Anda di halaman 1dari 8

LANGKAH-LANGKAH MELAKUKAN PENGUJIAN RELE PROTEKSI GENERATOR

UNIT 1
3.4.1

Data generator
Generator yang digunakan pada PLTA Saguling adalah Generator sinkron 3 fasa

dengan poros tegak (vertical) jenis setengah payung dilengkapi dengan bantalan dorong
(Thrush Bearing), bantalan antar bawah (lower guide bearing) dibawah rotor, dan
bantalan antar atas (upper guide bearing) diatas rotor. Sistem pendingin pada generator
adalah system sirkulasi udara secara paksa, setiap unit generator terdapat 8 sistem
sirkulasi udara (air cooler).
1. Initial Tegangan generator
Tegangan awal exitasi generator di supply dari battery 110 VDC pada 80%
putaran generator atau setara 266 rpm dan setelah generator bertegangan 80%
tegangan nominal generator atau setara 13.2 kV, maka supply dari battery
dilepas, selanjutnnya arus exitasi di supply dari traformator exitacy dan
tegangan generator di atur oleh AVR sampai tegangan nominal generator
sebesar 16.5 KV.
2. Data Teknik Generaor Unit 1 s/d 4 PLTA Saguling
Data Teknik Generator :
Kapasitas

: 206.1 MVA

Tegangan

: 16.5 KV

Arus

: 7212 A

Frekwensi

: 50Hz

Power Factor (PF) : 0.85


Putaran

: 333 rpm

Jumlah Kutub

: 18

Class Isolasi

: Class B

Reaktansi Xd

: 0.132 p.u.

Reaktansi Xd

: 0.128 p.u

Reaktansi Xd

: 1.127 p.u

3.4.2

Komponen-Komponen Proteksi generator PLTA Saguling.


Proteksi Generator unit 1~4.Peralatan untuk mengamankan Generator
pada saat terjadi ketidak normalan, proteksi yang terpasang meliputi :
a. G51 (Relay arus lebih) Fasa R,S dan T.
b. G87 (Relay Differensial).
c. G87G (Relay Differensial untuk pentanahan).
d. G59 (Relay tegangan lebih).
e. G27(Relay tegangan kurang).
f. G40 (Relay Loss of Field)
g. G57 (Relay Generator beban lebih).
h. Relay Temperatur (untuk Lower, Upper, Trust dan Turbin Bearing).

3.4.3

Menghitung impedansi generator


2

Z base=

KV
MVA

Xdaktual = Xd x Z base
Z1 = Z2 = Z0 = Xd= 1.127 Ohm
Dimana :
Z1 = Impedansi urutan positif
Z2 = Impedansi urutan negatif
Z0 = Impedansi urutan nol

3.4.4

Perhitungan arus hubung singkat 3 fasa

If3 = Ia =

Vf
Z 1+ Zf

Dengan :
Z1 adalah impedansi urutan positif total
Zf adalah impedansi gangguan

3.4.5

Perhitungan arus hubung singkat 1 fasa tanah


If1 = Ia =

3.4.6

3 Vf
Z 1+ Z 2+ Z 0+3 Zf

Perhitungan rele arus lebih


a. Arus Nominal
Arus nominal adalah arus kerja dari suatu peralatan listrik.
In = Ibase

Sbase
3 x Vbase

Dengan :
In

= Ibase = Arus nominal (A)

Sbase

= Daya semu (VA)

Vbase

= Tegangan (V )

b. Rasio CT
Rasio CT ditentukan dari arus nominal peralatan atau dari kabel pada
umumnya.
Rasio CT =

primer
sekunder

c. Arus yang mengalir melalui rele


Irele = Ibase x

0,1
rasio ct

d. Arus kerja rele (Standar OCR 110% )


Iset OCR = 1,1 x Ibase

e. Waktu operasi (ts)


Time setting (ts) adalah waktu yang dibutuhkan oleh suatu pengaman ( rele
) untuk bekerja.
Ts =

k
( I set OCR ) 1

x TMS

Dengan :
TMS(Time Multiple Setting ) = standar waktu setting rele
K = konstanta standar invers (0.14)
= konstanta standar invers (0.02)

3.4.7

Perhitungan rele gangguan tanah.


a. Arus setting primer
Iset primer

= 10 % x Inct

b. arus setting GFR

IsetGFR =

Iset primer x

1
rasio ct

c. Menghitung waktu setting relay GFR


Ts =

k
( I set GFR ) 1

x TMS

LANGKAH-LANGKAH MELAKUKAN PENGUJIAN RELE PROTEKSI GENERATOR


UNIT 1
3.4.1

Data generator
Generator yang digunakan pada PLTA Saguling adalah Generator sinkron 3 fasa

dengan poros tegak (vertical) jenis setengah payung dilengkapi dengan bantalan dorong
(Thrush Bearing), bantalan antar bawah (lower guide bearing) dibawah rotor, dan
bantalan antar atas (upper guide bearing) diatas rotor. Sistem pendingin pada generator

adalah system sirkulasi udara secara paksa, setiap unit generator terdapat 8 sistem
sirkulasi udara (air cooler).
3. Initial Tegangan generator
Tegangan awal exitasi generator di supply dari battery 110 VDC pada 80%
putaran generator atau setara 266 rpm dan setelah generator bertegangan 80%
tegangan nominal generator atau setara 13.2 kV, maka supply dari battery
dilepas, selanjutnnya arus exitasi di supply dari traformator exitacy dan
tegangan generator di atur oleh AVR sampai tegangan nominal generator
sebesar 16.5 KV.
4. Data Teknik Generaor Unit 1 s/d 4 PLTA Saguling
Data Teknik Generator :
Kapasitas

: 206.1 MVA

Tegangan

: 16.5 KV

Arus

: 7212 A

Frekwensi

: 50Hz

Power Factor (PF) : 0.85

3.4.2

Putaran

: 333 rpm

Jumlah Kutub

: 18

Class Isolasi

: Class B

Reaktansi Xd

: 0.132 p.u.

Reaktansi Xd

: 0.128 p.u

Reaktansi Xd

: 1.127 p.u

Komponen-Komponen Proteksi generator PLTA Saguling.


Proteksi Generator unit 1~4.Peralatan untuk mengamankan Generator
pada saat terjadi ketidak normalan, proteksi yang terpasang meliputi :
i. G51 (Relay arus lebih) Fasa R,S dan T.
j. G87 (Relay Differensial).
k. G87G (Relay Differensial untuk pentanahan).

l. G59 (Relay tegangan lebih).


m. G27(Relay tegangan kurang).
n. G40 (Relay Loss of Field)
o. G57 (Relay Generator beban lebih).
p. Relay Temperatur (untuk Lower, Upper, Trust dan Turbin Bearing).

3.4.3

Menghitung impedansi generator


Z base=

KV 2
MVA

Xdaktual = Xd x Z base
Z1 = Z2 = Z0 = Xd= 1.127 Ohm
Dimana :
Z1 = Impedansi urutan positif
Z2 = Impedansi urutan negatif
Z0 = Impedansi urutan nol

3.4.4

Perhitungan arus hubung singkat 3 fasa


If3 = Ia =

Vf
Z 1+ Zf

Dengan :
Z1 adalah impedansi urutan positif total
Zf adalah impedansi gangguan

3.4.5

Perhitungan arus hubung singkat 1 fasa tanah

If1 = Ia =

3.4.6

3 Vf
Z 1+ Z 2+ Z 0+3 Zf

Perhitungan rele arus lebih


f. Arus Nominal
Arus nominal adalah arus kerja dari suatu peralatan listrik.
In = Ibase

Sbase
3 x Vbase

Dengan :
In

= Ibase = Arus nominal (A)

Sbase

= Daya semu (VA)

Vbase

= Tegangan (V )

g. Rasio CT
Rasio CT ditentukan dari arus nominal peralatan atau dari kabel pada
umumnya.
Rasio CT =

primer
sekunder

h. Arus yang mengalir melalui rele


Irele = Ibase x

0,1
rasio ct

i. Arus kerja rele (Standar OCR 110% )


Iset OCR = 1,1 x Ibase
j. Waktu operasi (ts)
Time setting (ts) adalah waktu yang dibutuhkan oleh suatu pengaman ( rele
) untuk bekerja.
Ts =

k
( I set OCR ) 1

x TMS

Dengan :
TMS(Time Multiple Setting ) = standar waktu setting rele
K = konstanta standar invers (0.14)

= konstanta standar invers (0.02)

3.4.7

Perhitungan rele gangguan tanah.


d. Arus setting primer
Iset primer

= 10 % x Inct

e. arus setting GFR

IsetGFR =
f.

Iset primer x

1
rasio ct

Menghitung waktu setting relay GFR


Ts =

k
( I set GFR ) 1

x TMS