Anda di halaman 1dari 7

REVIEW JURNAL

BIOFARMASETIKA
Bioequivalence of Omeprazole Delayed-Release Capsules
in Healthy Filipino Subjects

Disusun Oleh
1.
2.
3.
4.
5.

Sabrina Amalia
Siwi Vega Dilla
Wahyu Setyaningrum
Fauziah Drajat
Ana Pudji

C
1041411134
C
1041411143
C
1041411153
1041411184
C
1041411186

PRODI S1 FARMASI
SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI
YAYASAN PHARMASI SEMARANG
2016
Bioequivalence of Omeprazole Delayed-Release Capsules
in Healthy Filipino Subjects

A. PENDAHULUAN
Bioavailabilitas (ketersediaan hayati) didefinisikan sebagai kecepatan dan
jumlah (rate and extent) bahan aktif atau senyawa aktif terserap dari produk obat
dan menjadi tersedia di tempat kerjanya (FDA, 2014). Karena ketersediaan di
tempat kerja (site of action) seringkali berkaitan erat dengan kadar obat dalam
darah, maka Pedoman ASEAN mengembangkan definisi tersebut menjadi
kecepatan dan jumlah bahan aktif atau senyawa aktif terserap dari produk obat
dan menjadi tersedia dalam peredaran darah (ASEAN, 2004). BPOM memberikan
definisi yang dikaitkan dengan cara pengukuran bahan aktifnya, yakni persentase
dan kecepatan zat aktif dalam suatu produk obat yang mencapai/tersedia dalam
sirkulasi sistemik dalam bentuk utuh/aktif setelah pemberian produk obat tersebut,
diukur dari kadarnya dalam darah terhadap waktu atau dari ekskresinya dalam
urin (BPOM, 2005).
Bioekivalensi (kesetaraan hayati) adalah tidak adanya perbedaan
signifikan dalam kecepatan dan jumlah bahan aktif atau senyawa aktif dari produk
ekivalen farmasetik atau alternatif farmasetik yang tersedia di tempat kerja obat
jika diberikan pada dosis molar yang sama di bawah kondisi yang sama dalam
penelitian yang didisain dengan tepat (FDA, 2014). Dua produk obat disebut
bioekivalen jika keduanya mempunyai ekivalensi farmasetik atau merupakan
alternatif farmasetik dan pada pemberian dengan dosis molar yang sama akan
menghasilkan bioavailabilitas yang sebanding sehingga efeknya akan sama, dalam
hal efikasi maupun keamanan.(BPOM, 2005; ASEAN, 2004; EMA, 2010)
Untuk obat baru dan produk obat baru, uji BA difokuskan pada penentuan
bagaimana obat dilepas dari sediaan dan bergerak ke tempat kerjanya. (FDA,
2003). Dokumentasi uji BA dapat digunakan untuk menilai kinerja produk obat
yang digunakan dalam uji klinis untuk mendapatkan bukti keamanan dan
efikasinya.

Dari sisi farmakokinetik, data uji BA digunakan untuk estimasi fraksi obat
yang dapat diserap dari produk obat yang diberikan secara oral. Dari data tersebut
dapat ditentukan fraksi relatif, jika dibandingkan dengan data BA sediaan larutan,
suspensi, atau intravena. Uji BA juga memberikan informasi farmakokinetik obat
terkait dengan distribusi, eliminasi, efek nutrient terhadap penyerapan,
proporsionalitas dosis, lienaritas farmakokinetik senyawa aktif dan, jika perlu,
senyawa tidak aktif. Secara tidak langsung, data BA dapat meberikan informasi
sifat obat sebelum masuk ke sirkulasi sistemik, seperti permeabilitas dan pengaruh
enzim-enzim presistemik dan/atau transporter (misalnya, p-glikoprotein (FDA,
2003).
Omeprazol merupakan obat basa lemah yang lipofilik konversi bentuk
aktif terprotonasi dalam lingkungan canaliculi intraseluler yang sangat asam
dalam sel-sel parietal lambung yang memblok produksi asam lambung melalui
penghambatan ireversibel pompa proton lambung (H + / K + -ATPase) dalam selsel parietal.
Omeprazole diindikasikan untuk pengobatan refluks gastroesophageal dan
penyakit ulkus peptikum, serta untuk profilaksis asam. Omeprazol adalah asam
yang stabil dan karena itu diberikan secara oral dalam sediaan kapsul lepas
lambat. Penyerapan terjadi di usus kecil cepat, dengan konsentrasi puncak plasma
yang dicapai sekitar 1-2 jam setelah pemberian dosis. Bioavailabilitas dosis oral
tunggal omeprazol sekitar 40%, meningkat menjadi 60% setelah diulang sehari
sekali . 97% protein plasma Omeprazolterikat dan dimetabolisme oleh mikrosom
oksidatif hati sistem enzimsitokrom P450 (CYP450) . Eliminasi paruh dalam
plasma biasanya <1 jam tanpa akumulasi selama pemberian sekali sehari; hampir
80% diekskresikan sebagai metabolit dalam urin dan sisa dalam kotoran .efek
samping Yang paling umum obat omeprazole adalah sakit kepala, sakit perut,
sembelit, diare, perut kembung dan mual / muntah yang terjadi pada 1-10% dari
individu.

B. ISI

Pada jurnal ini peneliti melakukan uji secara acak dengan dosis tunggal
studi farmakologi klinis dua arah cross-over dengan subyek warga Filipina
dewasa sehat untuk mengevaluasi bioekivalensi dari kapsul omeprazole ( Pfizer
Inc , US ) 40 mg lepas lambat enteric terhadap 2 buah kapsul Losec 20 mg
(LosecR; AstraZeneca, Sweden) serta mengevaluasi keamanan dan kemampuan
toleransi dari kapsul omeprazole. Pengambilan sampel dilakukan pada berbagai
titik selama 12 jam.
Untuk analisisnya dengan penambahan internal standar rabeprazol 5 ppm
sebanyak 20 uL dengan pelarut organic berupa metanol 99,9% sebanyak 500 mL
kedalam sample plasma. Selanjutnya tabung disentrifugasi pada 4500 rpm selama
10 menit pada suhu kamar. Supernatan (Fase organik) dipindahkan ke tabung
mikro dan disentrifugasi 14.000 rpm selama 5 menit pada suhu kamar;
3 uL dari larutan tersebut diinjeksikan Ke dalam sistem UPLC-MS / MS
dengan mengatur

kolom ACQUITY C18 (2,1 x 50 mm, 1,7 mm); 99,9%

asetonitril dan 10 mM Amonium Asetat pH 6 (60:40 v/v) sebagai fase gerak.


Parameter utama evaluasi pharmacokinetic yang diukur adalah AUC dari
waktu nol sampai waktu terakhir saat mengukur konsentrasi ( AUClast ) dan
konsentrasi plasma maksimum ( Cmax ) untuk omeprazole.
Sementara parameter sekundernya adalah waktu untuk konsentrasi plasma
maksimum (Tmax), AUC dari nol yang terkstrapolasikan sampai

waktu tak

terbatas (AUCinf), waktu paruh (t1 / 2), laju eliminasi konstan (z), waktu tinggal
(MRT), Rasio AUClast dan AUCinf (AUClast / AUCinf), dan AUC ekstrapolasi
dari waktu konsentrasi diukur dari terakhir untuk

Persentase dari total produksi

AUC (AUCextrapolated%).
Dari penelitian pada jurnal didapatkan grafik yang menunjukkan profil
konsentrasi plasma omeprazole pada kedua kelompok.

Total eksposur (AUClast dan AUCinf) dari omeprazole hampir


sama dari kedua Formulasi seperti yang tertera pada tabel
dibawah.

Rata-rata Cmax dari Nilai omeprazol Lebih tinggi sedikit


dibanding dengan pemberian kapsul Losec . Penyerapan kapsul
omeprazole lepas lambat Losec sedikit lebih cepat daripada

yang dari kapsul omeprazole tertunda-release. Rata-rata t1 / 2


antara dua kapsul Formulasi Mirip. Variabilitas Perkiraan untuk
AUClast dan AUCinf sedikit lebih tinggi untuk Losec kapsul
daripada untuk tertunda-release kapsul, untuk Cmax (CV= 45%
dan 44%,) antara kedua Formulasi sama (Tabel 1). Batas 90% CI
untuk rasio delayed release omeprazole kapsul / Losec untuk
Estimasi paparan kedua (AUClast dan Cmax) masuk
rentang

80-125%,

hal

itu

menunjukan

formulasi kapsul tertunda-release memiliki

Dalam

omeprazole40

mg

bioekuivalen sama

dengan Losec kapsul (2x20 mg).

C. KESIMPULAN
Dari hasil penelitian pada jurnal diketahui bahwa formulasi omeprazole
delayed release (40 mg) bioekivalen dengan formulasi Losec (2 x 20 mg). Untuk
BA, dilihat dari AUC masing-masing obat, diketahui bahwa Formulasi
Omeprazole Delayed Release sedikit lebih tinggi bioavailabitas-nya dibandingkan
dengan formulasi acuan (Losec 2 x 20 mg). Sementara itu, formula Omeprazole
Delayed Release dinyatakan aman dan mempunyai toleransi terhadap tingkat
keamanan yang tinggi.

D. DAFTAR PUSTAKA
ASEAN.2004.Guidelines for the Conduct of Bioavailability and Bioequivalence
Studies.
http://www.hsa.gov.sg/content/dam/HSA/HPRG/Western_Medicine/Overview_Fr
amework_Policies/Guidelines_on_Drug_Registration/ACTR_GuidelinesforCondu
ctofBioavailabilityandBioequivalenceStudies_Nov05.pdf
BPOM.2005.Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No
HK.00.05.3.1818 Tahun 2005 tentang Pedoman Uji Bioekivalensi.
EMA .2010.Guideline on the Investigation of Bioequivalence. London, 20 Januari
2010. CPMP/EWP/QWP/1401/98 Rev. 1/Corr

http://www.ema.europa.eu/docs/en_GB/document_library/Scientific_guideline/20
10/01/WC500070039.pdf
FDA. 2003.Guidance for Industry: Bioavailability and Bioequivalence Studies for
Orally Administered Drug Products General Considerations.
http://www.fda.gov/ohrms/dockets/ac/03/briefing/3995B1_07_GFI-BioAvailBioEquiv.pdf
FDA.2014.Draft Guidance for Industry: Bioavailability and Bioequivalence Studies
Submitted in NDAs or INDs General Considerations.
http://www.fda.gov/downloads/Drugs/GuidanceComplianceRegulatoryInformatio
n/Guidances/UCM389370.pdf
Zhao et al. 2014. Bioequivalence of Omeprazole Delayed-Release Capsules in
Healthy Filipino Subjects. USA : http://dx.doi.org/10.4172/jbb.1000195.