Anda di halaman 1dari 9

Nama

: Isna Linoviani
NIM
: 03031381419140
Shift
: Selasa, 13.00-15.00
Kelompok : 2
PENGARUH DAYA TERHADAP PROSES FLUID MIXING
Daya adalah laju energi yang dihantarkan selama melakukan usaha dalam
periode waktu tertentu. Waktu pencampuran (mixing time) sendiri adalah waktu
yang dibutuhkan atau diperlukan sehingga dapat diperoleh keadaan yang serba
sama untuk menghasilkan campuran atau produk dengan kualitas yang telah
ditentukan. Sehingga dalam proses fluid mixing daya adalah tenaga yang
dibutuhkan dalam proses pengadukan dalam waktu tertentu. Prinsip kerja dari
alat fluid mixing sendiri berdasarkan terhadap adanya proses pencampuran dan
juga proses pengadukan. Dimana disini dapat dikatakan bahwa proses
pencampuran dan juga pengadukan saling berbanding lurus satu sama lain.
Proses pencampuran akan bekerja secara optimal apabila proses
pengadukan juga berjalan dengan baik. Semakin cepat perputaran pada proses
pengadukan, maka akan semakin cepat pula material yang dimasukkan untuk
bercampur menjadi homogenya. Untuk pengaplikasiannya sendiri di dalam bidang
industri, alat fluid mixing yang biasanya kita lihat terdapat pada pabrik pembuatan
roti dimana proses pencampuran terjadi saat bahan-bahan dicampurkan untuk
membuat roti, sedangkan untuk contoh alat industrinya sendiri, prinsip dan cara
kerja fluid mixing bisa kita lihat pada alat clarifier dan juga thickener.
Pada umumnya semua tenaga masuk ke dalam vessel secara proporsional
adalah untuk menghasilkan kapasitas pumping (Q) dan waktu kecepatan utama
(H). Kecepatan utama secara konsep berhubungan dengan perubahan angka aliran
dan pada umumnya lebih tinggi dari kecepatan utama rata-rata. Pada aliran
turbulen, ditipekan oleh angka Reynolds impeller. Tenaga masukan ini ditransfer
antara variasi skala besar (secara umum disebut skala makro). Pergeseran angka
pada kondisi 1000 atau lebih besar dari yang rendah sebagai kecepatan fluktuasi
skala kecil ini cukup kecil pada ukuran fisika (biasanya kurang dari 100).
Pencampuran yang baik akan diperoleh apabila diperhatikan bentuk dan
dimensi dari jenis pengaduk yang akan digunakan, karena hal tersebut akan dapat
mempengaruhi keefektifan dari proses pencampuran, serta daya yang diperlukan.
Kebutuhan tenaga yang diperlukan untuk mencampur suatu jumlah tertentu bahan

(cairan) tergantung pada viskositas dari cairan tersebut. Selain itu kecepatan mixer
juga berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dari bahan-bahan tersebut.
Mixer dengan kecepatan tinggi biasanya berkisar antara 1400-1800 rpm
umumnya digunakan untuk fluida dengan viskositas rendah misalnya air,
kecepatan sedang biasanya adalah 1500 rpm umumnya untuk larutan sirup kental
dan minyak pernis, dan kecepatan rendah berkisar antara 100-500 rpm umumnya
digunakan untuk minyak kental, lumpur di mana terdapat serat atau pada cairan
yang dapat menimbulkan busa atau dapat dikatakan untuk bahan (cairan) dengan
viskositas yang tinggi dimana campurannya pekat, licin dan sebagainya.
Untuk menjamin keamanan proses, pengaduk dengan kecepatan lebih
tinggi dari 400 rpm sebaiknya tidak digunakan untuk cairan dengan viskositas
lebih besar dari 200 cP, atau volume cairan lebih besar dari 2000 L. Pengaduk
dengan kecepatan lebih besar dari 1150 rpm sebaiknya tidak digunakan untuk
cairan dengan viskositas lebih besar dari 50 cP atau volume cairan lebih besar dari
500 L. Kecepatan pengaduk ditentukan oleh viskositas fluida dan ukuran geometri
sistem pengadukan. Dalam hal mencampurkan dua bahan berbeda, kapasitas perlu
diperhatikan. Untuk menentukan kapasitas maksimum dari bejana adukan yaitu:
Q=

2
D H
4

(1)
Keterangan: Q = Kapasitas dari Bejana adukan (mm3)
D = Diameter Bejana (mm)
H = Tinggi dari Bejana (mm)

Menghitung kapasitas dari adukan:


2
V = . Dj .Z
4
(2)
Keterangan: V = kapasitas dari adukan (mm3)

Dj
Z

= Diameter Bejana (mm)

= Tinggi dari Bejana (mm)

Setelah menentukan kapasitas, daya motor dapat dihitung, Dari beberapa


komponen inilah kita dapat menentukan daya pengaduk. Dari rumus daya
pengaduk dapat dihitung dengan cara:

( 2,72 )( N 2,86 )( Y 0,3 ) ( Z 0,6 ) ( c ) ( 0,86)


hp=( 1,29 104 ) ( D1,1
j ) L

(3)

Daya perencanaan dihitung dengan rumus:


Pd = P . fc
Keterangan : P

(4)

= Daya nominal motor (kW)

fc = Faktor koreksi daya

Suatu pertimbangan yang sangat penting dalam merancang bejana aduk


adalah kebutuhan daya untuk menggerakan (mendorong) impeller. Formulaformula penting yang berhubungan dengan proses pengadukan adalah angka daya
(power number), Np:
N p=

P gc
3

n Da

(5)
Bilangan reynold (reynold number), NRe suatu bilangan untuk
menyatakan pengaruh kekentalan (viskositas) fluida. Persamaannya adalah:
2

NRe=

n Da

(6)

Perhitungan Kebutuhan Daya, P dapat dihitung dengan bantuan kurva


hubungan antara bilangan Reynold dengan Bilangan daya sehingga diperoleh:
N p n3 Da 5
P=
gc
(7)
Keterangan: n = Putaran Pengaduk
Da = Diameter propeller
= Densitas cairan
= Kekentalan (viscositas) cairan
gc = Konstanta gravitasi

Pencampuran yang baik adalah bergantung pada bentuk dan dimensi dari
jenis pengaduk yang dipilih dan yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan
pada proses pencampuran itu sendiri. Hal tersebut perlu untuk diperhatikan karena
akan berpengaruh pada efektif atau tidak efektifnya suatu proses pencampuran,
dan besarnya jumlah daya yang diperlukan dari suatu proses pencampuran
tersebut. Jika ditinjau dari airan yang dihasilkan pada proses pencampuran,
pengaduk dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu pertama, pengaduk dengan
aliran aksial yang akan menimbulkan aliran yang sejajar dengan sumbu putaran.
Pola aliran kedua yang terbentuk berdasarkan pengaduk yang digunakan
yaitu pengaduk aliran radial yang menimbulkan aliran yang berarah tangensial
dan radial terhadap bidang rotasi pengaduk. Komponen aliran tangensial
menyebabkan timbulnya vortex dan terjadinya pusaran, dan dapat dihilangkan
dengan pemasangan baffle atau cruciform baffle. Ketiga, pengaduk aliran
campuran yang merupakan gabungan dari kedua jenis pengaduk di atas.
Tiga tipe utama dari impeller adalah propeller (baling-baling), paddles
(pedal), dan turbin. Setiap tipe memiliki banyak variasi dan subtipe. Sekalipun
masih terdapat tipe impeller lainnya yang juga berguna untuk digunakan pada
situasi tertentu, akan tetapi ketiga tipe tersebut mungkin dapat mengatasi 95%
masalah pencampuran bahan cair yang ada. Untuk pencampuran liquid, propeller
mixer adalah jenis yang paling umum dan paling memuaskan.Alat ini terdiri dari
tangki silinder yang dilengkapi dengan propeller/blades beserta motor pemutar.
Bentuk dari propeller, impeller, dan juga blades didesain sedemikian rupa
untuk mendapatkan efektifitas pencampuran dan disesuaikan dengan viskositas
fluid sehingga daya yang dibutuhkan juga dapat dipertimbangkan. Pada jenis alat
pencampur ini diusahakan untuk dihindari tipe aliran yang monoton (terusmenerus sama) yang berputar melingkari dinding tangki, penambahan sekat-sekat
(baffles) pada dinding tangki juga dapat menciptakan pengaruh pengadukan,
namun menimbulkan masalah karena sulit dibersihkan. Sedangkan alat untuk
mencampur bahan padat pada umumnya digunakan mesin pencampur yang
kecepatan pengadukannya haruslah lebih ringan daripada bahan viscous.

Satu prinsip penerapan untuk mencampur bahan dengan viskositas yang


tinggi dan berbentuk pasta adalah kinerja yang tergantung pada kontak langsung
antara material pencampur dengan bahan yang akan dicampur. Untuk bahan
dengan viskositas tinggi dan berbentuk pasta ini banyak menggunakan model
pencampur seperti pencampur tipe pancim, pencampur dengan pisau berbentuk z.
Pencampuran tipe ini memerlukan energi dan tenaga yang lebih besar.
Oleh karena itu diperhatikan jangan sampai energi yang dikonsumsi diubah
menjadi panas yang dapat menyebabkan terjadinya kenaikan temperatur dari
produk. Jenis alat pencampur adonan kadang-kadang harus dilengkapi dengan alat
pendingin. Yang umum ditemui yaitu kneader yang berbentuk sigmoid yang
berputar didalam suatu can atau vessel dengan berbagai variasi kecepatan.
Pada pencampuran bahan viscous seluruh bahan yang akan dicampur harus
dibawa ke pengaduk atau pengaduknya sendiri yang mendatangi seluruh bagian
campuran. Aksi pada mesin-mesin pencampuran merupakan kombinasi shear
berkecepatan rendah, penyapuan (wiping), pelipatan (folding), pelemasan
(stretching), dan penekanan (compressing). Energi mekanik akan diaplikasikan
oleh komponen-komponen yang bergerak langsung pada massa bahan.
Diantara mesin pencampur pasta yang relatif dikenal adalah change-can
mixer dan kneaders. Change-can mixer merupakan alat yang memiliki wadah
kecil dan dapat dipindahpindahkan sebagai tempat bahan yang akan dicampur,
berukuran sekitar 510 galon. Pada pony mixer, pengaduk terdiri dari beberapa
bilah vertical atau jari yang terpasang pada head yang berputar dan diletakkan di
dekat dinding wadah. Pada beater mixer, wadah atau bejana bersifat stationer.
Pengaduknya memiliki gerakan melingkar sehingga ketika berputar secara
berulang mendatangi seluruh bagian dari bejana. Gerakan pencampuran pada
mixer bahan baik secara horizontal maupun secara vertikal tersebut dapat
bervariasi bergantung dari jenis pengaduk/propeller yang digunakan, sehingga
hasil yang didapat akan bervariasi pula. Peralatan pencampur dengan
menggunakan satu pengaduk/propeller biasanya digunakan untuk mengaduk
bahan dengan viskositas rendah, sedangkan peralatan pengaduk dengan lebih dari
satu propeller digunakan untuk mengaduk bahan dengan viskositas tinggi.

Pengaduk

dalam

tangki

memiliki

fungsi

sebagai

pompa

yang

menghasilkan laju volumetrik tertentu pada tiap kecepatan putaran dan input daya.
Input daya dipengaruhi oleh geometri peralatan dan fluida yang digunakan. Profil
aliran dan derajat turbulensi merupakan aspek penting yang mempengaruhi
kualitas pencampuran. Rancangan pengaduk sangat dipengaruhi oleh jenis aliran,
laminar atau turbulen. Aliran laminar biasanya membutuhkan pengaduk yang
ukurannya hampir sama besar dengan tangki itu sendiri. Hal ini disebabkan karena
aliran yang laminar tidak memindahkan momentum sebaik aliran turbulen.
Pencampuran di dalam tangki pengaduk terjadi karena adanya gerak rotasi
dari pengaduk dalam fluida. Gerak pengaduk ini memotong fluida tersebut dan
dapat menimbulkan arus yang bergerak keseluruhan sistem fluida tersebut. Oleh
sebab itu, pengaduk merupakan bagian yang paling penting dalam suatu operasi
pencampuran fasa cair dengan tangki pengaduk. Pencampuran yang baik akan
diperoleh bila diperhatikan bentuk dan dimensi pengaduk yang digunakan, karena
akan mempengaruhi keefektifan proses pencampuran, serta daya yang diperlukan.
Pengaduk jenis baling-baling (propeller) Kelompok ini biasa digunakan
untuk kecepatan pengadukan yang tinggi dengan arah aliran aksial. Pengaduk ini
dapat digunakan untuk cairan yang memiliki viskositas yang rendah dan pengaduk
ini tidak bergantung pada ukuran serta bentuk dari tangki. Kapasitas sirkulasi
yang dihasilkan besar dan sensitif terhadap beban head, sehingga daya yang
dibutuhkan tidak besar. Dalam perancangan propeller, luas sudu biasanya
dinyatakan dalam jumlah perbandingan dari luas area yang terbentuk dengan luas
daerah dari disk. Nilai nisbah ini berada pada rentang 0.45 sampai dengan 0.55.
Pengaduk jenis dayung (paddle) Pengaduk jenis ini sering memegang
peranan penting pada proses pencampuran dalam industri. Bentuk pengaduk ini
memiliki minimum 2 sudu, horizontal atau vertikal, dengan nilai D/T yang tinggi.
Paddle digunakan pada aliran fluida laminar, transisi atau turbulen tanpa baffle.
Pengaduk paddle menimbulkan aliran arah radial dan tangensial dan hampir tanpa
gerak vertikal sama sekali. Arus yang bergerak ke arah horisontal setelah
mencapai dinding akan dibelokkan ke atas atau ke bawah. Bila jenis ini digunakan
pada kecepatan yang tinggi akan terjadi pusaran saja tanpa terjadi agitasi.

Berbagai jenis pengaduk dayung biasanya digunakan pada kecepatan


rendah diantaranya 20 hingga 200 rpm. Dayung datar berdaun dua atau empat
biasa digunakan dalam sebuah proses pengadukan. Pengaduk dayung menjadi
tidak efektif untuk suspensi padatan, karena aliran radial bisa terbentuk namun
aliran aksial dan vertikal menjadi kecil.Sebuah dayung jangkar atau pagar, yang
terlihat pada gambar 6 biasa digunakan dalam pengadukan. Jenis ini menyapu dan
mengeruk dinding tangki dan kadang-kadang bagian bawah tangki.
Pengaduk jenis turbin (turbine) merupakan pengaduk dengan sudut tegak
datar dan bersudut konstan. Pengaduk jenis ini digunakan pada viskositas fluida
rendah seperti halnya pengaduk jenis propeller. Pengaduk turbin menimbulkan
aliran arah radial dan tengensial. Di sekitar turbin terjadi daerah turbulensi yang
kuat, arus dan geseran yang kuat antar fluida. Salah satu jenis pengaduk turbine
adalah pitched blade. Pengaduk jenis ini memiliki sudut sudu konstan. Aliran
terjadi pada arah aksial, meski demikian terdapat pula aliran pada arah radial.
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pencampuran dan energi yang
di perlukan untuk pencampuran adalah aliran, aliran yang turbulen dan laju alir
bahan yang tinggi biasanya menguntungkan proses pencampuran. Kemudian
ukuran partikel/luas permukaan, semakin luas permukaan kontak bahan-bahan
yang harus dicampur maka semakin kecil partikel dan semakin mudah gerakannya
di dalam campuran maka proses pencampuran semakin baik. Dan terakhir adalah
kelarutan, semakin besar kelarutan maka semakin baik pencampuran.
Faktor lain yang mempengaruhi kebutuhan daya atau power untuk
pengadukan adalah diameter pengaduk, kekentalan cairan, kerapatan cairan,
medan gravitasi, dan laju putaran pengaduk. Parameter hidrodinamika dalam
tangki berpengaduk terdiri dari bilangan reynold dan bilangan Fraude. Bilangan
reynold merupakan bilangan tidak berdimensi yang menyatakan perbandingan
antara gaya inersia dan gaya viskos yang terjadi pada fluida. Dalam sistem
pengadukan terdapat 3 jenis bentuk aliran yaitu laminar, transisi dan turbulen.
Bentuk aliran laminar terjadi pada bilangan reynold hingga 10, sedangkan
turbulen terjadi pada bilangan reynold 10 hingga 104 dan transisi berada di antara
keduanya. Sedangkan bilangan fraude, adalah bilangan tak berdimensi

menunjukkan perbandingan antara gaya inersia dengan gaya gravitasi. Bilangan


fraud ini merupakan variabel yang signifikan. Bilangan ini hanya diperhitungkan
pada sistem pengadukan dalam tangki tidak bersekat (baffle). Pada system ini
permukaan cairan dalam tangki akan dipengaruhi gravitasi, sehingga membentuk
pusaran atau vortex. Vortex atau pusaran karena pengaruh gravitasi ini
menunjukkan adanya keseimbangan antara gaya gravitasi dengan gaya inersia.
Semakin tinggi kecepatan dari impeller, maka bilangan Reynold-nya juga
akan semakin meningkat. Hal ini berarti bahwa dengan bertambahnya kecepatan
impeller, maka aliran akan meningkat turbulensinya. Peningkatan kecepatan
impeller ini dikompensasi dengan penambahan daya yang dibutuhkan oleh
agitator, sehingga untuk memutar impeller dengan kecepatan tinggi, daya yang
dibutuhkan oleh agitator untuk melakukan pengaduka juga akan semakin besar.
DAFTAR PUSTAKA

Kurniawan. R. 2011.Pengadukan dan Pencampuran. (Online). http://tekimku.blog


spot.co.id/2011/08/pengadukan-dan-pencampuran.html. (Diakses pada 28
September 2016).
Riza. 2011. Mixing. (Online). http://rizatoker.blogspot.co.id/2011/06/mixing.html.
(Diakses pada 28 September 2016).
Septiani, M. 2013. Tangki Berpengaduk. (Online). http://mhimns.blogspot.co.id/
2013/04/tangki-berpengaduk.html. (Diakses pada 28 September 2016).
Wau, E. S. 2015. Fluid Mixing. (Online). http://dokumen.tips./documents/fmdoc.
html. (Diakses pada 28 September 2016).