Anda di halaman 1dari 12

BADAN LEGISLATIF

Kelompok 7
Nama Anggota :
1.

2013130019 Prestiana Agustiningrum

2.

2013130020 Zenia

3.

2013130021 Tri Madola

4.

2013130057 Reanatania Meisgadini

5.

2013130065 Heriyantomo Sudibyo

6.

2013130066 Arini Larassati

7.

2013130085 Adiba Putri Fajari

8.

2013130086 Agnes Destiliviany

9.

2013130093 Rio Mukti Permady

10.

2013130133 Dwi Trimuliawan

Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan
makalah Pengantar Ilmu Politik mengenai Badan Legislatif. Dan juga kami berterima
kasih pada Ibu Sadariah selaku dosen Pengantar Ilmu Politik Institut Ilmu Sosial dan
Politik yang telah memberikan tugas makalah ini kepada kami dan berterima kasih
telah memberikan kesempatan untuk kami mempersentasikan makalah mengenai
Badan Legislatif.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna untuk menambah nilai kami
dalam mata kuliah Pengantar Ilmu Politik dan dapat berguna untuk menambah
wawasan dan informasi yang lebih untuk para pembaca. Kami juga menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh
dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan
usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu
yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Daftar Isi
Kata Pengantar ................................................................................ 2
Daftar Isi ........................................................................................... 3
BAB I
Pendahuluan
Latar Belakang ........................................................................ 4
Rumusan Masalah ................................................................. 4
Tujuan .................................................................................... 4
BAB II
Teori ................................................................................................ 5
BAB III
Pembahasan ................................................................................... 7
BAB IV
Penutup .......................................................................................... 10
Kesimpulan ........................................................................... 10
Pertanyaan dan jawaban dalam persentasi ................................... 11

BAB I
Pendahuluan
Latar Belakang
Legislatif adalah badan deliberatif pemerintah dengan kuasa membuat hukum.
Legislatif dikenal dengan beberapa nama, yaitu parlemen, kongres, dan asembli
nasional. Dalam sistem Parlemen, legislatif adalah badan tertinggi dan menujuk
eksekutif. Dalam sistem Presiden, legislatif adalah cabang pemerintahan yang
sama, dan bebas, dari eksekutif. Sebagai tambahan atas menetapkan hukum,
legislatif biasanya juga memiliki kuasa untuk menaikkan pajak dan menerapkan
budget dan pengeluaran uang lainnya. Legislatif juga kadangkala menulis perjanjian
dan memutuskan perang. (http://id.wikipedia.org/wiki/Legislatif)

Rumusan masalah
1. Apakah DPR telah menjalankan tugasnya dengan baik?
2. Apa saja tugas yang telah dilakukan oleh DPR?
3. Bagaimana solusi untuk membuat kinerja DPR menjadi lebih baik?

Tujuan
1. Mengetahui kualitas kinerja DPR selama ini
2. Mengetahui upaya-upaya DPR dalam menjalankan tugasnya
3. Mengetahui penyimpangan apa saja yang telah dilakukan
4. Agar DPR dapat melakukan tugas sesuai dengan fungsinya

BAB II
Teori
Pemikiran tentang pemisahan kekuasaan dipengaruhi oleh teori John Locke
(1632-1704) seorang filosof Inggris yang pada tahun 1690 menerbitkan buku Two
Treties on Civil Government. Dalam bukunya itu John Locke mengemukakan
adanya tiga macam kekuasaan di dalam Negara yang harus diserahkan kepada
badan yang masing-masing berdiri sendiri, yaitu kekuasaan legislative (membuat
Undang-Undang), kekuasaan eksekutif (melaksanakan Undang-Undang atau yang
merupakan fungsi pemerintahan) dan kekuasaan federatif (keamanan dan hubungan
luar negeri).
Negara republik indonesia mengenal adanya lembaga-lembaga eksekutif,
legislatif, dan yudikatif dalam UUD 1945 dengan melaksanakan pembagian
kekuasaan (distribution of power) antara lembaga-lembaga negara. Kekuasaan
lembaga-llembaga negara tidaklah di adakan pemisahan yang kaku dan tajam,
tetapi ada koordinasi yang satu dengan yang lainnya.
Sebagai negara demokrasi, pemerintahan Indonesia menerapkan teori trias
politika. Trias politika adalah pembagian kekuasaan pemerintahan menjadi tiga
bidang yang memiliki kedudukan sejajar. Ketiga bidang tersebut yaitu :
1. Legislatif bertugas membuat undang undang. Bidang legislatif adalah Dewan
Perwakilan
Rakyat (DPR).
2. Eksekutif bertugas menerapkan atau melaksanakan undang-undang. Bidang
eksekutif adalah presiden dan wakil presiden beserta menteri-menteri yang
membantunya.
3. Yudikatif bertugas mempertahankan pelaksanaan undang-undang. Adapun unsur
yudikatif
terdiri atas Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK).
Diatas itu merupakan penjabaran dari tugas pokok dari tiap-tiap lembaga yang ada
di Indonesia. Berikut ini merupakan penjelasan secara jelas tentang fungsi-fungsi
dari ketiga tersebut :

1.

Fungsi-fungsi legislatif
Di Negara Indonesia lembaga legislatif lebih dikenal dengan nama Dewan
Perwakilan Rakyat (DPR). DPR merupakan lembaga perwakilan rakyat yang
berkedudukan sebagai lembaga negara. Anggota DPR berasal dari anggota partai
politik peserta pemilu yang dipilih berdasarkan hasil pemilu. DPR berkedudukan di
5

tingkat pusat, sedangkan yang berada di tingkat provinsi disebut DPRD provinsi dan
yang berada di kabupaten/kota disebut DPRD kabupaten/kota.
Berdasarkan UU Pemilu N0. 10 Tahun 2008 ditetapkan sebagai berikut:
a.
b.

jumlah anggota DPR sebanyak 560 orang.


jumlah anggota DPRD provinsi sekurang-kurangnya 35 orang dan sebanyakbanyak 100
orang.
c.
jumlah anggota DPRD kabupaten/kota sedikitnya 20 orang dan sebanyakbanyaknya 50
orang.
Keanggotaan DPR diresmikan dengan keputusan presiden. Anggota DPR
berdomisili di ibu kota negara. Masa jabatan anggota DPR adalah lima tahun dan
berakhir pada saat anggota DPR yang baru mengucapkan sumpah/janji yang
dipandu oleh Ketua Mahkamah Agung dalam sidang paripurna DPR.
Lembaga negara DPR yang bertindak sebagai lembaga legislatif mempunyai fungsi
berikut ini :
1.
2.

Fungsi legislasi, artinya DPR berfungsi sebagai lembaga pembuat undang-undang.


Fungsi anggaran, artinya DPR berfungsi sebagai lembaga yang berhak untuk
menetapkan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
3. Fungsi pengawasan, artinya DPR sebagai lembaga yang melakukan pengawasan
terhadap
DPR sebagai lembaga negara mempunyai hak-hak, antara lain sebagai berikut.
1. Hak interpelasi adalah hak DPR untuk meminta keterangan kepada pemerintah
mengenai kebijakan pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas
bagi kehidupan masyarakat.
2.
Hak angket adalah hak DPR untuk melakukan penyelidikan terhadap suatu
kebijakan tertentu pemerintah yang diduga bertentangan dengan peraturan
perundang-undangan.
3. Hak menyatakan pendapat adalah hak DR untuk menyatakan pendapat terhadap
kebijakan pemerintah mengenai kejadian yang luar biasa yang terdapat di dalam
negeri disertai dengan rekomendasi penyelesaiannya atau sebagai tindak lanjut
pelaksanaan hak interpelasi dan hak angket. Untuk memudahkan tugas anggota
DPR maka dibentuk komisi-komisi yang bekerja sama dengan pemerintah sebagai
mitra kerja.

BAB III
Pembahasan
1.

KPK menangkap Direktur PT Duta Graha Indah (DGI), Muhammad


El Idrus dan seorang penghubung bernama Mindo Rosalinda Manulang
(Rosa). Mereka ditangkap usai menyerahkan uang suap dalam bentuk 3
lembar cek senilai Rp3,2 miliar kepada Wafid Muharam, Sekretaris
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Seskemenpora), yang juga langsung
ikut ditangkap di kantornya. Suap tersebut merupakan uang balas jasa dari
PT DGI karena telah memenangi tender proyek Wisma Atlet SEA Games di
Palembang, Sumatera Selatan. Turut disita dalam penangkapan itu, mobil
Toyota Vellfire bernomor B-173-GD dan mobil Honda CR-V bernomor B2717-NT. Penyidik juga melakukan pengembangan dan mendapatkan uang
lainnya, masing-masing dalam bentuk rupiah sebesar Rp73.171.000, dalam
bentuk dollar sebesar US$128,148, dan dollar Australia sebesar 13.070, serta
Euro sebesar 1.955
Awalnya kasus ini menyeret nama Muhammad Nazarudin, karena
Rosa sebagai bawahan Nazar di PT Anak Negeri, bahkan Rosa pernah
menjabat Direktur Pemasaran perusahaan yang dibentuk oleh mantan
Bendahara Partai Demokrat itu. Nazarudin dan Rosa juga yang kemudian
menyeret nama Angie sebagai salah satu tersangka, lantaran disebut
menerima sejumlah uang. www.kapanlagi.com

Peran DPR selama beberapa tahun ini belum berjalan secara optimal
karena dibuktikan dengan beberapa kasus yang melibatkan anggota DPR.
Seperti contoh kasus korupsi yang meilbatkan salah satu komisi X DPR
Agelina Sondakh yang menirima suap pembangunan wisma atlet untuk sea
games 2011 di Jakabaring , Palembang, Sumatra Selatan. Tentunya mereka
memiliki berbagai alasan untuk melakukan korupsi. Seharusnya seseorang
yang menjabat sebagai anggota DPR bisa mengabdi kepada rakyat dan
negara, tetepi dalam kenyataannya banyak anggota DPR yang memandang
sebagai anggota DPR untuk mencari nafkah bukan untuk mengabdi kepada
rakyat. Jadi initinya mereka hanya mementingkan dirinya dan keluarganya
dengan memenfaatkan kekuasaannya.

2. Beberapa tugas yang dijalankan oleh anggota DPR:

Menjalankan salah satu fungsinya yaitu fungsi legislatif yaitu membentuk


undang-undang yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat
persetujuan bersama

Menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi


masyarakat

Beberapa contoh undang-undang yang telah di buat oleh DPR :

NOMOR 32 TAHUN 2010 TENTANG LARANGAN MEROKOK

PENGESAHAN ASEAN CONVENTION ON COUNTER TERRORISM


(KONVENSI ASEAN MENGENAI PEMBERANTASAN TERORISME)

PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2011


TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA
TAHUN ANGGARAN 2012
(http://www.dpr.go.id)

3. Untuk mendapat kinerja DPR dengan baik pada awalnya setiap partai
mencalonkan anggotanya yang berkualitas. Sementara untuk masyarakat
harus lebih selektif dalam memilih calon legislatifnya. Terkadang para caleg
memberkan janji-janji serta memberi uang penghalus untuk masyarakat
8

agar memilih caleg tersebut. Maka tidak heran apabila ketika caleg tesebut
menang dalam pemilu akhirnya tidak merealisasikan tugasnya dengan baik.
Selanjutnya untuk para DPR yang telah terpilih diharapkan bisa lebih
transparan dalam menjalankan tugasnya dan apabila melanggar harus diberi
sanksi yang lebih tegas, jangan karena ia seorang pejabat tinggi negara maka
kasusnya tak diusut sampai tuntas sehingga pada akhirnya tersangka tak
merasa jera dan tetap melanjutkan kasus korupsi. Rakyat harus lebih kritis
dalam menyikapi kinerja DPR yang tidak baik. Namun rakyat juga harus
berpartisipasi dalam mewujudkan rencana DPR.

BAB IV
Penutup
Segala puji bagi Allah yang Maha pengasih dan Maha penyayang, sehingga
kami bisa menyelesaikan makalah Pengantar Ilmu Politik mengenai Badan Legislatif.
Semoga dengan makalah ini bisa memberikan manfaat untuk memberikan wawasan
lebih untuk para pembaca.
Kami kelompok 7 mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Sadariah
yang telah memberikan tugas makalah ini untuk kami dan berterima kasih telah
diberikan kesempatan untuk kami mempersentasikan makalah kami mengenai
Badan Legislatif.
Dalam penyusunan makalah ini, kami menyadari masih banyak kesalahan
dan kekurangan. Maka dari itu saran dan kritik yang membangun dari pembaca
merupakan modal utama kami untuk meraih tangga kesuksesan.
Akhirnya tiada kata yang paling indah kecuali puji syukur alhamdulillah pada Allah
atas berjuta nikmat yang tercurah pada kami.

Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa lembaga legislatif adalah badan deliberatif
pemerintah dengan kuasa membuat hukum. Hal ini dimaksudkan bahwa DPR juga
mempunyai tugas untuk membuat dan melakukan amandemen Undang-Undang
Dasar. Dan selain itu DPR juga mempunyai tugas mendengarkan aspirasi-aspirasi
rakyat agar dapat terwujud, karena negara Indonesia adalah negara demokrasi,
rakyat bebas berpendapat.
Tetapi pada saat ini banyak anggota DPR yang sering sekali
menyalahgunakan jabatannya. Banyak anggota DPR yang terkait kasus korupsi
diberbagai proyek pembangunan. Maka saat ini DPR pun sering dipandang sebelah
mata oleh rakyat karena belum bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

10

Pertanyaan dalam persentasi


1. Ahmad Fathony (2013140019)
Apa yang dimaksud dengan pertanyaan parlementer?
Jawab:
Anggota badan legislatif berhak untuk mengajukan pertanyaan kepada
pemerintah mengenai suatu hal yang dipermasalahkan. Pertanyaan ini
biasanya diajukan secara tertulis dan dijawab juga secara tertulis oleh
departemen yang bersangkutan.
2. Suhaeri (2013130018)
Sistem perwakilan apa yang digunakan di Indonesia? Dan sistem apa yang
cocok digunakan untuk Indonesia?
Jawab:
Indonesia menggunakan sistem berimbang karena dilihat dari partai politik
yang banyak dan sistem berimbang sudah cocok dinegara Indonesia.
3. Sela Sinta (2013130016)
Wakil rakyat bagaimana yang pantas untuk menyalurkan aspirasi rakyat?
Apakah seorang seorang artis dapat mencalonkan diri menjadi DPR?
Jawab:
Wakil rakyat yang pantas untuk menyalurkan wakil rakyat adalah wakil rakyat
yang jujur, transparan, bisa menjalankan amanah, bisa mewadahi aspirasi
rakyat sebagai wakil rakyat. Di Indonesia pada dasarnya seseorang
mempunyai hak yang sama untuk bisa mencalonkan diri sebagai anggota
legislatif dan dalam pemilihan caleg biasanya harus mempunyai partai politik.
Artis dapat mencalonkan diri dengan masuk partai politik disana dibekali dan
mempelajari mengenai dunia politik.
4. Deyesta (2013110024)
Bagaimana sistem kerja badan legislatif di negara komunis?
Jawab:
Di negara komunis badan legislatif merupakan organ kekuasaan tertinggi,
dimana ia juga memiliki kekuasaan eksekutif&yudikatif.
5. Andriansyah (2013110226)
Sifat-sifat susunan badan legislatif
Jawab:
11

a. Turun menurun (sebagian Majelis Tinggi Inggris)


b. Ditunjuk (senat Kanada)
c. Dipilih, baik secara langsung ataupun tidak langsung
6. Rico Diano (2013110021)
Kelemahan sistem single member
Jawab:
a. Sistem ini kurang memperhitungkan adanya partai-partai kecil dan
golongan minoritas, apalagi jika golongan ini terpencar dalam
beberapa distrik.
b. Sistim ini kurang representatif dalam arti bahwa calon yang kalah
dalam suatu distrik, kehilangan suara-suara yang telah
mendukungnya.
7. Putra Perdana (2013110227)
Kalau di suatu negara tidak terdapat badan legislatif bagaimana dampaknya?
Jawab:
Negara itu tidak akan berjalan dengan baik karena tidak ada tempat untuk
mewadahi suara rakyat

12