Anda di halaman 1dari 8

NKP ATAU BENTUKTULISAN DINAS LAINNYA SEPERTI NASKAP, TELAAHAN STAF ,

PRODUKINTELIJEN SAMPAI KEPADA LAPORAN SATUAN , SENANTIASA AKAN TERBAGI


KEDALAM PENDAHULUAN KEMUDIAN BATANG TUBUH DAN PENUTUP

UNTUK PENDAHULUAN SECARA UMUM BERISIKAN FAKTA-FAKTA SUATU PERISTIWA


ATAU BISA JUGA SEBUAH KEJADIAN YANG MENAJDI LATAR BELAKANG INTI DARI
PEMBAHASAN DALAM TULISAN SELANJUTNYA. PADA PENDAHULUAN JUGA
DIMASUKKAN DATA DATA YANG MENDUKUNG PERISTIWA YANG INGIN KITA BAHAS ,
MISALKAN BILAMANA AKAN MENGULAS TENTANG PENYIDIKAN TERHADAP
PELANGGARAN DISIPLIN ANGGOTA POLRI DI SALAH SATU WILAYAH , MAKA AKAN
LEBIH BAIK BILAMANA DISERTAKAN TREND ATAU PERKEMBANGAN PELANGGARAN
DISIPLIN DIWAKTU SEBELUMNYA. SEBAGAI PENUTUP DI BAGIAN PENDAHULUAN
ADALAH PENEGASN YANG BIASA DISEBUT RUMUSAN MASALAH, ATAU PERSOALAN ,
MAKSUDNYA AGAR TULISAN KITA INI JELAS RUANG LINGKUPNYA, SEBAGAI CONTOH
BILAMANA MEMBAHAS TENTANG PELANGGARAN DISIPLIN TENTUNYA RUANG
LINGKUP BAHASAN NANTINYA ADALAH : PELANGGARAN DISIPLIN, PELAKU
PELANGGARAN DISIPLIN, PENEGAK HUKUM DISIPLIN, FAKTOR YANG BERPENGARUH
TERHADAP TERJADINYA PENAGGARAN DISIPLIN DAN PENEGAKKAN DISIPLIN SERTA
YANG PASTI LOKASI PENULISAN TIDAK AKAN KEMANA MANA, BILA MENGAMBIL
LOKASI DI TINGKAT POLSEK ARTINYA YANG DIBAHAS YA TINGKAT POLSEK BUKAN
PADA TINGKATPOLRES.

KEMUDIAN UNTUK BATANG TUBUH UMUMNYA BERISIKAN KONDISI SAAT INI , YANG
MENCERITAKAN SEGALA ASPEK YANG TERKAIT LANGSUNG DENGAN PERMASALAHAN
YANG DITULIS PADA PENDAHUUAN DIATAS , BILAMANA KITA HENDAK MENULIS
TENTANG PELANGGARAN DISIPLIN ANGGOTA POLRI DI TINGKAT POLSEK ARTINYA
KONDISI SAAT INI YANG DIBAHAS ADALAH DARI ASPEK JENIS PELANGGARANNYA,
ASPEK HUKUMANNYA, ASPEK PELAKUNYA , ASPEK PENYISIKNYA , ASPEK KEBIJAKAN
KAPOLSEK DAN ASPEK LEGAL LAINNYA YANG TERKAIT SECARA LANGSUNG
TERHADAP PERISTIWA TADI.
SETELAH SELESAI MEMBAHAS KONDISI SAAT INI AKAN DILANJUTKAN DENGAN
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH , SECARA UMUM FAKTOR TERDIRI DARI
FAKTOR KEBIJAKAN ATAU INSTRUMENTAL BAIK YANG SIFATNYA NASIONAL, REGIONAL
MAUPUN ATURAN KHUSUS POLRI , CONTOHNYA DALAH PERKAP TENTANG HUKUMAN
DISIPLIN , KUHP, KUHAP, DAN PERATURAN LAINNYA .

FAKTOR PENGARUH YANG KEDUA ADALAH LINGKUNGAN ATAU ENVIROMENTAL YANG


BERSAL DARI INTERNAL POLRI ( POLSEK YANG DIMAKSUD) ATAU EKSTERNAL POLRI ,
YAKNI LINGKUNGAN MASYARAKAT.

TAHAP PENULISAN BERIKUTNYA ADALAH MEMBUAT YANG NAMANYA KONDISI IDEAL


YANG DIHARAPKAN , CARANYA MUDAH SAJA , COBA LIHAT KEMBALI PADA TAHAP
KONDISI SAAT INI.BILAMANA PADA KONDISI SAAT INI DITEMUKAN ADALAH ..
BELUM ADANYA ; TDAK BISA ; TIDAK OPTIMAL SUATU KEADAAN MAKA PADA
KONDISIIDELA YANG DIHARAPKAN ADALAHA DENGAN ADANYA KONDISI :.
ADANYA , BISA, OPTIMAL SUATU KEADAAN.
SELESAI MENGIDENTIFIKASI KONDISI IDEAL SEBAGAI SUATU CITA-CITA TENTUNYA
KITA DIMINTAKAN SOLUSI ATAU TEROBOSAN YANG HARUS DILAKUKAN AGAR
KONDISI IDEAL ITU DAPAT DIWUJUDKAN , PADA TAHAPAN INI TULISAN SUDAH
MENGARAH KEPADA UPAYA YANG DILAKUKAN.
TAHAPN MENULIS UPAYA YANG DILAKUKAN BERISIKAN ANALISA TERHADAP KONDISI
SAAT INI, DENGAN FAKTOR YANG BERPENGARUH DITAMBAH KONSEP DAN TEORI
YANG RELEVAN AGAR TERCIPTA KONDISI YANG IDEAL;
SECARA MUDAH DAPAT DIGAMBARKAN : KONDISI SAAT INI ( KUALITAS PENYIDIK
PROPAM SANGAT RENDAH ) + FAKTOR YANG BERPENGARUH ( PERKAP TENTANG
GAR DISIPLIN SUDAH ADA, ANGGOTA BELUM DIKJUR PROPAM, TIDAK PUNYA
KOMPUTER ) + TEORI ATAU KONSEP YANG MENDUKUNG/ RELEVAN ( TEORI
MANAJEMEN GEORGE R TERRY DAN KONSEP SWOT FREDY RANGKUTI ) = KONDISI
IDEAL ( PENYIDIKAN GAR DISIPLIN OLEH AGT PROPAM BISA OPTIMAL, TRANSPARAN
DAN AKUNTABEL )

TAHAPAN TERAKHIR
REKOMENDASI

ADALAH

PENULISAN

KESIMPULAN

DAN

SARAN

SERTA

KESIMPULAN MERUPAKAN TAHAPAN YANG PALING SULIT , KARENA KESIMPULAN


MERUPAKAN RANGKUMAN DARI : PERSOALAN + KONDISI SAAT INI+ FAKTOR YANG
BERPENGARUH+ KONDISI IDEAL +UPAYA YANG DILAKUKAN MENJADI 1 PARAGRAF
KEMUDAIN SARAN HARUS DIBEDAKAN DENGAN REKOMENDASI , SEBAGAI CONTOH
UNTUK SARAN LEBIH SIFATNYA KEPADA ORGANISASI SECARA INTERNAL YANG
DIJADIKAN OBYEK TULISAN , CONTOH : KARENA TULISAN TENTANG GAR DISIPLIN
AGT POLSEK X MAKA SARANYA DALAH KEPADA KAPOLSEK X SAJA SEDANGKAN
REKOMENDASI ADALAH SARAN UNTUK PIHAK DILUAR / EKSTERNAL LOKASI
TULISAN , SEPERTI KAPOLRES X MAUPUN KASI PROPAM POLRES X DAN MASYARAKAT
DI WILKUM X

CATATAN: DALAM MEMULAI SUATU TULISAN USAHAKAN JANGAN MEMBUAT JUDUL


TERLEBIH DAHULU, NAMUN TENTUKAN TEMANYA SAJA SERTA RUANG LINGKUP

TULISAN NANTINYA, BILAMANA MENGEJAR JUDUL LENIH DAHULU SECARA TIDAK


LANGSUNG TULISAN YANG DIBUAT MALAH TERJEBAK MUTER MUTER NGGAK
KARUAN.

SEPERTI TEMA SIP SAAT INI DG SEMANGAT REFORMASI BIROKRASI POLRI, SETUKPA
LEMDIKPOL MEMBENTUK FIRST LINE SUPERVISOR YG BERMORAL, PROFESIONAL,
MODERN DAN UNGGUL SERTA MEMILIKI KARAKTER KEBHAYANGKARAAN DLM
PELAKSANAAN TUGAS KEPOLISIAN GUNA MENSUKSESKAN PEMILU THN 2014
YANG DILAKUKAN ADALAH MEMECAH DULU BAGIAN PERBAGIAN ATAU VARIABEL
JUDUL DIATAS MENJADI :
1. SEMANGAT REFORMASI BIROKRASI POLRI
2. SETUKPA LEMDIKPOL MEMBENTUK FIRST LINE SUPERVISOR
3. BERMORAL, PROFESIONAL , MODERN DAN UNGGUL, KARAKTER BHAYANGKARA
4. TUGAS KEPOLISIAN
5. PEMILU 2014

DARI BREAK DOWN TERHADAP VARIABEL JUDUL DIATAS DAPAT KITA RANCANG KISI
KISI / RUANG LINGKUP SEBAGAI BERIKUT :
1. SEMANGAT REFORMASI BIROKRASI POLRI :
DITERJEMAHKAN MENJADI KEINGINAN MASYARAKAT TERHADAP
BAGAIMANA :.. AMBILAH CONTOH TRANSPARANSI PENYIDIKAN

POLRI

YANG

SETUKPA LEMDIKPOL MEMBENTUK FIRST LINE SUPERVISOR


DITERJEMAHKAN SEBAGAI PRODUK SETUKPA YAITU PERWIRA PERTAMA ( IPDA )
DENGAN JABATAN MULAI DARI PANIT, KANIT, DANTON, DSB OTOMATIS TANGGUNG
JAWAB DAN OTORITASNYA SELEVEL DENGAN SEORANG PAMA TADI.
BERMORAL, PROFESIONAL , MODERN DAN UNGGUL, KARAKTER BHAYANGKARA
DITERJEMAHKAN SEBAGAI BENTUK PERILAKU YANG HARUS DITAMPILKAN SEORANG
PAMA

TUGAS KEPOLISIAN

TUGAS KEPOLISIAN DILIHAT DARI STRUKTURNYA ADALAH PEMBINAAN KEKUATAN


ATAU STAFF PEMBANTU PIMPINAN DAN UNSUR PELAKSANA UTAMA

PEMILU 2014
ADALAH OUTPUT DARI MOMEN KEGIATAN KITA

BERIKUT INI AKAN SAYA COBA SAMPAIKAN BEBERAPA RUMUSAN JUDUL


1. UPAYA KANIT PROPAM MENINGKATKAN KUALITAS PENYIDIKAN TERHADAP
PELANGGARAN DISIPLIN ANGGOTA POLSEK X GUNA MENJAMIN AKUNTABILITAS POLRI
DALAM PENYELENGGARAAN PEMILU 2014
2. UPAYA DANTON BRIMOB MENINGKATKAN KEMAMPUAN SAR MENGANTISIPASI
BENCANA ALAM SECARA PROFESIONAL SELAMA PENYELENGGARAAN PEMILU 2014
3. PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI PERSUASIVE BAGI PENYIDIK LAKA
LANTAS TERHADAP KETERIBATAN ANAK SEBAGAI PELAKU LAKA LANTAS SELAMA
PEMILU 2014.
4. PENINGKATAN KESIAPAN PERSONIL SIE REN MELALUI ACARA JAM PIMPINAN GUNA
EFEKTIFITAS DUKUNGAN ANGGARAN OPERASI DALAM PEMILU 2014

DEMIKIAN TULISAN SINGKAT INI SEMOGA BISA MEMBANTU

BERIKUT ADALAH CONTOH PAPARAN NKP YANG BISA DIJADIKAN REFERENSI


SEKALIGUS ILHAM UNTUK MENULIS
laka lantas pelaku anak anak

A. UMUM
1. Salah satu persyaratan dalam seleksi Pendidikan Pengembangan Polri dalam
bidang akademik adalah membuat suatu Naskah Karya Perorangan.
2. Persyaratan pembuatan Naskah Karya Perorangan tersebut dimaksudkan untuk
mengetahui dan mengukur sejauh mana kemampuan calon pasis dalam
mendeskripsikan atau menggambarkan sesuatu yang telah dialami/diketahui
Mahasiswa dalam penugasannya.

B. TOPIK/TEMA
1. Topik/tema bukan merupakan suatu judul tetapi merupakan titik atau issue
sentral yang didalamnya terkandung sejumlah permasalahan potensial.
2. Dari topik/tema tersebut dapat diangkat sejumlah permasalahan spesifik yang
bila salah satunya dihubungkan dengan bidang tugas atau pengalaman di wilayah
penugasan anda, dapat merupakan permasalahan aktual yang menarik untuk
dibahas dalam suatu Naskah Karya Perorangan yang disusun secara sistematis,
obyektif dan rasional.

C. JUDUL
Judul adalah Permasalahan aktual yang dirumuskan dalam bentuk kalimat dan
merupakan nama dari Naskah Karya Perorangan yang anda buat.
1. Kemampuan merumuskan judul dengan tepat, akan menyajikan suatu penulisan
yang baik dan berbobot dan merupakan salah satu kriteria penilaian.

Judul hendaknya :
a. Bermanfaat dan bersifat aplikatif dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
b. Dibuat singkat tetapi menunjukan
permasalahan.

kejelasan dan

sesuai

dengan pokok

c. Bukan merupakan kalimat pertanyaan.


d. Tidak menimbulkan penafsiran yang beraneka ragam.
e. Tidak terlalu luas, cukup spesifik artinya mempunyai ciri tersendiri, bukan
mencontoh dan asli hasil karyanya sendiri.
Perumusan Judul :
a. Pilih salah satu topik/tema yang disenangi dan tentukan permasalahan potensial
yang terkandung didalamnya (sub topik/tema).
b. Kaitkan sub topik/tema tersebut dengan issue lain yang anda kuasai atau sesuai
dengan daerah penugasan atau batasi pada suatu kasus tertentu yang anda alami
atau ketahui.

c. Sebagai contoh, misalnya anda memilih topik Otonomi Daerah dan Pembinaan
Polri.
1) Dari topik/tema tersebut anda angkat salah satu masalah potensial Perpolisian
masyarakat.
2) Dari sudut percepatan pencapaian sasaran fungsi Polri : Perpolisian masyarakat
dapat diwujudkan melalui cara Siskamling .
3) Dari kedua sub topik/tema tersebut anda dapat mengangkat issue pokok :
Siskamling sebagai upaya Perpolisian masyarakat dalam mencegah kejahatan.
4) Kemudian batasi dengan tempat/kesatuan anda misalnya dengan judu
Siskamling sebagai upaya Perpolisian masyarakat dalam mencegah kejahatan di
Polres Gresik.
D. TATA URUT/SISTIMATIKA PENULISAN NKP
Bab I : PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang permasalahan pemilihan judul NKP,
permasalahan dan identifikasi dalam persoalan, ruang lingkup pembahasan NKP,
tujuan dan manfaat penulisan, metode pendekatan, tata urut penulisan NKP.
Bab II : LANDASAN KONSEPTUAL
Dalam bab ini dibahas tinjauan umum terhadap hal-hal yang berkatian dengan
landasan konseptual yang digunakan dan terkait dengan permasalahan yang
menjadi pokok bahasan dalam penulisan naskah ini. Landasan konseptual
digunakan untuk menganalisa konsepsi pemecahan masalah serta untuk
membahas fakta-fakta ataupun kenyataan yang diangkat dalam penulisan NKP.
Bab III : KONDISI SAAT INI
Bab ini menjelaskan tentang kondisi permasalahan yang ada saat ini, kondisi
sumber dayanya, uraian tentang personelnya sarana dan prasarananya, anggaran
dan metode yang dijalankan selama ini.
Bab IV : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Bab ini menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi permasalahan yang ada
selama ini, baik faktor internal maupun faktor eksternal.
Bab V : KONDISI YANG DIHARAPKAN
Dalam bab ini dibahas tentang perubahan dari kondisi saat ini menjadi kondisi yang
diharapkan yang menggambarkan adanya perubahan kondisi yang mengarah lebih
baik.

Bab VI : UPAYA-UPAYA YANG DILAKUKAN


Bab ini akan menjelaskan tentang upaya-upaya dalam meningkatkan kondisi yang
ada saat ini untuk menjadi lebih baik seperti kondisi yang diharapkan.
Bab VII : PENUTUP
Bab ini sebagai penutup dari keseluruhan uraian NKP, yang berisi tentang
kesimpulan yang merupakan jawaban dari permasalahan dalam NKP dan
rekomendasi yang berisi tentang saran maupun masukan yang berguna dan dapat
diimplementasikan dilapangan.

E. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN :


1. Penulisan NKP ditulis dengan pulpen/ball point warna hitam pada kertas double
folio bergaris yang telah disediakan dan tidak bolak-balik.
2. Tulisan jelas dan mudah dibaca.
3. Penulisan makalah minimal 8 (delapan) halaman.
4. Disediakan waktu selama 4 (empat) jam.

F. DAFTAR PILIHAN TOPIK/TEMA


Berikut ini ada beberapa TOPIK/TEMA yang menjadi sasaran prioritas yang harus
dicapai oleh Polri. Pilihlah salah satu topik/tema dibawah ini untuk dijadikan JUDUL
dalam penulisan Naskah Karya Perorangan. Adapun topik/tema tersebut adalah
sebagai berikut :

DAFTAR PILIHAN TOPIK/TEMA UNTUK


PEMBUATAN NASKAH KARYA PERORANGAN

PENANGANAN PERKELAHIAN PELAJAR.


MENGUNGKAP JARINGAN TERORISME.
MENGATASI MASALAH KEMACETAN LALU LINTAS.

PENEGAKAN HUKUM SECARA PROFESIONAL DAN PROPOSIONAL.


PEMBERDAYAAN FUNGSI HUMAS POLRI.
MENINGKATKAN KUALITAS SDM POLRI.
PELAYANAN PRIMA POLRI.
PENANGGULANGAN PENYAKIT MASYARAKAT.
PENANGGULANGAN UNJUK RASA ANARKIS.
PENANGGULANGAN KEJAHATAN TRANS NASIONAL.
PENANGGULANGAN BENCANA ALAM.
PENANGGULANGAN KONFLIK SOSIAL / SARA.
PENGGUNAAN ILMU DAN TEKNOLOGI KEPOLISIAN.
REVITALISASI KEMITRAAN POLRI DENGAN MASYARAKAT.
PEMELIHARAAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN MASYARAKAT.

Anda mungkin juga menyukai