbeda.
Penyampaian isi materi kepada forum aparat desa dan forum masyarakat
menggunakan bahasa yang mudah dipahami namun cukup serius untuk
dapat mencari jalan keluar dari kasus tersebut. Sedangkan untuk forum

29

anak disini dalam menyampaikan isi pesan pemandu mencoba untuk


menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan digunakan sehari-hari.
Selain itu, forum diskusi anak terkesan lebih santai, pemandu mencoba
mengajak mereka untuk dapat bercerita mengenai kasus yang ada di
daerah mereka.

Media:

Apa sajakah peralatan yang digunakan YKB dalam menunjang kegiatan


kampanye Child Trafficking?

Peralatan yang diperlukan dalam kegiatan ini yaitu satu buah proyektor
untuk menampilkan materi yang ada dalam bentuk power point dan
pengeras suara.

Apa saja media komunikasi yang digunakan YKB dalam menunjang


kegiatan kampanye Child Trafficking?

Media komunikasi yang digunakan dalam kampanye ini yaitu leaflet yang
berisikan informasi mengenai Child Trafficking. YKB juga membagikan
isi materi yang dibahas selama workshop berlangsung berupa fotocopy
handsout power point. Selain itu, untuk mempresentasikan hasil diskusi
berupa cacatan-catatan penting di setiap forum maka dibutuhkan kertas
dan spidol.

30

DAFTAR OBSERVASI YAYASAN KUSUMA BUANA

1. Mengamati teori apa yang terkait sehubungan dengan program


kampanye Child Trafficking.
2. Mengamati proses kampanye Child Trafficking yang dilakukan
YKB dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
3. Mengamati iklim organisasi yang terdapat di YKB (iklim
organisasi: kepercayaan, pembuatan keputusan bersama, kejujuran,
keterbukaan dalam komunikasi ke bawah, mendengarkan dalam
komunikasi ke atas, perhatian pada tujuan berkinerja tinggi).
4. Mengamati staff YKB yang akan dijadikan key informan dan
informan.
5. Mengamati

jadwal

kegiatan

yang

dilakukan

(menyesuaikan jam kuliah dengan kegiatan di YKB).

di

YKB

31

DOKUMENTASI

Wawancara awal dengan Ibu Yani mengenai kegiatan yang akan dilakukan
Yayasan Kusuma Buana (2/05/2016)

Wawancara dan Briefing persiapan workshop Karawang dengan Ibu Yani dan Ibu
Ai (10/05/2016)

32

Suasana Workshop Peer Education (Children) on Prevention and Case


Identification of Child Trafficking and Child Exploitation at Village(11/05/2016)

Forum Diskusi Anak (11/05/2016)

33

Forum Diskusi Masyarakat (11/05/2016)

Forum Diskusi Aparat Desa (11/05/2016)

34

35

MEDIA KOMUNIKASI LEAFLET


WORKSHOP Peer Education (Children) on Prevention and Case Identification
of Child Trafficking and Child Exploitation at Village

36

KELOMPOK AUDITOR

Nama

: Viena Ananda

NRP

: 2013120091

Jurusan

: Hubungan Masyarakat

Nama

: Sela Sinta

NRP

: 2013130016

Jurusan

: Manajemen Komunikasi

Nama

: Raenatania Meisgadini

NRP

: 2013130057

Jurusan

: Manajemen Komunikasi

Nama

: Rahman Arif

NRP

: 2013130058

Jurusan

: Manajemen Komunikasi

Nama

: Adiba Putri Fajari

NRP

: 2013130085

Jurusan

: Manajemen Komunikasi