Anda di halaman 1dari 3

BAB II

PEMBAHASAN
A. Pengertian Jujur
Dalam bahasa Arab, Jujur merupakan terjemahan dari kata shiddiq yang
artinya benar dan dapat dipercaya. Jujur merupakan induk dari sifat terpuji.
Jujur lawannya Dusta, kejujuran itu ada pada ucapan, juga ada pada
perbuatan, sebagaimana seorang yang melakukan suatu perbuatan, tentu
sesuai dengan yang ada pada batinnya.

:












.


.






.



.


Dari Ibnu Masud RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya
kejujuran itu menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan itu menunjukkan
ke surga. Seseorang yang berbuat jujur, ia akan menjadi orang yang selalu
jujur. Dan sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada kejelekan, dan
kejelekan itu menunjukkan ke neraka. Dan seseorang yang berdusta, ia akan
dicatat disisi Allah seagai pendusta. (HR. Bukhari dan Muslim)
Penjelasan:
Imam An-Nawawi berkata,Para ulama berpendapat bahwa dalam hadist ini
terdapat dorongan untuk selalu berlaku jujur, dan itu adalah tujuan hadist
tersebut. Juga terdapat peringatan dan berdusta dan menganggap remeh
sikap berdusta, karena jika menganggap remeh berdusta, dapat membuatnya
banyak berdusta dan juga akan terbiasa berdusta.
Seseorang akan dicatat oleh Allah sebagai orang yang selalu jujur ketika ia
terbiasa dengan kejujuran, begitu juga akan dicatat sebagai pendusta ketika
ia terbiasa dengan berdusta.
Yang dimaksud dengan dicatat disini adalah dihukumi demikian, yaitu
berhak disifati sebagai orang yang selalu jujur dan mendapatkan pahalanya
atu layak disifati sebagai orang yang selalu jujur dan mendapatkan
pahalanya atau layak disifati sebagai pendusta dan mendapat hukumannya.
Seorang muslim tidak boleh membebani diri dengan sesuatu yang tidak
mampu untuk dilakukan. Hadits Rasulullah SAW menyatakan,
: :
( )
,
Dari Abu Muhammad Al-Hasan bin Ali abi Thalib ra., ia berkata: Saya
mengahafal beberapa kalimat dari Rasulullah saw., yaitu: Tinggalkanlah apa
yang kamu ragukan dan kerjakanlah apa yang tidak kamu ragukan.

Sesungguhnya jujur itu menimbulkan ketengangan dan dusta itu


menimbulkan kebimbangan. (HR. Tirmidzi)
Kejujuran membawa berkah dalam rezki dan selamat dari kebencian.
Kejujuran dapat membangun saling percaya dan berkasih sayang diantara
sesama. Manakala kejujuran telah lenyap maka kehidupan akan diwarnai
kedustaan yang akan melahirkan kemunafikan, penipuan, pengkhianatan,
riya dan menyalahi janji. Kejujuran adalah kunci segala kebaikan dan jalan
menuju keridhaan Allah SWT. Kejujuran adalah jalan menuju surga.

B. Macam-macam Kejujuran
Ada beberapa macam kejujuran yang sudah semestinya dimiliki oleh setiap
muslim yaitu:
1. Kejujuran lisan
Kejujuran lisan yaitu memberitakan sesuatu sesuai dengan realita yang
terjadi, kecuali untuk kemaslahatan yang dibenarkan oleh syariat
seperti dalam kondisi perang, mendamaikan dua orang yang
bersengketa atau menyenangkan istri, dan semisalnya. Rasulullah saw
bersabda:


.









Artinya: Jaminlah kepadaku enam perkara dari diri kalian, niscaya aku
menjamin bagi kalian surga: jujurlah jika berbicara, penuhilah jika
kalian berjanji, tunaikan jika kalian dipercaya, jagalah kemaluan kalian,
tundukkanlah pandangan kalian, dan tahanlah tangan kalian. (HR
Hakim)
2. Kejujuran niat dan kemauan
Yang dimaksud dengan kejujuran niat dan kemauan adalah motivasi
bagi setiap gerak dan langkah seseorang dalam semua kondisi adalah
dalam rangka menunaikan hukum Allah Taala dan ingin mencapai
ridhaNya. Dalam hal ini Rasul saw. Bersabda
: - , :
, :
( )
Dari AbU tsabit, (Abu Said Abul Walid Sahl bin Hunaif), ia adalah orang
yang ikut perang Badar. Menurut beliau, Nabi saw, bersabda; Barang
aja yang benar-benar mohon untuk mati syahid kepada Allah taala
niscaya Allah akan mengabulkan ke tingkat orang yang mati syahid
walaupun ia mati diatas tempat tidur. (HR Muslim)
3. Kejujuran tekad dan perbuatan

Jujur dalam tekad dan amal berarti melaksanakan suatu pekerjaan


sesuai dengan yang diridhai oleh Allah Swt. dan melaksanakannya
secara kontinyu. Allah Swt. Berfirman.

Artinya: Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang


menepati apa yang Telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara
mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang
menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya).(QS. Al
Ahzab: 23)
C. Pengertian Dusta
D. Hadist-hadist tentang Jujur dan Dusta
E. Hafjsjf
F. bdjhdbjvhbsdjhbv
G.
BAB III
PENUTUP
http://ranahbundo.blogspot.com/2013/07/keutamaan-sikap-jujur.html
https://datunsolangfikri.wordpress.com/2013/12/18/tahridz-hadits-kejujuran/