Anda di halaman 1dari 4

PENGALAMAN BELAJAR LAPANGAN

HERPES ZOSTER

Oleh :
Priscilla Dwianggita
1102005063

Pembimbing:
Prof. Dr. dr. Made Swastika Adiguna, Sp.KK (K) FINS-DV, FAA-DV

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYA


DI BAGIAN/SMF ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN
FK UNUD/RSUP SANGLAH DENPASAR
2015

PROGRAM BELAJAR LAPANGAN (PBL)


BAGIAN/SMF ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN
RSUP SANGLAH/FK UNUD
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Nama Mahasiswa
NIM
Hari, tanggal kunjungan
Nama Kepala Keluarga (KK)
Pekerjaan KK
Nama penderita
Alamat
Diagnosis
Jumlah anggota keluarga
Susunan Anggota Keluarga
Nama
I Made Suwita

Umur
(tahun)
61

: Priscilla Dwianggita
: 1102005063
: Sabtu, 11 April 2015
: I Made Suwita
: Pensiun
: I Made Suwita
: Jalan Jayagiri XXV/3, Denpasar
: Herpes Zoster
: 4 orang
Jenis
Kelamin

Pendidikan

Tamat SMA

Hubungan dgn
penderita
Kepala
Keluarga dan

penderita
Ni Putu Utami
Ni Putu Padmi
Ayusari
I Made Agus Suta

57

Tamat SMA

Istri

33

Sarjana

Anak I

30

Sarjana

Anak II

10. Apakah ada penyakit serupa pada anggota keluarga?


Tidak ada.
11. Apakah sudah pernah diobati?
Belum pernah
12. Apakah di sekitarnya ada yang menderita penyakit serupa?
Tidak ada
13. Apakah ada penyakit kulit yang lain di keluarga?
Tidak ada.
14. Darimana anggota keluarga memperoleh air?
Keluarga memperoleh air dari ledeng PAM untuk MCK dan memasak
15. Berapa kali anggota keluarga mandi?
Responden mengatakan setiap anggota keluarganya mandi sebanyak 2 kali
dalam sehari yaitu pagi hari dan sore hari.
16. Bila mandi, apakah memakai sabun?
Ya. Responden sekeluarga menggunakan sabun cair.
17. Berapa kali anggota keluarga ganti pakaian?
Responden mengatakan anggota keluarganya mengganti pakaian sekali dalam
sehari.
18. Apakah pakaian dipakai bersama oleh satu keluarga?
Tidak.
19. Kesan keadaan sosial ekonomi keluarga:
Setelah dilakukan kunjungan didapatkan bahwa keluarga Bapak I Made
Suwita memiliki keadaan sosial ekonomi yang sederhana dan berkecukupan.
Kepala keluarga sudah tidak bekerja lagi dan kebutuhan rumah tangga
ditanggung oleh anak-anaknya. Istrinya adalah seorang pedagang nasi campur
yang berjualan di depan rumahnya. Menurut kepala keluarga, penghasilan dari
penjualan nasi campur dan uang dari anak-anaknya cukup untuk memenuhi
kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Keluarga mempunyai keperluan dasar
seperti rumah yang lengkap dengan ruang tamu, 3 kamar tidur, 1 kamar
mandi, 1 dapur, merajan, dan toko kecil di depan rumahnya. Semua anggota
keluarga dikatakan mendapat makanan yang cukup dengan gizi yang
seimbang setiap hari. Keperluan rumah cukup memadai.

20. Kesan keadaan kesehatan lingkungan:


Lingkungan rumah responden terkesan bersih, walaupun terlihat tumpukan
kardus dan tv bekas yang tidak tersusun dengan rapi. Bangunan tempat tinggal
masih layak untuk ditempati. Rumah beliau beratap genting, memakai lantai
dengan keramik dengan tembok permanen. Ventilasi dan pencahayaan cukup
baik. Saluran limbah berfungsi baik. Kamar mandi ada dan dilengkapi septic
tank dan terletak jauh dari rumah.
21. Resume kunjungan:
a. Bapak I Made Suwita merupakan pasien yang menderita Herpes zoster.
Pasien datang ke poliklinik kulit dan kelamin RS Indera 2 hari sejak
munculnya bintik-bintik kemerahan berisi air yang bergerombol di bagian
dada dan punggung kiri pasien. Penderita mengeluh gatal dan nyeri pada
daerah lesi dan terdapat riwayat nyeri di punggung bagian kiri sebelum
bintik-bintik muncul. Namun, penderita menyangkal pernah menderita
cacar air sebelumnya.
b. Bapak I Made Suwita berusia 61 tahun dan beragama Hindu. Penderita
tinggal bersama istri, anak kedua dan istrinya. Di keluarga, yang tinggal
satu rumah dengan Pak I Made Suwita tidak ada yang mengalami penyakit
yang sama maupun menderita penyakit kulit lain. Kebersihan di keluarga
juga cukup baik. Anggota keluarga mandi dua kali sehari dan memakai
sabun cair dengan sumber airnya dari ledeng. Mereka mengganti pakaian
setiap hari dan pakaian itu tidak dipakai bersama oleh anggota keluarga
yang lain.
c. Keadaan sosial ekonomi keluarga tergolong sederhana dan berkecukupan.
Kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi dengan baik. Keadaan lingkungan
sekitar rumah juga dalam keadaan bersih dan layak untuk ditempati.
22. Saran yang diberikan kepada anggota keluarga:
a. Karena herpes zoster adalah penyakit yang menular, diberikan penjelasan
pada penderita dan keluarganya tentang penyakitnya. Penyakit ini cara
penularannya melalui inhalasi droplet, sehingga senantiasa menjaga
kebersihan, salah satunya dengan mencuci tangan menggunakan sabun.
Hendaknya, jika penderita batuk ataupun membuang ingus, jangan di
sembarang tempat dan batuk dengan cara yang benar, yaitu menutup
dengan tissue ataupun dengan punggung tangan atau bahu. Setelah itu,
2

disarankan

untuk

mencuci

tangannya

dengan

sabun.

Kemudian,

diharapkan agar penderita untuk sementara tidak berbagi alat-alat makan


dan mandi, termasuk handuk dan pakaian dengan anggota keluarga
lainnya.
b. Karena penyebabnya adalah virus, penting untuk penderita agar istirahat
yang cukup dan memperoleh nutrisi yang cukup untuk membantu
penyembuhan. Selain itu, patuh dalam menjalani pengobatan yang
diberikan.
c. Selain itu, diberikan penjelasan bahwa penyakit ini bisa menimbulkan
nyeri yang berkepanjangan, walaupun lesi sudah sembuh. Nyeri yang
kronis tersebut bisa muncul karena pengobatan yang tidak adekuat.
Sehingga harus diberitahukan kepada pasien bahwa obat antivirus untuk
herpes zoster ini banyak dan harus patuh terhadap pengobatannya.
d. Dihimbau pula kepada penderita agar selalu memperhatikan kebersihan,
dan tidak menggaruk lesi agar tidak meninggalkan bekas luka dan tidak
terjadi infeksi sekunder.
e. Penderita boleh mandi seperti biasanya (setidaknya 2x sehari), agar
kebersihan kulit tetap terjaga, asalkan tidak menggosok terlalu keras pada
area lesi.
f. Selain menjaga kebersihan diri, kebersihan dan kesehatan lingkungan
senantiasa tetap dijaga.
g. Penderita juga diminta untuk kontrol lagi ke poliklinik kulit dan kelamin
RS Indera satu minggu kemudian untuk memantau keberhasilan terapi.