Anda di halaman 1dari 5

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.
1.

Hasil
Hasil Pembuatan Ekstrak Buah Pir
Penelitian dilakukan pada bulan April dengan proses awal mengekstraksi buah pir

(Pyrus communis L.) secara maserasi sehingga didapatkan ekstrak kental. Sebanyak 1,5
kg buah pir kering dimaserasi dengan etanol 96%, kemudian ekstrak cair didestilasi
vakum yang selanjutnya dihasilkan ekstrak kental sebanyak 500 gram. Berasarkan berat
awal dari buah pir dan ekstrak kental maka nilai rendemen yang diperoleh adalah 33,33
%.
2.

Hasil Pemeriksaan Sifat Fisik Facial Scrub


Pemeriksaan sifat fisik facial scrub ekstrak buah pir meliputi kekentalan

(viskositas), pH, dan organoleptik (warna, bau dan iritasi kulit) serta tinggi busa.
Pengamatan pH dan viskositas dari facial scrub ekstrak buah pir (Pyrus comunis L.)
selama 28 hari penyimpanan dengan data pengamatan dpat dilihat pada tabel 2 dan 3.

Tabel 2. Hasil Pengamatan pH Facial Scrub Ekstrak Buah Pir (Pyrus comunis L.)
Selama 28 Hari Penyimpanan
pH

Facial
Scrub
Formula
I

Keterangan

Hari ke
0

14

21

28

5,65

5,66

5,63

5,42

5,22

MS

Formula
5,92

5,78

5,67

5,65

5,26

MS

5,79

5,89

5,72

5,64

5,61

MS

II
Formula
III
Tabel 3. Hasil Pengamatan viskositas Facial Scrub Ekstrak Buah Pir (Pyrus
comunis L.) Selama 28 Hari Penyimpanan
Viskositas

Facial

Keterangan

Hari ke

Scrub
0

14

21

28

Formula
I
Formula
II
Formula
III
Pengujian tinggi busa dilakukan dengan cara membuat 1% larutan sabun cair
dalam aquadest di dalam gelas ukur 100 ml, lalu dikocok bolak-balik sebanyak 20 detik,
kemudian langsung diukur ketinggian busa yang dihasilkan. Data hasil pengamatan
tinggi busa dari masing-masing formula ditampilkan pada tabel 4.
Tabel 4. Hasil Pengamatan tinggi busa Facial Scrub Ekstrak Buah Pir (Pyrus
comunis L.) Selama 28 Hari Penyimpanan
Tinggi busa

Facial

Formula
I
Formula

Keterangan

Hari ke

Scrub
0

14

21

28

MS

MS

II
Formula
7

MS

III
Tinggi busa yang memenuhi syarat : 1,2 22 cm
Pengujian organoleptik (warna, bau, dan iritasi kulit) pada facial scrub ekstrak
buah pir (Pyrus communis L.) dilakukan pada 30 responden. Hasil pengamatan
ditampilkan pada tabel 5.
Tabel 5. Hasil Pengamatan Warna, Bau dan Iritasi Kulit Facial scrub Ekstrak
Buah Pir (Pyrus communis L.) Selama 28 Hari Penyimpanan.
Facial
Warna
Scrub
Formula I
Formula

Jumlah Responden 30 orang


Bau
Iritasi kulit
TB
B
TB
B
TB

II
Formula
III
Tabel 6. Hasil Uji Statistik Chi-Square Warna Facial Scrub Ekstrak Buah Pir
(Pyrus communis L.) Selama 28 Hari Penyimpanan.
Tabel 7. Hasil Uji Statistik Chi-Square Bau Facial Scrub Ekstrak Buah Pir (Pyrus
communis L.) Selama 28 Hari Penyimpanan.
Dari hasil pengamatan kestabilan fisik facial scrub ekstrak buah pir (Pyrus
communis L.) selama 28 hari penyimpanan meliputi pH, viskositas, waktu mengering,
daya sebar, homogenitas, warna, bau, dan iritasi kulit maka ddapatkan rekapitulasi dari
seluruh formula yang dibuat untuk melihat apakah semua sediaan telah memenuhi
persyaratan kestabilan fisik atau tidak. Hasil rekapitulasi tersebut dapat dilihat pada
tabel 8.

Tabel 8. Rekapitulasi Hasil Uji Kestabilan Fisik Facial Scrub Ekstrak Buah Pir
(Pyrus communis L.) Selama 28 Hari Penyimpanan.
Facial
Scrub

Visko

Kestabilan Fisik
Homo
Tinggi War

sitas

genitas

pH

Jumlah
Iritasi
Bau

Busa

na

MS

TMS

Kulit

Formula
I
Formula
II
Formula
III
Keterangan :
MS : Memenuhi Syarat
TMS : Tidak Memenuhi Syarat
B. Pembahasan
Dari hasil pengamatan terhadap uji kestabilan fisik facial scrub ekstrak buah pir
(Pyrus communis L.) yang meliputi pH, viskositas, homogenitas, tinggi busa, warna,
bau, dan iritasi kulit selama penyimpanan 28 hari terdapat pebedaan diantara formulaformula tersebut. Hasil yang didapat dibahas di bawah ini :
1.
Kestabilan pH
2.
Viskositas
3.
Homogenitas
Dari tabel dapat dilihat hasil pegujian dan pengamatan terhadap homogenitas
facial scrub ekstrak buah pir (Pyrus communis L.) selama 28 hari penyimpanan.
Pengamatan selama masa penyimpanan sediaan facial scrub menunjukkan tidak ada
perubahan homogenitas. Pengujian homogenitas sediaan facial scrub dilakukan dengan
cara mengoles sediaan setipis mungkin pada kaca objek dan diamati menggunakan
mikroskop dapat dilihat bahwa partikel-partikel scrub tersusun rapat dan tidak ada
penggumpalan partikel. Kemudian diamati secara langusng, ketika diraba dan

digosokkan massa sediaan facial scrub menunjukkan susunan homogen serta tidak
terasa adanya bahan padat pada kaca (Kurniawati, 2012). Hal ini menunjukkan bahwa
penambahan ekstrak buah pir (Pyrus communis L.) kedalam formula dapat bercamur
dengan baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa facial scrub ekstrak buah pir (Pyrus
communis L.) memiliki homogenitas sediaan yang stabil selama penyimpanan.
4.
Tinggi busa
5.
Warna, bau, dan Iritasi Kulit