Anda di halaman 1dari 3

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Praktikum
Spesimen yang digunakan dalam praktikum proses produksi frais adalah
aluminium berbentuk silinder dengan spesifikasi yang dapat dilihat pada Gambar
4.1.
Tabel 4.1 Spesifikasi Spesimen Sebelum Proses Frais

Variabel

Dimensi

Diameter Luar

49.6 mm

Diameter Dalam

43.5 mm

Diameter Lubang

11.8 mm

Tebal

17 mm

Bentuk spesimen sebelum dilakukan proses produksi frais dapat dilihat


pada Gambar 4.1.

Gambar 4.1 Spesimen

Sebelum Proses Frais

Setelah dilakukan

proses

frais

terjadi

perubahan spesifikasi pada spesimen yang dapat dilihat pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1 Spesifikasi Spesimen Sebelum Proses Frais

Variabel

Dimensi

Diameter Luar

49.6 mm

Diameter Dalam

43.5 mm

Diameter Lubang

11.8 mm

Tebal

17 mm

Sudut antar Gigi

15o

Kedalaman Potong
2.5 mm
Berdasarkan spesifikasi tersebut, dapat diketahui bahwa terjadi perubahan
bentuk pada spesimen, yaitu adanya penambahan gigi. Jumlah gigi yang dibentuk
22

23

dalam proses ini adalah 24 buah. Bentuk spesimen setelah dilakukan proses
produksi frais dapat dilihat pada Gambar 4.2.

Gambar 4.2 Spesimen

4.2 Analisa

dan

Setelah Proses Frais

Pembahasan

Mesin frais adalah mesin perkakas yang memotong benda kerja dengan cara
menyayat atau memakan benda kerja menggunakan alat potong bermata banyak
yang berputar (multipoint cutter). Awalnya benda kerja berupa silinder aluminium
berlubang diukur dengan jangka sorong sebelum dilakukan proses pemotongan
dengan mata pahat modul.
Proses selanjutnya adalah mengatur posisi spesimen agar dapat terpotong
oleh mata pahat modul menggunakan tuas sumbu X dan sumbu Y. Pada Setelah
itu dilakukan proses pemotongan dengan perbedaan sudut setiap 15o. Mal derajat
diatur mulai posisi 0o hingga posisi 360o, sehingga terbentuk 24 gigi pada
spesimen.
Setelah spesimen dibentuk menjadi roda gigi melalui proses frais,
dilakukan pengikiran agar permukaan roda gigi menjadi halus. Kemudian
dilakukan pengukuran kembali dimensi spesimen dengan jangka sorong. Dari sini
diperoleh data bahwa dimensi awal dan akhir spesimen adalah tetap.
Selama praktikum proses produksi frais, terdapat kendala yang dihadapi
seperti penggantian spesimen. Penggantian spesimen ini dikarenakan pengaturan
kedalaman mata pahat yang terlalu dalam sehingga hasil potongan saling
bertabrakan. Kendala lain yang dihadapi adalah kunci live center yang rusak
sehingga tidak dapat menyangga jig dengan baik. Hal ini dikarenakan praktikan

24

mengendurkan kunci live center terlalu banyak saat mengganti spesimen sehingga
bautnya terlepas.
Dalam proses frais ini terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan,
seperti pemasangan spesimen pada jig harus kencang, begitu pula pemasangan jig
pada live center dan chuck. Hal ini dilakukan agar spesimen tidak bergeser selama
proses pemotongan sehingga diperoleh hasil yang presisi.
Selain itu, pemberian coolant ke mata pahat juga hal yang penting agar
mata pahat tidak cepat aus. Mata pahat yang aus dapat menyebabkan hasil
pemotongan menjadi kasar. Di samping itu, agar mata pahat tidak cepat aus
sebaiknya chip di sekitar spesimen dibersihkan selama proses pemotongan dengan
bantuan kuas. Pembersihan chip selama proses pemotongan juga membantu
praktikan agar lebih jelas dalam melihat proses pemotongan apakah sudah cukup
atau belum.
4.3 Faktor Kesalahan Praktikum
Dari praktikum proses produksi frais yang telah dilakukan, ditemukan beberapa
faktor kesalahan seperti:
1. Kesalahan dalam pengukuran dimensi spesimen dengan jangka sorong.
2. Pemasangan jig pada chuck yang kurang sempurna, sehingga spesimen
masih bisa bergeser selama proses pemotongan dan mengakibatkan
hasil pemotongan yang kurang presisi.
3. Kesalahan dalam pengaturan posisi sudut pada mal derajat.
4. Chip pada spesimen yang kurang dibersihkan dengan kuas saat
permesinan dilakukan, sehingga kurang terlihat apakah proses
pemotongan sudah cukup atau belum.
5. Kesalahan dalam pengaturan posisi vertikal meja mesin sehingga
kedalaman potong tidak sesuai dengan yang diinginkan.