Anda di halaman 1dari 1

Jika pertanyaan selanjutnya adalah untuk apa kita diciptakan maka jawabnya

adalah untuk bisa SAMPAI KEPADA ALLAH karena untuk SAMPAI


kepada Allah tidak usah menunggu nanti di akherat, karena baik di DUNIA
dan di AKHERAT tetap TUHAN KITA ITU ALLAH.
Ketika sayyida Ali bertanya kepada sayyidina Abu Bakar kenapa sayyidina
Abu Bakar as Shiddiq bisa memperoleh kedudukan yang sangat tinggi di
hadapan Allah kemudian beliau menjawab Di dunia ini ada 2 tipe orang,
yaitu orang yang MENCARI DUNIA dan yg ke dua adalah orang yang
MENCARI AKHERAT, maka aku adalah bukan dua tipe orang itu karena
aku MENCARI ALLAH.
Dan kita harus tau kedudukan kita sebagai hamba seperti perkatan al Imam
Junaid al Baghdady beliau berkata: Ketika saya tidur ditempat
As-Sary as-saqthy, tiba-tiba saya di bangunkan, lalu dia
berkata: Ya junaid, saya telah bermimpi seolah-olah berhadapan
dengan Alloh, lalu Alloh berkata kepadaku: Hai Sarri, ketika
Aku membuat makhluk maka semua mengaku cinta kepadaku,
kemudian aku membuat dunia, maka lari dari padaku Sembilan
puluh persen(90%) dan tinggal sepuluh persen(10%), kemudian
aku membuat surga, maka lari dari padaku sembilan puluh persen
dari sisanya itu, kemudian Aku membuat neraka, maka lari dari
padaku Sembilan puluh persen dari sisanya itu, kemudian aku
membuat balaatau musibah, maka lari dari padaku sembilan
puluh persen dari sisa-sisanya itu.
Maka aku berkata pada sisa yang tinggal itu: Dunia kamu tidak mau,
surga kamu tidak suka, neraka kamu tidak takut, bala musibah
juga kamu tidak lari, maka apakah keinginanmu? Jawabnya: Engkau
telah mengetahui keinginan kami. Aku berkata; Aku akan menurunkan
kepadamu bala yang tidak akan sanggup menanggungnya walaupun
bukit yang besar. Sabarkah kamu? Jawab mereka: Apabila Engkau yang
menguji, maka terserahlah kepadamu (berbuatlah sekehendakmu), maka
mereka itulah hambaku yang sebenarnya.