Anda di halaman 1dari 9

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

DENGAN ARTRITIS REUMATOID


I.

PENGKAJIAN
Pengkajian dilakukan pada hari Senin tanggal 16 Mei 2016 sampai dengan hari

Selasa tanggal 17 Mei 2016 di rumah keluarga Tn. U


A. Data Umum
1. Nama KK
: Tn. U
2. Jenis kelamin
: Laki-laki
3. Usia
: 51 tahun
4. Agama
: Islam
5. Alamat
: Babakan Sirna RT 7 RW3 Desa Benteng Kec Warung Doyong
6. Pekerjaan
:7. Pendidikan
: SMK
8. Keadaan fisik
: Sehat
9. Komposisi Keluarga
N

Nam

Hub

Dg

Ny.

KK
Mertu

M
2

Ny.
An. S

Pekerjaa

Status

Keadaan

Imunisas

fisik

83 th Islam

SR

i
-

Sakit

47 th Islam

SMK

Pedagang

Sehat

SD

Imunisas

Sehat

a
P

W
3

Umu Agama Pendidika

Istri
L

9 th

Islam

Anak
4

An.
R

10. Genogram

lengkap
4 th

Cucu

Islam

Imunisas
i lengkap

Sehat

Keterangan :
: laki-laki
: perempuan
: garis keluarga
: tinggal serumah
: meninggal
: klien

11. Tipe Keluarga


Multigenerational family (generasi atau kelompok umur yang tinggal bersama
dalam satu rumah) karena dalam satu rumah terdiri dari nenek, anak, menantu,
cucu, cicit.
12. Latar Belakang Budaya (suku)
a. Suku Bangsa
Keluarga Tn. U berasal dari suku Sunda dan merupakan penduduk asli di
wilayah Babakan Sirna RT 7 RW3 Desa Benteng Kec Warung Doyong
b. Bahasa yang digunakan
Bahasa yang digunakan Keluarga Tn. U adalah bahasa Sunda dan Indonesia.
c. Pantangan
Dalam keluarga tidak ada pantangan apapun yang berkaitan dengan masalah
kesehatan, menurut ajaran agama yang keluarga anut, ada jenis makanan
pantangan yaitu daging anjing, babi, dan kodok. Keluarga juga tidak ada yang
alergi terhadap jenis makanan tertentu.
d. Kebiasaan budaya yang berhubungan dengan masalah kesehatan
Keluarga Bpk. W adalah penduduk Sunda asli, dan tidak ada adat istiadat yang
berpengaruh negatif terhadap masalah kesehatan didalam keluarganya
13. Agama
Keluarga memeluk agama islam dan sering terlibat dalam kegiatan keagamaan di
lingkungan sekitarnya, kecuali Ny. M. Ny. M tidak bisa mengikuti kegiatan

keagamaan di daerah tersebut karena tidak bisa berjalan jauh, cepat lelah. Tapi Ny.
M dapat sholat lima waktu di rumah.
14. Status Sosial ekonomi Keluarga
Tn. U sebagai saat ini sedang menganggur sudah 3 bulan. Sedangkan Ny. W,
Pedagang di rumah. Penghasilan Ny. W yaitu 3.000.000/bulan. Anaknya yang
sudah bekerja sering memberikan uang kira-kira 500.000/bulan. Pengeluaran
keluarga Tn. U yaitu 3.000.000/bulan. Bila dihitung pemasukan dikurangi
pengeluaran yaitu 3.500.000 - 3.000.000 = 500.000. Maka keluarga Tn. U dapat
menabung 500.000/bulan.
15. Aktifitas rekreasi keluarga
Rekreasi yang digunakan di dalam rumah, keluarga mengatakan biasa mengisi
waktu luang dirumah dengan menonton TV dan mengobrol bersama anak serta
mengobrol dengan tetangga sekitar tempat tinggalnya. Rekreasi yang dilakukan di
luar rumah, keluarga Ibu.S mengatakan jarang sekali bepergian ke tempat hiburan.
B. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
1. Riwayat perkembangan keluarga saat ini
Keluarga Tn. U sekarang pada tahap keluarga usia pertengahan, keluarga Tn. U
sudah dapat
a. Mempertahankan kesehatan individu dan pasangan.
b. Mempertahankan hubungan yang serasi dan memuaskan dengan anakanaknya dan sebaya.
c. Meningkatkan keakraban pasangan.
2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Tugas perkembangan yang seharusnya dilalui oleh keluarga saat ini keluarga
merasa sudah terpenuhi.
3. Riwayat keluarga inti
Di dalam keluarga Tn. U tidak ada yang menderita penyakit keturunan seperti
darah tinggi, DM, dll. Dan tidak mempunyai penyakit TBC dan penyakit menular
lainnya. Pada saat pengkajian pada keluarga Tn. U, Ny. M mengeluh sendinya
terasa nyeri dan kaku pada tulang.
C. Data Lingkungan
1. Karakteristik Rumah
Keterangan:
1. Kamar tidur
2. kamar mandi
1

3. warung

5
4
1

4. ruang tengah dan dapur


5. Ruang tamu

1
U

3
2

Rumah yang ditempati keluarga merupakan rumah sendiri. Menurut Ny. W,


rumahnya baru saja dibetulkan oleh anaknya yang sudah bekerja. Kondisi rumah
terlihat rapi, lantainya keramik, atapnya genting.. Jarak antara rumah Tn. U
dengan yang lainnya sangat dekat, hanya berjarak kurang dari 1 meter. Kondisi
ventilasi di rumah kurang. Letak sumur dengan pembuangan, berjarak 20 meter.
Ventilasi jendela kurang.
2. Karakteristik tetangga dan lingkungan RW
a. Adat dan Istiadat Komunitas Sekitar
Adat istiadat yang dianut adalah kebudayaan sunda.
b. Pola pergaulan keluarga
Hubungan keluarga dengan tetangga tampak baik dan harmonis, tampak
keluarga menyapa tetangga yang kebetulan lewat depan rumahnya. Keluarga
sering berkumpul dengan tetanggnya yang ada disamping rumah, atau pada
pembeli yang datang ke warungnya.
c. Persepsi Keluarga terhadap komunitas
Keluarga merasa nyaman hidup ditengah tengah masyarakat

karena

keluarga merasa mereka saling bantu membantu dan tidak merugikan dalam
berbagai hal.
d. Pengetahuan Keluarga mengenai Masalah kesehatan Yang berkaitan Dengan
Komunitas
Keluarga mengatakan masalah kesehatan yang muncul dalam kehidupan
ditengah masyarakat secara khusus saat ini rhematik dan tekanan darah tinggi
karena mayoritas penduduk RT 15 adalah lansia
3. Mobilitas geografi keluarga
Sejak menikah, mereka sudah tinggal di lingkungan yang saat ini mereka tempati
dan tidak pernah pindah rumah. Alat transportasi yang ada di daerah adalah
angkutan kota namun untuk masuk sampai rumahnya biasanya jalan kaki.
4. Hubungan keluarga dengan masyarakat

Hubungan keluarga dengan masyarakat cukup baik, selalu ramah dengan orangorang yang belanja di warungnya.
5. Sistem pendukung sosial keluarga
Dukungan keluarg besar tidak begitu membantu Bpk. W dan Ibu S. Apabila ada
anak yang sakit, maka mereka hanya memberinya obat warung.
D. Struktur Keluarga
1. Pola Komunikasi
Pola komunikasi yang digunakan adalah komunikasi terbuka, setiap anggota
keluarga bebas menyampaikan keluhan atau tanggapan hal ini dapat terlihat saat
perawat berkunjung. Komunikasi yang digunakan di dalam keluarga adalah
komunikasi dua arah.
2. Struktur kekuatan keluarga
Dalam keluarga keputusan yang diambil adalah hasil musyawarah bersama, setiap
anggota berperan sesuai dengan perannya, dan dapat menyampaikan idenya jika
ada masalah yang dirasakan.
3. Struktur Peran
Ketika di keluarga ada yang sakit, semua anggota keluarga perannya bertambah
sebagai orang yang merawat. Biasanya yang banyak bertambah perannya saat
salah satu anggota yang sakit adalah Ny. W. Tapi saat Ny. W sakit, maka semua
pekerjaan rumah akan dilimpahkan pada Tn. U.
4. Nilai dan Norma Budaya
Keluarga mengatakan tidak ada nilai dan norma budaya yang bertentangan dengan
kesehatan.

E. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
Ibu S sangat menyayangi keluarga, saling menjaga antara anggota keluarga satu
dengan anggota keluarga yang lain. Ibu S Berusaha mendidik anaknya agar selalu
menghormati orang tua dan menyayangi sesama anggota keluarga dan teman
sebaya serta berusaha menanamkan kedisiplinan pada anaknya.
2. Fungsi Sosial
Keluarga Ibu S mengatakan bahwa cara menanamkan hubungan interaksi sosial
pada anaknya dengan tetangga dan masyarakat yaitu dengan membiarkan anaknya
bermain dengan teman sebayanya di kampung rumahnya serta selalu menyapa

orang yang ditemuinya dengan sopan, hal itu terbukti ketika perawat berkunjung
ke rumah keluarga Ibu. S para tetangga juga ikut menyambut dengan baik.
3. Fungsi Perawatan kesehatan
Pengetahuan Keluarga Tentang Penyakit dan Penanganannya
a. Mengenal Masalah
Saat dikaji Ibu S mengatakan bahwa sebelumnya saya mengetahui bahwa saya
terkena Rematik dan, tetapi keluaga ibu. S tidak mengetahui tentang Rematik
dan bagaimana cara perawatan terhadap orang yang terkena rematik.
b. Mengambil Keputusan
Keluarga Bpk. W mengatakan tidak pernah mengontrolkan Ibu S hanya
minum obat rematik yang beli diwarung itupun jika sendi-sendinya terasa
nyeri.
c. Merawat anggota keluarga yang sakit
Keluarga Bpk. W mengatakan tidak tahu bagaimana cara perawatan terhadap
orang yang terkena rematik.
d. Memelihara/Memodifikasi Lingkungan
Ny. S mengatakan tidak ada jendela dimasing masing kamar tidurnya.
Keluarga Ny. S mengatakan cahaya matahari tidak bisa sampai masuk sampai
kamar. Pada saat pengkajian Jendela ruang tamu dan lantai agak kotor,
ventilasi dikamar dan ruang tamu kurang, ruangan hanya menggunakan
penerangan listrik tapi redup. Tampak tumpukan barang-barang yang tidak
teratur diruang tamu.
e. Menggunakan Fasilitas Kesehatan yang Ada
Keluarga sudah menggunakan fasilitas kesehatan yang ada yaitu dokter atau
pelayanan kesehatan lain seperti Puskesmas.
4. Fungsi Reproduksi
Keluarga Ibu S sudah memiliki 2 anak, dimana anakanaknya lmasih sekolah.
5. Fungsi Ekonomi
Keluarga Bpk. W mengatakan penghasilan suami dan Ibu S dirasa hanya cukup
untuk memenuhi kebutuhan hidup sehariharinya dan belum termasuk biaya
kesehatan yang ringan sehingga jika ada anggota keluarga yang sakit dan biaya
kesehatan kurang maka Ibu S Merasa berat dalam membiayai anggota keluarga
yang sakit.
6. Fungsi pendidikan
Ibu S mengatakan tingkat pendidikan saya hanya sampai pada SD, Sama dengan
suami saya. Saya berharap nantinya anak saya bisa sampai melanjutkan ke
Perguruan tinggi.
7. Fungsi religus

Ibu S mengatakan semua anggota keluarga beragama islam, saya mengetahui


banyak tentang agama dari keluarga dan masyarakat, saya jarang mengikuti acara
kegiatan keagamaan seperti mauludan, tahlilan, dan pengajian-pegajian.
8. Fungsi sosialisasi
Ibu S mengatakan Saya dapat berinteraksi dengan masyarakat dengan acara
tahlilan, mauludan PKK, dan kegiatan Rtan tapi jaarang.
9. Fungsi rekreasi.
Keluarga menggunakan fungsi rekreasi dengan berkumpul bersama keluarga pada
malam hari dan diisi dengan menonton Tv.
F. Koping Keluarga
1. Stressor Jangka Pendek
Ibu S mengatakan merasa khawatir dengan masalah lingkungannya, karena akhir
akhir ini dikampungnya masih banyak yang terkena demam berdarah. Dan
ditambah dengan sering terjadi banjir

2. Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Stressor


Keluarga mengatakan apabila ada masalah yang dirasa berat maka mereka akan
memecahkannya secara bersama-sama dengan jalan musyawarah keluarga sampai
ketemu jalan pemecahannya dengan tidak saling memaksakan dan menyakiti yang
lain.
3. Strategi Koping Yang digunakan
Jika ada masalah keluarga lebih suka berunding bersama atau konsultasi dengan
orang yang lebih tahu
4. Strategi adaptasi disfungsional
Bila keluarga sedang mengalami masalah kesehatan mereka cenderung
megesampingkan sebelum masalah tersebut parah.
G. Pemeriksaan Fisik
Terlampir
H. Harapan Keluarga
Keluarga sangat mengharapkan bantuan dari perawat dalam mengatasi masalah Ibu S
dan masalah lainnya. Sehingga Ibu S dapat melakukan aktivitas sehariharinya tanpa
ada gangguan.
II.

Analisa Data

No
Data
.
1
Data Subyektif :
a. An. M mengatakan Ibu S
sering
marahmarah
ketika sendi-sendi pada
kaki terasa nyeri.
b. Ibu S mengatakan kakinya
nyeri bila melakuan sering
melakukan aktifitas.
Data Obyektif:
Ibu S tampak marahmarah
Ibu S sering memagangi
kakinya ketika melakukan
katifitas
2
Data Subyektif :
a. An. M mengatakan bahwa
Ibu S sering mengeluh
sendi-sendinya
terasa
sakit.
b. Ny. S mengatakan bahwa
dirinya tidak tau apakah
menderita rematik atau
asam urat
c.
Data Obyektif :
Pergelangan kaki Ibu S
Tampak agak bengkak
Saat
dipalpasi
terasa
seperti spon.
3

Data Subyektif:
Bpk. W mengatakan tidak
tahu
bagaimana
cara
merawat Ibu S apabila dia
mengeluh nyeri sendi

Data Obyektif
Keluarga
membiarkan
keluhan Ibu S
Diagnosa Keperawatan

Etiologi

Masalah

Ketidak
mampuan Terjadinya
keluarga
mengambil konflik
pada
keputusan
dalam keluarga Ibu S
mengatasi
masalah
komunikasi
yang
efektif

Ketidakmampuan
Nyeri sendi pada
keluarga
mengenal Ibu S
masalah rematik

Ketidakmampuan
Resiko
keluarga
merawat berulang
anggota keluarga yang Ibu S
sakit

nyeri
pada

1. Terjadinya konflik pada keluarga Bpk. W b/d ketidakmampuan keluarga dalam


mengambil keputusan
2. Nyeri sendi b/d ketidakmampuan keluarga mengenal penyakit reumatik
3. Resiko nyeri berulang b/d ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang
sakit.