Anda di halaman 1dari 9

MITIGASI BENCANA

PEMBIMBING :
NAFISAH AL-HUDA, S.T, M.T
DISUSUN OLEH:

EMIER MUHAMMAD AL-MAHDI(1504109010029)


IRBAH REA ALVIEDA NL

(1504109010032)

NUR SYAFIQA MUFIDA

(1504109010021)

SHARA ASHIFA HEART

(1504109010005)

SITI JIHAN FAHIRA

(1504109010003)

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
2016

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang

memiliki letak geografis strategis serta banyak gunung berapi


aktif yang tersebar di setiap daerah. Provinsi Aceh terletak di
bagian paling barat Indonesia merupakan gugusan kepulauan
Nusantara yang menduduki posisi strategis sebagai pintu
gerbang lalu lintas perniagaan dan kebudayaan. Namun, Aceh
sendiri memiliki potensi bencana alam seperti tanah longsor,
banjir bandang, Tsunami dan gempa bumi. Bencana alam ini
menyebabkan kerugian bagi masyarakat Aceh.
Kebanyakan bencana alam, terjadi karena ulah tangan
manusia itu sendiri. Terlebih, ketika manusia yang tidak
bertanggungjawab mengeksploitasi sumber daya alam secara
berlebihan tanpa memikirkan kelestarian alam.
Setiap

bencana

penyelesaiannya.

alam

yang

Khususnya,

terjadi

pasti

masyarakat

Aceh

ada
harus

memiliki pengetahuan awal tentang risiko bencana dan


mitigasinya. Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya
untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan
fisik

maupun

penyadaran

dan

peningkatan

kemampuan

menghadapi ancaman bencana. Jenis-jenis mitigasi dalam


praktteknya

dikelompokkan

menjadi

dua

yaitu

mitigasi

struktural dan mitigasi non struktural.


Mitigasi

struktural

pembangunan

berhubungan

konstruksi

fisik,

dengan

sementara

usaha-usaha
mitigasi

non

struktural antara lain meliputi perencanaan tata guna lahan


disesuaikan

dengan

kerentanan

wilayahnya

dan

memberlakukan peraturan pembangunan.


Dengan
mengharapkan

permasalahan
pembaca

dan

yang

kami

seluruh

angkat,

kami

masyarakat

Aceh,

khususnya lulusan teknokrat geologi Universitas Syiah kuala


dapat mengembangkan teknologi di bidang Mitigasi Bencana
untuk meminimalisir dampak bencana alam.

1.2
1.
2.
3.

Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan mitigasi bencana?
Apa manfaat dari pembelajaran Mitigasi Bencana?
Apa perubahan yang harus dilakukan oleh prodi Teknik
Geologi dalam pengembangan teknologi di bidang mitigasi
bencana?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Mitigasi Bencana
Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko
bencana, baik melalui pembangunan fisik, penyadaran, dan peningkatan
kemampuan untuk menghadapi ancaman bencana (UU Nomor 24 Tahun 2007).
Umumnya, mitigasi bencana lebih dikenal dengan pencegahan terjadinya sebuah
bencana. Mitigasi bencana merupakan tahap awal dalam penanggulangan
bencana. Hal ini dilakukan ketika sebelum terjadinya bencana. Hal ini bisa berupa
pembangunan fisik seperti tanggul pada garis pantai, penyadaran masyarakat
terhadap kebencanaan,
menghadapi

dan peningkatan

kemampuan

ancaman bencana. Penyadaran

masyarakat dalam

dan peningkatan kemapuan

masyarakat dalam bidang mitigasi benacana adalah hal yang akan dikaji pada
makalah ini.
Mitigasi bencana adalah hal yang banyak diketahui oleh masyarakat.
Tetapi, hal tersebut tidak dipahami secara mendetail sehingga banyak kerugian
yang diterima oleh masyarakat. Kerugian tersebut dapat bersifat fatal jika bencana
yang terjadi merupakan bencan berskala besar. oleh karena itu, penyadaran akan
pentingnya mitigasi bencana adalah hal yang harus kita terapkan dalam kehidupan
masyarakat.
Mitigasi bencana adalah hal yang sangat diperlukan oleh provinsi Aceh,
hal tersebut dikarenakan lokasi dan topografi Aceh yang rentan terhadap bencana,
baik gunung api, gempa, kebakaran, bahkan tsunami. Oleh karena itu, Aceh

merupakan daerah rawan bencana. Sehingga masyarakat Aceh dianjurkan untuk


memahami mitigasi bencana secara mendetail.
Masyarakat Aceh pada umumnya mengetahui tentang mitigasi bencana.
Tetapi, tidak memahami secara mendetail tentang hal tersebut. Sebagian
masyarakat Aceh bahkan mengacuhkan pentingnya memahami mitigasi bencana.
Sedangkan sebagian lainnya kekurangan informasi tentang pentingnya mitigasi
bencana. Pada umumnya, masyarakat Aceh menyadari pentingnya mitigasi
bencana ketika bencana tersebut sudah terjadi di kehidupan mereka. Sehingga
banyak kerugian yang menimpa mereka.
Mitigasi bencana merupakan hal yang penting dan sangat diperlukan oleh
masyarakat Aceh. Penyadaran akan mitigasi bencana pada masyarakat Aceh
adalah hal yang sangat penting. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisasi
kerugian yang diperoleh masyarakat Aceh, baik dalam bidang finansial, jasmani,
dan psikis. Maksud dari bidang finansial adalah materi dan kekayaan masyarakat
Aceh yang hilang atau rusak dikarenakan sebuah bencana. Sedangkan dalam
bidang jasmani dan psikis, hilangnya salah satu anggota badan dan sanak saudara
dalam sebuah bencana berskala besar. Hal tersebut membuktikan perlunya
penyadaran akan mitigasi bencana.
Penyelesaian yang dapat dilakukan untuk meminimalisasikan dampak
kerugian masyrakat Aceh adalah dengan Meningkatkan Penyadaran akan
pentingnya mitigasi bencana. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara pemberian
informasi dan sosialisasi tentang mitigasi bencana. Informasi tersebut didapatkan
dari teknologi yang mengkaji tentang kebencanaan, data yang dihasilkan dari
teknologi tersebut diinterpretasikan menjadi bahasan yang dapat dimengerti oleh
orang-orang awam. Lalu bahasan tersebut dipublikasikan dengan berbagai cara
yaitu, teknologi yang sedang berkembang dikalangan masyarakat Aceh dan
sosialisasi tentang pentingnya mitigasi bencana hingga daerah terpencil.

2.2 Perbaikan Prodi Teknik Geologi


Menurut permasalahan geologi yang ada pada makalah ini, beberapa
perubahan yang harus dilakukan Prodi Teknik Geologi UNSYIAH adalah sebagai
berikut:
1. Menjadikan prodi Teknik Geologi Unsyiah sebagai sumber
informasi

mitigasi

bencana

tidak

hanya

sebagai

institusi

pendidikan. Hal tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat Aceh,


Mahasiswa, dan dosen prodi Teknik Geologi.
2. Pemberian tugas kepada mahasiswa. Perubahan pemberian tugas
terhadap mahasiswa yang kebanyakan untuk mereview bahan
kuliah menjadi tugas yang bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari
dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya dalam bidang
kebencanaan dan mitigasi bencana.
3. Pembaharuan dalam informasi teknologi yang berkaitan dengan
bidang kebumian khususnya kebencanaan dan mitigasi bencana.
Hal tersebut dikarenakan prodi teknik geologi yang menjadi
sumber informasi. Pembaharuan tersebut juga dilakukan untuk
mengahadapi perkembangan teknologi pada baik masa sekarang
maupun masa depan.
4. Penambahan tenaga ahli seperti dosen khususnya pada bidang
topografi untuk pelaksanaan mitigasi bencana.
Kondisi prodi teknik geologi Unsyiah yang sekarang merupakan
perkembangan yang bagus jika acuannya pada makalah ini. Hal tersebut
dibuktikan dengan adanya website salah satu dosen prodi teknik geologi yang
menggambarkan tentang kebencanaa dan mitigasi bencana. Tetapi, alangkah
baiknya jika diadakan sebuah website resmi yang mengatasnamakan prodi teknik

geologi Unsyiah yang beriisikan mahasiswa dan dosen. Pada website tersebut
akan menggambarkan pengetahuan pengetahuan menarik dalam bidang
kebumian termasuk kebencanaan dan mitigasi bencana berupa artikel yang ditulis
oleh mahasiswa dan dosen prodi teknik geologi Unsyiah
Kebutuhan teknologi yang diperlukan prodi teknik geologi Unsyiah untuk
menyelesaikan permasalahan pada makalah ini adalah teknologi publikasi dan
teknologi kebencanaan dan mitigasi bencana.
Teknologi publikasi adalah perkembangan teknologi dalam publikasi
sebuah peristiwa,berita, dan kejadian unik lainnya. Teknologi publikasi yang
sedang berkembang dilingkungan masyarakat adalah media sosial dan media yang
menggunakan internet.
Teknologi kebencanaan dan mitigasi bencana berupa teknologi yang
dimanfaatkan untuk mendapatkan data tentang kebencanaan. Dari teknologi
tersebut ahli geologi dapat menentukan mitigasi bencana yang sesuai dengan
kondisi tersebut. selain itu ada juga teknologi yang dimanfaatkan untuk mitigasi
bencana secara langsung. Jadi, teknologi tersebut digunakan sebagai pertahanan
ketika bencana tersebut ataupun teknologi tersebut digunakan sebagai notifikasi
jika bencana akan berlangsung.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Umumnya, mitigasi bencana lebih dikenal dengan pencegahan terjadinya
sebuah bencana. Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi
resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik, penyadaran, dan peningkatan
kemampuan untuk menghadapi ancaman bencana.
Di provinsi Aceh, Mitigasi bencana sangat diperlukan karena lokasi dan
topografi Aceh yang rentan terhadap bencana, baik gunung api, gempa,
kebakaran, bahkan tsunami. Oleh karena itu, Aceh merupakan daerah rawan
bencana. Sehingga masyarakat Aceh dianjurkan untuk memahami mitigasi
bencana secara mendetail.
3.2 Saran
Dengan dibuatnya makalah ini, diharapkan :
1) Para pembaca memahami pentingnya tentang Mitigasi Bencana
2) Prodi Teknik Geologi Unsyiah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat
mengenai bahayanya akibat yang di timbulkan dari bencana alam
3) Mahasiswa Teknik Geologi Universitas Syiah kuala dapat
mengembangkan teknologi dalam aspek Mitigasi Bencana

DAFTAR PUSTAKA
BAKORNAS PBP 2002, Arahan Kebijakan Mitigasi Bencana Perkotaan di
Indonesia, diakses tanggal 21 April 2008,
https://id.wikipedia.org/wiki/Persiapan_bencana