Anda di halaman 1dari 12

PT PLN (Persero)

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN


3. KONDENSOR
Fungsi utama kondensor adalah alat untuk mengondensasikan uap bekas dari turbin
menjadi air kondensat. Kondensor adalah suatu peralatan yang digunakan untuk
mengubah uap bekas dari Turbin Uap hingga menjadi air dengan bantuan dari Air
Pendingin Utama. Uap bekas dari Turbin Uap yang panas dimasukkan kedalam
kondensor yang mendapat pendinginan dari Air Pendingin Utama, Sehingga terjadi
perpindahan panas, Oleh karena itu kondensor termasuk peralatan Penukar Kalor.
Uap yang panas terkena pendinginan akan terkondensasi, dan air dari proses
kondensasi, tersebut disebut Air kondensat. Karena air pendingin menyerap
panas dari uap bekas turbin, maka temperatur nya akan naik .
3.1. Tipe-Tipe Kondensor.
Pada dasarnya tipe kondensor ada 2 (dua macam, yaitu :
Tipe Kondensor Permukaan (Surface Condensor).
Tipe Kontak Langsung (direct Contact Condensor.
a. Kondensor Permukaan (Surface Condensor).
Kondensor ini terdiri dari bejana yang dihubungkan dengan sisi uap bekas yang
keluar dari Turbin Uap. Di dalamnya dipasang pipa-pipa/tube pendingin yang
mendapat aliran dari Air Pendingin Utama. Uap bekas dari Turbin Uap mengalir
melalui bagian luar dari pipa

Gambar 24. Surface Condensor.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

28

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Gambar 25. Single Pass Condenser.


Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

29

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

b. Kondensor Kontak Langsung (Direct Contact Condenser)


Konstruksi dasar dari kondensor ini adalah seperti diperlihatkan pada gambar 26.
Kondensor ini terbuat dari sebuah bejana yang di dalamnya dipasang plat
pengarah aliran atau baffle. Uap bekas dari Turbin Uap masuk melalui sisi
samping bawah Kondensor, sedangkan air pendingin di-spraykan dari sisi atas.
Prinsip kerja kondensor kontak langsung adalah sebagai berikut :
Uap bekas dari Turbin Uap masuk ke dalam kondensor melalui sisi samping
bawah, dan secara alami (karena uap ringan ) akan menjadi ke atas. Air pendingi
dimasukkan dari sisi atas dalam bentuk semprotan/ spray.
Air yang disemprotkan akan langsung bersentuhan dengan uap, sehingga terjadi
proses perpindahan panas secara langsung dari uap ke air pendingin. Uap yang
terkena pancaran air pendingin akan terkondensasi dan bercampur dengan air
pendingin. Selanjutnya campuran air kondensat dan air pendingin dipompa ke
Menara Pendingin untuk mendapatkan pendinginan.
Pada proses berikutnya air ini akan berfungsi sebagai Air Pendingin Utama. Gasgas yang tidak bisa terkondensasi atau NCG = Non Condensatable Gas, dihisap
keluar dengan menggunakan steam Ejector untuk dibuang ke atmosfir. Adanya
NCG didalam kondensor akan mengakibatkan vakum rendah (back pressure
naik) dan pada akhirnya dapat menyebabkan turbin trip.

Gambar 26. Tipikal Kondensor Type Kontak Langsung.


Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

30

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Kondensor tipe kontak langsung ini pada umumnya digunakan pada PLTP,
karena :
Air Kondensate dari proses kondensasi tidak digunakan lagi ( dalam PLTU
digunakan sebagai air pengisi Ketel ) dan langsung dibuang setelah ditreatment.
Uap Panas Bumi lebih banyak mengandung NCG jika dibanding dengan uap
dari ketel.
Kondensor kontak langsung dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu
kondensor barometrik dan kondensor jet.
- Kondensor Barometrik .
Pada dasar kondensor barometik dibuat dalam 2 ruangan , yaitu : ruangan kepala
dan ruangan ekor yang tinggi. Di dalam ruangan kepala dibuat nampan-nampan
sebagai upaya didalam memperluas bidang permukaan air pendingin, sehingga
dapat bersinggungan secara baik dengan uap bekas yang akan didinginkan. Air
masuk dari bagian atas pada ruang kepala, sedangkan uap bekas dari bawah. Jika
jarak antara permukaan persediaan air pendingin dengan pemasukan air pada
ruang kepala dibuat lebih rendah dengan ketinggian ruang ekor, sehingga
kondensor dapat bekerja sendiri.
Artinya air dan uap bekas akan mengalir masuk tanpa bantuan pompa. Campuran
air dan uap kemudian jatuh ke ruang ekor turun kebawah ruang Hot Well karena
tekanannya (grafitasi) sendiri.
Kondensor barometik adalah salah satu jenis yang paling sederhana tetapi
memerlukan menara pipa yang berfungsi sebagai kolam air, sehingga aliran
dalam kondensor dapat terlaksana dengan wajar.
- Kondensor Jet.
Kondensor jet (jet condenser), yang dalam penerapannya kondensor jenis inilah
yang banyak digunakan. Bagian dalam kondensor ditempatkan beberapa buah
pipa dan nosel penyemprot (pipa & spray nozzle), dan dari nosel itulah air
pendingin disemprotkan secara langsung pada uap bekas yang keluar dari Turbin
Air Pendingin mengalir melalui pipa dan nosel penyemprot karena perbedaan
tekanan dan gaya grafitasi antara penampungan air pendingin (Basin Cooling
Tower) dengan kondensor.
Uap yang disemprotkan akan melepaskan panasnya dan selanjutnya diserap oleh
air penyemprot. Uap yang telah melepaskan panasnya akan mengembun
(mengkondensasi) bersama-sama dengan air penyemprot, sehingga kedua fluida
tersebut mencapai temperatur akhir yang sama di Hot Well.
Kondensor kontak langsung type kondensor jet di dalamnya biasanya dibagi ke
dalam 2 ruangan/bagian, yaitu ruangan pengembunan uap dan ruangan
pendinginan gas. Ruangan pengembunan uap, dan ruangan pendinginan gas
dimaksudkan untuk memperkecil volume gas-gas yang tidak mengembun.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

31

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Hal ini dibuat demikian agar peralatan pembuang gas-gas (steam ejector ) dapat
dibuat dalam ukuran yang lebih kecil.
Pembagian lokasi ruangan dalam kondensor, ada yang terdiri dari satu bagian
(ruangan pendingin dan ruang pengembun menjadi satu ), dan ada juga yang
lokasi ruangannya berbeda., yang terdiri dari bagian/ruangan horizontal dan
bagian ruangan silinder vertikal (cylindrical vertical) .
Campuran uap dan gas-gas bawaan dari dalam sumur lapangan panas bumi
yang tak terkondensasi keluar dari dalam turbin melalui satu atau beberapa laluan
(tergantung tipe turbinnya) dan masuk ke dalam kondensor pada bagian ruangan
Horisontal untuk pengkondensasian uap. Sedangkan bagian ruangan silinder
vertikal untuk pendinginan gas-gas yang tidak terkondensasi (uncondensible gas).
Dilihat dari segi aliran antara air pendingin & uap bekas turbin alirannya dapat
terbagi dalam aliran silang pada bagian kondensor yang ruangannya horisontal
dan aliran berlawanan arah pada bagian silinder vertikal.

Gambar 27. Kondensor Jet.

Untuk mempertahankan kondisi tekanan (vakum) di dalam kondensor level air di


Hotwell perlu dipertahankan (dikontrol). Terlalu tingginya air di dalam kondensor
akan mengganggu proses penyemprotan pada nosel, dan terlalu rendah akan
meyebabkan terjadinya gangguan pada pompa pengeluaran air dari kondensor
(Condensate Pump). Selain itu vakum di kondensor dipertahankan dengan
mengeluarkan gas-gas dan udara yang tidak terkondensasi.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

32

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
3.2. Konstruksi dan Bagian-bagian Kondensor
Sebagaimana peralatan penukar kalor (heat exchnger) lainnya kondensor terdiri
dari casing (shell) dan pipa-pipa yang terpasang pada tubes plate (tubes shell).
Pada kedua ujung sisi tube plate terdapat ruang untuk masuk dan keluar air
pendingin yang disebut water box. Penutup water box dilengkapi dengan man
hole untuk keperluan pemeriksaan ataupun pemeliharaan.
Untuk menyangga pipa-pipa kondensor yang panjangnya lebih dari 6 m, dipasang
beberapa penyangga yang disebut support plates. Bagian bawah kondensor
terdapat bak penampung air kondensat yang disebut dengan hotwell. Konstruksi
kondensor secara diagram ditunjukkan dalam gambar diagram 26. Untuk
memberi ruang pemuaian, maka dipasang expansion join pada penghubung
kondensor ke turbin. Cara lain adalah dengan memasang pegas antara pondasi
dengan kondensor sedang sambungan kondensor dengan turbin dibuat rigid.
Uap mengalir melalui bagian luar pipa pipa kondensor dan menyentuh langsung
permukaan tube, sehingga terjadi proses perpindahan panas pada permukaan
tube. Air pendingin yang mengalir di dalam tube akan menyerap panas dari uap
sehingga uapnya terkondensasi. Sebagai contoh tipikal adalah tipe single pass,
single shell, double inlet & outlet, surface condenser, devided water boxes seperti
terlihat pada gambar 24.
Akibat pendinginan ini, uap bekas disisi uap akan terkondensasi dan airnya
ditampung dalam penampung dibagian dibawah kondensor.
Proses kondensasi ini mengakibatkan sisi uap kondensor (termasuk hotwell)
berada dalam kondisi vacum. Bila aliran air pendingin berkurang misalnya akibat
pipa-pipa kondensor tersumbat kotoran, vacum akan turun dan pada kondisi yang
ekstrim dapat mengakibatkan unit trip akibat vakum terlalu rendah. Oleh karena
itu kelangsungan air pendingin utama merupakan unsur yang vital.
Untuk meningkatkan keandalan kondensor, katup air pendingin sisi masuk dan
sisi keluar kondensor biasanya digerakkan oleh motor, dimana konfigurasi katupkatup tersebut dapat diatur sedemikian rupa sehingga selain posisi normal
operasi, juga memungkinkan kondensor diposisikan pada Out of

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

33

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Service atau diposisikan Back Washing.

Gambar 26 diagram konstruksi dan bagian kondensor

Gambar 28. Diagram konstruksi kondensor

3.3. Posisi kondensor


Posisi kondensor umumnya berada dibawah turbin (underslung), namun
adakalanya ditempatkan disekeliling turbin (parnier). Letak kondensor dibawah
turbin dapat searah dengan poros turbin atau tegak lurus terhadap poros turbin.
Konstruksi ini biasanya disebabkan karena faktor teknik dan pertimbangan
pemeliharaan dan ruangan tersedia.
Kondensor parnier berada satu lantai dengan turbin sehingga apabila terjadi
kebocoran air akan mudah masuk ke sisi turbin. Namun disisi lain penempatan
kondensor seperti ini mengurangi tinggi bangunan dan mempermudah dalam
pekerjaan pemeliharaan.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

34

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Gambar 29. Posisi kondensor terhadap turbin

3.4.

Menara Pendingin (Cooling Tower)


3.4.1. Jenis Menara Pendingin
Menara pendingin berfungsi untuk mendinginkan air pendingin utama dengan
menggunakan udara sebagai media pendingin. Pada prinsipnya, ada dua tipe
dasar menara pendingin yaitu menara pendingin tipe kering (Dry Cooling Tower)
dan menara pendingin tipe basah (Wet Cooling Tower).
Menara pendingin kering berupa penukar panas tipe permukaan (Surface heat
Exchanger), sedangkan menara pendingin basah (Wet Cooling Tower) yang
merupakan penukar panas tipe kontak langsung (direct contact heat exchanger).
Mengingat menara pendingin yang banyak dipakai di PLTU adalah tipe wet cooling
tower, maka disini hanya akan membahas wet cooling tower.
Wet Cooling Tower sendiri juga terdiri dari dua tipe yaitu Natural draft cooling
tower dan Forced draft cooling tower. Natural draft cooling tower menggunakan
menara pendingin yang tingginya bisa mencapai 200 meter dan jarang digunakan
di PLTU di Indonesia. Forced draft cooling tower sering juga disebut Mechanical
draft cooling tower menggunakan kipas yang digerakkan oleh motor listrik untuk
mengalirkan udara pendingin cooling tower.
Mengingat aliran udara dilakukan secara paksa dengan fan, maka menara
pendingin tipe ini tingginya hanya sekitar 30 meter.
Dipandang dari sisi aliran udaranya, cooling tower ini dibedakan menjadi cross
flow cooling tower seperti gambar 30 A. dan counter flow cooling seperti gambar
30B.
Pada cross flow cooling tower, aliran udara bersilangan tegak lurus terhadap aliran
air sedang pada counter flow cooling tower, aliran udara berlawanan dengan arah
aliran air.
Gambar 31, memperlihatkan konstruksi tipikal Mechanical draft cooling tower yang
banyak dipakai pada PLTU yang umumnya terbuat dari kayu atau beton.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

35

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Gambar 30A Cross Flow Cooling Tower Gambar 30B Counter Flow Cooling
Tower.

Dibagian atas cooling tower dipasang beberapa kipas / fan yang digerakkan oleh
motor listrik melalui rangkaian gigi reduksi (gearbox) untuk menurunkan putaran
motor. Air pendingin yang panas masuk ke header dibagian atas cooling tower
dan dispraykan kebawah menuju kisi-kisi (Fill) yang umumnya bertipe pantul
(splash). Disamping bagian luar kisi-kisi tempat udara masuk, dipasang sirip-sirip
(Louvre) untuk mencegah agar cipratan air tidak keluar dari cooling tower.
Udara atmosfir masuk dari samping melalui sirip-sirip akibat hisapan fan dan
mengalir keatas, bertemu dengan air yang di spray kan dari atas sehingga
mendinginkan air. Udara panas akan dihembuskan kembali ke atmosfir oleh fan
lewat bagian atas cooling tower. Air dingin akan berkumpul di bak penampung
(basin) dibagian bawah cooling tower. Dari bak penampung ini, air selanjutnya
disirkulasikan kembali ke kondensor sebagai air pendingin utama.
Ketika unit berperasi pada beban penuh atau cuaca panas, seluruh fan pada
cooling tower mungkin harus dioperasikan. Tetapi pada beban rendah atau cuaca
dingin, sebagian fan dapat dimatikan untuk menghemat listrik.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

36

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Gambar.31 Konstruksi Mechanical Draft Cooling Tower.

3.4.2. Proses perpindahan panas dan Konstruksi


Pada wet cooling tower, air pendingin utama yang akan didinginkan dialirkan dari
bagian atas cooling water dan disemprotkan pada kisi-kisi pendingin. Udara
sebagai media pendingin dihembuskan dari arah samping bagian bawah cooling
tower dan mengalir kearah atas. Selanjutnya, butiran-butiran air akan kontak
langsung dengan udara sehingga terjadi transfer panas dari air ke udara. Akibat
proses ini, sebagian air akan menguap dan terbuang bersama udara lewat bagian
atas cooling tower.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

37

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Dalam menara pendingin pada saat butiran air jatuh, proses pendinginan terjadi
dengan tiga cara :
a. Sebagian kecil panas hilang dari butiran kecil karena radiasi panas pada
permukaannya.
b. Kira-kira seperempat dari perpindahan panas adalah karena konduksi dan
konveksi antara air dan udara. Jumlah panas yang dipindahkan tergantung
pada temperatur air dan udara.
c. Perpindahan panas yang tersisa adalah karena penguapan. Pada saat udara
mengua kan beberapa bagian air menjadi uap air, maka uap ini akan
mengambil panas yang tersembunyi (latent heat) untuk proses penguapan.
Oleh karenanya air yang tersisa menjadi lebih dingin dari semula.
Jumlah penguapan yang terjadi tergantung pada beberapa faktor yang meliputi
luas permukaan total dari air yang berhubungan dengan udara dan jumlah udara
yang mengalir
3.4.3. Air Penambah dan Blowdown
Manakala didalam air pendingin terdapat zat-zat pencemar, maka ketika sebagian
air menguap, kadar zat pencemar semakin tinggi dan dapat mengakibatkan
timbulnya berbagai masalah dalam kondensor. Untuk mengatasi masalah ini,
maka secara periodik atau secara kontinyu, air pendingin harus dibuang / didrain
dari bagian bawah bak penampung (basin).

Gambar. 32. Tipikal Aliran Air Pendingin pada Cooling Tower.


Proses ini dikenal dengan istilah Blowdown yang selain berfungsi untuk
menurunkan konsentrasi zat pencemar dalam air pendingin, sekaligus juga untuk
membuang endapan-endapan / lumpur-lumpur dibagian bawah bak penampung.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

38

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Akibat proses penguapan dan blowdown, maka untuk mempertahankan kuantitas
air pendingin didalam siklus, diperlukan penambahan air dari luar dengan jumlah
yang sebanding. Air pendingin yang ditambahkan dari luar siklus disebut make
up. Ilustrasi dari semua proses diatas dapat dilihat pada gambar 33.

Gambar 33 Saluran air penambah dan blow down pada menara pendingin

Secara teoritis, fluida kerja didalam sikus akan terus bersirkulasi tanpa terjadi
pengurangan massa fluida kerja sehingga memerlukan penambahan dari luar
siklus. Tetapi pada prakteknya, banyak terjadi kehilangan massa fluida kerja yang
antara lain disebabkan oleh adanya kebocoran - kebocoran didalam sistem
Akibatnya diperlukan tambahan fluida kerja sejumlah tertentu dari luar siklus
secara kontinyu. Sistem air penambah berfungsi untuk memnuhi kebuthan akan
tambahan fluida kerja tersebut. Mengingat bahwa kualitas air penambah harus
sama baiknya dengan kualitas air yang telah berada dalam siklus, maka sistem air
penambah dilengkapi dengan unit pengolah air (demineralizer plant) yang
berfungsi untuk mengolah air sumber (raw water) menjadi air penambah (make up
water).
Raw water untuk PLTU dapat berasal dari berbagai sumber seperti air PAM (City
water), air tanah (well water), air sungai atau air laut yangtelah diolah melalui
Desalination Plant. Desalination Plant adalah unit untuk mengolah air laut menjadi
air tawar melalui proses evaporasi (penguapan) atau dengan metode penyaringan
reverse osmosis (osmopsis balik) air laut . Uap air ini kemudian dikondensasikan
dan akhirnya didapat air dengan kualifikasi yang memadai sebagai Raw Water.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan

39